Yosh, akhirnya aku Naik kelas 3, setelah dag...dig...dug...DUERR... slama 2hari.
.
Buat para Reader and Author yang udah senior or masih Jr, Salam kenal smuanya. Mohon bimbingannya jika Fic Miki masih banyak kekurangan #Gk penting banget
.
Mudah-mudahan ceritanya bisa ngelengkapi koleksi Hari Sial Uchiha Sasuke *Diamaterasu*
.
Warning : Umum kayak Alert yang udah ditulis di Chap 1
Part 2- STory Begin
BRAAAK…
"Ck, apa-apaan gadis itu" gumam Sasuke ketika memasuki ruang Osis.
Sontak semua yang berada diruang Osis menatap heran dengan dahi berkerut kearah sang ketua Osis. Namun tidak ada satupun yang berniat bertanya.
"Aku Galau…." Ucap Burung Kakaktua yang menjadi tahanan Sasuke.
Sasuke yang mendengar ocehan burung itu menjadi naik darah, hingga akhirnya ia menghampiri lemari tempatnya memenjarakan sang burung dan membuangnya melalui jendela ruang Osis yang berada dilantai 2 itu. Setelah itu ia melenggang pergi kembali meninggalkan ruang Osis. Neji dan Gaara hanya bisa saling pandang melihat Sasuke.
.
"Fuck You, akan kubalas kau" gumam burung itu ketika jatuh di rumpun bunga dibawah jendela Osis. Setelah keluar dengan susah payah dari bunga itu burung itu kembali terbang. Setelah terbang beberapa kaki dari atap KIS burung itu berbalik dan bertengger dipagar pembatas atap.
.
.
Naru POV
Saat ini aku tengah berada diatap KIS, tentu saja setelah aku menyelesaikan test yang diberikan Iruka sensei. Kalian pasti bingung kenapa aku bisa menyelesaikannya dengan cepat. Tentu saja bagaimana kau tidak ingin segera cepat selesai jika selama test kurasakan tatapan mengintimidasi disekitarku dan jangan lupakan Aura pekat yang kurasakan dari teman sebangkuku.
"Tempat yang nyaman" gumamku sambil berdiri dipembatas atap. Sepi dan tenang, itulah yang kurasakan setelah selesai mengamati seluruh pelosok atap. Setelah puas mengamati, akupun mendudukan diri, melepas hearing aid dan menggantinya dengan headset yang tersambung dengan IPhoneku, sambil menikmati musik dari ponsel kupejamkan mataku..
"Senang bertemu denganmu lagi, hime" tiba-tiba sebuah suara yang terkesan tidak asing terdengar samar ditelinga sontak aku membuka mataku. Benar saja, kudapati burung yang tadi pagi menggangguku tengah berdiri menunduk didepanku. "Maafkan aku" tambahnya.
"Sudahlah, lupakan saja. Lebih baik kau diam atau silakan terbang ke tempat asalmu" Ucapku sambil kembali memejamkan mataku.
End Naru Pov
.
.
Krieeet…..
Pintu atap itu terbuka menampakan seorang siswa berambut raven, bermata onyx, dengan kulit putih porselen. Dari wajahnya terlihat ia sedang kesal. Siswa itu tidak lain dan tidak bukan adalah Uchiha Sasuke.
"Kau berniat meminta maaf padaku, sebaiknya nanti saja?" Tanya burung yang berada disamping Naruto dengan penuh percaya diri.
"Wah, kebetulan sekali" Ucap Sasuke sambil menyeringai dan menghampiri Naruto serta burung Kakaktua itu.
Merasa sinar matahari yang menghangatkan wajahnya tiba-tiba tidak terasa Naruto membuka matanya hingga mendapati sosok berambut raven yang berdiri angkuh didepannya, setelah menyesuaikan penglihatannya ia pun mengenali siapa sosok didepannya.
"Apa masalahmu? Tidak puas kau menguarkan aura permusuhan itu sejak tadi" Tanya Naruto dingin.
"Kau mau membuat masalah denganku?" balas Sasuke tidak kalah dingin.
"Sungguh pasangan serasi" Ucap si Burung Kakaktua.
"Diam Kau" teriak Naru dan Sasuke berbarengan.
"Benarkan" Lanjut burung itu lagi kali ini sambil bergumam.
"Sudahlah aku tidak ada Niat berdebat denganmu" kata Naruto akhirnya sambil berniat meninggalkan tempat itu setelah mengambil Hearing aidnya.
"Apa maksud tindakanmu, tadi pagi?" Tanya Sasuke to the point.
Naruto menhentikan langkahnya. Sejenak pristiwa tadi pagi kembali berputar dikepalanya padahal ia sudah berharap semua orang yang pernah menjadi korban semua tindakannya melupakannya.
"Kecelakaan, Maafkan aku" ucapnya akhirnya setelah menghela nafas.
"Heh, kecelakaan? Bagaimana mungkin kau mengatakan itu kecelakaan kalau tindakan itu kau lakukan secara sadar" Jawab Sasuke dengan nada Sinis.
"Orang-orang 'Normal' seperti kalian tidak akan memahaminya" ucap Naruto sambil menatap kearah langit. Sebelum akhirnya meninggalkan atap itu.
.
Skip Time
Ting….tong…..tong…..teng…..
Bel pulang sekolah telah berbunyi, dengan langkah cepat Naru menuruni tangga.
Brukkk…
"Heh, kalau jalan pakai Mata" Ucap seorang siswa yang sama-sama jatuh ketika bertabrakan dengan Naru ditangga. Seorang siswa dengan tanda segitiga terbalik dikedua pipinya.
"Baik…" ucap Naruto sambil mengambil hearing aidnya yang terlepas ketika ia terjatuh.
"Sekarang kau gantikan aku membersihkan toilet dilantai 2, aku tidak mau tahu" Ucap siswa yang bertag name Inuzuka Kiba itu kemudian meninggalkan Naruto.
Naruto yang telah mendengar perintah Kibapun langsung kembali menaiki tangga yang tadinya telah ia lewati.
.
Lorong lantai 2 siang itu nampak sepi, mungkin karena dilantai ini hanya terdiri dari laboratorium-laboratorium, Ruang olah raga, Aula dan Ruang Osis saja sehingga jarang dilewati siswa maupun guru, kecuali yang berkepentingan.
Bruuk…
"Ah, Maafkan aku" ucap Naruto sambil mengambil beberapa map yang terjatuh dilantai. "Ini, sekali lagi maafkan aku" lanjutnya sambil menyerahkan map yang telah dipungutnya.
"Kau? Apa itu kau Naru?" Tanya pemuda yang menerima map yang telah diserahkan Naruto. Mendengar namanya disebut, Naruto mengangkat wajahnya yang sebelumnya tertunduk ketika meminta maaf.
"Gaara" Ucap Naruto ketika melihat siswa didepannya. "Kau disekolah ini?" lanjutnya dengan wajah ceria.
"Hn. Kau siswi baru disini? Dikelas mana?" Tanya Gaara lagi.
"Emmm, aku dikelas XI-A" jawab Naruto dengan semangat. "Emmm, Gaara dimana Toilet di lantai ini?" Tanya Naruto sambil berbisik.
"Dilorong kanan depan sana, dibelakang ruangan Olah raga. Kau mau kesana?" tanya gaara lagi.
"Hehehe seperti biasa" Cengir Naruto.
"Baiklah, kalau begitu besok saja kita lanjutkan sekarang juga aku harus keruang guru. Jaa" Ucap Gaara.
Setelah Gaara berlalu, Narupun segera menuju tempat yang telah ditunjukan Gaara.
.
,
Sasuke Pov
'Ck, sudah sesore ini' batinku ketika melihat jam tangan yang melingkar ditanganku menunjukan pukul 16:40. Saat ini hanya aku anggota Osis yang belum pulang. Mengingat aku melupakan tugas-tugasku karena terlalu berlebihan menanggapi pristiwa hari ini. Sungguh aku berpikir 'Dosa Apa Yang Telah Kulakukan Hingga Akhirnya diBeri Kesialan Sepanjang hari ini' batinku miris.
Setelah membenahi semua arsip sekolah akupun melangkahkan kakiku meninggalkan ruangan Osis, tentu saja setelah menguncinya. Kulangkahkan kakiku menuju Toilet dilantai ini seperti yang biasa kulakukan sebelum pulang.
'Woow, hari ini lebih bersih. Siapa lagi yang mendapat hukuman dari Ibiki sensei hari ini?' batinku ketika memasuki Toilet yang bisa dibilang lebih bersih daripada sebelum-sebelumnya. Tidak mau berlama-lama hanya didepan pintu toilet akupun segera menghampiri salah satu bilik toilet.
Braak…
Aku yang terkejut dengan pintu didepanku yang tiba-tiba terbuka sontak membuatku jatuh setelah sebelumnya didahulu dengan dahiku yang terbentur pintu. Sungguh aku mengutuk 2hal di toilet ini.
'Siapa yang berani-berani membuka pintu sembarangan & Siapa konstruktor yang telah membuat pintu bilik ini bisa dibuka dari 2arah' batinku.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap sebuah suara tepat didepanku. Perlahan kudongakan wajahku untuk melihat pemilik suara itu.
"Lagi-lagi kau, Menyingkir" Geramku sinis ketika mendapati gadis itu lagi. Dengan cepat ia bangkit dan menunduk didepanku. "Apalagi yang kau tunggu, cepat pergi dari sini" teriakku setelah aku berdiri tepat didepannya.
"Maafkan aku" ucapnya kemudian berlari meninggalkanku.
Aku hanya dapat menatap bingung kearah punggungnya yang semakin menjauh. Setelah sosok itu hilang dari penglihatanku akupun bergegas masuk ke bilik yang terbuka didepanku.
.
Setelah sekitar 5menit aku berada di toilet itu. Akupun keluar darisana. Sebelum aku melangkahkan kakiku keluar dari toilet mataku menangkap sebuah ransel di samping wastafel didekat pintu masuk serta sepasang Hearing Aid yang sangat kukenal. Kuputuskan untuk membawa serta benda itu.
End Sasuke Pov
.
Miki™
.
"Sudah jam segini, Kaa-san pasti memarahiku" Gumam Naruto sambil melihat kearah jam sekolah yang telah menunjukan pukul 17:10. Saat ini seluruh kegiatan Ekstra sekolah telah selesai tidak heran kalau sekolah sudah sunyi. "Lama sekali orang itu" gerutunya sambil sesekali melihat kearah lorong sekolah dibelakangnya.
Tidak berapa lama, orang yang dimaksudnya muncul. Melihat itu Naruto segera berlari.
'Ck, Dia lagi. Mau apa dia' batin Sasuke ketika melihat Naruto berlari dengan cepat kearahnya.
Sasuke yang menatap gerak-gerik Naruto yang berlari kearahnya sudah dapat menduga apa dilakukannya. Setelah Naruto melewatinya, Sasuke berbalik bermaksud melihat kemana Naruto pergi. Otaknya yang jenius cukup cepat memproses kemana tujuan Naruto pergipun segera menyusulnya.
.
"tidak ada, tidak ada, Ya ampun dimana aku meletakannya?" Nampaknya Naruto yang telah sampai kembali ke toilet tempatnya menggantikan kiba itu terlihat panik.
"Mencari ini, Dobe" tiba-tiba suara Sasuke menyapa telinganya saat kepanikan melingkupinya.
Narupun langsung mengarahkan pandangannya kearah sumber suara. Takut, terkejut, dan senang tergambar diwajahnya. Sasuke yang melihat ekspresi itu hanya dapat mengernyitkan dahinya.
"Bukankah, kau mencari ini, dobe?" ulang sasuke sambil menyodorkan tas itu.
"I…iya" jawab Naruto sambil tertunduk mengambil tas itu dari tangan Sasuke.
Sasuke tambah mengernyitkan dahi melihat reaksi orang didepannya.
"Ini juga milikmu kan?" Tanya Sasuke sambil mengeluarkan sepasang hearing aid dari sakunya.
"Terima kasih" Ucap Naruto sambil mengambil benda itu dari tangan Sasuke dan segera memakainya.
Baru sebelah benda itu terpasang ditelinga Naru, Sasuke mengintrupsinya.
"Ada apa denganmu, bukankah itu hanya benda palsu untuk apa kau memakainya? Itu hanya membuatmu tidak bisa mendengar suara apapun" Tanya Sasuke.
"Aku harus memakai benda ini" Jawab Naru singkat.
"Dasar dobe, kau pikir apa guna benda palsu itu" Sinis Sasuke.
"Bagimu benda ini tidak berguna karena kau bisa melewati semuanya dengan mudah, Bahkan menolak orang-orang yang ingin memanfaatkanmu. Tapi untukku, seandainya aku bisa memilih aku lebih memilih menjadi pengguna original alat ini atau mungkin menjadi 'Orang yang tidak bisa mendengar' lebih baik" Ucap Naruto sambil menatap tajam kearah onyx Sasuke, setelah itu ia berlalu melewati Sasuke.
"Tunggu" cegah Sasuke.
Naruto yang saat itu belum memasang sebelah hearing aidnya berhenti ditempatnya. Sasuke yang melihatnyapun bingung. Kebanyakan wanita kalau sedang marah biasanya tidak bisa dicegah jika ia ingin pergi. Tetapi gadis didepannya ini. 'ada apa dengannya?' batin Sasuke seolah tertarik dengan sikap Naru.
"Apalagi maumu?" Tanya Naruto dingin. Perlahan kedua bahunya bergetar, ia takut jika Sasuke tahu masalahnya dan ia akan dimanfaatkan. Ia tahu Sasuke adalah siswa terjenius di KIS. Dan penjelasannya sudah cukup jelas untuk membuat Sasuke tahu apa masalahnya.
"Maafkan aku" Ucap Sasuke ketika tepat berada dibelakang Naru.
Tidak ada reaksi yang diberikan Naru.
"Well, Sebagai permintaan maafku, kuantar kau pulang. Ini sudah sore" Lanjutnya sambil tersenyum singkat setelah berada di depan Naru dan menghapus air mata yang hampir jatuh di kedua mata Sapphire itu.
"Te…terima kasih" Balas Naru sambil tersenyum singkat.
.
.End Or TBC…..?
Mohon maaf jika tidak atau kurang memuaskan para Reader sekalian.
.
Miki Ucapin Thanx buat reader yang udah ninggalin jejak di fic Miki.
