Title :: Are You... Serious?

Genre :: Romance/Friendship

Rating :: T

Cast ::

Wu Fan aka Kris,

Huang Zitao aka Tao,

And other EXO-K's members.

Pairing(s) : RisTao/Taoris slight BaekYeol.

Warning : AU, OOC, Yaoi, Shonen-ai, BL, BoyxBoy, Typo(s), Gaje, Don't like? Don't read.

Disclaimer : They belong to themselves, SMent, and God. The script is belong to me.

Summary : Tao sangat suka menggoda Kris yang notabenenya seseorang yang paling disegani. Bagaimana jika Kris mengangap semua itu serius?

RnR please.

Last word, happy reading~


Author's POV

"Gege!" Seru Tao saat ia berhasil menyusul Kris yang sedang berjalan melewati di koridor sekolah mereka.

"Emm..." Jawab Kris datar—seperti biasanya.

"Gege bagaimana kabarmu? Apa kau sudah sarapan?" Tanya Tao perhatian.

"Bukan urusanmu." Jawab Kris sambil memandang lurus ke depan.

"Hahaha, selalu saja seperti itu. Kau malah terlihat semakin tampan." Sindir Tao sambil menyenggol pundak Kris yang sedikit lebih tinggi darinya.

Kris hanya tersenyum tipis, sangat tipis bahkan mungkin tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Tapi Tao menyadari itu, dan ia terlihat sangat senang.

"Gege, soal kejadian semalam, maaf ya." Kata Tao enteng minus rasa bersalah.

"Emm..." Jawab Kris seadanya.

"Oh ya, Gege, flashdisk-mu ada denganku. Aku kemarin meminjamnya." Tao pun mengeluarkan sebuah flashdisk berwarna hitam dari kantungnya.

"Sejak kapan flashdisk-ku ada denganmu? Cepat kembalikan!" Seru Kris sambil berusaha merebut flashdisk-nya kembali.

"Eh, aku pinjam sebentar soalnya flashdisk-ku kemarin masuk mesin cuci." Tao berusaha menyembunyikan flashdisk milik Kris di balik tubuhnya.

"Aku tidak peduli, sekarang cepat kembalikan." Kris pun berusaha menarik tangan Tao dengan sedikit kasar.

"Ayolah, gege, aku mohon." Tao pun mengeluarkan senjata mautnya, yaitu puppy eyes plus buing-buing combo.

"Baiklah, tapi aku akan mengambilnya saat istirahat nanti." Jawab Kris yang sudah tidak tahan melihat wajah Tao.

"Kyaaa, gege baik sekali, gamsahamnida." Tao pun memeluk tangan kanan Kris dengan semangat.

"Ish, lepaskan." Kris pun melepaskan pelukan Tao dengan sedikit kasar.

Mereka pun terus berjalan dalam keheninggan. Sementara itu, banyak siswa dan siswi yang memperhatikan Kris dan Tao yang sedang berjalan. Mulai dari fans-fans Kris sampai orang-orang yang membencinya karena sikap Kris yang acuh tak acuh itu. Tapi mereka tidak berani mendekati Kris seperti yang Tao lakukan, karena dengan tatapannya saja Kris dapat membuat mental mereka menjadi ciut seketika. Entah apa yang dimakan oleh Tao sampai-sampai ia tidak pernah mempan dengan tatapan mengerikan Kris itu.

.

.

.

"Hooaaaam, pelajaran apa itu tadi, membosankan sekali!" Seru Tao saat lonceng instirahat baru saja berbunyi.

"Mana mungkin kau tahu, kau tidur sepanjang pelajaran." Jawab namja lain yang duduk di sebelahnya.

"Baekhyun-hyung, kau hari ini membawa bekal apa?" Tanya Tao sambil mengeluarkan kotak makanannya.

"Nugget dan sosis goreng!" Seru namja bernama Baekhyun itu dengan bangga.

"Aku membawa onigiri dan kimchi." Tao pun memperlihatkan bekalnya pada Baekhyun.

"Okay, apa kita harus melakukan itu sekarang?" Ujar Baekhyun sambil menatap wajah Tao dengan serius.

"Tentu saja..."

KREETEK! KREETEK!

Tao mereganggkan kepala dan juga jari-jarinya sampai terdengar bunyi yang sangat mengerikan. Tapi sebenarnya itu tidak sakit sama sekali.

"Kau siap?" Tanya Baekhyun.

"Oke!" Seru Tao.

"GUNTING! BATU! KERTAS!"

"Hore! Aku menang!" Seru Tao saat ia melihat tangan Baekhyun membentuk kertas dan tangannya membentuk gunting.

"Sekarang berikan bekalmu padaku!" Kata Tao dengan nada kemenangan.

Baekhyun memberikannya dengan berat hati. Ditambah lagi ia menatap Tao dengan puppy eyes-nya.

"Baiklah, karena hari ini aku sedang berbaik hati, kau tidak usah memberiku bekalmu itu. Tapi sebagai gantinya suapi aku sampai bekalku habis, bagaimana?" Jelas Tao.

"Oke, gamsahamnida Tao!" Seru Baekhyun sambil mulai menyuapi Tao dengan kimchi yang ada di dalam kotak makanan milik Tao.

Sementara itu, seorang namja bertubuh tinggi sedang berjalan menuju kelas Tao. Dari kejauhan ia terlihat tidak memasang eksperesi apapun. Di tambah dengan beberapa siswi yang melihatnya dengan tatapan kagum saat ia lewat, namja itu sudah seperti seorang pengeran yang hendak datang untuk coretmenjitakcoret menjemput putri impiannya.

Ya, namja itu adalah Kris. Ia ingin mengambil flashdisk-nya yang 'dipinjam' oleh Tao. Apa jika mengambil tanpa ijin itu bisa dikategorikan meminjam? Kalo bisa berarti iya.

Kris masuk ke dalam kelas Tao dan dengan segera mulai mencarinya.

"Tao. Tepati janjimu." Kata Kris dengan sangat dingin.

"Umm? Uh! Iya!" Jawab Tao dengan kimchi yang masih ada di dalam mulutnya. Ia mengorek-ngorek saku bajunya dan segera memberikan flashdisk milik Kris.

Kris mengambil flashdisk itu dengan santai, tapi kemudian pandangannya tertuju pada namja lain yang sedang memegang sumpit dan menatap Kris dengan senyuman manis.

"Apa yang...?" Tanya Kris dengan ragu.

"Oh! Baekhyun sedang menyuapiku dengan kimchi. Kau mau?" Tanya Tao sambil menyodorkan kotak makannya ke arah Kris.

Kris tidak menjawab. Ia menatap Tao dengan sangat dalam. Bagiamana mungkin ia bisa melakukan ini? Saling bersuap-suapan dengan orang lain sementara kemarin mereka baru saja... berciuman.

"Kalau kau memaksa, apa boleh buat?" Kris pun langsung duduk di kursi yang ada di sebelah Tao.

"Siapa yang memaksamu?" Tanya Tao bingung.

"Sini, berikan kimchi-nya." Kris mengambil kimchi yang ada di dalam kotak makanan Tao dengan cepat.

Kris mulai melahap kimchi tersebut dengan perlahan. Matanya tertuju pada Baekhyun yang mulai menyuapi Tao dengan kimchi lagi. Berani-beraninya namja ini mengganggu Tao-nya.

"Tao, buka mulutmu, aaaa..." Kata Baekhyun seraya mengarahkan sumpitnya ke mulut Tao.

"Hap!" Tao menyambut kimchi itu dengan semangat bagaikan anak kecil yang sangat bahagia.

Sementara itu, aura tidak nyaman mulai keluar dari tubuh Kris. Ia menyipitkan matanya saat melihat ekspresi Tao saat menyambut suapan namja bernama Baekhyun itu. Semudah itukah Tao mengkhianatinya? Eh, mengkhianatinya?

"Sini, biar aku yang suapi." Kris merebut kotak makan Tao berserta sumpitnya dari tangan Baekhyun dengan cara yang halus.

"Eh? Apa yang kau lakukan? Baekhyun masih harus dihukum." Jawab Tao dengan kimchi yang masih tersisa di mulutnya. Ia berbicara dengan pipi yang menggembung, membuat Kris ingin menjadikan Tao kimchi untuk makan siangnya.

"Kau ini, seenaknya pada teman sendiri, kau pikir ia itu baby sitter? Cepat buka mulutmu." Omel Kris seraya mengarahkan sumpitnya ke mulut Tao.

"Aku tidak mau, huh." Tao memalingkan wajahnya.

"Kau ini cerewet sekali, ayo makan." Protes Kris sambil tetap memegang kimchinya dengan sumpit.

"Hehehe, Tao, karena Kris-sunbae ingin menyuapimu, aku pergi dulu ya." Baekhyun pun tersenyum lebar dan cepat berlari ke luar kelas sebelum Tao menahannya dan memberikannya hukuman yang lain.

"Eh, kau mau pergi kemana?" Tao berusaha menahan Baekhyun, namun kini ia sudah menghilang dari pandangan Tao.

"Ini semua karena, gege. Gege menyebalkan." Tao menggembungkan pipinya dan menatap kesal kearah Kris.

"Terserah saja, sekarang buka mulutmu." Kris masih setia memegang kimchi di tangannya.

"Hap!" Tao menyambut kimchi itu dengan wajah yang cemberut. Ia mengunyahnya dengan kesal, namun ia juga terlihat semakin menggemaskan. Membuat Kris tersenyum tipis tanpa ia sadari.

"Apanya yang lucu?" Tanya Tao.

"Apa?" Jawab Kris.

"Kau tersenyum."

"Tidak."

"Iya."

"Tidak."

"Iya."

"Tidak. Buka mulutmu lagi."

"Hap!"

Dan begitulah, selama jam istirahat pertama, Kris menghabiskan waktunya di kelas Tao seraya menyuapi Tao dengan bekalnya. Terkadang mereka berdua berdebat tentang hal-hal kecil, tapi itu semua segera berakhir. Kris bahkan lupa untuk membuka gedung perpustakaan hari ini, tapi itu bukan masalah, karena ia tahu hanya satu orang yang selalu rutin mengunjungi perpustakaan, dan orang itu kini sedang mengunyah kimchi yang baru saja Kris suapkan.

.

.

.

"Aw! Pelan-pelan hyung!" Seru Tao pada Baekhyun.

"Sudah, jangan banyak bergerak." Ujar Baekhyun dengan tenang.

"Hyung, gendong aku, aku benar-benar tidak bisa berjalan." Tao menatap Baekhyun dengan puppy eyes-nya.

"Baiklah, naik ke punggungku sekarang." Baekhyun membungkukan tubuhnya dan membiarkan Tao naik keatasnya.

"Kau ini berat sekali." Gerutu Baekhyun.

"Hehehe, mianhae hyung." Tao tekekeh kecil sebelum Baekhyun mulai berjalan kembali.

Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa sekarang Baekhyun sedang menggendong Tao seperti ini. Ini karena kejadian saat jam istirahat kedua tadi, saat Tao berusaha mengerjai Baekhyun dengan mengirimi surat cinta untuk Chanyeol, siswa kelas lain yang disukai oleh Baekhyun. Tapi saat Tao sedang berlari dari kejaran Baekhyun, ia malah terpeleset dan lututnya membentur beton hingga lututnya memar. Dan akhirnya, sekarang Tao harus pulang sambil di gendong oleh Baekhyun.

"Makanya, kau jangan mencoba mengerjaiku, lihat sendirikan, kau malah kena batunya." Sindir Baekhyun seraya menopang berat tubuh Tao yang ternyata lebih berat dari pada kelihatannya.

"Sudah, jangan bicarakan itu lagi." Ujar Tao dengan sebal.

Mereka terus berjalan menyusuri jalan. Mereka hampir saja sampai di pintu gerbang sekolah, namun wajah Baekhyun sudah terlihat sangat kelelahan.

Sementara itu, dari kejauhan sepasang mata elang tengah memperhatikan Baekhyun dan Tao. Orang itu menyipitkan matanya dan mulai berjalan mendekati mereka.

"Hey, Tao, kau kenapa?" Sebuah suara bariton membuat Tao dan Baekhyun menolehkan kepala mereka.

"Gege, kakiku terbentur beton, aku tidak bisa berjalan." Rengek Tao saat ia melihat siapa yang memanggilnya barusan.

"Annyeonghaseyo Kris-sshi." Sapa Baekhyun pada orang yang tidak lain adalah Kris.

Kris mendekati mereka berdua dan menatap mereka bergantian.

"Aku mau pulang bersama gege. Gege, gendong aku." Tao mem-pout-kan bibir plum-nya. Ia tahu Kris tidak akan mau mengantarnya pulang, ia hanya ingin menggodanya saja.

"Baekhyun-sshi, pulanglah, biar aku yang mengantar Tao." Ujar Kris datar.

"Hehehe, tidak usah, aku bisa mengantarkan Tao pul—"

Seketika ucapan Baekhyun terputus saat melihat Kris yang menatapnya dengan tatapan membunuh.

"Ba-baiklah..." Baekhyun pun menurunkan Tao dengan perlahan dan menuntun Tao pada Kris.

"Naiklah." Kris sedkit membungkukan dirinya agar Tao dapat naik.

"Hore! Digendong gege!" Seru Tao kekanakan.

"Baekhyun-hyung, aku pulang dulu, muah!" Tao pun memberikan Baekhyun flying kiss sebelum Kris mulai berjalan meninggalkan Baekhyun sendirian.

"Tsk! Jangan lakukan itu lagi." Ujar Kris sebal.

"Kenapa?" Tanya Tao bingung.

"Tidak, bukan apa-apa." Jawab Kris datar.

Kris menggendong tubuh Tao dengan santai. Tidak terlihat raut kelelahan atau pun kesulitan saat ia menggendong Tao. Tao juga merasa sedikit nyaman, punggung Kris lebih lebar dibanding punggung Baekhyun. Ia merasa lebih nyaman saat ia menyandarkan kepalanya disana.

.

Kris terus berjalan menuju tempat yang Tao beritahukan. Di sepanjang jalan, terkadang Tao dengan usil memainkan rambut Kris dengan jari-jarinya, mencubiti telinga Kris, dan hal-hal aneh lainnya. Tapi Kris tidak bereaksi apa pun ia hanya diam, dan kadang tersenyum sendiri saat Tao tidak melihatnya.

Tao berpikir, hari ini Kris sedikit berubah. Ia cukup perhatian padanya. Tidak, bisa dibilang sangat perhatian padanya. Dulu, Kris mau menjawab pertanyaannya saja pun Tao sudah merasa cukup beruntung, dan kini Kris sedang menggendongnya dan mengantarkannya pulang. Rasanya sebuah perubahan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan responnya dulu.

"Gege, kau hari ini baik sekali, ada apa?" Tanya Tao dengan nada lembut.

"Jadi sebelumnya aku ini orang jahat? Begitu?" Kris balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.

"Bukan begitu, hanya saja... Kau menjadi lebih perhatian. Ya, setidaknya begitu." Jelas Tao.

"Apa menyukainya?" Tanya Kris dengan senyuman tipis.

"Iya aku sangat menyukainya. Aku yakin, jika kau terbuka dengan semua orang dan mulai peduli dengan mereka, pasti banyak yang akan menyukaimu juga, terutama para yeoja." Kali ini Tao terlihat bersemangat.

"Aku tidak butuh itu. Aku sudah menyukai orang lain."

"Benarkah? Pasti yeoja itu sangat cantik? Iya kan?"

"Tidak, ia sangat jelek, dan juga mengerikan. Mirip sepertimu." Ujar Kris pelan.

"Huh." Tao memalingkan wajahnya dan terlihat menggembungkan pipinya.

"Didepan sana, pagar berwarna biru. Itu dia rumahku." Tao menunjuk sebuah rumah yang cukup mewah berpagar biru yang tidak begitu jauh dari mereka.

Kris terus berjalan hingga akhirnya mereka pun sampai. Tao turun dengan perlahan dari atas punggungg Kris.

"Gege, terima kasih sudah menolongku." Ujar Tao saat ia turun dari punggung Kris.

"Bukan masalah." Ujar Kris datar.

Cup...

Sebuah kecupan tipis mendarat di pipi Kris. Kris tersenyum tipis saat melihat orang yang baru saja memberikan kecupan itu tersenyum senang. Tao, orang yang memberikan kecupan itu masuk ke dalam pekarangan rumahnya dengan langah terseok-seok, namun senyuman di wajahnya tetap terus terpajang hingga sosoknya menghilang di balik pintu.

Kris meninggalkan rumah Tao dengan senyuman di wajahnya. Ia merasa sangat beruntung bertemu dengan Tao, mungkin sekarang ia tidak akan merasakan perasaan seperti ini jika ia tidak bertemu dengannya. Kris hanya berharap Tao juga akan merasakan hal yang sama nanti.

.

.

.

Tao menghempaskan tubuhnya di tempat tidur empuknya dengan perlahan. Lututnya masih sakit, jadi ia tidak ingin banyak bergerak. Ia menatap langit-langit kamarnya dengan seksama. Ia jadi teringat pembicaraannya dengan Kris tadi.

"Ia sudah punya seseorang yang ia sukai ya?" Ujar Tao dalam hatinya.

"Mungkin seharusnya aku tidak mengganggunya lagi, pasti itu hanya akan membuatnya kesulitan untuk mendekati yeoja itu." Tao menutup matanya dengan perlahan.

"Ya, sebaiknya aku bersikap seperti layaknya teman pada umumnya. Lagi pula, tujuan awalku memang ini, membuat Kris-ge merasa nyaman dan bisa terbuka dengan orang lain. Syukurlah jika ia sekarang dapat memikirkan orang lain selain dirinya sendiri."

Tao pun berdiri dan dengan perlahan berjalan menuju jendela kamarnya.

"Baiklah, mulai besok aku akan membantu Kris-ge mendapatkan yeoja itu." Ujar Tao sambil tersenyum lebar.

.

.

.


TBC

a/n : Annyeong ^^

Hehehe, akhirnya update deh...

Oh ya, karena banyak yang tanya, maka disini author akan tegaskan... Yang jadi seme adalah... Jeng! Jeng! Ya Kris dong. Secara Kris udah nodong author pake golok... #plak

Gak, serius deh, emangnya gaya Kris sebelumnya uke banget ya? =.= Sorry deh, tapi beneran, Kris disini yang jadi seme, soalnya author seneng kalo ngelihat Tao di uke in Kris... #kabur

Hehehe, terus apa ini chap memuaskan? Semoga iya deh, dan juga chap depan adalah chap ending, jadi tungguin ya... ^.^v

Dan juga, special thanks to (maaf ya, kalo ada penname yang salah ^^v) :

ceicoung, Xiao Mey, ru-ie, wu zi tao, chikakyumin, aniyoong, JennyChan,

PrinceTae, YiFanatic, desi2121, Zhii, MyNENG'phantom, ICE14, myjongie, TaoRis Shipper,

WuFanTao, aiuu. dfreaky, NicKyun, Shin Min Hwa, devinatan98, Qhia503, BaekRen,

Kan Rin Rin. Chen Min, Jin Ki Tao, Time to argha, wkytaoris ALL, mizu aleynn, & Volum48...

Mianhae ya, kali ini author gak bisa balas reviewnya satu-satu. Tapi author baca semua kok, dan author sangat berterima kasih atas semua reviewnya. Sekali lagi maaf ya...

Oke deh, yang terakhir, mohon reviewnya, please don't be silent reader... (^/\^)