Hallo minna-saaaaannnnnn!

Ketemu lagi di fic ke 2 Pein.

Chapter 3 apdeeeeetttttt, yey!

Sebenernya aku malu mau apdet fic ini, habisnya, udah lama ga apdet, habisnyaaaaaaa… mallleeeeeessss -plak- *Reader: males di piara loe*

Hontouni GOMENNASAAAAAAIIIIII…. *nunduk2 sopan*

Eh ya, apdetan sekarang juga Pein sebagai hadiah SasuNaru day. *Reader: terlambat loe…* maf terlambat, dari pada tidak, he he he… (^_^)

Yaudah deh, dari pada Pein ngebacot terus, mending bales review duluuuu! Yey!

Yufa Ichibi's… Ganti judul ama genrenya ga jadi kok, he he he… tenaaang, pasti SasuNaru akan bahagia selamanya, he he he. Makash ripiunya….. ripiu lagi yaaa ^_^

Namikaze lin-chan… Nie dah apdet lin-chan, makasih ripiunyaaaa. ^_^ Angstnya ga jadi kok, he he… ini lemonnya dah ada, tapi jangan kecewa ya klo ga hot dan chapter ini mungkin mengecewakan… T.T

Princess Teme… Udah apdet nih Pein pete-chan, tapi pein ga bisa buat nie jadi fic humor, T.T habisnya aku konsen di masalahnya, he he… makasih dah ripiu dan ikutin terus fic ini yaaa… ^_^, oh ya, judul n genrenya tetap lho…

Micon… Maaf ga bisa apdet kilat, Pein bisanya hanya apdet siput. T.T genrenya ga di ganti lhooo… ku usahain chapter depan apdet kilat. Makasih ripiunyaaa… ^_^

CCloveRuki… Bby, makasih ripiunyaaa, nih dah apdet, n mesumnya Sasuke dah di tingkatin, malahan ningkat banget, he he he… saran Bby pein terima, mudah-mudahan chappie ini lebih rapi, Pein dah edit n pelototin tu laptop sampe pedih ni mata, he he he… skali lagi makasih, ripiu lagi yaa… ^_^

Deathberry Kuchiki… makasih ripiunya, eh bikin fic yaoi donk, pairnya gimana kalau IchiHitsu? -plak- *malah rikues*, skali lagi makasih… ^_^

Eicaru Mercado… Salam kenal juga eicaruuu, makasih ripiunya, ripiu lagi yaaa, n makasih juga dah unggu fic gaje q, moga ga kecewa. He he he, skali lagi makasih. ^_^

M.C… Nggak angst kok, nggak jadi, he he he, gyaaa! Makasih dah cinta ama fic q, dan kemesuman Sasuke udah kutaikin tuh, udah mesum banget. He he, Pein ga pake bahasa baku karena Pein liat pergaulan anak2 kota gitu, padahal Pein mah dirumah pake bahasa sunda, he he he, I love sunda. ^_^. Bagus deh kalau Zuki suka bahasa ga baku, he he… makasih ya ripiunya, ripiu lagi ^_^.

Viddi-Naru… Thanks ripiunya Viddiiii, ^_^. Ga jadi kok di tambah angst. He? Jangan kiamat donk, mudah mudahan kiamat masih lama, amien. Soalnya, Pein belum nikah, Pein mau punya anak dulu, Oo0. Makasih danh nunggu, ini dah apdet. ^_^

ShieRu BancHou PhanTomhive… Ga jadi kok di gantinya, he he… makasih dah ripiu n ini ada LEMON lho Shieru, he he he… ini lanjutannya… moga suka. ^_^

All…. Thanks all yang mau baca

Happy reading, moga sukaaaa! (^_~)

Rated : Dari T menjadi M fufufufu

Warning : OOC, parah, gaje, shonen-ai, LIME, LEMOOOOONNNNNN EKSPLISIT, *maaf kalau terlalu vulgar atau kurang HOT, maaf… T.T*, satu kata yang mungkin kurang berkenan yang Pein ga sensor, dan lain-lain.

Pair : SasuNaru slight Sasusaku dan pasangan yaoi lainnya…

Disclaimer : Masashi, Kisik-kisik mata, coz belekan! *Di jotos Masashi Kisimoto sensei*

Suka harus baca dan review, kalau tidak suka ya… harus baca dan review juga donk!

FLAME JUGA BOLEH he he he! Tapi tidak untuk flame SASUNARU, Hell No!

Pembantuku Uke-ku

Di atap sekolah

"Ihh apaan sih teme, lepasin tau ga, gue enek lama-lama berdua sama loe," cerocos Naruto sembari melepaskan genggaman tangan Sasuke dari tangannya, "cepetan mau ngomong apa, hm?" lanjut Naruto.

"Emm, gini Naru-chan, gu-gue tuh… emm… gue… su-suka…" kata Sasuke terbata dengan wajah berblushing ria.

"APPAA? Na-Naru-chan?" wajah Naruto pucat mendengar Sasuke memanggilnya Naru-chan.

"I-iya Naru-chan? Emang ada yang salah?" tanya Sasuke dengan wajah yang datar lengkap dengan seringai yang baru saja melekat di bibirnya.

"Gila lo teme, ya jelas salah lah, kan gue cowok, tapi kok loe manggil gue Naru-chan?" jawab Naruto, tak terima.

"Iya gue tau loe itu cowok, tapi kan ga ada cowok yang semanis loe Na-ru-chan" jelas Sasuke, sembari mencolek dagu Naruto dengan tangannya dan tak lupa dengan kedipan mata yang membuat pipi bergaris Naruto menjadi merah.

"Gyaaaa! Teme gay, GYAAA!" reflec Naruto pun menjauh mundur beberapa langkah dari Sasuke.

Sasuke masih dengan seringai uchihanya mendekat ke arah Naruto dan memeluk tubuh mungil Naruto, satu tangannya melingkar manis di pinggang ramping Naruto, yang satunya lagi membawa dagu Naruto mendekat ke arah wajahnya.

"Emang gue gay Naru-chan, dan itu karena loe. Aishiteru Naruto Dobe-chan." Kata Sasuke sembari menempelkan bibir dinginnya ke bibir ranum Naruto. Awalnya Naruto berontak, tapi karena kekuatan Sasuke yang jauh lebih kuat darinya, Naruto akhirnya menyerah juga.

"Nggghhh…" erang Naruto saat Sasuke mulai memasukan lidahnya ke dalam mulut Naruto, dan betapa terkejutnya Sasuke saat Naruto membalas ciumannya. Mengambil kesempatan, Sasuke pun memperdalam ciumannya pada Naruto.

Tak terasa ciuman telah berlangsung 15 menit, Naruto yang paru-parunya telah menipis pun melepaskan ciumannya. Mereka berdua pun terengah-engah mengatur napas.

Setelah sekian lama hening, akhirnya Sasuke pun memecah keheningan…

"Naru-chan, jadi gimana?" tanya Sasuke tidak jelas.

"Maksud loe?" tanya Naruto dengan muka polosnya.

"I-itu, annoo, emmm loe mau-"

"To the point aja kali Sas!" potong Naruto.

"Baiklah, i-itu, loe mau ga jadi pacar gue?" Kata Sasuke sembari memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat ke samping.

"Ha ha ha, loe lucu ya Teme, masa loe yang majikan nembak gue, gue yang seorang pembantu, ha ha ha, lucu banget, ha ha ha…" Naruto tertawa paksa.

"Naru-chan, emang bener kok gue cinta sama loe, gue ga peduli loe siapa, mau loe pembantu gue kek, mau apa juga gue ga peduli, yang penting gue cinta sama loe Naru-chan." Jelas Sasuke panjang lebar sembari memegang erat tangan Naruto.

"Gue ga mau jadi mainan loe Teme. Terus, kita kan sama-sama cowok, gue masih normal Teme." Jawab Naruto, berusaha melepaskan tangannya.

"Gue juga ga peduli kita sama-sama cowok, dan gue ga mungkin mainin loe, jadi loe maukan jadi pacar gue Naru?" tanya Sasuke lagi, memastikan.

Naruto hanya dapat menundukan kepalanya ke bawah, tak berani menatap mata onyx sang Uchiha bungsu.

Sasuke yang ingin buru-buru mendapat kepastian langsung memegang dan mengangkat wajah sang pemuda pirang, agar dia dapat menatap mata onyxnya.

"Naru, tatap mata gue, bilang kalau loe juga cinta sama gue Dobe, ayo Dobe." Paksa Sasuke sembari memegang kedua belah pipi Naruto.

"Loe emang mau mainin gue kan Sas, loe kan udah punya Sakura, Teme. Masa loe mau jadi pacar gue, ha ha ha… teme, loe lucu… -"

'TENG TONG'

Bell tanda istirahat selesai pun berbunyi, memotong perkataan Naruto.

"Yah sepertinya Bell tidak mendukung acara 'mesra' kita ya Teme, maaf aku mau masuk kelas dulu." Kata Naruto sembari melangkah pergi menuju ke kelasnya.

"Tunggu Naru-chan, jadi jawaban loe gimana? Loe mau jadi pacar gue ga?" tanya Sasuke, mencegah Naruto pergi dengan memegang tangannya, tapi Naruto pun menepisnya.

"emm gimana ya?" Naruto sok bingung sambil mengetuk-ngetuk dahinya dengan jari telunjuk.

"Loe mau Naru-chan?" Tanya Sasuke harap-harap cemas.

"Emm, gimana ya? Loe jahat sih sama gue, tapi loe cakep," jawab Naruto sembari memainkan jarinya di dada bidang Sasuke dan menatap Sasuke dengan tatapan yang agak, eemmm, menggoda mungkin? "Tajir juga, terus perfect deh pokoknya." Lanjut Naruto.

"Jadi?" Tanya Sasuke, memastikan, dan tak lupa seringai uchiha pun menempel di bibirnya. 'Akhirnya, kena loe Naru-chan' pikir Sasuke.

"Tapi maaf tuan Uchiha, gue ga mau jadi pacar atau tepatnya jadi selingkuhan loe." Naruto pun pergi meninggalkan Sasuke sendiri di atap.

"Sial! Tapi loe ga akan lepas dari gue Naruto, loe harus dan pasti jadi milik gue." Seringai bermain di bibirnya. "Loe akan gue jadikan pacar ke 2 gue, Dobe." Lanjut Sasuke, sembari kembali ke kelas.

saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru

Sasuke POV

Di perjalanan ke kelas…

"Oi, oi, otouto-chan, tungguin bentar, gue mau ngomong." Teriak aniki dari kejauhan. Hah dasar, dia malu-maluin uchiha aja, masa uchiha teriak-teriak di depan umum.

"Hn." Jawab gue, biasa datar.

"Oi otouto-chan, gue nanti ga pulang, gue nanti ada urusan sama akatsuki, jadi loe baik-baik di rumah, and ini kuncinya." Cerocosnya sambil ngasih tu kunci ke gue.

"Hn, ga pulang selamanya juga ga papa kok, baka aniki." Kata gue, ketus.

"Otouto-chan, teganya dirimu… yaudah gue masuk kelas dulu, dah daahhh…" si Aniki pergi sambil dadah-dadah gaje, hah, emang malu-maluin uchiha loe, baka aniki.

End Sasuke POV

saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru

Di kelas SasuNaru

Kelas masih ramai dengan anak-anak yang sedang ngobrol, termasuk Naruto, dia sekarang sedang ngobrol dengan teman yang mungkin sekarang bisa di bilang sahabatnya, ya, bisa di bilang saat Naruto baru masuk sekolah, merekalah yang pertama kali menjadi temannya, ya mereka adalah Gaara, Sabaku no Gaara dan Kiba, Inuzuka Kiba.

"Hey Naruto, barusan loe habis ngapain sama si Uchiha di atap?" tanya Kiba pada Naruto, Gaara pun pasang telinga, ingin mendengarkan jawaban dari Naruto.

"Gue di tembak sama si teme." Jawab Naruto, polos.

"…"

"…"

"…."

"WWWHHHOOOCCCTTTHHH…!" sembur Kiba dan Gaara. *Pein: What? Gaara OOC, sampe nyembur kayak gitu, ihh jijik. Gaara: SABAKU SOU SOU*

"Hah?" Naruto hanya membeo melihat kedua sahabatnya yang nyembur-nyembur gaje, "emangnya ada yang salah? Kalian juga pacaran sama cowok lagi kan?" lanjutnya.

"Nggak, cuman gue ngeri aja liat Sasuke nembak loe, ha ha ha… seumur hidupkan dia belum pernah nembak cewek atau cowok… masa dia nembak loe yang cuma pembokatnya. Ha ha ha, geli gue…" jawab Kiba panjang lebar.

Naruto menaikkan ke dua bahunya, "Nggak tau, mungkin pesona Uzumaki Naruto terlalu kuat buat bisa naklukin Uchiha, ha ha ha…"

"Ha ha ha…" mereka bertiga tertawa terbahak-bahak, eh, mungkin bukan bertiga, tepatnya hanya Naruto dan Kiba saja, sedangkan Gaara hanya sweatdrop melihat Naruto yang ternyata memiliki penyakit NARSIS.

"Ne Naruto, jangan bilang loe mau jadi pacar si uchiha bungsu itu?" tanya Gaara pada Naruto yang kini telah berhenti tertawa.

"Ya ga lah, mana mungkin gue mau jadi selingkuhannya, gila loe." Jawab Naruto sarkastik.

"Jadi, kalau dia ga punya Sakura, loe mau donk jadi pacarnya, hm?" Tanya Gaara lagi, disertai dengan senyum, emm yang melecehkan mungkin?

"Emm, gue juga ga tau, mungkin emang gue bakalan nerima dia kalau dia nggak punya Sakura." Jawab Naruto dengan semburat merah yang menempel di pipi bergarisnya.

"Jadi, emang firasat gue ga salah ya? Loe emang suka sama gue Dobe?" Kata Sasuke tiba-tiba membuat trio uke *Pein: trio uke adalah Naruto, Gaara, dan Kiba.* terlebih Naruto yang wajahnya sekarang sudah seperti mouse punya Pein yang nyala-nyala gaje, merah banget.

"Gyaaa Teme, loe ngagetin gue tau!" Teriak Naruto sok kaget, padahal dia hanya malu.

"Tenang, gue hanya mau bilang loe nanti pulang ga bareng sama gue, loe nanti di anter, loe pilih, mau sama Neji, apa Shika, kalau Sai jangan, nanti dia macem-macem sama loe" kata Sasuke panjang lebar.

"Oi, nanti gue mau ke mall sama Shika jadi dia ga bisa nganter Naruto." Tolak Kiba.

"Yaudah, loe sama gue dan Neji aja, nanti gue juga mau nginep di rumahnya, jadi sekalian lewat aja." Jawab Gaara datar.

"Uwooh, makasih Gaara!" teriak Naruto sambil meluk-meluk Gaara.

"Ehem." Suara baritone itu menghentikan semuanya, dan masuklah seorang guru berambut perak dan memakai cadar biru sambil membawa buku kecil bersampul orange, icha-cha paradise, guru itu namanya kakashi.

"Ya sudah, awas kalian minggir, jangan deket-deket Naru-chan lagi, gue mau dud-."

"HUEEEKKK." Gaara dan Kiba muntah masal ketika si Uchiha bungsu memanggil Naruto dengan kata Naru-chan.

"Oi, oi, Sabaku, Inuzuka, kalian tolong hargai gurumu sendiri oke." Tegas Kakashi kepada muridnya.

"Baik sensei." Jawab Gaara dan Kiba, tegas, sambil duduk di bangkunya masing-masing.

saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru

Sakura POV

'Ihh, kenapa Saskey-kun jadi deket banget sama si pembokat itu ya? Apa jangan-ja-'

'Krrttt Krrttt'

Hp ku bergetar tanda ada sms masuk, ahh, siapa yang sms jam segini sih, mengganggu orang sekolah aja. Tapi tetap saja aku membuka hp ku dan ternyata itu sms dari honeyku.

From: SaskEY HoNEy

Sakura, nanti di rumah kosong, gue mau loe. Pulang sekolah gue tunggu loe di parkiran mobil.

Hah, selalu saja seenaknya sendiri, tapi ga papa deh, toh Saskey-kun juga sayang sama gue, hehehe…

To: SaskEY HoNEy

Baiklah say, aku akan ke rumahmu, sampai ketemu di parkir, eh ya, tapi aku males kalau pulang bareng sama pembokatmu itu. Aku mau kita berdua aja.

Beberpa lama akhirnya aku dapat balasan dari Saskey. Dan aku pun membacanya.

From: SaskEY HoNEy

Nggak, kita hanya berdua aja, jadi tenang aja. Gue udah nyuruh Neji nganter si Dobe.

Ooh, gitu ya? Berarti aku salah menilai tentang saskey, dia ga ada sesuatu dengan si pembokat itu.

Mending bales dulu aja deh.

To: SaskEY HoNEy

Baik say, sampe ketemu, love you, muach.

Tak lama dia pun membalas lagi.

From: SaskEY HoNEy

Love u too, muach.

Dan setelah itu pun aku memerhatikan pelajaran dengan betul.

End Sakura POV

saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru-saya-suka-sasunaru

Skip Time…

Naruto POV

Di uchiha mansion

'Titd titd TIIIIIITTTTTDDDDD'

'Hufht bisa ga sih dia tuh mijit klackson biasa aja, ga usah sekencang itu. Telinga gue masih normal kali. Awas loe nanti. Terus kemana sih Itachi-san, di rumah ini kan cuma dia aja yang sikapnya biasa sama gue malahan dia juga lumayan baik sama gue.' Pikir gue sambil buka gerbang, mempersilahkan si uchiha bungsu dengan mobil sportnya masuk ke mansion.

Gue pun menutup gerbangnya kembali dan dan berniat masuk ke kemar gue sebelum…

"Hey, pembokat bau, ambilin aku minum donk, yang enak ya, eh ya jangan pake gula, tapi harus manis ok. Pake gula yang ada di tv-tv itu lho. Aja deh, yang non lemak." Suruh Sakura seenak jidat lebarnya menyuruhku, emang dia siapa?

"Baik Nona Haruno, kalau anda mau apa Tuan Uchiha?" Tanya gue, sesopan mungkin, gue aja sampe muak ngomongnya, dan ya ampun apa-apaan mereka berdua itu, ciuman di depanku, ya ampuuunnn…

"Tuan Uchiha?" tanyaku lagi, tapi siaaaallllll, mereka berdua malah makin panas, katanya tadi dia meyukaiku, padahal aku sudah mencintainya, tapi kenapa dia malah berciuman dengan orang lain, apalagi di depanku, hatiku sakit Sasuke, aku cemburu, aku cemburuuuuuu… kenapa bukan dia, bukan si Haruno itu yang menjadi pembantu, dan aku menjadi pacar Sasuke, seharusnya ku terima saja dia tadi, pasti jadinya dia ngajak gue date.

Mending gue tidur aja deh kalau udah bikinin minuman nanti.

Skip Time…

'Hoaaammm, gue tidur tadi udah berapa lama ya? Berasa gue tidur seribu tahun, huh, sial, gue belum masak, dari tadi kan si teme belum makan, nanti gue di marahin Nyonya Uchiha.' Pikir gue, gue pun buru-buru lari ke kamar si Teme, terus gue liat kamarnya ke buka sedikit, gue mau tanya dia mau makan apa?

Pas gue deket pintu, gue denger suara…

"Ahh, Sas- ahh Sasuke, aku mau kelu-aaaahhhhhgggtttt" teriak seorang cewek.

Gue penasaran, dan gue pun membuka agak lebar pintunya dan gue ga bisa jelasin pemandangan yang gue lihat sekarang, hati gue sakit.

"Nggghhhttt Sa-Sakura gue kelu-"

Krieeek

, gue ngutuk diri sendiri, pintunya sekarang terbuka lebar. Sasuke ngeliat gue dengan mata melotot terkejut, bukan tapi sangat terkejut. Udaaah, gue ga kuat liiiaaaattt semua ini, gue pun pergi dari tempat terkutuk itu… menuju kamarku, apa-apaan mereka, meniru-niru artis ARIF PITERTUKANGPIP… aaahhhhh, mataku yang masih perawan teracuni adegan rated M.

Gue pun membanting pintu kamar gue dan merebahkan tubuh gue atau mungkin membanting tubuh gue ke ranjang. Gue pusing, sumpah.

End Naruto POV

Di kamar Sasuke

Sasuke sudah memakai bajunya lengkap, dia pun segera melesat mengejar Naruto, tapi Sakura mencegahnya.

"Say, kamu kenapa sih, biarin aja pembokat itu, jangan di peduliin." Rayunya sambil menggenggam tangan Sasuke.

Sasuke menghentakkan tangan Sakura, keras. "Sudah Sakura, loe pulang aja, gue mau ngurusin Naruto dulu ok."

Sasuke pun meniggalkan Sakura sendiri dan segera menuju ke kemar Naruto.

Di kamar Naruto

Naruto POV

'Kleeek'

Siapa yang buka pintu, gue ga mau ketemu siapa pun. Please, apalagi kalau itu Sasuke, mohon jangan, gue ga tahan.

"Naru-chan?" fuck, itu Sasuke. Gue jijik liat mukanya, gue ga mau.

Gue denger langkahnya semakin dekat, dan oh shit dia duduk di ranjang gue. "Naru-chan, dengerin gue, gue mau ngomong." Kata Sasuke, lembut.

Oke, gue kasih kesempatan dia ngomong. Gue pun berbalik dan duduk berhadapan dengannya, ternyata pakaiannya sudah lengkap, ga seperti tadi. "Oke, loe mau ngomong apa?" tanya gue ketus.

"Maaf…" kata Sasuke, lirih, dia menundukan wajahnya, mungkin dia menyesal?

"Maksud loe, loe kan ga punya salah sama gue, kenapa juga minta maaf." Kata gue, Sasuke masih saja menundukan kepalanya.

"Gue tau gue nyakitin hati loe, gue tau loe cinta sama gue. Jadi, karena itu gue minta maaf." Kata Sasuke, dia ternyata gombal abis ya, ga nyangka.

"Kalau gitu, gue punya satu permintaan." Pinta gue pada Sasuke, kulihat Sasuke penasaran.

"Apa yang nggak buat loe, Na-ru-chan." Jawab Sasuke, huueeekkk, gue mau muntah deh kayaknya, amit-amit, Sasuke gombal banget.

"…" gue diem, gue agak ragu ngomongnya.

"…" Sasuke diem, mungkin dia nunggu gue ngomong.

"…" gue harus bisa.

"Dobe, ngomong aja, gue pasti ngabulin permintaan loe." Oke, gue ngomong Sas.

"Sas, tolong loe jauhin gue, oke." Gue lihat Sasuke terkejut, apa gue terlalu berlebihan? Dari pada gue makin cinta sama dia, tapi dia jadi milik orang lain, gue ga mau.

'End Naruto POV'

"Sas, tolong loe jauhin gue, oke." Sasuke terlihat sangat terkejut, amarahnya pun memuncak.

"APA-APAAN LOE DOBE, GUE CINTA LOE, MANA MUNGKIN GUE NINGGALIN LOE, PLEASE NARU-CHAN GUE CINTA SAMA LOE. JADI, jangan biarkan gue jauh dari loe, gue ga bisa kalau nggak dengan loe… please…" teriakan Sasuke melembut, dia tidak tega membentak orang yang di cintainya.

"Maaf, tapi KENAPA KALAU LOE CINTA GUE DAN GA MAU JAUH DARI GUE, KENAPA LOE GA PASTIIN LOE PACAR GUE DAN LOE PUTUSIN SAKURA, HM? DAN LOE HANYA PUNYA SATU PACAR, YAITU GUE." Naruto yang tidak terima balas membentak Sasuke. Sasuke hanya bisa membatu.

"Kenapa hm? Bisa ga loe putusin Sakura, kalau loe mau dengan gue, sekarang pilih," Naruto menatap Sasuke tajam, "Loe milih gue atau Sakura?" lanjutnya.

Sasuke membatu lagi, dia bingung, dia memang cinta sama Naruto, tapi dia juga suka sama Sakura.

"Gu-gue…" Sasuke terbata, dia menunduk, tak mau melihat mata sapphire indah Naruto.

"Loe emang ga bisa milihkan, Sasuke?" tanya Naruto, agak menyindir.

"Iya Naru-chan, gue ga bisa milih…." Suara Sasuke melemah.

"Yaudah, LOE JAUHIN GUE TEME!" teriak Naruto, dia benar-benar kecewa.

"GUE CINTA LOE DOBE, TAPI GUE JUGA SUKA SAKURA, GUE CINTA KALIAN BERDUA!" teriak Sasuke sambil mencium Naruto, paksa.

"Hmph, Temhe, lep-" kata Naruto di sela-sela ciuman paksanya, dia merasa sangat sakit sekarang.

Sasuke melepaskan ciuman paksanya. "Naruto, loe mau jadi milik gue seutuhnya?" tanya Sasuke, tajam dan sangat menusuk.

"Maksud loe?" tanya Naruto panik, saat Sasuke mulai membuka baju T'shirt warna biru tuanya. "gue ga mau teme, jangaaannn please!" Air mata pemuda pirang itu hampir meleleh.

"Maaf Naru-chan, tapi gue ingin milikin loe seutuhnya… gue, ga akan biarin loe lepas dari gue, sorry Dobe…" Air mata Naruto pun meleleh, meluncur mulus di pipi chabby bergarisnya, saat si pemuda onyx mengikat kedua tangannya dengan T'shirt yang tadi di lepaskan pemuda onyx.

"TEMEEE, LEPASIN GUE…" tapi apa daya, tenaga Sasuke jauh lebih kuat dari Naruto, akhirnya, Naruto pun terikat sudah.

"Sasuke, hiks, gue mohon jangan lakukan ini pada gue, gue mohooonnn, hiks." Tangis Naruto pun pecah.

"Sorry." Dengan satu kata itupun, Sasuke memulai aksinya.

WARNING - LEMON! LEMONNN! LEEMMOOOOONNNNN! - WARNING

"Sasu, jangan… hiks… hiks…" Sasuke memulai aksinya, dia mulai membuka celana sekolah yang Naruto masih kenakan, dia tak sempat mengganti pakaiannya tadi.

Akhirnya, celana *baca: pengganggu –menurut Sasuke-* itu pun telah terlempar dan tergeletak dengan anggunnya di lantai, tinggalah satu boxer bergambar rubah ekor sembilan yang masih mengait di tubuh bawah Naruto.

"Che, penggaggu." Kata Sasuke sambil membuka atau tepatnya merobek kemeja sekolah Naruto, dan Naruto pun meringis di buatnya.

Sasuke mulai lagi agresinya, dia mulai melumat, menggigit, menjilat habis titik tersensitif yang berada di dada Naruto, di jilatnya pelan titik itu bergantian hingga membuat Naruto menggeliat tak nyaman, dan di pilinnya kencang titik itu hingga Naruto mendesah pelan.

"Ahh…" desah Naruto, Sasuke tersenyum mendengar hasil kerjanya.

"Mulai menikmati Dobe?" goda Sasuke di sela-sela lumatannya pada dada Naruto yang menurutnya sangat menggoda itu.

Sekarang, lumatannya pun pindah ke leher jenjang Naruto. Sasuke menggigit titik tersensitif di leher Naruto yang membuat sang empunya leher mengerang pelan. Sasuke melanjutkan aksinya di leher Naruto dengan menjilat dan menghisap bekas gigitannya tadi dan terciptalah tanda kemerahan a.k.a kissmark di leher jenjang si pemuda pirang.

Tangan si pemuda onyx itu pun tak mau kalah, tangan kirinya mulai memilin lagi titik pink kecoklatan di dada si pemuda pirang, dan tangan kanannya mulai menyusup kearah boxer si pemuda pirang itu, dan…

Sasuke POV

"Ahh, nnhhhh…" desah Naruto saat gue menyentuh kejantanannya, memang sangat berbeda jauh dengan milik gue, tapi gue suka.

Mula-mula gue pegang ujung kejantanannya, dia menggeliat tak nyaman, terus gue genggam tangannya dan dia pun mulai mengerang lagi. Gue kocok pelan, dan tak lama ritmenya pun gue naikin, dia sekarang mengerang tak karuan, benar-benar menggoda.

Gue ga tahan, desahannya, geliatannya, dan segala yang ada di tubuhnya gue suka. Gue pengen loe sekarang Naruto.

End Sasuke POV

"Nhhh Sasu jangan, pliisss, nnhhh- ahhhh…." Desahan Naruto makin keras saat Sasuke membuka boxer rubah Naruto dan mulai mengulum 'benda' milik Naruto yang sudah menjulang dan mengeras.

Sasuke memaju mundurkan kepalanya, cepat, cepat dan semakin cepat sampai-sampai membuat Naruto mendesah keras.

"Sasu- ke hen-ahh, hentikan, gu-gue- ahhhh…" dan teriakan keras itu pun menandakan bahwa si pemuda pirang telah mencapai klimaksnya, cairan putih kental yang biasa di sebut sperma pun keluar di mulut Sasuke dan tanpa merasa jijik, Sasuke pun meneguk habis cairan itu, bahkan dia belum puas.

"Hah, hah, haahh. Cukup Sasuke pliiisss." Ucap Naruto terengah-engah, tenaganya terkuras setelah dia mengelurkan semua hasratnya.

"Kau manis Naru-chan." Ucap Sasuke, menghiraukan ucapan Naruto sembari menjilat sisa cairan Naruto yang meleleh dari sudut bibirnya.

"Tunggu ya Dobe, gue mau ambil sesuatu dulu." Kata Sasuke sembari melangkahkan kakinya ke arah meja kecil di dekat lemari Naruto dan mengambil sesuatu di sana.

Sasuke mendekat kembali ke arah Naruto, tak lupa sebuah seringai lebar pun menghiasi wajah tampannya yang sekarang melambangkan seorang iblis yang haus nafsu. Sedangkan Naruto, dia hanya pasrah dengan mata terpejam, tak lupa air mata pun mengucur deras dari matanya.

Akhirnya Sasuke sampai di ranjang Naruto lagi, dia mulai menuangkan sedikit lotion yang tadi di ambilnya ke tiga jari tangannya. "Dengan ini loe sebentar lagi jadi milik gue Naru-chan."

Sasuke pun mulai memasukan satu jarinya ke dalam lubang kenikmatan Naruto, sedangkan si empunya hanya memejamkan matanya erat, tak mengeluarkan suara sedikit pun.

Setelah melakun gerakan kecil dengan jari ke dua, jari ketiga pun masuk dan Naruto yang tidak kuat menahannya mengigit bibir bawahnya keras sampai darah segar pun mengalir dari sana.

"Maaf Naru-chan." Hanya kata itu yang keluar dari di mulut Sasuke, dia pun mulai menggerakan maju mundur dan zig-zag ke tiga jarinya. Tak sengaja, jari panjang dan kurus Sasuke menyentuh titik ekstasi Naruto, yang membuat si pemuda pirang itu mengerang pelan.

Sasuke menyeringai. "Tubuh loe berhkianat Dobe."

Iseng, Sasuke terus menyentuhkan jarinya pada titik ekstasi Naruto, sedangkan Naruto hanya semakin menggigit bibir lukanya menahan erangan.

Merasa cukup, Sasuke akhirnya melepas ke tiga jarinya dari lubang kenikmatan Naruto, dan diapun mulai membuka celana jeansnya sendiri. Akhirnya Sasuke pun polos tanpa sehelai benang menutipi tubuhnya.

Sasuke menuangkan lotion tadi ke tangannya dan mulai membalurkannya ke kejantanannya sendiri.

"Ngggnnhhhh…" erang Sasuke, dia memijit pelan dan mengocok pelan miliknya sendiri. Tidak mau keluar sekarang, Sasuke pun menghentikan aksi tidak pentingnya tadi.

Sasuke mulai memegang kedua kaki Naruto dan melebarkan keduanya, sangat lebar.

"Dengan ini loe jadi milik gue Dobe." Kata Sasuke dengan seringai dan mulai memasukkan kejantanannya pada lubang kenikmatan Naruto.

"Ahhh, Sasuke, Sakiiittttt…. Sasuke, itu terlaulu besar, itteeee…" jerit Naruto, dia tak bisa menahannya lagi, ini terlalu sakit.

"Sas- hmhhhfff!" Sasuke mencium paksa Naruto, menghentikan teriakannya.

Pelan tapi pasti, 'batang' super itu pun mulai menghilang di telan lubang elastis Naruto, akhirnya semuanya pun tertanam habis.

"Nnggghhh, Naru, lubang loe sempit banget." Ucap Sasuke setelah melepaskan ciumannya.

Sasuke membiarkan Naruto membiasakan diri dengan adanya dirinya di dalam tubuh Naruto. Setelah di kira Sasuke Naruto sudah rileks, dia mulai menggerakan mundur kejantanannya sehingga hanya kepala kejantanannya sajalah yang masih menancap di tubuh indah Naruto.

Dengan sekali hentak, kejantanan yang besar dan panjang itu pun melesak masuk ke dalam tubuh Naruto. Keluar-masuk, maju-mundur, terus seperti itu sampai Sasuke menaikkan kedua kaki Naruto ke atas bahunya dan memulai kembali ritual maju-mundurnya.

Hanya suara desahan sang seme dan ranjang yang berdecit yang mewarnai percintaan atau lebih tepatnya pemerkosaan ini. Sang uke hanya menagis memejamkan mata dan menahan desahan yang pasti akan semakin mengeluarkan nafsu bejad sang seme.

"Nggghhh Naru-chaan, loe sempit, ahhh, loe milik gue Naru-chan, gghhh, ahhh…" desah sang seme. Makin brutal. Gerakan maju mundurnya pun semakin cepat sampai Naruto tak bisa menahan desahannya.

"AAHHHHH SAS, hen-henti- ahh ahhh hah ahhh…" desahan Naruto tambah kencang saat Sasuke mulai mengocok 'barang'nya yang dari tadi menegang.

"Ahhn Naru, nggghhh." Desahan Sasuke, merasakan tubuh Naruto mengejang dan…

"Aahhh!" Naruto pun mengeluarkan cairan yang dari di tahannya ke dada dan tangan Sasuke, tubuhnya mengejang hebat dan Naruto pun melesakkan kepalanya ke bantal sekuat tenaga, menahan kenikmatan yang menderanya dengan sangat kuat dan tak di harapkannya.

"Nggghhh, Na-Naru-chan, aahhh…" merasakan lubang Naruto yang meremas kejantanannya kencang, Sasuke pun tak kuat lagi menahan klimaksnya. Dia melesakkan kuat kejantanannya jauh ke dalam lubang Naruto, dan melepaskan benihnya di sana.

Merasakan titik sensitifnya tersembur cairan Sasuke, Naruto mendesah keras lagi.

Sasuke yang merasa telah kelelahan pun mencabut 'barang'nya dan menyeringai melihat hasil kerjanya, cairan putih kental dan sedikit merah pelan-pelan keluar dari lubang Naruto. Nampaknya Naruto sangat penuh oleh Sasuke.

Naruto yang mungkin sangat kelelahan pun langsung tertidur.

Sasuke yang melihat Naruto tertidur pun turun dari ranjang dan memakai celananya lagi, setelah itu, diapun melepas ikatan Naruto dan memakai T'shirtnya kembali.

Sasuke mencium kening Naruto singkat, "Maaf Naruto, tapi ini gue lakukan agar loe jadi milik gue, maaf." Katanya lirih seraya mencium kembali puncak kepala Naruto, dan menyelimutinya.

Braakk

Tiba-tiba pintu di dobrak dengan tidak elitnya oleh Sakura, dan itu membuat sekali lagi mata Sasuke melebar.

"APA-APAAN KAMU SASUKE, APA YANG KAMU LAKUKAN HAH?" Sakura langsung lari ke arah Sasuke dan menggenggam bahunya.

"Apa yang kamu lakukan Sas, kamu itu kan pacar aku, ke-kenapa ka-kamu hiks…" Sakura tak kuasa menahan tangisnya.

"Maaf Sakura, tapi gue cinta kalian berdua." Kata Sasuke, menunduk.

Sakura melongo. Tapi akhirnya dia sadar juga. "Oi pembokat bangun!" kata Sakura sambil mengguncang-guncang tubuh terbungkus selimut, a.k.a Naruto, refleks Naruto pun bangun dan meringis merasakan sakit yang luar biasa pada bokongnya.

"Aww, sakit. Eh? Apa yang kalian berdua lakukan di sini? Dan- GYAAA, kenapa gue ga pake baju, Gyaaa! Sasuke loe, loe GYAAA!" Naruto baru sadar apa yang baru saja dia dan Sasuke lakukan.

"Tenang dulu pembokat!" bentak Sakura pada Naruto, dan Naruto pun langsung diam seribu kata, sedangkan Sasuke, dia hanya menatap Sakura dan Naruto bergantian, cemas.

"Sasuke, sekarang aku mau kamu putuskan, kamu mau aku atau pembokat ini?" tanya Sakura mantap.

To Be Continued

p/n (Pein Note) :

Gyaaaaaa! Akhirnya selesai juga, akhirnya seleseiiiii, AKHIRNYA SELESEEEEIIIII! *Tereak2 gaje sambil nari2 gaje.*

Suka ga? Mudah mudahan suka n ga kecewa. He he he…

Gimana? Gimana? Apa lemonnya kurang hot? Apa terlalu vulgar? Maaf, Pein baru pertama buat lemoonnnn, jadi tolong masukannya lewat review atau PM, ya. (^_^)

Mohon jangan kecewa, tolong, pliiisss jangan kecewa, Pein berusaha banget. Pliiiissssss jangan kecewaaaaa!

Oh ya, makasih sama Ritsu yang udah kasih masukan, Pein ke bantu, hehehe.

Terus, akhir kata tolong kasih review ya, pliiiiiissssss….. and sampe jumpa di chapter depaaaaannnnn! (^_~)

Eh ya Happy SasuNaru Day.

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter

Review this Chapter