Author: HUUWAAA!!! Gomennasai!!! Hontouni Gomennasai!!! Saya telat banget updatenya!!!
Yami: BEGO!!! Kenapa bisa hah?!!!!!
Author: Ini gara-gara internatan dirumah saya lagi eror!!!
Kaiba: Kalau begitu ke warnet juga bisakan!!
Author: Saya lagi gak uangnya!! Jadi gak bisa ke warnet!!
Anzu: Minta orangtua juga langsung jadi!
Author: Orangtua saya lagi ada diluar kota dua-duannya…
Mokuba: Kalau pakai tabungan di bank?
Author: Gak mau!!! Soalnya saya lagi nabung buat beli *BEEP*!
Jou: Emangnya tabunganmu uda ada berapa?? Bukannya kalau ditambah ongkos antar harganya bisa di atas *BEEP*??
Author: Tabunganku baru nyampe *BEEP*!!! Jadi kurang *BEEP*
Yugi: Kenapa pake disensor segala?
Author: *Sweat drop* Yang ini benar-benar privasi Yugi… soalnya nanti temen-temen saya pada ngatain saya *BEEP*… -_-;
Yugi: Naru hodo!!!
Author: By the way… kemarin aku ada kalimat yang salah ngetik… jadi nanti disini akan ada pembenarannya. Jadi sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para readers *bow*… -_-ll
Yami: Ya sudah kalau begitu. Oh ya… kenapa gak belajar? Minggu depankan kau bilang ada UTS??
Author: *Pundung* To-tolong… jangan ingatkan tentang UTS lagi…
Ryou: HUUWAA!!! Auranya… su-suram banget!!!
Author: Tersiksa banget saya mendengar kata UTS. Apalagi pembagian jadwalnya…
Bakura: Emangnya udah dibagiin jadwalnya??
Author: Udah… hari pertama langsung Matematika…
Mokuba: La-langsung matematika??
Author: *Makin pundung* Iya… terus Selasanyakan libur gara-gara hari raya nyepi… jadi Rabu 2 pelajaran… disitu ada pelajaran IPA…
Honda: Wah! Itukan pelajaran yang katamu gurunya sering korupsi.
Yugi: *Sweat drop* Ko-korupsi.
Author: Maksudnya sering gak hadir… dia Pembina pramuka… jadi dia sering gak hadir gara-gara pergi keluar negeri melulu buat lomba pramuka…
Yami: Terus tuh guru kalau ngajar sering dapat teleponkan??
Author: Iya… dia naik ke lantai 3 aja makan waktu 15 menit dipotong ama dapat telepon melulu + ngurusin beberapa anak yang berisik… potonglah kira-kira 25 menit. Belum lagi nyeramahin anak-anak kalau lagi marah… di potong lagi kurang lebih 15 menit… waktu belajar IPA itu 80 menit jadi… 80 menit – 55 menit = 25 menit. Jadi kita tuh diajar gak nyampe ½ jam!!!!
All: *Sweat drop*
Kaiba: Hum… bisa nge hack computer??
Author: Bisa dong!!!
Kaiba: Kalau gitu di hack aja computer sekolahmu. Terus semua nilaimu dijadiin 85 semua!!!
Author: *Sweat drop* Itu namanya kejahatan dodol!! Kalau ketahuan nanti bisa dikeluarin ama kepala sekolah!!! O_O;
Kaiba: Kalau gitu sogok aja kepala sekolahnya!!!
Atuhor: *Jaw drop* Tuh kepala sekolah kan selalu sok murni… si kumis selalu bilang 'kami tidak mengundang kalian kesekolah ini! Kalian lah yang mengundang diri kalian masuk kesekolah ini sendiri!! Jadi jangan pernah kalian dengar yang namanya sogok menyogok! Kami tidak menerima hal kotor seperti itu!' disetiap kalau dia pidato upacara hari Senin… -_-ll
All: Kepala sekolah yang baik…
Author: Saking saya lebih sering dengar dia dipanggil kumis tipis atau apalah untuk julukan murid-murid kepada kepala sekolah. Saya lupa nama kepala sekolah saya sendiri!! Hahahahaha!!!
All: *Sweat drop* Murid yang tidak baik… O_O;
Author: Terus karena anak-anak OSIS pada kesel ama tuh kepala sekolah, setiap kita rapat tiada hari tanpa mengejek beliau… Hahahaha!!!
Yami: Organisasi sekolah yang buruk… -_-
Author: Biarin!!! Terus… *Ngomong ampe 2 jam*
All: *Lama…*
Author: Ya udahlah!! Karena para kru udah pada kelamaan menunggu jadi kita mulai aja!!
All: Lho kok bisa tau!!!!!!
Author: Saya belajar ilmu supaya bisa baca pikiran orang oleh Reborn sensei dari anime Katekyo Hitman Reborn!
???: Ciaossu
All: Eh…
Author: Reborn sensei!!
Reborn: Ciaossu. Nonohana!!
Author: Reborn sensei!!!
Reborn: Berisik!! *Nendang kepala author*
Author: Guh!! *Tepar*
All: *Ini yang namanya Reborn… masih bayi ah…*
Reborn: Karena aku Arcobaleno. Atau bisa dibilang aku adalah hitman!
All: Yang bener aja!!!
Author: Ugh… daripada bikin readers makin lama nunggu mendingan dimulai saja ceritanya… ugh… tak ada pilihan lain… Malik, Marik… kalian bacain disclaimer ama warningnya… kalau gitu… sampai berjumpa lagi… di soul city… *Mati*
All: …
???: Oi… Rukia… beneran nih roh orangnya??
Rukia: Benar!! Dasar kau bodoh Ichigo!
Ichigo: Tapi… reatsu orang ini meskipun udah mati… kuat banget…
Rukia: Kalau begitu cepat!! Nanti para holow keburu memakan jiwanya…
Ichigo: I-iya… *Ngirim arwah author ke soul city*
Rukia: Kenapa kau Ichigo??
Ichigo: Tidak… hanya berharap sekarang soul city baik-baik saja.
All: Mereka shinigami tuh…
Reborn: Tampaknya… *Ngelus-ngelus Leon*
Di Soul City
???: Selamat! Sekarang kau sudah menjadi Captain dari squad 3.
Author: Terimakasih Yamato Genryuusai soutaicho.
Genryuusai: Aku mengharapkan yang terbaik dari pekerjaanmu.
Author: Baik!
Kembali ke studio
Kaiba: Padahal baru 3 menit si author uda jadi captain dari squad 3 aja…
Yami: Dari pada itu… mendingan dimulai deh ceritanya.
Yugi: Iya juga ya.
Jou: Kalau begitu… Malik! Marik! Kalian bacakan disclaimer ama warningnya seperti yang disuruh author.
Marik: Mana si author itu!! Mau kumasukin ke shadow realm ya!!! Gara-gara ganggu jam rated M ku dengan Malik tercinta(?!)
Malik: Dari pada itu… Marik imut(?!)… kita cepat-cepat saja bacain disclaimer ama warningnya. Biar nanti kita bisa melanjutkan activitas kita.
Ishis: Malik… kenapa kau jadi seperti ini…
Malik: Baiklah!! Yu-Gi-Oh! Bukan punya sang author kita, dia hanya pinjem characternya aja ama nama tempatnya. Ide kasusnya juga gak murni dari author… dia mesti refrensi dulu ama novel kesayangannya abis itu di edit lagi… yang punya author kita itu hanyalah berupa code-code kasus saja. Dan Marik sayang… dia itu milikku!!!
Marik: Malik sayang!! Aku cinta padamu!!! *Mulai melakukan make-out session*
Kaiba: Ehm! Jangan buat orang lain pada ngiri(?!) disini!
Marik: Kenapa Kaiba… kau tinggal melakukannya juga dengan anjing kesayanganmu saja kan??
Kaiba: Kami semua masih punya harga diri disini!!!
Yami: Benar!!! Kami bukan binatang(?!) liar sepertimu! Kami masih punya harga diri!!
Kaiba + Yami: Jadi cepat baca warningnya!!!
Jou + Yugi: *Sweat drop*
Marik: Iya iya… dicerita ini mungkin terlalu basa basi oleh kasus pembunuhan, darah, analisis yang gak jelas ama beberapa hint yaoi, pairing yang bakal ada disini pasti ada Puzzleshipping, Puppyshipping, Tendershipping ama sedikit Bronzeshipping. Ingat!!! Aku dan Malik sayang adalah pasangan yang paling the best(?!) makanya pilih kami!!! Dengan cara ketik Bronzeshipping, kirim ke 666! Yang gak memilih kami!! Aku masukkan ke shadow realm!!
All – Malik: *Jaw drop* dasar gila… -_-ll
Malik: KYAAA!!! Marik sayang!!! Kau keren!!!
Marik: Kalau begitu… ayo kita lanjutkan kegiatan kita Malik sayang!! *mengangkat Malik ala bridal style*
Malik: Iya!!! *udah masuk kamar bereng ama Marik*
Ishis: Malik… kenapa kau sekarang jadi mesum gara-gara si kepala durian(?!) itu!
All – Marik + Malik + Ishis: *Kasian ya jadi Ishis*
Ishis: Ka-kalau begitu mari kita semua memulai ceritanya… hiks…
All – Marik + Malik + Ishis: *Sweat drop masal* -_-;;
With A Rope!
(~!#$%^&*)
"Hmm… jadi tampaknya… orang ini ditusuk sampai mati oleh seseorang, dan mayatnya ditinggalkan begitu saja… tampaknya… pelaku kejahatan ini orang luar…" kata salah seorang polisi.
"Tapi tidak juga Dartz keibu… soalnya jika langsung ditusuk mati lalu pergi… seharusnya pisaunya masih menancap di perut korban." Kata Yugi menyelak omongan Dartz.
"Tapi bisa dilihat dengan jelas, bekas darahnya yang tampak terseret ini membuktikan bahwa mayatnya ditarik lagi untuk memasuki toilet." Kata Dartz kepada Yugi.
"Tapi bekas ini tidaklah seperti badan seorang manusia yang ditarik melainkan hanya cipratan darah yang tergesek oleh salah sepatu kami karena tiba-tiba berkumpul didepan toilet." Kata Yami tiba-tiba menyelak.
"Naru hodo. Eh, kamu… siapa??" tanya Dartz kebingungan.
"Aku?? Namaku Titan Atem, tapi menurutku nama itu terlalu formal… jadi silakan panggil aku Yami kalau kau mau…" kata Yami memberitahu Dartz.
"Ho… kau detektif yang terkenal di negara Mesir ya…" kata Dartz pada Yami.
"Aku tak menyangka bahwa di Jepang aku sangat terkenal…" kata Yami.
"Hah… begitulah…" jawab Dartz.
"Dari pada itu keibu… tidakkah lebih baik jika anda memberitahu data korban malang ini…" ucap Yugi kepada Dartz sambil sweat drop dengan aura(?!) disekitarnya.
"Baiklah. Korbannya adalah Imori, 21 tahun" kata Dartz.
"Lalu… siapa saja yang menjadi tersangka?" Tanya Yami kepada Dartz
"Tersangkanya ada 3 orang yaitu Ushio 21 tahun, Kotsuzaka 17 tahun, dan Yoshimori 35 tahun." Kata Dartz.
"Lalu Yugi… mereka masuknya kapan?" Tanya Yami pada Yugi.
"Ya… Imori-san masuk pertama, kemudian disusul oleh Yoshimori-san 3 menit kemudian, lalu Kotsuzaka-san masuk 2menit setelah Yoshimori-san masuk, 2 menit kemudian Yoshimori-san dan Kotsuzaka-san keluar dan waktu mereka keluar berbarengan dengan waktu masuknya Ushio-san, lalu 3 menit kemudian Ushio-san keluar lagi" jelas Yugi "Lalu setelah kutunggu sampai sekitar 15 menit Imori-san masih belum keluar. Dan pada akhirnya…" kata Yugi.
"Aku mengerti." Kata Yami tiba-tiba.
"Eh… mengerti apa??" tanya Dartz pada Yami.
"Kemungkinan besar pelakunya masuk melalui ventilasi udara dengan memanjatnya seperti caraku untuk melihat keadaan korban." Kata Yami pada Dartz. "Itukan yang kaupikirkan Yugi?" tanya Yami pada Yugi.
"Umm… menurutku caranya juga begitu… soalnya itu satu-satunya cara supaya sipelaku bisa masuk ke dalam toilet dan membunuh Imori-san tanpa ketahuan." Kata Yugi pada Yami.
"Baiklah kalau begitu, hei ka-" tiba-tiba omongan Dartz terputus karena ada sebuah interupsi besar-besaran.
"KYAAAAAA!!! Ada mayat!!!" teriak seseorang histeris.
"WAH!!! Kau benar Bakura ada mayat!!" teriak seseorang menjawab teriakan Bakura.
Author: Cut cut!!!
All: Eh ada apa??
Author: Ada apa? Ada apa kupingmu tuli(?!)!!!!
All: Kok jadi sewot sih… -_-
Author: Ya iyalah!!! Orang si Bakura mana mungkin bisa teriak 'KYAAAAAA!!!' kayak begitu!!!
All: Oh… aku baru nyadar…
Bakura: *Sweat drop* *BEEP*!!! Enak aja kalian nyamain aku kayak banci kaleng Pegasus!!! O_O;
Ryou: Sudahlah Bakura…
Bakura: Mana aku bisa sabar Ryou!!! Mereka semua menyamakan aku dengan banci kaleng kayak Pegasus!!!
Author: *Angkat tangan* Aku gak ikutan lho…
All: *Sweat drop*
Pegasus: Gak usah takut begitu dong Kura boy~ kan aku jadi ada temennya~ kita berdua akan bikin club yang namanya club banci kaleng!!! Nama buatanmu itu fantastis sekali Kura boy! Kujamin! Club kita akan terkenal keseluruh dunia!!!!
Bakura: MATIIIIIIIIIII!!!!!
SFX: DDUUUUUUUUUUUAAAAAAAAAARRRR!!!
Pegasus: KYAA!!(?!)
Author: Ah!!! Bazokaku!!!!
All: Lagi-lagi senjata kesayangannya si author muncul… -_-
Author: Gak masalahkan!!! Daripada jet tempurnya Hiruma yang dari Eyeshield 21!!! Bisa-bisa tempat ini jadi tinggal puing-puing doang!!!!
All: *Sweat drop* Lebih bahaya dari author… -_-;
???: YA-HA!!!!
All: Eh… ya-ha??
Author: GLEK! Gaya bicara ini jangan-jangan…
???: Ada apa manggil-manggil gw author sialan!!!
Author: Yang benar aja!!! Masa Hiruma bener-bener muncul!!!
Hiruma: Kekekekeke. Soalnya aku adalah setan dari neraka. Kekeke.
All: Setan!!!!!!
Hiruma: Enak aja manggil gw setan!!! Mau gw jadiin abu nih studio.
Author: JANGAN!!!
Hiruma: Kalau gitu aku minta bahan ancaman seseorang. 1 aja udah cukup buat nyelamatin nih bangunan. Kekekeke.
Author: *Ngasih bahan ancaman* Ini. Mahon diterima.
All: *Jaw drop* O_Oll
Hiruma: Bagus. Kalau begitu, selamat bersenang-senang dengan bangunan tua ini. Kekekeke.
Author: Terimakasih atas belas kasihnya.
Hiruma: *Pergi pake pesawat jet tempur* YA-HAAA!!!
All: Setan…
Author: Ya… aku tahu…
All: Mendingan cepet dilanjutin lagi deh… atau orang seperti itu akan muncul lagi.
Author: Iya…
*Loading, reload, refesh wait a moment *
"KYAAAAAA!!! Ada mayat!!!" teriak seseorang histeris.
"WAH!!! Kau benar Malik sayang!!!! Adaa mayat!!!! Kata seseorang berkepala durian.
"Kita harus mengabadikan moment ini Marik cinta!!!!" teriak Malik.
"Kau benar Malik imut!!! Kita akan abadikan gambar ini agar hotel kita lebih tampak hidup(?!) dan tidak seperti rumah mayat(?!)" kata Marik mengeluarkan semua idenya.
"!!!!!!!!!" teriak suara seseorang dengan ganasnya.
"Ada apa Kura-chan??" tanya Malik pada Bakura.
"Sudah kubilang berapa kali!!!! Jangan pernah memajang hasil foto kalian di dinding hotel!!!!" kata Bakura dengan sangat emosi.
"Kenapa Kura?? Kau tidak suka??" tanya Marik tanpa berdosa.
"Tidak suka!!!! Kalian hanya berbicara itu!!!!" kata Bakura makin emosi.
"Tak apakan… lagian pemilik hotelnya tak bermasalah." Kata Marik makin santai.
"KALIAN MAU AKU DISURUH MEMBAYAR GANTI RUGI OLEH PEMILIK HOTEL GARA-GARA KITA DISANGKA MELAKUKAN RITUAL OCCULT TERLARANG HAAAAAH!!!!" kata Bakura emosi sampai gak ada titik komanya.
"Wah!!! Berarti kita sudah berbakat Marik cinta!!! Kita telah membuat pemilik hotel tergerak melihat hasil karya kita!!!" teriak Malik senang.
"Kau benar Malik cinta!!!! Kalau begitu!!! Ayo kita merayakannya dengan 'berpesta' semalam suntuk!!!!" kata Marik makin histeris.
"BBLEEEEEEEEEETAAAAAAK!!!!" bunyi benda dipukul kekepala seseorang berbunyi dengan nyaringnya.
"OOOOOOOOOOOOOOOOWW" teriak Marik dengan histerisnya.
"Marik sayang!!!!" teriak Malik dengan lebaynya.
"Hehehe… kalian ingin benar-benar membuat suasana hotel benar-benar hidupya…" kata Bakura dengan nada horor.
"Tentu saja Kura!!! Kita akan membuat hotel tempat kita menginap semakin hidup!!!" teriiak Marik histeris.
"kalau begitu kau ingin merasakan hidup seperti gambar yang ada difoto kalian??" tanya Bakura dengan nada yang massih horor.
"Tu-tunggu Kura… aku tahu kau marah ta-tapi janga emosi seperti ini!!!!" teriak Marik histeris.
"Hehehe… akan kubuat kau merasakan apa yang namanya hidup…" kata Bakura lagi.
"!!!!!!!!" teriakan Marik menggelegar.
"TIDAK!!! MARIK CINTA!!!!" tangis Malik dengan lebaynya.
"HAHAHAHAHA!!! HIDUPLAH KAU MARIK!!!! HAHAHAHAHA!!!" tawa Bakura senang.
"… aneh…" kata Jou.
"Ya… aneh…" kata Honda lagi.
"Sangat… 'ajaib' sekali" sambung Otogi.
"Aku tak pernah tahu bahwa Yami punya teman seperti itu." Kata Mokuba.
"Teman-temanmu 'unik' sekali ya Yami~" kata Anzu yang masih berusaha pedekate ama Yami.
"I-iya…" kata Yami sambil sweat drop dengan keadaan Marik yang kini sudah disalib, tapi anehnya dia masih hidup + senyum 'kesenengan' dan juga dengan usaha Anzu untuk pedekate ama dirinya.
"Jadi itu yang namanya Malik dan Marik ya…" kata Yugi.
"Aku tak menyangka detektif terkenal sepertimu akan mempunyai teman seperti mereka." Kata Dartz sinis kepada Yami.
"Terimakasih atas pujiannya. Dan anda juga hebat sekali keibu telah mau memperhatikan semua tingkah lakuku." Kata Yami sinis.
"Tentu saja aku akan memperhatikan tingkah lakumu dan Yugi, karena…" bisik Dartz sangat pelan hingga tidak ada yang mendengarnya, karena semuanya sedang tertuju dengan adegan pembunuhan yang amat sangat jarang ini.
"HUUWAAA!!! MARIK CINTA!!!!" teriak Malik makin histeris.
"Hehehe… HAHAHAHAHA!!!!!" Bakura tertawa senang.
"Semoga mereka tak melihatku…" gumam Yami pelan.
"Kalau nii-sama ngeliat ini dia pasti bakal nyruh Isono buang mereka ketempat sampah…" kata Mokuba.
"Kakakmu kejam banget ama manusia…" kata Jou sweat drop.
"Itu udah yang paling baik Jou… biasanya kalau mereka bukan kenalan Yami, mereka pasti udah dibuang ke pulau tanpa penghuni." Kata Mokuba tanpa rasa bersalah. Yang langsung membuat Yami, Yugi, Jou, Honda, Otogi dan Anzu bersweat drop ria.
"Kaiba… ternyata orang seperti itu ya…" kata Yugi.
"Aku tak pernah menyangka Seto seperti itu…" kata Yami.
"Ternyata rich boy lebih kejam dari pada dugaanku…" kata Jou.
Setelah itu mereka terus melakukan perbincangan mereka tentang kalau ada oarang seperti Malik dan Marik dihadapan Kaiba akan diapakan kira-kira… tetapi saat mereka hampir mencapai 'klimaks' dari kesimpulan gosip(?!) mereka, ada interupsi mengganggu lagi.
"HUWAAA!!!! YAMI!!! TOLONG MARIK SEKSI DARI SIKSAAN BAKURA!!! HUUWAAA!!!!" tangis Malik terhadap Yami.
"HAHAHAHA!!!! MATI!!! KAU KEPALA DURIAN!!!!" kata Bakura dengan bahagianya.
"Uh… baiklah… akan kuhentikan Bakura… tapi… kalian jangan mengganggu penyelidikan ini lagi…" kata Yami sweat drop antara tangisan Malik yang amat sangat lebay dan juga keadaan Marik yang amat sangat mengenaskan… yang entah kenapa orang yang satu ini tetep aja masih senyum dengan gembiranya dengan siksaan si Bakura.
"Iya…" kata Malik yang udah agak tenang.
"Hah… oy Bakura!!! Hentikan adegan ini. Kau mau aku membuatmu masuk penjara dan tak bisa bersama Ryou lagi." Kata Yami pada Bakura.
"Dia yang salah Yami! Jadi biarkan aku menyiksa mereka sampai puas!" kata Bakura. "HAHAHA!!! Rasakan ini lagi kepala durian." Kata Bakura sambil menusuk badan Marik dengan paku kayu yang ukurannya hampir seperti kepalan tangan orang dewasa.
"Mereka sudah berjanji tidak akan melakukannya lagi… jadi hentikan… apa kau mau Ryou yang sedari tadi kau tiggali di bangku depan situ di rebut oleh laki-laki lain…" kata Yami dengan amat sangat datar dan tanpa perasaan.
"…" Bakura terdiam hening.
"Bagaimana?" tanya Yami.
"RYOOOUUU!!!!" teriak Bakura yang langsung lari kebangku yang adaa didepan DDR.
"MARIK!!! SAYANG!!!!" teriak Malik histeris.
"Malik… sayang… terimakasih untuk selama ini… sa… yo… na… ra…" kata Marik sekarat.
"TTIIIIIIDDDDDAAAAAAAKKKKKKKKK!!" teriak Malik makin histeris. "JANGAN MATI DULU MARIK SAYANG!!! AYO KITA KERUMAH SAKIT SEKARANG!!! PASTI MASIH SEMPAT!!!!" Jeritan Malik makin hiesteris, sambil membopong Marik ke rumah sakit terdekat sebelum dia mati eh ralat ralat! Maksudnya sebalum dia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Nah… pengganggu sudah pergi." Kata Dartz.
"Kali ini aku setuju denganmu." Kata Yami pada Dartz.
"Oh…" kata Dartz.
"Dari pada begitu… kalian berdua lebih baik cepat melanjutkan penyelidikan!" teriak Yugi.
"Baiklah kalau begitu." Kata Dartz.
"Aku setuju." Kata Yami.
"Kalau begitu, kalian bertiga silakan lewati veentilasi udara toilet itu." Kata Dartz.
"Kalau begitu Yoshimori-san, silakan anda duluan." Kata Yugi pada Yoshimori.
"Baik." Kata Yoshimori sambil berjalan menaiki ventilasi udara. Dia bisa masuk dengan gampang, akan tetapi dia tak bisa keluar karena tertahan oleh punggungnya. "Uh… sepertinya aku tak bisa keluar…" kata Yoshimori pada Dartz.
"Humm… bailah kalau begitu." Kata Dartz. "Kalau begitu selanjutnya Kotsuzaka-san." Lanjut Dartz lagi.
"Uh… baik." Katanya tanpa ada aura sedikitpun. Dia bisa keluar masuk dengan gampang melalui ventilasi udara itu karena ukuran badannya yang bisa dibilang kecil.
"Heh… bisa keluar masuknya dengan gampang ya…" kata Yami.
"Iya… ini karena ukuran badanku yang agak kecil." Kata Kotsuzaka.
"Apakah kau mersakan adanya kesulitan saat memanjatnya??" tanya Yugi.
"Tidak." Kata Kotsuzaka.
"Kalau begitu, kemungkinan dia menjadi pelakunya sangat besar." Kata Dartz.
"Tapi belum tentu dia pelakunya." Kata Yami.
"Kau benar." Kata Yugi.
"Um… apakah aku harus mencoba juga??" tanya seseorang yang tiba-tiba mengganggu percakapan mereka.
"Tidak usah. Sekali lihatpun semua orang juga tahu bahwa kau tak bisa melewartinya Ushio-san" Kata Yami.
"Baiklah." Kata Ushio sambil berdiri ditempatnya semula.
"Kalau begitu kami akan mencari barang bukti lain disekitar sini." Kata Dartz pada Yami dan Yugi.
"Terimakasih atas pertolongannya Dartz keibu." Kata Yugi dengan seulas senyum.
"Kalau begitu bisakah kami pulang??" tanya Yoshimori.
"Tidak bisa. Kalian harus menunggu lebih lama lagi." Kata Yami.
"… baiklah." Jawab Yoshimori.
Yugi POV
"Bagaimana ini… tak ada trik lain yang bisa dilakukan sipelaku kecuali memanjat dinding ventilasi, tapi entah mengapa aku merasakan bukan itulah caranya… ayo Yugi… berpikir, berpikir. Kalau yang dilakukan Holmes saat ini kemungkinannya adalah melihat kembali barang buktinya dengan teliti dan akan mencapai suatu kesimpulan hebat… barang bukti! Jangan-jangan!" pikiranku terputus dan langsung melihat pisau yang digunakan untuk membunuh Imori-san. "Aneh… kenapa bercak darahnya lebih banyak digagang pisau? Bukankah kalau begitu identitasnya akan segera terbongkar… jangan-jangan!" pikiranku lagi-lagi terputus dan langsung memanjat keatas ventilasi udara dan mencari cari sesuatu yang akan menjadi bukti kuat.
"Yugi. apa yang kau lakukan??" tanya Jou.
"Sebentar saja Jou ada yang harus kupastikan." Kataku.
"Dimana… dimana…kalau dugaanku tepat harusnya ada disekitar sini… ayo… ayo…" pikirku terus sambil mencari bukti yang amat kuat itu. "Ketemu! Jadi kalau benar alatnya akan ada disitu!" pikirku yang langsung berlari keluar toilet.
End Yugi POV
"Oy… Yugi… kau mau kemana??" tanya Honda.
"Sebentar Honda aku ingin keluar sebentar saja." Kata Yugi yang langsung berlari. Tanpa menyadari Yami sedang memerhatikan tingkah laku Yugi sedari tadi.
Yami POV
"Apa yang iya dapatkan? Dari tadi dia hanya melihat pisau ini saja…" pikirku sambil mengambil pisau itu. "Jangan-jangan!" aku langsung menaiki ventilasi udara tadi dan menemukan sebercak darah yang luput dari perhatiaanku. "Jadi begitu triknya… tidak buruk juga kau Yugi." pikirku sambil ikut keluar toilet untuk ketempat sampah di belakang geedung ini mengikuti Yugi. "Ternyata perkiraan Seto benar juga…" aku mulai berlari ketempat Yugi berada sambil tersenyum.
End Yami POV
(~!#$%^&*)
"Seharusnya ada disini…" kata Yugi yang agak kelelahan mencari seutas tali yang menjadi trik pembunuhan ini. "Argh! Harusnya ada disini!" teriak Yugi yang mulai agak frustasi.
"Mau kubantu?" Tiba-tiba ada suara barittone yang menegurnya dari belakang.
"Eh… Yami?" tanya Yugi kaget. "… begitu ya… jadi kau juga sudah tau triknya…" kata Yugi pada Yami.
"Trik yang gampang tapi menipu…" kata Yami.
"Ya… kau benar…" kata Yugi lagi. Dan keheningan langsung menghampiri mereka, mereka terlalu serius untuk mencari seutas taliyang akan menjadi trik pembunuhan itu. Lalu tiba-tiba Yugi memanjat naik ketumpukkan kotak-kotak bekas dan menemukan barang bukti itu.
"Itu dia!!! Itu talinya!!" teriak Yugi. yang membuat Yami mengambil posisi yang sama dengannya.
"Kau benar!" kata Yami.
"Tapi terlalu tinggi… kita tak akan bisa mencapainya" kata Yugi lesu.
"Bisa saja." Kata Yami sambil turun dari tumpukan kotak itu. "Kau naik saja kepunggungku" kata Yami santai.
"Eh… apa tidak apa-apa?" tanya Yugi
"Tidak apa-apa. Aku kuat kok." Kata Yami pada Yugi yang agak merasa gelisah. Yami mulai membungkukkan badannya agar tubuh mungil Yugi bisa naik kepunggungnya.
"Maaf ya…" kata Yugi dan mulai menaiki punggung Yami.
"Bagaimana? Sudah pas??" Tanya Yami.
"Agak kekiri sedikit." Kata Yugi memberikan komando.
"Sudah…" tanya Yami yang sudah mulai agak keberatan sedikit.
"Sedikit lagi" kata Yugi yang berusaha meraih tali yang tersangkut diantara jendela gedung.
"… begini…" kata Yami yang mulai sudah tidak kuat lagi.
"Yak… sedikit lagi, sedikit lagi… dapat!!!!" teriak Yugi saat mendapatkan talinya. Tetapi pada saat itu keseimbangan badan Yami goyang dan menyebabkan mereka berdua jatuh.
"BRUUUAAAAKKKKKK!!!!!!" dan pada akhirnya mereka tetap saja jatuh.
Keadaan mereka saat ini sudah seperti makanan tumpuk, Yami berada diatas Yugi, jarak kepala Yami dan Yugi hanya tinggal 1 senti lagi kalau mereka tidak menghentikan badan mereka saat jatuh, salah satu tanganya menahan kepala Yugi agar kepalanya tidak terbentur lantai dan tangan yang satunya lagi tidak sengaja masuk ke dalam baju Yugi dan memegang pinggang Yugi yang membuat bajunya agak sedikit terbuka dibagian perut, sedangkan kakinya, kakinya berada diantara kaki Yugi yang saat ini beradaa dibawahnya. Keadaan Yugi. salah satu tangannya menggantung di leher Yami dan satunya lagi berada dilantai untuk menahan berat badan mereka berdua saat jatuh dan kakinya saat ini tengah terbuka lebar. Mungkin saat ini kalau Yami sudah berpacaran dengan Yugi, Yami mungkin akan langsung mencium Yugi tanpa hentinya hingga kehabisan nafas bahkan akan sampai ke make out session kaarena posisi saat ini benar-benar mendukung. Sayang sang dewi Aphrodite sedang tidak berpihak pada Yami. (A/N: AHAHAHAHAHAHA!!! Malang amat nasibnya Yami.)
"Ah!! Maaf!!" kata Yugi yang tersadar dari situasi ini.
"Tidak ini aku yang salah." Kata Yami yang langsung memindahkan posisi tubuhnya disamping Yugi.
"Ti-tidak apa-apa…" kata Yugi dengan muka yang sedikit memerah karena kejadian tadi.
"Kalau begitu ayo kita langsung ke Dartz keibu untuk memberitahu siapa pelakunya." Kata Yami. Yang sebenarnya masih memikirkan kejadian tadi.
"I-iya kau benar Yami." Kata Yugi yang masih agak gugup.
(~!#$%^&*)
"Jadi… kalian berdua sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya??" Tanya Dartz.
"Tentu saja keibu… trik yang pelaku gunakan itu sangatlah gamapng hingga menipu siapa saja." Kata Yami.
"Jadi trik apa yang digunakan si pelaku??" Tanya Dartz.
"Triknya sangat gampang yaitu ketika sang korban sendirian sang pelaku datang menemuinya dan berbincang dengannya." Kata Yami.
"Dan saat si korban lengah si pelaku langsung melempar pisau keperut korban dan menekan pisau itu agar memastikan si korban langsung tewas." Kata Yugi yang mengambil barang bukti pisau.
"Lihat… kalau diperhatikan ada bekas darah terhapuskan." Jelas Yami.
"Lalu bagaimana caranya si pelaku memasukkan tubuh korban ketoilet??" Tanya Jou.
"Bukannya kalau asal dilempar akan mengeluarkan bunyi yang keras dan sipelaku akan langsung ketahuan." Kata Honda.
"Makanya tadi kami keluar sebentar untuk mencari ini." Kata Yugi menunjukkan seutas tali yang agak panjang.
"Trik yang digunakan si pelaku adalah mengikat pisau yang digunakan tadi untuk membunuh sang korban dengan longgar, kemudian dia melempar badan korban bersama dengan pisau yang tertusuk di perutnya." Jelas Yami.
"Jadi meskipun tusukan pisau diperut korban tidak bertahan lama ketika jatuh karena gravitasi, setidaknya itu akan memperkecil bunyi jasad korban yang jatuh." Jelas Yugi melanjutkan penjelasan Yami.
"Dan pada saat kita semua lengah dia memasukkan tali yang menjadi salah satuu barang bukti ini kedalam jaketnya dan langsung membuangnya ketempat pembuangan sampah yang ada dibelakang gedung ini." Lanjut Yami lagi.
"Ja-jadi… kalau begitu… pelakunya…" kata Otogi yang sudah menengok ke pria yang menjadi tersangka tetap itu.
"Benar! Pelakunya adalah anda Ushio-san!!!" kata Yami dan Yugi berbarengan.
"Ugh… ah… ahahahahahahahaha!!!!! Aku pelakunya?? Mana mungkin!!!" teriak Ushio.
"Kalau begitu… baiklah." Kata Yami.
"Yami apa kau serius…" kata Mokuba pada Yami.
"Sstt…" bisik Yami pada Mokuba. Dan Mokuba langsung mengerti pentujuk Yami langsung diam melihat kejadian ini lagi.
"Lihat keibu-san!!!! Mana Mungkin aku pelakunya!!! Mereka ini hanya anak kecil!!!! Jangan dipercaya!!!" teriak Ushio sambil menunjuk kepaada Yami dan Yugi.
"Ta-tapi mereka berdua sudah banyak sekali memecahkan kasus sulit…" kata Dartz berusaha menenangkan.
"BAH!!! Persetan dengan kasus sulit!!! Yang penting aku bukan pelakunya!!!" teriak Ushio lagi.
"Kalau begitu maaf." Kata Yugi pada Ushio.
"Heh… akhirnya kau mengakui kesalahanmu juga." Kata Ushio sinis pada Yugi.
"Terimakasih. Tapi bolehkah aku bertanya pada anda Ushio-san??" Tanya Yugi pada Ushio.
"Silakan!!" kata Ushio singkat.
"Kudengar anda berpropesi sebagai Bodyguard, kalau bodyguard sekali terluka tidak akan tanggung-tanggung kan?? Lalu kenapa hanya jari tengah anda saja yang terluka? Ataukah anda berusaha menyembunyikan bercak darah yang tidak bisa hilang dijari tengah anda sehingga tidak ketahuan? Hei cepat jawab Ushio-san." Kata Yugi dengan tenang.
"Ugh… MINGGIR!!!" teriak Ushio sambil mendorong tubuh Yugi hinga jatuh.
"Yugi!!!" teriak Honda, Jou dan Otogi.
"Hei kalian cepat ringkus dia!!! Jangan sampai dia kabur!!!" kata Dartz memerintah anak buahnya.
"Baik!!!" teriak semua anak buah Dartz sambil mencoba menghentikan Ushio. Tapi apa daya, semua anak buah Dartz tumbang oleh Ushio karena kalah oleh besar badan.
"Maaf keibu kami tidak bisa menghentikannya." Kata salah satu anak buah Dartz yang tadi mencoba menghentikannya.
"Sial." Umpat Dartz sambil mulai mengambil pistol yang ada disaku bajunya, dia sudah siap mau menekan pelatuk pistol tapi dia menghentikannya karena melihat Yami sedang ada didepan pintu toilet untuk menahan Ushio.
"KYAA!!! Yami!!!" teriak Anzu ketakutan.
"MINGGIR!!!" teriak Ushio lagi sambil mengibaskan sebelah tangannya untuk menjatuhkan Yami, seperti cara dia menjatuhkan Yugi hingga terjengkal. Akan tetapi kali ini dia gagal akibat berhadapan dengan Yami yang sudah bersiap untuk menghadapi serangan Ushio untuk melarikan diri. Yami menangkap sebelah tangan Ushio, mencengkaramnya dengan sangat kuat dan langsung membanting tubuh Ushio menggunakan gaya Judo.
"Bagaimana rasanya diringkus seperti ini??" Tanya Yami dengan nada sakartisk pada Ushio.
"Lepaskan!!! Kau *BEEP*!!!" teriak Ushio pada Yami.
"Aku akan melepaskanmu, setelah kau diborgol." Kata Yami sambil memborgol Ushio.
"Terimakasih atas bantuan anda." Kata Dartz yang langsung pergi sambil menggiring sipelaku.
"Sama-sama." Kata Yami.
"A-aku tak menyangka si Yami kuat sekaliuntuk membanting tubuh Ushio…" kata Jou sweat drop.
"Oh… kalian tidak tahu ya… si Yami itu adalah anak dari Aknumkanon… jadi dia itu pangeran dinegara Mesir." Kata Mokuba.
"SERIUS!!!" teriak Honda kaget.
"Serius kok!! Makannya Yami sudah belajar ilmu beladiri sejak berumur 7 tahun" kata Mokuba.
"Keren~" kata Anzu sambil memandang Yami.
"Aku tak menyangka dia orang sepenting itu di Mesir sana…" kata Otogi lemas.
"Maaf kalau membuat kalian jadi menyangka." Kata Yami.
"HUUWAA!!! Tidak apa-apa kok!!!" kata Jou.
"Hah… Yugi kau tidak apa-apa??" Tanya Yami pada Yugi.
"Ah… ya… aku tidak apa-apa…" kata Yugi sambil berusaha bangun. Tapi tiba-tiba tangan Yami langsung membantunya untuk bangun.
"Jangan memaksakan diri." Kata Yami pada Yugi.
"Ah… ya… terimakasih." Kata Yugi yang masih agak gugup karena kejadian di'belakang' gedung tadi. Disaat itu tiba-tiba ada alunan bunyi lagu berbunyi lagi.
"Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?
Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?
Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?
Hey hey ah ningen sucker ah nigen ningen fucker?
Hey hey ningen sucker! Hey hey ningen fucker?
Hey hey ningen sucker! Onorera eien ningen fucker
Wameku saga
Henken inken ningen
Kusoda ugokidase ore fight"
"Ah… ada telepon!" kata Mokuba sambil mengangkat telepon.
"Kalau Seto tahu bagaiman ya??" kata Yami lirih.
"Aku juga tidak tahu…" Kata Yugi.
"Moshi moshi. Ah nii-sama ada apa??"
"WAH!!! Kaiba yang telepon!!! Kira-kira ada apa ya??" pikir Jou dalam hati.
"Iya nii-sama kami akan segera pulang." Kata Mokuba sambil menutup teleponnya.
"Ada apa Mokuba??" Tanya Yami pada Mokuba.
"Nii-sama telepon katanya dia sudah sampai dirumah dan menyuruh kita semua untuk datang." Kata Mokuba pada Yami
"Kalau begitu buat apalagi menunggu! Ayo!!!" kata Jou dengan semangat.
"WAH!!! Jou tunggu!!!!" kata Honda dan Otogi.
"Ayo Yugi!" kata Yami pada Yugi. yang dibalas oleh anggukan kepala.
"Yami tunggu!!!" teriak Anzu sambil mencoba mengejar Yami.
"Kira-kira apa ya buktinya itu…" pikir Yugi dalam hati.
To be continued:
Jadi kasus di game stasion berhasil terpecahkan dengan mulus. Kini Yugi cs sedang berangkat pergi kerumah Kaiba untuk mengetahui apa petunjuk baru untuk kasus dewa. Dan apakah benar jika Yami benar-benar jatuh cinta kepada Yugi. Apakah kira-kira tujuan si pelaku sebenarnya?
Author: Selese juga!!!!
Yami: Gak belajar??
Author: GLEK
Yugi: Kenapa anda mendadak pucat??
Author: Kalian aja yang balas reviewnya *Ngacir buat langsung belajar*
Yami: Dasar!!!
Balasan review:
Uchiha 'Haruhi' Gaje:
Yami: Iya tuh si mokie pake milih-milih pake baju segala, udah kayak cewek aja…
Mokuba: Salahkan Author yang bikin karakterku jadi kayak begitu.
Yugi: Eh!!! Benarkah anda pernah baca kasus pembunuhan ditoilet dari conan?? Kalau begitu ini ketidak sengajaan. Dan semoga hasil penyelidikannya gak sama juga ya… ^^
All: Terimakasih untuk reviewnya Uchiha 'Haruhi' Gaje-san!
Messiah Hikari:
Yami: Iya tuh gendang telingaku hampir pecah gara-gara dengerin omongannya si ratu gosip(?!)
Duo M: Gak Kami yang paling the best dibandingkan Ryou Bakura.
Ryou: *Swet drop*
All: Terimakasih reviewnya Messiah Hikari-san.
Dika the WINGed Kuriboh:
Anzu: Biarin si Yami kan keren!!!!
Yami: *Jaw drop*
Yugi: Namanya si Anzu sekarang jadi manju ya…
Yami: Dari pada manju lebih sosok jadi ancur… -_-
Yugi: *Sweat drop*
All: Terimakasih reviewnya Dika the WINGed Kuriboh-san!
coolkid4869:
Kaiba: Saya janji 100%
Jou: *Swet drop*
Yugi: Requestnya diterima coolkid-san
Yami: Ares nanti pasti dimunculin kok!!
All: Terimakasih atas reviewnya coolkid4869-san
Yuuri Uchiha-Namikaze:
Yami: … rasanya kalau saya melakukan apa-apa pasti salah… *Pundung*
Yugi: *Sweat drop*
Para Seme: Enak aja!!! Si author udah kita paksa supaya dibikin gak ada yang mati!!!
Para Uke: Kami… mati…
All: Terimakasih atas reviewnya Yuuri Uchiha-Namikaze-san
Din-chan:
Yami: Yak!!! Pelakunya sudah tertangkap Din-chan!!!
Kaiba: Dan untuk Puppyshipping dichapter depan udah mulai muncul kok!!! Muahahahaha!!!!
Jou: Dasar gila…
All: Termakasih atas reviewnya Din-chan!!!!
Yami: Dan untuk para readers sekal lagi mohon maaf untuk keterlambatan update yang hampir 1 bulan ini… harap dimengerti…
Yugi: Dan tolong jangan lupa setelah membaca ini diriview ya… *Puppy dog eye*
All: See you next chapter!!!!!!! ^^
