Mahu tau aku kemana aja sampai-sampai tidak nge-update cerita ini? Aku di rumah, main laptop. Gue udah ada plotnya cuman males aja nulisnya. =) ok ini chapter terakhir!
Genre: Humor/Romance. (karena 2 chapter pertama drama sih~!)
Disclaimer: I OWN NOTHING!
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
"Yogya! Booosseeenn~!" keluh Indonesia kepada anaknya yang sedang membaca buku.
"Huh? Oh ya…" hanya itulah jawaban yang Indonesia dapatkan. Mata Indonesia twitch.
"Kapan sih kita berangkatnya?" keluh Indonesia lagi.
Yogya hanya diam dan terus membaca bukunya, sampai mereka berdua mendengar panggilan untuk penerbangan mereka.
"AKHIRNYA!" dengan itu Indonesia berdiri dan segera lari ke arah gerbang penerbangannya dia. Yogya menghembuskan nafas lalu mengambil tas selempang hijau tuanya dan tas ransel hitamnya Indonesia yang tertinggal.
"Kira-Kira mama gimana ya, kalau nggak ada saya?" tanya laki-laki berambut hitam abu-abu itu ke dirinya sendiri.
-.-.-.-.-.-.-.
Pada waktu Yogya memasuki gerbang penerbangannya, dia melihat Indonesia memandangi pesawatnya dengan muka pucat.
"Napa 'mih?" Tanya yogya dengan tenang.
Indonesia memandang Yogya dengan muka yang benar- benar melambangkan takut dan ketidak- percayaan.
"A-Aku b-baru ingat…" Indonesia bilang dengan suara yang kecil. Yogya mengangkat salah satu alisnya.
"A..Aku... takut… naik pesawat…"
Hening.
….
…
…
"HAH?" teriak Yogya, menghasilkan beberapa orang untuk memandang ke arah mereka lalu kembali kembali kepekerjaan mereka sendiri.
"SSHHHH! Kamu gila ya? Ngapain teriak- teriak?" jari telunjuk Indonesia ada di depan mulutnya, memberi tahukan Yogya untuk tidak teriak- teriak.
"Tunggu! Kamu cuman takutkan? Nggak bakal pingsan atau sakit atau muntahkan di pesawat?" tanya Yogya panik.
Indonesia hanya diam dan matanya tertuju pada kakinya yang berpura-pura untuk menendang sesuatu di depannya.
"Oh jangan dong…" pundak Yogya menurun lemas dan giliran Yogyalah yang mukanya memucat.
"Ta-Tapikan, waktu itu sudah di persiapkan kantong plastik sama pramugarinya!" bantah Indonesia. Tapi tetap saja muka Yogya tak berubah.
"A-Aku mau ganti tempat duduk…" kata yogya dengan lemah.
"JANGAN!" lalu Indonesia menyeret Yogya ke kamar mandi. (A/N: jangan 'mikir yang nggak- nggak ya!)
-.-.-.-.-.-.-
"Gini aja deh! Aku gak usah ke Afrika selatan sama sekali ya?" Tanya Indonesia dengan sedikit harapan di matanya.
"Sama sekali tidak" jawab Yogya dengan senyuman yang hampir sama dengan punyanya Rusia.
Lalu batu besar bertulisan 'DITOLAK MENTAH- MENTAH' menimpa kepala Indonesia.
"Kenapa?" tangis Indonesia.
"Karena Netherlands akan senang sekali untuk bertemu mama lagi, dan lagian," mulai berjalan keluar dari kamar mandi Yogya melanjutkan, "Aku bakal di bayar Nona Hungary kalau mendapatkan fotonya mama dengan Netherlands, Ahahahahahaha~" dan dengan itu rahang Indonesia jatuh ke lantai.
…
"PENGHIANAT!" teriak Indonesia.
'Aku tidak akan pernah tahu apa saja yang ada di pikiran anak itu! Dan yang paling memusingkan adalah, dari mana dia bisa mendapatkan tiket ke Afrika selatan? Kan mahal dan perasaan dah booked out semua dah!' pikir Indonesia memandang ke arah pintu keluar.
-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Ayolah Indo… lepasin gue dong…" pada waktu Indonesia dan Yogya sampai di pintu belakang pesawat Garuda, Indonesia memeluk Yogya seperti dia bisa mati kapan saja, terpaksa Yogya harus menyeret Indonesia ke tempat duduk mereka. Sampainya mereka di tempat dudukunya mereka, Indonesia segera duduk dan memasang sabuk pengamannya dan menghembuskan nafas lega.
"Jadi kita kemana aja?" Tanya Indonesia, masih sedikit takut.
"Oke, dari sini kita ke Singapore, dari situ kita naik SQ double decker(A/N: Cia elah! Yogya kaya banget!), lalu dari situ kita ke Afrika Selatan deh…" Kata Yogya memengang subuah kertas.
"O-Oh…"
'Mungkin pada waktu di Singapore gue bisa lari ke rumah Singapore….' Pikir Indonesia.
"Dan pada waktu kita sampai di Singapore, kita hanya di beri waktu sejam untuk siap- siap , hanya cukup waktu untuk kru pesawat untuk memeindahkan koper-koper kita dan Cuma itu saja" lanjut Yogya.
"Dasar anak ini…!" tangis Indonesia mengarahkan mukanya ke arah berlawanan.
"Heh! Kamu kira saya akan membiarkanmu kabur ya? Saya sudah telpon Aunty Sing 'tuk menangkapmu kalau kamu kabur ke tanahnya dia." Lirik Yogya dengan jahat.
"Kamu penghianat!" walaupun Indonesia teriak, tetap saja tidak banyak orang mendengarnya.
Tanpa sadar pesawat sudah mulai berjalan dan tubuh Indonesia kembali tenggang.
"Tenang sedikit 'napa?" Tanya Yogya, memasangkan sabuk pengamannya.
Dan pesawat mulai terbang.
"Astagahfirullah! Ampun!" Indonesia teriak.
Dan Yogya hanya dapat menghembuskan nafas.
-Sesampainya di Singapore—
Indonesia keluar dari pesawat seperti dia baru keluar dari bermain Halilintar.
"Yogya?"
"Iya?"
"Dimana kamar mandi?"
"Di sana." menunjuk ke arah kamar mandi.
Seperti kilat Indonesia pergi ke kamar mandi yang bersih itu, dan rapi karena semua orang mengantri tertata. Tapi mengenal Indonesia dia segera nyerobot pada salah satu orang yang sepertinya sudah benar- benar mau pergi.
"NNNNNOOOOOO!" (Tidak) teriak orang itu.
Keluar dari toilet, Indonesia di plototi banyak orang, tapi Indonesia terlalu cuekan untuk peduli dan berjalan keluar seperti dia tidak bersalah sama sekali.
-.-.-.-.-.-.-.-
Karena waktu yang diberi hanya sekitar satu jam, Yogya hanya punya sedikit waktu untuk membaca bukunya. Sampai pada akhirnya, penerbangan pukul 11 malam itu telah di umumkan.
"Yosh… oke Hey Indo-" Indonesia tertidur pulas di kursi tunggu sebelahnya, Yogya sweat drop dan menendang kaki pemuda lebih tua itu.
"HAH? A-Apa? JANGAN SENTUH AKU HOLLA-?" Indonesia sadar bahwa ada yogya di depannya bukan Netherlands.
"Ah… taunya cuman kamu toh…"
Klik!
"Hey! Ngapain lu foto gue?" bentak Indonesia.
"Karena ini akan jadi barang langka yang saya bisa jual ke Netherlands untuk menjadi barang black mail. Nah ayo! Penerbangan dah mahu berangkat tuh!" jawab yogya dengan tenang, meninggalkan Indonesia di belakang.
"PENGHIANAT!" teriak Indonesia lagi.
-.-.-.-.-.-.
"Oi! Lepasin tangan gue dong…" kata yogya dengan lemas.
"Ng-Nggak! Da-dah bi-biarin gue- HUP!" lalu Indonesia lari ke kamar mandi pesawat.
Yogya mempunyai ekspressi seperti ini: =_='
"Eh… oke… barusan itu… sangat menjijikan!" lalu yogya membaca majalah yang ada di depannya itu, dan tanpa sengaja dia membaca kata 'Borobudur'.
'Mau makan malam denganku?'
"TTTIIIIDDDAAAKKK!" sekarang gilirang yogya yang teriak dengan muka yang merah.
Dan perjalannan mereka ke Afrika selatan bukanlah jalan yang menenangkan.
-Afrika selatan, Cape town, 13.00 (waktu Afrika), keesokan harinya—
Pesawat SQ mendarat, dan membangunkan beberapa penumpang yang masih tidur. Untung, karena perjalanan yang panjang Yogya dapat membaca bukunya lagi, dia bangun lebih dulu dari Indonesia(yang terus mendapatkan mimpi buruk tentang Netherlands memperkosa dia).
Yogya menghembuskan nafas dan membangunkan ayahnya, "Oi Indo! Bangun! Kita udah nyampe!" menggoyangkan ayahnya dari tidur.
Indonesia membuka matanya perlahan- lahan dan melihat ke arah jendela, "Aku di Surga ya?" lalu matanya bertemu dengan mukanya yogya.
"Yogya di sini…ini pasti gerbang Neraka…" lalu mata Indonesia kembali tutup.
"DASAR! BANGUN!" dengan itu Yogya menendang Indonesia sekuat tenaga.
"AAAAAAAHHHHHHHH!" teriak pemuda berambut acak- acakan itu.
-.-.-.-.-.-.-.
Yogya sedang menunggu kopernya dia dan punya Indonesia, sementara itu Indonesia sedang ngopi. Dia baru saja kesulitan bahasa Afrika karena itu, setiap kali Indonesia mahu melakukan sesuatu, di akan memanggil Yogya.
"Yogya! Bahasa afrikanya aku mahu yang itu dan harganya berapa, itu apa sih?" teriak Indonesia seperti orang tidak tahu aturan.
Yogya yang menundukan kepalanya dengan rasa malu, menulis jawabannya di kertas dan kembali menunggu untuk kopernya.
"Gee my daai een!" (beri aku yang itu) kata Indonesia dengan tata bicara yang medok, tapi untungnnya pegawai itu mengerti.
Sambil menunggu pesanannya mata Indonesia melihat ke arah TV, di situ ditayangkan grupnya Netherlands sedang berpelukan sambil lari- lari sekeliling lapangan seperti anak kecil yang baru di belikan permen terenak di dunia. Melihat itu Indonesia terseyum.
'Neth… kamu menang lagi ya…?' pikir Indonesia. Tanpa di sadarinya, pesanan dia telah diantar.
Mengetahui pesanannya telah datang, Indonesia mengambil makanan yang ada di dalam kertas coklat itu dan memasukinya ke mulutnya, dan berjalan untuk bertemu Yogya.
Mencari tahu Yogya yang mana, tidak terlalu sulit. (Cari saja anak remaja yang mempunyai kulit matang dan yang paling pendek dibandingkan dari yang lain)
Setelah menemukan Yogya Indonesia segera mengeluarkan satu roti lagi dari katong kertas itu dan memasukinya ke mulut Yogya.
"Oi! Itu buat apa?" Yogya teriak, memegang roti di tangan nya.
"Eh! Walaupun gue orangnya pelit, lu tetap saja anak gue, jadi…" tersenyum lebar Indonesia melanjutkan, "makan aja!"
Yogya hanya berbalik badan dan memakan rotinya.
"Mmaakashi" kata Yogya sambil mengunyah.
"KAMU NGGAK SOPAN BANGET DEH!" Kata Indonesia dengan volume yang tinggi.
-.-.-.-.-.-.-.-.-
"Goed werk jongens daar!" (kerja bagus di luar sana sobat!) teriak Netherlands kepada pemain- pemainnya.
"We zullen winnen dit kampioenschap." (kita akan memenangkan kejuaraan ini.) kata pelatihnya Netherlands menaruh tangannya di pundak laki-laki berambut jabrik itu.
Netherlands tertawa dan menjawab, "Heh, we zullen zien."(heh, kita lihat saja nanti.) Senyum Netherlands dengan sombongnya. Lalu pemuda itu berjalan menuju loker ganti baju. (Untuk ganti bajulah!)
-.-.-.-.-.-.-.-.
Pada waktu Netherlands sedang jalan keluar menuju pintu gerbang, dia mendengar kerusuhan di pintu Backstage dan memutuskan untuk melihat apa masalahnya.
-.-.-.-.-.-.-.-
"Ehh? Kenapa nggak boleh masuk?" ringis Indonesia kepada kedua penjaga(besar dan menyeramkan) yang menjaga pintu belakang.
"Wat het hy gese?" (apa yang dia bilang?)Tanya salah satu penjaganya.
"Ek weet nie, Ek dinkhy is honger…" (Aku tidak tahu, mungkin dia lapar…) jawab penjaga yang satu lagi.
Indonesia memasang muka bodoh, "HAH? Oi Yogya mereka ngomongin apa sih?" Tanya Indonesia kepada Yogya.
"Mereka mengira kamu lapar" Jawab Yogya.
"AAAPPPAAA?" mengalihkan perhatiaanya ke dua penjaga itu Indonesia teriak, "Aku." Menunjukan ke dirinya sendiri, "Tidak!" menggelengkan kepalanya, "Lapar!" menunjuk ke perutnya.
"Hmm… Ek dink hy is REGTIG honger." (Hmm… kelihatannya dia benar- benar lapar.) Kata penjaganya.
Yogya Facepalm, dan menyingkirkan Indonesia dari tatapan penjaga itu, dan membersikan tenggorokannya.
"Here-here, Ek en my vriend was datan te ontmoet met die Nederlande." (Tuan- tuan, saya dan teman saya ini datang untuk bertemu dengan Netherlands) Kata yogya dengan lancarnya. Indonesia hanya bisa memplototi Yogya.
'Kok dia bisa lancar sekali dengan bahasa Afrika!' pikiran Indonesia teriak.
"Oh! Ahahahahahahaha! MOET NIE!" teriak kedua penjaga itu ke Yogya, yang mendapatkan reaksi takut.
"A-A-AHHHHHH!"
"Kamu bilang apa? Kok bisa di teriakin gitu sih? Dasar tuh buku yang kamu baca salah translasi kali! –bla bla bla bla-" marahan Indonesia terus saja keluar.
Pada saat itulah Netherlands datang ke kerusuhan itu.
"Oi! Wat is fout hier?" Tanya Netherlands galak kepada dua penjaga itu, yang segera menunduk dan menunjuk kepada Indonesia sedang memarahi (maki- maki) Yogya.
Mata Netherlands melebar.
"I-Indonesia…?"
Sepertinya Indonesia tidak mendengarnya dan terus memarahi Yogya.
Netherlands tersenyum dan lari untuk memeluk Indonesia.
"NESIA~~~~!" teriaknya sambil memeluk Indonesia yang sekarang terkejut karena ada orang yang memeluknya.
Terkejut dan bingung Indonesia melakukan 'jurus' yang pernah diajari Jepang dulu kala. Dia melempar tubuh Netherlands yang besar itu ke tanah.
Setelah sadar bahwa itu Netherlands Indonesia segera menunduk untuk membantunya berdiri tapi dia di hentikan oleh penjaga itu yang sekarang mempunyai aura membunuh.
"AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH! A-Ampun… Ma-ma..maafkan aku…!" teriak Indonesia kepada ke dua penjaga itu yang mengangkatnya dari tanah.
Setelah sadar dari jatuhnya Netherlands segera memeluk Indonesia kembali di tangannya, dan melirik jahat kepada penjaga itu seperti mengatakan, 'Dia milikku, sakiti dia dan kamu akan mati'
"Ne-Nether…lands…" Indonesia hampir nangis karena ketakutan.
"Oi you two! I swear if you hurt him again, I'll make sure that you will lose your job, get kicked out of this country and I'll make sure that no other country will want to accept you, so the next time you try to yanked him off of me think twice assholes!" (A/N: uh… karena ini dalam bahasa Inggris, aku jadi males nge-translate, tapi kalian ngertikan? Klo gak, yah pake Google translator sana! =3=) kata Netherlands dengan galaknya, dan aura pembunuhnya dia keluar lebih menyeramkan dari punyanya Russia.
-.-.-.-.-.-
"Haachhooo!" bangkis Russia.
"Aiya! Kamu pilek ya aru~?" tanya China kepada Russia, yang sedang berada di Siberia.
"Ah tidak kok da~ cuman rasanya ada yang author gila yang sudah memakai namaku dua kali deh da~" senyuman jahatnya keluar.
"AIYA! JANGAN SENYUM KE AKU KAYAK GITU DONG ARU!" teriak china ketakutan.
(Kuroi: *ngumpet* ja-jangan sakiti aku Russia…)
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.
"AH! FO-FORGIVE US !"(maafkan kami Tuan Netherlands) teriak kedua penjaga itu dan berjalan mundur, menjauh dari Netherlands yang masih memeluk Indonesia.
"Uh… Holly? Kamu bisa lepaskan aku sekarang?" Tanya Indonesia dengan ragu. Yang dia dapatkan malah pelukan Netherlands lebih ketat di tubuh dia (dinbandingin Netherlands) yang kecil itu.
"Indo… kamu ngapain kesini? Mau nonton aku bertanding ya?" senyum Netherlands mendekatkan mukanya ke Indonesia.
Mukanya Indonesia bisa di samakan seperti tomat.
"Eh-eh… be-begini lhoh… ak-aku um… dateng… u-untuk… uh…" Indonesia sangat gagap, detak jantungnya sangat cepat dan dia berusah untuk tidak memandang Netherlands di mata karena sudah cukup merah mukanya.
Netherlands hanya tersenyum nakal menyadari ke tidak nyamanan Indonesia, lalu dia memegang dagu Indonesia, mengangkat mukanya untuk melihat dia, tindakan itu segera membuat Indonesia terdiam.
Muka Netherlands menyantai, dan mendekati wajahnya ke mukanya Indonesia.
"Kamu memang masih imut ya?"
Dengan itu Netherlands mencium bibir Indonesia yang lembut itu.
Indonesia butuh waktu untuk menyusun apa yang terjadi padanya.
'Netherlands…? Menciumku?' pikir Indonesia, 'hmph… dasar orang sesat…'
Netherlands sadar, bahwa selama ini, Indonesia tidak membalas, dan karena itu dia memundurkan diri.
"Indo kamu kenapa? Nggak suka ya?" tanyanya Netherlands dengan polos.
Indonesia hanya bisa menundukan kepalanya dan memegang bibirnya.
"Uh… k-kamu…" mulai Indonesia.
"DASAR KAMU BRENGSEK! MATI SAJA KAU KE NERAKA!"
Itulah yang ada di pikiran Netherlands tapi, Indonesia tidak memberi tanda untuk melarikan diri atau mau membunuhnya dengan bambun runcingnya lagi.
"Indon-?"
Klik.
Klik.
Klik.
Indonesia dan Netherlands melihat ke arah Yogya yang sedang menyengir lebar dan sedang mememotret mereka dari tadi tanpa pengetahuan meraka.
"Eh? Sudahlah jangan melihat ke aku! Sudah~ lanjutkan saja aktifitas kalian." Kata Yogya sambil tersenyum.
"YOGYA!" teriak Indonesia marah.
Sebelum Indonesia bisa berdiri dan mengejar Yogya (yang sekarang sudah lari menuju airport untuk pergi ke Hungary) Netherlands menggendongnya bridal style dan senyuman nakal itu kembali ke mukanya yang tampan itu.
"Indo... kita ke kamar hotelku yuk! Tenang saja," mendekatkan wajahnya ke Indonesia lagi, Netherlands melanjutkan bicaranya, "Temboknya tebal kok, dan ranjangnya empuk sekali!" mencium kuping kirinya Indonesia, yang menghasilkan Indonesia untuk menutup kedua matanya dan memerah lagi, Netherlands berjalan terus menuju ke hotelnya dia.
-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-..-.-.-.-..-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-
Kuroi: kalau kalian berpikir aku akan menulis mereka berdua-
"Ahh Holland!"
Kuroi: *twitch* melakukan-
"Jangan terlalu banyak gerak Indo! Nanti malahan jadi sakit."
Kuroi: OK SUDAH CUKUP! KALIAN BERDUA! DIAM! (- marah)
Neth & Indo: Maaf…
Kuroi: ok… nah dimana tadi aku? Oh ya! Kalau kalian berpikir kalau aku akan menulis adengan seks, dan kalian boleh mengahapus itu dari pikiran kalian…bukannya jahat ya… tapi klo aku masukan adengan itu, itu bisa- bisa aja aku di bunuh sama pemiliknya Indonesia, dan ratingnya harus jdi Mpreg dong… tpi klo mau aku bisa buat sequelnya kok! Hm… buat nggak ya? Ok deh! Aku Tanya ke pemiliknya Indonesia dulu! Kalian yang punya DA acc bantu aku y! Tanya ke dia .com nah dia pemilik Indonesia! Bukan aku, aku pemiliknya Yogya .com hm… kayak promosi deh… ah tau deh! Ok cuman itu aja!
Thank you for reading! Review please! ^^ dan kalau ada yang nggak mengerti tentang cerita ini, silakan Tanya ke aku~
