if it was me

cast :

Kim Ryeowook

Cho Kyuhyun

Kim Yesung

Lee Sungmin

and other

genre : Romance, Hurt/comfort, maybe angst

rated : T

disclaimer : kalian tau lah milik siapa cast diatas, kalo cerita ini ya milik saya

summary :

warning : Yaoi, typo(s)

chapter 2

~~~ if it was me ~~~

"ada apa dengan namja itu?" Namja mungil itu - oke sekarang kita akn memanggilnya Ryeowook - menatap heran pada seorang namja jangkung yang tengah berdiri di tengah jalan sambil memegangi dadanya tanpa menghiraukan suara klakson yang berlomba menyadarkannya.

Ryeowook segera menghampiri namja itu. "mianhae~" ia membungkukkan badan didepan mobil-mobil yang sedari tadi setia membunyikan klaksonnya. Lalu menarik namja itu ke pinggir jalan.

"apa yang kau lakukan?" namja itu berkata datar pada Ryeowook.

Heii,, Ryeowook membulatkan matanya. 'Bukannya berterima kasih, malah bekata seperti itu padaku. Menyebalkan' pikir Ryeowook.

"apa yang aku lakukan?" Ryeowook bertanya balik. Dilepaskannya genggamannya pada lengan namja jangkung itu.

"..."

"seharusnya kau sadar, hei. Tadi itu berbahaya" ucap Ryeowook. Ia menatap mata namja itu. Tampaklah kesedihan yang tersirat dari 2 onyx yang menatap kosong itu.

"..."

"kuharap kau baik-baik saja" ucap Ryeowook. Ia tau, namja itu sekarang punya masalah. Tapi, hei tidak dengan cara ini juga kan?

"bagaimana bisa aku baik-baik saja?" namja itu menekuk wajahnya. Dirasakannya sakit yang sedari tadi menggerogotinya mulai bertambah parah.

Ryeowook hanya diam. Tak tau harus berkata apa.

Namja jangkung itu meraba dadanya. "bagaimana bisa aku baik-baik saja sedangkan disini sakit?". Mata onyx nya menatap caramel milik Ryeowook, menuntut jawaban.

"menangislah" titah Ryeowook.

Namja itu tersenyum. "air mataku sudah habis" ucapnya.

"andwae.. aku tak pernah mendengar ada orang yang kehabisan airmata?" Ryeowook memiringkan kepalanya.

"babo" gumam namja itu pelan, bahkan Ryeowook tak mendengarnya.

"setidaknya, dengan menangis kau bisa mencurahkan isi hatimu. Aku selalu menangis jika ada masalah, dan itu membuatku lega. Daripada kau tahan terus, tidak baik untuk kesehatan hati" ucap Ryeowook bijak sambil menunjuk kearah dada namja jangkung itu.

"kau saja yang cengeng" balas namja itu.

"eii?" Ryeowook menarik tangannya "kau yang cengeng, kau bilang air matamu habis, berarti kau menangis sejadi-jadinya! aku hanya menangis sebentar.. dan air mataku tidak habis!" Ryeowook tak terima, seenaknya saja namja itu mengatainya cengeng! bukankah orang yang kehabisan air mata berarti lebih cengeng?

Ryeowook mempoutkan bibirnya. Ia sedang kesal. Namja yang baru ia temui beberapa menit yang lalu karna menghancurkan lalu lintas ini, juga sudah menghancurkan mood-nya.

Namja itu tersenyum melihat tingkah Ryeowook. "benar-benar seperti anak kecil, padahal tadi ia berlagak seperti orang dewasa" batin namja itu.

"nona, jangan begitu.." ucap namja itu.

"MWOYA?! N-nona?!" Ryeowook membelalakkan matanya. Apa ia tak salah dengar? Namja dihadapannya ini memanggilnya nona?

"nde.. ada yang salah?" tanyanya dangan wajah tanpa dosa.

Ingin sekali Ryeowook menghajar namja ini. Tapi, ia sadar, bukankah ia baru bertemu? Tak salah namja ini salah mengenalinya.

"ehm.. okay, begini ya tuan.. err.."

"Cho Kyuhyun" potong namja itu dengan cepat.

"okay tuan Cho Kyuhyun, sebelumnya saya minta maaf, tapi saya ini seorang namja. Dan nama saya Kim Ryeowook. Saya maklum karna kita baru saja bertemu. Tapi, tidakkah anda menyadari bahwa saya seorang namja? bukan yeoja seperti yang anda duga" ucap Ryeowook seformal mungkin.

"ppfftt" Kyuhyun -namja itu- menutup mulutnya menhan tawa melihat Ryeowook berbicara seformal itu dengan tatapan 'mengintimidasi gagal' bagi Kyuhyun.

"Arra.. Arra, mianhae" ucap Kyuhyun dengan masih menahan tawanya.

Ryeowook menarik tangannya untuk melihat jam. "ommo! Sudah jam 5! aku pergi dulu, nde? sampai jumpa! kau juga harus pulang kyuhyun-ssi!" dengan segera Ryeowook melesat cepat meninggalkan Kyuhyun.

"Kim Ryeowook" gumam Kyuhyun pelan lalu melangkah pergi.

~~~ if it was me ~~~

"aku pulang" Ryeowook melankahkan kakinya memasuki rumahnya.

"eh? Yesung hyung?" ia melihat seorang namja tampan sedang duduk di kursi ruang tamu rumahnya.

"wookie" sapa Yesung -namja tampan itu- ketika melihat yang datang adalah orang yang sejak tadi ditunggunya.

"ada apa, hyung?" tanyanya pada Yesung datar, ia mencoba menutupi rasa sakit yang kini mulai menjalar di hatinya.

"gwaencha, hyung hanya merindukan wookie.."

JDER!

jawaban Yesung bagaikan bom atom bagi Ryeowook. Ia tak sanggup, tak sanggup mendengar kata-kata manis dari namja ini. Jujur saja, Ryeowook merasa tak pantas mendapatkan kata-kata itu.

'apa yang harus aku lakukan?' batin Ryeowook. Ia tau, ia salah. Tapi, bisakah ia mendapatkan hukuman lain? tidak dengan cara ini.

Ini terlalu menyakitkan. Menerima kata manis dari seseorang yang telah kau tolak. Rasanya kau tak pantas hidup.

Rasa bersalah menyelimutimu. Apa ini hukumannya? Tuhan, apa Ryeowook boleh memilih hukuman lain?

Sepertinya, ia benar-benar tak sanggup. Ia merasa, bodoh. Tapi, apa ia sanggup bermain-main dengan hati?

Menerima cinta Yesung lalu berhubungan dengannya tanpa ada rasa cinta sedikit pun. Lalu, saat kau mencintai orang lain, kau tinggalkan Yesung. Itu lebih menyakitkan.

Ryeowook sangat menyayangi Yesung. Yesung adalah hyung terbaiknya. Ia tak mau Yesung sakit lebih dari ini, biarlah ia menerima hukuman atas perbuatannya terhadap Yesung.

"wookie, gwaenchana?" tanya Yesung saat menyadari setetes liquid bening mengalir dari caramelnya.

oh tidak, jangan lagi! Yesung tak mau melihat ryeowook menangis. Apalagi menangis karnanya. Yesung tau, ia salah mengatakan perasaannya pada Ryeowook. Tapi, ia sudah tak tahan menahan semuanya, menyimpannya dalam diam.

Yesung ingin Ryeowook tau. Itu saja, tidak lebih.

Tapi, Yesung tak menyadari bahwa perbuatannya melukai Ryeowook. Dan sekarang ia sadar. Ia yang membuat Ryeowook menangis.

Direngkuhnya tubuh mungil Ryeowook, perlahan ia dekap tubuh itu. "mianhae, wookie-ah" ucapnya.

~~~ if it was me ~~~

Kyuhyun berjalan gontai memasuki rumahnya. Ia terus berjalan menuju kamarnya, tak dipedulikannya teriakan sang eomma.

Sungguh, ia hanya ingin berdiam saat ini. Sakitnya masih ia rasakan, bahkan tamparan itu, masih terasa dipipinya, seakan ia baru saja mendapatkannya.

Sungguh, ia mencintai namja bermata foxy itu. Namja yang benar-benar menbuatnya nyaman saat bersamanya. Namja yang telah mengubah hidupnya.

Tapi, namja itu menolaknya. Bukan hanya sekali Kyuhyun menyatakan cintanya, bahkan berkali-kali. Dan bekali-kali pula namja itu menolaknya.

Sungmin, Lee Sungmin namanya. Namja yang dicintai Kyuhyun bernama Sungmin. Namja dengan sejuta daya tarik.

Mata foxy yang indah, membuat Kyuhyun ingin mengecupnya.

Bibir berbentuk 'M' yang menggemaskan, membuat Kyuhyun ingin setiap saat melumat bibir itu.

Kulit putih bersih yang mulus, membuat Kyuhyun ingin menyentuhnya setiap saat.

Tapi..

Hanya mimpi, Cho Kyuhyun! Bahkan ia tak pernah memberimu kesempatan.

Kyuhyun tak tau kenapa Sungmin benar-benar tak mau menerimanya ataupun memberinya kesempatan. Kyuhyun tak mengerti.

Padahal sebelum Kyuhyun menyatakan cintanya, Sungmin begitu perhatian padanya. Dan itulah yang membuat kyuhyun yakin kalau Sungmin juga mencintainya.

Tapi..

Kau salah, Kyuhyun! Sungmin hanya menganggapmu sebagai dongsaeng, tidak lebih.

Bahkan ia sama sekali tidak memandangmu sebagai namja. Bodoh sekali kau!

'apa yang harus kulakukan?' batin Kyuhyun. Ia tak sanggup jika harus begini, dibenci oleh orang yang ia cintai.

Ya, ia merasa Sungmin membencinya. Jika tidak, mana mungkin Sungmin menamparnya?

Ia bodoh! Bagaimana bisa selama ini ia terus mengejar Sungmin sampai Sungmin membencinya?

Kyuhyun meringkuk ditempat tidurnya, setidaknya ia dalam keadaan itu selama 1 jam. Ia terus saja merutuki kebodohannya.

~~~ if it was me ~~~

"kenapa kau tak menerimanya?" tanya seorang namja pada namja dihadapannya.

Namja itu menekuk wajahnya. "mianhae" hanya itu yang keluar dari mulutnya dan ia tau, kata itu tak dapat menjawab pertanyaan yeoja dihadapannya.

"Sungmin.. kau tak mencintainya?" tanya namja itu lagi, dan berharap pertanyaan kini dijawab oleh namja itu.

"ya, aku tak mencintainya, Eunhyuk" akhirnya! pertanyaannya kini dijawab oleh Sungmin. Setelah 1 jam bertanya dan jawaban Sungmin hanya 'mianhae' kini ia menjawab.

"kenapa? bukankah kau selama ini dekat dengannya?" tanya eunhyuk lagi, ia mulai bersemangat lagi bertanya pada Sungmin.

"aku hanya menganggapnya sebagai dongsaeng, tidak lebih" jawab Sungmin. Mata foxy nya mulai berkaca-kaca, ia merasa seperti tawanan yang sedang diinterogasi oleh Eunhyuk.

Sungmin sadar ia salah, ia sudah menyakiti hati dongsaeng kesayangannya. Tapi, apa yang harus ia lakukan?

Ia tak mencintai Kyuhyuh. Apa ia tega menyakiti Kyuhyun lebih dalam lagi? Tidak! Ia tak ingin meliahat Kyuhyun terluka olehnya.

Tapi sekarang..

Ia malah membuat Kyuhyun terluka. Ia menamparnya. Sungguh, ia tak sengaja melakukan itu. Ia tak mau melakukan itu, Tak pernah mau.

Tapi, ia melakukannya. Dan bodohya, ia tak meminta maaf. Ia hanya sedang menguatkan hatinya saat itu.

Ia tak mau membuat Kyuhyun terluka. Jujur, ia juga merasa sakit. Tapi, bukankah jika ia menerima Kyuhyun rasanya lebih sakit?

Membohongi orang yang sangat kau sayangi dan mencintaimu. Bukankah rasanya sakit?

Bagaimana kalau suatu saat Kyuhyun tau kalau Sungmin tak mencintainya? Sakit. Pasti sakit dan Sungmin tau jelas bagaimana rasanya. Dibohongi oleh orang yang kau cintai, Sungmin tau bagaimana sakitnya.

Dan ia tak mau Kyuhyun meraskan sakit itu. Sedikitpun jangan pernah.

Sungmin tak akan memaafkan dirinya sendiri jika ia mau menerima Kyuhyun dam melihat Kyuhyun merasakan sakit itu.

Bahkan rasanya lebih sakit dibandingkan kau ditinggalkan orang yang kau cintai. Setidaknya, Sungmin pernah merasakan kedua perasaan sakit itu.

Dan, ia tau yang mana yang terbaik. Kyuhyun boleh saat ini terpuruk, tapi, saat ia menemukan cinta yang baru, yang lebih sempurna darinya, Kyuhyun akan bahagia.

Ia tau itu. Ya, Sungmin tau dan Kyuhyun tidak. Itulah pikirannya sekarang.

'aku hanya ingin Kyuhyun bahagia' batinnya.

Ia mencoba memantapkan hatinya. Pilihannya benar. Ia tidak berharap pilihannya benar. Tapi, ia yakin pilihannya benar.

~~~ if it was me ~~~

Sepulangnya dari rumah Ryeowook, Yesung langsung merebahkan dirinya diatas kasur. Ia menatap langit-langit kamarnya.

Ia mencintai Ryeowook. Samgat mencintai namja itu.

Namja yang dari dulu mengisi hatinya. Yesung tak tau sejak kapan Ryeowook ada ditempat spesial dihatinya. Hanya saja, sejak kecil Yesung tak ingin kehilangan Ryeowook.

Ia sudah mengutaraknnya pada Ryeowook. Semuanya. Dan, apa reaksi Ryeowook?

Ryeowook menagis. satu-satunya yang Yesung tak suka adalah saat Ryeowook menangis dan sekarang ia membuat Ryeowook menangis.

Bukankah ia munafik? Tekadnya dalam hati berbeda dengan apa yang ia lakukan. Bodoh kau, Kim Yesung!

Ryeowook hanya menganggapmu sebagai hyung yang paling ia sayangi, tidak lebih. Kenapa kau tak menyadarinya?

"mianhae" lirihnya.

ia kembali memutar memori masa lalunya, saat ia bersama Ryeowook.

Saat ia diperhatikan oleh Ryeowook.

Saat ia membuat Ryeowook tertawa.

Saat ia menghapus kesedihan Ryeowook.

Ia merindukan saat-saat itu. Yang tak akan mungkin bisa kembali.

Ryeowook yang ia cintai, sekarang membencinya. Ia sudah membuat Ryeowook menangis, bagaimana mungkin Ryeowook tak membencinya?

Sungguh, Yesung menyesal mengatakannya. Jika saja ia bertahan sendiri dengan hatinya, mungkin sekarang ia sedang tertawa bersama Ryeowook.

Ia merindukan Ryeowook yang dulu..

Tuhan, bisakah kau memutar waktu? ah, tidak tidak. Itu tak mungkin.

Tuhan, bisakah kau beri hukuman selain ini? selain melihat Ryeowook sedih seperti ini setiap melihat Yesung?

Sungguh, Yesung tidak sanggup melihat Ryeowook mengekuarkan air matanya. Rasanya seperti hatinya teriris pisau.

~~~ if it was me ~~~

Tuhan, bisakah kau beri kebahagiaan untuk keempat remaja itu?

Mereka hanya belum mengerti dunia.

Mereka hanya remaja yang terperangkap dalam keegoisan berselimutkan kasih sayang.

Mereka masih dalam pencarian jati diri.

Tuhan, maukah kau menolong mereka?

Mereka butuh uluran tanganmu, Tuhan..

Mereka membutuhkanmu, Tuhan..

Mereka ingin bahagia..

.

.

.

TBC

.

.

.

uwaaaahhhhh... apa ini? makin ngaco aja!

aarrgghhh...!

aku gak tau harus nulis apa lagi!

otak aku udah terkuras habis dan hasilnya ini?!

mianhae jika fict ini mengecewakan, sudah aku katakan fict ini tidak ada perencanaan, jadi, konsepnya pun aku gak tau..

jadi, apa yang ada dalam otak aku, ya aku tulis..

mianhae jika mengecewakan.. -_-..

gomawo untuk yang udah baca dan review.. aku sangat meghargai kalian..

untuk silent readers, aku gak marah kok,, aku tau perasaan kalian, karna aku juga dulu adalah seorang silent reader.. lalu aku nyoba tobat (?).. tapi tetep aja, ff yang menurut aku "maaf" 'kurang bagus' gak aku rview.. tapi sekarang aku sadar, aku salah.. itu sama aja gak ngehargai karya orang lain. Dan aku harap kalian juga sadar..

gomawo.. aku tau ff aku 'kurang bagus' tapi setidaknya, tinggalkanlah jejak kalian.. aku terima kok kalau kalian ngebash,, diem itu bukan emas, lho..

kalo guru aku bilang, diem itu "maaf" kuning-kuning ngambang *nah lho, apa itu?*

yang tau silahkan isi di kotak review.. gomawoo..

balasan review :

Ryeosefti

haha gomawo, eon.. Kata guru aku, semua orang itu bakat nulis kok, eon. Cuma cara ngolahnya aja yang beda. Iya ini kyuwook, tapi, belom keliatan ya eon kyuwook nya? hehe.. sama eon, aku juga kyuwook shipper. gomawo, eon. Panggil saeng aja..* Jarang-jarang ada yang panggil aku saeng -_-

Jas merah

sepertinya, iya chingu.. pair nya tetep kyuwook, kok.. nah itu kyuwook mulai diamprokkin seperti kata chingu.. hehe,, gomawo

Rye

iya chap kemaren kyuwook belom ketemu. itu baru side aja, ini kyuwook udah ketemu. gomawo

Santysomnia

ini udah lanjut.. sesuai permintaan chingu, kyuwook dipertemukan.. gomawo

fiewook

yesung yg cinta ryeowook.. iya kyu cinta bnget ama ming. itu kyuwook ketemu, tapi gak romantis ya? gak lama lagi kok.. gomawo.. sipp..

Cho Jung Ryu

kasian? geli bacanya?*bahasamu, ndah..* nde boyxboy.. belajarlah untuk banyak membaca boyxboy haha.. tidak suka boyxboy? andwaeee... kau masih 100 % normal ternyata.. baiklah Indah,, ini sudah next.. gomawo *cium Indah*

violin diaz

iya pendek,, huhu.. jadi maluu.. iya beda setting,, official pair? masalahnya aku kyuwook shipper, chingu.. hehe.. gomawo

gomawooo... semuanya...

oh ya,, follow twitter aku ya? hehe .. namanya : ct_ putri_ elf

ada yang mau nomor ponsel ku? haha.. review ya..? *kagak ada yang mau,, gak usah ngarep..

review, please..