LOVE HER LOVE HER 2

"Heh, Gray-kun!!!" bentak Emily.

Gray menoleh kaget, baru kali ini gadis yang selalu membuatnya apes memanggilnya dengan serius. Dia menoleh dengan acuh tak acuh, seolah hanya sekedar candaan semata.

"Oh ya, sebelum aku ngomong sama Gray-kun..." Emily berjalan menuju bosnya yang sedang sibuk menghitung penghasilan hari ini. "Nih, boss, pakai iPoD punya Emily. Ada lagu baru, nih."

"Eh, makasih Emily!" Claire menerima iPoD tawaran Emily untuk mendengar lagu dari situ. Setelah kedua earphone itu terpasang dengan rapat, Emily mulai memasang muka galak didepan Gray sambil berjalan bagaikan raksasa mengamuk.

"Heh, Gray-kun! Kalau kamu sama sekali tidak mau berani di hadapan boss, bisa saja aku biarin Jackkun sama boss! Tapi kamu beruntung karena aku sangat BENCI Jackkun, aku akan menjadi dewi fortunamu! Kalau kau tak mau berani... Kau takkan bisa mendapatkan bos SELAMA-LAMANYA!!" teriak Emily kasar.

Gray hanya menunduk dan merasakan aura kejam dan bengis dari Emily yang berbeda dari biasanya. Kini dia merasa seperti sedang diomeli oleh kakeknya sendiri saat dia gagal melakukan pekerjaan.

"Makanya, kalau sekarang sudah kukasih kesempatan buat ngorbol sama boss, manfaatkan sebaik-baiknya, OKE?!" lanjut Emily dengan akrab dan ditekankan pada kata 'oke' tersebut, membuat mental Gray yang sebelumnya turun karena diomeli Emily kini makin menurun drastis.

"Eeee..."Gray mencoba mendekati Claire yang sudah selesai mendengarkan lagu.

"Ya, Gray?" Claire menoleh, menampakkan sisi manis Claire saat gadis pirang itu tersenyum ke arah Gray, membuat hati Gray makin berdegup.

"Eee, aku... Eeeeng..." Gray mengalihkan kontak matanya ke samping, tapi karena takut akan aura setan Emily yang ada di belakangnya, Gray kembali menoleh ke arah Claire sambil terus berpikir apa yang akan dikatakannya. "Aku... Engg..."

"HYA!" tanpa disangka-sangka, Jack muncul sambil membawa skateboard. "Haaai, Claire! Makin manis aja deh~"

Claire tersipu kecil. "Aih, Jack bisa aja mujinya..."

Sial, keluh Emily. Dia sudah selesai mandi rupanya.

"Eh, eh, nanti pas Moon Festival, ke gunung sama-sama yuk!" ajak Jack dengan santainya mendekati Claire dan menganggap Gray tak ada.

Gray makin lemas. 'Rival'-nya takkan bisa dilawan dengan mudah.

"Eh, Gray-kun," Emily mengibaskan tangannya tanda kalau dia memanggil Gray agak dekat. "Kalau kamu mau ajak boss tanggal 13 nanti, ajak dia dengan lembut... Dan pancing dia dengan Moon Dumpling."

"Apa, Moon Dump—?"

Emily tak memberi kesempatan Gray untuk bicara dan Emily langsung mendorong Gray hingga Gray nyaris menabrak Claire.

Gray menelan ludah dan mencoba menyusun kata-kata yang akan diucapkannya sebelum membuat Jack memotong pembicaraan mereka lagi. "Eeer... Tanggal 13 nanti, mau pergi sama aku? ... Aku akan membawakanmu Moon Dumpling..."

"Hee?! Moon Dumpling?! Asyik! Mau dong!!" Claire langsung mengangguk ceria, melupakan Jack yang sudah dulu mengajaknya.

Ternyata mudah banget, pikir Gray sambil sedikit sweatdropped.

Emily tersenyum kecil. Tapi kini Gray punya masalah. Apakah Gray bisa memasak Moon Dumpling? Emily menghela napas. Lagi-lagi dia harus menolong Gray.

--- After job ---

"Emily," panggil Gray pelan sambil berjalan bersama Emily dalam perjalanan pulang menuju Inn. "Gimana caranya aku membuat Moon Dumpling? Masak aja aku jarang..."

Emily menghela napas lagi. "... Aku buatin malam ini deh, terus kamu bungkus dan bilang ke boss kalau itu buatanmu. Setuju?"

Gray tersenyum dibalik topinya. "Makasih, Emily."

Emily hanya tersenyum balik sambil menepuk punggung Gray keras-keras. "Sama-sama! Emily siap membantu kapanpun!"

"Uhuk, uhuk..." Gray terbatuk-batuk saking kerasnya Emily menepuk punggungnya. "I... Iya... Tapi kayaknya tulang punggungku patah nih..."

"Enak saja! Nih, Emily sembuhin!" Emily tertawa gemas sambil 'menebas' punggung Gray dengan sekali tancap, membuat Gray melolong kesakitan lagi.

"Adaaaaauuuuuuuuwauwauuuu!!" teriak Gray tepat sambil memegangi punggungnya. "Sakit banget, Emily!"

"Ehehe, maaf deh kalau sakiiit~" Emily mengedipkan sebelah matanya. "Nanti kuolesin mayonaise deh~"

"Dasar bego, kalau orang sakit-sakit badan kayak gini jangan pakai mayonaise! Pakai balsem kan bisa!" bentak Gray kesakitan.

"Oooh, ya sudah, nanti aku gak usah masak Moon Dumpling deh~~" ledek Emily, membuat Gray lemas.

"Emily..." rintih Gray kesakitan.

"Ugh, baiklah, aku pakain balsem nanti deh. Masa cowok kayak kamu ngerepotin cewek sih? Ah, Emily jadi sediiih~" ledek Emily lagi.

Cih, kalau seandainya dia laki-laki, sudah kujebloskan dia dalam-dalam ke lubang got! pikir Gray kesal.

Emily masih saja sibuk menjahili Gray dan Gray hanya bisa pasrah menerima lelucon basi Emily. Mereka akhirnya sampai ke Inn, maka jahilan Emily berhenti. Namun, bersamaan di saat Gray membuka pintu, Emily mulai berhenti bergerak. Dia terdiam.

"Hei, Emily, ayo masuk," suruh Gray, membukakan pintu Inn lebih lebar.

Emily tak menjawab. Dia terlalu sibuk memegangi dada kiri yang terletak paru-paru disana. Dia mulai berkeringat dingin, badannya bergetar, dan langsung saja terjatuh ke lantai Inn, membuat orang-orang didalam Inn semuanya menjadi panik.

"Emily?! Kamu kenapa?!!" Ann yang sedang membawakan antaran pesanan makanan melupakan makanan yang dibawanya terlepas hingga terjatuh ke lantai dari tadi dan segera berlari menuju Emily yang sekarat. "Bertahanlah, Emily!!"

Gray, orang satu-satunya yang dekat dengan Emily, langsung sama-sama panik, namun mencoba menenangkan diri.

Emily terlihat mengambil semacam spray dari saku celana jeansnya dan menyemprotkan spray tadi ke mulutnya sendiri. Setelah selesai, Emily mengatur pernapasannya kembali menjadi normal. "Lho? Kalian semua kenapa?" tanya Emily polos, sambil duduk bersila di lantai Inn, membuat semua orang hanya bisa ber-ghabruks sama-sama.

"Kamu kenapa, Emily?! Kok bisa sakaratul maut kayak tadi?!" tanya Ann khawatir.

"Enak aja sakaratul maut!" balas Emily terhina, eh salah, terledek. "Emily nggak apa-apa! Cuma jatuh aja pas mau masuk ke Inn! Puas?!!" tanyanya jengkel.

"Oooooh..." semua orang-orang yang sedari tadi masih mengerubuti Emily dan Gray hanya bisa meng-O dengan kompak dan serempak.

"Sekarang, semuanya bisa minggir nggak? Emily butuh udara untuk napas!!" pinta Emily sambil menaik-turunkan kedua lengannya kesal.

Setelah semua orang membiarkan Emily bebas, mereka kembali ke tempat mereka sebelumnya dan melakukan aktivitas yang sempat tertunda gara-gara Emily. Emily santai-santai saja meski tadi sudah membuat kehebohan yang cukup meresahkan, eh salah, membuat khawatir orang-orang.

"Nah, Emily mau masak Moon Dumpling dulu, ya!" Emily memakai apron favoritnya dari toko tempatnya kerja sendiri. "Gray-kun santai aja dan tidur dengan baik, oke?"

"Eeeng... Okelah kalau begitu..." jawab Gray singkat, tak berniat meniru-niru judul lagu. Dia segera ke kamarnya, beristirahat sebentar.

Emily membuka buku resep dan membuat sesuai dengan yang tertulis di buku resep.

(Author Notes: Ehehe, karena iseng, anisha pakai menggunakan resep asli, bukan dari Muffin Mix yang Ushi no Tane, tapi dari tepung ketan. Jadi kalau mau mencoba buat, silahkan saja, okee? ^^)

Emily mengambil satu kantung tepung ketan dan menuangkan semuanya di satu mangkok, lalu mencampurnya dengan air. Setelah adonan jadi, Emily menambah beberapa sendok gula, sedikit garam, dan menambah sedikit perisa strawberry, rasa favorit Claire.

Setelah adonannya jadi, Emily membentuk adonan itu menjadi bulat-bulat dengan jumlah kelipatan tiga. Setelah itu, Emil merebusnya dengan air dan panci, lalu menusukkan tiga buah kue Moon Dumpling dalam satu tusukan. Kegiatan itu terus dilakukan sampai semua Moon Dumpling selesai dibuat.

Emily terpana melihat kue yang baru saja dibuatnya. Dia segera meletakannya di kotak bekal, dan membawanya sambil berlari ke kamar Inn cowok. "Gray-kuuuuuun! Sudah jadi kuenyaaaaaaaaa!!!"

Ternyata, saat Emily membuka pintu, (SFX: Suit suit) ... Terlihat Gray sedang membuka baju bagian atasannya.

"GYAAAAAA!!!" teriak Gray kaget.

"Huwaa! Emily minta maaf!!" teriak Emily panik sambil kabur ke kamar cewek Inn, mencoba menutupi rasa malunya sambil tetap memegangi kotak bekal berisi Moon Dumpling yang baru saja dibuatnya. Dia mengatur napasnya kembali, dan meletakkan kotak bekalnya ke meja yang berada di kamarnya. "Oke, sekarang..." Emily memasang senyum setannya setelah memakai cosplay Dr. Evil. "... Saatnya menjahili Jackkun~"

--- Jack's Farm ---

"Huaaaaaah..." Jack merebahkan dirinya ke kasur, dan langsung jatuh tertidur pulas. Dia tak sadar akan apa yang akan dihadapinya nanti.

Dibalik jendela kamr Jack, Emily sudah tersenyum licik sambil menyiapkan beberapa 'senjata' andalannya. Jebakan-jebakan khas Emily akan dipasang oleh Emily sendiri sebagai 'salam selamat pagi' untuk Jack.

Setelah yakin Jack benar-benar tertidur, Emily masuk diam-diam ke rumah Jack melalui genteng, membuka langit-langit dan meloncat turun bersama-sama jebakan-jebakannya. Dia memasang jebakannya di berbagai tempat, seperti di dekat tempat tidur, kamar mandi, pintu kamar mandi, gelas dan piring, dan sofa. Setelah selesai, Emily menancapkan kunai miliknya bersama sebuah catatan bertuliskan 'Selamat pagi Jackkun! By: Emily' di pintu rumah Jack sebelum pergi. Emily meloncat ke atas lubang langit-langit yang dibuatnya, menutupnya kembali, dan pulang ke Inn.

--- Doug's Inn ---

"Ya ampun Emily—Kenapa kamu kotor gitu?!" Ann terkejut saat melihat Emily pulang. Emily pulang dengan keadaan kotor, ada beberapa sarang laba-laba di bahu Emily, dan aroma busuk bangkai tikus sedikit menyebar.

"Ehehe, ini bau petualangan~~" jawab Emily santai. "Aku mau mandi ah~~~"

Ann hanya bisa menutup hidungnya, tak tahan dengan bau bangkai tikus yang ada di tubuh Emily, namun akhirnya bisa bernapas lega kembali saat Emily naik ke lantai dua untuk mandi.

Di kamar cewek Inn, Emily membuka t-shirt hijau mudanya dan membiarkan dirinya hanya mengenakan jeans dan pakaian dalamnya, dan mulai sibuk mencari-cari pakaian tidur untuknya malam ini. "Aha, ini saja!" Emily mengeluarkan daster bunga-bunga putih berwarna hijau, warna favoritnya.

BRAK!

Tak disangka-sangka, Gray datang ke kamar cewek Inn sambil membuka pintunya kencang sekali. "Emily! Kamu sudah selesai membuat Moon Dump—"

Emily dan Gray sama-sama terdiam. Gray baru bereaksi setelah Emily mengangkat koper merah raksasanya (AA: Seukuran koper di sekolah Hogwarts dari Harry Potter XD) tinggi-tinggi dan berteriak. "KALAU DALAM SEDETIK EMILY MASIH NGELIAT GRAY-KUN, AKAN KUTELANJANGI BALIK GRAY-KUN SETELAH KUGEPENGKAN KAU DENGAN KOPER INI!!!! HYAAAH!"

"GYAAAA! Iya, maaf aku udah masuk sembarangan!! Maafff!!!" teriak Gray panik sambil kabur dalam hitungan milidetik, tak lupa menutup pintunya kembali.

Emily berlari ke kamar mandi disebelah kamarnya dan segera mandi. Setelah mandi, Emily menyisir rambutnya dan memakai daster yang dipilihnya barusan, lalu turun ke lantai satu untuk makan malam bersama kedua cowok yang tinggal di sebelah kamarnya.

"Met malaaam!" sapa Emily, sambil duduk di kursi kosong yang sudah tersedia di meja Gray dan Cliff. Gray hanya menunduk dengan muka memerah, sedangkan Cliff sedang tersenyum-senyum karena masih bisa tinggal di Inn lebih lama.

"Malam, Emily..." sapa Cliff ramah. "... Anu... Engg..."

"Hee, kan sudah kubilang, bilang terima kasihnya bukan ke aku, tapi ke boss!" jawab Emily sambil menepuk-nepuk punggung Cliff. Cliff sedikit terbatuk-batuk karena tepukan Emily yang keras, lalu tersenyum kembali.

"He-eh... Sama-sama, Emily..." jawab Cliff sambil tersenyum lagi, dibalas oleh anggukan dan senyuman lebar Emily.

"Eeeeng..." Gray terlalu malu untuk mengarahkan kontak matanya pada Emily. "... Aku minta maaf soal..."

Emily segera membungkam mulut Gray dengan meletakkan kepala sendok ke bibir Gray. "Diam atau akan kugepengkan kau malam-malam, oke?" bisik Emily pelan sambil tersenyum setan.

Gray menatap Emily ketakutan lalu langsung mengangguk cepat, setelah itu kembali mengalihkan kontak matanya ke arah pintu dapur yang akan segera terbuka oleh Ann.

"Okee, makan malam hari ini spesial!" Ann membawakan 3 piring stew dari dapur Inn. "Karena sudah mau pertengahan bulan Fall, banyak panen yang didapat! Makanya ada beragam jenis sayuran enak untuk dijadikan stew bulan Fall ini..." tambahnya sambil meletakkan ketiga piring itu di hadapan Emily, Gray dan Cliff.

"Asyiiiik!" teriak Emily senang. "Stew itu makanan favorit Emily!!!" tambahnya riang. Dia segera mengambil sesendok dan menyuapkannya ke mulutnya sendiri. "Uaaah... Sayurannya beragam... Bumbunya juga mantap! Enaaaak bangggeeeeeettt!!" puji Emily senang.

"Emily, makannya jangan cepat-cepat, nanti malah kesedak kayak tadi pagi, lho," pesan Ann sambil tertawa kecil.

"Oh iya ya... Ehehe... Malam ini Emily makannya pelan-pelan deh..." Emily menyendokkan lagi stew favoritnya pelan-pelan sambil mengulumnya pelan-pelan, menikmati bumbu dan berbagai rasa sayuran yang jarang dinikmatinya. "Uuuh... Wuenaaaak bangeeettt~ Emily bersyukur masih bisa hidup dan makan stew seenak ini~~~!!!" teriaknya sambil menangis bawang bombay episode dua.

"Dasar Emily..." Cliff tertawa kecil sambil menepuk kepala Emily. "Kamu memang segitu sukanya sama stew ya?"

"Yap! Cintaku pada stew sama seperti Cliff-kun dengan kare dan Gray-kun dengan jagung bakarnya~!!" teriak Emily semangat sambil mengulum kembali stew yang sudah disuapkannya lagi ke mulutnya, lalu menangis bawang bombay menikmati stew, makanan favorit tercintanya.

Seperti biasa, Cliff dan Gray hanya bisa sama-sama sweatdropped dengan tingkah Emily.

Setelah ketiganya selesai makan malam, Ann menghampiri mereka.

"Ayo, sudah saatnya bayar sewa!" ucap Ann sambil menepukkan tangannya, memanggil para penghuni Inn.

"Ini, Anncchi! Tapi kalau Emily lupa bayar sewa ingetin lagi ya?" pinta Emily sambil menyerahkan sejumlah uang.

"Iya, iya... Nanti aku ingetin deh..." jawab Ann sambil sweatdropped. "Nah, kalian mana?"

Gray hanya menyerahkan uang dari sakunya, dan segera diambil oleh Ann. "Oke, aku boleh ke lantai dua sekarang?"

"Ya, silahkan aja," jawab Ann, membiarkan Gray naik ke lantai dua.

"I... Ini Ann..." Cliff menyerahkan sejumlah uang juga, disertai senyum tipis dengan muka yang tersepuh kemerah-merahan.

"Hee, makasih, Cliff," jawab Ann. "Oke, kalian sudah membayar uang sewa bulan ini. Kalian boleh ke lantai atas~"

Emily dan Cliff mengangguk, lalu mereka berdua naik ke lantai dua.

Cliff menepuk bahu Emily sebelum Emily masuk ke kamar cewek Inn.

"Engg... Emily..." panggil Cliff ragu-ragu.

Emily tersenyum kecil. "Ehehe, Cliff-kun nggak usah berterima kasih sekali lagi. Emily terima kok tanda terima kasihmu!" jawabnya dengan tawa khasnya.

Cliff tertegun, lalu tersenyum kembali. Setelah itu dia mengangguk dan meninggalkan Emily sendirian didepan pintu kamar cewek Inn.

KREKK

"Huaaahm..." Emily menguap. Dia melihat kalender. Tanggal 13 Fall, besok akan segera tiba. "Oke... Tinggal tunggu pagi tiba, dan Emily akan membantu segenap hati dengan cinta Gray-kun pada boss..." bisiknya senang sebelum mematikan lampu.

Emily berjalan menuju kasurnya yang sudah rapi, masuk ke selimut yang hangat dan tertidur.

-_-_-_-_-

Chapter ini selesai!

Chapter berikutnya akan menjadi chapter paling parah untuk Jack~! Untuk penggemar Jack, mohon maaf atas penderitaan yang akan diberikan Emily untuk Jack di chapter berikutnya! -sujud minta ampun-

Oke, review/flame/kritik/saran/feedback/komentar/de el el, anisha nantikan dengan sepenuh hati~

Warm Hugs,
Anisha Asakura