That's The Reason I Love U

CH. 5

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Selamat membaca…

.

.

Setelah makan, Sasuke dan Hinata melanjutkan perjalanan menuju bioskop. Di tengah perjalanan, Sasuke bercerita sesuatu tentang impiannya kepada Hinata.

"Kau tahu.." Sasuke menarik nafas. "Aku sangat mengidamkan Vin Diesel. Gayanya sanagt keren. Dia berotot. Tapi sayangnya dia botak."

"Um.. Begitu yah.. S-sasuke-kun dari mana kenal dengan Vin Diesel? A-aku sih nonton waktu nonton film Fast Five." Hinata menanggapi.

"Tapi, bukankah aku lebih ganteng darinya?" tanya Sasuke sambil bergaya sekeren mungkin.

"Y-ya." Jawab Hinata. Dia ingin tertawa melihat gaya Sasuke yang sama sekali tidak keren walau Sasuke berusaha se-keren mungkin. Tapi ia meredam tawanya agar Sasuke tidak tersinggung.

Mereka berjalan melewati took-toko. Ada salah satu pemilik toko yang wajahnya sangat ceria karena banyak pelanggan yang berbelanja di tokonya. Ada juga salah satu pemilik toko yang wajahnya sangat murung karena –hampir- tidak ada yang ingin berbelanja di tokonya. Hinata hanya tersenyum. Tak sadar bahwa mereka telah sampai di bioskop.

"Kita nonton Brave bagaimana?" tanya Sasuke.

Hinata mengangguk.

"Mbak, pesan tiket Brave-nya dua." Ujar Sasuke kepada resepsionis.

"Adek sama pacarnya mau duduk di mana?" tanya si resepsionis. Sasuke mengernyitkan dahi saat di panggil 'adek'. Apakah wajahnya terlihat seperti anak kecil?

"Disini." Jawab Sasuke sambil menunjuk dua kotak-kotak yang ada di computer.

"Ini mulai jam 13.30 nanti. Semuanya 50 yen." Kata resepsionis sambil tersenyum. Sasuke menyerahkan beberapa lembar uang kemudian menarik Hinata untuk membeli popcorn dan minuman.

Hinata memilih popcorn asin dan cappuccino sebagai minumannya. Sasuke yang lagi malas, memesan menu yang sama dengan Hinata. Setelah membayar, Sasuke mendengar bahwa studio 1 telah di buka. Ia melihat tiketnya.

"Hime, ayo.." ujar Sasuke sambil menarik Hinata. HInata yang tidak siap -karena di tarik tiba-tiba oleh Sasuke- menabrak punggung lebar Sasuke.

"Ouch.." lirih Hinata sambil mengusap-usap hidungnya.

"Maaf. Masih sakit?" tanya Sasuke. Sasuke mendekatkan wajahnya bermaksud untuk mencium Hinata.

"S-sasuke-kun, kita di tempat umum.." bisik Hinata sambil mendorong dada bidang Sasuke.

"Tapi 'kan kita belum ciuman, Hime?" Sasuke berusaha menggoda Hinata. Sekarang wajah Hinata merah padam.

"Ah, f-filmnya sudah mau di mulai. Ayo.." kali ini Hinata yang menarik Sasuke. Sasuke hanya senyum-senyum tidak jelas karena berhasil menggoda Hinata.

Selama film berlangsung, mereka berdua hanya diam. Tangan mereka terpaut menjadi satu. Saat film akan selesai, Sasuke berbisik di telinga Hinata. "Kenapa kau mencintaiku?"

"A-apa Sasuke kebera-"

"Bukan. Alasannya." Potong Sasuke.

"Karena Sasuke-kun itu baik. Awalnya aku tidak begitu tertarik pada Sasuke-kun, karena Sasuke-kun terlihat sombong, dingin, dan kejam." Hinata tersenyum. "Tapi ternyata aku salah. Sasuke-kun itu baik, lembut, dan hangat." Hinata melirik Sasuke. "Sasuke-kun sendiri?"

"Em.. Apa aku tampan?" tanya Sasuke. Hinata mengernyitkan dahi lalu mengangguk.

"Oh.. Aku mencintaimu karena kau itu manis, lucu, cantik." Sasuke mengelus kepala Hinata. "Dan juga mirip tomat kesukaanku." Hinata menoleh.

"Tomat?" ulang Hinata.

"Ya." Sasuke menyandarkan kepala Hinata di dadanya. Hinata mengadah ingin melihat wajah Sasuke dalam kegelapan. Tepat saat itu juga Sasuke menunduk untuk melihat wajah Hinata. Wajah mereka semakin dekat. Keduanya mulai menutup mata. Dan akhirnya, untuk pertama kali bibir mereka bersentuhan. Cukup lama sampai Sasuke menyadari seorang kakek tua di samping HInata menatap mereka yang sedang berciuman.

Sasuke melepaskan ciumannya sebentar.

"Kenapa, kek?" tanya Sasuke karena rishi di tatap kakek itu dengan tatapan horror.

Si kakek menggeleng.

Sasuke berniat kembali mencium Hinata. Tapi Hinata menahannya. "Kenapa? Aku masih mau." Tanya Sasuke.

"S-sasuke-kun.. Filmnya sudah selesai." Jawab Hinata. Sasuke melihat sekeliling. Orang lain sudah mulai berdiri dari bangkunya. Ada juga yang sudah keluar.

"Oh.." Sasuke manggut manggut.

"J-jadi apa kita t-terus duduk di sini?" tanya Hinata.

"Tentu saja tidak. Ayo." Jawab Sasuke lalu menarik tangan Hinata.

Sesampainya di luar, mereka bertemu dengan sahabat Sasuke, Sakura. Dan pacarnya Naruto.

"Hoi, Teme!" teriak si durian.

"Hei, Sasuke!" teriak si pink.

"Hn." Balas Sasuke pendek. Lain Sasuke, lain Hinata. Hinata membalas mereka dengan senyuman manis.

"Hai, Hinata.." sapa Sakura saat melihat senyuman Hinata. Sebenarnya Sakura bukanlah orang yang baik-baik. Dia memilih teman. Dan Hinata tidak popular jadi dia merasa tidak pantas untuk menyapanya, entah mengapa. Tapi melihat senyuman manis nan tulus Hinata, membuat hatinya tergerak untuk menyapanya.

"Kalian sedang apa di sini?" tanya Naruto.

"Tentu saja menonton.." jawab Hinata dengan senyumannya yang manis. "Bodoh!" sambung Sasuke yang langsung mendapat cubitan dari Hinata. Itu refleks, karena Hinata merasa Sasuke tidak sopan.

"Hinata!" pekik Sasuke.

"Maaf.. Itu refleks.." ujar Hinata.

"Ayo pergi!" ujar Sasuke sambil menarik tangan Hinata.

Hinata melambai kepada Naruto dan Sakura sebelum mengikuti langkah besar Sasuke. Sepertinya Sasuke kesal karena perlakuan Hinata padanya tadi. Mereka berjalan menuju baseman. Setelah sampai, Sasuke menarik Hinata menuju mobilnya. Setelah Hinata masuk dan duduk manis, Sasuke mengitari mobil dan masuk ke kursi penumpang.

"Kau lebih membela mereka daripada aku? Pacar macam apa itu!" ujar Sasuke kesal. Dia menstarter mobil kemudian menjalankannya menuju keluar baseman.

"Hm? A-aku tidak bermaksud.. Hanya saja Sasuke-kun kurang so-"

"Dia sudah sering menerima kata itu! Huh!"

"Hm? Baiklah.." jawab Hinata menyerah. Dia takkan membuat Sasuke marah.

Dia merasa Sasuke tidak suka jika dia membela orang lain. Dan dia merasa Sasuke sedikit sensitive. Tapi itu semua telah berlalu. Lagian raut wajah Sasuke sudah mulai tenang, tidak seperti tadi yang penuh urat-urat kekesalan.

"Kita mau kemana?" tanya Hinata yang melihat Sasuke hanya putar-putar mengelilingi taman.

"Aku.. juga tidak tahu.." jawab Sasuke. Dia memberhentikan mobilnya di samping taman.

"Saat kau ulang tahun, kau ingin hadiah apa?" tanya Sasuke sambil mengelus kepala Hinata, kemudian memilin-milin rambutnya.

"Entahlah.. Sesuatu yang besar?" jawab Hinata sambil menerawang jauh.

"Tapi aku tidak bisa memberikanmu hadiah tahun ini.."

"Kenapa?" tanya Hinata bingung.

"Tunggu tahun depan.. ok?"

"Hm? Baiklah.."

Hinata merasa penasaran kenapa harus tahun depan.

.

.

.

Kamis, 26 Desember 2013

Tahun lalu, Sasuke hanya memberikannya hadiah-hadiah kecil. Seperti, perhiasan dan mengajak makan malam. Hinata cukup senang, tetapi dia masih penasaran apa yang akan di berikan Sasuke padanya tahun ini.

"Besok ulang tahunku.. Apa yang akan di berikan Sasuke-kun padaku, ya?" tanya Hinata pada Hanabi yang sedang mengerjakan PR.

"Mungkin dia akan melamarmu.." jawab Hanabi. "Atau ingin membunuhmu.."

"Hanabi-chan.. Aku serius." Hinata sedikit kesal dengan sikap Hanabi.

"Baiklah. Aku juga tidak tahu."

"Aku sudah ingin tidur." Ujar Hinata malas.

"Baiklah.." kemudian Hanabi berjalan menuju kamar tidurnya.

"Huh.." Hinata menghela nafas. Dia sangat penasaran atas apa yang ingin di berikan Sasuke kepadanya. Setelah cukup lama termenung, akhirnya Hinata tertidur dengan lelap.

Di samping itu, Sasuke sedang melatih dialognya. Tetapi karena ini akan menjadi surprise, mungkin para pembaca tak bisa mengetahui dialog apa yang dilatih Sasuke. Atau ada yang bisa menebak?

.

.

.

Jumat, 27 Desember 2013

Hinata terbangun dari tidurnya. Dia sangat bahagia karena hari ini adalah ulang tahunnya, yang berarti Sasuke akan memberikan apa yang dijanjikannya tahun lalu.

'Kira-kira apa, ya? Boneka besar?' pikir Hinata.

Hinata lalu berlari menuju kamar mandi. Dalam 10 menit, Hinata telah siap. Penampilannya sangat cantik. Wajahnya hanya di poles bedak tipis, sedikit lip gloss, dan merah pipi. Rambutnya di ikat setengah. Bajunya berenda-renda berwarna ungu, warna kesukaannya.

'Aaa.. Aaa..'

Hinata berbalik.

'You were in college working part time waiting tables..'

'Sasuke-kun!'

Hinata segera menuju meja belajarnya kemudian mengambil Blackberry Onyx-nya.

"Hallo?"

"Hn, apa kau sedang santai hari ini?" tanya Sasuke dari seberang sana.

"Ya, tentu saja. Sasuke-kun, kau ingat ini hari apa?"

"Tentu, hari ini aku harus menyuruh pelayan untuk mencuci mobilku sebelum menjemputmu. Bersiap-siaplah. Bye.." Sasuke mengakhiri percakapan.

Terdapat raut kecewa di wajah Hinata saat Sasuke tidak mengingat ulang tahunnya. Ini untuk pertama kalinya Sasuke melupakan ulang tahunnya. Biasanya, saat dia belum terbangun dari tidurnya, Sasuke sudah menelpon untuk mengucapakan 'Happy Birthday'.

"Ah, mungkin Sasuke banyak tugas.." Hianta berusaha berpikir positif.

Hinata lalu turun ke bawah untuk sarapan. Hari ini Hanabi yang menyiapkan sarapan.

"Selamat ulang tahun, Hinata-nee.." ujar Hanabi sembari memeluk Hinata.

"Arigatou, Hanabi-chan.." Hinata membalas pelukan Hanabi.

"Otanjobi omedeto gozaimasu, Hinata.." Hiashi juga memeluk Hinata.

"Arigatou, Tou-san.." Hinata membalas pelukan ayahnya.

Walaupun dia merasa bahagia, dia masih merasa kecewa karena Sasuke untuk pertama kalinya lupa akan ulang tahunnya.

Setelah sarapan, Sasuke datang menjemput Hinata. Hinata berusaha tersenyum walau merasa kecewa. Tetapi mungkin dia takkan kecewa setelah makan malam usai.

"Sasuke-kun, kau yakin tidak ingat hari apa ini?"

"Tentu aku ingat."

"Benarkah?" Hinata berbinar-binar.

"Ya. Hari ini hari Jumat." Jawab Sasuke lalu melanjutkan makannya.

"Ya.. Kau benar.."

"Aku selalu benar.." ucap Sasuke percaya diri. Dia lalu menyelesaikan makanannya dengan cepat. "Kau tak menghabiskan makananmu?" tanya Sasuke melihat makanan Hinata yang masih setengah porsi.

"Tidak, akau tidak lapar," Jawab Hinata, "Aku tidak enak badan, aku ingin pulang, boleh?" tanya Hinata.

"Tentu." Jawab Sasuke. Sasuke lalu membantu Hinata berdiri. Setelah membayar, Sasuke mengantar Hinata menuju mobilnya.

"Aku ingin mengajakmu ke taman sebentar. Mau?" tanya Sasuke sambil terus memperhatikan jalan di depannya.

"Boleh." Jawab Hinata dengan lemas.

Sasuke menjalankan mobilnya menuju Konoha Park. Setelah sampai, dia mengajak Hinata menuju pohon maple di dekat danau.

"Berapa lama kita di sini?" tanya Hinata setelah duduk di bawah pohon maple.

"Setelah aku selesai melamarmu?"

"Apa?" tanya Hinata. Dia merasa pendengarannya tidak berfungsi dengan baik.

"Hyuuga Hinata, maukah kau menjadi istriku?" tanya Sasuke sembari mengeluarkan sebuah kotak merah kecil. Sasuke membukanya, memperlihatkan sebuah cincin 4,6 karat yang sangat cantik. Hinata menduga-duga harganya pasti sangat mahal. Tapia pa pedulinya, dia harus menjawab pertanyaan Sasuke.

"Ya." Jawab Hinata sambil mengangguk.

Sasuke memeluk Hinata dengan erat. Ia lalu menempelkan bibirnya dengan bibir Hinata. Setelah puas mencium Hinata, dia melepaskan ciumannya kemudian menempelkan keningnya dengan kening Hinata.

"Otanjobi omedeto gozaimasu, Hinata-hime.."

"Aku pikir kau melupakannya.."

"Aku takkan melupakan ulang tahun calon istriku.." ujar Sasuke sambil menekankan kata 'calon'.

Hinata tersenyum bahagia. Dia menutup mata dan menikmati momen yang tengah berlangsung.

.

.

.

Minggu, 5 Januari 2014

Hinata langsung menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur saat sampai di rumah barunya. Dia sangat lelah karena pernikahan tadi.

"Aku lelah sekali.." ujar Hinata pelan tetapi dapat di dengar Sasuke.

"Aku juga." Ujar Sasuke lalu menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, di samping Hinata.

Dia berguling untuk memeluk Hinata, kemudian menempelkan bibir mereka.

"Aishiteru.." ujar Sasuke.

.

.

~OWARI~