That's The Reason I Love U
CH.3
Sebelumnya:
'BRUUK'
"MANA YANG NAMANYA HYUGA HINATA!"
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Selamat membaca…
'Siapa mereka? Kenapa mereka mencariku?'
"A-aku." Kata Hinata sambil mengangkat tangan.
Salah satu dari mereka dengan cepat melangkah menuju tempat duduk Hinata. Tatapannya penuh dengan kemarahan. Setelah sampai di depan Hinata, ia menatap Hinata dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Kau! Sasuke-kun adalah milik kami! Kau tidak pantas dengannya! Kau pendek, tidak cantik, dan terlalu lugu! Jika kau berani dekat Sasuke-kun lagi, ku peringatkan, akhir semestermu tidak seperti yang kau harapkan!" kata wanita itu dengan penuh penekanan di setiap katanya. Gadis tersebut bernama Karin. Sifatnya memang seperti itu. Dan belum ada yang pernah melawannya.
Hinata hanya menunduk dan menangis. Dia belum pernah di bentak seperti ini sebelumnya.
"Ku peri-" kalimat Karin terpotong begitu saja.
"Kau yang kuperingatkan. Jika kau macam-macam dengan Hinata, kau berurusan denganku." Kata Sasuke dengan nada dingin.
"B-baiklah." Kata Karin dengan ketakutan. Keringat bercucuran dari dahinya.
"Hinata, kau tidak apa-apa?" tanya Sasuke kepada Hinata setelah Karin tidak terlihat lagi.
"Y-ya.." jawab Hinata. Tangisannya telah berhenti saat Sasuke muncul.
"Baguslah. Aku kembali dulu ke kelasku."
Teman-teman Sasuke hanya melongo. Sasuke tidak pernah seperhatian begitu kepada wanita. Sakura, sahabatnya pun tidak. Mereka merasa bahwa Hinata adalah gadis yang paling beruntung.
'KRIING'
"S-sudah bunyi bel." Lirih Hinata. 'Padahal aku belum makan.' Pikirnya.
"Kau bisa makan saat pulang nanti, Hinata-chan." Kata Tenten seakan membaca pikiran Hinata.
"Ya." Balas Hinata kemudian kembali duduk di kursinya. Setelah menaruh bekalnya kembali ke dalam tas, Hinata mengambil buku pelajaran yang akan di pelajari nanti. Karena guru Kurenai belum masuk, Hinata mengerjakan beberapa soal matematika. Tiba-tiba seorang anak yang punya semangat berlebihan muncul di depan kelas.
"KURENAI-SENSEI TIDAK MASUK. JADI KITA AKAN PULANG LEBIH AWAL!" teriaknya yang langsung di balas dengan teriakan teman lainnya.
"YEAH!"
Kemudian dalam sekejab, semua orang dalam kelas menghilang. Hinata dan Tenten di tinggal sendiri.
"Dasar.." gumam Tenten. "Aku akan ke dokter THT nanti, kau?" tanya Tenten.
"Mungkin.."
Mereka berjalan keluar kelas. Saat mereka akan melangkah, tangan Hinata di tahan seseorang.
"Hinata pulang bersamaku, kau keberatan." Kata orang tersebut.
"Tidak. Dah.. Hinata.." jawab Tenten lalu berlalu.
"Ayo pulang." Kata orang tersebut lagi yang ternyata Sasuke.
"B-baiklah, Sa-sasuke-kun.."
"Mereka berjalan menuju basement. Selanjutnya, mereka berjalan menuju ferrary Sasuke. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam. Sasuke yang merasa lagu yang terputar tidak cocok dengan suasananya, menggantinya menjadi lagu Taylor Swift berjudul Safe and Sound. Merasa tidak cocok lagi, Sasuke mau menggantinya. Tetapi di cegah Hinata.
"J-jangan, aku su-suka lagu i-ini." Kata Hinata takut Sasuke marah.
"Baiklah." Kata Sasuke. "Aku ingin membawa ke suatu tempat." Lanjutnya.
Hinata hanya mengangguk. Setelah lagu Safe and Sound, lagu dari Taylor Swift berjudul Long Live kembali bernyanyi.
"Aku menyukai lagu ini. Taylor membuatnya khusus untuk fansnya." Kata Hinata.
Sasuke yang mendengarnya hanya menggut-manggut.
And force us into a goodbye
If you have children someday
When they point to the pictures
Please tell them my name
Tell them how the crowds went wild
Tell them how I hope they shine
Saat mendengar kata 'children', Sasuke langsung menatap Hinata yang menikmati lagunya. Entah mengapa, Sasuke langsung berpikir tentang keluarga. Anehnya, dia berpikir bahwa Hinata adalah istrinya. Apa ini yang di namakan cinta? Pikir Sasuke. Sasuke belum yakin bahwa dia mencintai Hinata. Selama ini, dia belum pernah mencintai seorang gadis.
Sasuke pov.
Perasaan apa ini? Apa aku benar-benar mencintainya? Tapi.. Apa itu mungkin? Sebaiknya aku bertanya pada Itachi. Dia sudah sering patah hati, berarti dia pernah mencintai seseorang. Jika benar aku mencintai Hinata, aku berharap Hinata juga mencintaiku.
Aku mengajaknya ke sebuah tempat yang hanya di ketahui olehku dan Itachi. Kami setuju akan membawa seorang yang special ke tempat itu. Hanya yang special. Tempai itu cukup jauh. Selama perjalanan tidak ada yang ingin membuka suara. Aku berharap Hinata akan memulai sebuah percakapan. Tetapi aku baru ingat bahwa dia itu pemalu. Aku juga bukan orang seperti Naruto yang langsung bisa akrab sekali dengan seseorang dalam hitungan detik. Huh.. Akhirnya sampai juga. Dia pasti akan terkejut melihat ini.
End Sasuke Pov.
"Kita sudah sampai." Kata Sasuke dengan datar. Hinata yang langsung turun dari mobil dan merasa takjub. Indah sekali. Di sana ada sebuah danau yang airnya berasal dari mata air. Ada banyak bunga yang tumbuh di sekitar danau tersebut.
Sebenarnya awal Sasuke dan Itachi datang ke sini, pemandangannya tidak seindah ini. Pemandangannya seperti tidak terawat. Karena Sasuke dan Itachi setuju untuk membawa seorang yang special ke tempat itu, mereka merawatnya selama berminggu-minggu dan beginilah hasilnya. Dari tempat yang penuh sampah, angker, tidak menarik, menjadi tempat yang indah sekali. Sasuke masih mempertanyakan mengapa ia berpikir bahwa Hinata adalah orang yang special baginya. Tapi melihat senyuman Hinata, Sasuke melupakan semua itu.
"Indahnya.." gumam Hinata. Dia berjalan mendekati danau. Airnya sangat jernih. Melihat itu Hinata pun bertanya, "Apa a-airnya bisa di mi-minum?"
Sasuke mengangguk. Melihat anggukan Sasuke, Hinata lalu menimbah air yang jernih tersebut menggunakan tangannya. Terasa segar saat melewati kerongkongan Hinata. Hinata tersenyum.
"Bagaimana?" tanya Sasuke.
"E-enak dan segar. Kau t-tidak ingin me-mencobanya S-Sasuke-kun?" kata Hinata sambil tersenyum manis.
'DEG'
'Perasaan apa ini?' batin Sasuke.
"Boleh." Jawab Sasuke lalu berjongkok di samping Hinata. Sama seperti Hinata, Sasuke menimbah air tersebut menggunakan tangannya kemudian meminumnya. Segar. Itu yang di rasakan Sasuke. Mereka di sana selama berjam-jam. Sampai saat memasuki jam empat, Sasuke mengantar Hinata pulang.
"Hei. Aku akan menjemputmu jam tujuh untuk makan malam. Kau mau?" kata Sasuke sebelum Hinata turun dari mobilnya.
"Ya. Aku a-akan menunggumu." Balas Hinata.
Sasuke tersenyum kemudian pergi meninggalkan Hinata. Saat melihat mobil Sasuke yang sudah hilang di balik tikungan, Hinata masuk ke dalam rumah dengan wajah berseri-seri. Hanabi yang melihatnya hanya geleng-geleng. Hinata langsung berlari menuju kamarnya dan segera mandi. Setelah mandi, Hinata memilih dress yang bagus untug ia pakai. Kemudian ia melihat dress selututnya yang berwarna ungu –yang seperti punya Taylor saat Speak Now world tour waktu Taylor nyanyi lagu Dear John-. Karena mereka akan pergi di malam hari, Hinata memakai salah satu blazernya yang panjangnya sampai siku. Setelah merasa penampilannya cukup bagus, Hinata pun untuk pamit pada Tou-sannya,
"Kau ingin pergi kemana?" tanya Hiashi setelah melihat Hinata berpakaian cukup mengesankan.
"S-sasuke-kun ingin mengajakku makan malam. Bolehkah aku pergi Tou-san?"
"Kencan?" bukan Hiashi yang menjawab, tetapi Hanabi yang bertanya (?).
"B-bukan a-"
"Hanabi. Nee-chan aka nada kencan. Jadi tolong rias dia." Kata Hiashi memotong perkataan Hinata.
"Baiklah. Ayo Nee-chan." Hanabi lalu menarik Hinata masuk ke kamarnya. Hanabi memberikan polesan bedak yang tipis pada wajah Hinata. Ia mengikat setengah rambut Hinata. Anak rambut Hinata di biarkaan tergerai. Hanabi menyuruh Hinata berdiri dan melihat penampilan Hinata dari atas ke bawah.
"Masih ada yang kurang? Kurasa ini su-"
"Yup!" seru Hanabi. "Masih ada yang kurang." Lanjutnya.
Hanabi lalu menuju ke salah satu lemarinya yang khusus di berikan untuk sepatu atau sendalnya.
"Sepatu ini aku beli minggu lalu karena diskon. Sebenarnya ini bukan buat Nee-chan sih, cuma karena kebesaran, yah.. Aku kasih ke Nee-chan ajalah." Kata Hanabi. "Tapi kalau udah kecil di balikin yah?" lanjutnya. Sepatu yang di berikan Hanabi terkesan indah. Berwarna emas dan berkelap-kelip. Tinggi high-heel nya sekitar empat sampai lima cm. Hinata terkagum pada benda yang di pegang Hanabi.
"Cepat pakai." Kata Hanabi melihat Hinata yang hanya diam tidak bergeming.
"B-baiklah."
"Sementara Hanabi merias Hinata, Sasuke sudah datang. Selama menunggu Hinata, Sasuke mengakrabkan diri dengan ayah Hinata. Dia berlaku seperti itu setelah mendengar perkataan Itachi.
Flashback On.
Setelah mengantar Hinata pulang ke habitatnya (?), Sasuke menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah, ia menyuruh salah satu sopir ayahnya untuk membawa ferrary nya menuju tempat bensin. Setelah itu, ia langsung masuk ke kamar Itachi tanpa mengetuk pintu.
"Ketok pin-" belum selesai Itachi berbicara, Sasuke sudah memotongnya.
"Aku ingin bertanya sesuatu."
"Silahkan."
"Aku punya teman bernama H-"
"Hyuga Hinata?" potong Itachi dengan nada menggoda.
"Diamlah. Aku punya sebuah perasaan aneh bila berada di dekatnya." Kata Sasuke memulai curhatnya.
"Perasaan aneh apa?" sebenarnya tidak perlu di jelaskan, Itachi sudah tahu bahwa adiknya sedang jatuh cinta.
"Berdebar-debar, menganggapnya orang special, aku bahkan membayangkan bahwa Hinata itu istriku. Apa itu normal?"
"Tentu. Semua perasaan yang kau rasakan itu, bisa di rangkum menjadi satu." Jawab Itachi kemudian berjalan menuju Sasuke.
"Apa?" tanya Sasuke penasaran.
"Cinta. Kau jatuh cinta padanya." Jawab Itachi sambil menepuk pundak Sasuke.
"Aku mengajaknya makan malam di salah satu restoran milik kita. Aku akan menjemputnya jam tujuh nanti."
"Kalau begitu, bergegaslah. Aku akan menyiapkan baju untuk mu."
"Hn."
Flashback Off.
Itulah mengapa sekarang Sasuke berlagak seperti seorang menantu.
"Jadi, dimana kau akan mengajak Hinata makan malam?" tanya Hiashi kepada Sasuke.
"Di salah satu restoran milik Uchiha." Jawab Sasuke santai.
"Oh.."
"Dimana Hinata?" tanya Sasuke.
"Lagi di rias Hanabi."
"S-sasuke-kun? Kau sudah d-datang? Ka-kapan?""
"Baru saja." Sasuke langsung terpaku pada penampilan Hinata yang sangat mengesankan. Cantik. Imut. Itulah pendapat Sasuke.
"Baiklah. Kami pergi dulu, Hiashi-sama." Pamit Sasuke lalu menarik Hinata menuju pintu.
"Sampai jumpa Tou-san, Hanabi-chan." Kata Hinata sambil melambaikan tangan.
Setelah melihat mobil Sasuke pergi, Hiashi menggumam, "Seandainya dia adalah menantuku."
"Apa Tou-san? Tadi Tou-san bilang apa?" tanya Hanabi.
"Tidak ada. Ayo masuk."
"Seandainya dia adalah kakak iparku, aku pasti akan terkenal." Lirih Hanabi.
"K-kita akan ke mana, S-sasuke-kun."
"Makan." Jawab Sasuke pendek.
"M-maksudku makan dimana? Tanya Hinata lagi.
"Di meja makan."
"Huh.." akhirnya Hinata hanya dapat menghela nafas.
"Kita akan makan di salah satu restoran milik Uchiha." Kata Sasuke.
"Namanya?"
"Aku tidak tahu. Dan aku tidak ingin mencari tahu."
"Oh.."
Setelah berkendara selama 15 menit lebih, mereka sampai di sebuh restoran benama 'Tachi'. 'Tachi? Pasti ide dari Itachi.' Pikir Sasuke. Mereka berjalan masuk. Sasuke memesan ruang VIP untuk dirinya dan Hinata. Sang pelayan hanya mengangguk patuh karena mereka tahu bahwa Sasuke itu adalah anak Ichiha Fugaku. Salah satu pelayan mengantar Sasuke dan Hinata menuju ruang VIP. Ruang itu dekat dengan taman belakang. Membuat Hinata kagum-kagum sendiri.
Setelah memesan pesanan, Sasuke dan Hinata menunggu beberapa saat. Karena bosan, Hinata memberanikan diri untuk bertanya kepada Sasuke.
"S-sasuke-kun? Boleh aku keluar un-untuk jalan-jalan?" tanya Hinata.
"Tentu. Aku temani." Jawab Sasuke.
Sebelum pergi keluar, Sasuke memesan pada salah satu pelayan bahwa, jika pesanannya sudah siap semua, panggil mereka di taman belakang. Setelah melihat anggukan sang pelayan, mereka berdua pergi ke taman belakang untuk memenuhi keinginan Hinata. Disana ada sarang kunang-kunang. Sasuke baru mengetahuinya setelah Hinata mengatakan hal tersebut padanya.
"Indah bukan?" tanya Hinata.
"Ya." Jawab Sasuke disertai dengan anggukan kepala.
"Tuan, pesanan anda sudah siap." Kata salah satu pelayan yang tadi di beri pesan oleh Sasuke.
"Ayo Hinata.. Makanannya sudah siap." Ajak Sasuke.
"B-baiklah."
Sasuke dan Hinata berjalan beriringan. Sesampainya di meja makan, Hinata langsung terpukau dengan makanannya. Sungguh lezat. Hinata langsung duduk dan bersiap-siap makan. Sebelum makan ia berdoa terlebih dahulu. Melihat tingkah laku Hinata yang sepertinya sudah sangat lapar membuat Sasuke tersenyum tipis. Selama makan, mereka hanya diam. Hanya dentingan garpu dan sendok yang terdengar setiap bersentuhan dengan piring.
"Kau sudah selesai?" tanya Sasuke.
"Ya."
"Kenyang?"
"Ya." Jawab Hinata disertai anggukan kepala dan senyuman manisnya.
'DEG'
'Manis sekali..' pikir Sasuke.
"Kalau begitu ayo pulang." Kata Sasuke lalu menarik Hinata menuju kasir. Hinata merona saat Sasuke menyentuh tangannya. Selesai membayar, mereka menuju tempat parker dimana Sasuke memarkir mobil ferrary nya. Selama perjalanan pulang, tidak aada yang membuka suara. Lagu Speak Now dari Taylor Swift kembali terdengar. Sasuke berpikir, apa ia harus menyatakan cintanya sekarang? Tapi ini terlalu cepat. Jadi Sasuke berpikir untuk menyatakannya besok. Tidak terasa waktu berjalan lebih cepat. Ferrary Sasuke kini terparkir manis di depan rumah Hinata.
"A-arigatou, Sasuke-kun. Aku s-sangat bahagia ha-hari ini.." kata Hinata sebelum keluar dari mobil Sasuke.
"Ya. Sama-sama. Sampai jumpa besok." Balas Sasuke.
"Ta-tapi kan.." terlambat. Sasuke sudah pergi.
"Tapi kan besok hari Minggu.. Gimana mau ketemu? Apa dia akan menjemputku lagi?" Hinata lalu geleng-geleng. Kemudian ia masuk ke dalam rumah dengan wajah berseri-seri.
"Tada-"
"Bagaimana kencan kalian? Apakah menyenangkan?" tanya Hanabi.
"Hanabi-chan, itu bu-"
"Bagaimana Hinata? Apa makanan di sana enak, sehat, dan bergizi?"
"Iya, Tou-san."
"Nee-chan belum menjawab pertanyaanku."
"I-itu.."
"Sudahlah.. Sebaikanya kau istirahat Hinata. Kau pasti kelelahan." Kata Hiashi.
"Baiklah, Tou-san.." jawab Hinata lalu berlari menuju kamarnya. Membuka pintu, masuk ke dalam, dan menutupnya dengan rapat.
"Dia bahkan belum menjawab pertanyaanku.." lirih Hanabi.
"Kau juga sebaiknya tidur."
"Baiklah, Tou-san." Jawab Hanabi kemudian menuju kamarnya.
"Huh.. Sebaiknya aku juga tidur." Kata Hiashi pada dirinya sendiri.
Sementara itu, Hinata sudah tertidur pulas setelah mengganti bajunya dengan piyama. Wajahnya terlihat sangat kelelahan. Sama dengan Hinata, Sasuke juga sudah tertidur pulas dengan wajah kelelahan. Bedanya, Sasuke tidur di kamar Itachi, kakanya.
"Kaa-san. Tou-san, Sasuke tidur di kamarku." Teriak Itachi dari lantai dua.
"Ya sudah, kau tidur saja di kamarnya. Gampang kan?" jawab Fugaku.
"Huh.." Itachi menghela nafas. Ia masuk ke kamar Sasuke yang tidak kalah berantakan dari kamarnya. Sungguh malam yang indah.
TBC..
Disini udah ketahuan Sasuke suka sm Hinata.. ^^
Balasan review :
NgalorNgidol12: mdh"an kli ini alurnya nggak kependekan. Trs, buat pertanyaan senpai, err, ssh jelasinx… Gini, kursi nonton itu sm kok dgn kursi biasa lainx.. klo di rmh aku, i2 disebut kursi nonton.. hehehe.. Maaf yak lo msh kurang jelas.. Review lg ya..
Noella Marsha: hehe.. aku hampir gak tw lagu-lagu terbaru Indonesia gara-gara tiap hr Cuma cari informasi ttng Taylor.. Gimana? Udah ada kemajuan kan di hubungan mereka? Gak tw mw blg ap lg.. Yg pntg review lg chapter ini..
hyuuchiha prinka: ckckck.. Iya jg sih.. aneh rasax.. wkwkwk.. Smoga msh berkenan untuk membaca dan menreview cerita sy..
Buat Wishing, aku lagi bikin sekuelnya.. tp msh bingung mau pake judul apaan.. Makasih ya, buat yang mau review..
Mind to review? ^^
