RiikuAyaKaitani Production

Presented: I Hate You but I Love You Chapter 3

Naruto©Masashi Kishimoto

Itachi yang tiba-tiba datang keatap sekolah dengan alasan yang belum jelas, memanggil Sakura untuk mendekat.
"Maaf Sakura-chan. Aku harus membawamu ke rumahku. Atas perintah Sasuke." Pinta (Baca: Perintah) Itachi sambil tersenyum seram.
"Se, sekarang?" Tanya Sakura.
"Nggak nanti sepulang sekolah." Jawab Itachi singkat.
"La, lau bagaimana dengan kelas tambahanku?" Tanya Sakura.
"Yah, aku juga bolos kok. Nanti Fuyumi akan mengurus izinmu dan izinku." Jawab Itachi.
"Fu, Fuyumi?"
"Ya. Fuyumi adalah maid keluargaku. Tenang saja. Kutunggu di mobil." Kata Itachi sambil melambai.
"Kau akan ke rumah suamimu ya?" Goda Ino.
"Si, siapa yang suamiku! Dia hanya teman! TEMAN!" Balas Sakura sambil beranjak pergi.
"Ya ya! Baik-baik ya sama 'SUAMIMU'!" Seru Ino dan Deidara. Sasori hanya terkikik geli melihat kelakuan kakak beradik yang super aneh itu. sakura meninggalkan kelas dengan alasan yang ternyata sudah di siapkan oleh Itachi. Karin yang melihat gerakan mencurigakan dari sakura akhirnya hanya bisa bungkam karena Itachi berada di pihak Sakura.

-Pulang sekolahi-

"Ano, sebenarnya apa tujuan senpai membawaku ke rumah senpai?" Tanya sakura takut-takut.
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku membawamu atas permintaan adikku." Jawab Itachi dingin. Mereka tidak melanjutkan pembicaraan sampai Sakura dan Itachi sampai di dalam mobil.
"Ma, maaf. Sebenarnya aku tidak mengerti maksud senpai sebenarnya." Kata sakura sambil menunduk malu.
"kau tidak perlu cemas Sakura. Aku yakin Sasuke tidak akan melakukan apapun padamu. Karena aku yakin kalau ia mencintaimu."Kata-kata Itachi bagai sebuah mimpi di dalam batin sakura. Sakura sebenarnya tidak percaya dengan apa yang Itachi katakan. Namun haruskah ia percaya nantinya bila Sasuke yang mengatakannya langsung? Sakura tidak tahu. Tidak terasa mobil Itachi telah memasuki mansion yang megah bercatkan putih gading. Sakura hanya bisa Cengo'.
"Ada apa Sakura-chan? Ayo turun." Ajak Itachi sambil menawarkan tangan.
"I, iya." Jawab Sakura sambil menerima tangan Itachi. Itachi terus menggandeng dan menuntunnya sampai ke sebuah kamar berpintu abu-abu dengan gambar ayam. Sakura terkikik melihat gambar ayam yang mengingatkannya pada rambut Sasuke. Itachi tersenyum melihat tingkah Sakura. Tanpa aba-aba Itachi masuk ke kamar itu. wangi mint menyeruak masuk ke hidung Sakura. Wangi yang ia kenali sebagai wangi Sasuke. Tampak Sasuke terbarin dengan wajah memerah dan kompres di kepalanya. Ia memperhatikan Sakura dan Itachi yang datang menjenguk.
"U, untuk apa ka, kau kemari?" Tanya Sasuke.
"Bukannya kau yang memintaku datang?"Balas Sakura heran. Lalu keduanya melihat Itachi yang sudah ngibrit dan menutup pintu dengan lembut.
"Tch. Baka Aniki." Umpat Sasuke.
"Ka, kalau kau tidak memintaku datang dan kau tidak ada urusan denganku, aku permisi dulu." Sahut Sakura sambil berbalik memunggungi Sasuke.
"Tunggu." Perintah Sasuke dengan nafas berat.
"Kau harus bertanggung jawab." Lanjutnya. Sakura membalikkan badan.
"Atas tuduhan apa aku bertanggung jawab?" Tanya Sakura sambil berkacak pinggang.
"Gara-gara kau aku kena Flu." Jawab Sasuke.
"Bu, bukan salahku! Kau sendiri yang menawarkan Syal-mu padaku." Kata Sakura. Sasuke mengisyaratkan Sakura untuk mendekat. Sakura menurut dan berjalan mendekati Sasuke. Di acaknya rambut Sakura yang terkuncir dua.
"Iya ya. Bukan salahmu, jidat lebar." Sahut Sasuke sambil tersenyum lembut. Sakura blushing di buatnya.
"Ja, jangan panggil aku seperti itu, pantat ayam." Balas Sakura sambil merapikan rambut atasnya. Sasuke menarik lengan Sakura hingga wajah mereka semakin dekat. Sakura dapat merasakan hembusan nafas Sasuke yang berat, panas dan berbau mint (Fans Sasu: "EMANGNYA HIRUMA APAA?). Sasuke menyingkirkan rambut yang menutupi telinga Sakura.
"Kau lebih imut jika di kuncir seperti ini. Aku suka rambutmu." Bisik Sasuke. Sakura sudah mencapai batasnya. Wajahnya yang sekarang semerah tomat yang di sukai Sasuke.
"Dan aku juga suka wajahmu yang sekarang karena mirip dengan makanan favoritku." Canda Sasuke.
"Ba, Baka!" timpal Sakura. Sasuke mendekatkan wajahnya lagi. Sakura menutup matanya karena tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Sasuke mencium pipi kanan Sakura dan mencium kening Sakura dengan lembut. Sakura tersentak kaget. Sasuke hanya tertawa GaJe lalu membalikkan badannya dan tidur.
"A, apa-apaan sihh!" Pekik Sakura. Itachi yang sedari tadi mengintip dari pintu hanya tersenyum jahil. Sakura akhirnya meninggalkan tempatnya tadi duduk di tahan oleh suara Sasuke.
"Besok datang lagi."
"Ap, apa?" Tanya Sakura.
"Besok datang lagi, Jidat lebar bodoh." Ulang Sasuke. Sakura hanya mendengus kesal dan meninggalkan kamar.
"Bagaimana adikku, Sakura-chan?" Tanya Itachi.
"I, Itachi-senpai! Dia memintaku datang lagi besok. Dan kalau senpai bertanya tentangnya aku Cuma bisa bilang dia terlihat SANGAT BODOH jika sedang sakit seperti itu." Kata sakura. Itachi tersenyum kecut dan menawarkan untuk mengantar Sakura pulang.

-Rumah Sakura-

"Aku pulang."
"Selamat datang, Sakura. Kenpa kau pulang terlambat?" Balas Konan.
"Lho, Nee-san! Kenapa ada di rumah?"
"Aku hari ini dapat libur. Lalu kenapa kau pulang terlambat?"
"Ta, tadi aku di suruh menemani Sasuke." Jawab Sakura malu-malu. Konan tersenyum nakal.
"Lalu~ ngapain aja ya?" Goda Konan.
"A, aku hanya menemani saja! Cuma menjenguk lalu pulang kok!" Ujar Sakura sambil ber-blushing ria.
"Hooo~ kok pake Blushing segala?" Tanya Konan.
"Su, sudahlah! Aku mau mandi dulu!" Sahut Sakura sambil cepat-cepat ke kamar. Konan hanya terkikik geli dan melanjutkan memasaknya. Sakura masih terus berpikir alasan Sasuke menciumnya tadi. Tiba-tiba ia menepukkan kepalan tangan kirinya ke tangan satunya.
"Ah! Kalau orang sakit pasti syarafnya terganggu! Ternyata begitu! Ya! Pasti syaraf-nya lagi terganggu!" Pekik Sakura pada dirinya sendiri. Mengingat ia suda berada di kamar mandi selama kurang lebih 2 jam *Buseeetttt dahhhh~!* ia segera berlari menuju ruang makan di mana Nee-sannya sudah menunggu.
'TOK TOK TOK' terdengar suara pintu di ketuk.
"Sakura-chan, tolong buka pintunya ya! Kakak masih sibuk!" Sahut Konan dari dapur. Sakura hanya menurut dan membukakan pintu.
"Konbanwa." Sapa seorang laki-laki berambut Orange kemerahan dengan 3 piercing di masing-masing telinganya yang sudah bisa di tebak adalah Pein.
"Ko, Konbanwa Pein-san." Balas Sakura.
"Boleh aku numpang makan?" Tanyanya. Sakura hanya tercengang.
'Gile OOC amat nih!' batin Sakura. Dalam hati Pein hanya mengumpatumpat pada Author yang telah membuatnya OOC.
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Konan yang sudah berdiri di belakang Sakura.
"Ah, Konan-chan~ hari ini Bonyok *Bokap Nyokap* pada pergi. Aku nggak di sisain makanan… masa aku makan mie terus selama 2 minggu! Aku numpang makan ya selama seminggu ini~" Jawab Pein panjang lebar lengkap dengan OOC-nya….
"Hah? Lu emang ngga bisa masak?" Tanya Konan.
"Aduh Konan-channn aku Cuma bisa masak telor, mie ama ngerebus aer doankkk!" Jawab Pein sambil kebelet.
"Pe, Pein-san kebelet ke WC ya?" Tanya Sakura polos.
"Hahahaha~ Kau memang peka deh Sakura~ IYA NIH GW KEBELET AMA LAPPEEERRRR!" Seru Pein. Konan cuma geleng-geleng kepala dan membiarkan Pein ngibrit ke kamar mandi.
"Ahahahahaha! Nee-san memang akrab sama Pein ya!" Kata Sakura.
"Di, diam!" Balas Konan sambil kembali menyiapkan makan malam yang akan bertambah anggotanya. Sakura makan dengan tenang sementara Pein dan Konan masih melewati acara adu mulut dan tinju-tinjuan kecil di atas meja makan. Sakura akhirnya mengerti seperti apa hubungan Pein dan Konan saat ini. meski mereka selalu bertengkar, namun Sakura sangat yain kalau dalam lubuk hati, Nee-san-nya dan Pein saling mencintai.
"A, aku sudah selesai. Aku kembali ke kamar ya?" Pamit Sakura.
"IYA!" Balas Konan dan Pein bersamaan. Sakura hanya tertawa kecil dan berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di sana ia merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Ia memandangi langit-langit kamarnya yang bertaburkan bintang buatan yang akan tampak bersinar dalam kegelapan. Sakura memandangi bintang-bintang itu. ia tersenyum sesaat. Hal yang ia sukai hanya ada 2 yaitu Bintang dan Nee-san. Namun sekarang semua berubah. Meski Sakura tidak ingin mengakuinya, hati Sakura berkata lain. Sekarang 3 hal yang di sukai-nya adalah Bintang, Nee-san, dan….. Sasuke. Sakura tersenyum kecut dan terlelap meninggalkan Pein dan Konan yang asyik melewati malam dengan acara PDKT kilat (^_^).

-Esoknya Konoha SHS-

"Eh Sakura kayaknya tadi aku merasakan aura pembunuh deh." Sahut Ino.
"Ya ya. Paling juga nenek sihir sialan." Balas Sakura dengan malas.
"Kamu emang fans Hiruma ya. Sampai-sampai cara bicaramu jadi seperti setan itu…." Komentar Ino. Sakura tidak menggubris komentar Ino dan melanjutkan tidur singkatnya.
"Aduh mana sih Shizune-Sensei~ tumben jam segini belum datang." Kata Tenten centil(?).
"Paling juga sensei tidak masuk." Kata Sakura masih dengan mata terpejam.
"Tapi aku heran. Katanya Sasuke ingin kau menemaninya di rumah, tapi sekarang dia malah masuk." Komentar Ino.
"Aku tidak ingin berpikir apapun soal bokong ayam itu sekarang."
"Kau mencari masalah ya, jidat lebar?" Tanya Sasuke yang lengkap dengan Karin di sampingnya.
"Apaan sih. Aku tidak memanggilmu kemari kok." Sahut Sakura tanpa mendongakkan kepalanya.
"You make me upset, Forehead!" Kata Sasuke sambil menarik lengan Sakura memaksa gadis itu berdiri.
"A, apa-apaan sih, Bokong ayam?" Seru Sakura. Sasuke hanya menatap Sakura dan mengeratkan cengkramannya. Namun yang di lihat Sakura bukanlah pandangan mata yang menusuk marah. Namun pandangan mata yang kesepian dan haus akan perhatian.
"Sa, sakit!" jerit Sakura. Ino dan Hinata segera bertindak. Begitu juga dengan Tenten.
"Kalau kau mau membalas, bicara saja! Bukan menyakiti seperti apa yang di lakukan nenek sihir itu!" Seru Ino berani. Sasuke tidak mengerti.
"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke mengendurkan cengkramannya pada Sakura namun masih cukup membuat Sakura mengerang. Selama beberapa saat Ino dan Sasuke saling berpandangan.
"Sasuke, Lepas! Sakit!" Pekik Sakura untuk kedua kalinya. Sasuke tersentak dan melepaskan cengkramannya dari lengan Sakura. Sakura mengelus lengannya yang lebam.
"Aku benci sekali padamu, Sasuke! Aku benci Sekali!" Teriak Sakura sambil berlari keluar kelas.
"Beginikah caramu membalas perasaan gadis itu? kau benar-benar laki-laki rendahan!"Kata Ino sambil mengajak Hinata mencari Sakura. Sasuke dan Karin hanya diam di tempat. Dari pada menjadi pusat perhatian yang paling di bencinya, Sasuke memilih menenangkan diri di luar kelas. Sambil memberikan tanda supaya Karin ikut, Sasuke berjalan keluar kelas.
'BRAAAKK!' Sasuke menggebrak dinding yang ada di belakang Karin tepat 5 cm dari telinga Karin.
"Apa yang kau lakukan pada Sakura?" Tanya Sasuke geram. Karin di buat ciut olehnya.
"A, aku tidak melakukan apapun." Dusta Karin.
"Dia bohong." Sahut sebuah suara.
"Itachi." Sapa Sasuke masih dengan nada geram.
"Aku melihatnya kemarin. Pipi Sakura memerah karena ia menamparnya." Kata Itachi sambil menunjuk Karin. Sasuke hanya melemparkan Death Glare padanya.
"Jika kau menyentuh Sakura dengan niat buruk meski seujung jaripun, Kami kurosu (I'll bite you to death). *Hahahahaha Amano-sensei, Hibari-chan! Aku pinjem kata-katamu yaaa~*" Kata Sasuke. Ia berlari menuju tempat biasa Sakura datangi. Ia mencari gadis pink itu ke seluruh penjuru sekolah sampai akhirnya ia berpapasan dengan Ino.
"Ya, Yamanaka!" Panggilnya.
"Apa maumu?" Tanya Ino ketus.
"Aku hanya ingin tahu dimana Sakura." Jawab Sasuke terengah-engah.
"Kau? Fuh. Jangan membuatku tertawa. Kau yang menyakitinya sekarang malah mencarinya? Mau kau apakan lagi Sakura? Meski aku tahu aku tak akan memberi tahumu." Kata Ino.
"Ya Kami-sama! Aku bersumpah aku hanya ingin meminta maaf dan aku ingin…." Kata Sasuke terputus.
"Ingin apa? ingin meng-klaim ia adalah milikmu?" Goda Ino dengan nada yang sedikit lebih tinggi.
"Ya. Aku ingin meng-klaim ia adalah milikku. Puas?" Balas Sasuke sambil menatap lurus ke mata Ino. Ino tak percaya dengan apa yang di katakan pemuda yang ada di depannya. Diam-diam Hinata dan Ino tersenyum.
"Apakah kau benar-benar sayang padanya?" Tanya Ino.
"Ya. Demi Tuhan Aku mencintainya. Meski aku selalu mengajak bertengkar atau sebaliknya, namun aku sadar kalau aku mencintainya!" Jawab Sasuke mantap. Ino mengangguk.
"Atap sekolah. Ia sangat suka angin di sana." Kata Ino. Sasuke dengan cepat berlari menuju tempat yang di sebutkan Ino.
"I, Ino-chan. Apa tidak apa-apa?" Tanya Hinata.
"Ya. Aku yakin padnaya. Aku yakin pada mata yang mau menatap lurus ke mataku hanya untuk mendapatkan sebuah jawaban." Kata Ino sambil mengajak Hinata kembali ke kelas.

-Di atap Sekolah-

"Sakura!" panggil Sasuke saat menemukan sosok yang ia rindukan. Sakura tidak sempat menoleh saat Sasuke memeluk dirinya dari belakang.
"Bo, bokong ayam?" Panggilnya. Sakura sadara dengan posisi-nya yang sekarang ia berontak berusaha melepaskan dirinya namun sudah pasti sia-sia.
"A, apa maumu?" Tanya Sakura dengan suara parau.
"Aku ingin meminta maaf padamu. Maafkan aku Sakura. Maaf karena menyakitimu." Kata Sasuke sambil mencium lembut rambut Sakura yang terurai.
"Bo, bokong ayam, kau aneh sekali beberapa hari ini. Se, sebenarnya aku bertanya-tanya kenapa kau mencium pipi dan keningku kemarin. Tadi kau marah-marah padaku, lalu sekarang kau malah-"
"A, aishiteru." Kata Sasuke. Sakura terbelalak kaget mendengar sebuah kata yang ingin ia katakan pada Sasuke terlontar dari mulut orang itu sendiri.
"Ka, kau masih demam ya?" Tanya Sakura.
"Baka. Kesadaranku masih full sejak aku menciummu kemarin. Jadi?"Tanya Sasuke menuntut jawaban. Sakura terdiam sejenak dan mencoba menyadarkan diri dari mimpinya.
"Oi. Bengong?" Tanya Sasuke tanpa melepas pelukannya. Nafas beratnya menerpa telinga Sakura.
"Ka, kau bohong kan?" Tanya Sakura.
"Baka~ sudah ku bilang I love you!" Kata Sasuke yang sukses mukanya memunculkan semburat merah.
"A, aku mau jadi-"
"Bagus!" Kata Sasuke sambil memutar tubuh Sakura dan mencium bibirnya. Sakura hanya bisa menikmati ciuman lembut Sasuke. Sakura tidak ingin kehilangan 3 hal yang sangat di sukainya. Ia tidak ingin kehilangan nee-sannya, tidak ingin kehilangan Bintangnya, dan ia tidak ingin kehilangan Sasuke-nya….
"Haruno?" Panggil Sasuke saat ia melepaskan ciumannya.
"Apa?" Balas Sakura.
"I hate you." Kata Sasuke.
"I hate you too." Balas Sakura meski heran dengan kata-kata Sasuke.
"But I Love you." Timpal Sasuke.
"Yeah. I think I just can say I love you too." Balas Sakura sambil tersenyum.

_
RiikuAya: HuaaaahhH! Selesaiiii! Udah ngga ada tanggungan!
Clara: Hooo~ masih ada fic request lhooo~
RiikuAya: SI, siapa kau? *Tatapan mata Horror*
Clara: Ayanami Clara-chan desu! Pengganti Shino-san yang telah berpulang ke-
RiikuAya: *Udah doa-doa sambil yasiin-an*
Clara: PLAAAAAKKK *Nggampar author sampe terbang ke ujung dunia* bego aku bilang telah berpulang ke Jepang dan sedang asyik sungkeman ma Bonyok merekhaa!