Author: Lho Kok !!!

All: Lho kok ??

Author: … WAAAHH !!!

All: *GUBRAKZ*

Author: Proposalku ada yang salah ngetik !!!!!

All: Tau begitu kerjain dulu proposalmu BODOH !!!

Author: Malas ah… -_-

Yugi: *Jaw Drop*

Author: Hah… aku menulis fanfic ini hanya untuk menghilangkan stres… kalian tenang saja… tak akan kulupakan kok…

Yami: Stres, stres mbah mu peyang !!!

Author: *Sweat drop* Jou, Seto… kalian bacain disclaimer ama warningnya…

Jou: *Sweat drop* Um… author kita yang satu ini sama sekali tidak memiliki apapun dari anime Yu-Gi-Oh! Yu-Gi-Oh! Itu hanya milik Kazuki Takahashi sama. Author kita ini hanya melakukan untuk seneng-seneng aja… kalau ide-ide misterinya dia terinspirasi dari 'Meitantei Conan', 'Sherlock Holmes' dan mimpi gaje author yang sering bersambung…

Kaiba: Warning, dicerita ini mungkin terlalu basa basi oleh kasus pembunuhan, darah, analisis yang gak jelas ama beberapa hint yaoi, pairing yang bakal ada disini pasti ada Puzzleshipping, Puppyshipping, Tendershipping ama sedikit Bronzeshipping… ingat !!! Disini bakal ada Puppyshipping !!! Makanya terus minta ama author kita supaya adegan Puppyshipping ditambah !!! Karena author kita 'baru' aja jadi seorang FUJOSHI !!!

All: *Sweat drop*

Jou: *Blush*

Author: *Sweat drop* Tak usah bilang-bilang kalau aku baru aja jadi fujoshi bolot…

Pegasus: Ohohohohohoh !!! Akiu juga akan muncul disini lho~

All: *Jaw drop* siapa yang nyewa banci itu…

Author: Supaya bisa ngebunuh Pegasus disini~ ^_^

All: Setuju…

Pegasus: Jangan donk~

Author: Yup~ Let's begin the story !!

In The Name of God And The Code

(~!#$%^&*)

Disaat sudah mendapatkan telepon dari Dartz, Yugi cs langsung bersiap untuk memulai pelajaran mereka semua… akan tetapi yang mereka nantikan bukanlah pelajaran sejarah tentang masa Yunani kuno… melainkan ocehan seorang guru dari neraka yang amat sangat mereka sebali…

"Cih !!! Kenapa harus 'dia' yang menjadi pengganti Tsuruoka !!!" umpat Jou kesal.

"Aku tak merasa keberatan kalau 'dia' yang mengajar…" balas Kaiba yang anehnya bisa mendengar suara umpatan Jou padahal jarak bangku mereka sangat jauh… (A/N: Kalau si Kaiba didepan baris ke-4 sedangkan Jou ada di paling belakang baris ke-1).

"Aku tak meminta komentarmu RICH BOY !!!" kata Jou benar-benar kesal ama si Kaiba ampe kata rich boy-nya di capslock + di bold

"Hah !!! Anjing kampung sepertimu meskipun berbisik sekalipun akan terdengar sangat jauh !!! Itu akibat dari kupingmu yang tuli(?!) !!!" balas Kaiba lagi

"Apa kau bilang kepala jamur !!!" balas Jou yang makin kesal

"Kupikir tidak hanya kupingmu yang sedikit tuli !!! Tapi ternyata otakmu juga sangat dongkol(?!) !!!" balas Kaiba lagi

"Ya ampyun~" seseorang berkata dengan lebaynya. "Jou boy Kaiba boy jangan bertengkar untuk yang ke 100(?!) kalinya lagi !" orang itu berkata dengan gaya yang makin didramatisir aja (A/N: Meski gak disebutkan kalian sudah tau siapa inikan…). "Kumohon… berhentilah untukku" kali ini udah gaya kayak cewek di campakin pacar yang tersedu-sedu sambil duduk yang ditambah oleh sinar(?!) lampu panggung yang entah datang dari mana…

"BERISIK BANCI !!!!" teriak Jou dan Kaiba kompak.

"Um… Pegasus sensei… mendingan anda tidak mengangu perang dunia ke 100(?!) antara Jou dan Kaiba…" kata Anzu ragu-ragu

*Mulai nangis lebay* "HUUEEE !!! Kenapa kalian tidak ada yang peduli padaku !!! Aku tau posisiku hanya sebagai dosen pengganti !!! Tapi… tapi… hiks… sroot… kalian tak usah menelantarkanku begitu dong !!! HUUWAAA." Tangis Pegasus menjadi-jadi yang menyebabkan puluhan kaca jendela Universitas Domino pecah, yang menyebabkan 30 mahasiswa luka parah, 3 mahasiswa sekarat, 5 meninggal dan hampir semuanya menderita luka ringan(?!).

Author: WOII !!! Pegasus !!!

Pegasus: *Masih nangis lebay* HUUUEEEE !!!! Nonohana boy !!! Tolong akiu !!!

Author: Nih… *ngasih permen lollipop(?!) supaya tangisan maut Pegasus berhenti*

Pegasus: *Udah gak nangis lebay lagi* Nanti jangan lupa pasangkan aku dengan Yugi boy ya ! Terus jangan lupa buat adegan lemon antara aku dan Yugi boy yang mengesankan ketampannan(?!)ku yang berpadu dengan keimutan Yugi boy !

Yugi: *Pucat*

Yami: *Udah siap-siap mau ngebunuh Pegasus tapi diberhentiin sang Author*…

All – Yugi + Yami: *Sweat drop party(?!)*

Author: *Pyscho mode: On* Wah~ Kau tidak tau dengan siapa kau bicara Pegasus~

Pegasus: *Songong mode: On* Memangnya kau siapa ?! Cukup pasangkan aku dengan Yugi boy !

Author: *Tingkat kemarahan: Maksimal* Oh~ Jadi nanti kau akan kubikin dibunuh dengan cara yang paling sadis yang dilakukan oleh pembunuh bayaran kita sebagai akhir yang Happy Ending.

Pembunuh Misterius: *With evil smile* Aku setuju…

Pegasus: *Udah mulai sulut nyalinya* Kau takkan bisa melakukan itu…

Author: Tentu saja aku bisa~ soalnya akukan authornya… jadi bisa bikin alur cerita seperti apapun~

Pegasus: *Lebay mode: On* Oh~ Kumohon Nonohana boy jangyan !!!!

Author: BERISIK !!! *nendang Pegasus ampe planet Mars*

All: *Shock*

*Loading, reload, refresh, wait a moment*

*Mulai nangis lebay* "HUUEEE !!! Kenapa kalian tidak ada yang peduli padaku !!! Aku tau posisiku hanya sebagai dosen pengganti !!! Tapi…. Tapi… hiks… sroot… kalian tak usah menelantarkanku begitu dong !!! HUUWAAA." Tangis Pegasus menjadi-jadi yang menyebabkan amarah sang CEO kita yang sudah mencapai batasnya melewati batas.

"Bisa diam tidak sih kau banci !!!! Kau mau kubuat di pecat dari universitas ini !!" bentak Kaiba kepada Pegasus yang masih beradu mulut 'bersama' Jou.

*Tangisan lebay ala Pegasus(?!) makin menjadi-jadi* "Ku-kumohon Kaiba boy… jyangan buat akiu dipecat dari tempat ini… kalau akiu di pecat dari tempat ini… akiu akan… hiks hiks… kehilangan tempat tinggalku hiks… dan juga… kulit-kulit mulus(?!)ku ini akan menjadi kering terlantar…" Pegasus terus memohon pada Kaiba dengan pose memeluk kaki Kaiba dengan agung(?!)nya.

"Jangan kabur dari pertarungan(?!) kita kepala jamur !!!!" teriak Jou pada Kaiba

"Jou… kau jangan mencari gara-gara pada Kaiba yang sekarang…" ujar Otogi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

"Benar… bisa-bisa kau di buat Kaiba menjadi anjing kampung beneran…" tambah Honda menyambung perkataan Otogi, yang mebuat Anzu, Yugi dan Author bersweat drop riang-gembira(?!).

"Apa kau bilang Honda, Otogi !!!" aura perang Jou(?!) kini berbalik menyerang kedua temannya yang menasihatinya itu.

"Minggir kau banci !!! Kau membuat sepatu mahalku ini menjadi kotor oleh air mata lebaymu itu !!!" maki Kaiba sambil menendang Pegasus layaknya sampah kaleng coca cola dijalanan.

"Uh… bisakah kalian tenang sedikit… aku tak bisa memahami materi ini dengan baik.." kata Yugi yang sedari tadi masih diam tidak berkutik akan keributan dikelasnya.

"Uh… maaf Yugi…" kata Jou sedikit menyesal.

Baru saja Pegasus mau meminta pertolongan kepada Yugi dengan gaya yang amat sangat lebay dan tak bisa dilupakan meski cuci otak sekalipun pakai millennium rod bel tanda waktu untuk pulang sudah berbunyi.

"Yuuyake sora ga someru machito kimi no yokogao…" bel universitas berbunyi dengan merdunya.

"YEEEEEEEEEYY !!!!" teriak semua mahasiswa ataupun mahasiswi disana karena terlepas dari kegaduhan dikelas mereka yang disebabkan oleh trio macan itu…

Author: Eh !!! Ralat !!! Ralat !!! Namanya kekerenan !!!

Kaiba, Jou dan Pegasus: *Sweat drop*

*Loading, reload, refresh, wait a moment*

"YEEEEEEEEEYY !!!!" teriak semua mahasiswa ataupun mahasiswi disana karena terlepas dari kegaduhan dikelas mereka yang disebabkan oleh Kaiba, Jou dan Pegasus.

"Satettou… minna !!! Apa kalian jadi mau ikut denganku ke TKP ?!" Tanya Yugi pada teman-temannya (A/N: Pegasus dikecualiin !!! Dia Cuma main ikut aja !!!)

"Iyaa kami ikut !!!" kata teman-teman Yugi kecuali Pegasus dan Kaiba.

"Kufufufufufu… tentu saja aku akan ikut kemanapun kau pergi Yugi boy." Kata Pegasus dengan gaya lebay seperti biasanya…

"HMPH…" jawab Kaiba singkat, tidak ada yang tau alasan Kaiba ikut pergi melihat TKP, biasanya ia yang paling tidak suka berkumpul dengan Yugi cs apalagi ketika disana ada Pegasus. (A/N: Si Kaiba mau berduaan ama Jou aja tuh… *kepala sang author langsung dipukul ama laptop yang sangat mahal milik Kaiba*)

"Nah… ayo pergi !!!" kata Yugi dengan semangat.

(~!#$%^&*)

"Hmm… kondisi ini benar-benar sangat mengenaskan…" ucap Dartz lirih sambil memandang jasad bandit Keith yang sudah makin mendingin pertanda sudah tidak ada jiwa yang menempati jasad itu.

"Dartz keibu Mutou Yugi dan teman-temannya begitu juga… seorang banci(?!) sudah datang seperti yang kau perintahkan." Ucap salah satu anggota polisinya yang sedikit ragu saat menyebutkan kata 'banci' di bagian terakhir.

"Ba-banci ??" ucap Dartz tak kalah sweat drop nya mendengar kata 'banci'

"Ja-jadi bagaimana ? Apakah kami harus mengusir mereka ?" Tanya sang petugas yang masih sama shocknya dengan Dartz.

"Y-ya… suruh mereka masuk…" ucap Dartz agak ragu sambil memikirkan *buat apa Yugi membawa seorang 'banci'*.

*10 menit kemudian*

"Hah… akhirnya selese juga pemeriksaannya !!" kata Jou lega.

"Mungkin ini gara-gara tampangmu yang agak criminal Jou…" kata Honda mulai mengejek Jou.

"Tidak." Tiba-tiba Kaiba menyelak perkataan Honda yang membuat semuanya kaget setengah mati, biasanya si CEO muda ini tak pernah mau membela Jou.

"Tidak mungkin si Kaiba mau membela Jou !!!" teriak Otogi histeris.

"USO !!!!" teriak Anzu juga yang masih sama shocknya dengan Otogi.

"ahahaha…" sedangkan Yugi dia hanya bisa tertawa kecil.

"Akhirnya pintu mata hati Kaiba boy bisa dibuka(?!) juga !!!" teriak Pegasus tidak kalah histeris dengan aksi lebaynya.

"Dia tidak boleh masuk karena dia anjing kampung… yang di khawatirkan akan mengambil tulang dari mayat yang jadi korban pembunuhan di TKP karena tidak punya makanan…" lanjut Kaiba membenarkan(?!) jawaban Honda.

Seketika itu juga semua Yugi cs yang ada disitu langsung jatuh akibat perkataan sang CEO.

"AHAHAHAHAHAHAHA !!!!" tawa Honda dan Otogi langsung meledak berbarengan.

"Eh… ku… hahaha… yang sabar Jou" kata Anzu sambil menahan ketawa.

Sedangkan Yugi… dia hanya bersweat drop ria sambil menyiapkan diri untuk segera masuk ke garis polisi.

"Sudah kuduga… pintu hatimu tidak akan terbuka sampai kapanpun Kaiba boy…" kata Pegasus diiringi gaya dan music lebay yang entah datang dari mana.

Dan Jou… tak usah ditanya lagi… kini mukanya sudah sangat merah antara malu dan marah akan ucapan si Kaiba. "Apa kau bilang money bag ?!!!!" teriak Jou dengan amarah yang sudah meluap-luap.

"Ternyata anjing kampung kita juga mempunyai masalah pendengaran yang diakibatkan oleh kelaparannya…" kata Kaiba kembali mengejek Jou.

"Aku b-" baru saja Jou mau membalas perkataan Kaiba tiba-tiba ada interupsi muncul.

"Jangan berisik !!! Kalian sedang ada di TKP !!!" teriak salah satu petugas keamanan disana kepada Jou dan Kaiba. (A/N: Woooh !!! Petugasnya gak takut ama Kaiba O_O)

"Jou kau cobalah tenangkan dirimu sedikit, kita ini sedang ada di lokasi kejadian… jangan sampai sedikit barang buktipun bergeser meskipun itu hanya untuk 0,5 mm mengerti. Apalagi sampai hilang meskipun barang itu hanya berupa bongkahan batu, tapi itu sangat amat penting." Jelas Yugi kepada Jou dengan amat sangat mendetail.

"Maaf… Yugi." Kata Jou dengan menyesal.

"Yugi ! Aku sudah menunggumu dari tadi !!" kata Dartz yang langsung menyapa Yugi dan kawan-kawan.

"Oh Dartz keibu." Balas Yugi.

"Oh… kalian juga datang…" kata Dartz menyapa teman-teman Yugi yang lain.

"Permisi." Kata Anzu, Jou, Honda dan Otogi

"Kufufufu… salam kenal Dartz boy." Sapa Pegasus dengan gaya yang setiap orang melihatnya dijamin muntah-muntah. "I'm Pegasus J Crawford." Sambung Pegasus lagi dengan gaya yang amat sangat super susah untuk dilupakan.

"Sa-salam kenal Pegasus." Kata Dartz yang masih agak jijik dengan 'gaya' Pegasus "dan…" lanjut Dartz sambil melirik si Kaiba.

"Aku tak usah memperkenalkan diripun orang-orang pasti sudah tau siapa aku." Ucap Kaiba dengan percaya dirinya.

"Ya… aku sudah mengenalmu…" ucap Dartz yang masih agak shock dengan kumpulan teman-teman Yugi terutama yang 'banci'. "Silakan kalian pakai masker ini untuk masuk kedalam… karena bau busuknya sangat menusuk." Ujar Dartz sambil menyerahkan masker untuk menutupi hidung mereka.

"Apakah letaknya ada tepat dibelakang gedung Dartz Keibu ?" Tanya Yugi.

"Kau akan mengetahuinya sendiri." Ucap Dartz membalas pertanyaan Yugi.

(~!#$%^&*)

Yugi POV

Ketika kumasukin area TKP itu kurang lebih 25 meter melewati belakang gedung terdapat mayat dengan posisi yang mengenaskan dimana hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh darah yang sudah mongering dan juga bau busuk akibat semalam terjadi badai kecil yang menyebabkan pembusukkan mayat lebih cepat dari pada biasanya.

"Jasad ini… tampaknya dia meninggal sekitar jam 23.45, apa aku benar keibu ?" tanyaku

"Wah… kau hebat seperti biasanya Yugi. Menurut hasil otopsi ini memang diperkirakan meninggal antara jam 22.55 sampai dengan 23.50." jelas Dartz-sanpadaku.

"HIE !!! Ada Mumi !!!!" teriak Jou histeris

"Matamu buta Jou !!! Itu bukan mumi !!!" teriak Honda, Otogi dan Anzu berbarengan

Dan Kaiba… tampaknya dia sedang mengambil beberapa foto jasad itu dari berbagai sudut.

"Um… keibu siapakah korban ini ?" tanyaku untuk memecahkan keheningan yang ada disekitar.

"Ah ! Iya ! Korbannya adalah bandit Keith berumur 25 tahun… dia adalah seorang penyiar Radio dari salah satu acara Radio." Dartz-san memberitahu informasi tentang Keith kepadaku.

"Dikabarkan dia melakukan kecurangan saat sedang menyiarkan berita yang menyebabkan pemilik dari purasahaan radio itupun jatuh, sehingga Keith dinaikkan jabatannya menjadi pemilik stasiun radio itu karena dulu dia adalah kepercayaan semua orang." Tiba-tiba Kaiba memberikan informasi yang lebih lengkap pada kami.

"He… begitu." Ucapku mengerti sambil mengelilingi jasad Keith. "Eh… apa ini ?" aku bertanya pada semuanya sambil menarik selembar kertas ucapan berwarna hitam dari genggaman tangan Keith. Akupun membaca isi kartu ucapan itu secara lebih serius tapi yang tertulis hanyalah Zeus dan sebuah symbol yang tidak jelas artinya ' '. "Keibu kalau boleh aku ingin menyimpan selembar kartu ini." Pintaku kepada Dartz-san.

"Aku takut tidak bisa Yugi, karena barang itu akan dijadikan sebagai bukti dalam kasus pembunuhan ini." Kata Dartz-san yang membuatku sedikit kecewa. "Tapi kalau hanya berupa copy… kurasa kami bisa memberikannya." Lanjt Dartz-san lagi yang membuatku menemukan secercah(?!) cahaya lagi.

"Oh iya… apakah ada bukti lain… misalnya berupa senjata…"ucapku

"Ya. Kami menemukan senjata yang berupa sebuah pipa besi yang berdiameter kurang lebih 5,8 cm dan panjang sekitar 1, 23 m." jelas Dartz-san sambil membawakan barang buktinya yang sudah didalam plastic. "Pakai ini supaya kau tidak kerepotan." Sambil memberikan sebuah sarung tangan karet.

"Hmm…" gumamku sambil memerhatikan bekas luka di jantung Keith den beberapa luka lain ditubuhnya. Dan yang paling mengejutkan bagiku adalah ada sebuah luka samar-samar akibat sudah tertutup oleh darah kering yang bertuliskan begini. 'Sang pengkhianat telah mati, atas nama ke-17 dewa aku menumpas para pengkhianat yang menghalangi jalannya. Tidak ada yang bisa menghentikanku, aku selalu dijaga oleh ke-17 dewa itu.' Setelah melihat tulisan yang berupa luka itu aku hanya bisa menyimpulkan satu hal. "Keibu tampaknya senjata yang digunakan bukanlah pipa besi ini melainkan sebuah benda tajam yang berukuran lumayan besar sehingga bisa mengoyak jantung Keith sampai seperti ini. Dan juga tampaknya luka kecil yang merupakan sebuah pesan dari sang pelaku menggunakan 'survival knife' yang sebelumnya dipanaskan kebara api sehingga luka ini tidak terlalu cepat menghilang akibat darah yang mongering." Hipotesaku untuk sementara.

"Kau benar Yugi…" kata Jou yang masih setengah gemetar akibat ketakutan oleh jasad Keith.

"Terimakasih untuk hipotesamu Yugi. Kuharapkan kali inipun kita bisa menyelasaikan kasus ini secara bersamaan." Ucap Dartz-san sambil membungkukkan sedikit badannya. "Dan aku akan mengirimkan copy dari barang bukti yang kau minta tadi melalui faks nanti malam" tambahnya lagi.

"Arigato gozaimassu." Balasku singkat. "Selain itu aku dan teman-temanku akan pulang sekarang. Karena kami akan kuliah lagi besok." Tambahku berpamit untuk pulang.

"Kalau begitu berhati-hatilah. Siapa tahu sang pelaku masih ada disini untuk mengincar korban lain lagi." Dartz-san mengingatkan kami.

"BAIK !!!" balas teman-temanku yang lain kecuali Kaiba.

"Kalau begitu saya permisi dulu." Kataku lagi sambil berjalan pulang bersama teman-temanku.

(~!#$%^&*)

"Nguung nguung" bunyi faks menggema dirumahku.

"Ah ! Datang juga kodenya." Teriakku sambil menghampiri mesin faks.

"Yugi… apa kau terlibat dalam suatu kasus lagi." Tiba-tiba kakek bertanya padaku.

"Ah ! Iya kek… kali ini kasusnya mengenai pembunuhan berantai." Jelasku pada kakek yang membalasku dengan tatapan khawatir.

"Kakek hanya ingin memberitahumu satu hal. Ketika kau sudah menemukan titik terang meskipun itu menjerumuskanmu kedalam kegelapan yang amat pekat… jangan pernah mundur dari jalanmu, karena itulah yang kau pilih." Nasihat kakek padaku.

"Iya… aku mengerti." Kataku pelan sambil melihat kakek sudah berjalan kedapur.

Yugi POV End

(~!#$%^&*)

"Hmm… tapaknya ini lebih menarik dari yang kuduga sebelumnya." Ucap seseorang dari kejauhan sana yang masih melihat berita malam itu.

(~!#$%^&*)

Kaiba POV

Aku melihat beberapa foto yang kuambil dari TKP untuk diselidiki sementara. "Tampaknya dia akan tertarik akan hal ini." Gumamku sambil tersenyum. Baru saja aku mau mengambil HPku untuk memberitahu seseorang… tetapi HPku sudah bordering lebih dulu.

"sono ichi sou ieba kami kitta? sukoshi dake nadete yaru…"

"Moshi moshi." Sapaku.

"Halo sepupuku." Kata orang itu.

"Ah Atem. Tepat sekali waktumu baru saja aku akan menghubungimu." Kataku

"Aku sudah tahu kasus apa yang terjadi di Domino. Aku tertarik." Kata Atem mengungkapkan ketertarikannya.

"Jadi apa kau mau menuntaskan kasus ini seperti kasus-kasus yang lain, detektif terkenal dari Mesir… Atem Titan." Ucapku sambil agak sedikit mengejeknya.

"Sudah kubilang panggil saja 'Yami' Seto, nama itu terlalu formal bagiku." Kata Yami disana sambil menggeram kecil.

"Jadi apakah kau butuh pertolonganku ?" tawarku padanya.

"Ya… aku sangat butuh bantuan mu Seto." Pintanya dari kejauhan sana

To Be Continued:

Nah… jadi bantuan apakah yang akan diminta oleh Yami kepada Seto. Siapakah korban selanjutnya dari kasus ini. Apakah detektif kecil kita Yugi bisa memecahkan teka teki dari kasus ini ??

Author: Nah ini terjemahannya kayak biasa…

Lagu bel pulangnya itu judul lagunya Akai Namida

Satettou itu artinya nah atau sekarang…

Minna itu artinya semua

Uso itu artinya bohong

Zeus itu… adalah nama seorang dewa Yunani kuno pemimpin para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim dan cuaca. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Dalam mitologi, Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.

Arigato gozaimassu artinya terimakasih banyak

Ringtone HPnya si Kaiba itu judulnya World Is Mine

Author: Selese juga bahasan istilahnya. WAHH !!!! ternyata masih ada yang mau nyempetin diri ngeriview ya…

All: *Baik sekali tuh orang*

Author: Nah sekarang untuk balasan reviewnya ^_^

Messiah Hikari:

Author: Wah !!! Messiah-san ngeriview fanfic saya terimakasih ya !!! nah untuk jawabannya silakan Yami dan Yugi kalian bacakan jawabannya.

Yugi: Sepak terjangku… pasti sangat akan disorot, soalnyakan aku peran utamanya.

Yami: Hint Puzzleshipping !!! Pati ada !!!! Saya akan bujuk sekuat saya untuk membuat sang Author nulisin Lemon.

Author: Ya !!! Saya juga sering main P3, P4, ama P3P… dan terimaksih untuk reviewnya Messiah-san

Vi ChaN91312

Yugi: Hehehe… aku emang cerdas (A/N: Yuginya jadi OOC nih…)

Author: Saya lebih suka Sherlock Holmes dibandingkan Shinichi… -_-

Yami: Saya udah mulai muncul nih !!!

Author: Terimaksih atas review anda Vi-san

Kuzu here. Kuzu there:

Author: Iya tuh… si Kaiba ama si Jou udah gak tahan buat pacaran. Makanya mereka ampe sujud-sujud(?!) ama saya. Pokoknya terimakasih banyak atas reviewnya Kuzu-san

Sora Tsubakime:

All + Author: Terimakasih banyak atas dukungannya !!! Sora-san

Aki kadaoga males login:

Author: Untuk masalah fancif YGO yang bertema vampire saya belum dapat mimpinya tuh… *saya dapat ide ini semuanya berasal dari mimpi nan gaje saya yang terus bersambung ampe sekarang.* Terimakasih banyak atas saran fanfic YGO bertema vampire dan reviewnya Aki-san

Dika the WINGed kuriboh:

Yami: Aku pembunuhnya…

Author: Gimana caranya ? Yami kan masih ada di Mesir.

Yugi: Jangan !! Nanti aku gak tega bongkar kasusnya.

Author: Mokuba nanti muncul kok di chapter depan ^^. Terimakasih atas reviewnya Dika-san.