Disclaimer : Bleach & para karakternya punya Tite Kubo-sensei.

Story by : NoChiro-497

Warning : Maybe typo or OOC.

K-St.O (Karakura High Student Organization)

Lesson 2 : Hinamori

*Ng . .. untuk perkenalannya aku skip ya, soalnya kalo di kenalin satu-satu capek ngetiknya =w="a (Males amat ni author)


Skip time, setelah perkenalan diri

"Karena kalian semua sudah memperkenalkan diri, sekarang kalian boleh pulang untuk mempersiapkan diri pemilihan jabatan besok. Besok kalian kumpul di aula jam setengah 7 pagi, jangan sampai kalian terlambat!" perintah Aizen pada 20 murid tersebut.

"BAIK ! AIZEN-SENPAI!" jawab murid-murid tersebut dengan semangat.

"Baguslah kalau kalian bersemangat seperti itu. Oh ya, satu pesan untuk kalian, karena sudah hampir malam berhati-hatilah di jalan, karena bisa saja anak Hueco Mundo HS tiba-tiba menyerang."

"BAIK!"


TEP TEP TEP

"Sampai bertemu besok!" ucap Rukia, Ichigo, dan Renji seraya melambaikan tangan mereka.

"Ya, sampai besok!" jawab Hitsugaya, Hinamori, dan Grimmjow.

Hitsugaya, Hinamori, dan Grimmjow adalah sahabat sejak kecil, dan rumah merekapun berdekatan. Tapi baru-baru ini Hinamori pindah rumah ke blok lain. Begitupula dengan Rukia, Ichigo, dan Renji. Hanya saja, akhir-akhir ini Ichigo dan Renji sering bertengkar karena mereka bersaing untuk memperebutkan hati Rukia. Setiap mereka bertengkar Rukia hanya bisa cengo sendiri karena bingung.

"Heh, jeruk ! Lihat saja besok, aku yakin yang akan di pilih menjadi ketua adalah aku, dan dengan begitu Rukia pasti akan berpaling padaku!" kata Renji dengan percaya diri.

"Hah ? Tidak salah tuh ? Yang pantas jadi ketua itu adalah aku, dan Rukia akan berpaling padaku ! Apa kau mengerti nanas merah?" jawab Ichigo dengan kesalnya.

"Aku tidak mengerti, jeruk!" jawab Renji dengan nada kasar.

BLAARRR ! Dan terjadilah perang deathglear antara Ichigo dan Renji.

Rukia yang jadi bahan pertengkaran hanya bisa menghela nafas sambil membatin, 'Apa sih yang mereka pertengkarkan?'

Perjalan pulang Hitsugaya, Hinamori, dan Grimmjow

"Ng . . . Hitsugaya-kun, Grimmjow-kun besok kan penentuan jabatan, kalau aku boleh tau, kalian ingin menempati posisi apa?" tanya Hinamori kepada dua sahabatnya itu.

"Kalau aku sih, jadi ketua pastinya!" jawab Grimmjow dengan yakinnya.

"Aku juga sama. Bagaimana denganmu Hinamori?" jawab Hitsugaya sambil bertanya balik ke Hinamori.

"Hn . . . kalau aku sih belum pasti mau menempati jabatan apa. Yang jelas aku mendukung kalian berdua untuk menjadi ketua." jawab Hinamori sambil mengembangkan senyumnya.

Cantik, manis. Ya, itu yang ada di benak Hitsugaya saat ini. Bagaimana tidak ? Saat ini gadis yang ia cintai sedang mengembangkan senyuman hangatnya yang dapat membuat mata emeraldnya terpaku pada satu hal. Yaitu, diri sang gadis alias Hinamori Momo.

SRET SRET

"Hei, Hitsugaya-kun ! Kau kenapa?" tanya Hinamori sambil melambai-lambaikan tangannya di depan pandangan Hitsugaya. Dan itu membuat Hitsugaya sadar dari lamunannya.

"Eh-ah Hinamori, a-aku tidak apa-apa kok!" Hitsugaya menjawab dengan tergagap-gagap.

"Benar?" Hinamori memastikan.

"Iya, sungguh!"

"Oh, ya sudah. Kalau begitu aku duluan ya, Shiro-chan, Grimm-kun!" kata Hinamori seraya berlari ke arah yang berlawanan dengan Hitsugaya dan Grimmjow.

"DAGH!"


Hinamori's house

"Aku pulang!" Hinamori berkata dan membuka pintu rumahnya, berharap ada yang menjawab. Tapi . . . Sunyi.

"Akh . . . benar juga, aku lupa." Hinamori berbicara pada dirinya sendiri dengan lirih.

Begitulah keseharian Hinamori setiap pulang sekolah, selalu berharap ada yang menjawab panggilannya dari dalam rumah. Tapi selalu saja, sunyi. Tentu saja sunyi, karena di dalam rumah Hinamori tidak ada siapa-siapa.

"Hah . . . Ayah, Ibu, kapan kalian akan kembali?" Hinamori mendesah pelan dan berjalan ke kamarnya dengan tertunduk lemas.

Tiga tahun yang lalu, kedua orang tua Hinamori pergi meninggalkannya entah ke mana. Saat itu, Hinamori benar-benar ketakutan, karena tiba-tiba saja orang tuanya menghilang dari rumah dan meninggalkannya sendirian. Sampai sekarangpun Hinamori tidak tau orang tuanya ada di mana. Selama 3 tahun ini Hinamori membiayai kehidupannya dengan bekerja paruh waktu di minimarket dekat sekolahnya.

"Ng...hari ini libur, bosan, sepi..." Hinamori mengeluh sambil merebahkan dirinya ke tempat tidur.

TING TONG !

Bel rumah Hinamori tiba-tiba saja berbunyi dengan nyaringnya, dan itu sukses membuat Hinamori kaget, "Aduuhh . .. siapa sih sore-sore begini, mengganggu saja, baru juga sampai rumah!" Hinamori menggerutu dan bergegas ke pintu rumahnya untuk membukakan pintu sang tamu yang mengganggu istirahatnya.

KLEK

Begitu pintu rumah di buka, Hinamori kaget melihat siapa yang datang, "Eh, A-Aizen-senpai, ke-kenapa ada di sini?" Hinamori terbelalak kaget karena baru pertama kali ini dia di kunjungi oleh kakak kelasnya.

"Ah... Hinamori-kun, maaf kalau aku mengganggumu, boleh aku bicara sebentar?"

"Bo-boleh, silahkan masuk dulu senpai." ucap Hinamori dengan tegangnya.

"Terima kasih Hinamori-kun." Aizen mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.

Hinamori mengajak Aizen untuk masuk ke dalam rumahnya dan mempersilahkannya duduk di ruang tamunya, "Aizen-senpai tunggu sebentar ya, aku buatkan minuman."

"Eh...tidak usah Hinamori-kun, aku hanya ingin bicara sebentar kok."

"Benar senpai tidak mau minum?"

"Benar, kau duduk saja Hinamori-kun."

Akhirnya Hinamori pun ikut duduk, dan bertanya, "Ng . . . jadi, apa yang ingin senpai bicarakan?"

"Oh, begini Hinamori-kun, apa kau masih menyimpan buku fisika kelas 1?"

"Masih, memangnya untuk apa senpai?"

"Begini, besok aku ada tes fisika, katanya soal-soal yang keluar adalah materi kelas 1. Dan buku fisika kelas 1 ku aku lupa taruh di mana. Jadi, boleh aku meminjamnya?" Aizen menerangkan.

"Boleh kok, tunggu sebentar ya, aku ambilkan." Hinamori pun pergi ke kamarnya dan segera menggeladah lemari bukunya.

'Duh, mana ya bukunya?' Hinamori membatin.

Tanpa Hinamori sadari, ternyata Aizen mengikutinya dari belakang, 'Ah ! Ini dia bukunya' dan setelah Hinamori mendapatkan bukunya, tiba-tiba saja Aizen mendekap Hinamori dari belakang, dan hal itu membuat Hinamori kaget. "Akh, Aizen-senpai apa yang kau lakukan?"

"Apa yang ku lakukan ? Aku hanya ingin bermain denganmu, Hinamori." jawab Aizen tepat di telinga Hinamori.

"Ekh ! Apa maksudmu, cepat lepaskan aku!" Hinamori meronta ingin dilepaskan. Tapi percuma, karena dekapan Aizen begitu kuat.

"Ukhhh...kalau kau tidak mau melepaskanku, aku akan berteriak!" Hinamori mengancam Aizen untuk melepaskannya.

"Teriak saja, karena..." belum sempat Aizen melanjutkan kata-katanya, Hinamori sudah berteriak duluan, "TO-TOLONG A-mmmmphh..." kali ini belum sempat Hinamori menyelasaikan teriakannya, mulutnya sudah di bungkam oleh Aizen, dan Aizen melanjutkan kata-katanya yang tadi, "karena sebelum kau berteriak aku akan membiusmu." Hinamori pun kehilangan kesadaran dirinya dan tersungkur di lantai.

Aizen menggendong Hinamori ala bridal style keluar rumah, dan memerintah seseorang untuk membukakan pintu mobil yang entah sejak kapan ada di depan rumah Hinamori, "Gin, bukakan pintu." ternyata dia adalah Gin.

"Baik Aizen-sama" dan Gin pun membukakan pintu belakang mobil.

"Terima kasih." Aizen masuk ke dalam mobil bersama Hinamori yang sekarang tertidur di pangkuannya, dan Aizen mendekatkan bibirnya ke telinga Hinamori dan berbisik, "Sweet dream my princess." Lalu mobil yang di kendarai Gin melaju dengan cepat entah ke mana.

-To Be Continued-


Chiro : Yay ! Akhirnya Chapter 2 UPDATE ! Apa di chap ini tambah GaJe ? Ato tambah abal ? Ato udah lebih baik dari chap sebelumnya ?
Buat yang udah ripyuu di chap sebelumnya makasi ya ! Ini balesannya :

ayano646cweety : Nih udah update. Mau di fave ? TERIMA KASIH BANYAK !

fi-kun31 : Iya ya, namanya panjang skale, soalnya bingung mau di kasi nama apa... ==a

King of Heroes : Bwererrererehhh... sama, aku juga gak bisa bayangin tuh ! XP

aRaRaNcHa : He ? Mereka gak cocok ya ? OwO. Tapi, liat aja kemampuan mereka nanti di chap 3.

Toushiro Hitsugaya-kun : Nih, udah aku lanjutin ^^

Baiklah, itu tadi balasan review dari chap. sebelumnya.
Bagi yang udah baca tolong review chap. ini ya ! ARIGATO ! ^^

Regards,

_NoChiro-497_