Author: Maaf untuk ketelatan update minna-sama!!!!!
All: Bukan telat lagi ini sih namanya tapi HIATUS!!!!!!
Author: Saya tahu saya salah tapi kata hiatusnya jangan di capslock… -_-
All: Salah sendiri!
Author: Kan lagi musim ulangan jadi wajar…
All: Si pereviewmu udah mau UAN tetep OL…
Author: Urusai! Urusai! Urusai!!!!! Pegasus!!!! Dartz!!!! Kalian bacain disclaimer dan Warningnya!!!!!!!!!!!!!!!!
Pegasus: Baiklah Bo~!! Yu-Gi-Oh! Bukan punya sang author kita, dia hanya pinjem characternya aja ama nama tempatnya. Ide kasusnya juga gak murni dari author… dia mesti refrensi dulu ama novel kesayangannya~ abis itu di edit lagi dech~ yang punya author kita itu hanyalah berupa code-code kasus saja, dan sejarah yang nanti dia buat sendiri lho~.
Dartz: Dicerita ini mungkin terlalu basa basi oleh kasus pembunuhan, darah, gore scene, analisis yang gak jelas ama beberapa hint yaoi, pairing yang bakal ada disini pasti ada Puzzleshipping, Puppyshipping, Tendershipping ama sedikit Bronzeshipping, Suportshipping dan Misguideshipping.
Yami: *Bisik-bisik ama yang lain* Eh tau gak si Author itu kena marah lho ama guru PKn nya…
All-Yami: Masa??
Author: Gak usah dibahas lagi deh!
All: Cuma mau tahu aja, kenapa kena marah…
Author: Saya kena marah gara-gara nilai PKn UTS saya mendapat 98…
All: *Dapat 98 kok malah diomelin???*
Author: Katanya sih bisa dapat 100, tapi saya teledor dinomor 50…
All: Yang ini salahmu…
Author: Saya bilang! Maaf pak! Saya salah menghitaminya!! Tapi malah gak dipercaya…
All: …
Author: Ah!!! Lama!!! The story is begin now!
All: Eh?!
The Truth!
(~!#$%^&*)
"Eh! Kita gak memanggil kedua temanmu yang ada di bangku DDR??"
"Oh ya! Aku lupa! Terimakasih mangingatkanku Yugi!" kata Yami sambil segera menuju ketempat Bakura dan Ryou, tetapi tiba-tiba Yami berhenti. "Kau mau ikut Yugi??" tanya Yami pada Yugi.
"Boleh!" kata Yugi yang langsung menyusul Yami.
"Kok rasanya aku dilupakan ya…" kata Anzu lirih melihat Yami dan Yugi yang berjalan berdampingan sambil menuju ketempat Bakura dan Ryou.
"Ah!!!" kata Yami yang kaget melihat keadaan Ryou dan Bakura yang sedang melakukan adegan yang tidak senonoh itu.
"Bakura! Hentikan ada Yami!!!!!!!!!" kata Ryou yang malu terhadap perlakuan Bakura yang kini sedang asyik bermain dengan lehernya.
"Aku tidak peduli!!!" kata Bakura yang sudah memasukkan tangannya kedalam baju Ryou dan mulai meraba dada Ryou dengan tangannya yang bebas.
"Ehm! Tapi Ryou benar aku ada disini bersama Yugi!!!" kata Yami yang kini mukanya udah agak sedikit merona melihat keadaan panas itu dan langsung melirik ke Yugi yang kini keadaannya mukanya sudah merah semua, yang membuat mukanya menjadi makin manis.
"Ha! Kalau kau juga mau melakukannya dengan Yugi, tinggal lakukan saja! Tak usah menggangguku dan Ryou!" kata Bakura sambil melirik kepada Yami.
"Apa maksudmu!!!!" kata Yami yang udah kesal.
"Ah! Tak usah bohong! Kalian sudah pacarankan! Aku sudah melihatnya sendiri." Kata Bakura yang kini posisinya sudah melepaskan Ryou dan duduk dengan sempurna menghadap Yami.
"Melihat apa??" tanya Yami pada Bakura.
"Ah kau tak usah berpura-pura lagi Yami. Tadi aku melihat kau dan Yugi yang sedang dibelakang gedung bagian tempat pembuangan." Kata Bakura pada Yami.
"Hah?? Melihat apa??" tanya Yami pada Bakura yang udah punya bahwa Bakura tuh lagi salah paham.
"Hah…" Bakura menghela napas panjang.
Flash back (Bakura POV)
"Hah!!! Yami brengsek! Beraninya dia bilang begitu tentang Ryou!" kata ku kesal sambil mengelilingi Game station.
"Sedikit lagi…" tiba-tiba terdengar suara yang gak jelas.
"Hah??" kataku yang melirik melewati jendela. *Yami!!!!* pikirku kaget saat melihat keadaan panas milik Yami dan Yugi yang mengalahkan panasnya milikku dan Ryou. Yaitu Yami sedang diatas Yugi.
(PS: Mulai dari sini khayalan Bakura yang ratednya mencapai M melalui pendengaran Bakura, padahal sebenarnya gak ada suara apa-apa.)
"Ya-yami… hentikan…" kata Yugi lirih.
"Tidak bisa Yugi… aku sudah menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Mana mungkin dengan gampangnya Yugi, kalau kau ingin kabur dariku coba saja lepaskan dirimu sendiri dari cengkramanku." Bisik Yami dengan nada seduktif.
"Yami! Lepaskan aku!" teriak Yugi yang mukanya sudah mulai memerah saat Yami memasukkan tangannya kedalam baju Yugi untuk mulai meraba dada Yugi. "Yami hen-MMPH!!!" kata-kata Yugi terhenti karena Yami menempelkan bibirnya dengan bibir Yugi dengan penuh nafsu, seakan-akan kehilangan Yugi esok hari. "Ah! Yam-MMPH!!!!" lagi-lagi kata-kata Yugi terputus karena Yami menempelkan bibirnya dengan bibir Yugi, kali ini Yami memasukkan lidahnya secara paksa kedalam mulut Yugi. duel perebutan hak pun terjadi. Yugi terus mendorong lidah Yami agar keluar dari mulutnya, sedangkan Yami terus memaksa agar lidahnya bisa mendominasi mulut Yugi sepenuhnya. Tapi apadaya, Yugi kalah karena sudah mulai kekurangan udara dan Yami menang akibat nafsunya yang berlebihan. "Ah…" erang Yugi pelan, tapi Yami tidak puas jika hanya mendengar erangan pelan dari Yugi saja, ia ingin suara Yugi yang bagaikan alunan musik yang sangat indah itu terdengar kencang ditelinganya, maka Yami mulai memainkan benjolan yang ada didada Yugi dengan satu tangannya dengan lihai sementara sebelah tangannya menahan agar kepala Yugi dari bawah agar tidak memutuskan ciuman panas itu dan tidak membuat kepala Yugi terluka akibat kepalanya terbentur dengan tanah. "Ah!" kini erangan Yugi menjadi lebih keras.
"Hehe… Yugi, kau menikmatinya??" tanya Yami yang kini tangannya sudah berpindah diri dalam baju Yugi menjadi kedalam celana Yugi untuk memainkan 'milik' Yugi.
"Ah!!!" kini erangan Yugi menjadi lebih kencang daripada sebelumnya karena Yami sudah menggenggam miliknya.
"Kau menyukainyakan Yugi??" tanya Yami sambil mulai mencium dearah sensitif leher Yugi dan menggerakkan tangannya yang masih menggenggam milik Yugi keatas dan kebawah.
"Ah!!!" erangan Yugi semakin menggila ketika Yami mulai menjilati dan menggigiti leher Yugi sehingga meninggalkan bekas merah dileher Yugi.
"Aku suka sekali teriakanmu Yugi!" kata Yami yang kini mulai menjilati dan menggigiti telinga Yugi. dan masih bermain dengan 'milik' Yugi.
"AH!!!!!!! YAMI!!!!" teriak Yugi pada Yami saat mengeluarkan cairan putih yang sedari tadi ditunggu Yami.
"Hm… rasamu enak sekali Yugi." kata Yami pada Yugi sambil menjilat cairan putih yang berada ditangannya.
"Hah hah…" Yugi tak bisa berbuat apa-apa kerana perlakuan Yami.
"Yugi, jika kau dalam keadaan seperti ini aku tak tahan untuk memilikimu sepenuhnya. Sayang kita sedang bukan diruangan pribadi." Bisik Yami seduktif sambil mulai mencium mulut Yugi lagi.
[Selesai dari khayalan berat (Baca: Mesum) Bakura]
"Hah! Aku tak menyangka si calon pharaoh itu bisa berlaku seperti itu!" kataku pada diri sendiri. "Aku tak boleh kalah" kataku lagi sambil menuju ketempat Ryou.
End flash back (Bakura POV)
"Kau berkhayal mesum yang keterlaluan Bakura!!!" kata Yami marah pada Bakura. Karena khayalan Bakura yang ngelantur keujung manapun.
"Heh?? Jadi bukan begitu yang sebenarnya??" tanya Bakura bingung.
"Bukan!! Waktu itu aku dan Yugi jatuh hanya karena mau mengambil barang bukti!" kata Yami dengan muka yang amat merah, sedangkan Yugi sudah tak bisa berkomentar apa-apa karena malu.
"Bakura! Cepat minta maaf pada Yami dan Yugi." kata Ryou meminta (Baca: Memerintah) Bakura agar minta maaf pada Yami dan Yugi.
"Sudahlah Ryou! Lagi pula aku tak terlalu memikirkannya." Kata Yami pada Ryou.
"Uh… baiklah Yami…" kata Ryou mengalah.
"Daripada itu, apakah kalian mau ikut denganku dan yang lain kerumah Seto??" tanya Yami pada Ryou dan Bakura.
"Boleh! Sudahlama kami tidak bertemu Seto!" kata Ryou semangat.
"Kalau begitu ayo!!" kata Yami.
"Kura, kau jangan ngambek begitu karena salah satu dari sekian khayalan yang kau ceritakan padaku itu salah." Kata Ryou berusaha membujuk Bakura.
"Uh… Yami, kalau kita tidak buru-buru nanti yang lain keburu marah…" kata Yugi mengingatkan Yami, karena mereka sudah meninggalkan yang lain kurang lebih 10 menit.
"Iya. Bakura ayo kita pergi!!!" kata Yami memerintah Bakura.
"Jangan perintah aku brengsek!!!!" kata Bakura yang langsung menyusul Ryou, Yami dan Yugi yang sudah jalan duluan.
(~!#$%^&*)
"Uh… Yami dan Yugi lama!" kata Mokuba yang mulai mengeluh.
"Mungkin sebentar lagi Mokuba. Kau tahu kan teman Yami yang namanya Bakura itu seperti apa." Kata Jou mengingatkan Mokuba.
"Ah ya! Aku lupa!" kata Mokuba yang membuat Jou dan yang lain sweat drop.
"Ah! Itu mereka!" kata Anzu sambil menunjuk Yami, Yugi, Bakura dan Ryou yang sedang menuju kearah mereka.
"Lama!" kata Mokuba pada Yami.
"Maaf Mokuba. Tadi ada suatu masalah sebentar." Kata Yami menjelaskan pada Mokuba.
"Daripada itu ayo kita segera pergi. Atau Kaiba akan mrah karena kita membuatnya menunggu lama." Kata Honda mengingatkan yang lain.
"Oh! Kau benar Honda!" kata Otogi menyetujui usul Honda.
"Kalau begitu ayo semuanya masuk!!!" kata Anzu dengan penuh semangat.
"Iya!" jawab yang lain kecuali Yugi, Yami dan Mokuba.
(~!#$%^&*)
"He… jadi kalian kenal dengan Yami sejak dibangku SMA ya??" tanya Anzu pada Ryou dan Bakura.
"Ya. Waktu itu dia masih jadi pangeran yang sombong dan tak mau bergaul. Tidak ada bedanya dengan si Kaiba Seto itu." Kata Bakura dengan nada sakartisk.
"Terimakasih atas pujiannnya. Bakura-san." Balas Yami dengan nada yang tidak kalah sakartisknya.
"Ah! Yami bukannya itu temanmu?" kata Mokuba sambil menyuruh bodyguardnya memberhentikan mobil.
"Itu kalau tidak salah namanya Marik dan Malik ya?" tanya Yug sambil mengalihkan pandangannya dari buku yang ia baca.
"Bagaimana kalau kau ajak mereka Yami!" usul Mokuba dengan semangat.
"He…" yang lain hanya bisa sweat drop akan usul Mokuba.
"Kan makin banyak orang makin seru!" lanjut Mokuba lagi.
"Ah… iya…" kata Yami yang langsung keluar dari limo untuk mengajak Marik dan Malik.
(~!#$%^&*)
Yami POV
"Ah!!! Yami!!!!!" teriak Malik histeris.
"Bagaimana keadaan Marik." Tanyaku pada mereka.
"Ah! Tidak terlalu parah kok lukanya Marik seksi." Kata Malik sambil senyum-senyum gaje.
"Emang lukanya seperti apa??" tanya yang heran.
"Tangan kanannya patah, kedua kakinya retak, pinggulnya patah, dan lehernya keseleo. Sisanya Cuma luka gores kecil saja." Kata Malik menjelaskan padaku dengan nada yang biasa.
"… jadi kau mau ikut aku dan yang lain kerumahnya Seto??" tanyaku sambil sweat drop dengan penjelasan Malik akan luka Marik.
"Kaiba?? Kami ikut!!!!!!" kata Marik yang langsung bangkit dari alam bawah sadar.
"I-iya… kalau begitu kita langsung kedalam limo saja…" kataku sambil berkata sweat drop.
"Baiklah!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" kata Marik yang langsung sehat wal alfiat.
End Yami POV
(~!#$%^&*)
"Tampaknya mereka ikut Bakura…" kata Ryou yang memberitahu kepada kekasihnya.
"*BEEP*!!!!!!! Buat mereka supaya tidak ikut Ryou!!!" kata Bakura dengan nada kesal.
"Tampaknya kali ini kita bernasip sama lagi Kura~" kata Malik yang sudah memasuki mobil.
"Oh boy…" bisik Bakura pasrah.
"Yo! Kura! Hadiahmu menyenangkan sekali!!!!" kata Marik dengan senangnya.
"I kill you *BEEP*!!!!! Die!!!!!!" Kata Bakura dengan amarah menyala.
"Holy father of Poseidon!!!" kata Jou kaget dengan perkataan Bakura.
"What the…" kata Yugi yang hanya bisa syok dengan perkataan Jou.
"Bakura tenanglah, nanti kau akan dibuang kepulau tak berpenghuni lho oleh Kaiba. Dan terpisahkan oleh Ryou sepanjang hidupmu… tak bisa mendengar suaranya, tawanya, senyumnya, raut wajahnya, dan…" kata Yami yang tiba-tiba muncul sambil memberitahu Bakura agar tidak melakukan keributan(?!) dengan Marik.
"CUKUP!!!! AKU MENGERTI!!!!!" kata Bakura kepada Yami.
"Baguslah…" kata Yami yang langsung duduk dibangkunya.
"Sekarang jadi sempitya…" kata Mokuba lirih.
"Hm…" kata Yugi yang masih terkosentrasi dengan bukunya.
"Yugi, dari tadi kau tenang sekali membacanya…" kata Jou pada Yugi.
"Habis mau bagaimana lagi Jou. Novel Sherlock Holmes selalu membuat para pembacanya terhanyut kedalam isi buku itu." Kata Yugi pada Jou sambil tersenyum tipis dengan manisnya.
"Seperti biasanya kau Yugi." kata Jou singkat.
"Ahaha…" Yugi tertawa lesu.
"Tapi itu memang keren Jou!" kata Yami yang langsung masuk kepercakapan.
"Memangya??" tanya Jou lagi.
"Coba saja kau baca!" usul Yami.
"Baiklah! Yugi bolehku pinjam bukumu sebentar?" pinta Jou.
"Silahkan." Kata Yugi sambil menyodorkan novelnya.
"Hm…" si Jou mulai berkosentrasi untuk membacanya.
"Akhirnya bertambah satu orang juga!" kata Yami sambil tersenyum pada Yugi.
"Iya…" Yugi balas tersenyum ditambah warna pink tipis disekitar pipinya
(Ps: Setelah 20 menit kemudian.)
"Semuanya kita sudah sampai!!!" kata Mokuba yang langsung keluar dari limo.
"Akhirnya kita sampai juga!" kata Honda.
"Wuah!!!! Te… ge…" kata Otogi kagum akan besarnya rumah Kaiba.
"Wuah! Sugoi…" kata Anzu ikut terkagum-kagum.
"Cih! Si kepala jamur itu memang tak berubah. Tetap saja tukang pamer." Kata Bakura sambil melihati rumah Kaiba.
"Sudahlah Kura…" Ryou berusaha menenangkan Bakura.
"Malik imut!!! Si Kaiba ternyata gak berubah!!!!!!!" Teriak Marik kayak orang kampung.
"Kau betul Marik zombie(?!)!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Teriak Malik gak kalah kampungannya.
"Bagaimana Jou?! Serukan!!" tanya Yugi bersemangat.
"Jujur saja Yugi, tak ada satupun yang aku pahami…" ucap Jou yang pusing akan kalimat-kalimat berat dari buku itu. (A.N: Waktu pertama kali baca pas kelas 4 sd saya juga kurang mudeng kok… *PLAK*)
"Hahaha… nanti lama-lama kau juga terbiasa kok!" kata Yami pada Jou.
"Anjing kampung seperti dia tidak akan mengerti selamanya." Kata Kaiba yang tiba-tiba muncul didepan pintu.
"Apa kau bilang kepala jamur?!!!!" kata Jou marah.
"Ah! Selain bodoh ternyata dia juga punya gangguan telinga." Lanjut Kaiba lagi.
"Dari pada itu. Seto! Bukti apa yang ingin kau perlihatkan padaku dan Yugi?" tanya Yami.
"Hah… itu sih gampang tapi, kenapa kau harus membawa kumpulan orang-orang tak berguna seperti ini?!" tanya Kaiba marah sambil melihat semua orang yang ada disitu selain Mokuba, Yami dan Yugi.
"Tidak apa-apakan nii-sama! Semakin banyak orang akan semakin seru!!!" kata Mokuba.
"Terserahlah! Oh ya! Lebih baik kita tidak membuat 3 orang tamu kita menunggu lebih lama lagi." Kata Kaiba yang langsung masuk kedalam rumahnya lagi.
*Tamu???* pikir semua orang yang ada disini.
(~!#$%^&*)
"Maaf membuat kalian menunggu lama." Kata Kaiba pada tamunya.
"Ah! Diakan!" kata Jou kaget.
"Ada apa mutt? Kau kenal mereka?" tanya Kaiba pada Jou.
"Nii-sama! Tadi kau ingatkan ketika kubilang kita akan terlambat karena terjebak suatu kasus. Nah disitu kita sudah bertemu dengan Profesor Yoshimori." Jelas Mokuba.
"Terimakasih untuk bantuan kalian tadi." Kata Profesor Yoshimori pada mereka.
"Sama-sama…" kata Yugi.
"Berarti aku tinggal mengenalkan 2 orang tamu lagi." Kaiba menjelaskan. "Yang ini adalah Profesor Hopkin dan yang ini adalah cucunya, dia bernama Rebecca."
"Aku kenal kau! Kau Mutou Yugi si detektif terkenal itukan! Salam kenal aku Rebecca!" kata Rebecca senang.
"Ah! Iya salam kenal!" kata Yugi pada Rebecca.
"Jadi Seto. Apa hubungannya mereka datang kemari?" tanya Yami yang langsung to the point.
"Kedatangan kami kemari adalah untuk menjelaskan sejarah yang berhubungan dengan kasus ini." Jawab Profesor Hopkin.
"Memangnya ada Hubungannya??" tanya Jou bingung.
"Makannya dengarkan dulu!!!" kata Anzu dan Otogi berbarengan.
"Sejarah seperti apa?" tanya Yugi lagi.
"Jadi dimulai sejak zaman terbentuknya pulau Atlantis. Disitu diceritakan bahwa pulau Atlantis itu adalah pulau yang dihuni oleh para dewa-dewa olympus dan para demigo atau manusia setengah hewan. Pada saat itu para demigo merasa bahwa para dewa-dewa olympus sudah terlalu lama memimpin dunia ini. Jadilah para demigo menyerang para dewa-dewa olympus secara mendadak. Akibat pertarungan besar itu Atlantis menjadi tenggelam kelaut. Para dewa dan demigo tak sempat menyelamatkan diri mereka. Akan tetapi para dewa olympus masih mempunyai sedikit kekuatan agar membuat dunia hancur akan meninggalnya mereka. Jadi mereka membuat diri mereka berenkarnasi menjadi manusia dan membuat dunia tidak jadi hancur. Akan tetapi kalian harus tahu hal penting." Profesor Hopkin memparingatkan.
"Apa itu?" tannya Yami dan Yugi berbarengan.
"Yang membuat para demigo memberontak ialah sang dewa penjaga Tartarus. Hedes. Dai melakukan ini semua karena mempunyai rasa iri kepada 2 orang saudaranya yaitu Zeus dan Poseidon. Dia berniat untuk menguasai dunia dan menjadi tuhan, sayang rencananya itu gagal akibat, dia dibunuh oleh para demigo yang sudah tidak peduli lagi akan perjanjian dengan nya." Kata Profesor Hopkin. "Dan sampai saat ini dia masih memiliki keinginan untuk membunuh para dewa olympus lain agar dia bisa menjadi tuhan dari para manusia."
"Lalu apa hubungannya cerita khayalan itu dengan kasus ini??" tanya Honda bingung.
"Hah!!!!!!!!!!" Rebecca menginjak kaki Honda.
"Itai!!!!!!!!!!!!!!!! Apa yang kau lakukan hah berengsek?!" tanya Honda marah.
"Jangan menghina penjelasan! Kakek!!!!!" kata Rebecca marah.
"Sudahlah Rebecca." Kata Profesor Hopkin.
"Tapi kek… mereka harus tahu akan bahaya yang mngencam dunia ini… kalau sampai renkarnasi Hedes membunuh para renkarnasi para dewa kalau sampai dia berhasil membunuh renkarnasi dewi Luna Selena dan renkarnasi kekasihnya makakeinginannya untuk menjadi tuhan tidak akan terhalangi lagi." Kata Rebecca.
"Hah? Bukannya dewi Luna selena itu hanya dewi bulan saja?" tanya Anzu bingung pada Rebecca.
"Bukan hanya. Dewi Luna Selena itu bisa dibilang dewi yang selalu berharap kepada para bintang. Dia selalu berdoa agar suatu saat bisa bertemu lagi dengan kekasihnya yang dulu telah meninggal duluan sebelumnya di medan perang. Dia selalu berdoa dan berharap setiap malam selagi mengerjai tugasnya, akan tetapi akan hal itu, pekerjaannya menjadi sedikit terbengkalai. Duniapun pernah dihadapkan kepada gelap gulita selama beberapa malam. Dan hal itu sampai ketelinga tuhan. Dan tuhanpun memberikan kutukan kepada dewi Luna Selena. Bahwa siapa saja yang berhasil mematahkan keinginannya atau lebih tepatnya membunuh renkarnasi kekasihnya, maka dia akan dijadikan pemimpin dewa olympus selanjutnya. Semua dewa olympus disana merasa kasihan akan nasib sang dewi Luna Selena kecuali Hedes. Dan pada akhirnya dewi Hera memohon kepada suaminya, dewa Zeus agar pada saat sekarang dewi Luna Selena bisa bersama kekasihnya." Jelas Rebecca panjang lebar.
"Jadi… bagaimana cara mematahkan keinginan Hedes??" tanya Yugi yang masih merasa kasihan akan nasib dewi Luna Selena.
"Caranya hanya satu… ketika renkarnasi dewa Hedes membunuh renkarnasi kekasinya dewi Luna Selena, sang Dewi harus membunuh dirinya sendiri… atau tidak Hedes akan segera membunuh dewi Luna Selena…" kata Rebecca lirih.
"Jadi… bagaimana si renkarnasi Hedes mengetahui bahwa bandit Keith adalah renkarnasi dari dewa Zeus??" kali ini Yami yang bertanya.
"Dewa Hedes memberikan sedikit kekuatannya kepada renkarnasinya agar bisa mengetahui siapa saja yang menjadi renkarnasi para dewa olympus dan satu persatu membunuhnya…" jelas Rebecca.
"Rebecca. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan dari tadi." Kata Otogi.
"Apa?" tanya Rebecca singkat.
"Kau inikan masih 13 tahun. Kenapa bisa tahu akan hal rumit seperti ini?" tanya Otogi. Dan pertanyaan itu membuat Rebecca jatuh ala anime.
"Enak! Saja! Biar begini aku sudah lulus universitas Havard jurusan arkeologi pada umur 12 tahun!!!!!" kata Rebecca kesal.
"Eh?!!!!!!" semua orang disitu kaget kecuali Kaiba, Profesor Hopkin dan Profesor Yoshimori.
"Sijirarenai…" kata Jou yang tidak percaya.
"Dari pada itu… kalian tidak pulang kerumah kalian?? Ini sudah jam 10 malam lewat lho…" kata Mokuba mengingatkan.
"Eh?!" Yugi, Jou, Honda, Anzu dan Otogi kaget.
"Haha… sudah kuduga kalian semua lupa! Tenang saja, Isono yang akan mengntar kalian pulang." Kata Mokuba.
"Si anjing kampung biarkan saja. Dia bisa lari dari sini kerumahnya." Kata Kaiba singkat.
"Apa?!" kata Jou kaget.
"Bercanda." Kata Kaiba menjawab kekagetan Jou.
"syukurlah… EH?!!!" tiba-tiba Jou kaget.
"Kenapa Jou?" tanya yang lain.
"Si money bag bercanda…" kata Jou dengan wajah horor.
"A… !!!!!!!!!!!!!!!! Nice folow Jou!" kata Honda dan Otogi bersamaan.
"Da-dari pada itu lebih baik kita segera pulang…" kata Anzu yang mencoba untuk tidak tertawa juga. Takut nanti si Yami ilfil (A/N: Bener gak tulisannya?) ama dia.
"Ya sudah kalau begitu. Terimakasih atas bantuannya Profesor Yoshimori, Profesor Hopkin, Rebecca dan Kaiba-kun." Kata Yugi sambil menundukkan badannya.
"Ah! Yugi-kun!" panggil Profesor Yoshimori.
"Ya?" jawab Yugi.
"Kalau kau bertemu dengan renkarnasi dewi Luna Selena. Tolong suruhlah kepada renkarnasi sang dewi untuk memberikan kalung ini kepada kekasihnya." Kata Profesor Yoshimori sambil menyerahkan Yugi kalung yang terdapat beberapa batu kristal yang bermawran ungu terang.
"Ini…?" Yugi bertanya lagi.
"Konon kalung ini adalah pemberian sang kekasih dewi Luna Selena." Jawab Profesor Yoshimori.
"Saya mengerti!" jawab Yugi.
"Oy! Apa yang kaulakukan Yugi? Ayo kita segera pulang!" kata teman-teman Yugi yang sudah duluan masuk kelimo.
"Iya!!!" jawab Yugi.
"Yugi. Tampaknya ini semakin menarik. Aku pasti mengalahkanmu." Kata Yami yang suaranya agar terdengar bahwa bukan itu yang dia maksud.
"Aku tahu." Jawab Yugi lirih. Yang kini rasa sakit menghujani hatinya
(~!#$%^&*)
"Kau darimana saja Yugi… baru pulang jam segini?" tanya sang kakek.
"Tadi aku ketempatnya Kaiba-kun untuk mendengarkan sejarah yang berhubungan dengan kasus ini jii-san." Jawab Yugi sambil mulai menaiki tangga untuk memasuki kamarnya.
"Yugi. kau harus mengingat kata-kata kakekmu ini selalu ya…" kata kakek Yugi.
"… iya…" jawab Yugi yang kini sudah masuk kekamarnya.
(~!#$%^&*)
Yugi POV
*Entah kenapa cerita yang baru saja diceritakan tadi, sepertinya aku sudah mengalaminya. Dan lagi, kenapa jii-san selalu membicarakan hal itu terus belakangan ini?? Kenapa Yami jadi bersifat seperti itu padaku?? Apa yang dirasakan dewi Luna saat ini? Apakah dia akan senang ketika bertamu kekasihnya, ataukah sedih akan kutukan yang diberikan kepadanya?? Kalau kekasihnya melakukan hal yang sama dengan Yami ya??* pikirku bertanya-tanya sambil merebahkan diriku yang sudah memakai piyama kekasur.
"Hah… kenapa semakin kupikir semakin rumit??" kataku. "Wah! Sudah jam 11! Aku harus tidur! Kalau tidak bisa-bisa aku besok telat!"
End Yugi POV
(~!#$%^&*)
Yugi Dream
"Ini… dimana?" tanya Yugi sambil melihat sekelilingnya. Pemandangan disitu sangatlah indah. Tidak ada awan untuk menutupi terangnya cahaya bulan yang indah, pepohonan dengan bunga berwarna pinggiran yang berwarna putih bersih san untuk dalamnya berwarna ungu, sungai bersih yang terdapat beberapa pohon yang tumbuh dari dasar sungai dengan bugan berwarna seperti putih salju dan dihiasi dengan beberapa bunga-bunga putih yang berjatuhan dari pepohonan itu. Akan tetapi disitu ada sesuatu yang menarik minat Yugi. ada seseorang perempuan yang duduk dibatang pohon yang berdekatan dengan sungai yang mengakibatkan sebagian roknya masuk kedalam air sungai, dan dia terus saja memandangi sungai itu.
*Ada seseorang* pikir Yugi. dan perempuan itu tiba-tiba menengok kearah Yugi. kalau dilihat perempuan itu mirip Yugi tapi cuman dia sangat cantik. mempunyai rambut 3 warna yang sama seperti Yugi, akan tetapi poninya tak seperti rambut Yugi, poninya sangat halus menutupi dahinya dengan sempurna ditambah dengan beberapa helai poni yang pemnjangnya mencapai lehernya. Rambutnya panjang sepinggul dengan warna warna hitam dn ungu sama seperti warna rambut Yugi. dia memakai semacam mahkota kecil yang dibuat dari kumpulan bunga yang berwarna putih dan ungu yang disambung dengan tali yang terdapat kristal kecil distiap sentinya. Dia mempunyai warna mata yang seperti Yugi, hanya lebih lembut. Dia juga memakai kalung yang diberikan oleh Profesor Yoshomori. Warna kuitnya putih pucat, sangat cocok denga baju yang dia pakai. Dia memakai baju yang dimulai dari dadanya sampai ujung kakinya dan disekitar pinggang terdapat tali diikat yang berwarna ungu.
"Luna… Se… lena??" tanya Yugi.
*Aku tak mengerti… tapi kurasa dia Selena…* pikir Yugi yang tanpa sadar matanya mulai mengalir air mata.
"Kenapa… kau manangis?" tanya gadis yang dipikir oleh Yugi adalah Luna Selena itu.
"Kau juga menangis…" kata Yugi lirih.
"Ah… benar juga." Kata Selena. "Mungkin… karena aku bahagia…" kata Selena lirih (A/N: Mulai sekarang saya panggil namanya jadi Selena, kalau dipakain Luna jadi kepanjangan… *Plak*).
"Bahagia?" tanya Yug.
"Iya… kau dikelilingi banyak cinta." Jawab Selena. "Dipenuhi oleh cinta."
"Begitu ya…" jawab Yugi lirih. "Aku… selalu tergesa-gesa… dan tak tahu harus berbuat apa." Lanjut Yugi. "Tentang semuanya." Kini air mata Yugi mulai mengalir lagi.
*Aku takut kehilangan lagi…* pikir Yugi. akan tetapi tangan lembut mulai mengelus kepalanya denga penuh kasih sayang.
"Kalau tak ingin berpisah… jangan lepaskan gengamanmu" kata Selena lembut.
"Tak ingin… berpisah?" tanya Yugi. "Aku dan Yami tidak…" kata Yugi tak mampu melanjutkan kata-katanya.
"Kenapa?" tanya Selena. "Tak usah kau sembunyikan. Aku mengerti perasaanmu. Karena kitatelah menempuh perjalanan panjang… demi bertemu orang itu. Hanya berharap bisa berada disisinya… itu saja. Akhirnya jiwa orang itu tiba disini." Lanjut Selena.
"… tapi kekasihmu pasti juga ingin bertemu denganmu." Kata Yugi.
"Perjalananku… sudah selesai." Kata Selena. "Tapi perjalananmu masih berlanjut. Meski rohku kuwariskan padamu… perjalananmu adalah milikmu. Kau boleh ragu, tapi jangan lepaskan hal yang berharga bagimu. Kalau bisa… tolong sampaikanlah salamku kepada orang itu…" kata Selena.
"Tung-" belum selesai Yugi ingin bicara, akan tetapi sekelilingnya sudah menjadi gelap.
*Kalau ada apa-apa… kau bisa menceritakannya padaku…* suara terakhir Selena yang terngiang di telinga Yugi.
End Yugi Dream
"Hah… hah… tadi itu… apa??" tanya Yugi pada dirinya sendiri yang tiba-tiba terbangun.
"Hah?? Masih jam 3 pagi??" tanya Yugi pada dirinya shock. "Ah… sudahlah tidur lagi…" kata Yugi yang langsung bersiap-siap untuk tidur lagi.
To be continued:
Jadi pada akhirnya kenyataan dibalik pembunuhan ini telah terbuka. Dan tanpa sadar Yugi ternyata adalah renkarnasi dari dewi Luna Selena. Yang juga kini Yugi mulai merasakan perasaan Yami yang tidak langsung kepadanya. Jadi… siapakah renkarnasi Hedes?? Bagaimana cara selanjutnya dia membunuh para korbannya? Dan bisakah Yugi dan Yami memecahkannya??
Author: Selesai!!!!!!
All: *Tepuk tangan*
Author: Perjuangan ngetik kebut dari pulang sekolah jam 3… hahahaha…
All: Jadi maafkan kalau ada typo.
Typo: Wah! Saya disebut!!!!!
All+Author: *Sweat drop*
Author: Nah disini ada sedikit ilmu nih buat nama-nama dewa yang muncul diatas…
All: Yah… silakan dibaca kalau berminat…
Zeus: Zeus adalah nama seorang dewa Yunani kuno pemimpin para dewa, penguasa Olimpus, dewa iklim dan cuaca. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Dalam mitologi, Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.
Hera: Hera dikenal sebagai istri dan saudara perempuan dari Zeus. Hera adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.
Poseidon: Dalam mitologi Yunani, Poseidon dikenal sebagai dewa penguasa laut.
Hedes: Hades adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam Mitologi Yunani. Hades juga dikenal dengan nama Pluto (Plouton) dalam Mitologi Romawi. Karakter Hades sering digambarkan bersama anjing berkepala tiga bernama Cerberus di dunia bawah tanah (neraka).
Di dalam kekristenan kata Hades dipakai untuk menterjemahkan kata Sheol,dalam bahasa Ibrani, yang artinya alam kubur manusia atau "dunia di bawah". Bahasa Indonesia menerjemahkan kata Hades yang berarti alam kubur tersebut dengan kata neraka, diambil dari bahasa Sanskerta, dengan arti yang sama.
Luna Selena: Luna, dewi bulan yang pucat, tiap malam melintasi angkasa dari istana emasnya di timur dengan mengendarai keretanya yang dihela dua ekor sapi jantan bertanduk sabit.
Dia memberikan cahayanya yang lembut keperakan bagi bumi di malam hari. Dalam perjalanan dia selalu disertai bintang-bintang yang dipimpin oleh Vesper, Bintang Senja. Kala fajar menyingsing, bersama mereka dia akan menuju ke Sungai Ocean di sebelah barat dan kembali ke istananya di timur dengan mengendarai perahu.
Author: Nah sekarang saatnya untuk balas review!!!!! :)
All: Ini dia!!!!
Balasan Review:
Messiah Hikari:
Author: Iya tuh!!! Si Ushio emang kampret!!!! *Plak!*
Ushio: Kan kau yang bikin naskahnya!!!!!
All: …
Author: Yah pada kena apatyhsyndrome…
All: Terimakasih atas dukungannya Messiah-san!!!!! Arigato Gozaimassu!!!!!!
Sweet lollipop:
Author: Hahaha… kata temen-temen saya, saya juga gak bakat bikin agst kok… ternyata benar ya…
All: Lagian humor melulu yang jalan…
Author: Oh! Ya! untuk masalah Puppyshippingnya ditunggu sebentar lagi ya…
Kaiba: Woi!!! Jangan lupa janji!!!!
Author: Iya!!!!!!!
All: Arigato untuk reviewnya Sweet-san
Uchiha 'Haruhi' Gaje:
Author: Weh!!! Beneran mirip??? Maaf kalau mirip soalnya saya baru langganan conan dari nomor 20, jadi gak tahu.
All: Dasar gak berguna!!! Mati!!!!!
Author: Nah untuk masalah ulangan… kayaknya saya tak bisa OL, soalnya nanti modem saya disita kalau nilai saya ancur…
Duo M: Iya dong~! Ayo makannya ketik Bronzeshipping kirim ke 6666!!!!!!
Author: Lupakan duo sinting itu…
All: Terimakasih reviewnya Uchiha-san!!!!!!
coolkid4869:
Author: Yak! Requestnya bakal ada dua-duanya! Mumpung saya bukan orang romantis makannya dicoba dulu ya… Iya!! Saya juga lumayan sakit hati pas nonton Percy Jackson!
Ares: Wah saya disini terkenal ya… *Narsis*
Author: Iya… Mokuba!!! Kau disukai coolkid-san tuh!!!
Mokuba: Makasih! Saya pikir citra saya bakal ancur gara-gara si author :)
Author: Terus aja saya yang disalahin…
Yami: Anda suka saya jago beladiri?? Nah ini naskah benar author!!!
Author: *Giliran dia dipuji seneng…*
All: Arigato Gozaimassu! Atas reviewnya coolkid4869-san!!!!!!
Dika the Reborned Kuriboh:
Author: Lama tak OL(?!) nama anda berubah~
All: Gaje…
Author: Nah disini Yugi udah sadar bahwa dia udah mulai suka ama Yami dan untuk Kaiba ama Jou tampaknya saya harus kerja extra buat nih shipping.
All: Thank's buat reviewnya Dika-san!!!!!!!!!!
YuuRi Uchiha-Namikaze:
Author: Woh! Terimakasih memuji cerita saya!!!!!!!
All: Seneng tuh…
Author: Yak! Saya sudah mencoba untuk menghilangkan percakapan itu!
All: *Makasih YuuRi-san~ kita jadi gak kesiksa…*
Author: *Sweat drop* Kenapa kalian bercucuran air mata begitu?? -_-;
All: Makasih banyak untuk reviewnya YuuRi-san!!!!!!!!!!!!
Din-chan:
Author: Yak itu sudah dilanjutkan Din-chan! Tapi versi Bakura…
Bakura: Heh! Dasar Author bejat!!!
Author: Maaf…
All: Makasih buat reviewnya Din-chan!!!!!!!!!!!!!!
Author: Oh! Ya! Mungkin saya agak terlambat sedikit buat update chapter 6…
All: Kenapa?
Author: *Pundung* Laptop tercinta saya gak sengaja jatuh akibat ketololan saya yang kaget tiba-tiba ditempat les dan *BRAAK!* laptop saya pun terbelah menjadi 2 ditempat les… untung hampir semua file saya simpan di USB…
All: Bego…
Author: Tapi dibalik cobaan pasti ada hikmah!!!!
All: Contoh?
Author: Akhirnya ke2 orangtua saya memutuskan untuk membeli laptop baru hari Sabtu! Hahahaha!!!!!!
All: *Sweat drop*
Author: Ya sudah… kalau begitu…
All: See you next chapter!!!!!!!!!
