RiikuAyaKaitani Production
Presented : Mamori's boyfriend chapter 5
Eyeshield 21©Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Pairing: Hiruma Youichi & Anezaki Mamori
Pertama-tama aku ngucapin terima kasih sebesar-besarnya pada semua readers. Karena masih setia membaca Fic-ku.. terima kasih atas dukungan kalian yang selalu setia me-review Fic-ku! Lalu aku akan menjawab beberapa Review:
Gerard Potter-finiarel : Okeh! Ini apdethan-nya!
Suzuka Daidouji : itu yang pertama lagunya Sen no Yoru wo koete dari bleach movie 1.
Riichan LuvHiru: oho.. saiiya sangat terhormathh… *Terharu*. Apdeth nii ^_^
"Yep. Tenang. Kau nggak bakal ngapa-ngapain kamu kok."
"O, oh ya?"
"Ya. Nggak tertarik. Lagi pula nih fic masih rated-nya T." Tambah Hiruma.
"Uhh! Ya sudah, Ayo masuk!" Kata Mamori sambil mengajak Hiruma ke kamarnya.
Hiruma masuk ke kamar Mamori yang sudah tak asing lagi baginya. Ia mendudukkan dirinya diatas kasur empuk Mamori dan membuat dirinya senyaman mungkin. Mamori dengan sigap menyuguhkan 2 cangkir Milk tea hangat untuknya dan kekasih barunya.
"Hn. Not bad." Komentar Hiruma sambil menyeruput Milk Tea-nya.
"Kalau Cuma bikin Milk tea saja sih gampang." Sahut Mamori.
"Aku sih nggak terlalu bisa. Selalu aja rasanya jadi kayak susu beneran. Habis kebanyakan nyampur susu-nya." Jelas Hiruma.
"Lho, kupikir Setan sepertimu bisa melakukan apa saja!" komentar Mamori.
"Keh! Enak saja! Aku juga manusia kali! Aku bukan Tuhan yang bisa melakukan apa aja!" Balas Hiruma.
"Hi hi hi tumben filosofi-mu bagus." Kata Mamori.
"Diam kau, Kuso Mane!"
"Hihihihi!". Dengan tenang mereka menikmati indahnya bunyi hujan yang terus mengguyur seluruh Kanto selama 1 jam itu.
"Hiruma-kun, kau serius mau menginap di sini?" Tanya Mamori.
"Sudah ku bilang pangggil nama kecilku jika kita sedang sendirian." Ucap Hiruma.
"Eh.. Lupa.. Sorry ya, Youichi!" Kata Mamori.
"Lalu, apa rencanamu?" tanya Mamori.
"Rencana?" Ulang Hiruma.
"Ya. Katanya kamu mau mengajari mereka untuk ujian nanti." Kata Mamori.
"oh.. gampang.. Kita akan membuat mereka menjadi pintar dengan caraku kekekeke." Jawab Hiruma sambil tersenyum seram…
"Aku jadi ingin tahu apa rencanamu." Gumam Mamori. Hiruma menyeringai seram.
"Kau ingin tahu?" Pancing Hiruma.
"Kedengeran aja kamu! Iya deh aku penasaran." Balas Mamori mantap.
"kekekekeke cium dulu." Ucap Hiruma tiba-tiba.
"Ci, Cium?" Ulang Mamori kaget plus Blushing.
"Kekekekeke aku nggak akan pernah memberikan Informasi secara gratis lho.."
"Ta, tapi… di Bibir?" Tanya Mamori.
"Nggak Honey. Di Hidung." Canda Hiruma.
"Mou, Youichi! Yang serius dongg.." Protes Mamori.
"Yaiyalah sayang.. di bibir.." Kata Hiruma.
"Jadi?" Tanya Hiruma.
"Iya deh.." Jawab Mamori mengalah. *Hayo ngalah beneran apa seneng tuh?*
Dan.. yak saudara-saudara! Dan terjadilah... Ciuman antara Hiruma Youichi dan Mamori Anezaki! Siapakah yang akan menang dalam pertarungan lidah kali ini? yak Hiruma menindih lidah kekasihnya dengan ganas! Oh! Mamori tidak mau kalah! Dan dan DAN! Teng Teng! Yang keluar sebagai pemenang adalah.. YOUICHI HIRUMA! Dengan Skor 1-0! (Readers: Oo.. Author edan)
Hiruma melepas bibirnya dari Mamori untuk memberinya waktu untuk bernafas. Mamori terengah-engah saking lamanya tuh ciuman.
"Kekekekeke Not Bad untuk seorang pemula! Tapi tetap aja aku yang menang!" Komentar Hiruma.
"Mou, Youichi! Kamu sih laki-laki! Aku mana mungkin kuat ngelawan kamu!" Protes Mamori.
"Yah.. nggak apalah. Rasanya manis seperti biasanya." Komentar Hiruma lagi
"Ya. Rasanya Mint seperti biasanya." Balas Mamori sambil tersenyum.
"Lalu? Apa rencananya?" Tanya Mamori yang udah nggak sabar.
"Sabar dong Hon.. Sini aku bisikin! Biar Readers nggak kedengeran!" Ucap Hiruma sambil mengipas-ngipaskan tangannya isyarat menyuruh Mamori mendekat. Hiruma mendekatkan mulutnya ke telinga Mamori. Dalam jarak seperti ini Mamori dapat merasakan nafas Hiruma sekali lagi. Setelah Hiruma berbisik-bisik di telinga Mamori, Tiba-tiba Mamori tertawa seperti setan (Sekali lagi, silahkan buka Eyeshield 21 vol. 15). Marilah kita berdoa untuk keselamatan Anggota devil bats..
-Esoknya, Deimon Senior High School-
"Ohayou, Minna-san!" Sapa Sena ketika sampai di Club House.
"Ohayou." Balas yang lainnya.
"Semua sudah berkumpul lho, Hiruma-kun." Kata Mamori lirih.
"Ayo jalankan rencana-nya! Kekekekekeke!" Balas Hiruma. Dengan sigap Mamori menutup dan mengunci pintu. DDB yang awalnya ribut sendiri langsung diam seribu bahasa ketika mendengar bunyi 'CKLEK' yang keras. Mamori menunduk dalam-dalam untuk mempersiapkan(?) dirinya. Anggota DDB saling pandang karena kelakuan aneh Mamori, sedangkan Hiruma menyeringai seram.
" Anezaki-san? Ada apa?" Tanya Jumonji sopan *Baru tahu nih preman bisa sopan*
"Maaf ya Minna-san.. ini demi kebaikan kalian semua.." Jawab Mamori lirih.
"KALIAN HARUS BELAJAR DENGAN KAMI HARI INI! YA-HA!" Teriak Hiruma dari belakang.
"A, Anezaki?" Panggil Kurita panic.
"Fu fu fu fu…" Mamori hanya tertawa setan lengkap denga aura-aura warna ungu.
"HIIEE!" Pekik semua anggota.
"La, lalu bagaimana dengan sekolah kami?" Tanya Sena yang ikut-ikutan panic.
"Gampang.. aku akan bilang pada kepala sekolah dan guru yang mengabsen kalian kalau kalian ada pertandingan mendadak." Jawab Mamori sambil tersenyum manis.. namun di tambah aura hitam lengkap dengan kelelawar-nya segala…
"Hiiii!" pekik smeua anggota DDB.
"YA-HA! Kalian harus lulus test minggu depan!" Kata Hiruma. Dan di mulailah sesi mengerikan belajar bersama setan… Sena dan Monta yang idiot nggak ketulungan menjadi sasaran amukan 2 senpai tercinta(?) mereka.
"Nah, teman-temanku yang tercinta… yang salah jawab soal dapat hukuman lhoo…" Kata Mamori di sela-sela mengajar-nya.
"Hu, hukuman macam apa?" Tanya Monta diikuti aura penuh rasa ketakutan yang lainnya.
"Hukumannya apa ya, Hiruma-kun?" Tanya Mamori sambil melirik Hiruma. Yang dilirik hanya menyeringai seram.
"Tentu saja.. kalau tidak lari keliling lapangan 10 kali per-soal yang salah atau naik-turun tangga sekolah dari lantai 1-3 10 kali per-soal. Mudah kan?" Ungkap Hiruma enteengg banget. Bocah-bocah itu langsung merinding dan langsung serius membaca dan memperhatikan apa yang diajarkan Mamori dan Hiruma.
-Sesi Tanya jawab-
"akar dari 200 adalah berapa, SENA?" Tanya Mamori pada Sena yang langsung Sweatdrop.
"Itu.. ehng.. anu…"
"TELMI!" Sentak Hiruma.
"Lari atau Naik-turun?" Tawar Mamori.
"La, lari deh.." Jawab Sena yang udah lemes kayak kain.
"Jurang dalam Laut namanya apa.. RAIMON?" Tanya Mamori lagi.
"Pa, palu! Eh salah.. Paul! Pa.. pa- apa ya.." Jawab Monta sambil mikir.
"Lu pikir Paula Abdul apa? Salah!" Pekik Mamori.
"Lari atau Naik-turun?" gantian sekarang Hiruma yang menawari sambil menyeringai.
"MUKYAAA! Lari deh.." Jawab Monta nyerah.
"Apa jurus yang dimiliki Sawada Tsunayoshi yang bisa membekukan lawan dengan api dari kedua tanganya? Buat semuanya! Kalo nggak ada yang bisa menjawab dalam waktu 10 detik semua kena hukuman!" Kata Mamori lagi.
"Yaaa! Mamo-nee! Itukan nggak masuk di pelajaran manapun!" Protes Suzuna.
"Suzuna-chan, tolong kau lihat daftar mata pelajarn yang akan diujikan ya!" Kata Mamori sambil menunjukan kertas yan berisi jadwal Ujian. Suzuna membacanya dengan seksama dan menemukan mata pelajaran yang sangat ganjil..
Senin, tanggal x bulan xxxx tahun xxxx : Matematika
Selasa, tanggal xx bulan xxxx tahun xxxx : IPS
Rabu, tanggal xx bulan xxxx tahun xxxx : Anime
Kamis, tanggal xx bulan xxxx tahun xxxx: Manga
"Sekolah Edan." Komentar Suzuna.
"Lalu, apa jawaban dari soal yang tadi aku bacakan?" Tanya Mamori sambil tersesnyum. Anggota DDB langsung diam lagi dan berpikir keraass banget…
"1" hitung Mamori.
"2"
"3"
"4"
"5"
"6…"
"Aku tahu!" Pekik Togano semangat. Dengan kalimat yang ia lontarkan, DDB langsung bernafas legaa…
"Yak, apa jawabannya, Togano-kun?" Tanya Mamori.
"Zero point breaktrough First edition!" Seru Togano semangat,
"Yak~ Betul.." Sahut Mamori.
"Pertanyaan berikutnya. Siapa lawan Ichigo Kurosaki dalam Manga Bleach yang membuat Ichigo mengeluarkan Hollow untuk pertama kalinya?"
"MAX! Aku tahu!" Seru Monta.
"Jawabannya adalah Grimmjow Jagerjaques!"
"SALAH!" Kata Mamori sambil melemparkan kapur dengan kecepatan Dewa yang sukses menembus kepala Monta hingga berdarah-darah.
"Ya… Monmon mau lari apa Naik turun tangga neh? Aku yakin dalam lubuk hatimu yang paling dalam kamu ingin lari."
"MUKYAAA! Muke lu peyang! Ya sudah! Lari MAX!"
"Fufufufufu kurasa sudah banyak yang gugur ya~" Komentar Mamori.
"Ya~ habis gurunya killer…" Sahut Suzuna.
"Yah.. sesi mengajarku sudah berakhir.. sekarang saatnya Hiruma-sensei yang akan mengajar kalian!"sahut Mamori sambil melirik jam tangannya.
"HIIIIEE!" Pekik semua Anggota yang sedang belajar.
"MUKYA! Mending aku sama Mamori-sensei dari pada sama Akuma-sensei!" Sahut Monta ketakutan.
"Apa kamu bilang, Monyet sialan?" Tanya Hiruma untuk memastikan apa yang di dengarnya. *Hiruma rada-rada budge deh….**Di gebukin Hiruma*
"Ah~ nggak bilang apa-apa kok.."Kata Sena sambil membekap mulut Monta.
"Kalau begitu aku akan memakai metode-ku sendiri. KELUAR KE LAPANGAN SANA ANAK-ANAK SIALAN!". Anggota DDB lari tunggang langgang keluar lapangan.
"Apa aku dan Kurita juga ikut?" Tanya Musashi.
"Yah. Kau nggak. Si gendut sialan iya." Jawab Hiruma sambil bersiap dengan Laptop dan senjata-nya. Hiruma dan Musashi keluar dari Club House diikuti Mamori.
-Di Lapangan-
"Kalau kalian nggak bisa jawab pertanyaan dariku, kalian harus lari keliling lapangan sepuluh kali aja kok." Kata Hiruma. Yaaa., sekali lagi DDB menelan ludah.
"Oke. Soal pertama. Berapa akar kuadrat dan kubik dari 6.4? Kazuki Jumonji" Tanya Hiruma.
"Aku tahu! Akar kuadrat-nya 0.8 akar kubik-nya 0.4!" Jawab Jumonji.
"Pintar juga kau." Komentar Hiruma.
"Kalau segitu saja sih bisaa!" Sahut Jumonji bangga.
"Kalau begitu berapa akar kuadrat dari 15625?""Tanya Hiruma lagi.
"I, itu.. berapa ya.." Jumonji asyik menghitung dengan jari-jarinya.
"KELAMAAN YA-HA!" Seru Hiruma sambil menyuruh Jumonji Lari keliling lapangan.
"YA-HA! Pertanyaan berikutnya! Apa yang di maksud dengan gunung mati? Kuroki Koji"
"Ahng.. nggak Tahu Sensei.." Jawab Kuroki dengan Innocent-nya.
"LARI SANA! DASAR NGGAK BERGUNA! YA-HA!".
"Soal berikutnya! Sebutkan 2 jenis Rasengan yang di miliki Naruto Uzumaki, Botak sialan!"
"Aku tahu! Odama Rasengan dan Ranses Shuriken!" Jawab Yukimitsu mantap.
"Boleh juga." Komentar Hiruma.
"Berikutnya, sebutkan nama-nama Guardian dari generasi pertama Vongola, Tank kecil sialan!"
"FUGO! FUGO!"
"Ku, kurita-san.." Panggil Sena.
"Katanya Asari Ugetsu, G, Knuckle, dan Lampo." Kata Kurita men-translate perkataan Komusubi.
"KURANG 2! Alaude, dan Daemon Spade belum kau sebutkan! Lari sana! 5 putaran aja! YA-HA!" Seru Hiruma
'Buset nih setan. Setan kayak dia juga suka nonton katekyo Hitman Reborn ya!' Batin seluruh anggota termasuk Musashi dan Mamori.
Dan … pembelajaran itu terus berlanjut. Berbagai hukuman dibuat semakin berat agar mereka mau belajar dengan baik. Mamori yang sebenarnya kasihan tidak punya pilihan lain selain mengikuti kapten-nya. Hari demi hari hukuman yang dijalankan semakin ganas(?). Mulai dari lari keliling sekolah, Berenang bolak-balik 10 m, sampai di gantung terbalik di pohon selama 2 jam.. Sungguh sadis.. Tibalah waktunya untuk test terakhir.
"Yang nilainya di bawah 90 akan kugantung di pohon dalam waktu 5 jam dan tidak lupa Cerberus akan menmani." Kata Hiruma sambil memasuki kelas Sena *Ini ceritanya hari Minggu*.
"HIII!" Anak-anak berteriak histeris. *Gimana nggak histeris.. Hukumannya aja Sadiss…*.
Test berjalan dengan tenang. Tentu saja karena penjaga-nya adalah seorang Komandan dari neraka.. Ujian di mulai sejak pukul 5 pagi *Buseettt* hingga pukul 6.30.
-6.29.50-
"Yak selesai. Yang telat ngumpulin di meja-ku satu detik aja, hukumannya sama kayak yang dapet nilai di bawah 90." Ucap Hiruma. Langsung saja terdengar bunyi bangku berjatuhan karena seluruh anggota kecuali Musashi berebutan mengumpulkan jawaban. Mamori dan Musashi terkikik pelan. Tibalah saatnya mengoreksi jawaban. Hiruma dengan kecepatan dewa mengoreksi hanya dengan waktu 3 menit. Beda dengan Mamori yang butuh waktu 10 menit untuk mengoreksi 7 lembar jawaban.
"Kelamaan, Kuso mane." Komentar Hiruma.
"Mou, Hiruma-kun! Diem aja deh.." Balas Mamori sambil sibuk dengna jertas-kertas didepannya.
"Kekekekekeke sini aku bantuin!" Kata Hiruma sambil merebut beberapa lembar dari meja Mamori.
"Nggak usah makasih." Sahut Mamori sambil mengambil kembali lagi kertas-kertasnya. Alhasil karena berebut kertas, Mamori jatuh Karena tiba-tiba berdiri. SUKSES! Mamori jatuh kepelukkan Hiruma! Yessss! *O~ Gila kok ini Author*
"Cieeee… Prikitiuww!" Sahut Suzuna girang.
"Suzuna, sejak kapan kamu suka nonton nonton Sule?" Tanya Sena kaget.
"Ohoo.. sudah lama kok Sena.." Jawab Suzuna kalem.
"Ada apa Cheer-sialan?" Tanya Hiruma sambil menatap tajam Suzuna
"Ndak.. Ora ana apa-apa kok mas!.." Jawab Suzuna asal.
"Lho, Jowoan?" Pekik Monta dan Sena.
"Yeah.. Sudah selesai semua!" Seru Mamori.
"Mamo-nee, Apa semua anggota DDB lulus?" Tanya Suzuna penasaran.
"Mukya! Semoga aku lulus!" Pekik Monta.
"Ho… ternyata kalian…" Hiruma menyeringai seram. Diiringi degup jantung semua anggota yang menunggu hasil test..
TBC
RiikuAya : Wih,… endingnya nggak ngenakin gini ya…
Shino : Baru nyadar buu…
RiikuAya : Diam kamu! Fuhh.. harap di maklumi..saya nyelesain nih fic kam 11 malem.. =3=
Shino : Fuh~
RiikuAya : Kamu kena penyakit 'Fuh'-nya Akaba ya?
Shino : Nggak kok. Cuma mau bilang pada semua Reader…
RiikuAya : Oiya lupa.
RiikuAya & Shino : REVIEW PLEASE!
