Ya! Ryuusei datang lagi dengan chapter kedua ! *timpukin kacang -sensor- sama readers*
Maap ye agak telat, soalnya author baru pulang sekolah dan langsung buka lappy alias laptop hehe *soundtrack huuuuu*
Disclaimer : Kalo Naruto punya Ryuusei, tak akan kubuat adanya pairing SaixIno! *evil laugh* Akan kubuat Shikamaru playboy dan berpacar dua! Jadi Sai akan menjomblo selamanya *evil laugh + jeger jeger* Demi kepentingan readres-sama yang didahulukan daripada kepentingan Author, jadi saia buat sedikit SaixIno.
Warning : Baca saja warning di chapter pertama, author terlalu malas soalnya baru pulang sekolah *alesan* *stadium penyakit malasekalicious atau merepotkansajaness Author lebih parah daripada Shikamaru –dihujam Shika fangirls-* kata-kata tidak baik di akhir cerita, bahasa sunda yang kasar.
'Inner Sai'
"Omongan"
Sai's POV
"Sai ngebales perkataan innernya"
*Berlaku disemua chapter
Ok enjoy reading!
Ini hari kedua masuk dikelas delapan. Kutemui Sakura di tengah jalan menuju kelas. Aku bertanya padanya. "Hai, kamu tau gak kelasnya dimana?" aku bertanya sambil mengobok-obok tasku. "Kayaknya sih disitu, bekas IX.E . Tau gak, kayaknya yang dikerjain tuh kakak kelasnya bukan adek kelasnya haha" jawab Sakura dengan polos. Kulihat sedikit semburat merah di wajahnya yang bisa kubilang blushing. Sai, jangan yang berpikir yang tidak-tidak.
Saat ini disekolahku sedang diadakan masa orientasi sekolah. Dan biasanya peserta yang berupa anak-anak yang baru saja diterima disini akan dikerjai. Tapi, kali ini Sakura benar.
Aku langsung meletakkan tasku diatas meja paling depan dan paling pojok.
1 menit
2 menit
10 menit
Tidak ada yang mau duduk denganku.
'Sai, carilah teman untuk menjadi teman sebangku'
"Baiklah, tapi.."
'Tidak ada tapi-tapian Tuan Pengecut cari!'
*sigh*
Akhirnya kutemukan juga. Dan rupanya aku mengenal baik dirinya.
11.10
Kulihat gadis yang duduk sendirian di belakang paling pojok. Aku bingung harus menyapanya atau tidak.
Tapi, berkenalan adalah hal yang sangat sulit bagiku. Kami-sama bantu aku.
'Hei, aku tau sebenanya kau mau berkenalan dengan gadis itu. Sapalah, Sai'
"Ya, kau benar. Tapi bagiku itu hal yang paling sulit"
Kau tau? Mencari teman, berkenalan, atau semua yang berhubungan dengan hal pertemanan adalah kelemahanku. Semua orang menganggapku aneh karena hal itu. Waktu pertama kalinya masuk ke kelas satu, semua mengucilkanku karena apa? Karena hal kecil yang bodoh yang dibesar-besarkan. Warna kulit. Aku memang berbeda dengan yang lain.
Warna kulitku yang sangat pucat ini yang membuatku dijauhi semua orang. Kami-sama, itu kan tidak adil. Lihat Chouji yang berbadan besar itu, ia masih memiliki teman. Sedangkan aku, hanya berkulit albino saja tidak didekati seorang pun. Bahkan banyak yang menjulukiku mayat hidup? Yang benar saja, Kami-sama. Daripada mereka mengataiku mayat hidup apa lebih baik aku menjadi mayat yang asli saja?
(Author emang pernah dikatain mayat hidup sama temen2, tapi bukan artinya kulit Author sepucat itu ya hehe ^^d)
'Ayolah, Sai kau harus bisa. Minimal dekati dia dulu saja'
"Mendekat?"
'Iya, get this girl'
Aku melangkah ke belakang untuk mendekatinya. Aku belum berani menatapnya. Jadi, aku berpura-pura melihat mading yang ada disitu. Sesekali aku meliriknya. Aku pikir ini saat yang tepat.
"Um, hai. Kamu anak baru ya?"
Aku akui ini sulit dan ..aku gugup sekali
"Iya" jawabnya singkat.
"Boleh kenalan gak, aku Sai" timpalku sambil tersenyum kepadanya
"Aku Ino" ujarnya.
Well, well, well. This is the first time I'm shaking my hand with a girl ! I can't believe this!
"Yaudah, aku kesana dulu ya!" kataku sambil menjauh darinya.
'Kau berhasil! Kau pasti senang kan'
"Tidak, aku biasa-biasa saja"
'Tapi, kau hebat, Sai'
Bel pulang. Inilah hal yang paling ditunggu semua murid, begitu juga aku.
Sesampai di rumah, aku berganti baju. Aku melihat tubuhku yang kurus dan berwarna abnormal ini dengan sedikit ngeri. Aku bingung, aku sendiri takut melihat tubuhku sendiri.
Saat aku keluar dari kamar ku, aku menemukan hal yang tidak biasanya aku temukan…
FINNNNNNNNNNNNNN
Hmm….penasaran gak? Tunggu aja chapter selanjutnya!ok ^^d.
Author : "Gimana? Enak gak jadi gua?"
Sai : "Sengsara banget gue"
Author : "Insyaflah waaahai Sai. Jangan suka ngatain orang. Baru tau rasa kan?"
Sai : "Bodo"
Author : "Doraka maneh ka aing sia!" (Durhaka lo sama gua)
Sai : *menghujam Author sampe Author tepar*
Baik ditunggu ya chapter 3nya
Mata nee~
