A/N: Lohaaaaa! Halooooo! *teriak pake toa* maaf lama, habis saia lagi buntu ide sih, sekali lagi maaf ya…*bungkuk sampai encok* Oke! Happy Reading Minna!
Disclaimer: Inazuma Eleven teh punyanya Level-5 atuuuuuh! *bahasa gaje mode: on*
Warning: OOC, OC, gaje, berbelit-belit, you know me so weeeeell! *nyanyi*
Singer OR Goalkeeper?
Inazuma Japan Camp, pukul 19.00
Saat ini, Mamoru tengah asyik mengubek-ubek tas yang di berikan oleh Aya. "Bagus! Semuanya sudah lengkap, Aya-chan memang benar-benar hebat dan mengerti diriku". Kata Mamoru dengan lebay-nya
"Hmm…sekarang lebih baik aku berlatih nyanyi saja untuk besok". Gumam Mamoru. "*Elegant tomi wa joshi minna kurega risu basara a..ru no'a mo ekute…*lupa liriknya, jadi ngasal*". Nyanyi Mamoru.
"Tok! Tok! Tok!" latihan Mamoru terhenti, karena dia mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. "Masuk". Sahut Mamoru singkat, padat, dan jelas.
"Mamoru. sudah waktunya makan malam, ayo kita makan bersama". Ajak seorang pria tampan yang merupakan seme sejati Mamoru, yaitu Kiyama Hiroto.
"Oh, sudah waktunya makan malam ya, ayo kita makan!" kata Mamoru sambil menggenggam tangan Hiroto dan menariknya ke ruang makan. Hiroto pun hanya bisa berblush-ria karena tangannya digenggam oleh sang uke tercinta (prikitiew!)
Ketika Mamoru dan Hiroto sampai di ruang makan, Hiroto langsung diserang oleh tatapan ingin membunuh dari Shuuya dan Ichirouta. "Beraninya dia memegang tangan Mamoru! kubunuh kau Hirotoooo!" batin Shuuya dan Ichirouta kompak.
"Doien dakedo, mattemo kisuzuki yasuki hanaruyo..soo..yasashiku shitte". Nyanyi Mamoru lagi saat dia sedang berbaris menunggu giliran untuk mengambil makanan.
"Waah…suara Mamoru-san bagus sekali!" puji Toramaru saat mendengar nyanyian Mamoru. "Hehehe, arigatou Toramaru! Jadi malu saia!" kata Mamoru sambil menepuk (baca: memukul) punggung Toramaru dengan tenaga yang oh-sungguh-kencang-sekali.
Toramaru pun langsung muntah darah gara-gara 'ditepuk' Mamoru. "HUWAAAA! OTOUTO-KUUUUU!" teriak Shuuya dengan OOC-nya sambil berlari menghampiri Toramaru yang tengah sekarat di lantai.
"Souko iteiga..zutto zutto no wa…utsuku sisuki kokoro sa'ine…" bukannya nolongin Toramaru, Mamoru malah kembali melatih nyanyiannya. Oh kejam kali kau Mamoru *di gampar Mamoru*. "Eh? Ini hanya perasaanku saja, atau memang suara Kapten mirip dengan suara Namikaze Ryuk ya?" tanya Haruna saat dia mendengar Mamoru bernyanyi.
Deg! Mamoru langsung dag-dig-dug cenat-cenut cenat-cenut kayak marmut, kayak marmut *plak! Woi! Jangan nyanyi!*
"Bodoh! Kenapa aku malah nyanyi di depan mereka? Bodoh! Baka! Stupid! Hasyimisyimisyimisyimi(?)" batin Mamoru dengan gajenya.
"Hahaha! Dulu kau itu penyanyi ya Mamoru? habis suaramu oh sungguh indah sekali". Kata Tsunami dengan gaya bicara yang super hiperbola *kok jadi pelajaran bahasa Indonesia?* "Ahaha, habis sejak kecil, kakak-kakak sepupuku selalu mengajakku karaokean kalau mereka sedang berkunjung, jadinya suara bagus secara alami(?) deh!" terang Mamoru panjang kali lebar kali tinggi *kok jadi Matematika?*
"Autodidak ya…" kata Yuuto. "Begitulah! Hehehe…" kata Mamoru sambil mengeluarkan senyuman mataharinya yang amat menyilaukan(?) "BRUUUUUUSH!" akibat dari senyuman Mamoru yang Oh-sungguh uke-sekaleee itu, Hiroto, Shuuya, dan Ichirouta pun nosebleed berjama'ah.
Yang diterangkan oleh Mamoru tadi memang benar. Kakak-kakak sepupu Mamoru memang sering mengajak Mamoru karaokean sejak kecil, sehingga suara Mamoru pun menjadi bagus secara alami(?) nyo! Kalau begitu saia rajin karaokean ajalah di rumah (lha?) biar suara saia bagus! *plak!*
Setelah Hiroto, Shuuya, dan Ichirouta dilarikan ke rumah sakit karena kehabisan darah, Mamoru dan yang lainnya pun kembali melanjutkan acara(?) makan malam mereka.
"Fuh hi ha…(?) hampir saja aku ketahuan…untung aku mendapatkan ide cemerlang berupa membuat Hiroto, Shuuya, dan Ichirouta nosebleed, sehingga perhatian teman-teman teralihkan". Batin Mamoru. Mamoru! mereka itu kan seme-mu! Kenapa kamu malah jahat sama mereka? HUWEEEE! ICHIIII! *lari ke rumah sakit*
"Lain kali aku tidak boleh ceroboh, kalau sampai jati diri Ryuk terbongkar… aku tidak akan bisa menepati janjiku kepada orang 'itu'…" batin Mamoru. Wajahnya terlihat sedih….
"Mamoru-san, daijoubu ka? Apakah kau sedang ada masalah?" tanya Yuuki dengan ekspresi wajah cemas. "Ah, Boku wa daijoubu, Shinpai sunna". Kata Mamoru sambil tersenyum kecil.
Yuuki tampak tidak yakin, tapi dia memilih untuk diam dan melanjutkan makannya.
(INI PEMBATAS CERITA!)
Liocott Airport, pukul 10.00
"Kira-kira Ryuk dirawat di rumah sakit mana ya…?" gumam Tai kebingungan. Hari ini, seluruh kru Guardians 5 telah tiba di Liocott Island. Dan kini mereka sedang kebingungan mencari rumah sakit tempat 'Ryuk dirawat'. (Aya gak bingung karena dia tau 'Ryuk' ada dimana, sedangkan Runa gak ikut ke Liocott Island).
"Kira-kira Mamoru merencanakan apa ya? Kelihatannya dia yakin sekali rencananya akan berhasil, Fujisaki-san dan Mamoru pelit! Kok Cuma aku yang gak dikasih tau rencananya apaan?" batin Aya sebal.
"HUWEEEE! Mama! Kakak yang disitu seraaaaaam!" tangis seorang anak kecil sambil menunjuk Aya. "Jangan dilihat! Nanti kamu bisa di-'korosu'!" kata ibu sang anak sambil menarik tangan anaknya yang masih menangis.
Saat ini tampang Aya memang benar-benar menyeramkan! Matanya melotot dan entah bagaimana caranya warna mata Aya berubah menjadi merah (asalnya hitam), pupil matanya seperti pupil mata kucing, giginya bertaring, kupingnya meruncing, kukunya tajam, dan tubuhnya di kelilingi aura gelap yang amat mencekam.
"…" Aya hanya sweatdrop saat melihat anak kecil itu menangis gara-gara dirinya. "Apa aku segitu seramnya ya? sampai bikin ntu anak nangis". Batin Aya yang masih dalam keadaan sweatdrop.
"**Tsubasa akiramete, minna de yu'uko wo, habete yukuyo, minnai haru (maaf Ichi! Saia lupa lirik lagu kamu, jadi saia ngasal…Ichi: *pundung*)". Terdengar suara nyanyian seseorang yang sudah tidak asing lagi bagi Aya dan seluruh kru Guardians 5.
"Ry…RYUK!" teriak seluruh kru Guardians 5 secara berjama'ah.
Tampak Mamoru (versi Ryuk) sedang bernyanyi diatas sebuah panggung kecil yang terletak di dekat ruang tunggu bandara.
Setelah Mamoru selesai bernyanyi dan menyalami orang-orang yang menontonnya, Mamoru pun segera menghampiri para kru yang tengah kebingungan.
"Ahaha, hissasi wuri desu ne, minna-san". Ucap Mamoru sambil tersenyum innocent ala Shirou. "Ke..kenapa kau bisa ada disini? Bukankah kau sedang sakit?" tanya Sousuke dengan nada suara yang menunjukkan kebingungannya.
"Sebenarnya aku masih rawat jalan disini, jadi aku belum bisa pulang ke Jepang. Lalu alasan kenapa aku bisa disini, sebenarnya karena aku sangat merindukan dunia nyanyi, dan aku pun memutuskan untuk membuat konser kecil-kecilan. Untunglah pemilik bandara ini adalah teman ayahku, dia pun akhirnya mengijinkan aku untuk mengadakan konser disini. Aku benar-benar bersyukur bisa kembali bernyanyi dan menari…walaupun masih dibatasi…" Mamoru menitikkan air mata buaya-nya untuk meyakinkan para kru Guardians 5. Untung saja Mamoru sering bermain drama dan film layar lebar, jadi aktingnya meyakinkan.
Seluruh kru pun ikut menangis karena terharu. Bahkan Aya yang tau itu hanya air mata buaya pun ikut menangis karena akting menangis Mamoru yang terlalu hebat.
"Ryuk..semoga kau cepat sembuh dan kembali ke Jepang, kami semua menunggumu Ryuk". Tangis Sousuke dengan derasnya sampai terjadi banjir bandang *plak!* "Arigatou Sousuke-saaaaan! Huweeeee!" Mamoru akhirnya malah nangis beneran karena terharu dengan perhatian para kru.
Akhirnya terjadilah acara tangis-tangisan selama 5 jam (buju buneng! Lama bener!)
(Hiks..hiks…*terharu*)
"Dadah Ryuuuuk! Sampai jumpa di Jepaaaang!" teriak Tai. "Dadah Ryuk-niisaaaaaaaan!" teriak Dong sun. "HUWEEE! Ryuu-niiiiiii!" tangis Himawari yang tak rela meninggalkan 'Nii-san nya yang tercinta'. "Dadah Ryuk-kuuuuun!" teriak Aya. "DADAH RYUUUUK!" teriak seluruh kru Guardians 5 dengan kompak. "Dadah minnaaaaaa!" teriak Mamoru sambil melambaikan tangannya. Seluruh kru Guardians 5 pun segera menaiki tangga untuk naik ke pesawat.
Tak lama kemudian, pesawat dengan tujuan Jepang itu pun lepas landas. Mamoru terus memandang pesawat itu, hingga akhirnya pesawat itu hilang dari penglihatannya. "Sampai bertemu lagi di Jepang, minna…" ucap Mamoru. Mamoru memandangi langit yang telah berubah warna dari biru menjadi jingga itu selama beberapa saat.
"Sebaiknya aku segera kembali ke camp dan bersiap menerima hukuman dari Kudou-kantoku karena aku bolos latihan". Kata Mamoru sambil pundung di pojokkan karena sebentar lagi dia akan dihukum Kudou-kantoku. Kan gak mungkin Kudou-kantoku mengijinkannya tidak ikut latihan, akhirnya cara satu-satunya yang harus ditempuh Mamoru untuk pergi dari camp adalah kabur.
Setelah pundung selama 15 menit, Mamoru pun segera bangkit dan berjalan keluar dari bandara. Ketika Mamoru melewati pintu masuk bandara…"Aku tak menyangka kalau kau itu ternyata adalah Namikaze Ryuk, Kapten…" kata seorang lelaki yang amat Mamoru kenal. Lelaki itu menyeringai begitu dia melihat ekspresi kaget Mamoru. "A…Akio!"
TO BE CONTINUE~~~
A/N: HUWEEEEE! KENAPA FIC INI GAJE SEKALIIIII! MAAF MINNAAAAAA! Hiks…hiks…bales review…hiks…
Aurica Nestmile: OHOHO! Benar sekali! Dia muncul secara tiba-tiba dihadapan para kru! Lin Lin itu nama personil Morning Musume, dia orang China, sekarang sih Lin Lin udah graduate. Terima kasih pujiannya! Aih, malu saia! *plak!* tetep baca and ripiu!
Asma Syifa Nabihah: Hehehe, kasian ya si Yuuto, udah capek-capek nyusun rencana, eh mereka malah lupa ngejalaninnya! GYAHAHAHA! *di tampol Yuuto* nufufu, saia kan penggemar HiroMamo, tak lengkap rasanya kalau Hiroto dan Mamoru tak bersama (halah!) Ini reviewnya di lab kom sekolah? Wuih hebat! *plak!* baca and review fic saia ya!
Heylalaa: Salam kenal Lala-senpai *bungkukkin badan* jangan jedukkin kepala! Mending nyebur ke kolam renang (lha?) ini sudah saia update, maaf kalau mengecewakan. Baca and review!
REVIEW YAAAAAAAA!
Aya-chan peaceeeee! (^0^)v
MamoRU AYa
