A/N: Minna-chaaan! Aya-chan kembaliii! Maaf ya baru update ficnya pas liburan udah selesai, habis aku kan juga pengen nyantai di waktu liburan, sekali lagi maaf ya… Yosh, tak usah banyak cing-cong, HAPPY READING MINNA!

Disclaimer: Inazuma Eleven ntu Punya Level-5!

Warning: OC, OOC, gaje, abal, de el el

Singer OR Goalkeeper?

"A…Akio!" seru Mamoru yang terkejut begitu melihat sang Gamemaker kedua Inazuma Japan itu kini tengah berdiri di hadapannya.

"Heh, kenapa? Kaget karena aku ada di sini?" Tanya Akio dengan nada suara mengejek, dan tidak lupa sebuah smirk menghiasi wajah liciknya *di gampar Akio*

"Ke-kenapa kau bisa berada di sini?" Tanya Mamoru dengan terbata-bata. Wajah Mamoru kini pucat, tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, dan kakinya gemetar.

"Aku mengikutimu saat kau keluar dari Camp, dan melihat sendiri ketika kau menyamar menjadi Namikaze Ryuk…"

*Flash Back, jam 5 pagi di Inazuma Japan Camp*

Dalam salah satu kamar di Camp Inazuma Japan, tampaklah salah satu anggota Inazuma Japan, yaitu Fudou Akio yang sedang tertidur pulas sambil memeluk dakimakura bergambar Yuuto yang hanya memakai celana renang.

Akio tampaknya sedang mimpi indah, liat aja dia, tidur sambil senyam-senyum gaje dan kadang nyium-nyiumin dakimakuranya Yuuto dengan penuh nafsu.

Sepertinya dia lagi mimpi yang mesum-mesum deh…

Tapi sayangnya Akio terpaksa bangun dari mimpi indahnya karena dia mendengar suara pintu yang dibuka. Akio jadi penasaran.

"Baru jam 5 pagi sudah ada yang bangun? Kira-kira siapa ya yang bangun sepagi ini?" gumam Akio.

Akhirnya, setelah menyelimuti(?) dakimakura Yuuto dengan penuh kasih sayang(?) Akio pun mengintip keluar untuk mencari tau siapa yang sudah bangun pagi-pagi begini.

Dan ternyata, orang yang bangun pagi-pagi itu adalah Mamoru!

Mamoru saat ini memakai T-shirt warna orange, jaket hitam, dan celana jeans putih, dan dia juga tidak memakai headbandnya! Penampilannya saat ini benar-benar keren!

"Ke-keren! Aku tidak tau kalau Mamoru berpenampilan seperti ini akan keren sekali! Kalau saja Trio Pencinta Mamoru (Hiroto, Shuuya, dan Ichi) itu ada di sini, mereka pasti sudah nosebleed akut, tapi untuk apa dia berpenampilan serapi itu pagi-pagi begini?" Pikir Akio.

Mamoru keluar dari kamarnya dengan perlahan dan hati-hati agar tidak membangunkan orang lain.

Kemudian, Mamoru pun keluar dari Camp Inazuma Japan. Akio yang melihat tingkah Mamoru yang mencurigakan pun memutuskan untuk mengikuti Mamoru.

Kini Mamoru sedang berdiri di pinggir jalan, sepertinya dia sedang menunggu sesuatu atau seseorang. Setelah menunggu selama beberapa saat, tampak sebuah taksi datang.

"Taksi!" panggil Mamoru sambil melambai-lambaikan tangannya. Taksi itu pun mendekati Mamoru. Mamoru memandang sekelilingnya terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam taksi.

"Hm, sepertinya dia tidak mau ada orang lain yang mengetahui kemana dia akan pergi, menarik…" pikir Akio sambil mengeluarkan smirk andalannya.

Tak lama kemudian, taksi yang ditumpangi Mamoru pun pergi, dan untungnya bersamaan dengan perginya taksi Mamoru, muncul taksi yang lain.

"Taksi!" panggil Akio. Taksi itu pun langsung mendekati Akio. Dengan terburu-buru, Akio masuk ke dalam taksi itu dan menyuruh supirnya untuk mengikuti taksi Mamoru.

Taksi yang ditumpangi Mamoru berjalan dengan santai di pagi hari yang cerah itu. Taksi itu terus berjalan dengan santainya meninggalkan area Camp Inazuma Japan, dan akhirnya sampailah taksi itu di tempat yang tak asing lagi bagi Mamoru, Akio, dan seluruh anggota Inazuma Japan.

"Liocott Airport?" batin Akio sambil menunjukkan ekspresi heran. Mau apa Mamoru datang ke Airport pagi-pagi begini? Setelah membayar taksinya, Akio langsung mengejar Mamoru yang begitu selesai membayar taksinya tadi langsung berlari masuk ke dalam Airport dengan terburu-buru.

Akio terus mengikuti Mamoru yang sedang berlari, hingga akhirnya Mamoru tiba di toilet pria. Akio bersembunyi di dekat toilet pria dan menunggu Mamoru yang saat ini berada di dalam toilet.

Mamoru berada di toilet pria selama 30 menit, waktu yang cukup lama untuk membuat orang yang menunggunya khawatir. Itulah yang saat ini dirasakan oleh Akio.

"Duh, kok dia nggak keluar-keluar ya? Jangan-jangan dia kepleset di dalam toilet dan terluka! Wah bahaya kalau dia sampai terluka, bisa-bisa aku nggak bisa tidur semalaman gara-gara suara tangisan si Trio Pencinta Mamoru itu, gimana nih?" pikir Akio.

Rupanya dia khawatir kalau para anggota Trio Pencinta Mamoru akan mengganggu tidurnya karena tangisan khawatir mereka bertiga saudara-saudara!

Namun kekhawatiran Akio menghilang begitu melihat Mamoru keluar dari toilet, tapi kok ada yang aneh?

"Bajunya memang baju Mamoru, tapi… KENAPA YANG MEMAKAI BAJU ITU MALAH NAMIKAZE RYUK SI PENYANYI TERKENAL ITU? Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Namikaze Ryuk memakai baju Mamoru? Jangan-jangan… hm, sou ka… jadi begitu ya". Batin Akio sambil mengeluarkan smirk andalannya.

"Endou Mamoru dan Namikaze Ryuk, ternyata orang yang sama…"

*Flash back: End*

"Ja-jadi, kau mengikutiku sejak tadi pagi?" Tanya Mamoru yang sepertinya shock berat.

"Betul sekali, heh! Aktingmu tadi bagus juga ya, bahkan aku sampai tak percaya kalau yang kau lakukan tadi itu hanya akting, hebat, hebat". Puji Akio sambil bertepuk tangan.

"…Akio…" tiba-tiba Mamoru berlutut di hadapan Akio. Akio sampai terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Mamoru itu.

"O…oi! Kenapa kau berlutut kepadaku? Cepat berdiri! Ini memalukan tau!" omel Akio sambil memaksa Mamoru berdiri.

"Kumohon, Akio… tolong rahasiakan hal ini dari semua orang!" mohon Mamoru.

"A-aku, aku tidak mau kalau orang itu jadi membenciku, jadi kumohon Akio, tolong rahasiakan hal ini!" mohon Mamoru yang sambil bersujud kepada Akio.

"Cih! Baiklah, baiklah, aku akan merahasiakan hal ini dari semua orang, ayo cepat berdiri!" perintah Akio.

Mamoru langsung bangkit dari posisi sujudnya dan menyalami Akio dengan mata berbinar-binar dan senyum yang lebar.

"Arigatou Akio! Aku benar-benar berterima kasih padamu Akio! Sekali lagi, Arigatou Akio!" kata Mamoru masih dengan mata berbinar-binar dan senyum yang lebar.

"Ha'I, ha'I, sama-sama, sekarang ayo kita cepat-cepat kembali ke Camp, sepertinya Kudou-Kantoku sudah menyiapkan hukuman untuk kita berdua". Kata Akio.

"Ha'i! Ayo cepaaat!" teriak Mamoru sambil berlari keluar dari AirPort.

"Oi! Tunggu aku! Dasar! Oi tunggu!" teriak Akio sambil berlari mengejar Mamoru.

TO BE CONTINUE

A/N: Nyahaaa~! Apakah kalian suka cerita di chapter kali ini? Kalau tidak, aku minta maaf ya, habis aku lagi agak buntu idenya, sekali lagi maaf ya…

Oke! Bales review!

The Fallen Kuriboh: Aih, jadi malu saia! *plak!* makasih pujiannya Dika-san~ terus kalau tentang pengenalan personil-personil Guardians 5, aku bakal bikin catatan di FB kalau sempat, di tunggu ya~ ini sudah saia update, baca and review ya~ *wink*

Heylalaa: Buwakhakhak! Mereka bertiga emang terlalu terpesona sama kemanisan(?) Mamoru! WAKAKAKAKAK! *Tampoled* ini sudah saia update, review ya~ *wink*

Aurica Nestmile: Untunglah setelah Mamoru sembah sujud(?) sama Akio, akhirnya Akio mau juga merahasiakan jati diri Mamoru, wahaha! Emang nyeremin si Aya, ada-ada aja, sampai bikin anak kecil nangis *ditampol Aya* ini sudah di update, maaf ya lama, tolong baca and review~ *wink*

Fanesha Neshia-san: Walau telat yang penting kan sekarang udah ngereview Nesia-san~ Wahaha! Tak usah cemburu! Kan masih ada Shuuya! *wink* Ternyata Akio itu nguntit Mamoru dari pagi nyo! Dasar Gamemaker tukang nguntit! *di gebukkin Akio* jangan lupa baca dan review chapter ini ya Nesia-san~ *wink*

Tsuyokaze Yukio: Emang nakal si Akio itu *tusuked* ini udah saia update nyo~ berani ya kamu ngancem saia! *bawa2 Death Cannon*

Kuroka: Berjayaaa! *plak!* saia juga paling senang persaingan "sehat" Hiro-Ichi-Shuu …chotto! Wah! Bagus juga nih buat pairing baru! *plak!* bagian OTOUTOKU nya Shuuya emang yang bikin ngakak ta'iye! XD Ini sudah saia lanjut, baca and review ya~