My Lovely Senpai
A Fiction By :
Disclaimer
Akatsuki Naruto Masashi Kishimoto
Dedicated To : My Lovely Senpai
Warning
Gaje, Garing, OOC, Ga Lucu
Entah sudah berapa kali Tobi mengucap cinta, meminta konan untuk menjadi kekasihnya. Dan entah sudah berapa kali pula Tobi mendengar jawaban yang sama. "Aku tahu, tapi kamu udah ku anggap adikku sendiri." Sebenarnya, Tobi muak dengan jawaban itu. Sempat di dalam hatinya rasa cinta itu berubah menjadi benci. Namun hanya sesaat. Tobi dapat membuang rasa benci itu. Dan kembali mencintainya Konan sepenuh hati.
Hari ini adalah hari pelepasan siswa kelas dua belas. Berarti sudah satu tahun tobi hidup bersama dengan akatsuki. Hari ini juga rapat akbar akatsuki, karena Pain, Konan, Kakuzu, dan Hidan telah lults, maka akatsuki akan di pimpin leader baru. Rapat inilah penentuannya. Setelah lama berdiskusi, tarik kanan dorong kiri, tendang maju seret mundur, lempar bawah kerek atas, akhirnya di tentukan leader barunya adalah Uchiha Itachi.
Di tengah riuhnya rapat akbar akatsuki, hanya Tobi yang diam. Entah kenapa kini sikap tobi berbeda 180 derajat dari pertama kali masuk akatsuki. Dulu dia sangat ceria, riang gembira, tapi kini diam, diam dan hanya diam. Begitu pula hari ini, dia begitu murung. Mungkin karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan orang yang dicintai namun tak pernah mencintainya. Sungguh anak yang malang.
"It is the end" gumam tobi yang tak didengar oleh para akatsuki lain. Lalu dia kluar ruangan. Saat itulah dia meliha Konan untuk yang terakhir kalinya.
Dua bulan kemudian Tobi sudah mulai kelas sebelas. Akatsuki yang tinggal Deidara, Itachi, Kisame, Zetsu, dan Tobi bertambah anggota lagi. Mereka adalah Sasuke, adik Itachi, Karin, Jugo, dan Suigetsu. Sebenarnya Naruto ingin bergabung tapi dia masuk DPA (Daftar Pencarian Akatsuki) jadi tidak ikut. Namun akatsuki sudah tak berjaya lagi seperti saat dipimpin Pain.
Apa lagi Tobi yang kini lebih banyak murung, menatap layar hp berjam-jam berharap konan sms atau menelpon. Tapi itu sia-sia. Dia tau kalau bukan dirinya yang memulai sms konan, sampai kapan pun konak tak akan sms dirinya. Setelah berpisah, Tobi berhubungan dengan konan melalui telp dan sms. Di sela-sela pembicaraan biasa sering kali masih diselingi ucapan cinta dari tobi. Dan kadang masih meminta Konan untuk jadi kekasihnya.
"Tobi mencintainya, akan terus mencintainya sampai kapanpun dan bagaimanapun. Dan jika Tobi tak bisa bersamanya sampai kapanpun, lebih baik Tobi mati." Itulah kata-kata yang sering diucapkan tobi kepada teman-teman baiknya.
Hingga pada suatu hari.
Biasa. Rapat anggota akatsuki, pasti selalu ramai, minus Tobi. Entah apa yang jadi pembicaraan mereka. Yang pasti sangat ramai.
BRAAAKKK!
Itachi menggedor meja untuk menenangkan anggota yang lain.
"Ini, ada undangan untuk kita semua."
"Undangan dari siapa, un?"
"Dari leader lama, Pain."
Tobi membuka undangan itu dan membacanya pelan-pelan. Dia tak lagi mendengar keramaian teman-temannya. Matanya tertuju pada beberapa baris kata yang berbunyi sebagai berikut: "Menikah Pain dengan Konan" Berkali-kali dia membaca tulisan itu karna takut salah baca. Namun akhirnya dia sadar. Tulisan itu nyata dan benar. Dan tanpa sadar dia meneteskan air mata. Di balik topeng itu dia menangis
Para akatsuki masih ber ramai-ramai tanpa tahu salah satu temannya mengalami hal yang sangat berat. Hingga Deidara sadar.
"Tob! Sabar yah! Pasti ada yang lain." Hibur Deidara kepada Tobi.
"Makasih senpai" Bisikan Tobi yang hanya bisa di dengar oleh deidara itu mengakhiri keberadaan tobi di tempat itu. Hari itu hari terakhir kali Tobi bicara.
Esok harinya tobi di temukan meninggal over dosis obat tidur di kamarnya. Dia ditemukan bersama puluhan foto Konan yang bertuliskan "My Lovely Senpai" di antara foto-foto itu ada sediki catatan.
"Jika kita memang tak bisa bersama di dunia ini, maka akan ku tunggu senpai di dunia yang lain. Selamat tinggal senpai, I LOVE YOU" itulah tulisan tobi yang terakhir untuk konan. Untuk senpainya. Untuk orang yang di cintai dan takpernah mencintainya.
***
Dan percayakah kalian kalau ku bilang cerita ini didasari kisah nyata yang ku ubah sedemikian rupa hingga menjadi cerita yang telah kalian baca?
TerimakasihThe End
