Sebelumnya, maaf ya atas keterlambatan fict ini, kita butuh liburan mumpung long weekend, hahahhahaa, oh iya ada kejadian menarik… kemarin saya tanding basket 3 on 3 di senayan, Fitri nungguin saya sambil bawa macbook saya, katanya sih lagi chatting sama temennya yang bernama suu foxie. Dan ngga tahu kenapa dia ketawa-ketawa sendiri, akhirnya temen saya nanya, "Temen lo kenapa ketawa-ketawa sendiri?" (tmn saya ini sempet naksir fitri n mau deketin) dan sengaja saya jawab "Dia agak autis, maklumin ya." Wakakakakakaakkakakaaa! Dan saya berhasil mematahkan niatnya untuk deketin ratu kita ini.

Back to fict.

Ada pesan dari Fitri, katanya dia ngga bisa mengerjakan langsung kedua fict antara LOVE dan Lover eternal, saya juga egois sih, minta dia collab saat project lover eternalnya, katanya kalau dia nerusin lover eternal dulu, ide LOVE di kepalanya bisa buyar, sama seperti buyarnya ide lover eternal saat dia mengerjakan fict LOVE, jadi semua kesalahan fitri ngga bisa update lover eternal adalah dari saya.

Nah, sekarang ketentuan ada di tangan kalian, mau fict ini dulu selesai, atau lover eternal dulu?

Oh iya satu lagi, jangan ngarepin setiap chapter banyak adegan sasusakunya yah, karena fict ini ngga focus ke satu hubungan aja :D okay!

.

.

L.O.V.E (Lust, Obsession, Victim, Ego)

Naruto Belong Masashi Kishimoto

Rated M-MA

Genre : Romance, Hurt/comfort, Crime, Lemon, slight yuri

.

.

"Nah, kalau begini kan cantik, Sakuya sukaaaaa sekali kalau Neji nii-san rambutnya di beginikan."

"Sakuya! Lepaskan rambutku! Aku bukan Barbie yang rambutnya bisa kau mainkan sesuka hatimu!"

"Sakuya tidak suka Barbie, tapi Sakuya suka rambut Neji nii-san," jawab Sakuya sambil menguncir dua rambut Neji,"Cantiknyaa~~"

"Hahahaha, Neji, aku usulkan kau ubah jenis kelamin deh, wahahahaa," tawa Karin meledak-ledak.

"Cih, kau iri kan, wajahku tidak secantik wajahmu yang wanita asli."

"Jadi kau bangga kalau wajahmu cantik, eh? Sakit jiwa" celetuk Shikamaru.

"Diam kau nanas!"

"Ahahahahaa, aaww! Kalian ini bikin perutku sakit~" ucap Sakura, menahan tawanya agar tidak menggelegar.

Melihat pemandangan yang kini berada di kamarnya, Sakura merasa nyaman karena para elite assassin memutuskan untuk berkumpul di kamarnya, mengingat tubuh Sakura yang belum bisa bangkit secara keseluruhan karena operasi dadakan yang dilaksanakan Ino. Maka merekalah yang menghampiri Sakura di kamarnya, untuk menghibur dirinya yang selalu melihat pemandangan wajah Sasuke yang datar itu. Karena Karin bilang, Sakura bisa mati bosan melihat wajah datar Sasuke, tapi siapa yang tahu kalau Sasuke ternyata bisa berubah ekspresi hanya pada Sakura.

Kini Sasuke duduk di samping Sakura, Karin duduk di sisi lain Sakura, Sakuya yang sedang menaiki kursi dan berlutut di atas kursi tersebut di belakang Neji, memainkan rambut Neji sambil bersenandung, membuat suasana terasa hangat. Apalagi Neji yang sewot dari tadi sebenarnya tidak keberatan Sakuya memainkan rambutnya, karena bagi Neji, Sakuya sudah seperti adiknya sendiri. Sedangkan Naruto bersender di sisi jendela yang sengaja dibuka agar udara segar bisa saling bertukar, Shikamaru seperti biasa, berdiri di depan pintu, ditemani oleh Ino di sampingnya.

"Nah, sudah waktunya kamu istirahat, Sakura," ucap Karin sambil melihat jam tangannya, "ayo yang lain keluar, Sakura harus istirahat."

"Haaahh?" mendengar peringatan Karin, Sakuya mendorong Neji dan melompat dari kursi menghampiri Sakura, "Tapi Sakuya masih mau di siniiii~"

"Sakuya, dengarkan kata Karin," tegas Sasuke.

Mendapat teguran dari Sasuke dengan wajah datar begitu membuat Sakuya terdiam dan cemberut, Sakuya memang anak yang tidak bisa di perintah, tapi kalau Sasuke sudah berbicara dia akan kalah. Karena Sakuya tidak mau sampai Sakura yang ikut turun tangan menasehatinya.

"Nanti malam, kamu boleh ke sini lagi," ujar Sakura lembut.

"Benar mama-chan?" ucap Sakuya girang dan Sakura mengangguk, "Yeaaayyy!"

"Baiklah ayo keluar," Neji menggendong tubuh Sakuya yang enteng dan membopongnya di bahu, "Anak kecil belajar yang benar."

"Neji," panggil Sakura tiba-tiba, "Nanti… Hinata…"

"Dia baik-baik saja kok, aku belum mengizinkannya untuk bertemu denganmu," jawab Neji sambil tersenyum, "Kalau kau sudah sembuh total, baru aku akan membawanya ke sini."

"Dimana dia sekarang?" tanya Sasuke.

"Di kamarnya," jawab Neji.

"Sejak kapan dia punya kamar!" teriak Ino, Karin dan Sakuya serentak di telinga Neji.

"Sakura yang meminta! Jangan teriak di telingaku!" gertak Neji

"Sudah dua minggu Hinata tinggal di sini, masa harus selalu tidur di ruang tv, kan kasihan," jawab Sakura polos.

Kadang sifat Sakura yang seperti ini lah yang membuat para elite assassin waspada, terlalu lembek pada orang baru yang terlihat sedang kesusahan. Padahal belum tahu orang itu jahat atau baik. Neji, setiap ada kesempatan untuk berbicara dengan Sasuke dan Sakura, pasti ada saja gangguan yang menginterupsi pembicaraan mereka. Sampai Neji mengatur jadwal dengan Sasuke agar membahas keberadaan Hinata di mansion ini.

Saat para elite assassin keluar dari kamar Sakura, mereka melihat Hinata yang kini sedang berjalan mendekat, dan langsung saja Sakuya memasang wajah yang tidak mengenakan, dengan memimpin langkah, Sakuya langsung menghadang Hinata, "Mau apa kau?"

"Bertemu Sakura," jawab Hinata judes.

"Mama-chan sedang tidak bisa di ganggu, mama-chan sedang bercinta dengan papa-kun," ujar Sakuya yang langsung meninggalkan seluruh anggota yang sedang terkejut di belakangnya.

"Sakura sedang istirahat, kalau waktunya tiba, aku akan membawamu padanya," jawab Neji tanpa melihat ke arah Hinata dan berjalan melewatinya.

"Kalian ini kenapa sih! Memangnya apa yang kulakukan sampai-sampai kalian membenciku begini?" bentak Hinata yang akhirnya kesal.

"Gara-gara kehadiranmu kan, makanya Sakura tertembak," utar Karin malas-malasan.

"Lagi pula aku tidak suka denganmu, auramu jahat," sambung Ino pedas.

"Kh-kau…!"

Ceklek.

Saat Hinata akan membalas perkataan Ino, Sasuke keluar dari kamar dan melihat mereka yang masih berkumpul di depan pintu, "Sedang apa kalian?"

"Tidak sedang apa-apa, kami baru saja akan pergi, ya kan? ya kan? hahahaa," jawab Naruto dengan cepat sambil mendorong mereka yang masih berdiri.

"Sasuke kun," panggilan yang keluar dari mulut Hinata kali ini membuat semua elite assassin menoleh dengan tatapan aneh, sejak kapan Hinata memanggil Sasuke dengan embel-embel 'kun'? "Aku ingin bertemu dengan Sakura."

Sasuke tidak menjawab pertanyaannya, "Karin, bisa kau ambilkan baskom berisi air hangat? Aku ingin membersihkan tubuh Sakura."

"Ok," jawa Karin segera bertindak.

Mendengar hal itu, wajah Hinata memerah, antara kesal karena diabaikan, dan malah membayangkan tubuhnya lah yang sedang Sasuke bersihkan. Menyadari reaksi Hinata, Sasuke melirik sinis padanya, "Apa yang kau bayangkan?" tanya Sasuke dingin.

"Ah… ti-tidak, bu-bukan apa-apa," jawab Hinata memalingkan wajahnya. Apa-apaan aku ini!

"Jangan memasang wajah seperti itu padaku," lanjut Sasuke, kalimat yang membuat Hinata senang, namun Sasuke melanjutkan, "Membuatku risih."

Kemudian Sasuke kembali ke kamar, sedangkan Shikamaru, Neji, Naruto dan Ino hanya saling tukar pandangan dan sesekali melirik Hinata yang kini sedang menahan malu dan emosinya. Merasa kasihan oleh posisi Hinata, Naruto membuka omongan, "Teme memang seperti itu, jangan heran kalau dia dingin padamu, dia hanya lembut pada Sakura-chan."

Sakura, Sakura, Sakura, apa bagusnya sih dia!, "Iya, aku mengerti," gumam Hinata pelan.

.

.

"Ada apa ribut-ribut di luar?"

"Masalah kecil, tidak usah dipikirkan," jawab Sasuke sambil menduduki kursi di samping kasur Sakura.

Melihat kondisi Sakura yang semakin membaik membuat Sasuke lega, wajah pucatnya sudah semakin segar, tubuhnya sudah mulai bisa digerakan, walaupun kalau berdiri masih terasa nyeri akibat jahitan yang masih belum terlalu kering. Sasuke memandangi wajah Sakura dengan seksama, betapa khawatirnya laki-laki ini saat Sakura tertembak, dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri apabila Sakura tidak selamat. Semua berkat Ino, Sasuke sangat bersyukur Ino masuk dan tinggal di mansion ini.

"Aku ingin cepat-cepat sembuh," gumam Sakura.

"Sabar, jangan di paksakan nanti lukamu malah terbuka lagi," jawab Sasuke menggenggam tangan Sakura.

Kemudian Karin pun datang membawa pesanan Sasuke tadi, melihat wajah Karin yang mesem, Sakura bertanya, "Karin, ada apa?"

"Sesekali… aku ingin membersihkan tubuhmu, kenapa harus selalu Sasuke?" gerutu Karin pelan.

"Terima kasih, Karin," jawab Sakura pelan, dan ketika Karin meletakkan baskom di meja Sakura, Karin memeriksa kening Sakura.

"Syukurlah tidak demam," ucap Karin.

"Ng, lain kali, kalau Sasuke tidak ada, aku pasti minta tolong padamu," bisik Sakura pelan.

"Janji?"

"Ng."

"Bisik apa kalian!" tegur Sasuke.

"Aahh, tidak bukan apa-apa, aku keluar ya, daaaah."

Sasuke hanya diam melihat Karin yang tiba-tiba langsung panik dan keluar tanpa menoleh padanya, "Kenapa dia?"

"Hihihi, untung Karin perempuan," ucap Sakura sambil terkekeh kecil.

Sasuke melirik Sakura dengan tatapan bingung, sambil memeras handuk yang sudah di celupkan kedalam air hangat kemudian memerasnya pelan hingga tidak terlalu kering. Sasuke meletakkan handuk basah itu di samping baskom, "Sakura, tentang masalah wanita baru itu, Neji sudah memberi tahuku tentang dirinya," ucap Sasuke sambil melepaskan kancing-kancing piyama Sakura.

"Aku akan menilainya sendiri, Sasuke kun."

Sasuke terdiam, namun meneruskan membuka piyama Sakura perlahan sampai sekarang terekspose dada Sakura yang masih dilapisi bra, Sasuke membuka kait bra itu dan membersihkan tubuh Sakura memakai handuk basah, "Sakura," panggil Sasuke pelan sambil menatap tubuh indah wanita itu, "Cepatlah sembuh… aku…"

Sasuke membenarkan posisi duduknya, sambil mengutuk dirinya yang sudah mulai terangsang hanya karena melihat buah dada Sakura, "Sasuke kun mau melakukannya yah?" tebak Sakura, membuat wajah Sasuke memerah.

"Hn, aku tidak tahan…" Sasuke bergumam pelan, memalingkan wajahnya agar Sakura tidak melihat ekspresi malunya.

Sakura tersenyum jahil, menaikkan sedikit punggungnya ketika Sasuke membersihkan area punggung Sakura, saat dalam posisi seperti itu, Sakura menggenggam kejantanan Sasuke dari luar, dan itu sudah mengeras, membuat Sakura terkejut namun menahan tawanya,"Ugh~" karena sentuhan Sakura, Sasuke sedikit mengeluarkan desahannya.

"Sasuke kun," Sakura memanggil dengan nada lembut dan manja, meletakkan kepalanya di leher Sasuke, "Aku janji, kalau sudah sembuh nanti, aku akan membuatmu terbang karena nikmat, bersabar ya."

Sasuke memejamkan matanya, betapa egois dirinya yang tiba-tiba terangsang pada Sakura yang dalam keadaan sakit. Namun mendengar ucapan Sakura tadi membuat diri Sasuke tenang kembali, Sasuke menatap Sakura dan tersenyum jahil, "Boleh aku membersihkan bagian bawahmu?"

Wajah Sakura memerah padam, "T-tidak! Ja-jangan, aku mohon jangan…" tolak Sakura.

"Kau sungkan padaku?"

"Bukan begitu, Sasuke kun, tolong hargai aku, untuk daerah itu… harus aku yang membersihkannya sendiri~"

"… iya, aku hanya bercanda tadi, maaf ya," ucap Sasuke menepuk kepala Sakura pelan.

"Jangan marah~"

"Siapa yang marah?" Sasuke memberikan Sakura ciuman kecil sambil tersenyum, "Makanya aku bilang, cepatlah sembuh."

"Okay," jawab Sakura riang.

.

.

Ino berdiri disisi jendela ruang tamu, masih terus membayangkan apa tujuan sebenarnya W.O itu. Kenapa mereka bisa pindah sekolah? Apalagi selama dua minggu ini tidak ada yang aneh, tidak menunjukkan keganjalan yang membuat mereka curiga. Atau jangan-jangan ini semua karena Sasuke dan Sakura belum menampakkan diri mereka? Memikirkan hal itu membuat Ino pusing.

"Hhhh."

Shikamaru yang kebetulan sedang melewati ruangan itu, melihat Ino dengan ekspresi yang sedang menghela nafas, seolah sedang memikirkan sesuatu yang berat, akhirnya dia memutuskan untuk menghampiri gadis itu.

"Sedang apa kau?"

"Huaa! Shi-Shikamaru… kau mengagetkanku."

"Kau yang membuatku kaget, begitu lewat sini ada sosok wanita yang berdiri di samping jendela, orang lain bisa-bisa mengira kau itu hantu," ucap Shikamaru mendekati Ino, begitu melihat wajah gadis itu tidak bersemangat… "Ada apa?" tanya Shikamaru dengan nada lembut, membuat Ino sedikit kaget kalau ternyata Shikamaru bisa mengeluarkan nada seperti itu.

"Tidak ada apa-apa, hanya saja…"

Ino tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dia tidak mau Shikamaru menganggapnya sebagai orang yang plin-plan, tidak bisa mengambil keputusan dalam kasus kakaknya yang merupakan anggota W.O. tapi bagaimana kalau sampai suatu saat mereka menjalani missi dan bertemu dengan W.O lalu mereka memberi tahu bahwa Ino adik dari salah satu anggota mereka? Bisa-bisa Ino di anggap sebagai mata-mata.

"Hanya?"

"Aku…" Ino benar-benar merasa ragu, satu-satunya orang yang ingin dia beri tahu adalah Sakura, tapi karena kondisinya tidak memungkinkan… "Shikamaru, ada yang harus kukatakan padamu."

"Ya, aku juga ada yang harus kukatakan padamu."

"Eh? Apa itu?"

"Aku ingin mengajakmu ke tempat pelatihan kami, aku ingin mengenalkan pada mereka dan merekomendasikan dirimu pada mereka untuk dilatih, agar kau bisa ikut dalam misi berikutnya."

"Pe-pelatihan? Aku? Memangnya boleh?"

"Tentu saja, tapi mereka kadang tidak mau mengajar orang yang tidak mempunyai basic, jadi sementara aku akan melatihmu cara menembak dari dasar."

"Mau! Aku mau, Shikamaru terima kasih," ucap Ino girang menggenggam tangan laki-laki itu.

"Untuk hal yang ingin kau bicarakan, simpan saja dulu, katakanlah kalau kau sudah siap," lanjut Shikamaru, menepuk pelan kepala Ino.

Ino tersenyum lembut dan mengangguk, entah ini hanya perasaannya saja atau memang Shikamaru tahu kegelisahannya? Tanpa mereka sadari, dari tadi Neji mengamati mereka dari kejauhan dengan ekspresi datar, sambil mengepalkan sebelah tangannya, pandangannya focus pada sosok Ino yang kini tengah tertawa dengan Shikamaru.

"Neji nii-san? Sedang apa berdiri di sini?" panggilan Sakuya membuat fokusnya buyar.

Melihat sosok Sakuya, Neji terpikir satu ide yang sangat bagus, akhirnya dia memutuskan untuk menggandeng tangan Sakuya menuju Shikamaru dan Ino yang sedang berbincang-bincang, "Hai hai, maaf mengganggu kalian," potong Neji.

"Ino nee-sama, sedang pacaran dengan Shika nii-san?" tanya Sakuya polos. Membuat timbulnya urat berbentuk empat siku di kening Neji ketika mendengar itu.

"Ah, Sakuya, bagaimana kalau kau juga ikut?" tawar Shikamaru.

"Ikut apa?"

"Sementara aku akan melatih Ino, kau latihan tembak oleh Neji, sesudah itu baru aku akan membawa kalian pada mereka."

"Kenapa harus aku yang melatih Sakuya?" protes Neji.

"Karena Sakuya lebih suka kalau Neji nii-san yang melatih Sakuya, tenang saja Neji nii-san, Sakuya sudah lumayan mahir kok."

Bukan itu masalahnya! "Baiklah, kita ber-empat akan membuat jadwal untuk latihan dasar," akhirnya Neji menyetujuinya, sebenarnya dia ingin melatih Ino, tapi melihat Sakuya yang senang akan dilatih olehnya, membuat perasaan Neji jadi sedikit ringan dari yang tadi ketika dia cemburu melihat Ino dan Shikamaru sangat dekat.

Tiba-tiba, masing-masing ponsel berbunyi bersamaan. Masing-masing membuka pesan yang masuk, wajah mereka berubah menjadi menyeringai, bahkan Sasuke yang kini sedang bersama Sakura pun tersenyum seolah mendapat kabar yang selama ini ditunggu-tunggu, membuat Sakura yang kini melihatnya kebingungan, "Ada apa, Sasuke kun?"

"Pesan dari Dobe," jawab Sasuke menutup kembali ponselnya dan beranjak dari duduknya, sebelum Sasuke pergi meninggalkan Sakura, dia mencium lembut bibir wanita itu, "Aku segera kembali," ucap Sasuke yang kemudian pergi meninggalkan Sakura yang kini sedang menatap punggung Sasuke dengan sendu.

"YEAAAAYY! Akhirnyaaaaa! Setelah berminggu-minggu!" jerit Sakuya.

"Red Mail, eh? Siapa yang meminta? Dan apa bayarannya?" tanya Neji pada dirinya Shikamaru.

Shikamaru tidak menjawab pertanyaan Neji, "Ayo kita keruangan," dia malah mengajak mereka untuk berkumpul, sifat Shikamaru lama-lama mirip Sasuke, itulah yang ada dipikiran Neji.

Saat semua sudah berkumpul di ruangan biasa mereka berkumpul untuk rapat, terlihat Naruto menyeringai lebar pada elite assassin, "Kalian tahu, Red Mail kali ini bukan sembarang Red Mail biasa," ujar Naruto.

"Iya, aku tahu, kau sudah menjelaskannya di pesan tadi," jawab Sasuke datar.

"Setidaknya dengarkan dulu aku bicara sampai habis, teme sialan!"

"Langsung dari perdana menteri kan? sepuluh persen dari fasilitasnya bisa kita gunakan, itulah bayarannya," jawab Karin.

"Dan kebetulan, targetnya adalah orang terakhir yang Sakuya ingin cincang habis-habisan, yeaaaay!"

"Tapi, Sasuke," ucap Karin, "Kalau kita semua pergi malam ini, siapa yang menjaga Sakura?"

"Siapa bilang aku akan pergi? Aku akan mengawasi kalian dari sini," jawab Naruto sambil menyengir lebar.

"Jaga dia dari nenek sihir itu ya," pinta Karin.

"Aku juga di sini kok, aku akan menjaga Sakura," ujar Ino.

"Ah, tidak, kau ikut juga," ucap Shikamaru, "Kami akan membutuhkan medis yang cekatan sepertimu di sana, ingat yang kita incar ini adalah…"

"Kepala kepolisian, aku tahu, tapi Ino tidak ada pengalaman untuk bergerak gesit," tolak Sasuke.

"Aku yang akan bertanggung jawab," jawab Shikamaru.

"Dan aku," sambung Neji.

Melihat ekspresi Neji dan Shikamaru. Sasuke langsung paham kalau kedua rekannya ini menaruh hati pada gadis setengah Amerika ini. Pada akhirnya Sasuke hanya bisa menghela nafas dan menyetujuinya,.

"Tapi kenapa perdana menteri ingin membunuh kepala kepolisian Jepang?" tanya Ino.

"Ino nee-sama tidak tahu sih, kepala kepolisian di sini orangnya sangat busuk! Saat orang tua Sakuya dibunuh, mereka tidak terlalu menanggapi, bahkan mereka menutup kasus ditengah jalan."

"Apa?" Ino mulai khawatir, kalau memang benar kepolisian sebusuk itu, apa kakaknya juga termasuk seperti itu?

"Takeshi Makimura, nama yang tidak asing kan, Sasuke?" tanya Naruto pada Sasuke yang kini tengah memandangi foto target baru mereka, dan kalau Naruto sudah memanggil Sasuke dengan namanya, itu berarti mereka sudah terjun dalam keseriusan.

"Orang ini, jatahku," geram Sasuke sambil menyeringai.

"Sebentar," ujar Naruto sembari mengutak-atik laptopnya, "Orang ini mempunyai tangan kanan yang sangat kuat, aku akan periksa dulu data lengkapnya."

"Kita tidak boleh sampai kalah, tinggal beberapa langkah lagi untuk sampai tujuan akhir," ucap Neji.

"Sebenarnya, apa sih tujuan kalian?" tanya Ino. Sejujurnya, Ino adalah orang luar yang masuk ke dalam kelompok ini dengan ketidak sengajaan, yang dengan kebetulan juga kakaknya adalah salah satu kelompok dari kepolisian. Ucapan Deidara ada yang membuat Ino bertanya-tanya, kawan atau lawan, itu semua tergantung siapa target mereka. Karena saat ini targetnya adalah kepala kepolisian, apa mereka sekarang adalah lawan?

"Tujuan kami? Kami mempunyai tujuan masing-masing, intinya hanya satu…"

"Balas dendam," potong Sasuke pada ucapan Shikamaru.

"Dan kita akan melakukan cara apapun, agar dapat membunuh orang-orang itu," sambung Naruto.

"Orang-orang…" ucap Neji sambil melirik ke arah pintu, dimana Neji yakin, Hinata sedang menguping, "Yang telah membuat kami menderita."

"Neji…" Ino bergumam pelan ketika melihat ekspresi Neji yang berubah menjadi kelam.

Kemudian pembicaraan berlanjut menuju perencanaan penyerangan, dimana Sasuke lah yang memimpin, kadang Shikamaru ikut membantu dalam menyusun strategi, melihat sosok Shikamaru yang dengan cekatan menyusun rencana membuat Ino terkesima, Shikamaru memang tidak setampan Sasuke, tapi kharismanya membuat mata aquamarine Ino terus memandang sosok laki-laki jenius itu.

Di samping itu, sosok Hinata yang kini sedang berdiri di depan pintu ruangan elite assassin rapat sedang tersenyum, senyuman yang mengandung sebuah rencana. Sambil melangkahkan kaki, Hinata bergumam dan menatap sinis pintu itu, "Jangan main-main denganku."

.

.

Tiba saatnya dimana para elite assassin mempersiapkan diri untuk penyerangan, kita lihat saat ini mereka yang sedang memakai jubah hitamnya… minus Sasuke. Tidak ada yang bertanya dimana Sasuke sekarang berada, karena sudah menjadi kebiasaan dari dulu, setiap kali akan pergi melaksanakan misi, Sasuke pasti menghabiskan waktunya bersama Sakura.

"Ini pertama kalinya untukku," ucap Ino dengan wajah tegang.

"Santai saja, tetap berada di sampingku," ujar Shikamaru pelan yang kini berdiri di samping Ino.

"Oh iya, Mama-chan kapan bisa ikut dalam misi? Apa papa-kun akan mengizinkannya suatu saat nanti?" tanya Sakuya sembari memakai jubahnya yang berbentuk jaket hoodie.

"Sangat tidak mungkin, cukup kita saja yang melaksanakan tugas kotor begini, jangan libatkan Sakura-chan, mengerti Sakuya-chan," jawab Naruto yang dengan iseng memasangkan hoodie-nya Sakuya, menutupi kepala Sakuya.

"Ah! Naru nii-san menyukai mama-chaaaan!" tebak Sakuya dengan polosnya.

Melihat ekspresi Naruto yang panik dan memerah, tentu saja membuat para anggota lainnya berpikiran sama, kalau memang Naruto tidak menyukai Sakura, buat apa dia bereaksi seperti itu? Karin menghampiri Naruto, melipat tangannya dan menatap intens dengan ekspresi wajah yang sengit.

"Awas kau mengganggu hubungan mereka," ancam Karin.

"MANA MUNGKIIN!" bentak Naruto dengan ekspresi cemas, "Walaupun aku menyukai Sakura-chan, aku juga menyukai teme, aku mengagumi mereka berdua."

"Oh, jadi kau bisex?" ledek Neji yang sedang memakai sarung tangan hitamnya.

"ENAK SAJA! Aku normal!"

"Hahaha, bisex juga tidak apa-apa kok, hal seperti itu sudah banyak ditemukan di zaman sekarang," ujar Ino.

Ucapan Ino sangat pas untuk konidisi Karin, namun tidak ada yang menyadari ekspresi Karin yang saat ini sedang memasang wajah sendu, perasaannya pada Sakura tidak secetek yang dia kira. Makin lama perasaan itu makin tumbuh besar. Dan sebenarnya, saat ini dialah yang paling ingin tinggal di mansion, kesempatan emas untuk bersama Sakura berdua. Tapi Karin harus professional, dia tidak boleh mengutamakan perasaannya sendiri.

"Nah, sudah siap semua?" tanya Naruto, "Pasang wireless ini di leher kalian masing-masing."

Naruto memberikan sebuah kalung yang sudah di setting wireless di dalamnya, saat semua persiapan sudah selesai mereka keluar dari ruangan, sangat pas dengan Sasuke yang sedang berjalan dari arah kamar Sakura, sambil menoleh ke arah pintu luar, Sasuke berkata, "Sakura berpesan, agar kita hati-hati."

Karin tersenyum optimis, "Pasti."

"Dobe."

"Yep?"

"…"

"Iya, aku akan menjaganya, kau tenang saja," jawab Naruto tanpa harus menunggu Sasuke memintanya.

"Baiklah, ayo kita berangkat."

Dengan perintah Sasuke, semua melangkahkan kaki menuju lokasi, tanpa Ino sadari, keputusannya untuk ikut dalam misi adalah merupakan hal yang akan mengubah perasaannya, ada sesuatu yang akan dihadapinya nanti, sesuatu yang takdir harus membuatnya memilih.

Saat semua sudah pergi, Naruto kembali keruangannya, namun sebelum Naruto kembali, dia mampir dulu ke kamar Sakura untuk memeriksa apakah Sakura sudah tidur atau masih…

"Sakura-chan? Ada apa? Kenapa menangis?"

… Menangis sendirian.

"Naruto…. Aku ingin sekali ikut dengan kalian, aku tidak mau terus-terusan hanya menunggu seperti ini, apakah aku tidak bisa diandalkan~"

"Sakura-chan…"

"Walaupun aku tidak bisa ikut dengan kalian, setidaknya ada hal yang bisa kulakukan~ tapi jangan bilang padaku untuk hanya berdoa dan tersenyum menyambut kalian pulang, sejak aku merasakan tertembak, aku bisa membayangkan bagaimana kalian berusaha menghindari bahaya setiap tembakan di luar sana, aku-"

"Aku mengerti," potong Naruto, "Aku mengerti… Sakura-chan… tapi, aku tidak bisa melawan Sasuke."

Ekspresi Sakura berubah, kekecewaannya pada Naruto yang tidak bisa menolongnya, "Kau tahu kan, seberapa besar aku menghormati Sasuke, kalau aku membantumu untuk ikut serta… itu sama saja aku mengkhianatinya."

"Mengkhianatinya? Jadi Naruto… kau tega mengkhianatiku?"

"Sakura-chan, ada apa denganmu? Bagiku, baik Sakura-chan maupun Sasuke, itu adalah satu orang yang kuhormati."

"…" Sakura hanya bisa diam mendengar jawaban Naruto, semua memang tidak ada yang bisa membantah Sasuke, Sakura sendiri pun tidak bisa, dan itu membuatnya kesal, Sakura ingin sekali membantu mereka, ikut terjun bertempur bersama.

"Naruto, aku lelah… biarkan aku sendiri…"

"Sakura-chan…" panggil Naruto pelan, namun tidak ada jawaban, "Baiklah… kalau ada apa-apa, panggil aku… ya?" pinta Naruto dengan nada dan tatapan memohon.

Sakura tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajahnya agar tidak bertemu tatap dengan Naruto. Sedangkan laki-laki yang kini merasa bingung hanya bisa melangkahkan kakinya keluar dan menutup pintu dengan sangat pelan, sambil menyenderkan tubuhnya di pintu, Naruto bergumam, "Bukan hanya Sasuke yang sangat mencintaimu, Sakura-chan…"

Saat Naruto kembali ke kamarnya, Hinata menyeringai dan diam-diam memasuki kamar Sakura. Dia melihat Sakura yang kini sedang tertidur… tidak, bukan tertidur, lebih tepatnya menangis sendirian di bawah bantal. Sambil melangkahkan kakinya, Hinata memanggil Sakura dengan nada yang sangat lembut.

"Sakura-chan?"

Mendengar suara asing, Sakura berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya itu. Sosok wanita cantik, berambut panjang, postur tubuh yang anggun, benar-benar sempurna, "Ka-kamu?"

"Aku Hinata, wanita yang malam itu kalian selamatkan," jawab Hinata dengan lembut, "Bolehkah aku… duduk di sampingmu?"

"Ah, iya… maaf yah aku…"

"Menangis? Kenapa? Ah, ma-maaf, bu-bukannya aku ingin ikut campur, hanya saja… melihat sesama wanita, aku jadi ingin membantu," gumam Hinata gugup.

"Hinata ya? Kamu baik, aku suka," ujar Sakura.

"Terima kasih, tapi banyak yang tidak menyukaiku."

"Eh? Kenapa?"

"Karena aku anak tunggal dari sebuah keluarga yang bisa dibilang sangat berada, mereka menganggapku egois, tamak dan licik, padahal aku hanya tidak mengerti bagaimana caranya memahami orang lain," jawab Hinata sambil tersenyum sendu.

"Jahat sekali, siapa yang tidak menyukaimu?"

"Mereka, teman-temanmu, katanya akulah penyebab kamu tertembak, hiks… padahal… hiks…. Saat itu aku hanya ketakutan dan tidak tahu harus kemana…~"

"Hi-Hinata, maafkan mereka, mereka memang sinis, tapi mereka baik kok."

"Hiks… aku tahu itu, Sakura-chan… sepertinya mereka menganggapku lemah," ujar Hinata dengan wajah pilunya, "Padahal aku bisa bela diri karate, aku juga sudah sabuk hitam."

Mendengar ucapan Hinata membuat Sakura shock, padahal Hinata terlihat sangat anggun, dan begitu lemah, tidak heran semua anggota elite assassin menganggap Hinata lemah karena dari perawakannya memang seperti itu. Tapi setelah mendengar Hinata memegang sabuk hitam, membuat Sakura minder, karena dia tidak bisa apa-apa.

"Ah, tadi siang aku dengar, katanya Shikamaru dan Neji akan melatih Ino dan Sakuya cara menembak agar bisa di ikut sertakan di dalam misi, apa Sakura-chan juga dilatih oleh Sasuke-kun?"

Dan pertanyaan Hinata saat ini benar-benar sukses membuat Sakura tersentak, bagaimana mungkin mereka melatih Ino dan Sakuya yang baru saja bergabung? Sedangkan Sakura sama sekali tidak pernah diajarkan cara menembak.

"Sakura-chan pasti sangat hebat, soalnya Sasuke-kun kan yang melatihmu?"

"Tidak," jawab Sakura pelan, "Aku tidak bisa apa-apa."

"Aku bahkan tidak pernah ikut ke dalam misi," lanjut Sakura.

Melihat ekspresi Sakura yang sangat tertekan dan terpukul, Hinata sedikit menyeringai, "Aku pikir kekasih Sasuke-kun pasti akan sama hebatnya dengan Sasuke-kun sendiri, karena menurutku pasti sangat serasi kalau begitu."

"Eh?"

"Ah, ma-maaf Sakura-chan, bukan maksudku untuk bilang kalau kamu tidak serasi dengan Sasuke-kun," ucap Hinata dengan wajah sungkan, "Tapi… apakah Sakura-chan tidak berpikir, kalau Sasuke-kun terlalu memanjakan Sakura-chan?"

Deg!

"Yah, tapi wajar sih, Sasuke-kun kan sangat mencintai Sakura-chan, aku suka melihat kalian ."

Sakura menundukkan kepalanya dan mulai bercerita, entah apa yang membuatnya untuk bercerita pada gadis yang kini sedang tertawa dalam hatinya, "Dulu, aku dan Sasuke kun mengalami hal yang sangat tragis, hingga sampai sekarang, Sasuke kun mencari jalan untuk membalaskan dendamku."

Hinata sedikit terkejut mendengar Sakura yang tiba-tiba bercerita, tapi dengan itu, Hinata dapat satu celah lagi untuk menyerang Sakura, "Sakura-chan, boleh jujur?"

Sakura menolah dan melihat wajah Hinata yang kini tengah menahan tangisnya, "Bukankah kalau seperti itu, kehadiran Sakura-chan hanya menjadi beban saja untuk para elite assassin? Terutama Sasuke-kun?"

Deg!

"Apa Sakura-chan tidak mau, Sasuke-kun menjalani kehidupan remaja yang normal?"

Deg!

"Ah, maafkan aku Sakura-chan, maaf aku sudah lancang!" Hinata cepat-cepat menunduk dan terus meminta maaf, "Tolong jangan beri tahu yang lain, aku tidak mengerti kenapa mereka semua membenciku, selama dua minggu aku di sini, aku selalu memperhatikan kalian… aku… hanya ingin kalian menjalani kehidupan yang normal, bukan seperti ini~"

Deg!

Bagaikan seribu jarum yang menusuk hati, Sakura mencengkram dadanya, sangat sakit hatinya mendengar perkataan Hinata yang menyadarinya, bahwa dirinya hanya menjadi beban untuk anggota yang lain.

"Maaf, aku keluar dulu, sekali lagi maafkan aku."

"Tunggu, Hinata," cegah Sakura saat Hinata akan meninggalkan kamarnya.

"Kalau kau, pasti mau membantuku kan?"

Mendengar pertanyaan Sakura, Hinata tersenyum lembut, namun dalam hati wanita itu tertawa puas melihat air mata yang kini mengalir tidak berhenti dari mata emerald Sakura, "Apapun untukmu, sebagai ucapan terima kasihku padamu, Sakura-chan."


A/N : aaarrghhh! Akhirnya selesai juga bikin chapter ini, sekali lagi maaf atas keterlambatannya yaaa.

Langsung ke review :

Sasusaku lovers : Hinata awalnya emang jahat kok

Bluremi : iya, krisis sama kejadian 5 tahun itu beda, saya salah kasih info, maaf ya, hehehe, W.O itu baik atau ngganya tergantung siapa target elite assassin :D

Ninda Uchiharuno : disini g ada sasuhina kok, tenang aja : ), oh lagi musim UN ya? Semoga semua lulus dengan hasil yang memuaskan, ngga memuaskan juga gpp yang penting lulus! Hahahaa

Obsinyx Virderald : hahaha, hinata emang bakalan jadi orang ketiga, tapi sasukenya ngga nanggepin kok… saya juga kurang suka pair sasuhina, aneh ngeliatnya, padahal temen2 saya itu kebanyakan yang cowok suka hinata atau ino, tapi saya sih suka sakura, personalitynya unik… disini juga ngga akan ada naruhina kok…

Aiko Sakira : hahaha, jangan di skip dong, bakalan seru loh :D… kita ga buat sasuhina lemon kok, tapi kalau banyak yang request kenapa ngga? :p

D3rin : hahaha, di chapter depan Hinata bakaln dikerjain abis2an sama sakuya :D

Raiha Laf Qyaza : sensei mereka chapter 11 kalau ngga salah yah akan keluar, jadi ditunggu saja, ok… HInata itu bukan anggota W.O, dia sama sekali ngga kenal W.O… Gaara n sasori baru anggota W.O… ujung2nya Hinata baik kok : )

BubbLe7Bie : tokohnya akan bertambah lagi, hahaha Itachi lawan atau kawan itu tergantung target mereka, Sayuri? Sakuya kali maksudnya, disini ngga ada yg namanya Sayuri…

Violet0101 : emang kemarin kemana aja? ^^, hahahaha banyak yang ngga suka Hinata yah, mungkin kalau fict ini saya taro di Sasuke aja ga ada Sakuranya, saya akan di caci maki abis2an oleh Hinata centric

Poetri-chan : sejarah Neji keluar chapter depan :D

Doremi Saku-chan : saya memang mesum :p, loh, emang jarang ya cowok suka baca fanfict? Temen saya ada kok, fanfict dragon ball tapi.

GerardErza : Dewa mesum? Julukan yang sangat bagus! (becanda loh) Itachi kenal Sakuya? Ngga kok, dia Cuma tau tapi ngga kenal :D

Aya fans raffaxv3yagami : kita serasi? Ya kaaan fiit, tuh banyak yang bilang serasi, ngga percayaan sih si fitri ini, :D hinata beneran suka sasuke kok, jadian? Kapan ya, nanti kalo udah jadian pasti kita kasih tahu kok, HAHAHAHAHAHAA (siap2 di gampar)

Chadeschan : iya, review kamu berhasil membuat fitri tertawa terbahak2, dan saya sangat menyesali hal itu =.=" iya, sebenernya sih pernah ada perasaan males bales review tapi begitu udah dibales jadi seru, hehehe

Ren – Kirei Azura : SasuHina ngga ada koook : )

Uchiha Andhrea : orang ketiga sasusaku ada kok, sabar hahahhaaa

IzuYume SaitouKanagaki : hahahaha, emang pada jahat2 bgt ya para reader, suka ngeliat Hinata tersiksa.

Ran Murasaki SS : Ino ngga akan berkhianat kok, diantara semua Inos alah satu yang paling dewasa, Naruto nanti ada pasangannya, ditunggu aja :D berita kita jadian juga ditunggu aja, MUAHAHAHAHAHHAAA

Aoi Ciel : hahahhaaa, Fitri udah lulus, udah tuwir dia #Lalalalala.

Wakamiya Hikaru : kenapa ngga log in? hehehee, mereka bukan anggota kepolisian, tapi ada di pihak kepolisian…

Kyuhyuncho : deidara cs bukan polisi, mereka macem elite assassin juga tapi ada di pihak kepolisian.

Mey Hanazaki : iya Hinata jadi antagonis :D

Hasni Kazuyakamenashi stareels : hahahhaa, iya, nanti kita juga ngadain orang ketiga buat SasuSaku n ShikaIno kok, :D

Eet gitu : fict ini menghibur? Ini g ada genre humor =.=" hahahaha, kita jodoh? Kali ini saya Aminin : ) saya ngga mungkin direbut cewek lain, kalo si fitri mungkin aja, hahaha *pundung

Airin-Uchiha : loh? Kok maksa? Yang namanya OOC kan terserah mau dibikin karakternya kaya gimana : ), malaikat ngga ada yang gagap, hahahahaha

Phapi cubby : dia antara jahat dan tidak jahat :D

Pah : yang jadi gebetannya Sakuya? Konohamaru ngga ada disini, iya typo pasti bakalan ada, soalnya ngecek sekali ngga akan cukup… Itachi itu salah satu W.O

Soo Dana : ngasih tau char2nya? Emang iya yah? Hahahaa saya ngga ngeh :p

Tsundere Evil : saya jadi siapa? Maksudnya?

Kiyui Tsukiyoshi : terima kasih yah, kita udah selalu ngecek fict yang kita ketik, entah kenapa masih aja ada yang miss, yah mungkin karena meriksanya juga ngga terlalu focus karena kita sambil kerja ngetiknya :D atau diantara kalian ada yang bersedia menjadi beta reader? Hahahhaa

blackCherryBee : konfliknya emang belom terasa, ini fict masih panjang banget loh =.=" iya, Hinata IC kurang seru di fict ini karena Sakura udah polos bgeitu… nah nanti konflik SasuSakuHina bakalan ada kok, mulai chapter depan Sakura udah mulai berontak, jadi karakternya ngga terlalu monoton

uchihaiykha : lemon sasusaku bakalan lama munculnya, chp depan lemon pair lain :D

ngga log in lagi : log in dong sekali2, hahahaha ngga bisa kebuka? Bikin yang baru! :D masa lalunya akan segera terungkap kok salah satu dari elite assassin… hahahah fitri emang kurang ajar, tapi dia gitu2 manja loh sama saya, hahahahaha *kabuuuurr

Naomi kanzaki : iya gpp, review kalo sempet aja, jangan dipaksain : ) tugas kuliah itu lebih penting ya dari pad abaca fanfict :D

FhYyLvRhYy ELF : banyak yang benci Hinata, bukan kamu aja, hahaha, yang disukain Sakuya? Siapa yaaaaa, :D hahahhaa, kuat mental ngga nih ngadepin saya? #LAlalalallaa, saya orang yang sangat mesum loh, tanya fitri kalo ngga percaya.

Icha Yukina Clyne : emang FFN error ya? Kok saya tidak tahu?

Hikaru Uchiwa : hahaha, sasusaku ngga bisa diperbanyak dulu, nanti chp berapa ya, full sasusaku plus lemon mereka, okay! :D

BlueHaruchi Uchiha : Neji dikeluarin dari keluarga Hyuuga,karena disini aku bikin keluarga Hyuuga itu keluarga yang ngga menerima kemiskinan, sejak orang tuanya Neji bangkrut mereka dijauhin, gitu.

Toeto : cieee, roman cewek tuh, mau gue jodhin ngga? Hahahaha kenapa fict ini jadi ajang pencomblangan ya? Hahahahahaa, jodohnya sakuya nanti kita lihat, siapa yang pantes buat Sakuya ;)

HikariNdyan : iya ada Itachi, chp depan bakalan nongol kok Itachinya… masa lalu Sakura masih agak lama untuk dibahas ya ;)

Karasu Uchiha : lah? Ada alurnya kok kenapa Hinata bisa nongol.

Aiko Furizawa : sasuhina nanti sesuai request, apakah ada yang bersedia kita membuat SASUHINA LEMON?

Aya fans v3xraffa : kita ga janji update cepet lagi ya ;)

Schein Mond : hahahahaha, kan dikeluarin dulu tokoh2nya misteriusnya, penjelasannya nanti :D

Y0uNii D3Vill : hehehe, satu bocoran nih, Sakura ngga sebaik yang kalian pikir loh ;)

Lactobacilluss : adegan Ino serahkan pada Fitri :D

Pokotanyaro : iya, dia kerumah saya, rumah saya di tangerang, Hinata bukan anggota W.O adegan berantem di chp 10 nanti : ) iya si Toeto kepo sama riman tuh, jodohin gih, kebetulan kamu temen sebangkunya kan? hahahaha

Aiko Namikaze : perasaan aku aja atau emang banak naman Aiko ya? =.="kalo dibawa kerumah sakit sakura keburu mati, hahaha.

Kazuka ayam cherry : hahahahaa, alur mba aluur

Kira : hahahhaaa, iya, karena dia ngga cocok sama Sasuke :p

Yui 0.2 : dia punya tujuan sendiri kok, masih belom bisa kita kasih tau apa itu tujuannya.

Itachu : hahaha, iya kita long weekend bareng, jadi ngga bisa update kemarin :p

Miyank : sasuhina ngga ada kok, kecuali banyak yang request, hahahahahaa

Female silent reader : hahahahaa, nah kita bingung nih jawabnya, pacaran itu kan bunganya pernikahan, nyahahahhaaa

Toeto : (lagi?) hahahaha, weekend emang kita kemungkinan ngga update, istirahat kita :D ngga apa-apa kok, ngobrol aja di sini : )

Aily : makasih yaa ^^

I', silent : wah, banyak silent reader yang nongol ya, terharu deh :D, makasih yaaa

Mella-chan : masa lalu shika neji pelan-pelan keungkap kok :D kata fitri twitternya udah di follback kok

RaffaFitri4ever : hahahaa, maaf ya lama, yang jadi senseinya sebentar lagi kita munculin kok

NenSasuSaku lover : iya nanti saya suruh fitri follback :D

Yuukina ScarJou : hahahaha, jadi partner hidup maksud kamu? Akunya sih mau, fitri-nya? #lalalalallaa

Boleh jujur? Jari saya keriting, HAHAHAHAHHAHAAA

Love you guys!