A/N: *terharu* saia bener-bener nggak nyangka, ternyata fanfic saia yang gaje ini mendapat respons baik dari para readers. Terima kasih banyaaaakk! *nangis saking senangnya* yosh! Setelah membaca review dari readers sekalian, saia jadi makin semangat nyo! Baiklahhhh, ini dia chapter ke-4 Singer OR Goalkeeper?
Disclaimer: Inazuma Eleven selamanya punya Level-5! Kalo jadi milik saia, bakal saia bikin ni anime jadi anime full yaoi! *geplak!*
Warning: OOC, OC, gaje, abal, aneh, genre humor tapi kagak ada humornya T_T
Singer OR Goalkeeper?
Pertandingan antara tim Inazuma Japan dan tim Fire Dragon telah usai, dengan hasil tim Inazuma Japan keluar sebagai pemenang. Seluruh anggota tim Inazuma Japan tampak sangat-sangat bahagia. "Yosh minna! Ayo kita pergi hadapi dunia bersama-sama!" teriak Mamoru penuh semangat. "HA'III!" Balas anggota Inazuma Japan yang lain tak kalah semangat. "Yosh, ayo kita lempar Mamoru ke udara bersama-sama!" kata Hijikata. "E…eehh! Tunggu dulu, jangan lempar aku! Jangan-jangan! UWAAAAA!". Tanpa mempedulikan teriakan penolakan Mamoru, mereka bersama-sama melemparkan Mamoru ke udara.
"UWAAAAA! HENTIKAN! HENTIKAN! TURUNKAN AKU!" Akhirnya Mamoru pun di turunkan oleh teman-temannya. "Haduuuuh… puyeng aing". Kata Mamoru dengan menggunakan bahasa sunda (Author: "Sejak kapan Mamoru bisa bahasa sunda?"). "Selamat ya, Mamoru-kun! Kau dan juga timmu memang benar-benar hebat!" kata Aprodhi sambil mengulurkan tangannya mengajak Mamoru bersalaman. "Arigatou! Aprodhi, terima kasih ya untuk hari ini! hehehe… benar-benar pertandingan yang menyenangkan!" kata Mamoru sambil tersenyum lebar. Aprodhi pun balas tersenyum. Mamoru dan Aprodhi pun akhirnya terlibat perbincangan yang sangat seru.
"DUAAAAAAARRRR!" terdengar ledakan yang sangat besar yang dengan sukses mengakibatkan terjadinya jaw-drop berjama'ah yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di stadion. "Suara ledakan darimana itu?" Tanya Fuusuke yang hampir saja kena serangan jantung saking kagetnya. "Oh, itu suara ringtone HP-ku! Hehehe! Keren kan!" Kata Mamoru dengan wajah tak berdosa. Seluruh anggota Inazuma Japan (kecuali Mamoru) dan juga seluruh anggota tim Fire Dragon pun hanya bisa sweat-drop berjama'ah. "Moshi-moshi, ng… EEHHH! Ya ampun aku benar-benar lupa! Baiklah aku akan segera kesana!" setelah mematikan handphone-nya, Mamoru langsung berlari keluar dari stadion dengan kecepatan yang melampaui Eyeshield 21.
Orang-orang yang ada di stadion hanya bisa cengo melihat Mamoru yang keluar dari stadion secara tiba-tiba. "Mamoru kenapa ya? Kok keliatannya dia panik sekali?" Tanya Ichirouta yang kebingungan. "Akhir-akhir ini kok rasanya Mamoru sering bersikap seperti itu ya, setiap kali dia menerima telepon dari seseorang". Kata Ryuuji. "Aku jadi penasaran, kira-kira kenapa ya Mamoru bersikap itu". Gumam Yuuto. "Hmm… bagaimana kalau kita semua menyelidiki bersama-sama apa yang sebenarnya terjadi?" Kata Akio sambil mengeluarkan seringaiannya yang super hot! (Author: *tepar*).
"Ide bagus, baiklah… pertama-tama ayo kita selidiki siapa sebenarnya orang yang menelpon Mamoru". kata Yuuto. Anggota Inazuma Japan yang lain menganggukkan kepala mereka, tanda bahwa mereka setuju dengan usulan yang diberikan oleh Akio dan Yuuto. Wuaduuhh…. Bahaya nih…..
PEMBATAS BOOOO!
"Gomen minna! Aku harus mengurus urusan yang sangat penting sebelum pergi kesini, jadi tolong maafkan keterlambatanku ini". Mohon Mamoru yang baru saja tiba di tempat pemotretan cover album (inget chapter 2). "Kau ini! selalu saja beralasan harus mengurus sesuatu jika terlambat! Sebenarnya apa yang harus kau urus! Apa urusanmu yang tidak jelas itu jauh lebih penting daripada konferensi pers, pemotretan, dan juga shooting video klip!" Bentak Sutradara yang benar-benar kesal karena dia sudah menunda pemotretan selama 3 jam hanya untuk menunggu Mamoru. Mamoru hanya diam, tak bisa menjawab pertanyaan sutradara. "Cepat jawab Ryuk!" bentak sutradara lagi. "…" Mamoru tetap diam. "CEPAT JA…" "CUKUP!" bentak manager memotong perkataan sutradara. "Kau tidak berhak mencampuri urusan pribadi Ryuk! Meskipun kau seorang sutradara handal sekalipun, kau tidak berhak mencampuri urusan pribadi orang lain!" bentak manager dengan nada suara tinggi.
Mendengar perkataan manager, sutradara pun kembali tenang. "Maaf Ryuk, hari ini aku sedang banyak masalah, jadi bawaannya ingin marah-marah terus, sekali lagi maaf ya, aku seenaknya mencampuri urusan pribadimu". Kata sutradara sambil tersenyum ramah seperti biasa. "Daijoubu Sousuke-san (nama pak sutradara), maafkan kesalahanku juga ya". Kata Mamoru sambil membungkukkan badannya tanda menyesal. "Iya, aku juga minta maaf, sekarang ayo kita mulai bekerja!" Kata Sousuke. Mamoru pun menganggukkan kepalanya sambil menunjukkan senyuman ala HiroHiro yang pasti akan membuat fans-fans-nya Hiroto tepar, seperti saia *plaakk!*
Akhirnya pemotretan cover album terbaru Guardians 5 di mulai. Nama album terbaru mereka adalah "Omakase Guardian". Dalam album Omakase Guardian ini, terdapat 10 lagu dengan bebagai macam jenis musik dan genre. Judul dari lagu-lagu itu adalah:
-Dance de Bakoon -Omakase Guardian
-School Days -Tsukiatteru no ni Kataomoi
-Seishun Bus Guide -Rival
-Ryuusei Boy -Going on!
-Madayade -Kokuhaku no Funsui Hiroba
WIIIHHH! Dari judulnya aja keliatannya lagu-lagunya seru banget tuh! Oiya, saia belum ngasih tau ya nama-nama personil band Guardians 5 *di lempar panci* hehehe, saia baru inget pas lagi nulis nie chapter. Ote! Ini dia nama-nama personil band Guardians 5! :
-Namikaze Ryuk/Endou Mamoru: 14 tahun (Leader)
-Fukuhara Aya: 14 tahun
-Natsume Tai: 14 tahun
-Miyashita Himawari: 13 tahun
-Kim Dong Sun: 12 tahun (orang Korea)
Yosh! Itu dia nama-nama personil band Guardians 5! Dan sekarang…. Back to the story!
Hari ini seluruh anggota Guardians 5 tampil dengan dandanan yang keren sekaleee! Dong sun, anggota termuda Guardians 5 memakai kaos berwarna kuning yang di beri aksesoris berupa dasi berwarna biru tua, dia memakai jeans hitam dengan aksen rantai, dan juga sepatu tali warna hitam. Himawari memakai baju lengan panjang berwarna kuning yang di bagian dadanya di hiasi jahitan yang membentuk seorang anak perempun bergaun putih yang manis, di bagian perutnya di hiasi jahitan berbentuk 3 bunga matahari. Celananya jeans hitam yang panjangnya setengah betis, juga kaos kaki hitam yang panjangnya selutut. Sepatunya sama seperti Dong sun. Sedangkan Tai, dia memakai kaus bergaris hitam putih dengan jaket berwarna hitam yang di hiasi kancing berwarna merah, putih, dan ungu di bagian dada kanannya, celananya jeans hitam dengan aksen rantai. Aya memakai baju lengan panjang warna biru tua yang ada hiasan garis-garis merah yang sama seperti garis-garis merah di bendera Amerika. Bawahannya sama seperti Himawari. Baju yang dipakai Mamoru sama seperti yang di pakai Tai, bedanya jaket-nya berwarna kuning dan jeans-nya berwarna biru tua. Aduuhh… pokoknya penampilan mereka benar-benar KAKKOII!
"Okee… siap, senyum! JEPRET! Oke! Sekarang sendiri-sendiri. Pertama Dong sun, yakk, siappp! JEPRET! Yosh, selanjutnya Ryuk. Oke… JEPRET!
PEMBATAS CIIINNN!
"Selamat ya atas kemenanganmu dan juga timmu, Mamoru". kata Runa (nama asli manager Fujisaki Runa) sambil tersenyum. "Arigatou, Fujisaki-san". Kata Mamoru. Sekarang hanya Mamoru dan Runa saja yang masih berada di gedung Piccolo Town. Aya sudah pulang dengan menggunakan mobilnya. Waktu dia pulang bareng Mamoru itu tuh gara-gara mobilnya Aya lagi di servis, kagak bisa di pake dulu. "Nanti aku akan bilang ke seluruh kru dan juga teman-teman bandmu yang lain kalau aku menemukanmu pingsan di ruang rias begitu pemotretan cover selesai, dan setelah di bawa ke rumah sakit ternyata lambungmu terkena infeksi yang cukup parah dan kau harus di operasi, sehingga kau harus istirahat selama berbulan-bulan". Usul Runa panjang lebar.
"Bagus! Dengan begini aku bisa mengikuti FFI nanti dengan tenang". Kata Mamoru. "Kau tidak usah memikirkan hal lain dulu, yang harus kau pikirkan sekarang adalah memenangkan FFI nanti, mengerti?" kata Runa sambil tersenyum. "Ha'i!" teriak Mamoru dengan penuh semangat. "Nah, sekarang cepat kau pakai jaket-mu dan segera keluar dari gedung diam-diam, kalau sampai ada yang melihatmu, rencana kita bisa gagal". Kata Runa sambil melemparkan jaket bertudung milik Mamoru. "Arigatou! Bye-bye!" teriak Mamoru sambil berlari meninggalkan ruang rias. "Untunglah aku memiliki sahabat-sahabat seperti mereka". Kata Mamoru sambil tersenyum lembut.
^^PEMBATAS^^
Hari keberangkatan seluruh tim Inazuma Japan pun tiba. "Jaga diri kalian ya! Shirou, Ryuuji!" kata Mamoru. "Ha'I, aku akan pergi menyusul kalian jika lukaku sudah sembuh". Kata Shirou. "Ganbatte ne, minna!" kata Ryuuji. "Hehehe, cepatlah kembali ke tim ini ya!" kata Mamoru sambil menunjukkan senyum matahari-nya yang sukses membuat Ichirouta, Shuuya, dan juga Hiroto tepar saking terpesonanya. "MA-MO-RU-CHAN!" panggil seseorang. Mamoru benar-benar terkejut begitu mengetahui siapa yang memanggilnya. "A…Aya-chan!...Fujisaki-san! Kenapa mereka ada di sini! Terus kenapa dandanan mereka aneh begitu?" pikir Mamoru sambil sweat-drop begitu melihat penampilan aneh bin gaje Aya dan Runa. Aya memakai kacamata yang super besar dan tebal, dan uga kawat gigi palsu. Rambutnya di kepang dengan karet warna-warni, dan dia juga memakai seragam SMP model sailor. Sedangkan Runa, dia memakai baju kantoran yang model-nya jadul, dia memakai gigi palsu yang maju ke depan dan juga tompel palsu yang besar dan ada bulunya (Author: "HIIII!"). "Ka..kalian sedang apa di sini?" Tanya Mamoru yang tampak kebingungan. "IIIIHHH! MAMORU-CHAN JAHAT! Masa Mimi-chan tidak boleh melihat sepupu Mimi-chan yang tersayang pergi ke luar negeri!" kata Aya sambil memonyongkan bibirnya sepanjang 8 cm. "Iya! Mamoru-chan jahat! Bibi dan juga Mimi-chan kan ingin liat Mamoru-chan pergi ke luar negeri!" kata Runa sambil memonyongkan bibirnya sepanjang 10 cm. "Ya sudah, bibi dan Juga Mimi-chan boleh melihatku pergi ke luar negeri kok". Kata Mamoru yang mulai bisa menyesuaikan diri dengan akting Aya dan Runa. "HOREE! HOREE!" teriak Aya dan Runa sambil melompat kesana kemari. "Ano, tapi tolong jangan bikin gaduh dong…" mohon Mamoru.
*PEMBATAS*
Akhirnya Inazuma Jet pun siap lepas landas. "Bye-bye Mamoru-chan!" teriak Aya sambil melambaikan tangannya. "Bye-bye Mimi-chan! Bye-bye bibi!" teriak Mamoru sebelum dia masuk ke dalam Inazuma Jet. Inazuma Jet pun lepas landas, membawa seluruh anggota tim Inazuma Japan pergi untuk menghadapi dunia yang luas bersama-sama.
**PEMBATAS LAGI!
"Ganbatte ne! Mamoru!" Itulah isi SMS yang dikirimkan oleh Aya untuk Mamoru. Mamoru tersenyum lembut begitu selesai membaca SMS yang dikirimkan oleh Aya. "Ada apa Mamoru? kau kelihatan gembira sekali". Tanya Ichirouta yang telah berhasil duduk di sebelah Mamoru setelah memenangkan pertarungan cekek-mencekek melawan Shuuya dan Hiroto. Alhasil, Shuuya dan Hiroto pun kini sedang ber-pundung-ria di pojokkan. "Dari Mimi-chan! Hehehe!" jawab Mamoru. "Kau pasti senang ya, karena mendapat dukungan dari keluargamu". Kata Ichirouta sambil mengeluarkan senyuman yang begitu manis hingga membuat sang Author yang imut-imut ini tepar. "Begitulah!" kata Mamoru sambil memperlihatkan senyuman mataharinya kepada Ichirouta. Ichirouta pun langsung nosebleed + tepar.
Sementara itu, tanpa Mamoru sadari, di pojokkan pesawat seluruh anggota Inazuma Japan (kecuali Mamoru) tampak sedang merundingkan sesuatu…..
TO BE CONTINUE!
A/N: Iyeeiii! Chapter 4 selesai! Haduuhh…. Stress saia, temen-temen sekelas saia tuh semuanya pada jahat! Bukannya minta maaf gara-gara udah bikin gw sakit hati, malahan ngetawain gw! Udah ah, gw mau pindah sekolah aja! Hosh….hosh….. okeyy…. Bales review….
The Fallen Kuriboh: Ohh, Dika-san ya^^, Mamoru itu bukan jadi dancer, tapi penyanyi, band-nya Mamoru tuh kayak Super Junior gitu deehh… nyanyi sambil nge-dance. Saia emang ngambil nama samaran Mamoru itu dari tokoh Shinigami di Death Note^^ kalo marganya itu ngambil dari nama Hokage ke-4 di Naruto, yaitu Namikaze Minato. Betul! Mamoru memang kerenn! Ng…. yah… saia juga nggak tau… *plaakk!* kayaknya nggak deh…. Udahlah, liat aja nanti!^^ terima kasih telah me-review! Terus baca dan review fanfic saia ya!^^
Aurica Nestmile: Makasih! Aihh! Saia jadi tambah malu deh *geplak!* OHOHOHOHO! Donmai, donmai! Saia maklumi kok! Ini saia dah update nyo! Terus baca and review! Terima kasih review-nya!
Gita Chibi: Aih, Gita-san akhirnya review juga! Tak apa-apa kok nyo! Saia tidak marah! Saia aja pas nulis adegan Mamo-chan senyum ala HiroHiro rasanya pengen teriak-teriak ala-ala fangirls pas ngebayanginnya. Eto.. gak tau…*geplak!* ngikutin arus ajalah! Tapi kayaknya ni fic nggak bakal menjurus ke Shonen Ai *maafkan saia!* hehehe.. makasih, akan saia usahakan agar tulisan saia makin rapi. Terima kasih! Akan saia coba kurangi! Terima kasih review-nya! Terus baca and review!
