Because I Love You
Last Chapter: Because I Love You
Disclaimer: Bleach © Tite Kubo
-XxX-
"Kalian sudah saling kenal?" tanya Izuru.
"Er, kemarin tak sengaja bertemu…" ujar Momo, apa adanya.
"Baiklah, Hitsugaya, duduk di belakang Hinamori, ya.." kata Unohana-Sensei. "Yak, anak-anak, buka buku halaman 275…" sambungnya.
"Hai.." gumam Toushiro, ketika melewati tempat duduk Momo.
"Er, hai.." kata Momo, sedikit canggung. Lalu dengan cepat ia menulis di secarik kertas, dan Memberikannya ke Toushiro. Meski sedikit bingung Toushiro tetap mengangguk.
-XxX-
"Ada apa, sih?" tanya Toushiro bingung, karena Momo menulis agar Toushiro tak menceritakan apapun tentang kemarin.
"Ng, karena yang namanya Izuru Kira dan Renji Abarai itu, teman masa kecilku yang sangat-sangat overprotective kepadaku.." bisik Momo.
"Umm, baiklah…" kata Toushiro.
"Momo!" panggil Izuru dan Renji. "Ngapain sih berduaan begitu?" tambah Renji.
"Ehehehehe, maaf-maaf.." kata Momo, lalu menghampiri dua sahabat lecilnya yang really overprotective padanya itu.
"Ayo makan, kau tidak boleh kekurangan darah lagi seperti kemarin!" kata Renji. Memberikan banyak sekali Bayam ke dalam bento Momo.
"Hee? Tapi aku tak begitu suka bayam, jangan memeberiku sebanyak itu, donk!" omel Momo.
"Yah, Professor kita mengatakan bayam mempunyai kandungan zat besi yang tinggi, supaya kau tidak anemia lagi!" perintah Renji.
"Iya Momo, makan yang banyak, ya!" kata Izuru, ikut-ikutan memberi banyak bayam untuk Momo.
"Astaga! Kalian berdua ini isi bento-nya hanya bayam, ya?" ujar Momo, sweat drop.
"Hahahahahaha, kalian berdua itu Trio yang lucu sekli, ya!" celetuk seseorang di belakang mereka, siapa lagi kalau bukan Toushiro.
"Ah!" gumam Momo mendapat ide, tiba-tiba saja ia memindahkan Bayam-Bayamnya ke Bento milik Toushiro.
"Hey!" kata Toushiro, lalu kembali memindahkan Bayam itu ke Bento Renji, dan Renji memindahkannya ke Bento Izuru. Akhirnya, alih-alih makan, Empat orang itu malah bermain 'pindah bayam'. Dan Momo tanpa sedikit pun merasa dapat tatapan sengit seseorang.
-XxX-
"Hey, Izuru, Momo, aku pulang duluan, ya, karena biasa tuh, ayahku.." gerutu Renji.
"Hahahahahaha, yah, baiklah, salam untuk ayahmu ya!" kata Izuru.
"Oke!" kata Renji, lalu keluar kelas.
"Hey, pulang bersama-sama, yuk?" tawar Momo kepada Toushiro.
"Hmm, boleh, deh…" kata Toushiro, karena kebetulan rumahnya se arah dengan rumah Momo dan Izuru.
-XxX-
"Hey Toushiro, kau ini aneh juga, ya, minggu depan kan sudah Ujian, kau sempat pindah, ya…" celetuk Izuru.
"Hmm, iya, yah, ayahku kerja-nya keliling-keliling, selama SMU aku hampir 11 kali ganti tempat sekolah, lho…" kata Toushiro, menghitung-hitung semua sekolah yang pernah ia masuki.
"Haa?" tanya Momo dan Izuru, sweat drop.
"Iya, aku juga pernah sekolah di Korean, di Pahang, Pusan dan Seoul, lalu Tokyo, Osaka, Nagoya, Kyoto, Fukuoka, Nagata, Beika, dan Terakhir ya Karakura ini…" kata Toushiro lagi.
"Haa? Korea? Waw.." kata Momo.
"Tapi kata Ayah ini tempat terakhir, karena kantor cabang yang disini Manager-nya mengundurkan diri jadi ayahku yang menggantikan…" kata Toushiro Panjang-lebar.
"Hoooo, begitu, hahahaha, kasian kamu, donk sering ketinggalan pelajaran.." kata Izuru.
"Iya, lumayan, untung saja aku selalu bisa menangkap apa yang di ajarkan oleh Guru.." kata Toushiro.
"Hey, kalau begitu, kita bertiga, eh Berempat, harus Lulus semua!" kata Momo, menyemangati teman-temannya itu.
"Yeah!"
-XxX-
Dua minggu kemudian…
"Ya ampun, sudah ujian begini, kita jadi santai, ya, nganggur terus…" kata Renji.
"Siapa bilang nyantai? Aku selalu deg-degan dengan hasil Ujian kita !" ujar Momo.
"Hmm, kalian berdua benar, tapi aku lebih memusingkan kalau aku akan masuk Universitas mana…" kata Toushiro, melihat Brosur-brosur Universitas di atas mejanya.
"Hahahahaha, sudahlah, kita pasti lulus!" celetuk Izuru.
"Yah, juara umu patut bicara begitu, kalau aku sih sepertinya masih perlu di pertimbangkan.." kata Momo.
"Hey, Kira ada benarnya, kita Harus positive thinking…" kata Toushiro, masih belum melepas matanya dari brosur-brosur Universitas yang akan ia pilih.
"Kalau aku sih di suruh untuk meneruskan perusahaan, tapi aku malas sekali, membosankan sehari-hari berada di ruangan yang sama…" kata Renji.
"Hahahahaha…" tawa yang lainnya.
"Teng, teng, teng!" bel pulang berbunyi, dan anak-anak langsung menghambur ke koridor.
"Hey, aku pulang duluaan, lagi-lagi hari ini aku punya meeting.." kata Renji, lalu keluar kelas.
"Wah, terkadang jadi executive muda seperti dia ribet juga, ya.." kata Toushiro.
"Hmm, iya, jadinya kita jarang pulang bareng…" kata Izuru.
"Eh, ng, aku tak bermaksud mengantikannya, lho…" kata Toushiro, merasa tidak enak.
"Hoo, enggak, kok, kami enggak pernah berpikiran begitu…" kata Momo menenangkan.
"Hmm, iya, santai aja, lagi pula kau anaknya asik, kok.." kata Izuru.
"Hmm, Makasih, ayo pulang…" kata Toushiro.
"Ayoo.."
-XxX-
"Terima kasih Izuru-kun, mau mengantarku sampai ke rumah…" kata Momo, di depan Rumahnya.
"Ng, sama-sama, er, ini, untukmu, tolong di baca, ya.." kata Izuru, menyerahkan sepucuk surat pada Momo.
"Eh, apa ini?" tanya Momo, bingung.
"Baca saja! Bye!" kata Izuru, sebelum akhirnya ia berbelok ke arah Rumahnya.
"Yah, baiklah…"
-XxX-
"Dear Momo,
maaf aku yang terlalu pengecut untuk menyatakan perasaanku padamu.
Namun, aku inging jujur, aku Suka padamu.
Sudah sejak lama, namun aku takut ini mengotori persahabatan kita.
Namun pada akhirnya kukatakan juga.
Kumohon agar kau segera menjawab pertanyaanku.
True friend,
Kira Izuru
-e-
"Hah? Izuru-kun meyukaiku?" tanya Momo, pada dirinya sendiri. Belum sempat kekalutannya hilang, tiba-tiba ayahnya memanggilnya karena ada Renji.
"Renji-kun? Ada apa mencariku?" tanya Momo.
"Er, bisa kita berjalan-jalan sebentar?" tanya Renji. Akhirnya mereka mendapatkan izin dari Sousuke.
-XxX-
"Ada apa Renji-kun?" tanya Momo. Saat itu mereka berdua ada di sebuah taman.
"Ng, maaf kalau tiba-tiba aku meminta bertemu denganmu, karena, karena, aku, ingin menyatakan perasaanku, aku, menyukaimu…" kata Renji.
"Eh?" tanya Momo bingung.
"Ya, yah, menjawabnya besok juga tak apa, ng, kau mau pulang sekarang?" tanya Renji cepat.
"Ng, aku mau di sini sebentar, kau pulanglah duluan…" kata Momo.
"Sungguh?" tanya Renji.
"Ya, pulanglah.." kata Momo. Lalu setelah Renji pulang ia malah hanya sendirian, karena Taman itu sepi sekali. "Ternyata, yang dikatakan Matsumoto benar…" gumam Momo lemas. 'Jangan pura-pura bodoh! Mereka menyukaimu, dan mereka mulai bersaing untuk mendapatkan mu!' kata-kata Matsumoto itu terngiang jelas di telinganya.
"Hinamori?" tanya seseorang, menepuk pundak Momo.
"Eh?" tanya Momo, seraya menoleh. "Toushiro?"
"Sedang apa kau disini?" tanyanya.
"Aku, bingung… uhh…" akata Momo, tiba-tiba saja Momo membenamkan wajahnya di dada Toushiro.
"Bingung kenapa? Mungkin aku bisa Bantu…" kata Toushiro, bersimpati.
"Dua orang yang ku sayangi, dua-duanya berlomba menyatakan perasaannya padaku, aku benar-benar bingung…uhh…" gumam Momo, sesenggukan.
"Jangan-jangan Kira dan Abarai?" tanya Toushiro.
"Ya, dan aku benar-benar bingung, aku takut melukai perasaan mereka…" kata Momo.
"Hey Hinamori, aku hanya punya beberapa kalimat untukmu, kalau kau bisa mencintai, kau harus mencintai keduanya, jika kau harus melukai, lukai keduanya." kata Toushiro. "Memang ini terdengar egois, tapi jika kau memang terlalu bingung, pahamilah kata-kataku." kata Toushiro.
"Uhh, ba-baiklah…" kata Momo.
"Sekarang kau pulanglah, kau perempuan, tak baik malam-malam begini ada di luar." kata Toushiro, lalu Momo mengangguk.
-XxX-
Hari Kelulusan…
"Ada apa Momo?" tanya Renji.
"Hmm, maaf lama, tapi aku akan menjawab pertanyaan kalian.." kata Momo.
"Pe-pertanyan kalian? Maksudmu Kami berdua?" tanya Izuru.
"Ya.." kata Momo. "Sebenarnya, kalian menyatakan Cinta pada hari yang sama, membuatku sangat bingung, namun pada akhirnya, aku memilih… untuk tidak memilih siapa pun." kata Momo.
"Eh?' ujar Renji kaget.
"Aku, minta maaf, karena aku tak mau salah satu dari kita terluka jika aku memilih satu dari kalian…" kata Momo. "Because, I love you.. Uhh…" ujar Momo, lalu menangis.
"Momo, terima kasih…"
-XxX-
5 years later…
"Renji, ya?" tanya seorang gadis kepada Seorang pria berambut merah di sebuah café.
"Eh? Sia.. Momo?" tanya Renji.
"Wah, benar! Apa kabar?" tanya Momo.
"tentu saja baik, kau sendiri?" kata Renji.
"Hahaha, seperti yang kau lihat! Mana Izuru?" tanya Momo.
"Sebentar lagi ia datang, tadi aku janji bertemu dengannya disini, tak sengaja bertemu denganmu.." kata Renji.
"Hahahaha, aku baru pulang dari Jerman kemarin…" kata Momo.
"Maaf aku terlambat…" kata Izuru, yang baru saja datang. "Lho, Momo?" tanya Izuru begitu melihat Momo.
"Hai! Apa kabar nih Professor?" tanya Momo.
"baik, tentu saja, kau sendiri?" tanya Momo.
"Hehehe, tentu saja baik, hehehehe…" kata Momo.
"Tak menyngka, ya, kita bisa bertemu disini…" kata Izuru.
"Iya, oh ya, bagaimana Kuliahmu?" tanya Renji pada Momo.
"Tentu saja sudah selesai, bahkan aku sudah bekerja di sana.." kata Momo.
"Lho? Terus kau kembali ke Jepang untuk apa?" tanya Izuru.
"Aku, akan menikah dalam waktu dekat…" kata Momo.
"Waw, selamat, ya.. siapa pria beruntung yang mendapat Cintamu?" tanya Renji.
"Hmm, kalian kenal, kok, seorang cowok pintar seperti Izuru, namun juga Keren seperti Renji.." kata Momo.
"Wah, siapa, ya? Jangan-jangan, ah, Hitsugaya!" kata Izuru.
"Bingo! Setahun aku di Jerman, ia menyusulku ke sana, karena ia juga melanjutkan ke sana.. lalu ia mengatakan kalau ia ingin lebih dekat denganku…"
-XxX-
"Semoga Bahagia, ya!" teriak para Undangan pada Momo dan Toushiro yang baru saja keluar dari Gereja dan menuju Mobil sedan Limousine putih yang menunggu mereka.
"Ayo, Nona.." kata Toushiro, membukakan pintu untuk Momo.
"Hehehehe…"
"Nah, ayo jalan…" kata Toushiro, yang sudah di dalam Mobil.
"Senang sekali hari ini…" gumam Momo, lalu tak sengaja tertangkap oleh mata Momo, di pohon yang cukup besar yang agak jauh dari kerumunan para undangan, ada dua Orang yang sangat dikenalnya. "Kau Harus Bahagia, Momo.." gumam Momo, mengikuti gerakan Bibir Renji dan Izuru.
"Momo, ada apa?" tanya Toushiro, mendengar gumaman tak jelas dari Momo, lalu Momo menangis di dada Toushiro.
"Tak apa, ini tangis bahagia…"
-The End-Owarimasu-Tamat-
Dee: Maaf kalau mendadak jalan ceritanya terlalu cepat…
Megu: ya, karena itu mohon Review nya! Wassalam!
0
