A/N:Ya-ha! *nembak-nembakkin peluru ke segala arah* ketemu lagi

Dengan Author gaje yang imut-imut dan amit-amit ini, saya tak sabar

Pengen buru-buru publish, jadinya update kilat deh! Iya saia tau,

Chapter 1 cerita saia mang pendek, sekarang mau saya panjangin nih fanfic Saia. Selamat menikmati! Ushishishishi *tawa laknat*

Disclaimer: Inazuma Eleven so pasti punya Level-5! Kalo InaIre jadi milik

Saia, pasti tak akan saia biarkan Aprodhi yayang pergi ke

Korea! *tampoled*

Warning: OOC, OC, gaje, abal, aneh, humor yang garing luar biasa

Singer OR Goalkeeper?

Akhirnya, mobil hitam yang ditumpangi oleh Mamoru dan juga seorang gadis yang diketahui bernama Aya pun tiba di sebuah gedung yang sangat mewah dan besar. Sesaat setelah mobil hitam itu parkir, Beberapa orang datang menghampiri mobil itu dan membukakan pintu mobil untuk Mamoru dan Aya. Salah satu orang memberikan sebuah jaket hitam dan kacamata hitam kepada Mamoru. Mamoru pun segera mengenakan jaket dan kacamata tersebut lalu berlari ke dalam gedung. Dengan terburu-buru Mamoru dan Aya segera berlari ke ruang rias artis. Begitu mereka berdua memasuki ruang rias artis, para piñata rias telah siap dengan semua peralatan merias mereka.

"Mamo-chan~ ini kostum untuk shooting video klip, cepat pakai ya~ shooting-nya akan dimulai sebentar lagi jadi kau harus cepat-cepat". Kata seorang ehem-banci-ehem. Mamoru pun segera masuk ke ruang ganti dan mengganti jersey-nya dengan kostum yang diberikan oleh 'sang banci". Setelah beberapa saat, Mamoru pun akhirnya keluar dari ruang ganti. begitu Mamoru keluar dari ruang ganti, penampilannya benar-benar berubah 180 derajat! Kini dia memakai baju berwarna hitam model gothic yang membuatnya terlihat "ooh-sexy-sekaleeee", Author aja ampe senyam-senyum sendiri ngebayangin penampilan terbaru Mamoru ini *plaaaKK*. dia juga mengenakan kalung hitam yang modelnya seperti kalung anjing,

"KYAAAAA! Mamo-chan sexy sekaliiiii! Aduuuuh! Rasanya eke jadi pengen ngegrepe-grepe(?) kamyu deeehh~". Kata si banci itu dengan nada suara genit. Mamoru hanya bisa sweat-drop melihat penata rias-nya itu yang makin hari makin gaje aja. "Aduuuh! Lola-san! Cepetan rias aku dong! Kalo aku telat shooting video klip bisa-bisa aku dijadikan sate oleh Aya-Chan!" keluh Mamoru. "Oh iya! Maaf ya Mamo-chan~ ayo sini duduk, akan tante buat kamu menjadi penyanyi yang super guanteng! Dan pastinya nggak akan dikenali~". Kata sang banci yang ternyata memiliki nama pemirsa! *tampoled* yaitu Lola nyooo!

!#$PEMBATAS CERITA NIH!%^&*

Sosok Mamoru yang kini baru saja selesai dirias oleh Lola sang banci *dicekek Lola* benar-benar tidak dapat dikenali nyo! Rambutnya di cat hitam dengan cat khusus yang bisa dibersihkan hanya dengan sekali keramas, dia juga memakai topi hitam untuk menutupi model rambut bagian atasnya yang seperti tanduk(?) matanya ditutupi oleh sebuah kacamata hitam yang gaul banget men! Ditambah lagi yang paling membuat Author sarap ini jingkrak-jingkrak gaje, dia… dia… dia…..tersenyum seperti HiroHiro! GYAAAA! Kalo kayak begini terus bukannya nulis fanfic Author malahan asyik senyam-senyum sendiri mikirin Mamoru yang sedang tersenyum ala Hiroto!

….Oke, back to the story. "Yo! Ryuk! Tumben hari ini kau tidak terlambat, biasanya kan kau selalu datang terlambat dan akhirnya jadi korban omelan super panjang dari Manager!" sapa seorang laki-laki tampan yang bernama Natsume Tai. "Ahaha, kalau begitu aku benar-benar harus berterima kasih kepada Aya-chan yang telah menyeretku pergi ke lokasi shooting sebelum aku terlambat". Kata Mamoru sambil tersenyum lembut (Author: *nosebleed*). "Wahaha! Jadi Aya ya yang menarik mu kemari! Kau benar-benar harus berterima kasih padanya Ryuk!" Kata Tai sambil menepok (baca:memukul) punggung Mamoru dengan amat-sangat-kencang". Ittai! Natsume-kun, kumohon lain kali jangan memukul punggungku seperti itu, kalau punggungku hancur bagaimana dooong?" ujar Mamoru dengan muka memelas.

"Ahahahahahaha! Gomen, gomen… aku terlalu kencang menepok punggungmu ya? Eh! Pak sutradara sudah memanggil, ayo cepat kita kesana". Ajak Tai sambil menarik tangan Mamoru, Mamoru hanya tersenyum dan mengikuti Tai mendekati sang sutradara. "Siap! Take 1 Dance de Bakoon! Guardians 5! Action!" shooting video klip pun dimulai.. "Funky Danshi, tabidatsu jikan da! Funky neechan, tokumeku jikan da!" …

Akhirnya shooting pun selesai, seluruh anggota Guardians 5 tampak kelelahan setelah melakukan banyak gerakan dance yang luar biasa sulit. "Terima kasih atas kerja keras kalian! Lusa kita akan mengadakan pemotretan untuk cover album terbaru kalian. Jangan sampai terlambat! Terutama kau Ryuk, jangan sampai kau terlambat menghadiri pemotretan! Mengerti!" kata pak sutradara. "Wakatta, wakatta, aku akan berusaha agar aku tak terlambat menghadiri acara pemotretan nanti, ha'i!" kata Mamoru masih dengan senyuman lembut ala HiroHiro-nya. "Baiklah, saa.. ja ne minna!" kata sutradara yang kemudian pergi meninggalkan studio.

%^&*PEMBATAS CERITA NYOOO!#$

*Mamoru POV*

"Haaah… hari ini benar-benar hari yang melelahkan ya". Keluh Aya sembari memijat-mijat tangannya yang terasa pegal. "Iya….. badanku pegel semua niiih… besok aku masih harus berlatih untuk mempersiapkan pertandingan Inazuma Japan melawan Fire Dragon, kalau begini caranya bisa-bisa tubuhku hancur deh". Kataku sambil pundung di pojok ruang rias. Saat ini, hanya tinggal aku dan Aya-chan yang masih berada di ruang rias, jadi aku pun bisa bebas mengeluarkan sifat asli-ku.

Yah… hanya sedikit orang yang tau bahwa sebenarnya Endou Mamoru yaitu aku yang merupakan kapten tim sepak bola Inazuma Japan dan Namikaze Ryuk leader band remaja Guardians 5 yang sedang naik daun adalah satu orang! Ya… identitas asli Namikaze Ryuk yang merupakan personil Guardians 5 yang misterius itu ternyata adalah Endou Mamoru. yang tau tentang profesi lainku ini adalah Aya-chan, ayah, ibu, Lola-san, dan Manager Guardians 5. hehehe! Aku benar-benar misterius ya! Bahkan di Guardians 5 saja yang tau tentang identitas asliku hanya Aya-chan dan Manager!

"Ayo kita pulang Mamoru-kun, maksudku Ryuk-kun! Jangan lupa pakai topi dan kacamata hitammu lagi, kau tau kan apa yang akan menunggu kita diluar sana?" Tanya Aya sambil menyeringai. Aku pun kembali memasang senyum ala Hiroto dan memakai topi dan kacamata hitamku. Kami berdua akhirnya mulai melangkahkan kaki kami keluar dari gedung "Piccolo Town" yang merupakan tempat "langganan" band Guardians 5 untuk melakukan shooting video klip dan juga pemotretan cover album. di depan gedung Piccolo Town, aku melihat kerumunan orang yang sangat banyak mencoba menerobos para penjaga gedung. Yap! Kerumunan orang-orang itu adalah para fans band Guardians 5! Begitu orang-orang itu melihat aku dan juga Aya-chan yang baru saja keluar dari gedung, mereka langsung mendorong para penjaga itu dengan tenaga yang lebih kuat.

Akhirnya para penjaga gedung itu pun berhasil mereka kalahkan (bahasamu nak). Dengan kecepatan yang luar biasa, dalam sekejap aku dan Aya-chan sudah dikerubungi oleh para fans. Yah…. Walaupun saat ini aku benar-benar letih, aku tetap tersenyum kepada mereka dan dengan senang hati memberikan tanda tangan dan juga fotoku kepada mereka, kalau tidak ada mereka kan, aku tidak akan bisa sukses seperti ini. Jadi sebagai tanda terima kasihku pada mereka aku akan melakukan apapun untuk menyenangkan hati mereka

*End Mamoru POV*

"Huwaaaa! Lihat-lihat! Namikaze Ryuk dan juga Fukuhara Aya sudah keluar dari gedung! Ayo kita pergi kesana dan minta mereka untuk memberikan tanda tangan serta foto mereka untuk kita!" seru Toramaru dengan sangat bersemangat. Ternyata, Toramaru itu adalah penggemar Guardians 5! Khususnya Namikaze Ryuk. Menurutnya, Namikaze Ryuk itu benar-benar penyanyi yang benar-benar berbakat! Wuaaahhh! Saya tak nyangka adik saia yang manis ini ternyata memiliki minat terhadap musik! (Toramaru: "Saya bukan adik kamu tau!"). Shuuya dan Yuuto yang menemani Toramaru kemari pun hanya bisa mengikuti junior mereka yang imut-imut itu.

Setelah berhasil menerobos kerumunan para fans yang"Naudzubillah" banyaknya, mereka bertiga kini sudah berada di depan Namikaze Ryuk yang tidak menyadari kehadiran mereka saking sibuknya memberikan foto dan tanda tangannya ke fans-fans yang lain (Author: "Mamoru lemot" *dicekek God Hand*). "Ano, Namikaze-san! Boleh aku minta tanda tangan dan juga fotomu?" Tanya Toramaru malu-malu. Mamoru pun segera menoleh kearah Toramaru sambil tersenyum, tapi senyumannya itu langsung hilang berganti dengan wajah orang yang benar-benar terkejut. "Ko..kok mereka bisa ada disini sih! Kalo jati diriku ketahuan oleh mereka bagaimana dong! Fuuh.. tenang-tenang, bersikaplah sewajarnya, santai saja". Kata Mamoru dalam hati.

Mamoru pun kembali memasang senyuman ala HiroHiro. "Baiklah kalau begitu". Kata Mamoru sambil tersenyum kearah Toramaru yang kini tampak senang sekali. "Kalian itu anggota Inazuma Japan kan?" Tanya Mamoru basa-basi. "I..iya! bokura wa Utsunomiya Toramaru desu!" kata Toramaru sembari membungkukkan badannya. "Ahaha, Bokura wa Namikaze Ryuk desu, senang berkenalan denganmu, Toramaru". Kata Mamoru. "A..ano, apakah Namikaze-san itu penggemar sepak bola?" Tanya Toramaru. "Ha'I, aku adalah penggemar berat sepak bola. Bahkan waktu aku masih SD hingga sekarang, aku adalah kapten tim sepak bola di sekolahku". Kata Mamoru keceplosan.

"Jadi kau juga pemain sepak bola? Tapi kenapa ketika Football Frontier berlangsung tim sepak bolamu tidak ikut bertanding?" Tanya Shuuya yang sejak tadi diam saja. "O…oh… kalau itu… tim sepak bola kami sedang mengalami masalah yang cukup rumit, sehingga kami tidak bisa mengikuti Football Frontier". Kata Mamoru yang kebingungan mencari-cari alasan yang tepat. "Sokka.. sa.. arigatou gozaimasu! Karena kau bersedia memberikan foto dan juga tanda tanganmu, bahkan kau juga mau ngobrol bersama kami! Sekali lagi, Arigatou Gozaimasu!" kata Toramaru sambil membungkukkan badannya. "Taijoubou, aku senang kok berbicara dengan kalian! Semoga saja nanti kita dapat ngobrol bersama-sama lagi ya, saa.. ja ne!" Kata Mamoru yang segera berlari meninggalkan meninggalkan mereka bertiga sembari tersenyum dan melambaikan tangan. Toramaru pun tersenyum ke arah Mamoru sambil melambaikan tangannya. Sementara Shuuya dan Yuuto hanya tersenyum kecil.

Mamoru pun memasuki mobil hitam mewahnya. Di dalam mobil, tampak Aya yang sudah duduk di kursi belakang. "Tadi itu teman-teman satu timmu kan? Kau tidak takut identitasmu ketahuan?" Tanya Aya. "Tidak akan, tidak akan… aku yakin penyamaranku ini tidak akan terbongkar". Kata Mamoru sambil menutup pintu mobil.

NYOOO! PEMBATAS CERITA NYOOOO!

Mobil hitam yang dikendarai Mamoru dan Aya pun segera menghilang dari pandangan Toramaru, Shuuya, dan Yuuto. Mereka bertiga pun segera melangkahkan kaki mereka menjauhi gedung Piccolo Town. "Hei Kidou, entah kenapa rasanya.. Namikaze Ryuk itu mirip dengan seseorang ya". Kata Shuuya memulai pembicaraan. "Kau juga merasakannya ya, Gouenji". kata Yuuto. "Mmmmmm… siapa ya…". Yuuto dan Shuuya berusaha mengingat-ingat, kira-kira di antara orang-orang yang mereka kenal, ada tidak ya orang yang mirip dengan Namikaze Ryuk. "Mungkin.. Hiroto-senpai ya? Habisnya sifat mereka berdua mirip sekali, dari cara bicara dan senyumannya pun sama". Kata Toramaru.

"Yah, bisa jadi… sudahlah, lebih baik kita segera pulang sebelum orang-orang yang ada di camp cemas". Kata Yuuto. Shuuya dan Toramaru menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mereka bertiga akhirnya bersama-sama lari menuju Camp Inazuma Japan

TO BE CONTINUE!

A/N: Aduuuhh, capek saia ngetik ni fanfic, saia sekarang lagi nggak mood banyak-banyak ngomong, pokoknya review ya! (flame juga boleh)