Chapter 2

Kyu aka Marc POV

TIDAAAKK!

"Kyu-ah~ Gwenchanha?"

"Ne? Noona...ini kau?"

"Tentu saja,babo!"

Syukurlah semua itu hanya mimpi. Mana mungkin keluargaku tega menyerahkanku pada makhluk NON-MANUSIA itu! Haisshh!

"Kyuhyun-ah~" Suara berat appa membuyarkan lamunanku.

"Ada apa?"

"Kami harus pergi sekarang... Jaga dirimu baik-baik! Kami mendoakanmu agar selalu bahagia,Kyu~" Pernyataan eomma ini membuatku berjengkit.

Baru kusadari aku berdiri di dek kapal pesiar mewah dan tiba-tiba keluargaku sudah tidak ada dihadapanku,melainkan berjalan menjauhi pelabuhan!

"APPA! EOMMA! NOONA!"

Tiba-tiba,semua hal dihadapanku terkelupas begitu saja seperti cat pada tembok. Hanya hitam sekarang! Dan satu-satunya cahaya berasal dari seseorang yang berdiri beberapa meter dariku.

Dia membawa sabit besar berantai besar yang pegangannya dari kayu di tangan kirinya. Tangan kanannya memegang lentera antik yang mengeluarkan cahaya biru safir. Dia memakai jubah dari ujung kepala hingga ujung kakinya.

Tiba-tiba,aku merasa sangat ketakutan. Bukan,ini takut yang tidak sadar. Takut yang membuatku mengerti apa arti kata mengerikan sebenarnya.

"Welcome to Underworld,human boy"

DIA GRIMM RAPPER!

Kyu aka Marc POV End

Author POV

Bruukk!

"Ahh...awww...sakit"

Marcus mengelus-elus pantatnya yang dengan tidak elitnya baru saja mencium lantai.

'Mimpi dalam mimpi? Konyol! Tapi,dimana aku?'

Marcus mengamati sekelilingnya.

'Malangnya dirimu,Cho Kyuhyun! Ternyata ini bukan mimpi lagi! Dan sepertinya mulai sekarang aku harus membiasakan diri dengan nama Marc' Marcus menggerutu dalam hati meratapi nasib dirinya yang telah dijual ke kapal sialan –menurutnya- ini.

Marcus mengamati sekelilingnya. Ia berada di sebuah kamar, kamar antik-menurutnya. Cukup sedrhana karena hanya ada sebuah ranjang berkelambu hitam, nakas di samping kiri ranjang dan sebuah lemari yang masih kosong di hadapan ranjang, dan di samping lemari, atau tepatnya berhadapan dengan nakas, terdapat pintu yang Marcus yakini merupakan kamar mandi –menurut baunya-. Di kamar tersebut juga terdapat sebuah kursi goyang yang berada di samping jendela yang lumayan besar. Semua perabotan itu pun terbuat dari kayu –kayu jati kalau menurut Marcus- dan setiap sisi samping semua perabotan terdapat ukiran-ukiran yang berbeda-beda.

Marcus berjalan ke pintu keluar yang tepat berhadapan dengan kursi goyang. Udara segar bercampur bau asin pun langsung menyergap indera penciumannya. Bau khas air laut. Bau yang Marcus suka...dulu. Mengingat sekarang ia terjebak di tempat antah berantah, betapa pun sukanya marcus pada laut tidak akan bisa mengalahkan rasa bencinya yang sedang membara.

Marcus berjalan menuju buritan. Sinar matahari panas yang menyerang kulitnya pun menandakan bahwa ini sudah siang. Sekitar pukul setengah 1 sampai pukul 2. Tanpa disadarinya, seseorang berjalan kearahnya dan memeluknya dari belakang. Mendekap Marcus erat-erat. Marcus yang kaget pun memberontak tapi apa daya, dia kalah kuat. Orang itu pun mengecup pundak Marcus yang membuat Marcus merinding sampai khayangan *?!*

'APA YANG DIA LAKUKAAANNNNN?!'

"Baby~ Kau sudah bangun, hmm? Apa tidurmu nyenyak?" Orang itu –yang diyakini Marc adalah pria dari suaranya yang berat- berbisik tepat di telinga Marcus sembari meniupi daun telinganya yang membuat dirinya merinding tujuh keliling *?!*

"..."

Tidak ada balasan dari Marcus membuat pria tersebut melepaskan dekapannya.

"Marc? Kau tidak apa?"

"Bagaimana bisa kau mengatakan tidak apa?! Kau baru menciumku!"

"Hanya di pundak kok... Atau kau mau di bibir saja?" Pria itu tersenyum menyeringai. Marc hanya diam tak berkutik,malu!

'Aku, pria tertampan sejagad yang telah menaklukkan puluhan gadis malah berbalik sekarang aku yang ditaklukkan!' batin Marc berkecambuk.

"Aku tidak yakin apa yang kau katakan benar. Maksudku, apa para wanita mau punya kekasih yang lebih cantik & menggemaskan dari mereka? Ayolah! Immposible!"

'Apa yang dia katakan? Darimana dia tau isi pikiranku? Kemarahanku benar benar memuncak!'

"Hei! Dengar Mr. Whatever Who You Are! Aku ini pria straight! Seandainya menyukai sesama pria pun pasti aku seme-nya! Aku ultimate top gentle man!"

"Ya,ya,ya...terserah. Dibandingkan kami kau bukanlah apa-apa! Mr. Whatever Who You Are? Aku belum memperkenalkan diri ya? Namaku Bryan"

"Aku tidak tanya"

"Persis seperti yang dikatakan Tuan Casey,kau memang menyebalkan"

"Ap- hey! Darimana kau tau Casey?" Marcus ingat benar Casey, pria cantik berambut hitam legam yang cukup panjang dengan seringaian yang bahkan mengalahkan Marcus. Maksudku, ayolah! Kalian tau kan 'Evil Smirk' andalan Marcus Cho Kyuhyun! Itu pun sudah mengerikan, tapi ini lebih mngerikan!

"Siapa yang tidak tau? Dia salah satu kapten kapal ini"

"Salah satu? Berapa kapten kapal ini?"

"Hanya dua,Tuan Casey dan Tuan Dennis"

"Lalu kau ini siapa dan apa?"

"Ck! Sudah kukatakan,namaku Bryan. Aku iblis dan aku mengatur keuangan disini"

Mataku terbelalak. Jadi aku tengah berbincang dengan iblis? Oke, aku sudah menduga dia iblis dari cara bicaranya yang angkuh dan gayanya yang sok berkuasa, tapi iblis dalam artian konotatif! Ternyata malah iblis 100% real! Apa salahku di masa laluuuu? Pantas saja dia bisa membaca pikiranku.

"Tidak semua iblis bisa membaca pikiran. Setiap iblis punya kemampuan khusus tersendiri"

Uppss... Sepertinya aku harus menjaga pikiranku jika berada di dekatnya.

"Sepertinya begitu"

'Sial!'

Marcus pun dengan sebalnya meninggalkan Bryan sendirian disana.

'Menarik' batin Bryan sambil menyeringai. Saat Marcus sudah tak nampak di penglihatan, sepasang sayap berwarna hitam legam muncul dibalik punggungnya. Sayap agung bangsa iblis! Sayap itu bergerak membungkus tubuh bryan erat-erat dan... Bryan pun menghilang.

*OoO*

Marcus POV

BRAAKKK!

Aku menutup pintu keras-keras. Dasar iblis! Benar-benar menyebalkan! Membaca pikiran sembarangan. Entah kenapa, aku yang biasanya tidak mudah terpancing emosi benar-benar kesal dengan Bryan yang menurutku hanya memperdebatkan hal yang kuakui, tidak begitu serius. Kapal ini benar-benar mempengaruhi diriku.

Aku perlu menyusun rencana, yeah, rencana. Pada saat kapal ini berlabuh, aku akan menyelinap keluar dan menghilang dikerumunan orang. Jadi, walaupun mereka bisa menemukanku, akan ada banyak orang disekitarku yang dapat menolong. Pertanyaannya, KAPAN KAPAL INI BERLABUH?! AKU SAMA SEKALI TIDAK MELIHAT DARATAN SAAT DILUAR!

"Ada apa, honey pie? Kau terlihat kesal"

Kubalikkan badanku secepat kilat. OH EM JI! Kini seseorang telah duduk di kursi goyang yang kuyakini sedetik yang lalu masih kosong! Darimana datangnya?

"Sssiapa kau?" Suaraku bergetar. Aku harus waspada pada pemuda satu ini juga. Hey! Aku mengenal wajahnya yang semanis kelinci... Aish, tapi aku melupakan namanya! Dia namja berwajah cute yang berbahaya!

"Kau melupakanku, manis? Kita semalam bertemu loh.. Masa kau melupakanku, mendengarnya hatiku terluka... Hiks, hiks" Sekarang dia mulai menangis, mengeluarkan air mata buayanya! Aku tidak akan tertipu!

"Ingat namamu atau tidak itu tidak penting buatku. Cih! Berhenti mengeluarkan air mata buayamu itu! Itu tidak mempan padaku" Dalam sekejap, lelaki itu berhenti menangis dan sekarang telah memasang seringaian mengerikan yang menurutku tidak cocok dengan wajah manisnya itu.

"Benarkah? Kalau begitu biarkan aku memperkenalkan diri. Vincent, Yang Mulia" Dia memperkenalkan diri sambil mengecup punggung tanganku seperti pangeran pada tuan putri. Tunggu, sepertinya semua orang yang kutemui disini menganggapku wanita?!

"Aku tidak tanya" Tunggu, sepertinya aku pernah mengatakan kalimat ini sebelumya.

"Kau mengesankan. Tidak ada yang berani berkata seperti itu padaku sebelumnya"

"Sekarang pasti ada dan itu pasti aku. Dan jika kau berkenan silahkan pergi, tinggalkan aku sendiri" Aku merasakan bahaya jika terus-terusan berada di dekatnya.

"Tentu, segalanya untuk tuan putri" Dia membungkukkan badannya dan pergi melewatiku.

"Satu hal lagi, jangan lupakan kalau aku vampir... Yang Mulia" Dia berbisik di telingaku. Bulu romaku berdiri seketika.

"Hei! Jangan lupa tutu-" Kemana perginya? Aku bahkan tak mendengar suara terbukanya pintu!

*OoO*

Aku membuka mataku. Tidur beberapa jam membuat pikiranku segar dan aku sadar sekarang aku benar-benar dijual. Tapi... Kenapa badanku sulit bergerak? Aku merasakan tatapan intimidasi dari kursi goyang. BINGO! Seseorang duduk dengan angkuhnya di kursi itu. Aku mengenalinya. Dia Casey!

Aku serasa terlempar ke masa lalu. Bayangan masa laluku melintas begitu saja di depan mataku. Tubuhku kaku dan mengeluarkan keringat dingin. Jantungku berdebar-debar dan aku pun kesulitan bernafas.

"Casey! Hentikan! Kau membunuhnya!"

Kudengar sebuah suara menginterupsi. Dia mengenakan pakaian serba putih dan wajahnya manis dengan rambut coklat kepirangan. Setelah itu-

Gelap.

TBC or End?

I'm baaaaccckkk! *tereak tanpa dosa* #LemparPanci

Huwee..mianhae lanjutannya jelek, ide putus ditengah jalan -,,- Update kelamaan ya? Hahahaha *reader: watados banget nih author* Mianhamnida, reader-nim...jeongmal mianhae buat segalanya *bow* Saya sibuk dua bulan ini dari acara anniv sekolah, pertukaran pelajar, study tour, ulangan pasca study tour, bikin laporan study tour, UTS pula*curcol* Alhamdulillah, nilai UTS masih enak diliat, hahaha *readers: gak tanya -..-*

Mian juga, komen kalian gak aku jawab, males ngetiknya, pegel *bakar author* Yang jelas, semua komen, kritik dan saran kalian membantu banget. Gamsahae *bow

So, review?

Annyeong~ *tebar kembang tujuh rupa*