Author: Kyoto narakuen no hate

Fukai fukai daichi no soko de

Tada hitori inuri no utau

Utai suzuru sadame…

All: Nyanyi apa lagi nih orang??

Author: Hehehe… saya baru aja dapat lyric lagu Hikari to Kage no Rakuen.

All: Oh… terus??

Author: Belagu amat sih pada!!!!!

Yami: hee…

Author: Terutama kau Yami!!!

Yami: Kok saya??

Author: Soalnya kamu sok, gara-gara masuk langsung jadi popular!!

Yami: Saya gak peduli akan hal itu!!!

Author: Terus kenapa tampangmu itu kayak punya dendam ama aku??

Yami: Karena Aibou tidak langsung jatuh cinta padaku di naskah!!!

Author: Karena kalau langsung jatuh cinta nanti gak seru… -_-

All: *Sweat drop*

Author: Kalau begitu… R-

Yami: Saya gak setuju!!!

Author: *Gak dengerin omongan Yami* Ryou!!! Bakura!! Bacain disclaimer ama warningnya ya!!

Bakura: Eh *BEEP* author!!! Kenapa orewa baru dimunculin sekarang!!!

Author: Ada masalah hah?!!

Bakura: Ada masalah?!! kisama ngajakin berantem?!!

Author: Boleh!!! Siapa takut ama setan(?!) alas macam kisama!!!

Bakura: *Ngeluarin pisau lipat kesayangannya* Jangan mundur kayak pengecut kisama ya!!!

Author: *Ngeluarin senapan AK 40 kesayanngan(?!) author* Adanya kisama juga yang mundur!!!

SFX: Traang! Cring! Debuum! Blaar!! Gedubraak! Croot!! Splassh!! Ahhh(?!)

All: *Sweat drop*

Ryou: Uh… dari pada bikin readers nunggu lagi mendingan dimulai deh.

Author + Bakura: *Keadaan udah babak belur* Iya juga ya!!!

All: *Sweat drop*

Author: Kalau begitu silakan dimulai Ryou!!! Bakura!!!

Ryou: Yu-Gi-Oh! Bukan punya sang author kita, dia hanya pinjem characternya aja ama nama tempatnya. Ide kasusnya juga gak murni dari author… dia mesti refrensi dulu ama novel kesayangannya abis itu di edit lagi… yang punya author kita itu hanyalah berupa code-code kasus saja.

Bakura: Warning, dicerita ini mungkin terlalu basa basi oleh kasus pembunuhan, darah, analisis yang gak jelas ama beberapa hint yaoi, pairing yang bakal ada disini pasti ada Puzzleshipping, Puppyshipping, Tendershipping ama sedikit Bronzeshipping. Jangan dilupakan!!! Disini bakal ada Tendershipping!!! Ingat itu baik-baik atau kalian akanku…

Author: Akan diapain ama kau Kura-chan??

Bakura: Akanku…

Ryou: Kalau kau sampai membunuh mereka… kau tahu akibatnya.

Bakura: *Pucat* Akanku… ku… puji-puji…

All: Bagus!!!

Author: Sekarang ceritanya di mulai!!!

In The Game Station!

(~!#$%^&*)

"Maaf Yugi… aku terlambat." Kata Anzu

"Tak apa-apa Anzu yang lain juga belum datang… itu namanya kau tidak terlambat…" kata Yugi sambil membaca novel Sherlock Holmes karya Sir Athur Conan Doyle yang judulnya Kembalinya Sherlock Holmes.

"Eh… Yugi…" panggil Anzu malu-malu.

"Ya…" balas Yugi yang masih membaca susunan kata novel itu.

"Apakah aku terlihat aneh…" kata Anzu malu-malu.

"Tidak…" kata Yugi yang hanya melirik sebentar.

"Yokatta…" kata Anzu lega.

"Biar kutebak. Kau memakai pakaian yang lain seperti biasanya untuk menarik perhatian Yami kan?? Jadi ketika kau memakai pakaian ini kau akan melakukan 'pedekate' dengan Yami yang membuat Yami jadi lebih akrab padamu atau mungkin malah jatuh cinta. Dan ketika saat Yami menyatakan cinta padamu… kau akan memberitahu kepada kita bahwa kau dan Yami menjadi pacar, yang akan langsung menjadi 'berita baru' di kampus kita." Kata Yugi

"Eh… itu… anu… jangan bilang siapa-siapa ya Yugi…" kata Anzu yang mukanya langsung memerah karena rahasianya ketahuan.

"… baiklah…" kata Yugi.

"Hei kalian berdua sedah manunggu sejak tadi?" Tanya Jou yang datang bersama Honda dan Otogi.

"Iya! Sudah lama tau!!" kata Anzu sedikit kesal.

"Benarkah itu Yugi??" Tanya Honda pada Yugi.

"Kalau menurutku sih, baru sebentar…" kata Yugi yang mulai menutup novelnya.

"Berarti yang belum datang si Yami dan Mokuba ya…" kata Otogi pada yang lain.

"Wajar saja… kalian tau kan seperti apa reaksi Mokuba jika diajak pergi ke suatu tempat…" kata Yugi.

"Ah… iya…" kata Honda, Jou dan Otogi.

"Jadi… lebih baik… kalian bersabar aja…" kata Anzu yang sibuk bermain(?!) kaca.

(~!#$%^&*)

"Yami!!! Bagusnya yang ini atau yang ini??" Tanya seseorang dengan semangatnya.

"Terserah kau saja Mokuba… tapi kita sudah terlambat nih…" kata Yami yang masih sibuk dengan kasus itu.

"Buu! Dasar jahat!" kata Mokuba mengejek. "Kalau begitu aku pakai ini aja!!!" teriak Mokuba yang akhirnya sudah menetapkan pakaian yang ia akan pakai

'Seharusnya Seto saja yang menemaniku kalau begini jadinya…' pikir Yami lesu.

Flashback

"Yami!!! Benarkah kau akan mengajakku pergi bersama teman-temanmu??" Tanya Mokuba dengan mata yang berbinar-binar(?!)

"I-iya… kau boleh ikut Mokuba…" kata Yami yang sedikit tertegun melihat Mokuba yang seperti anak kecil yang baru dibelikan balon-balon.

"Asal kau jangan rebut Mokuba!" teriak Seto yang sedang berada diruang kerja pribadinya.

"IYA!!!" kata Mokuba dengan bahagianya(?!)

"Eh… Mokuba. Lebih baik kau bersiap-siap… atau kita akan terlamabat." Kata Yami yang masih sweat drop dengan tingkah Mokuba.

"Kalau begitu, tolong pilihkan mana baju yang cocok untuk kupakai ya!!" kata Mokuba yang langsung berlari menuju kamarnya.

"Ini pasti akan lama…" gumam Yami pada dirinya sendiri.

End Flashback

"Ha… ini sih udah pasti telat…" kata Yami yang sudah pasrah akan takdirnya(?!)

"Nah!! Ayo Yami!!! Kita berangkat!!" kata Mokuba dengan riangnya.

"Lho Mokuba… itu kan bajunya sama seperti dengan yang kau pake dihari-hari biasa kan??" Tanya Yami penuh keheranan.

"Tidak ko!!" kata Mokuba dengan percaya dirinya. "Baju ini bedanya dengan baju dihari-hari biasanya adalah jarak antara warna satu dengan yang lainnya o,5cm, sedangkan ketebalan warnanya lebih tebal 0,1% dari warna yang biasanya dan juga panjang bajunya bertambah 0,6mm Yami!! Masa kau tidak sadar." Kata Mokuba memberitahu.

"………" yang pasti saat itu Yami tak bisa berkata apa-apa karena menahan marah.

"Lho Yami?? Kau tunggu apa lagi??" Tanya Mokuba heran.

"Ayo pergi! Kita sudah telat." Kata Yami yang langsung menuju mobil milik Kaiba.

"Ayo!!!" teriak Mokuba histeris.

(~!#$%^&*)

"LAMA!!!" teriak Jou sambil merenggangkan tubuhnya yang pegal.

"Sabar Jou. Mereka pasti akan datang…" ucap Honda yang memang sudah pasrah.

"Tapi sampai kapan??"

"Wah!!! Mereka sudah pada datang duluan Yami!!" Kata Mokuba sambil berlari ketempat Yugi dkk.

"Itu mereka datang!!" Kata Otogi yang akhirnya mengeluarkan suaranya.

"Maaf kami terlambat…" kata Yami yang sedikit menyesal karena sangat terlambat.

"Tidak apa-apa kok." Kata Yugi dan Anzu bersamaan. Kalau Yugi, jelas dia keasyikan baca novel sambil nunggu Yami dan Mokuba, sedangkan Anzu… kalian bisa menebaknya sendiri.

Nonohana: Lho kok tulisannya bisa menebaknya sendiri??

Anzu: Iya benar!!! Padahal aku sudah berdandan secantik mungkin(?!) untuk bertemu Yami kok bagian plotku Cuma sedikit??

Author: Kalau Anzu sih tak masalah… dia mah ditendang kelaut aja!

Anzu: APWAH!!!

Author: Nantangin berantem hah?? *Ngeluarin senapannya lagi.*

Anzu: Siapa takut!!

Author: Tunggu… kalau begitu aku tak usah langsung bertarung melawanmu deh…

Anzu: Tuhkan kau takut!

Author: Aku panggil si Alucard dari HELLSING aja deh! Biar kau mati lebih sadis!! ^^

Anzu: Beraninya Cuma nyuruh orang aja!

Author: Ho… beraninya kau mengatai si Alucard ya…

Alucard: Jadi apa perintahmu??

Author: Tidak ada!! Cuma ingin memberitahu aja bahwa perempuan disana yang bernama Anzu itu udah ngatain kamu vampire tingkat rendah, lemah, pemalas, sama sekali gak sadis, kalau meminum darah manusia… kau dibilang masih Newbie ama Anzu deh!

Anzu: Ap-

Alucard: Hmm… berarti dia adalah vampire yang melebihi level A ya…

Author: Katanya dia udah level S lho! Dan dia bilang setiap vampire yang ngelawan dia tuh selalu nyebut dia monster!

Alucard: Ijinkan aku bertarung melawannya! *smirk*

Author: Silakan! ^^

Anzu: *Udah siap ama kartu duel mosternya yang amat sangat lemah!!!!* Si-siapa takut!!

3 menit kemudian

Author: Wah! Tontonan yang menarik!! ^^

Alucard: Katanya dia kuat??

Author: Kalau itu sih dia yang cerita… jadi aku gak terlalu tau Alucard~

Alucard: Tapi dia bukan vampire… hanya manusia biasa.

Author: Tapi katanya dia, dia itu vampire terkenal lho!

Alucard: Heh… aku jadi meninggalkan misi dari Interga hanya untuk urusan makhluk lemah begini??

Author: Ya udah! Kalau gitu cepetan balik buat ngerjain misi dari si Interga gih… baru 3 menit berlalu lho…

Alucard: Aku terasa seperti sudah berjam-jam…

Author: Itu karena musuhmu yang lemah… -_-

Alucard: Kalau begitu saatnya membasni para Ghoul!

Author: Sayonara!!

Anzu: *Keadaanya kini sudah tidak bisa dikenalin karena sebagian tubuhnya sudah menjadi darah akibat tembakan pistol Alucard, angota tubuhnya sudah terpencar dan berserakan dimana-mana dan yang pastinya dia sudah tidak hidup…*

Author: Wah!! Dia udah mati!! ^^

All: *Sweat drop*

Author:Tadi adegan darahnya banyak sekali!! Sisi psycho ku sudah hidup kembali!!

All: Daripada didiemin mati mendingan di idupin sekarang deh si Ancur(?!)

Author: Punya sih Nectar… tapi malas ah… chapter depan aja baru idupin dia lagi… nanti makin berisik nih studio kalau dia idup lagi…-_-

All: Kalau begitu fanficnya dimulai lagi dong!

Author: Iya-iya!

*Loading, reload, refresh wait a moment*

"Tidak apa-apa kok." Kata Yugi dan Anzu bersamaan. Kalau Yugi, jelas dia keasyikan baca novel sambil nunggu Yami dan Mokuba, sedangkan Anzu… dia gara-gara lagi falling in love with Yami… (A/N: Saya nulis bagian ini… jujur kayak udah mau mati… -_-ll)

"Kau sudah membuat kami hampir menunggu selama 35 menit lewat 3 detik…" ucap Jou berusaha setenang mungkin tetapi malah membuat yang lain ketakutan.

"Su-sudahlah Jou… kau tak perlu marah seperti itu…" kata Honda mencoba menenangkan Jou.

"Daripada membahas masalah ini terus… bagaiman kalau kita langsung pergi ke Game stasion." Kata Yugi mengusulkan.

"Kau benar Yugi…" kata Jou yang mulai tenang…

"Kalau begitu kita harus cepat membeli karcis." Kata Anzu mengusulkan.

"Kalau begitu naik mobilku saja. Muat kok untuk kita semua." Kata Mokuba yang udah cengar cengir dari tadi.

"Kalau begitu ayo!!" Kata Jou yang udah langsung menuju tempat parkir mobil.

"Huwa!! Jou kau jangan curang begitu!" kata Honda yang langsung menyusul Jou.

Otogi hanya bisa geleng-geleng kepala. Sedangkan yang lain segera menyusul mereka sebelum mereka membuat keonaran dengan para bodyguard Mokuba.

(~!#$%^&*)

Sesampainya mereka didalam mobil Mokuba (Limousin) mereka melakukan aktifitas masing-masing. Honda, Jou dan Otogi sedang asyik berperang mulut satu dengan yang lainnya, Mokuba sedang mendengarkan music lewat MP3nya, Anzu sedang ngobrol (A/N: Baca ngerayu) dengan Yami diiringi semangat yang berkobar-kobar, Yami dia sedang mendengarkan celotehan Anzu yang tidak jelas dan Yugi sedang melanjutkan membaca novel lagi di dalam mobil Mokuba.

"Dan terus aku berkata kepada Miho bahwa aku tidak tertarik akan hal itu lalu ia bla bla bla bla" kat Anzu dengan semangatnya.

*Sampai kapan ini akan terus berlanjut…* pikir Yami dalam hati.

"He… jadi begitu…" gumam Yugi sangat kecil, tetapi bisa didengar oleh Yami.

*Iya juga ya… Yugi dari tadi terus membaca novel itu terus… kira-kira novel apa ya??* pikir Yami penasaran.

"Dan terus bla bla bla bla" celoteh Anzu tampa memperdulikan Yami.

"Yugi." panggil Yami

"Ya… ada apa??" Yugi menjawab dengan muka yang innocent yang kontan membuat wajah Yami jadi agak sedikit memerah.

"Kau dari tadi baca novel apa??" Tanya Yami

"Oh ini! Ini novel Shelock Holmes yang terbaru… aku baru membelinya kemarin… jadi karena penasaran aku membawanya untuk dibaca selama perjalanan." Kata Yugi pada Yami.

"Kau juga suka novel Sherlock Holmes?!!" Tanya Yami kaget.

"Iya! Analisisnya keren banget terus kasusnya juga gak bisa ditebak, apalagi kalau lagi masuk kedalam hipotesa si Holmes…" kata Yugi dengan antusias.

"Kau sudah baca kasus yang judulnya Peristiwa di sekolah Priory??" Tanya Yami yang makin antusias.

"Sudah!" jawab Yugi dengan semangat.

"Aku tak pernah menyangka lho bahwa yang menculik anak si Holdernesse ternyata dia sendiri!!" kata Yami yang makin antusias

"Ya… didunia ini tak ada yang mustahil atau tidak mungkin… makanya aku mencoba menjadi detektif hanya untuk mengetahui seluk beluk dunia ini seperti apa…" tutur Yugi lembut sambil mengeluarkan seulas senyum tipis.

"Ya… tidak ada yang akan pernah tahu isi hati manusia…" kata Yami

Sementara Yugi dan Yami asyik mengobrol, Anzu menjadi seseorang yang terlupakan disitu karena tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

Yami POV

"Ya… tidak ada yang akan pernah tahu isi hati manusia…" kata ku.

"Ya… isi hati manusia memang tidak bisa ditebak… memang kalau luarnya bisa ditebak… tapi menurutku, hati manusia itu bagaikan lautan yang amat dalam yang tidak diketahui seberapa dalamnya lautan itu… sama seperti hati manusia… semakin kita ingin mengetahui isi hati mereka, maka akan semakin jauh juga diri kita untuk mengetahui isi hati orang tersebut." Tutur Yugi sangat lembut. Yang membuat wajahku lagi-lagi memerah.

"Ya… kau benar…" jawabku lagi. Selagi itu aku terus berpikir…bahwa Yugi tak seperti yang dikatakan Seto… dia memunyai sisi lembut yang tidak diketahui orang lain, tidak hanya sifat percaya diri saja, memiliki mata yang cukup indah. Entah kenapa aku jadi ingin melihat semua ekspresinya pada saat-saat tertentu. Dan juga… wajahnya juga amat manis dibandingkan dengan perempuan…

"Lho… Yami?? Kenapa wajahmu jadi memerah begitu??" Tanya Yugi yang mebangunkan ku dari lamunan.

"Ah… tidak apa-apa kok…" kataku meyakikan Yugi.

"Benarkah??" Tanya Yugi dengan wajah yang amat imut dihiasi oleh raut kekhawatiran dimukanya.

Tolong jangan tunjukkan muka itu!!! Aku tidak tahu jadinya kalau aku tak bisa mengendalikan tubuhku lagi!!

End Yami POV

"Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?

Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?

Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?

Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?,Hey hey ningen sucker! Hey hey ningen fucker?

Hey hey ningen sucker! Onorera eien ningen fucker

Ah ningen..."

Tiba-tiba alunan lagu What's Up People dari Maximum The Hormone mengalun dengan indahnya(?!), sehingga membuat hampir semua yang ada disitu sweat drop (A/N: Wahhh! Lagu kesukaanku nih!! Makanya dipanjangin dari pada yang biasanya. ^^)

"Moshi-moshi." Sapa Mokuba kepada sang penelepon.

"Jadi itu ringtonenya Mokuba??" Tanya Jou kaget.

"Apakah Kaiba tidak memarahinya??" Tanya Anzu bingung.

"Yami, apakah kau sudah tahu akan hal ini??" Tanya Yugi.

"Tidak… aku juga tidak tahu…" jawab Yami yang masih terkena sihir(?!) dari ringtome lagu Mokuba.

"Baiklah!" kata Mokuba mengakhiri acara telepon menelepon dengan seseorang.

"Ada apa Mokuba??" Tanya Anzu sambil membujuk Yami untuk berbicara dengannya lagi.

"Katanya nii-sama, dia suruh bilang ke Yami bahwa dia mendapatkan bukti baru tentang kasus dewa. Dan katanya dia menyuruh Yami untuk datang keruang kerjanya nanti." Kata Mokuba yang sudah memasang earphonenya lagi.

"Boleh membawa orangkan??" Tanya Yami pada Mokuba.

"Iya… kata nii-sama, kau disuruh bawa Yugi… soalnya nii-sama ingin tahu mana yang bisa memecahkan kasus ini lebih dulu… Kau atau Yugi"

"He… menarik…" kata Yugi yang sedari tadi mendengarkan perbincangan itu.

"Jadi bagaimana kau mau ikut??" Tanya Yami pada Yugi.

"Selama ada sesuatu yang menarik disitu… buat apa menolak??" kata Yugi.

"Kau benar…" balas Yami lagi.

(~!#$%^&*)

"Akhirnya sampai juga!" kata Mokuba yang langsung keluar dari dalam mobil.

"Kalau begitu,ayo langsung kesana!!" kata Jou yang juga ikut-ikutan hyperaktif(?!).

"Mereka seperti orang yang gak pernah ke game stasion aja…" kata Honda sweat drop.

"Dari pada itu… lebih baik kita ikuti mereka aja… sebelum membuat onar." Kata Otogi yang mulai mengikuti mereka.

"Ayo Yami!! Kita ikut mereka juga." Kata Anzu yang mulai menggandeng Yami.

"Uh… aku bisa jalan sendiri Anzu." Kata Yami mencoba melepaskan tangannya dari Anzu.

"Baiklah." Dengan Kecewa Anzu mulai melepas gandengannya.

"Lama juga tidak ke game station." Kata Yugi.

Saat mereka bertiga berjalan masuk mengikuti yang lain, Yami tidak sengaja menabrak seseorang.

"Hei… kalau jalan lihat-lihat dong!! Bajingan!! Nanti kalau pacarku luka bagaimana hah??!!" kata seseorang.

"Maaf." Kata Yami.

"Huh!! Dasar buta!! Ayo Ryou!!" kata orang itu kepada pacarnya.

"Eh… hah!! Malik?!!" teriak Yami histeris.

Author: Hah!!! Kok Malik?? O_O

Marik: Malik sayang!! Teganya kau meninggalkan aku!! Apa kau sebegitu inginnya menjadi seme?? Kalau begitu!! Malam ini kau boleh menjadi seme asal kau jangan meninggalkan ku!!!! T_T

Bakura: Malik!! You *BEEP*!!! Kalau kau berani memeluk Ryou meski tidak sengaja!!! Kubunuh kau!!

Ryou + Malik: *Sweat drop*

Author: Mereka berisik banget sih… -_-

All: Kalau mau mereka gak berisik… mendingan cepetan deh diganti tuh tulisannya…

Author: Berisik!! Kalau kalian berdua gak mau diam… saya panggil si Grell atau Sebastian buat negbunuh kalian berdua!!

Marik: Siapa takut!! Nanti 2 orang itu akan kumasukin ke shadow realm pake Millennium Rodku!!

Seth: Itu milikku!!! *Nendang kepala Marik*

Author: Ahahahaha!!!

Marik: Sakit dodol!!

Seth: Balikin Millennium Rodku atau… kau kubunuh!!

Bakura: Cepat!! Kembalikan Millennium Rodnya si mesum no.1! atau kau kumasukan ke shadow realm pakai Millennium Ringku!!!

Mahad: Kembalikan Millennium Ringku dasar pencuri!!!

Bakura: Masih hidup juga kau penyihir ilusi!!!

Mahad: Karena rohku akan selalu bersama pharaoh!

Bakura: Dasar!!! Kau itu selalu megikuti si pharaoh itu hah?!!

Mahad: Jangan menghina pharaoh!! Dasar kau pencuri rendahan!!!

Author: Ka-kayaknya… disini jadi makin berisik deh…-_-;

All: Makanya… cepat diganti noh tulisannya…

Author: Iya deh…

*Loading, reload, refresh wait a moment*

"Eh… hah!! Bakura?!!" teriak Yami histeris.

"Ah! Yami!! Kau juga datang?!" Tanya Ryou kaget.

"Heh… jadi si maniak misteri ini datang juga kesini?" sambung Bakura.

"Ma-masalah itu gak penting… yang penting kalian tak datang bersama duo mesum itukan??" Tanya Yami ketakutan.

"Mereka tidak mau datang saat kami ajak." Jawab Ryou.

"Itu karena mereka mau melanjutkan 'kegiatan' yang mereka lakukan tadi malam sebanyak 69 ronde… dan kudengar dari si duo mesum itu, mereka juga pake posisi 69." Lanjut Bakura yang masih merangkul Ryou.

"Siapa Yami??" Tanya Yugi pada Yami.

"Mereka adalah teman-temanku sewaktu di Mesir. Yang ini namanya Ryou, dan yang mukanya garang ini namanya Bakura." Kata Yami sambil mengenalkan mereka pada Yugi. "Ryou, Bakura kenalkan ini Yugi. Dia temanku di unversitas Domino sekarang." Jelas Yami pada Bakura dan Ryou.

"Salam kenal Yugi-kun!" Kata Ryou senang.

"Salam kenal Ryou-kun, Bakura!" kata Yugi ikut membalas salam perkenalan Ryou.

"Salam kenal… pendek!" kata Bakura.

"Pen-" kata Yugi shock.

*Perkenalan yang langsung membekas…* pikir Yami sweat drop.

"Ka-kalau begitu… bagaiman kalau kita bermain bersama saja… sekalian… kalian kukenalkan pada teman-temanku yang lain" kata Yugi dengan sangat tenangnya. Tapi jika diperhatikan baik-baik dibelakang Yugi sudah ada banyak aura hitam pekat yang siap membunuh Bakura.

"Ayo!!!" kata Ryou bersemangat.

(~!#$%^&*)

"Hahaha!!! Jou kau kalah lagi!!" kata Otogi penuh dengan rasa kemenangan.

"Berisik!!!" kata Jou yang masih kesal karena dikalahkan terus.

"Menyerah saja kau Jou!! Kau tidak ada bakat!!" kata Otogi yang masih terus meremehkan Jou.

"Ugh!! Ayo ulang sekalilagi!!! Aku tahu kali ini aku bisa mengalahkanmu!!!" tantang Jou lagi.

"Boleh siapa takut??" tantang Otogi lagi.

Sedangkan Honda dan Mokuba, mereka sudah seperti kakak beradik yang sangat seperti seorang keluarga dibandingkan dengan keluarga Seto.

"Ah! Lagi-lagi aku kalah!!" Kata Mokuba kepada Honda yang sudah dikalahkan 3 kali dalam permainan Cowboi Shot.

"Mau melawanku sekalilagi??" Tanya Honda pada Mokuba.

"Boleh siapa takut??" tantang Mokuba kepada Honda.

"Baiklah kalau begitu." Honda mulai memasukan koin lagi kedalam mesin game itu.

Sedangkan Bakura dan Ryou, mereka sedang memadu kasih mereka di sebuah kursi peristirahatan, yang menyita banyak perhatian pengunjung karena aksi mereka yang terbilang bar-bar dan mesum, meski tak semesum si Marik dan Malik.

"Kura-chan… jangan disini dong… lihat semua orang melihati kita!" kata Ryou yang sekarang sedang ada di pangkuan Bakura.

"Tidak masalah! Kalau mereka mengatai kita berdua, biar kubunuh mereka." Kata Bakura yang mulai menyerang area sensitive Ryou disekitar leher.

"Ukh… kubilang jangan… AH!!! Bagus!! Teruskan!!" teriak Ryou tidak sadar.

"As you wish…" kata Bakura yang terus menyerang leher Ryou.

"Eh!! Bukan-bukan… maksudku berhenti!!! AH!!" teriak Ryou lagi saat area sensitivenya dicium oleh Bakura lagi.

"Aku tidak dengar apa yang kau bicarakan…" kata Bakura tidak mempedulikan omongan Ryou.

Uhm… beralih ketempat Yami. Diantara semua korban mayat Yami lah yang paling mengenaskan keadaannya(?!). Anzu yang sedari tadi bersamanya terus mengajak Yami ngobrol dengan omongan asal belentang-belentong, hingga Author kita tepar duluan sebelum mengetahui isi dari percakapan mereka.

"Jadi ketika si Mai berkata bla bla bla bla bla." Kata Anzu kepada Yami.

"Oh… begitu ya… aku tidak tahu akan hal itu??" kata Yami yang udah kesel setengah mati.

"Iya!! Jadi si bla bla bla bla bla." Kata Anzu lagi.

"He…" kata Yami yang sudah menahan amrahnya hingga mau mati.

Nah sekarang kita beralih ketempat Yugi. bisa dibilang dia yang keadaannya paling mulus dan tanpa setetes darahpun mengalir dari tubuhnya(?!).

Yugi POV

*Heh… jadi begitu…* aku mengerti. Ketika aku sedang memikirkan hal itu tiba-tiba seseorang menyenggolku.

"Ups… maaf." Katanya padaku.

"Tidak apa-apa." Balasku. Orang itu langsung pergi bersama beberapa 3 orang lain.

*He… kamar mandi ramai juga ya…* pikirku sambil melanjutkan dimana bacaanku berhenti. Tetapi entah mengapa aku mendapatkan firasat bahwa akan sesuatu terjadi sehingga aku tidak jadi melanjutkan membacaku dan terus saja memerhatikan pintu masuk toilet. *Orang yang tadi menabrakku keluar pertama setelah 2 menit, orang yang tampangnya agak seperti hantu… keluar kedua seyelah 3 menit dari orang pertama, orang yang mukanya seperti seorang bodyguard keluar ketiga setelah 24 menit dari orang kedua. Berarti tinggal yang laki-laki seperti orang china… mungkin itu keluar*.

15 menit kemudian.

*Ke-kenapa laki-laki itu belum juga keluar??* pikirku dalam kebingungan.

"Uh… Yami… aku mau ketoilet sebentar ya…" kata Anzu pada Yami.

"Yah.. silakan" jawab Yami pada Anzu.

*Orang itu belu keluar dari kamar mandi selama 15 menit lebih. Ini aneh. Hah!! Jangan-jangan!!* pikirku kaget.

"Cepat cepat…" gumam Anzu kecil

"Anzu!!! Jangan menyentuh kenop pintunya!!!" teriakku pada Anzu.

End Yugi POV

"Anzu!!! Jangan menyentuh kenop pintunya!!!" teriak Yugi pada Anzu. Sambil berlari ke toilet.

"Eh kenapa??" Tanya Anzu yang langsung berhenti didepan toilet.

"Yugi!! sebenarnya ada apa??" Tanya Yami sambil menyusul Yugi.

"Sebenarnya sejak tadi aku memerhatikan pintu masuk toilet. Dan ada 4 orang yang masuk kesini. Dan ada seorang yang belum keluar selama lebih dari 15 menit." Jelas Yugi pada Yami.

"Hah!!! Jangan-jangan?!" Yami langsung mempunyai pikiran yang sama dengan Yami.

"Ya… aku juga punya firasat yang sama denganmu." Kata Yugi pada Yami.

"Hoi!! Ada apa??" kata teman-teman Yugi yang lain sedang menyusul kekamar mandi.

"Sebenarnya ada apa?" Tanya Otogi yang langsung masuk keinti pembicaraan.

Kemudian mereka semua mendengar hasil pengamatan Yugi dan juga hipotesa Yugi.

"Ka-kalau begitu gawat!! Kita harus cepat mendobrak pintunya!!" kata Jou yang langsung ambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu.

"JANGAN!!!" teriak Yugi dan Yami bersamaan.

"Ke-kenapa??" Tanya Jou yang langsung mendadak tuli(?!).

"Jou!! Tempat toilet tuh kecil!! Kalau di dobrak nanti bisa menggeser barang bukti!!" kata Yugi mengingatkan Jou.

"Kalau begitu bagaimana??" Tanya Jou pada Yugi.

"Uh…" pikir Yugi keras.

"Biar aku yang masuk." Tiba-tiba Yami mengeluarkan suaranya.

Yami POV

"Biar aku yang masuk." Kataku pada yang lain.

"Tapi itu bahaya Yami!!" Kata Otogi pada Yami.

"Tapi badanku cukup muat untuk masuk kedalam ventilasi udara di toilet. Jadi aku bisa masuk kesana tanpa mengeser barang bukti sedikit pun." Jelasku pada yang lain.

"Baiklah kami mengerti. Yang penting kau harus hati-hati Yami." Ucap Yugi pda Yami.

"Aku tahu." Kataku lagi. Akupun mulai memanjat pintu toilet dan masuk kadalam ventilasi udara, dan mendarat di lantai dengan aman. Lalu kuperiksa denyut nadinya. "I-ini…"

End Yami POV

"Kenapa Yami?!" Tanya Yugi dari luar toilet.

"Kita sudah terlambat…" kata Yami dengan nada kecewa.

"Bohong…" kata Yugi tak percaya.

To be continued:

Jadi kejadian yang awalnya bermula untuk senang-senang tapi berakhir dengan kasus pembunuhan. Bagaimanakah Yugi dan Yami memecahkan kasus ini bersama?? Dan bukti baru apa lagi yang dipunyai Kaiba untuk kasus dewa??

Author: Hah! Akhirnya selese juga!!

Yami: Capek ya…

Author: Ya udah kalau gitu kalian yang balas review aja ya… ^^

All: Hah!!

Balasan Review:

Yuuri Uchiha-Namikaze:

Yami: Iya nih Yuuri-san si author kemarin update cepet gara-gara mau mainin P3Pnya yang baru dibeli makanya dia update dalam 1 hari. Dan untuk lemon… si author belajarnya udah selese ama si Diesty-sama jadi tenang aja!! Beberapa chapter lagi pasti aka nada lemon!!!! Dan nanti untuk masalah antara aku dan Aibou… aku tidak akan kasar kok~ nanti Aibou jadi sakit… aku tak tega!

All: Terimakasih atas reviewnya Yuuri-san

Uchiha 'Haruhi' Gaje:

Yami: Iya tuh Uchiha-san… si author emang update cepat kalau ada maunya. Kode dan kasusnya bikin ribet. Saya setuju!!! Soalnya saya ngapalin naskah dialognya itu setengah mati!!! Dan untuk FC'a itu aku gak peduli!! Yang kupeduliin adalah kalau ada orang mau bikin fans cowo buat Yugi!! Kubunuh Kau!!

Yugi: *Sweat drop*

All: Terimakasih reviewnya Uchiha-san

Messiah Hikari:

Yami: Iya nih… Fans cewe ku pada lebay semua… -_-. Aku sudah tertarik dengan Aibou kok sejak dulu hanya di naskahnya saja yang harus begitu.

Yugi: Kata author nanti kalau udah tamat pastih dikasih tau Messiah-san ^^

All: Terimakasih atas reviewnya Messiah-san!!

Kuzu here .kuzu there:

Yami: Benar!! Waktu di Mesir… gak ada yang percaya aku sepupuan ama si Seto.

Jou: Itu karena kalian beda jauh…

All: Terimakasih atas reviewnya Kuzu-san!

vi-chan91312:

Yami: Kata si author nanti di chapter akhir aka nada scan battle berdarahnya kok vi-san…

Pegasus: Benar~ tadinya karena aku ditolak oleh para fangirls Yami boy aku mau bikin fanboys, tapi jadinya malah aku dihajar mereka ampe babak belur! HUUWAAA! Kalian Jahat!!

Yami: Mati aja kau banci!!! *Nendang Pegasus* Nah tanda-tanda Puzzleshipping udah muncul disini!!! Jadi tenang aja vi-san!!!

All: Terimaksih banyak reviewnya vi-san!!!

Din-chan:

Yami: WHOT!! Anda juga gak ngerti jalur kasusnya?? Sama dong kayak saya!

Yugi: *Sweat drop*

Yami: Nanti aku ama Aibou bakal kerjasama kok buat nyelesain kasus! Tunggu aja tanggal mainnya Din-chan!!

All: Terimakasih atas reviewnya Din-chan!!

Collkid:

Yami: Author ngirim surat kekita. Katanya dia juga pernah punya HP lemot jadi dia kesel… nah pasalnya tuh dia gak boleh ganti HP baru sebelum HP lamanya rusak. Nah jadilah si author kita ini merusak Hpnya mulai dari dibanting pelan hingga kencang. Dan emang nih HP ngefans banget ama yang namanya rasa sakit(?!) jadi tuh HP gak pernah mati. Akhirnya author kita mulai putus asa dan berhenti melakukan aksi pembantingan HP. Suatu hari ketika hujan… author sedang berjalan untuk pergi les… dan dia gak sengaja jatuhin HPnya pas lagi sms-an ama temennya. Jatulah HP itu dikubangan air hujan… dan alhasil si author dibelikan HP baru yang lebih cepat dari yang dulu… -_-

Yugi: iya tuh Yugi emang sok famous! Nah untuk Pegasus dia itu mirip ama dewa Dionisius. Habisnya sang author kita bilang kalau dalam mitology yunani Dionisius adalah dewa anggur yg selalu membuat keonaran,kekerasan(?!) dan kejahilan.

Kaiba: Saba raja Collkis-san!! Nanti Puppyshipping pasti ada kok!! Saya udah sogok si author supaya bikin Puppyshipping 1 chapter full lemon!!

Jou: *Blush* Baka…

All: Terimakasih banyak untuk reviewnya Collkid-san!!

Dika the WINGed kuriboh:

Yami: Yah!!! Saya sudah muncul!!!

Yugi: Iya Dika-san… si author sendiri waktu bikin kodenya aja ampe berkutat di depan laptop berjam-jam kok! ^^

Yami: Iya… waktu dulu saya suka nyakitin Aibou… T_T maafkan aku Aibou…

Yugi: *Sweat drop*

All: Terimakasih atas review anda Dika-san!!!

Author: Nah balas review udah selese.

All: Oh… begitu. Sebenarnya nih… kami pengen nanya dari dulu…

Author: Apa??

All: Ini fanfic sebenernya lebih ke Angst atau Humor sih…

Author: Awal-awal humor itu mesti di banyakin dulu… kalau uda mulai masuk di bagian klimaks… nanti angst, tagis-tangisan, keputus asaan baru ada tuh! ^^

All: Dimana-mana cerita kalau udah Angst statusnya… angst terus ampe akhir…

Author: Gak juga… nanti aku juga bakal ada *BEEP* dan itu jauh dari kata Angst. Dan saat teman-temanku kuceritain hal itu… mereka pada setuju dan malah bantuin lagi gimana caranya supaya lebih *BEEP* lagi… -_-

All: *Sweat drop*

Author: Malah mereka suruh nambahin ada adegan *BEEP*, *BEEP*, *BEEP*, *BEEP* dan *BEEP*. Aku yang emang awalnya pecinta *BEEP* sejati… lagsung setuju akan hal itu yang berencana akan memasukkanya di *BEEP*.

All: Sensorin kata itu ilangin napa!!!

Author: Ntar jadinya spoiler bego!! -_-

All: Jadi mau diganti nih status Angstnya??

Author: Malas ah… -_-

All: Makannya… kita saranin dari awal bikin humor aja… jangan ada Angst…

Author: Jadi kalian mau ada adegan Agst??

All: *Angguk-angguk*

Author: Berarti kalau saya bikin para uke atau seme mati setelah melakukan *BEEP* gak masalah ya…

All: JANGAN!!!

Author: Makannya jangan banyak minta… atau… saya kurangi masing-masing jatah 'LEMON'nya!!!!

Para Seme: Maaf!!!

Para Uke: *Sweat drop*

Author: Bagus!! *Sekarang saya jadi ngerti enaknya jadi author…*

All: *Jaw drop*

Author: Nah bagi para readers kalau udah selese dibaca jangan lupa untuk di review ya!!! ^^

All: See you at the next chapter!!!