A/N: Lohaa~! Tania sang author jenius *ngeyel* datang untuk membawakan chapter ke-5 fic ini! maaf saia lama nge-update nya, salahin tuh! Guru-guru di sekolah saia yang nggak tanggung-tanggung ngasih tugas dan ulangan, oke! Happy Reading! ^^
Disclaimer: Inazuma Eleven punya level-5!
Warning: OC, OOC, gaje, abal, ambregembrelgembrel (?)
Singer OR Goalkeeper?
Di pojokkan Inazuma Jet… "Baiklah, rapat "Sebenarnya apa yang terjadi pada Mamoru" dengan ini kunyatakan telah di mulai". Bisik Yuuto. "Yosh! ayo kita mulai!" teriak Tsunami yang lupa kalau mereka sedang mengadakan rapat secara diam-diam. Untung aja Mamoru lagi tidur, kalo nggak kan bisa gawat. "…Tsunami-san, jika kau sekali lagi berbuat suatu hal yang dapat membuat rencana rahasia kita ini terbongkar, aku tak akan segan-segan meremukkan tubuhmu dengan Maou the Hand". Ancam Yuuki yang telah berubah menjadi Devil Yuuki. Tsunami hanya bisa menganggukkan kepala dan duduk kembali di tempatnya.
"Ehem! Ehem! Bisa kita mulai lagi rapatnya?" Tanya Yuuto. Seluruh anggota Inazuma Japan yang mengikuti rapat itu pun menganggukkan kepala mereka. "Begini rencananya, pertama-tama! Kita harus mengetahui siapa sebenarnya orang yang menelepon Mamoru, nanti, seandainya handphone Mamoru berbunyi, Ichirouta! Kau rampas handphone-nya dari tangan-nya! Tobitaka, Hijikata, dan Kabeyama bertugas untuk menahan Mamoru agar dia tak dapat merebut handphone-nya! Jirou, kau kan bisa meniru suara orang (ceritanya) nah, kau tiru suara Mamoru dan menjawab telepon-nya menggantikan Mamoru, dan kau juga harus berusaha mengorek informasi dari orang yang menelepon Mamoru itu! Kalian mengerti?" Tanya Yuuto. "Ha'I" sahut mereka dengan suara pelan. "Baiklah, sekarang kita hanya tinggal menunggu hingga orang misterius itu menelepon Mamoru". Bisik Yuuto. Mereka pun kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
Butuh waktu yang cukup lama untuk tiba di "Liocott Island", untuk mengusir rasa jenuh mereka, seluruh anggota Inazuma Japan pun melakukan berbagai kegiatan. Di kursi belakang, bisa kita lihat kalau saat ini Tsunami dan Yuuki sedang asyik ngegrepe-grepe(?) satu sama lain. Di sebelah kiri kursi pair TsunaTachi, tampaklah pasangan Shuuya dan Hiroto yang kembali pundung begitu selesai rapat (alasannya tau kan?). Di depan Shuuya dan Hiroto, terlihatlah wajah imut sang kapten yang sedang tidur dan juga wajah Ichirouta yang penuh darah gara-gara nosebleed terus saking terpesonanya melihat wajah imut Mamoru. Di samping kanan kursi IchiMamo, tampaklah kakak beradik Yuuto dan Haruna yang lagi tidur bareng (maaf yang mengharapkan yaoi). Di kursi di depan Yuuto dan Haruna, Jirou tengah asyik ngomel-ngomelin Akio yang ngerebut jus jeruknya, sementara tanpa Jirou sadari sebenarnya Akio itu lagi tidur dengan mata terbuka, otomatis dia pun tidak mendengarkan omelan Jirou. Begitulah kegiatan beberapa anggota Inazuma Japan. Author nggak ngasih tau kegiatan seluruh anggota karena selain terlalu banyak! Author juga males ngetik *di tabok*.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih selama 6 jam, mereka pun sampai di Liocott Island. "Minna! Mulai dari sini kita akan menghadapi berbagai tim sepak bola yang kuat dari seluruh dunia! Kita harus berjuang dengan keras agar tak mengecewakan teman-teman kita yang tidak terpilih! Pokoknya kita harus semangaaattt!" teriak Mamoru. "HA'I!" sahut seluruh tim Inazuma Japan dengan lantang.
(=.=)
"Ini sih sama saja seperti camp Inazuma Japan yang ada di Jepang". Keluh Megane begitu mereka sampai di camp baru Inazuma Japan. "Sudah, sudah, ini masih lebih baik daripada kita di suruh tinggal di gubuk kan?" kata Aki. "Iya! Lagipula tempat ini nyaman kok!" timpal Haruna. "Terserah kalian deh…." Kata Megane yang masih aja nggak rela. "Sekarang bereskan barang kalian dan istirahat yang cukup, besok kita akan mulai berlatih". Kata Kudou-kantoku sambil berlalu. Mereka pun segera pergi ke kamar masing-masing dan merapikan barang-barang mereka.
"Huwaaaaa! Kasurnya empuk!" seru Mamoru yang kini tengah asyik loncat-loncatan di atas kasur barunya. "Ahaha, kau semangat sekali ya, Mamoru". kata Hiroto yang saat itu lagi main ke kamar Mamoru. Tentunya tanpa sepengetahuan Shuuya dan Ichirouta. "Hehehe, tentu saja! Kita kan akan menghadapi tim-tim sepak bola kuat dari seluruh dunia! Tentu saja aku bersemangat sekali!" Jawab Mamoru sambil tersenyum. Hiroto pun balas tersenyum.
"HIROTO! APA YANG KAU LAKUKAN DI KAMAR MAMORU? TAK AKAN KUBIARKAN KAU MENYENTUH TUBUH MAMORU WALAU HANYA DENGAN SATU JARI SAJA!" Ancam Ichirouta begitu melihat Hiroto dan Mamoru yang berduaan saja di kamar. Di belakangnya, tampak Shuuya yang kini telah mengeluarkan aura super gelap. Terjadilah pertarungan yang super ganas antara Hiroto, Ichirouta, dan Shuuya. Mamoru yang tengah melihat pertengkaran mereka berpikir. "Mereka sepertinya suka sekali bermain bersama ya!" ….Lemot amat sih lo Mamoru!
"BRAAAKK!" suara pintu yang di banting dengan sangat keras itu berhasil menghentikan pertempuran ganas antara ShuuXIchiXHiro (di bikin pair bagus juga tuh). "Minna! Kudou-kantoku menyuruh kalian pergi ke ruang tengah! Lawan kalian sudah di tentukan, dan kita akan menyusun strategi untuk menghadapi mereka!" kata Haruna panjang and lebar. "Baiklah! Hiroto, Ichirouta, Shuuya, ayo kita pergi ke ruang tengah". Kata Mamoru. Mereka berempat akhirnya pergi ke ruang tengah bersama-sama. (ceritanya udah selesai aja rapat strateginya)
"Ngantuk nih…. Molor ah…" gumam Mamoru yang baru aja masuk ke kamarnya. Dia segera mengganti jersey-nya dengan piyama, mencuci mukanya, dan juga menyikat gigi-nya. "Waktunya tidur.." "Satoka… kimochitte hima chotto". Ring tone baru hp Mamoru berbunyi. "Ngg… siapa sih yang nelpon malem-malem begini". Keluh Mamoru. dia langsung mengambil handphone-nya dan manjawab telepon yang masuk. "Moshi-moshi…. Sopo iki? Kagak tau ya ane mau tidur? Capek nih… badan aye pegel semua….". gara-gara terlalu ngantuk, Mamoru pun ngomongnya jadi rada ngelantur. "….Ryuk-nii-san? Kok cara bicaramu tidak seperti biasanya?" Tanya Dong sun yang menelpon Mamoru karena khawatir dengan keadaannya (chapter 4! Inget Fujisaki-san!).
Mamoru langsung membeku di tempat tidurnya. "Do… Dong sun?" ucap Mamoru akhirnya setelah terdiam beberapa saat. "Iya Nii-san! Ini aku Dong sun! kok cara bicara Nii-san tidak seperti biasanya sih? Apa ini gara-gara Nii-san sakit?" Tanya Dong sun dengan nada suara yang menunjukkan bahwa dia benar-benar cemas. Mamoru langsung mengubah suaranya ke mode suara Ryuk. "Ahaha.. sepertinya begitu, aku benar-benar lelah saat ini, ternyata pengobatan untuk penyakit infeksi pada lambung itu benar-benar melelahkan dan menyakitkan ya…". Kata Mamoru yang memaraukan suaranya untuk meyakinkan Dong sun. "Kudo'akan semoga Nii-san cepat sembuh dan bisa bernyanyi bersama kami lagi, Nii-san istirahat ya, bye-bye!" kata Dong sun. "Bye-bye". Kata Mamoru sambil mematikan handphone-nya, dia pun akhirnya tidur.
(*0*)
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Sousuke pada Dong sun. "Daijoubou, dia hanya lelah gara-gara pengobatannya, tapi kasihan Nii-san, suaranya sampai jadi parau begitu gara-gara terlalu lelah". Kata Dong sun dengan ekspresi wajah iba. "Sokka… kuharap kondisinya akan segera membaik". Kata Sousuke yang kelihatannya benar-benar khawatir dengan keadaan Mamoru. Runa dan Aya melihat ekspresi wajah mereka yang kelihatannya benar-benar khawatir dengan perasaan tak enak. Sebenarnya mereka berdua tak tega membohongi seluruh kru, tapi mau bagaimana lagi? Ini semua demi Mamoru, dan mereka berdua tidak mau mengecewakan Mamoru yang telah mmpercayai mereka berdua.
"….Aku benar-benar tak tega membohongi mereka, mending ngibulin orang jahat, mereka kan baik-baik". Gumam Aya pada Runa. "Aku juga sebenarnya tak tega, tapi kita sudah berjanji kepada Mamoru untuk tidak memberitahukan identitas-nya yang sebenarnya kepada orang lain kan?" kata Runa. Aya pun hanya diam mendengar perkataan Runa. "Mamoru, kau itu kapan sih mau jujur dan mengatakan hal yang sebenarnya kepada yang lain?" batin Aya.
*Flashback*
"Jangan beritahukan hal ini kepada siapapun ya! Kau harus janji kepadaku". Kata Mamoru pada Aya. "Wakatta, wakatta, aku janji tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun". Kata Aya sambil tersenyum lembut. "…Arigatou ne… Aya-chan". Ucap Mamoru, diiringi dengan munculnya tetesan-tetesan air dari mata coklatnya.
*End of Flashback*
Aya mendongakkan kepalanya ke atas, menatap langit-langit gedung itu. "…..cepatlah kembali…. Mamo-tan".
TO BE CONTINUED!
A/N: Bener-bener deh! Komik-komik yang terbit minggu ini tuh benar-benar menggiurkan dan sulit untuk dilewatkan! Gara-gara keasyikkan baca, saia jadi males bikin fic saudara-saudara! *di tampol*. Oke! Bales review!
Aurica Nestmile: Gyahahaha! Saia terinspirasi dari ringtone hapenya Hibari dari komik V. B. Rose! (tau nggak?) iya! Bener-bener gila tu dua orang! *di tabok Aya dan Runa*. Terima kasih atas dukungannya! Ini udah dilanjut, baca and review ya! Besok atau lusa "Inazuma Daisuki" bakal saia update lanjutannya! Saia juga mo publish fic baru loh! Baca and ripiu! Makasih review nya!
Asma Syifa Nabihah: Tak apa! Tak apa! Saia juga sering kok nyo! Telat baca fic, kita sealiran deh nyo! *taboked*. Coba aja ya, satu episodeee aja, si Mamoru pake baju kayak begitu. Iya, Mamo-tan beruntung bisa senyum ala HiroHiro, saia aja nyoba senyum kayak HiroHiro, malahan berubah jadi seringainan Akio =.=, saia juga suka musik! Apalagi musik jepang! Dan gara-gara musiklah saia jadi punya ide untuk membuat fic ini! iya tuh! Parah banget dandanannya Mimi-chan ama si Bibi, saia aja pas baca ulang langsung ngakak sendiri. Ichi-chan walau berwajah cantik *di gampar Ichi* ternyata tenaganya kuat ya! Shuuya dan HiroHiro aja ampe kalah! *ditabok Shuuya ma Hiroto* terima kasih review-nya, terus baca and ripiu! ^^, baca juga fic saia yang lain, "Inazuma Daisuki!" jangan lupa review, baca juga fic saia yang akan saia publish besok atau lusa, pkok'e review!
Jaa… BYE-BYE MINNA-SAAANNNN!
