RiikuAyaKaitani Production

Presented : Mamori's boyfriend chapter 9

Eyeshield 21©Riichiro Inagaki & Yusuke Murata

Minna-san~ maaf! Wuih gila setelah di baca lagi ternyata Chapter 8 banyak sekali kesalahannya! _ Fuh! Apa lagi Hiruma makin OOC sajjja~ Gomen ne! Rii benar-benar minta maaf ya~ Kali ini Rii akan berusaha sebaik-baiknya supaya Hiruma ngga OOC deh~ Sumimasennnn~

Previous On Mamori's Boyfriend

"Jadi kau mendengar semuanya kakek sialan?" Tanya Hiruma.
"Sayangnya bukan hanya aku." Jawab Musashi sambil menunjuk Kurita, Yukimitsu dan semua anggota devil bats lainnya.
"Aku tidak yakin Mamori-san akan bahagia." Kata Jumonji mantap.
"Aku juga setuju dengna Jumonji." Sambung Togano.
"aku juga tidak terima!" Kata Kuroki.
"Kalau aku melihat Mamori dengan Hiruma-san aku bisa melihatnya bahagia! Tapi dengan Akaba, SEPRTINYA TIDAK MAX!" Seru Monta.
"Ka, kami akan mebantu!" timpal Kurita dan Yukimitsu.
"FUGO!"
"Artinya kamu tidak sendirian!" Kata Kurita.
"Ahahahaha! Mari kita selamatkan sang PUTRI!" Seru Taki.
"A, anak-anak sialan. Kekekekekekeke!" Hiruma tertawa mengeluarkan air mata terharu…

Mamori's POV

Aku… Sangat ingin lari dari kenyataan ini. Bagaimana caranya agar Kakak selamat namun aku juga bahagia. Hiruma-kun. Aku merasa sangat bersalah padanya. Aku tahu dia pasti sangat marah padaku. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Kenapa? Kenapa harus aku? Aku yang seharusnya melewati masa remajaku dengan senang malah harus menjadi Istri orang. Kenapa aku harus memiliki jalan yang berbeda dari kebanyakan bahkan semua orang? Aku tidak tahu bagaimana nasibku besok. Tapi aku juga tidak ingin mencari tahu. Aku hanya bisa pasrah pada apa yang Tuhan kehendaki. Kutatap awan kelabu yang siap menghujani kota Deimon. Aku yakin hari ini pasti latihan di tiadakan. Aku bersyukur pada hujan. Karena hujan aku bisa bertemu dengan Hiruma-kun. Bell tanda pelajaran usai telah berdering. Segera kulangkahkan kakiku dengan cepat agar aku bisa cepat-cepat sampai di rumah.

"Mamo, pulangnya cepat sekali." Kata Ibuku ketika aku sampai di rumah.
"Ah, iya. Karena hujan Hiruma tidak mengadakan latihan." Jawabku singkat. Aku bukannya marah atau kesal pada orang tuaku. Hanya saja.. Aku tidak ingin bicara dengan mereka dulu. Entah kenapa aku ingin sendirian.

Setelah sampai di kamar ku rebahkan diriku yang kelelahan akkibat gilanya dunia. Kuptuskan untuk mendengarkan lagu dari I-pod putihku. Kuraih benda putih itu dari laciku. Lagu pertama entah kenapa sangat pas dengan apa yang kurasakan.

Perih hati menahan dusta
Di atas Perih ini aku sendiri
Selalu sendiri

Serpihan hati ini ku peluk erat
Akan kubawa sampai kumati
memendam rasa ini sendirian

Ku tak tahu mengapa aku tak bisa
melupakanmu

End Of Mamori's POV

Awan kembali meneteskan bebannya. Membasahi setiap insane yang ada di bawahnya. Angin menari dengan ganasnya mengiri setiap jatuhnya tetes air yang jatuh ke bumi. Sepasukan setan yang tengah berkumpul di pimpin seorang Komandan neraka yang siap mengambil kembali harta mereka

"Jadi, bagaimana rencananya?" Tanya Musashi.
"Kekekekekeke! Tentu saja dalam waktu102 jam kita harus memperoleh data sebanyak-banyaknya. Jangan membuang waktu lagi! Kakek sialan, Cebol sialan, Monyet sialan, dan 3 bersaudara sialan! Kalian cari dan ikuti Mata merah sialan!" Kata (Baca: perintah) Hiruma.
"HAIIK!" Jawab yang di suruh dan segera meninggalkan menara pusat alias markas DDB.
"Cheer sialan! Kamu coba ngomong ke manager sialan! Di apain aja kamu sama dia!"
"Yah! Masa sendirian!" Protes Suzuna tanpa takut.
"Hehh? Malah lebih baik sendirian tahu! Udah sana pergi!" Perintah Hiruma. Yang di suruh Cuma menggembungkan pipi dan pergi.
"Botak kinclong sialan, Gendut sialan, dan sisanya ikut aku memata-matai Hattori Company!"

Dan seluruh anggot DDB bekerja sama demi kelangsung hidup seorang malaikat *Lebay*. Sena, Monta, dan 3 bersaudara menemukan Akaba yang sedang makan siang di sebuah café yang tidak jauh daro rumah Mamori. Suzuna sedang dalam perjalanan ke rumah Mamori, dan Hiruma dkk sedang asyik menyamar.

-Di Rumah Mamori-

'Ting Tong!'
"Ya sebentar." Kata Mamori sambil tureun lantai bawah.
"Suzuna." Sambungnya setelah melihat sesosok anak permepuan ber skate.
"Mamo-nee! Aku sangat cemas padamu! Apa yang terjadi? Tolong ceritakan padaku ya plisss!" Rayu Suzuna. Mamori yang memang membutuhkan seorng pendengar langsung meniyakan tanpa curiga bahwa Suzuna adalah agen rahasia Hiruma.
"Iya. Ayo masuk. Kebetulan aku sedang butuh teman curhat." Kata Mamori sambil mengajak Suzuna ke kekamarnya. Mamori mencurahkan semua kesedihan, le gundahan, dan menceritakan tentang kakaknya.
"Aku mengerti ternyata seperti itu masalahnya. Berarti Mamo-nee tidak bahagia ya dengan Akabann!" Komentar Suzuna.
"Mungkin seperti itu. hiks. Aku sebenranya sangat mencintai Hiruma seperti apapun dia." Kata Mamori sambil sesekali terisak.
"Mamori ingin ku temani sampai malam nanti?" Tawar Suzuna.
"Tidak terima kasih. Jika kua ingin pulang sekarang pulanglah. Aku tidak ingin menahanmu." Kata Mamori sambil menggeleng.
"Oke kalau begitu. Aku pulang dulu ya. Tapi, apa Mamo-nee yakin baik-baik saja?" Tanya SUzuna.
"Iya aku sudah baikan kok!" jawab Mamori sambil tersenyum senyum ikhlas tanpa terpaksa.
"Syukurlah! Oke. Aku pulang dulu ya." Pamit Suzuna.

-Di Posisi Sena dkk-

"Sepertinya Akaba-san benar-benar menikmati kopinya." Komentar Sena.
"Ya! Tentu saja! Dia seperti tidak merasa berdosa setelah apa yang ia lakukan pada Mamoro-chan!" Timpal Monta.
"Ssst! Jangan berteriak!" kata Musashi sambil terus memperhatikan san Ace bermata merah tersebut.
"Oh! Dia pergi!" Sahut Jumonji.
"Bagaimana? Apa kita ikuti?" Tanya Kuroki.
"ya. Jangan sampai ketahuan!" Jawab Musashi. Dan Tim 1 pun melanjtkan aksi mereka.

-Di Hattori Company-

Dengan cepat Hiruma memproses kamera keamanan sedemikian rupa agar mereka bisa menyelinap masuk.
"Hiruma, untuk apa kita menyelinap masuk?" Tanya Kurita.
"Pertanyaan yang bagus gendut sialan. Jawabannya gampang. Aku dan botak sialan masuk dan memasang beberapa penyadap, pelacak dan kamera khusus di beberapa tempat yang 'sangat' penting. Kekekekekekeke" Jawab Hiruma. Yang minta jawabanpun hanya bisa diam dan memperhatikan~. Seluruh anggota team melaksanakan apa yang sang komandan katakan. Bekerja sama untuk menyelamatkan Tuan Putri dari tangan sang Raja Jahat. *Padahal Hiruma sendiri si Raja Setan^_^V*

19.00 Pm Deimon Club house

"Bagaimana?" Tanya Hiruma sambil mengumpulkan data-data yang ia dapatkan.
"Haiik! Selain di paksa, Kakak Mamo-nee di culik!" Lapor Suzuna.
"Tidka ada gerak-gerik mencurigakan dari Akaba." Kata Musashi.
"Hn. Jadi begitu. Kalau dia serius maka aku juga bakal seius. KEKEKEKEKEKE!" Hiruma terkekeh mengerikan. Yang lain hanya bisa merinding melihat kelakuan si kucing garong *Di Bomb Hiru* eh salah! Kelakuan kapten mereka.
"Bubar. Silahkan istirahat! Jam 2 pagi nanti berkumpul disini atau mati!" Kata Hiruma. Setelah semua anggota Devil bat keluar, Hiruma menghentikan langkah sang Cheer.
"Oi Cheer sialan" Panggil Hiruma.
"nee? Ada apa You-nii?" Tanya Suzuna.
"Kirim lagu ini lewat E-mail ke Manager sialan." Kata Hiruma sambil menyerahkan secarik kertas. Suzuna menerimanya dan memandanginya sebentar. Ia menggeleng pelan.
"Tidak. Aku yakin, Mamo-nee pasti lebih ingin Youi-nii yang mengirimkannya. Aku tahu itu." Kata Suzuna sambil menyerahkan kembali kertas itu.
"Kau yakin dia tidak akan marah padaku?" Tanya Hiruma.
"Un! Aku sangat yakin! Karena dalam lubuk hati Mamo-nee yang paliiinggg dalam Mamo-nee menyayangi You-nii! Sudah ya! Aku mau pulang! Berjuanglah!" Kata Suzuna sambil berjalan pulan. Hiruma memandangi kertas itu dan masuk ke Club House.

21.00 pm Mamori's House

Hp Mamori bergetar pelan. Si gadis bermata biru itu meraih HP-nya.

From: Suzuna-chan

Mamo-nee! Aku tadi mengirim E-mail ke alamat E-mail Mamo-nee! Buka ya cepetan!

Kening Mamori berkerut melihat SMS janggal.
'Sepenting itukah E-mail-nya?' batin Mamori. Ia berjalan perlahan menuju meja belajarnya. Dengan tidak sabar ia membuka laptop dan memasukkan password-nya.

You Got 2 E-mail Mamori menekan tulisan berwarna ungu tua itu

From: Akuma_Leader
From: Little_Devil_Cheer

"Hah? Dari Hiruma-kun?" Tanya Mamori pada dirinya sendiri.

From : Akuma_Leader

Manger sialan, Download link ini dan dengarkan baik-baik! Dan Bersiaplah! KEKEKEKEKEKEEE!

.

'Bersiaplah? Apa maksudnya sih?' Iseng-iseng dan penasaran ia mengklik link itu.

Download now?

Yes/Cancel

YES

Sambil menunggu ia membuka E-mail dari Suzuna.

From: Little_Devil_Cheer

Yaaa! Mamo-nee~ Bersiap-siap untuik besok ya! Tenang saja! Mamo-nee nggak akan menyesal! Yakin deh! Babay!

(^^_^^V) =3=

"APAAN SIH NIH ANAKK?" Pekik Mamori heran. Dan tanpa terasa File yang di Download-nya. Ternyata itu adalah sebuah lagu yang Mamori belum pernah dengar. Bagi Hiruma hanya untuk Mamori dia memberitahukan lagu itu. ia membuka File itu dan mendengarkan segala bait dan kata pada tiap nadanya.

love you hajimete atta no wa mushaburi no ame datta ne
kimi wa ame no naka de mou wakaru naiteita

love you sabishii kokoro wa kitsusou ugoki wa attate
Boku wa kimi no ichibyou boku o ki ni shiteiru yo

Kimi ga namida o nagasu kanashimi wa wakura kara
Boku wa soba ni itain da kimi no namida o subete uketomeru

kimi nokoto mamoru yo boku wa kimi wo kurushi meru subete nokotokara
hokani nanimodekinakunattemo bokuwa kamawanai

kanpeki niwa dekina ikeredo demo zettai kun wo shiawase nisuruyo
bokuwa chikau yodonna toki demo kimi wo mamoru kara

love you hajimete kii ta kotoba wa naka naidedattane
kimi wa boku nisou itsutte irukuseni nai teita

love you umaku warae nai jibunjishin wo kimi wa seme tatte
bokuwa kimi no ichibyou gotowo itoshi teiruyo

arashi no naka wo kimi wo sagashi ni itta toki
doshaburi nonaka tatazumu kimi wo mite mamora nakyatte kime taunda

kimi nokoto mamoru yo boku wa kimi wo kurushi meru subete nokotokara
hokano dareka ni warawa retatte bokuwa kamawanai

kanpeki nihadekinaikamone demo zettai kimi wo egao nisurunda
bokuwa chikau yodonna toki demo kimi wo mamoru kara

nagareboshi ga nagare rumade kimi no kokyuu woawasete
negai gotowo inoru kimi wo mamore masuyounito inoru yo

boku no seimei no owari ha kimi nisobaniitehoshii
saigo no isshun dakeha kondo wa kimi ga boku wo mimamotte okure

kimi nokoto mamoru yo boku wa kimi wo kurushi meru subete nokotokara
hokani nanimo dekina kunattemo bokuwa kamawanai

kiseki nanka oko senaikedo kimi toirukotoga boku no kiseki dayo
bokuwa chikau yodonna toki demo kimi wo mamoru kara

(Sambomaster-Kimi wo Mamotte Kimi wo Aishite)

Ia terdiam sebentar merenungkan maksud dari lagu itu.
"Ke, kenapa sih dia memilihkan lagu yang sama dengan keadaanku? Dasar Hiruma bodoh!" Katanya sambil terisak. Sebenarnya ia enggan mendengarkan lagu selanjutnya. Namun karena di kalahkan rasa ingin tahunya, akhirnya ia membuka file itu.

Iitai koto mo tojikomete
Umaku yarou toshite mo
Buutsu no soko no Chewing Gum mitai
Honto no jibun ha hanarenai

Zettai mamorubeki mono
Bukkowashiteku mono
Sonnano wakari kitta koto

Shout it loud yume no hate made
Kono mama hashiri tsuzukeru
Not enough motto hayai supiido de
Nani mo nakusarenaide
Mirai e norikomu ze doraibu

Amai kotoba sono ura ni
Yokubou ga hisonderu
Shinjitara sou barabara jigsaw
Kanseizu wo miushinau dakejan?

Kitto subete no mono ha
Kawatteku kedo
Kawarenai kimochi mo aru

Shout it loud yume no mukou ni
Zetsubou ga mattru toshite
Not enough chanto tashikameru made
Nanimo yuzuranaide
Yatara wagamama ni doraibu

Shout it loud yume no mukou ni
Zetsubou ga mattru toshite
Not enough chanto tashikameru made
Nanimo yuzuranaide

Not enough chanto tashikameru made
Nanimo yuzuranaide
Yatara wagamama ni doraibu

(Love Diving-Shout it loud)

Mamori memaki sendiri dalam hatinya. Jarang sekali kata-kata suci(?) itu mencelos keluar dari batinnya. Mamori tertawa pelan sambil memegangi kepalanya yang tidak sakit. Berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh lebih dari ini.
"Dasar Bo, doh!" serunya sambil masih menangis. Sekarang ia tahu. Sekarang ia mengerti. Bagaimana cara seorang Hiruma mencintai gadisnya. Namun apa daya. Ia hanya bisa menunggu sampai hari esok datang. Hari esok yang sangat tidak ingin dia jalani. Hari ketika ia akan menjadi istri seorang Akaba.

RiikuAya: Hosh hosh hosh!
Shino: Kenapa loe?
RiikuAya: Capek!
Shino: Yah sebanding sih! 8 halaman!
RiikuAya: Ya udah cukup dehhh!
Shino: Iya-iya! Berikutnya masih ada deadline buat fic I hate you but I Love you! Lalu jangan lupa bikin cerita baru buat fandom KHR lalu, lalu, lalu….
RiikuAya: *Udah siap-siap kabur dari deadline*