Author: Yay! Saya mau Update!
All: Wah lagi seneng tuh si author…
Author: Iya dong! Orang nilai UAS saya bagus semua! Jadi modemku selamat!
All: Cih!
Author: Heh! Kenapa? Gak suka?
All: *Sweat drop* Gak kok… gak kenapa-napa.
Author: Yah sudah kalau begitu! Selena! Yugi! kalian bacain disclaimer ama warning ya!
Selena: Baiklah. Yu-Gi-Oh! Bukan punya sang author kita, dia hanya pinjem characternya aja ama nama tempatnya. Ide kasusnya juga gak murni dari author… dia mesti refrensi dulu ama novel kesayangannya abis itu di edit lagi… yang punya author kita itu hanyalah berupa code-code kasus saja. *Smile*
?: Kenapa dia harus terlahir menjadi laki-laki… *Crying*
All: *Sweat drop*
Yugi: Dicerita ini mungkin terlalu basa basi oleh kasus pembunuhan, darah, analisis yang gak jelas ama beberapa hint yaoi, pairing yang bakal ada disini pasti ada Puzzleshipping, Puppyshipping, Tendershipping ama sedikit Bronzeshipping, suportshipping dan Misguideshiping.
Jou: Si Otogi kasihan ya… dia dijadiin lollicon (orang yang sukanya ama orang yang lebih muda/anak kecil/umurnya 15 tahun kebawah.)
Otogi: Inikan salahnya author merusak citraku! Padahal kalau di anime aku ini banyak fansgirlnya!
Author: Masih mending saya bikin lollicon, dari pada mati… lagi pula kau ama Rebecca cuman terpaut 5-6 tahun…
Otogi: *Gak bisa ngomong apa-apa.*
Author: Nah! Let's begin the story minna-sama!
The Cheating Student
"Yugi! Kau harus bangun!" kata Kakek Yugi yang mulai menaiki tangga.
"Iya kek!" kata Yugi yang ternyata sudah bersiap-siap.
"Uh… Yugi. apa kau sakit? Tidak biasanya kau bangun pagi sekali." Kata sang kakek.
"Entah kenapa aku hanya tak bisa tidur nyeyak tadi malam." Kata Yugi sambil sweat drop.
"Baiklah! Kalau begitu kakek akan menyiapkan sarapan." Kata Kakek Yugi yang langsung turun kebawah untuk menyiapkan sarapan.
Yugi POV
*Bisa-bisanya aku tak mengingat mimpi tadi malam. Apa ya?* aku mulai berpikir keras.
"Kalau tidak salah ada seseorang bilang kalau bisa… tolong sampaikan salamku padanya… tapi siapa yang dia maksud!" kataku marah.
"Yugi! sarapannya sudah siap!" panggil kakek dibawah.
"Baik! Aku akan segera turun!" kataku sambil mau keluar kamar.
*Ah iya! Ini kan kalung itu ya… apaku bawa saja ya?* pikirku. "Ah bawa sajalah!" dan akupun memasukkan kalung itu kedalam tasku.
"Wah! Tampaknya enak!" kataku sambil melihat sarapan pagi itu.
"Yugi." panggil kakek.
"Ya?" tanyaku sambil mulai melahap croissant sandwinch.
"Kau sakit? Mukamu pucat sekali." Kata kakekku.
"Ah! Aku baik-baik saja! Mungkin hanya sedikit tak enak badan" kataku berusaha menenangkan kakek.
"Bukankah lebih baik kau istirahat saja?" tanya kakek lagi.
"Ah! Aku hampir telat!" kataku berusaha mengalihkan perhatian. "Aku berangkat dulu jii-chan!"
"Hah… hati-hati dijalan Yugi." kata Kakekku.
'Bagaimana mungkin aku tak bisa ingat akan mimpiku sendiri!' pikirku frustasi.
"Dan lagi… mana mungkin kita tahu siapa kekasihnya dewi Luna Selena! Kitakan tidak punya kekuatan seperti renkarnasinya Hedes!" kataku pada diriku sendiri.
"Silahkan pamfletnya!" kata seseorang sambil menyerahkan sebuah pamflet.
"Ah! Terimaksih." Balasku.
'Dan lagi kalung ini! Inikan kalung untuk anak perempuan! Mana mungkin kekasihnya Selena mau memakainya! Nanti dia malah menyangka kalau aku pikir dia itu sejenis ama Pegasus lagi….' pikirku sambil Sweat drop.
"HUUWAA! 10 menit lagi masuk! Harus cepat!" kataku yang langsung berlari setelah melihat jam tanganku.
End Yugi POV
Normal POV
"Hah… hah… sampai…" kata Yugi sambil terengah-engah.
"Yo! Yugi!" sapa Jou pada Yugi.
"Pagi Jou!" balas Yugi.
"Pagi Yugi!" kata Anzu, Honda dan Otogi berbarengan
"Ah… pagi juga!" jawab Yugi lagi saat Yugi ingin bertanya sesuatu tiba-tiba ada sebuah suara yang menguncangkan olympus(?)
"HUWA! YUGI BOY! TOLONGLAH AKU!" teriak Pegasus lebay ditambah dengan gaya jalannya yang super lebay lagi.
"BRUAK!" tiba-tiba ada sebuah koper besi menghantam kepala Pegasus dengan mulusnya.
"Berisik." Kata Kaiba yang baru datang bersama Yami singkat.
"Huhu… Kaiba boy! Kau jahat sekali! Apakah pintu hatimu(?) belum terbuka juga!" kata Pegasus yang masih jatuh dengan gaya lebaynya.
"Die." Kata Kaiba singkat dengan dark aura dibelakang kepalanya.
"Jadi, apa yang kau maksud gawat Pegasus?" kata Yami.
"Begini Yami boy… kau tahukan dengan acara ujian beasiswa terkanal disekolah kita." Kata Pegasus.
"Terus?" tanya Yugi penarasan juga.
"Aku yang malang ini~ ditugaskan untuk menyimpan soal ujian untuk pelajaran arkeologi bahasa Yunani kuno… dan pastinya kalau sudah ada yang mengetahui soalnya duluan akan sangat menguntungkan!" kali ini disertai dengan nada lebay.
"…" semua yang ada disitu hanya bisa diam.
"Dan! Kalian harus tahu! Bahwa ketika aku keluar ruanganku sebentar… ternyata ada seseorang yang masuk keruanganku! Dan soal-soal itu berserakan dimana-mana seperti hatiku(?) yang bimbang ini!" dan inilah saatnya(?) ditambah dengan lampu panggung.
"Itu namanya curang!" kata Anzu yang sisi kebajikannya(?) menjadi berapi-api(?)
"Um… apa ruangannya tidak dikunci Pegasus-san?" tanya Yugi lemas.
"Aku sudah menitipkannya pada Ryouta boy! Akan tetapi sepertinya terjadi beberapa ketidak sengajaan, SEPERTI KUNCINYA LUPA DICABUT! SAAT DIA KELUAR!" dan kini hembusan angin topan(?) membuat rambut Pegasus berkibar-kibar tanda menyerah dari lawan(?)
"Jangan-jangan ada 3 lembar soal ya…" kata Yami.
"Hiks… iya… disitu ada soal yang sangat panjang sekali dimasing-masing lembar…" kata Pegasus seunggukan.
"Halaman pertama ada didekat jendela, halaman kedua ada dilantai dan halaman ketiga ada tetap diatas meja, iya kan?" Tanya Yugi.
"AMAZING YUGI BOY! Tapi bagaimana kau bisa tahu?" tanya Pegasus lagi.
"Haha… jadi apa petunjuknya?" tanya Yugi.
"Ada bekas rautan pensil dimeja yang dekat dengan jendela, kemudian ada potongan isi pensil yang ada disitu juga dan dimeja tulisku yang masih baru berumur 1 hari itu terdapat robekan sepanjang 7,5 centimeter!" kata Pegasus dengan lebay.
"Kelihatan sekali bahwa sipelaku terburu-buru." Kata Yugi singkat.
"Apakah disitu ada semacam tanah liat bertutul-tutul karena serbuk gergaji?" tanya Yami.
"Bagaimana kau tahu Yami boy?" tanya Pegasus kaget.
"Seperti yang kuduga…" kata Yami.
"Bagaimana kalau kita kerumah Pegasus saja!" kata Jou mengusulkan.
"Boleh!" kata Otogi dan Honda kompak karena ingin bolos.
"Sekarang masih ada kuliah mutt." Kata Kaiba datar.
"Brilliant idea Jou boy! Aku akan memberi izin kepada kalian!" kata Pegasus dengan entengnya sambil menuju keluar ruangan.
"Yapta!" Kata Anzu senang sambil mengkuti Pegasus.
"Hehe…" Otogi , Honda dan Jou hanya bisa ketawa gaje sambil ngikutin Pegasus juga.
"Hah…" sedangkan Yami dan Yugi hanya bisa menghela nafas dan mereka berdua pun mulai mengikuti Pegasus.
"…" sedangkan Kaiba hanya no comment aja sambil mengikuti yang lain dari belakang, padahal sebenarnya mau ikut bolos tuh~ /Buak!/.
"Kalau begitu semuanya masuk kemobilku!" kata Pegasus senang sambil mulai membuka pintu mobilnya yang diparkir.
"Aku menolak! Aku lebih memilih naik mobilku sendiri!" kata Kaiba dengan angkuh dan sombongnya.
"Kau jahat sekali Kaiba boy!" kata Pegasus.
"Berisik! Oi! Atem, Yugi! Kalian mau naik mobilku?" tanya Kaiba.
"Hah… tampaknya akan lebih tenang dimobilmu Seto! Sekalian buat berpikir." Kata Yami.
"Aku… eto… Jou! Kau juga ikut ya…" kata Yugi memohon.
"Wha-!" Teriak Kaiba kaget.
"Tidak usah Yugi. Lagipula kau harus berpikir tenangkan." Kata Jou yang sadar bahwa kalau dia satu mobil dengan Kaiba hanya akan menimbulkan keributan yang lebih parah daripada 100(?) Pegasus(?)
"… baiklah…" kata Yugi yang langsung menyusul Yami dan Kaiba yang sudah menuju mobilnya Kaiba.
"Kenapa Anzu? Kau memasang wajah lesu begitu?" tanya Honda yang sudah masuk mobil.
"Hanya iri saja pada Yugi…" jawab Anzu lirih.
"Oh… EH?" kini Honda benar-benar kaget.
"Berisik!" kini Anzu duduk disamping Honda dibangku mobil paling belakang.
"Kau? Kenapa iri dengan Yugi?" tanya Honda bingung.
"Ah! Kupikir selama ini kau tahu Honda." Kata Anzu singkat.
"Tahu apa?" tanya Honda makin heran.
"Boys! Ayo kita jalan!" kata Pegasus dan kini mobilpun berjalan
"Aku suka pada Yami." Kata Anzu yang berusaha tidak memperdulikan perkataan Pegasus.
"… oh! Kenapa kau bisa suka pada Yami?" tanya Honda Lagi.
"Yami itu keren, kuat, tatapan matanya tajam, pintar, detektif muda ternama dan dia adalah pengeran negeri Mesir!" kata Anzu senang dan membuat Honda jaw drop.
"Jadi, ada apa Seto kau mengajak aku dan Yugi ikut ke mobilmu?" tanya Yami pada Kaiba.
"Huh! Hanya ingin menawarkan pertolongan agar pekerjaan kalian berdua lebih gampang!" kata Kaiba sinis.
"Terimakasih banyak." Kata Yugi senang.
"Kalau begitu nanti sesampainya dirumah Pegasus kau ambil tanah yang ada disana!" kata Yami.
"Eh! Ya! Jangan lupa untuk sampah rautannya!" kata Yugi mengingatkan.
"Buat apa sampah seperti itu? Kau pikir aku pemulung hah!" kata Kaiba sewot.
"Buat diselidiki. Untuk masalah tanah, tolong cari yang sejenis dengan tanah itu, dan untuk sampah rautan tolong beli pensil yang sejenis dengan sampah rautan itu." Kata Yami dengan nada agak memerintah.
"Kalau begitu seharusnya kau menyuruh Isono saja!" kata Kaiba yang langsung membuat Isono sweat drop.
"Tapi kasus kali ini terlalu gampang ya…" kata Yugi lemas.
"Ya kau betul Yugi. sekali Isono sudah menemukan jenis tanah itu tamatlah riwayat sang pelaku." Kata Yami ikut-ikutan.
"Cih! Ternyata dia cuman orang bodoh yang ikut ujian!" kata Kaiba kesal.
Yugi POV
'Ukh! Pusing! Kenapa kepalaku pusing begini? Apa karena suhunya yang panas ya? Ah! Sudahlah! Tahan saja! Nanti juga sembuh sendiri!' pikirku.
"Kau baik-baik saja Yugi? Mukamu pucat sekali?" tanya Yami padaku.
"AH! Aku tidak apa-apa! Hanya mungkin kurang tidur tadi malam!" kataku mengelak.
"Oh! Begitu ya…" kata Yami lagi.
"Jangan gara-gara kurang tidur semua perkiraanmu meleset. Mutou Yugi." kata Kaiba padaku.
"Haha… tidak akan mungkin" kataku lemas.
End Yugi POV
Normal POV
"Boys~! Kita sudah sampai!" kata Pegasus sambil menuju masuk kerumahnya.
"Huh! Tak kusangka rumahnya tak kalah lebay dengan sifatnya." Komentar Kaiba.
"Lebih baik kau segera mencari barang yang aku dan Yugi sebutkan tadi." Kata Yami.
"Huh! Tak usah aku yang mencari." Jawab Kaiba.
"Te-terus siapa yang akan mencari?" tanya Yugi panik.
"Vooooi!" kata Kaiba.
"RALAT!" kata Author marah.
"Iya iya…" kata kru yang lain.
"3.. 2.. 1… action!" kata salah satu kru.
"Oi! Isono!" kata Kaiba memanggil Isono.
"Ada yang bisa saya bantu Seto-sama?" tanya Isono.
"Capet kau cari barang yang tadi dibutuhkan." Perintah Kaiba.
"Baik!" kata Isono yang langsung pergi untuk mengkonfirmasikan kepada body guard (baca: pesuruh.) yang lain.
"Nah sekarang ada masalah?" tanya Kaiba saskarstik ke Yugi dan Yami.
"Tidak… tidak ada masalah lagi…" kata Yugi sweat drop.
"Oi! Kalian bertiga! Kalian mau diluar sampai kapan? Cepat masuk!" kata Jou memanggil Yugi, Yami, Kaiba.
"Baik Jou." Kata Yugi yang berjalan masuk.
"Hm…" Yami hanya bergumam sambil berjalan masuk.
"Jangan memerintahku mutt." Kata Kaiba yang sudah masuk kerumah Pegasus.
"Apa kau bilang kepala jamur?" kata Jou marah sambil berteriak.
"Aku berbicara kata-kata yang sebelumnya." Jawab Kaiba.
"Aku tanya apa maksud dari kalimatmu yang sebelumnya!" teriak Jou.
"A-" baru saja Kaiba akan membalas tetapi bagian plotnya diambil Pegasus. /Plak!/
"Kaiba boy dan Jou boy, tolong jangan ribut disini, soalnya aku menjadikan rumahku ini sebagai kos-kosan kecil sementara~" kata Pegasus.
"Aku tak merasakan hawa kehidupan…" komentar Honda sweat drop.
"Karena mereka semua mengikuti beasiswa. Oleh sebab itu mereka semua belajar keras." Kata Pegasus menjelaskan.
'Berarti kemungkinan besar pelakunya adalah orang yang ngekos dirumah Pegasus-san.' Pikir Yugi.
"Siapa saja yang ngekos disini untuk sementara waktu?" tanya Yami.
"Kalau tidak salah ada Hanasaki Tomoya boy, terus ada Inogashira Gorou boy dan Kujaku Mai boy~" kata Pegasus sambil berusaha untuk mengingat.
"Bisakah kau menghilangkan kebiasaanmu untuk memanggil nama orang dengan sebutan boy!" kata Kaiba.
"Kau jahat sekali Kaiba boy!" kata Pegasus cemberut.
"Kalau aku boleh tahu apa saja yang membuat mereka untuk mengikuti beasiswa ini?" tanya Yugi.
"Hanasaki boy pernah memenangi kejuaraan arkeologi se Jepang, Inogashira boy pernah mengikuti kejuaraan membuat okonomiyaki terenak se Domino, dan Mai boy ahli dalam semua pelajaran dan olahraga meskipun dia tidak pernah mengikuti kejuaraan." Kata Pegasus.
"Bisa diperjelas sedikit mengenai olahraga apa yang dikuasai sepenuhnya oleh orang yang bernama Mai." Kata Yami.
"Kalau tidak salah olahraga yang di kuasai oleh Mai boy itu adalah loncat jauh…" kata Pegasus berusaha mengingat.
"Jadi kemungkinan terbesarnya hanya itukan. Hei Yugi, kau dimana?" tanya Yami yang kehilangan jejak Yugi yang sedari tadi disebelahnya.
"Sebelah sini!" kata Yugi yang baru saja keluar dari salah satu ruangan.
"Kau habis darimana Yugi?" tanya Anzu.
"Aku menemukan sebuah petunjuk dikamarnya Pegasus-san." Kata Yugi yang langsung masuk kekamar Pegasus lagi.
"Holly shit!" kata Kaiba yang saking kagetnya kalimatnya tidak disensor karena melihat semua pernak-pernik kamar Pegasus yang berwarna pink.
"Ke-kenapa mesti pink…" kata Jou jaws drop.
"Hahaha…" Otogi hanya bisa tertawa dengan gajenya.
"…" Anzu dan Honda hanya bisa terbelalak.
"… jadi petunjuk apa yang kau temukan Yugi?" tanya Yami sambil sweat drop.
"Kesini!" kata Yugi yang sedang berjongkok didepan lemari baju Pegasus.
"Apa yang kau temukan Yugi?" tanya Yami.
"Ada gumpalan tanah persis seperti yang ada diruang belajar Pegasus-san." Kata Yugi sambil mununjuk gumpalan tanah yang ada didepan lemari pakaian Pegasus.
"Tampaknya si pelaku sempat bersembunyi disini." Kata Yami yang membukan lemari pakaian Pegasus tetapi tak menemukan apapun.
"What the hell?" kali ini Honda yang terkejut melihat um… boxer pegasus yang berwarna pink disertai dengan motif anggur yang berbentuk hati.
Yami terbelalak.
Yugi sweat drop.
Kaiba berusaha menahan umpatan yang tengah ingin keluar dari mulutnya.
Jou tertawa laknat dengan kerasnya.
Otogi menjadi patung mendadak.
Anzu jaws drop.
"Hahahahaha! Apa-apaan itu dengan boxermu Pegasus sensei! Hahahahaha!" Jou tertawa dengan laknatnya.
"*BEEP*, *BEEP*, THIS *BEEP*ING *BEEP* MUST DIE!" kata Kaiba lirih.
"Lebih baik kau tutup pintunya lagi Honda-kun…" kata Otogi lirih…
"Ba-baiklah…" jawab Honda yang masih syok.
"Hm… tampaknya si pelaku memang benar sempat bersembunyi disini… apakah kau memeriksa kamarmu dulu sebelum kau pergi Pegasus?" tanya Yami.
"Maaf Yami boy, kerana terburu-buru aku tidak sempat memeriksa kamarku dulu~" kata Pegasus sok bersalah. /Plak!/
"Mungkin si pelaku bakal terbelalak begitu mengetahui isi dari lemari Pegasus! Hahahahaha! Aduh perutku! Hahahaha! Tak bisa berhenti! Hahahahahahah-!" kata Jou yang langsung berhenti tertawa begitu merasakan sesuatu yang memukul kepalanya.
"Tuh… sudah kubuat kau diam mutt." Kata Kaiba yang ternyata memukul Jou menggunakan vas plastik bermotif photo Pegasus dengan gaya lebaynya kekepala Jou.
"*BEEP* you Kaiba!" umpatan Jou keluar dari mulutnya.
"Da-daripada itu bagaimana kalau kita menanyakan alibi orang-orang yang ngekos disini…" kata Yugi memberikan usul.
"Mungkin itu ide yang bagus." Kata Yami.
"Baiklah kalau begitu~" kata Pegasus sambil mulai memimpin jalan.
"Tunggu! Bukannya lebih baik kalau hanya sedikit orang saja yang pergi, soalnya kalau membawa banyak orang sipelaku akan curiga…" kata Yugi.
"Baiklah kalau begitu aku dan Yugi yang akan pergi." Kata Yami.
"Aku juga ikut!" kata Anzu.
"Lebih baik kau disini saja. Lagipula kau tidak bisa menganalisi apapunkan?" kata Yami.
"Baiklah…" kata Anzu..
"Kalau begitu tolong tunjukkan jalannya Pegasus-san." Kata Yugi.
"Ok Yugi boy!" kata Pegasus.
Kamar Hanasaki Tomoya
"Hanasaki boy~ apakah kau ada didalam?" panggil Pegasus.
"Ada apa Pegasus-san?" tanya Hanasaki yang keluar dari dalam kamarnya.
"Tidak ada apa-apa~ hanya ingin memastikan bahwa ruangan ini kau jaga baik-baik~" kata Pegasus.
"Um… aku menjaganya baik-baik… kalau kau tidak percaya silahkan diperiksa…" kata Hanasaki.
"Benarkah? Kalau begitu, Yami boy! Yugi boy! Tolong kalian periksa kamar Hanasaki boy~" kata Pegasus.
"Baik!" kata Yami yang langsung main masuk.
"Permisi ya…" kata Yugi yang meminta izin sebelum memasukin kamar.
"Tidak ada…" pikir Yami.
"Disini juga tidak ada…" pikir Yugi.
"Tampaknya tidak ada dimanapun…" pikir Yami.
"Tidak ada…" pikir Yugi.
"Bagaimana~ apakah kalian menemukan sesuatu yang aneh?" tanya Pegasus.
"Tidak ada Pegasus-san." Kata Yugi.
"Aku tidak menemukan apa-apa." Kata Yami.
"Kalau begitu kami permisi dulu Hanasaki boy~" kata Pegasus sambil mulai pergi dari kamar Hanasaki.
"I-iya…" kata Hanasaki sweat drop.
Kamar Inogashira
"Pemisi~" panggil Pegasus.
"Ada apa?" tanya Inogashira.
"Aku… hannya ingin melakukan pemeriksaan kamar…" kata Pegasus dengan nyali yang ciut.
"Dasar *BEEP*! Kau tak lihat aku sedang belajar hah?" kata Inogasira.
"Kalau begitu maaf… aku permisi dulu!" kata Pegasus yang langsung kabur.
Kamar Kujaku Mai
"Permisi Mai boy~" panggil Pegasus.
"Ada apa?" tanya Mai.
"Aku ingin melakukan pemeriksaan kamar dikamarmu, apakah boleh?" tanya Pegasus.
"… silahkan." Kata Mai ragu.
"Yami boy! Yugi boy!" panggil Pegasus.
"Permisi." Yami langsung nyelononga masuk.
"Maaf ya…" kata Yugi.
"Tidak ada…" pikir Yami.
"Sama saj… tidak ada dimanapun…" pikir Yugi.
"Apakah kalian sudah selesai? Soalnya aku ingin belajar." Kata Mai.
"Ah iya! Kami sudah selesai…" kata Yugi.
"Kalau begitu kami permisi dulu." Kata Yami.
"Sampai jumpa lagi Mai boy~" kata Pegasus.
Kamar Pegasus
"Jadi kalian menemukan barangnya?" tanya Kaiba.
"Tidak…" kata Yami lesu.
"Sayang sekali…" kata Jou.
"Tetapi tadi hanya Inogashira-san saja yang tak memperbolehkan kami masuk…" kata Yugi.
"Berarti kemungkinan pelakunya adalah dia kan." Kata Anzu.
"Tidak mungkin juga, soalnya tadi kita tidak melakukan pemeriksaan lewat tubuh…" kata Yami.
"Jadi kalian hanya memeriksa ruangan saja?" tany Otogi.
"Iya…" jawab Yugi.
"Oh my goodness~ bagaimana ini?" tanya Pegasus.
"Permisi Seto-sama!" kata Isono.
"Ada apa Isono?" tanya Kaiba.
"Kami sudah menemukan jenis barang yang anda minta tadi." Kata Isono.
"Bagus!" kata Kaiba sambil mengambil lembaran kertas.
"Bagaimana hasilnya Seto?" tanya Yami.
"Kau lihat sendiri." Kata Kaiba.
"Jadi bagaimana?" tanya Yugi.
"Kau lihat saja." Kata Yami.
"I-inikan!" Yugi hanya bisa terbelalak.
"Benar… pelakunya hanya bisa dia!" kata Yami.
"Aku tidak menyadarinya…" kata Yugi.
"Jadi kalian sudah menemukan pelakunya?" tanya Jou.
"Iya." Kata Yugi.
"Yosh! Kalau begitu ayo kita tangkap!" kata Jou.
"Tunggu! Lebih baik kita buat jebakan saja untuk sang pelaku…" kata Yami.
"Jebakan bagaimana?" tanya Jou.
"Kau akan tahu sendiri Jou." Kata Yugi
Malam harinya
"Ada apa anda memanggil saya tuan Pegasus?" tanya Ryota yang masuk keruangan yang gelap.
"Aku dan Yugi ingin sedikit mengintrogasimu sedikit Ryota." Kata Yami.
"Mengintrogasi apa?" tanya Ryota.
"Kau lihat saja." Kata Yugi.
"Pegasus-san apakah anda ada disini?" tanya Mai yang tiba-tiba memasuki ruangan itu.
"Mai!" kata Ryota kaget.
"Ryota… sedang apa kau disini?" tanya Mai.
"Seharusnya aku yang beertanya." Kata Ryota.
"Kami ingin menanyakan beberapa pertanyaan kepada kalian berdua, harap dijawab sejujur mungkin." Kata Yugi.
"Pertama kita mulai dari Mai. Apakah anda menyalin soal yang ada diruangan Pegasus?" tanya Yami.
"Ya aku menyalinnya…" jawab Mai jujur.
"Sudah kuduga!" teriak jou pelan dari jendela.
"Berisik. Dasar anjing kampung!" kata Kaiba kesal.
"Hey money bag. Kau kalah taruhan!" kata jou senang (A/N: Oalah… ruapanya Jou ama Kaiba taruhan siapa pelakunya…)
"Lalu pada saat Pegasus masuk keruangan kau buru-buru masuk kelemarinya, betulkan?" tanya Yugi.
"Ya… aku masuk kelemarinya karena takut ketahuan." Jawab Mai.
"Kau memasuki ruanagannya lewat mana?" tanya Yami.
"Aku memasuki ruangannya melalui pintu, lalu tiba-tiba ada suara orang berjalan mendekat kesini, kukira adalah Pegasus-san, tetapi yang ada hanyalah Ryota, lalu dia mennyuruhku untuk bersembunyi didalam lemari pakaiannya Pegasus." Jelas Mai.
"Pada saat Pegasus masuk, Ryota duduk diatas kursi, tampaknya dia berusaha menyembunyikan kaos kaki…" kata Yami.
"Bukan itu sarung tangan." Jawab Mai lagi.
"Mai-sama! Semua ini bukan salah anda. Saya lah yang memaksa anda untuk tetap diam." Kata Ryota.
"… apa hubunganya Ryota denganmu?" tanya Yami.
"Ryota adalah anak dari seorang butler yang bekerja dirumahku dan suatu hari berhenti." Jawab Mai.
"Keluargaku terlalu banyak ditolong oleh keluarga Mai-sama, jadi aku ingin membalas budi." Kata Ryota.
"Lagipula aku juga baru mau mengaku karena ini adalah tindakan curang." Kata Mai sambil menunjukkan lembaran kertas yang beerisi copy-an soal.
"Apa kau tidak akan mengikuti ujiannya Mai boy?" tanya Pegasus yang masuk dari pintu.
"Iya. Aku merasa ini tidak adil." Kata Mia.
"Hebat…" komenta orang-orang yang masih diluar kecuali Kaiba.
"Apakah kau tidak akan kesulitan mencari pekerjaan?" tanya Kaiba.
"Tenang saja. Karena kelebihanku dalam beberapa olahraga, aku mendapat tawaran untuk menjadi polisi wanita di tokyo." Kata Mai.
"Ho…" yang disana hanya bisa terkagum-kagum, jangan dihitung Kaiba sama Yami.
"Tapi bagaimana kalian mengetahui aku pelakunya?" tanya Mai.
"Sebenarnya kami menemukan pasir dibeberapa tempat, dan setelah diteliti pasir itu adalah pasir dari stadium olahraga domino. Lalu kita menanyakannya kepetugas dan hanya ada namamu disitu, jadi kita memutuskan bahwa pelakunya adalah kamu, meskipun kami masih belum mengerti kenapa ada serpihan pasir didekat jendela." Kata Yugi.
"Itu karena tadinya aku ingin menemui Pegasus-san, lalu aku mengitari ruangan itu dan ternyata malah menemukan soal." Kata Mai.
"He… jadi sejak awal kau tidak berniat untuk mencuri soal?" tanya Anzu.
"Tentu saja tidak." Jawab Mai sambil tertawa.
"Pegasus-sama." Panggil Ryota.
"Tidak apa-apa Ryota boy. Kalau aku jadi kau, mungkin aku juga melakukan hal yang sama." Kata Pegasus.
"Terimakasih banyak!" kata Ryota sambil membungkukkan badan 45 derajat.
"Kalau begitu aku permisi dulu, aku harus menyiapkan barang-barangku untuk ke tokyo besok." Kata Mai.
"Baiklah…" kata Yugi.
"Dia akan menjadi polisi yang baik, iyakan Yugi… YUGI!" Yami kaget ketika melihat Yugi yang sudah pingsan.
Yugi POV
"Gelap… ini dimana?" pikirku.
"i…gi…ugi… Yugi!" ada sebuah sura yang tergiang dimataku.
"Siapa?" tanyaku sambil membuka mataku perlahan.
"Syukurlah kau sudah bangun Yugi…" kata jii-chan khawatir.
"Ada apa jii-chan?" tanyaku.
"Kau pingsan dirumah Pegasus-san, lalu Kaiba, Yami dan Jou mengantarmu menggunakan mobil Kaiba." Kata jii-chan.
"He…" aku masih hanya menjawab lemas.
"Kata dokter kau kecapaian. Kakek sudah buatkan bubur, kaumakan ya, setelah itu jangan lupa minum obat." Kata jii-chan sambil keluar dari kamarku.
"Baik jii-chan…" kataku sambil mulai makan.
"Malam ini gelap sekali… rasanya akan ada hal yang buruk…" pikirku sambil memandangi langit.
End Yugi POV
Normal POV
Disuatu tempat.
"Selamat jalan Hera…" kata Orang itu sambil tersenyum tipis.
"Kau… kenapa…" suara perempuan itu akhirnya hilang.
"Hehe… semoga kau bertemu zeus disana~" kata Orang itu sambil membuat badan orang itu tertancap dipohon yang lebat.
"Sial…" keluh suara orang itu pelan.
"Karena kemarin kau sudah bisa memecahkan kodeku dengan gampang… aku akan memberikanmu hadiah Selena~" kata Orang itu sambil mulai menulis kode dibatang pohon itu menggunakan darh korban.
"Nah… ayo kita lihat hasilnya, dan memulai hitungan mundur~" kata orang itu sambil mengalungkan jam pocket dileher sang korban.
"Kuku… Hahahahaha! Sedikit lagi~" kata orang itu sambil berjalan senang.
To Be Continued:
Saru kasus terpecahkan lagi, korban berikutnya sudah ditemukan, count down mulai berjalan, apakah Yugi bisa menyelamatkan dunia ini dari ancaman Hades? Tunggu di chapter selanjutnya.
Nonohana: Fiuh~ selesai~
All: Lama banget…
Nonohana: Maaf mandat dikasus…
Yami: Mendingan sekarang balas review deh…
Nonohana: Ah iya! Ini balasan reviewnya~
Messiah Hikari:
Yami (Q1): akhirnya kau update juga, Nonohana-san! aku udh nunggu updatemu dan kehadiranmu lagi
Nonohana (A1): Iya… belakangan ini saya lagi banyak project… /Plak!/
Yami (Q2): huahahaha! pikiran mesum bakura mantep! aku suka! banyakin lime puzzlenya, Nonohana-san
Nonohana (A2): Akan diusahakan~
Yami (Q3): ternyata reinkarnasinya luna tuh penasaran!
Nonohana (A3): Yup! Dilihat saja perkembangannya nanti~
All: Terimakasih untuk reviewnya, Messiah-san!
Sweet lollipop:
Yugi (Q1): Anda boleh manggil aku lolli (terserah mau pake' embel2 -chan, -san atau -sama juga boleh *plak*)
Nonohana (A1): Saya panggil anda Lolli-sama ya~ soalnya disekolah saya dan teman-teman saya suka manggil orang dengan sebutan sama~
Yugi (Q2): chapter ini mulai agak serius. Gak nyangka yugi renkarnasi dewi luna.
Nonohana (A2): Hoho… nanti ada yang lebih bikin terkejut lagi~
Yugi (Q3): Update lagi ya! Dan aku tunggu puppyshipping nya!
Nonohana (A3): Untuk puppyshipping harap ditunggu~ ^^
All: Arigatou atas reviewnya Lolli-sama!
Uchiha 'Haruhi' Gaje:
Jou (Q1): Wah, si kura pikiran'a mesum tuh...
Nonohana (A1): Iya… Bakura mesum tuh! *Dibakar Bakura*
Jou (Q2): Jd di sini crita'a yugi tuh reinkarnasi dr selena? Bingung!
Nonohana (A2): Haha… di chapter kedepan akan saya perjelas ^^
Jou (Q3): Wah, lappie anda kebelah jd 2... Enak bgt dong, bisa dibeliin lappie br...
Nonohana (A3): Iya juga sih… untung semua program saya selamat…
Kaiba: Isinya program hack semua…
Nonohana: Urusai!
Jou (Q4): Apdet lg tp yg byk humor'a!
Nonohana: Kalau humor akan saya usahakan soalnya sudah memasuki inti cerita…
All: Terimakasih aras revienya Uchiha-san!
YuuRi Uchiha-Namikaze:
Bakura (Q1): Waah! Tmbh seru nih critax! G nyangka kalau Yugi itu reinkarnasi dewi bulan!
Nonohana (A1): Terimakasih banyak ^^
Bakura (Q2): Kok jdi cwok ya?
Nonohana: Itu juga masih ada rahasianya~
Bakura (Q3): Dan saya bener2 g nyangka kalau Keith itu reinkarnasi dewa Zeus! G cocok bgt!
Nonohana (A3): Uhm… kalau yang itu saya juga setuju… saya jadiin si Keith mati pertama karena kesal sama dia… *Dibakar Keith Fans*
Bakura (Q3): Hehe... Ngomongin dewa Yunani jd inget film chaos of the titans deh...
Nonohana (A3): Maksud anda Clash of The Titans…
All: Terimakasih utnuk reviewnya YuuRi-san!
cHizu drarryo:
Ryou (Q1): Ohoho.. Hai! Salam knal..
Nonohana (A1): Salam kenal cHizu-san~
Ryou (Q2): uo.. Yugi reinkarnasi dewi bulan? Chi ga nyangka..
Nonohana (A2): Banyak yang gak nyangka ya~
Ryou (Q3): Ohoho.. Ceritanya makin seru n rumit nih.. Tp Chi suka!
Nonohana (A3): Teman-teman saya malah mesti dijelasin ampe 3 kali~ /Plak!/
All: Terimakasih untuk reviewnya cHizu-san~!
kyon-kyon:
Malik (Q1): it's a cool story~
Nonohana (A1): Terimakasih banyak~
Malik (Q2): Yugi reikanasi dewi bulan~wow!cocok man!
Nonohana (A2): Wuoh! Cocok ya? terimakasih~
Malik (Q3): Tapi Keith rasanya g gitu cocok lo...
Nonohana (A3): Saya juga setuju akan hal itu…
Malik (Q4): Nonohana-san ad baca manga Ng life y?
Nonohana (A4): Iya saya baca manga Ng life, terus teman saya ngenyaranin supaya ada salah satu adegan dari manga itu~
All: Terimakasih atas reviewnya kyon-kyon-san!
.:
Kaiba (Q1): whot? beneran jou bakalan dibunuh? asik! ahahahah! senangnya! kaiba baby! selamatkan joujou sebelom beneran mati, ya. ntar jadi 'TI LO! Hahahah! duh... tu kalimat akhir2 ini sering gue denger di studio... 'ti gue...
Nonohana (A1): Iya… saya udah bikin plotnya, tinggal di tunggu aja~
Kaiba: Jou! Lari dari author sinting ini!
Nonohana: Kau mau jadi korban yang lebih sadis lagi? *Dark aura*
Kaiba (Q2): berarti, si jou itu adalah reinkarnasi dewa, dong? wa... dewa apa? apollo? sama2 blond, tuh. atauu... hermes? entah kenapa gw lebih kebayang yang jadi hermes adalah ryou atau malik...
Nonohana (A2): Itu masih jadi rahasia~
Kaiba (Q3): dan yugi jadi luna? Wahahah
Nonohana (A3): Haha… setelah bikin saya juga cengok sendiri~
All: Terimakasih atas reviewnya collkid-san!
Dika the Reborned Kuriboh:
Marik (Q1): Ceritax jd makin mantheb! XD
Nonohana (A1): Terimakasih!
Marik (Q2): hmm... Dewa... Saia jd keinget ama sebuah film yg saia lupa judulx...
Nonohana (A2): Hm… Clas of The Titans atau Percy Jackson and The Lightning Thief?
Marik (Q3): Yugi ketemu Selena? Saia jd inget ama manga NG life... X3
Nonohana (A3): Hoho, ternyata disini banyak ya yang baca Ng life~
Marik (Q4): Wawawa! Jangan2 Yami itu reinkarnasix kekasihx Selena?
Nonohana (A4): Yang itu masih jadi rahasia~
Marik (Q5): Ba, bakuraa... Kau kalau salah paham seram sekali yah... 0_0
Nonohana (A5): Ahaha… saya juga setuju…
All: Terimakasih untuk reviewnya Dika-san!
Nonohana: Akhirnya selesai juga untuk balas review~
All: Jangan Lupa apdet.
Nonohana: Tenang saja kan udah mau puasa, jadi saya harus cepat-cepat nulis fanfic saya yang Yaoi (Kalau gak puasanya bisa batal)
All: Alasan yang gak elit…
Nonohana: Nah~ Yang sudah membaca R&R ya~ Ciao ciao!
