Hoollaaa Minna-saaannn…!

Ketemu lagi sama Pein di fic ke 2 Pein!

Bagi yang nunggu cerita ini (reader : KE-PD-AN loe!!!), maaf ya lama apdet, he he… habisnya pusing sich aku kehabisan ide.

Ya udah bingung mau ngomong apa lagi, tapi jangan lupa baca terus ripiu yaa! *bungkuk-bungkuk* Selamat membacaaa…

-

Eh tunggu balesan ripiu dulu dech…

Zizi Kirahira Hibiki Oh nulis shensei tuh sensei ya, Gomen Pein ga tau he he. Nie dah apdet tapi ga kilat, maaf ya! Thx dah review ya!!!

Thunderblood males login Nie dah di lanjutin, ratednya juga udah di ganti, thx dah ripiu ya!

Cha2-chan Udah di lanjutin, thx ya dah ripiu!

Uchiha Aichan Drarrya Gomen kalau penulisan sich nya ngeganggu, abis kebiasaan sih, he he he… tapi di chapter sekarang udah aku ubah loohh! Thx ya atas ripiu dan sarannya.

Uchiha Shira-nii Thanks, Pein akan apdet sampe tamat. Sekali lagi thnks dah review ya!

Zhiya Thx dan ripiu, nie Pein dah apdet.

ShieRu BancHou Jangan berani nyuruh si Naru, nanti di Amaterasu loh! He he. Nie aku dah apdet. Thx dah ripiu ya!

Tousama Ajibb, Naruto emang seksi… thx ya dah ripiu, eh ya, segera apdet fic-fic mu ya…!

Princess teme Naru klo jadi pembokat bayarannya aku juga ga tau? He he. Thx dah ripiu ya Pete-chan. Pein dah apdet.

For all ARIGATOU ARIGATOU (bener ga ya tulisan Arigatou gitu?)

Ya udah, Happy Reading… (^_~)

Rated : Dari T menjadi M fufufufu *padahal ga tau pantes atau nggak di sebut rated M*

Warning : OOC, parah, gaje, shonen-ai, LIME, dan lainnya. Aku belum tau tentang istilah-istilah di FFn, jadi tolong kasih tau ya! Pliss

Pair : SasuNaru slight Sasusaku dan pasangan yaoi lainnya…

Disclaimer : MAS MAS MAS MAS MAS MASASHI KISI-KISI !!! *Di jotos Masashi Kisimoto sensei*

Suka harus baca dan review, kalau tidak suka ya… harus baca dan review juga donk!!!

FLAME JUGA BOLEH he he he!!!

PEMBANTUKU UKE-KU

"Temee…" kata Naruto terkejut atas ke datangan Sasuke.

"Dobee…" balas Sasuke tak kalah terkejut dari Naruto.

"Kenap-"

"Eh Sasuke, kamu baru pulang nak?" tanya Mikoto pada anaknya yang baru pulang sembari memotong perkataan Naruto.

"Hn," jawab Sasuke singkat, "Okaa-san, mau apa si Dobe ini di rumah kita?" tanya Sasuke ketus sambil nunjuk-nujuk Naruto dan yang di tunjuk hanya kelihatan menahan marah saja.

"Hah Dobe? Maksudmu Naruto? Dia pembantu baru di rumah kita." Jawab Mikoto kalem.

"Oh." Gubris Sasuke dan dia pun langsung melangkah pergi menuju kamarnya dengan seringai di bibirnya 'hn, sepertinya hari-hari gue akan menjadi lebih menyenangkan.' Kata Sasuke dalam hati.

-

Malam hari setelah kejadian saling terkejut antara SasuNaru di Uchiha mansion

"Naruuu…" teriak Mikoto pada pembantu barunya.

"Iya bu ada apa?" jawab Naruto yang baru muncul dari dapur.

"Tolong panggilkan Sasuke di kamarnya gih, suruh dia makan dulu." suruh Mikoto pada Naruto.

"Baik bu." Jawab Naruto dan dia pun langsung segera melesat menuju kamar Sasuke di lantai dua.

Di kamar Sasuke

Sasuke sedang menyalin buku pelajaran punya Sakura, tiba-tiba…

'Tok tok tok' terdengar suara ketukan pintu.

'Pasti Okaa-san yang mengajak makan malam bersama deh, huh!' pikir Sasuke, "iya, iya," kata Sasuke sambil membuka pintu.

Setelah terbuka ternyata yang mengetuk pintunya adalah Naruto dan Sasuke pun langsung terkejut di buatnya walau hanya dalam hati.

"Sas, kata ibu makan malem bareng tuh." Kata Naruto to the point.

"Cih, Dobe." Jawab Sasuke.

'Twich'. Muncul empat siku-siku muncul di jidat Naruto!

"Teme, bisa ga sih loe manggil gue Naruto, ingat ya nama gue NARUTO!" sembur Naruto dengan kuah yang ke mana-mana.

"Oh, nama loe Dobe ya." Gubris Sasuke dengan senyum melecehkan.

"Naruto, nama gue Naruto Teme brengsek. Udah brengsek budeg lagi, cih." Kata Naruto sambil mengamuk tidak jelas dan Sasuke pun pergi untuk makan meninggalkan Naruto yang masih mengamuk.

-

Di ruang keluarga setelah makan malam

'Huhhh, kenapa gue jadi ga normal gini ya, tiap liat si pembokat baru itu kok gue jadi deg-degan, terus gue maunya ngelindungin diaa aja. Tapi, gue gengsidong kalau harus ngelindungin dia, jadinya gue ngejailin dia aja deh, he he… tapi kenapa gue jadi mikirin dia terus ya? Apa gue suka ama dia, ya menurut gue wajar sih kalau gue suka ama dia, habisnya jadi cowok dia manis and imut banget sih. Aah udah Sas jangan mikirin dia terus… stop st-' "Woy Otou-chan, loe ngelamun ya? Ngelamunin siapa nih…?" goda Itachi membuyarkan semua lamunan Sasuke.

"Si… siapa yang ngelamun Baka Aniki? Gue cuma lagi nonton tv aja kok!" elak Sasuke pada Itachi gelagapan, 'Gila nie aniki emang pinter baca pikiran orang kayaknya!' pikir Sasuke.

"Tuh kan bener Otou-chan lagi mikirin seseorang! Buktinya tadi di tanya aja sampe gelagepan gitu!" tebak Itachi dengan sukses membuat Sasuke berpikiran sama seperti tadi.

"Mikirin siapa sih..?" Goda Itachi pada adiknya, "Sakura ya!" tebak Itachi.

'huh untungnya pikiran gue salah! Emang deh tuh orang kalau udah baka ya baka!' pikir Sasuke dalam hati, "Udah gue bilang bukan ya bukan! Terserah deh, gue mau tidur dulu, dah Baka Aniki!" jawab Sasuke sembari melangkah menuju kamarnya di lantai 2 dan melambaikan tangannya ke Itachi.

"Huh terserahlah." Gumam Itachi menggeleng-gelengkan kepalanya sembari melihat Sasuke dengan ekor matanya.

Sebelum Sasuke menuju kamarnya, dia melongok ke arah dapur dan Sasuke kembali terkejut melihat Naruto yang sedang membersihkan meja makan sembari menyanyi dan menggoyangkan pinggulnya dengan lincah.

Kejadian itu pun lagi-lagi membuat Sasuke hampir kehilangan banyak darah kalau saja dia tidak segera menutup hidungnya. Sebelum terus berlanjut, Sasuke segera berlari menuju kamarnya.

"Hah hah gila tuh si Dobe, udah manis pantatnya bahenol lagi, tenang Sas tenang," Sasuke menenangkan dirinya dan berusaha menghilangkan semburat merah di pipinya, "kayaknya gue emang jatuh cinta deh ma si Dobe, jadi ya gue emang harus mendapatkan si Dobe, apa sih yang enggak buat Uchiha?" kata Sasuke dengan seringai di wajahnya. Setelah itu, Sasuke pun akhirnya telelap dalam mimpinya.

-

Ke esokan harinya

Seorang remaja dengan rambut duren dan mata secerah langit a.k.a pemnbantu baru di mansion uchiha a.k.a Naruto memulai aktivitas paginya dengan mengelap lantai dengan tenang, setelah itu Naruto pun pergi ke dapur memasak nasi goreng untuk sarapan pagi keluarga Uchiha.

Sekarang semuanya pun telah selesai, Naruto telah mencuci baju, menyiapkan sarapan, dan diapun telah mandi dan ganti baju.

"Narruuu" tiba-tiba suara Mikoto terdengar, Naruto pun sesegera mungkin menghapiri Mikoto.

"Iya bu ada apa?" tanya Naruto.

"Kamu berangkat sekolahnya pake motor yang ada di garasi saja ya!" suruh Mikoto pada Naruto.

"Ba-"

"Tidak usah Okaa-san, si Dobe ini biar berangkat sama aku!" potong Sasuke dengan seringai seperti biasa dan Naruto hanya menggembungkan pipinya tanda dia sebal, 'Shit, Dobe, loe manis banget kalau lagi menggembungkan pipi.'

"Oh kalau begitu bagus deh, hitung-hitung ngirit," kata Mikoto *author : wah ternyata Uchiha tuh pelit ya! –di sharingan -tepar* "yaudah, cepet gih berangkat sana!" suruh Mikoto. Dan Sasuke juga Naruto pun masuk ke mobil Sasuke.

-

Di perjalanan

Mobil sport biru tua kepunyaan sang Uchiha bungsu melaju dengan kencangnya di jalanan, sedangkan sang pengemudi dan sang peumpang hanya sibuk-sibuk sendiri dengan pikirannya masing-masing,.

Naruto : 'Gilaaa, gue satu mobil sama si Teme brengsek ini! Ih jijay bajay deh!'

Sasuke : 'Di lihat dari mana aja emang nih anak ga ada kurangnya, terus nih anak tuh pinter nyuci and masak, tadi aja masakannya enak gila… emang istri idaman!'

Itulah isi masing –masing pikiran mereka.

Sepertinya Sasuke agak risih dengan keadaan sehening ini, walaupun dia memang suka keheningan sih, tapi kali ini dia mengambil inisiatif untuk memulai pembicaraan.

"Hey Dobe!" seru Sasuke.

"Apa Teme?" Naruto mendelik ke arah Sasuke, tajam.

"Gue minta nomor hp loe donk, biar gue ga susah kalau mau manggil loe." Kata Sasuke, 'dan bisa menelponmu kalau gue kangen' lanjut Sasuke dalam hati.

"Nggak mau." Balas Naruto judes.

"Hah, loe nantang gue Dobe? Kata gue berikan ya berikan!" perintah Sasuke memaksa.

"Nggak mau, titik." Jawab Naruto ngotot.

"Loe nantamg gue ya Dobe, kata gue BERIKAN." Teriak Sasuke sembari menghentikan mobilnya dan memarkirkannya di pinggir jalan.

"NGGAK MAU TEME." Teriak Naruo tak kalah kencang dari Sasuke.

"Oke kalau begitu," Sasuke pun menaiki jok mobilnya dan menghadapkan mukanya dengan muka Naruto, "berikan tidak?." Sasuke mengulangi katanya satu kali lagi.

"Ti…tidak." Jawab Naruto yang agak merinding dengan posisinya sekarang dengan Sasuke.

"Oke ini salah loe, gue udah memperingatkan loe…" kata Sasuke dengan seringai di bibirnya dan Naruto pun bergidig ngeri dibuatnya.

"Oke Sas, gue gak punya hp, pu-" perkataan Naruto terpotong saat sesuatu yang dingin dan lembut menempel di bibirnya yang hangat.

Mata Naruto terbelalak saat ia mengetahui apa yang terjadi saat ini. Sasuke Uchiha sedang menempelkan bibirnya pada bibir Naruto Uzumaki, dalam kata lain adalah Sasuke sedang mencium Naruto tepat di bibirnya.

Saat itu Naruto berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Naruto, "hmph, hemhashan hhhehmhe!" {hmphh, lepaskan Temeee!} kata Naruto tidak jelas sedangkan sang pencium hanya sedang menikmati kegiatannya itu.

Lama-kelamaan ciuman itu berlangsung, akhirnya Naruto menyerah karena kekuatannya dan Sasuke sangat jauh berbeda. Sasuke pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia memasukan lidahnya ke dalam mulut sang lawan dan memulai agresinya. Pertama, Sasuke mulai dari menjilati dan mengulum bibir Naruto dengan ganas dan itu membuat Naruto mendesah keenakan, lalu Sasuke meneruskan agresinya dengan mengabsen gigi-gigi putih Naruto yang ternyata baru ia ketahui jumlahnya kurang satu. Agresi Sasuke tidak berhenti sampai di situ, Sasuke melanjutkannya dengan menjilati langit-langit mulut Naruto, dan lagi-lagi Naruto mendesah di buatnya. Sasuke yang mendengar desahan itu tersenyum 'kena loe Dobe!' pikir Sasuke.

Naruto yang tak kuat lagi menahan napas langsung melepaskan ciumannya dengan Sasuke dan langsung menarik napas dalam-dalam sampai…

"Ahh Thehmheee hen… tikan!" perintah Naruto di tengah desahannya yang makin menjadi saat Sasuke mulai menjilat dan menggigit leher jenjang Naruto pelan.

"Sas, gue mohon hentikan… ahh… gue ga punya euuhh… hp Sas, jadi gue ga nga-hheeh ngasih tau loe deh… ahhh… maaf Sas" pinta Naruto sembari mendesah keenakan, tapi tanpa sadar air mata yang dari tadi di tahan Naruto akhirnya turun dari sarangnya tapi tetap saja Sasuke tidak menggubrisnya.

"Maaf Dobe, tapi gue ga bisa nahan lagi nafsu gue Dobe…" kata Sasuke, dan sekarang Sasuke mulai berani memasukan tangannya ke dalam seragam sekolah Naruto dengan niat mencapai 'titik' kecil di dada Naruto, tapi…

'Bhuukk.' Naruto menendang tepat pada alat kebanggan Sasuke yang sudah sedikit menegang dan…

Sasuke terjungkal kembali ke kursi yang tadi ia duduki dengan tidak elitnya, "Enghh, apa-apaan loe Dobe, kenapa loe nendang 'itu' gue heh? Gimana kalau 'itu' gue ga berfungsi lagi? Gimana gue bisa muasin loe nanti hah?" cerocos Sasuke OOC sambil memegang 'alat'nya dan cerocosannya terhenti saat dia melihat ke arah Naruto yang sedang menangis, "Dobe, loe kenapa?" tanya Sasuke.

Naruto menhapus air matanya, "hah kenapa gue? Gue kenapa? Dobe, loe kenapa?" Naruto membeo, "loe bilang kenapa gue Teme? Loe ngambil ciuman pertama gue Teme, puas loe ngerjain gue? Dasar loe Teme brengsek, budeg, mesumm. Gue benci banget sama loe Teme, super duper bencii baangeett!".

'Deg', bagai tertimpa batu sebesar rumahnya (?), itulah lambang perasaan Sasuke kali ini.

"Dobe maafin gue, ue bener-bener khilaf, maaf Do-" "Udah deh Sas, mening kita cepet berangkat ke sekolah, dari pada kita bolos, mening terlambat." Potong Naruto lalu ia pun menutup telinganya dan berbalik menatap jendela, mengacuhkan Sasuke yang merasa sangat menyesal telah berbuat sembrono.

'Bodoh loe Sas,' sesal Sasuke dalam hati, 'Kenapa juga gue harus buru-buru gini, bodoh bodoh bodoh!!! Yaudah deh, toh ini juga dah terlanjur, lebih baik gue segera berangkat deh' lanjutnya.

Dan dengan itu, mobil sport berwarna biru tua itupun melaju dengan kencangnya menuju ke KONOHA GAKURE HIGH SCHOOL.

-

Skip Time

Akhirnya mobil yang di tumpangi SasuNaru pun tiba di parkiran KONOHA GAKURE HIGH SCHOOL. Mereka berdua pun segera turun dari mobil dan langsung berlari ke arah kelas mereka di lantai 3.

Di depan kelas X-A

Sasuke dan Naruto saling berpandangan dan menghela napas berbarengan, kemudian Sasuke mencoba memberanikan diri untuk mengetuk pintu kelasnya dan…

'TOK TOK TOK' Sasuke mengetuk pintu, kemudian…

'Klekk' pintu pun terbuka dan dengan sukses memperlihatkan sesosok guru tinggi dengan jenggot dan rokok di bibirnya, sebut saja namanya Asuma a.k.a Sarutobi Asuma sang guru Biologi yag terkenal dengan ke killer annya.

"Oh Uchiha, baru kali ini kamu terlambat, tapi kamu tahu kan apa hukuman untuk orang yang terlambat dalam pelajaranku?" tanya Asuma tegas, Sasuke hanya mengangguk dan dia pun mulai push-upnya dan setelah itu dia pun berdiri di pinggir pintu kelas, setelah itu mata Asuma pun tertuju pada Naruto, Naruto hanya bergidig di pandang setajam itu oleh senseinya.

"Kamu murid baru itu ya?" tanya Asuma pada Naruto.

"I-iya Sensei!" jawab Naruto sembari menelan ludah.

"Berhubung karena kamu murid baru, jadi untuk kali ini aku tidak akan menghukummu." Jelas Asuma dan Naruto pun hanya dapat menghela napas dan langsung masuk ke dalam kelas, "dan kamu Uchiha, berdiri di sini sampai jam pelajaranku selesai." Sasuke mengangguk dan Asuma pun masuk kembali ke kelas.

-

'Sial, gara-gara kejadian tadi, gue kena hukum gini, tapi yang penting gue adalah orang yang pertama kali menciumnya, he he…' pikir Sasuke dengan senyum gaje dan membuat orang-orang yang melewati koridor berpikir 'Hah? Kenapa tuh Uchiha bungsu, gila ya?'

Sadar di perhatikan seperti itu, Sasuke berhenti berOOC ria dan kembali ke sifat stoicnya lagi.

"Sekarang jam berapa ya?" tanya Sasuke sambil melongok ke arah kelas, tapi tidak sengaja dia melihat lagi sesosok makhluk berambut kuning dan akhirnya Sasuke pun terus memandanginya lagi, 'gila tuh anak manis banget' fikirnya.

-

Di dalam kelas

Naruto yang merasa seperti di awasi mulai mengedarkan pandangannya ke sana ke sini, dan akhirnya pandangannya terhenti pada anak sang majikan a.k.a Uchiha Sasuke yang sedang memandanginya.

'Gila, Sasuke gila, dia gila-'

'TONG TONG TONG' bell istirahat berbunyi dan dengan sukses memotong pemikiran Naruto.

"Anak-anak sampai di sini dulu ya pertemuan kita pada hari ini," kata Asuma mengakhiri pelajarannya, "Sampai ketemu pada pertemuan berikutnya, jaa!" lanjut Asuma .

Asuma pun keluar kelas.

Setelah Asuma keluar, sang Uchiha bungsu pun masuk kelas dan di langsung di sambut dengan mesranya oleh sang kekasih.

"Say, kenapa kamu terlambat tadi? Pasti gara-gara si murid baru itu ya." Tanya Sakura sambil bergelayutan di tangan Sasuke, mesra.

"Bukan urusan loe Sakura!" jawab Sasuke sambil terus berjalan ke arah tempat duduknya dan Naruto.

"Huh, selalu saja gitu, kapan kamu akan mulai terbuka sama aku sih?" Kata Sakura menghela napas, dari pertama mereka pacaran sampai sekarang tak pernah sekalipun Sasuke curhat sama Sakura.

"Hn." Jawab Sasuke sekenanya sambil terus berjalan kearah bangkunya.

"Hey Sas, tumben loe terlambat, ada kejadian seru ya?" tanya salah satu sahabat Sasuke a.k.a Neji.

"Nggak ada apa-apa, cuman urusan kecil." Jawab Sasuke datar.

"Apa?" tanya Shkamaru yang baru bangun dari tidurnya di pangkuan Kiba.

"Hanya urusan dengan si Dobe ini," Jawab Sasuke sambil duduk di bangkunya di ikuti Sakura, "Ya kan Dobe?" lanjutnya sambil mendekatkan dirinya ke arah Naruto dan memojokkannya diantara dinding dan tubuhnya.

"Minggir kau Teme gilaaa!" teriak Naruto sambil berusaha keluar dari bangkunya.

"Nggak mau, sebelum loe maafin gue, loe ga akan gue lepasin." seru Sasuke semakin memojokan Naruto.

"Udah deh say, biarin anak itu pergi." Seru Sakura yang dari tadi di acuhkan dan langsung di balas dengan deathglare Uchihanya Sasuke.

"Woy udah-udah," lerai Sai, "kok suasananya jadi ga enak gini sih. Eh Sas, ngomong-ngomong loe kayak pangeran yang di apit oleh dua putri loh, gue foto ya! Itung-itung kenang-kenagan" lanjut Sai sambil berfoto-foto ria.

"Cih." Kata Sasuke dan Naruto berbarengan sedangkan Sakura hanya senyum gaje karena di sebut putri.

"Cih meningan gue tidur aja!" kata Naruto sembari membalikan wajahnya dari Sasuke.

"Hei Dobe, ikut gue dulu sebentar." Ajak Sasuke sambil menarik tangan Naruto dengna paksa.

"Apaan sih Teme, gue bilang gue ngantuk." Tolak Naruto, tapi Sasuke tetp tidak menggubrisnya.

"Sakura tunggu di sini ya, gue ada urusan dulu sebentar." Kata Sasuke pada Sakura, dan Sakura pun hanya mengangguk saja.

Setelah itu Sasuke pun berjalan di ikuti dengan Naruto di belakangnya.

TO BE CONTINUED

Huahh, akhirnya selesai juga!

Boleh ga ya klo Pein mau ganti judul fic nie?

Genrenya juga boleh ga ya di tambah dengan Angst?

Ya udah, thx ya semuanya.

Sampe ketemu di chapter berkutnyaaaaa!!!!!

RiPiu selalu dan selalu ku tunggu…

Flame jug boleh he he.

Akhir kata…… RRRIIIPPPIIIUUU PLIIIIISSS!!!

(^_^)

Sennin pein a.k.a Pein Me$uM