RiikuAyaKaitani Production
Presented : Mamori's boyfriend chapter 8
Eyeshield 21©Riichiro Inagaki & Yusuke Murata
Ciaossu! Fuh! Aku tak mengira Fic ini bakal lanjut ke Chapter 8! Kaget aku! *Lebay*. Yosh, demi melunasi hutang Update yang menumpuk, aku langsung membuat chapter 8 setelah Chapter 7 selesai! Yosh! Selamat menikamti Fic ini! Jangan lupa untuk Reviewnya ya~ *Puppy eye jutsu*.
Previous on Mamori's Boyfriend
'Apa yang akan kau lakukan pada Kakak, Akaba? Kenapa demi semua ini kau sampai menculik dan merampas semua milikku? Kebahagiaanku, Keluargaku, bahkan masa depanku-pun harus ku berikan padamu? Ya Kami-sama.. apakah aku bisa bertahan dalam menghadapi semua ini?' batin Mamori sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit. Ia menangis sejadinya. Ia menumpahkan segala amarahnya pada bantal yang ada di pelukannya. Ia menangis tanpa peduli ada yang mendengarnya. Dan malaikat yang tanpa dosa itu terlelap dalam tidurnya berharap bisa lari dari kenyataan ini. kenyataan betapa kejamnya seorang Hayato Akaba pada kehidupannya.
"Seandainya sejak awal Ayah tidak bekerja pada perusahaanya, Tidak. Yang benar, seandainnyya saja aku tak pernah di lahirkan. Ayah dan Ibu pasti tidak akan menderita…" gumamnya lirih dalam mimpinya…
Mamori bangun tengah malam karena merasakan sembab di matanya ia melihat layar HP-nya.
'jam 00.09. Aku yakin dia sudah tidur. Baiklah ini keputusan terakhirku. Maafkan aku Kami-sama, maafkan aku Hiruma-kun..' Batin Mamori. Mamori mengetikan sesuatu pada HP-nya.
Hiruma-kun, maksudku Youichi. Maafkan aku karena aku meuliskan dan mengirimkan pesan ini padamu. Aku tahu kau pasti akan sangat marah padaku. Youichi. Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita, maafkan aku. Aku tidak bisa memberitahukan alasannya. Tapi aku hanya ingin kau tahu. Bahwa sesungguhnya aku mencintaimu. Namun aku tidak bisa melanjutkannya…. Maafkan aku. Maafkan aku….
Mamori A.
Send/Cancel
Send
"Apa maskudmu? AKu tidak mengerti. Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini?" Tanya Hiruma.
"Maaf Youichi. Maaf. Aku tidak bisa bicara le-"
"Apa yang Mata merah sialan itu katakana padamu?"
"Aku tidak bisa bicara lebih dari ini. Maaf. Maaf. Sayonara." Mamoripun menutup telepon dan kembali membenamkan kepalanya pada bantal. Tak lupa di matikannya HP-nya agar siapapun tidak mengganggunya. Dan malaikat ini kembali ke alam mimpinya.
Keesokan harinya. Mamori berangkat sekolah tanpa pamit pada Ayah dan Ibunya yang masih terlelap.
"Ini hari terakhirku ya.."Gumamnya sambil menutup pintu rumahnya. Dengan gontai ia berjalan menuju sekolahnya.
"Ohayou, Mamo-neechan!" Sapa Sena.
"Ohayou Sena." Balas Mamori datar.
"Mamo-neeChan kenapa? Sakit?" Tanya Sena.
"Nggak kok! Tenang saja! Aku Cuma kurang tidur." Kata Mamori sambli tersenyum di paksakkan.
"Benar nih?" Kata Sena tidak yakin.
"Iya! Sudah ya Sena, aku ke kelas dulu!" Pamit Mamori dan segera berlari ke kelasnya.
"Sena, Mamo-nee kenapa?" Tanya Suzuna.
"Su, Suzuna? Kamu nggak sekolah?"
"Aku kan sudha bilang sekolahku lagi di renovasi!"
"Oh iya lupa!"
"Lalu?"
"Aku juga tidak tahu. Sejak tadi pagi kulihat Mamo-neeChan lesu sekali." Kata Sena.
"Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan You-nii?" Tanya Suzuna.
"Ada apa panggil-panggil namaku, Cheer sialan?" Tanya Hiruma yang tiba-tiba muncul di belakang Suzuna.
"Ah ini soal Mamo-nee. Dia entah kenapa sejak tadi pagi tidak bersemangat." Jawab Suzuna.
"Dengar. Kemarin malam ia memutuskan hubungan dengnaku.." kata Hiruma sambil berjalan melewati Suzuna.
"Eh?"
"Sudah, kalian tidak usah ikut campur." Kata Hiruma sambil melambaikan tangan.
"Hi, Hiruma-san! Kami tidak akan pernah membiarkan Mamo-neeChan sedih apapun alasnnya! Dan kami tidak ingin Hiruma-san dan Mamo-neeChan berakhir seperti ini! Karena Mamo-neeChan dan Hiruma-san adalah orang yang berharga buat kami!" Teriak Sena dengan lantangnya. Hiruma kaget dengan kalimat yang terlontar dari mulut adik kelasnya itu.
"Kau yakin dengan perkataanmu itu?" Tanya Hiruma tanpa menoleh.
"Aku sangat yakin." Jawab Sena dengan jantannya sampai membuat Suzuna sukses memerah.
"Kekekekeke! Bagus! temui aku saat istirahat di Club House." Kata Hiruma.
-Di kelas Mamori-
"Mamo, kok lesu?" Tanya Ako.
"Ah, aku baik-baik saja kok." Kata Mamori.
"Yakin?" Tanya Sara.
"Iya." Jawab Mamori sambil menegakkan tubuhnya.
"kalau kamu ada masalah ceritalah pada kami. Ingat, kami ini sahabatmu!" Kata Ako.
"Arigatou Ako, Sara! Tapi aku baik-baik saja kok! Yakin!" Kata Mamori sambil tersenyum.
"Oke." Balas Sara dan Ako sambil tersenyum. Sejak pelajaran pertama sepasang mata emerald milik Hiruma Youichi terus memperhatikan gerak-gerik mantan kekasihnya yang aneh. Mamori yang selalu duduk tegak kini selalu terlihat membungkuk atau menopangkan dagunya. Seolah tidak ingin menerima apapun dari dunia luar.
-Waktu Istirahat-
"Kau datang juga, cebol sialan, Cheer sialan." Sapa (?) Hiruma.
"Ada perlu apa dengan kami?" Tanya Suzuna.
"Well, kurasa ini bakal terdengar polos buat kalian. Tapi sebenarnya kau ingin semacam konsultasi dengan kalian terutama dengan Cheer sialan." Kata Hiruma
"Curhat maksud You-nii?" Tanya Suzuna tepat sasaran.
"Tch, jangan keras-keras ngomongnya. Ini juga masalah Mamori." Kata Hiruma.
"O, oke kami mengerti. Silahkan Hiruma-san bicara sepuasnya. Aku bolos saja!" Kata Sena sopan.
"Gampang biar nanti aku yang 'mengizinkan' pada sensei mu." Kata Hiruma.
"Te, terima kasih, Hiruma-san" Kata Sena. Dan Hiruma-pun menceritakan semua kejadian dan kelakuan aneh Mamori. Mulai sejak siang saat ia kencan mendadak, malam mereka bertemu Akaba, sampai pada akhirnya putusnya hubungan mereka.
"Hm~ menurutku aneh juga jika Akaba ada di sekitar rumah Mamo-nee saat malam begitu. Apa lagi setelah itu Mamo-nee memutuskan You-nii." Komentar Suzuna.
"Aku juga berpikir begitu. Akaba-san juga membisikkan sesuatu yang bahkan Mamo-neeChan tidak ingin Hiruma-san tahu." Timpal Sena.
"Menurutmu apa itu?" Tanya Hiruma.
"Menurutku itu tentang sebuah ikatan khusus antara Akaba dengan keluarga Mamo-nee." Jawab Suzuna.
"Tu, tunggu dulu! Aku pernah dengar dari Ayah kalau Ayah Mamo-neeChan bekerja di perusahaan Hattori! Kayaknya aku pernah dengar nama itu deh." Kata Sena.
"Mungkin ada hubungannya!" Seru Suzuna. Hiruma segera membuka laptop-nya dan mengetikkan seuatu.
"Hn. Hattori corporation. Pemimpinnya bernama- Hn?" Hiruma memekik tajam saking kagetnya.
"A, ada apa You-nii?" Tanya Suzuna penasaran.
"pemimpinnya dalah Hattori Hayato. Memiliki seorang putra bernama Hayato Akaba." Jawab Hiruma pelan.
"La, lau apa hubungannya dengan Mamo-nee?" Tanay Suzuna panic.
"Di sini tertulis pada jurnal-nya. Bahwa Hayato Akaba telah memilih seorang calon istri sindah dan semulia-" kata-kata Hiruma terputus.
"semulia apa?" Tanya Sena dan Suzuna yang tegang.
"Semulia Batu Safire." Sambung Hiruma. Suzuna dan Sena terbelalak kaget.
"A, apakah itu artinya-"
"Mamo-nee?"
"Aku juga tidak tahu. Cheer sialan, Cebol sialan. Apa yang harus kulakukan?" Tanya Hiruma sambil menundukan kepalanya.
"Tu, tunggu dulu Hiruma-san, kita tidak tahu kapan pernikahannya akan di lakukan kan?" Tanya Sena. Hiruma tersentak dan mulai mengetikan sesuatu di laptopnya.
"DAMN IT!" Maki Hiruma.
"Hi, Hiruma-san?"
"Suzuna menghampiri Hiruma dan membelalak tidak percaya. Gadis bermata biru itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"A, ada apa?" Tanya Sena panic dan segera berlari ke sisi Hiruma.
"I, ini bohong kan?" Tanya Suzuna.
"Ini tidak mungkin terjadi… Ma, Mamo-nee-" Sena berkata seolah ia tengah melihat hal yang membuatnya melihat neraka.
"MENIKAH BESOK?" pekik keduanya. Hiruma hanya diam dan membisu sementara Sena dan Suzuna terus menganga-kan mulutnya.
"Aku harus bagaimana ini? Apakah harus kuhentikan atau kubiarkan?" Tanya Hiruma entah pada siapa.
"masalahnya bukan pada keduanya. Melainkan apakah dia akan bahagia bila bersamanya?" Kata Sebuah suara. Ketiga mahluk*^_^* itu menoleh pada arah sumber suara.
"Mu, Musashi-san!" Pekik Sena,.
"Jadi kau mendengar semuanya kakek sialan?" Tanya Hiruma.
"Sayangnya bukan hanya aku." Jawab Musashi sambil menunjuk Kurita, Yukimitsu dan semua anggota devil bats lainnya.
"Aku tidak yakin Mamori-san akan bahagia." Kata Jumonji mantap.
"Aku juga setuju dengna Jumonji." Sambung Togano.
"aku juga tidak terima!" Kata Kuroki.
"Kalau aku melihat Mamori dengan Hiruma-san aku bisa melihatnya bahagia! Tapi dengan Akab, SEPRTINYA TIDAK MAX!" Seru Monta.
"Ka, kami akan mebantu!" timpal Kurita dan Yukimitsu.
"FUGO!"
"Artinya kamu tidak sendirian!" Kata Kurita.
"Ahahahaha! Mari kita selamatkan sang PUTRI!" Seru Taki.
"A, anak-anak sialan. Kekekekekekeke!" Hiruma tertawa mengeluarkan air mata terharu…
RiikuAya : akhirnya maen Update kilat juga~
Shino : Hebat hebath! Selamat!
RiikuAya : mari kita rayakan karena fic ini bisa menembus chapter 8!
Shino : Ayo~ Review-nya! *Bersama Rii-ku nari hula hop*
