Finding Memories About You

Chapter Two

Disclaimer : Bleach © Tite Kubo

Karakura International High School, Saturday morning,

Sudah berlalu 7 minutes sejak bel pertama di bunyikan, namun dua bangku di kelas 2-3 belum terisi. Bangku milik Hinamori Momo dan Hitsugaya Toushiro.

"Ahh! Kenapa harus terlambat, sih!" kata Toushiro kesal pada dirinya sendiri, seraya berlari-lari di Koridor. Saking terburu-burunya, ia tak melihat ada Momo dari arah yang berlawanan, hingga saat di depan kelas…

"Brugg!" Toushiro menabrak Momo. Rupanya hal tersebut membuat Mayuri-Sensei keluar dari kelas mereka.

"A-aduh, maaf Sensei, kami terlambat…" kata Toushiro membantu Momo berdiri.

"Baiklah… cepat masuk, tapi karena kalian terlambat, sepulang sekolah kalian membersihkan Perpustakaan." kata Mayuri-Sensei.

"Ba-baik, Sensei…" kata Toushiro dan Momo bersamaan, lalu masuk ke kelas. Saat itu, jika bukan pelajaran Mayuri-Sensei, mungkin kelas 2-3 akan jadi kelas ter-ribut.

-XxX-

"Kringg!!" bel makan siang berbunyi.

"Oh, my God," gumam Toushiro, melihat kawan-kawannya mendekat dengan senyum simpul aneh. "Ada apa?" tanya Toushiro.

"Bilang-bilang, dong, kalau kau mau dengannya…" bisik Renji di telinga Toushiro.

"Apaan, sih?!" kata Toushiro, Blushing.

"Toushiro, ke Kantin, yuk, kau tak membawa Bento, kan?" tanya Momo, setelah berbicang-bincang dengan Rukia.

"Eh, i-iya, ayo!" kata Toushiro, bersemangat, lalu Renji dan yang lainnya menuju Taman sayap Kiri mereka, untuk makan siang.

-XxX-

"Huuwaaa~ Perpustakaan jumbo size seprti itu harus kita bersihkan…" kata Momo, mengeluh, mempermainkan sendoknya.

"Hahaha, berharaplah hari ini banyak yang terlambat…" canda Toushiro, membuat sedikit senyum tipis di bibir Momo.

"Semoga Nanao-Sensei baik, ya…" kata Momo.

Sementara Toushiro hanya tertawa kecil.

-XxX-

"Kringg!!!" bel pulang berbunyi.

"Hufftt~" Momo menghela napas.

"Hmmm, ayo!" kata Toushiro seraya mengulurkan tangannya.

"Iya!" kata Momo, menerima uluran tangan Toushiro.

"Hitsugaya, dan Hinamori,ya… Oke, kalian membersihkan bagian rak buku Sejarah, Geografi dan Biologi." Jelas Nanao-Sensei. Lalu Toushiro dan Momo menuju 'daerah Teritorial' mereka.

"Waw, lumayan, nih… untung hari ini hari Sabtu, aku bisa pulang sedikit lama…" kata Momo.

"Ayo, biar kita tidak pulang terlalu malam…" kata Toushiro.

Lalu Toushiro dan Momo mulai bekerja, Toushiro bagian Sejarah dan Geografi, Momo bagian Biologi. Waktu terus berlalu, dengan sesekali Momo bersenandung lagu-lagu Tohoshinki, atau Kat-tun, bahkan sekali berduet lagu 'Kokoro no tomo' dengan Toushiro, lalu tertawa.

"Aah~ akhirnya selesai juga, Toushiro, kau sudah selesai?" tanya Momo, yang lebih dahulu menyelesaikan pekerjaannya.

"Sedikit lagi…" kata Toushiro, dibalik setumpuk buku.

"Ah, sini kubantu…" kata Momo, mendatangi Toushiro.

"Oh, terima kasih…" kata Toushiro.

Lalu tak lama pekerjaan mereka berdua benar-benar selesai.

"Ayo, pulang," kata Toushiro, lalu ia merapikan bajunya yang tadi tergulung-gulung.

"Ah, sebentar, tasku di sana…" kata Momo, menuju tempat tasnya berada, di bagian rak belakang. Ketika berbalik, tak sengaja ia menubruk lemari itu. Namun, mungkin karena itu adalah lemari lama, kaki lemari yang sudah tak kuat lagi itu patah, Lemari itu bergoyang dan akan jatuh, namun Momo tak menyadarinya, padahal ia berada di antara dua lemari, akhirnya lemari itu benar-benar mau jatuh.

"MOMOO!!!!!!" kata Toushiro, memeluk Momo, yang berada di antara dua lemari itu, akhirnya mereka berdua tertimpa lemari berat penuh buku itu.

-XxX -

Ternyata saat Momo pingsan, ia kembali mengingat masa lalunya…

"Momo! Tunggu aku!" kata anak berambut salju itu.

"Bleee! Ayo cepetan kejar aku!" kata Momo, seraya menjulurkan lidah.

"Hey Momo! Hati-hati jangan menyebrang sembarangan!!!" kata anak itu.

"Brukk!!!" Momo jatuh ke Trotoar, namun ia tak apa-apa, tanpa luka.

"Shiro-Chan!!" kata Momo, melihat Shiro pingsan.

"Shiro-chan…" gumam Momo, siuman.

-XxX-

"Ngggh…" gumam Toushiro, sadar dari pingsannya. Lalu ia mencoba duduk, "Ukh!" gumamnya, menahan sakit dari bagian pinggangnya.

"Toushiro, kau sudah bangun?" tanya seseorang, seraya menyebak tirai yang ada.

"Momo? Kenapa kita bisa disini? Ini dimana?" tanya Toushiro.

"Umm, ini di Rumah Sakit, kau ingat? Waktu di Perpustakaan, ada lemari yang menimpa kita berdua?" tanya Momo. Toushiro mengangguk. "Kenapa kau tak biarkan lemari itu menimpaku saja? Kau tak perlu terluka akibat diriku…" kata Momo, menyeka air matanya yang keluar.

"Hei, kau tak boleh bicara begitu," kata Toushiro, turun dari kasurnya dan menuju kasur Momo. "Nanti, orang-orang yang menyayangimu akan sedih, lho…" katanya lagi, lalu mengelus kepala Momo, yang mulai mengeluarkan airmata itu.

"Habisnya, aku selalu menyusahkan orang-orang yang ada di sekitarku…" kata Momo, masih terisak-isak.

"Taka pa, orang yang menyayangimu pasti selalu senang membantumu, seperti aku…" kata Toushiro.

"Be-benarkah?" kata Momo, mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunuduk.

"Tentu saja…" kata Toushiro. Lalu Momo membenamkan wajahnya ke dada Toushiro. Tanpa merasa sepasang mata violet memperhatikan mereka.

------TBC------