Tittle : Diary For Donghae ( twoshoot )

Author : Lee Suhae

Main Cast : Lee Donghae

Lee Hyukjae

Leeteuk

Main Pair : EunHae ! Hae!Uke , Hyuk!Seme

Genre : Sad/hurt, Romance , boyxboy

Rated : K

(Sequel Say Good Bye Publish ::infoo::)

Buat oppadeul yang lagi konser di Brazil , Good Bless You all , good Luck !

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Sebelumnya ,

Eunhyuk berusaha diam , membaca setiap kata yang tertuliskan di lembaran kertas itu .

" ahhh, aku lega , akhirnya aku bisa mengutarakan perasaanku . Diterima pula ! Thanks to God, "

" First Kiss ! "

" Donghae, saranghaeyo "

" Would yo marry me ?"

" namanya Donghae dan mereka mau menikah ", ucapnya .

Eunhyuk terus membuka halaman buku itu . Sedikit aneh memang, saat ia membaca tulisan itu . Ada dua gaya penulisan . Yang ia yakini itu bukan hanya Kibum saja yang menulis .

Hingga matanya membulat saat membaca halaman akhir buku itu .

" Dia meninggal , tepat di depan mataku , ia pergi untuk selama-selamanya , meninggalkanku sendiri disini , di taman ini .

Bumiie , apa ini hanya lelucon Tuhan ? Kau masih hidupkan ? Kejadian itu pasti hanya mimpi burukku ! AKU YAKIN ITU !

Cepatlah datang , aku sudah merasa bosan bila setiap hari harus terus menunggumu , tapi kau tak datang juga .

Bumiie , kau pasti akan datang kan ? Janji ya ? Aku percaya !"

" A-APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KIBUMKU ! "

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::

Ini adalah hari ketujuh Eunhyuk untuk terus datang ke taman disela-sela istirahatnya dalam hiruk pikuk dunia ke artisannya . Sejak insiden itu, Eunhyuk semakin penasaran dengan sosok Lee Donghae . Karna keingin tahuannya yang sangat besar, kini ia sudah berada di taman , dimana tempat ini adalah tempat yang dihabiskan Donghae sepanjang hari .

Eunhyuk berdiri tak terlalu jauh dari Donghae yang tengah tersenyum dengan air mata yang berlinang . Apa tangisan itu tangisan bahagia atau sebaliknya ? Itulah yang terus ada dipikiran Eunhyuk sedari dua jam yang lalu .

' Bumiie, apa kau tahu ini hari jadi kita ? yang ke 7 tahun ? Sangat lama ya ? Hmh , tapi sampai kapan aku harus menunggumu disini ? '

Donghae menuliskan kata-kata itu diiringi oleh isak tangisnya . Memilukan memang ? Itupun yang tengah dirasakan oleh Leeteuk yang kini datang menghampirinya .

" Hae, mau ini ?", tawar Leeteuk . Donghae menggeleng dan terus melanjutkan aktivitasnya .

Leeteuk hanya pasrah. Lalu meletakkan sebungkus jeruk mandarin kesukaan Donghae disebelah duduknya .

Ia memandang sendu wajah Dongsaengnya , terlihat lebih kurus sekarang . Leeteuk mendongakkan wajahnya , menerawang jauh ke atas langit .

' Kibum , tolong buatlah Donghae sadar akan tidak adanya dirimu , aku sudah tak sanggup lagi melihatnya seperti ini '

Satu tetes air mata jatuh membasahi pipi Leeteuk . Ia tolehkan wajahnya. Ia sedih melihat Donghae tersenyum seperti itu . Senyum diatas air matanya . Air mata duka dan kepedihan ! Siapa yang tidak terluka melihat itu ?

' Hae Chagii , kau harus selalu mencintaiku eoh ? aku sangat mencintaimu '

" Nado Saranghae Bumiie ", balas Donghae saat ia selesai membaca tulisan kekasihnya itu . Dia tatap buku Diary itu dalam – dalam . Lalu ia memejamkan matanya . Ia menangis . Ia tutup buku itu dan ia bawa dalam dekapannya . Donghae ingat betul saat Kibum memintanya untuk menjadi kekasihnya . Masih jelas dalam ingatannya , ciuman pertama yang ia berikan untuk Kibumnya . Senyum manis Kibum , perhatian Kibum , sentuhan Kibum , tatapan hangat Kibum , dan pelukan yang slalu bisa membuatnya terasa tenang . Donghae masih mengingatnya .

" Bummiie, jeongmal bogoshipoyo , hhikkss , aku merindukanmu Bumiie , aku sangat merindukanmu "

Leeteuk dengan wajahnya yang basah akibat air matanya tak bisa melakukan apapun . Dia hanya diam melihat Dongsaengnya seperti itu . Tubunya terasa kaku untuk bergerak .

Donghae membuka matanya . Air mata terlihat begitu jelas dipelupuk matanya yang indah .

Dia tersenyum , " aku masih disini , menunggumu Bumiie ", satu kata itu membuat Leeteuk pergi dari tempat itu .

Dia tak tahan lagi dengan keadaan ini . Dia sudah tak sanggup melihat Donghaenya menderita batin seperti itu .

Dia terus berlari dengan air mata yang terus mengalir .

Donghae seakan tak memperdulikan hal itu , dia masih terus saja tersenyum dengan tangisannya . Dia hanya mencoba bertahan , dia yakin Kibumnya akan datang .

" Cepatlah datang Bumiie ", gumamnya pelan .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::

Leeteuk terus saja menangis tak jauh dari mobilnya . Dia memukul-mukul sebuah pohon tempatnya sekarang berada .

" Kibum , biarkan aku yang menggantikan posisimu , aku tak sanggup melihatnya seperti itu , aku tak sanggup ", lirih Leeteuk .

Leeteuk terduduk lemas di atas tanah , dia bingung , dia tak tahu harus berbuat apa saat ini . Dia terus menangis dengan menundukkan wajahnya .

" Tuhan, kenapa kau mengambil Kibum secepat ini , aku sungguh tak sanggup menjalani hari dengan melihat dia seperti itu Tuhan "

Leeteuk mendongakkan wajahnya saat seseorang mengelus pundaknya .

" Hyukjae ?", Leeteuk berucap tak percaya dengan sosok yang dihadapannya saat ini . Sosok itu tersenyum memamerkan senyum khas miliknya .

Siapa sih yang tak kenal Lee Hyukjae atau sering disapa Eunhyuk . Aktor, penyanyi dan juga seorang dancer professional . Mempunyai wajah tampan , tubuh putih dan juga memiliki postur tubuh yang ideal .

" Mianhaeyo mengganggu ", ujar Eunhyuk ramah . Leeteuk yang tersadar akan kondisinya saat ini langsung menghapus air matanya . Diapun berdiri dan membungkukkan tubuhnya .

" Annyeong , ada yang bisa saya bantu Hyukjae-ssi ? ", Tanya Leeteuk ramah . Ya, walau usia Eunhyuk labih muda darinya , dia tak pernah sungkan untuk berbicara segan terhadap siapapun .

Eunhyuk tersenyum kikuk , sambil menggaruk tengkuk lehernya , "tak perlu seformal itu , hheheh ", Leeteuk tersenyum melihat tingkah Eunhyuk yang begitu ramah . Kalau dibilang, Leeteuk sangat mengagumi sosok Eunhyuk . Baginya Eunhyuk adalah sosok artis yang hebat .

" apa kau sedang break atau free ?", Tanya Leeteuk . Kini mereka duduk dibangku taman yang tak jauh dari pohon tersebut .

Eunhyuk menggeleng , " aku kabur ", jawabnya santai .

" huh ? kau kabur ?", Leeteuk memandang tak percaya pada idolanya . Ternyata dia salah, dia tak seprofesional yang ia kira .

Eunhyuk tertawa , " ada alasan kenapa aku memilih kabur dari schedule ku ", ucap Eunhyuk . Leeteuk memandang Eunhyuk dengan seksama .

" Apa itu ?"

Eunhyuk mengambil selembar kertas dari saku jaketnya , lalu ia serahkan pada Leeteuk .

Dengan ragu-ragu Leeteuk membaca isi yang tertera dari selembar kertas itu . Dia terus membaca itu dengan ekspresi wajah terkejut .

" m-maksudnya apa ini ?", Tanya Leeteuk tanpa mengalihkan tatapannya dari kertas itu .

Eunhyuk berdehem , " itulah alasan ku kesini ", Leeteuk memandang tajam kea rah Eunhyuk meminta penjelasan lebih lanjut setelah mendengar pernyataan yang terlontar dari mulut Eunhyuk .

" Apa yang terjadi dengannya ? ", Tanya Eunhyuk pelan namun bisa didengar dengan jelas oleh Leeteuk .

Leeteuk mengalihkan pandangannya dari Eunhyuk dan kembali menatap kertas yang berada didalam genggamannya .

" Aku hanya ingin tahu, hm, lebih tepatnya hati ini , bisakah kau menjelaskannya kepadaku ?" , Eunhyuk menatap wajah Leeteuk yang tengah menunduk dalam . Air mata setetes demi setetes turun membasahi pipi mulus namja yang memiliki lesung pipi disamping Eunhyuk kini .

" Aku minta maaf sebelumnya , jika kau tak berniat memberitahukan-"

" Dia, dia mengalami depresi berat "

Leeteuk mengangkat wajahnya , lalu membawa matanya untuk memandang wajah Eunhyuk . Dia menjatuhkan air matanya lagi , lagi dan lagi .

" aku , aku sudah mencoba melakukan segala cara agar ia bisa sembuh , tapi hasilnya tak ada ", Leeteuk menggelengkan kepalanya , " aku lelah, aku sudah tak kuat lagi ", lanjutnya .

" Dia selalu menganggap kalau Kibumnya masih ada , padahal , dia adalah saksi mata dimana kecelakaan itu terjadi , tapi , hhikkkss, tapi dia seperti menutup matanya , dia , dia , mensugestikan sendiri dirinya bahwa apa yang ia lihat itu hanyalah ilusi "

Eunhyuk menggenggam erat tangan Leeteuk , mencoba memberi kekuatan walau itu tak mungkin .

" apa sudah di bawa ke psikiater ? ", Tanya Eunhyuk , Leeteuk mengarahkan tatapannya pada langit jauh sambil tangannya yang lain meremas kertas yang ia pegang .

" sudah aku coba untuk membujuknya , tapi dia bersikeras bahwa dia baik-baik saja ", Leeteuk memejamkan matanya , air matanya kembali jatuh , " aku tak bisa memaksanya bukan ? ", lanjutnya lagi .

Eunhyuk hanya diam , mencoba memahami apa yang kini tengah dirasakan oleh Leeteuk .

" Aku tak tahu , apa yang bisa aku lakukan saat ini , tapi bisakah aku mencobanya ?"

Leeteuk membuka matanya , dia menggeleng , " aku sudah mencobanya selama tiga bulan ini , hasilnya tak ada ", jawabnya .

" bila aku tak bisa membawanya ke psikiater , akulah yang akan menjadi psikiater untuknya dan dengan cara ku sendiri ", Eunhyuk tersenyum , membuat Leeteuk ikut tersenyum .

Sejauh ini, tak ada yang bisa mengajak Donghae berkomunikasi . Hanya buku diary itulah yang bisa membuatnya tertawa , tersenyum, sedih, dan menangis . Bahkan terkadang saat Leeteuk mengajak Donghae berbicara dengannya , Donghae sama sekali tak menanggapinya . Donghae menganggap semua yang ada disekitarnya hanyalah angin . Angin , yang akan datang dan pergi begitu saja . Beda dengan Kibum , baginya Kibum akan selalu ada untuknya . Disisinya , selamanya .

" For : My Endless Love ( Kim Kibum )

Bumiie, kau tahu ini sudah hari ke 95 , aku menunggumu ditaman ini . Tapi, kenapa sampai saat ini kau tak datang juga ? Aku sudah berusaha menelponmu , tapi ponselmu sama sekali tak bisa dihubungi . Aku bingung , Appa , Eomma , dan Sahee sudah tak ada di Korea , aku tak bisa menghubungi mereka , untuk menanyakan ' saat ini kau dimana ' ?

Oh Iya Bumiie, aku bermimpi setiap malam , mimpi yang selalu mengusik tidurku !

Aku mimpi kau kecelakaan , kau meninggal tepat dihadapan mataku . Tubuhmu , wajahmu , pakaianmu , semua bewarna merah pekat . Lalu sebelum kau menutup matamu , kau sempat mengasihkan aku sebuah cincin yang sangat indah . Kau juga berkata , walau tergagap , " Would You Marry Me ?"

Aku menangis dalam mimpi tersebut , bibirku terasa kelu untuk menjawab ' I do ' . Padahal itukan kata-kata yang sudah aku tunggu sejak lama . Mimpi itu terasa nayata untukku ! Mimpi , dimana aku datang ke pemakamanmu , membawakan seikat mawar putih kesukaanmu , aku bermimpi hal itu !

Sungguh aneh bukan ?

Dan asal kau tahu , sampai saat ini aku masih menunggumu di taman ini . Aku masih duduk setia disini . Dan juga , cincin yang sempat kau berikan kepadaku, belum aku pasang di jariku , cincin itu ku jadikan sebuah bandul kalungku . Aku tak mau menyematkannya sendiri ! Aku tak mau ! Karna aku percaya , aku akan datang ke taman ini , mengatakan kata ' Would you marry me ', lalu menyematkan cincin ini !

Ahh, cepatlah datang Bumiie … Seminggu lagi , hari jadi kita yang ke tujuh !

Senyum ku akan terlukis jika aku melihatmu, hanya melihatmu

Aku berharap surat ini akan sampai ditanganmu dengan cepat …

Saranghaeyo Kim Kibum

Your Love

Lee , oh bukan , Kim Donghae "

.

Surat itu , adalah surat untuk Kibum . KIbum yang telah tiada untuk selama-lamanya . Surat itu terselip di buku diary milik Kibum yang dibawa oleh Donghae .

Eunhyuklah yang menemukan surat itu, saat Donghae merampas buku diary itu dengan kasar dari tangan Eunhyuk yang berusaha membaca diary itu lebih lanjut .

Lee Suhae ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Seminggu kemudian ,

Pagi ini cukup mendung . Udara sangat dingin terasa . Terlihat namja manis tengah duduk dibangku taman seperti biasa yang ia lakukan setiap harinya . Hanya berbalutkan baju tidur yang kebesaran , karna baju tidur itu adalah milik kekasihnya .

" Bummie, kau tak datang lagi kan ! Tapi tak apa , aku masih menunggumu "

Donghae tersenyum sambil memandang wajah Kibum dalam foto yang sengaja ia bawa . Kibum tengah tersenyum sangat manis di foto itu . Hatinya terasa rindu melihat sosok itu secara langsung . Tentu saja , sudah lama bukan Donghae tak melihat Kibumnya ?

" Donghae –ah ", sapa seseorang lembut sambil mendudukan dirinya disamping Donghae . Donghae sepertinya tak mendengar atau sengaja menulikan telinganya saat mendengar suara yang masuk ke gendang telinganya .

" Bummie , aku masih disini , untuk setia menunggumu "

Eunhyuk dapat mendengar jelas gumaman kecil yang terlontar dari bibir Donghae . Eunhyuk sudah bertekad dalam hatinya , bahwa inilah saatnya ! Jika Leeteuk tak bisa , dia pasti bisa !

" HAH, APA YANG KAU LAKUKAN ! ", Teriak Donghae keras . Ia berdiri menatap tajam sosok namja dihadapannya kini .

" Kau , mau sampai kapan kau menyakiti dirimu sendiri eoh ? mau sampai kapan ? " Tanya Eunhyuk tak kalah kerasnya .

" KEMBALIKAN KIBUMKU ! KEMBALIKAN !", Donghae berusaha merampas diary yang berada di tangan Eunhyuk namun dengan cepat Eunhyuk mengalihkannya .

" huh ? Kibum ? Sadarlah ? Kibum sudah meninggal ! SUDAH MENINGGAL !"

Air mata Donghae terjatuh begitu saja . Hatinya terasa sakit saat mendengar kata-kata yang sering ia dengar .

Donghae tertawa , " hahaa, kau orang asing , darimana kau tahu Kibumku sudah meninggal ! Dia masih hidup !", balas Donghae tak mau kalah .

Eunhyuk membuka kasar diary milik Kibum , mengabaikan teriakan Donghae yang memintanya untuk tidak membuka buku diary itu .

" Lihat ! ini tulisanmu bukan ? kau yang mengatakan sendiri bahwa Kibum telah meninggal ! "

"Aniya , aku hanya bermimpi ! "

Eunhyuk memandang kesal ke arah Donghae , sungguh memuakan , pikirnya . Dia ingin mundur, namun hatinya berkata lain , dia ingin melihat Donghae tersenyum .Ia ingin melihat Donghae tertawa . Tapi, tanpa Kibum di ingatannya .

" Apa Kibum pernah datang menemuimu ? Apa Kibum ada menghubungimu ? Huh ? Apa ada ? Tak ada bukan? Karna Kibum sudah meninggal 3 bulan lalu !"

Donghae menggelengkan kepalanya , " Itu tidak mungkin , Kibum pasti kesini , dia sudah berjanji , hhikkss, dia pasti ke sini , hhiiikkssss ".

" Aku berkata jujur Hae , aku tak berbohong ! ", yakin Eunhyuk .

" Kau bohong, hhiikkss, kau bohong " , Donghae bersimpuh sambil memegangi kepalanya . Terasa sakit , saat mimpinya itu terlintas dikepalanya .

Eunhyuk menjatuhkan air mata , inilah hal yang ia benci dalam hidupnya . Menangisi hanya karna cinta . Tapi mau apa dikata , hatinya terasa sakit melihat Donghae begitu terlukanya . Bagaimana dia tahu ? Terlihat dengan jelas dari raut wajah sedih Donghae . Pucat , seperti mayat hidup .

Ia langkahkan kakinya menghampiri Donghae yang terus terduduk dengan kepala yang menunduk . Sebenarnya ia tak tega , namun ini demi kebaikan Donghae juga bukan ?

" aku tahu perasaanmu, Hae , aku tahu, tapi aku mohon dengan sangat , jangan sakiti dirimu terus menerus , kau tak lihat Leeteuk Hyung sangat mengkhawatirkanmu ? "

Eunhyuk membawa tubuh Donghae ke dalam pelukannya , " Bila Kibum tak bisa membuatmu tersenyum, bisakah kau tersenyum untuk dirimu sendiri ? "

Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Donghae . Dia sibuk menangis dengan ingatan-ingatan buruknya yang terjadi 3 bulan yang lalu .

Dia sengaja melupakannya , dia sengaja tidak mengingatnya .

Dia terlalu terluka dengan semuanya , Kibum sangat berarti untuknya .

Donghae terus menangis dalam dekapan hangat Eunhyuk . Eunhyuk mengusap lembut punggung Donghae .

" Kibum pasti akan sedih melihatmu seperti ini , kau harus ikhlas Hae, ikhlaskanlah dia "

Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan sepasang namja tengah berpelukan . Air mata terus saja mengalir membasahi pipinya . Namun tak bisa dipungkiri, hatinya sangat senang dan gembira saat ini .

" Jeongmal gomawoyo Eunhyuk-ah , gomawoyo "

Lee Suhae :::::::::::::::::::::::::::::::::::::

3 tahun kemudian ,

Bau khas tanah tercium sangat jelas , karna baru saja tanah ini diguyur oleh hujan deras . Hawa dingin terasa menusuk hingga ke tulang-tulang . Terlihat tiga orang tengah berjongkok menatap sebuh gundukan tanah yang terselimuti oleh rerumputan .

" Eomma, ini kubulan siapa ?", Tanya anak kecil berwajah tampan , berpipi chubby, bermata indah bulat kepada sosok namja manis yang mejadi tempat duduknya saat ini .

Namja manis itu tersenyum , " ini adalah tempat seseorang yang dulu pernah membuat Eomma sadar , bahwa setulusnya cinta tak akan pernah bisa terwujud ", jawab namja manis itu .

Anak kecil itu mengangguk paham . Padahal dia sama sekali tak mengerti dengan apa yang dibicarakan oleh Eommanya .

" Appa, ayo pulang, Eunhae lapal ", keluhnya pada sosok namja tampan yang berjongkok disamping tubuh sang Eomma .

Dia tersenyum , lalu mengangkat tubuh kecil anak lelakinya dari pangkuan sang Eomma , " Eunhae mau makan apa ?", Tanya sang Appa .

Eunhae berpikir , " emh, Eunhae mau makan masakan khas Kolea ! ", jawabnya mantap .

" Baiklah-baiklah ", tanggap sang Appa sambil menahan tawanya . Anaknya terlalu menggemaskan , " ku tunggu di mobil eoh ". Diapun menyempatkan diri mencium pucuk kepala istri namjanya .

Namja manis itu tersenyum , " Ne, aku hanya sebentar disini " , ucapnya pelan .

Namja manis itu menatap nisan yang berada di hadapannya . Dia elus nisan tersebut dengan sayang , " Bummie, mianhaeyo kalau aku baru bisa mengunjungimu sekarang , " ucapnya .

" Hmmm ", air matanya kembali jatuh , diapun menghapus air matanya dengan punggung tangannya .

Donghae , namja manis itu mengeluarkan sesuatu benda dari dalam tasnya . Dia taruh benda itu didepan nisan tersebut .

Donghae seakan susah untuk mengucapkan sesuatu kata , hanya sebuah senyuman tulus yang bisa ia gambarkan .

" aku harus pulang sekarang , aku janji aku akan kesini lagi nanti ,bersama Eunhae "

Donghae pergi melangkahkan kakinya , meninggalkan tempat peristirahatan Kibum yang tenang juga damai .

Angin berhembus cukup kencang , membuka lembaran-lembaran diary yang tadi Donghae taruh didepan nisan Kibum bersampingan dengan seikat mawar putih segar dan juga harum .

Hingga , angin itu berhenti berhembus dan membuat lembaran kertas yang dipenuhi oleh tulisan juga ikut berhenti .

Tepat pada akhir halaman ,

" Bumiie, ini adalah akhir penantianku ..

Terimakasih, atas semua yang telah kau berikan selama ini , aku tahu aku salah mengartikan semuanya saat kau pergi ..

Maaf , aku baru bisa mengunjungimu .. Setelah aku menikah dengan Eunhyuk , aku memutuskan pergi ke China , menyusul Teuki Hyung yang menikah dengan orang China yang tampan . Apa kau masih ingat dengan Hangeng Hyung ? Yah, akhirnya setelah lama berpisah , mereka bertemu lagi ..

Ternyata China tak seburuk yang ku pikirkan . Aku menetap disana , hingga melahirkan Eunhae . Buah cintaku dengan Eunhyukiie .

Dan sekarang , aku kembali ke tanah Korea ..

Sekarang umurnya baru menginjak satu tahun setengah . Dia orangnya pemikir , seperti mu . Dia juga tak suka apel, sama seperti mu . Dia orangnya keras kepala , kali ini dia mirip aku .

Tapi, disaat umurnya baru menginjak satu tahun , bakatnya sudah mulai terlihat . Dia suka menggoyangkan tubuhnya saat ia mendengarkan music . Yah, mirip seperti Appanya .

Kau tahu Eunhyukie , dia suami yang baik . Dia yang menyadarkanku bahwa sebenarnya mimpi yang ku alami itu adalah kenyataan pahit yang harus kuhadapi . Sungguh sakit Bummie, sakit .

Aku berusaha untuk melihat ke depan , mungkin aku mengalami masa buruk selama hampir 4 bulan lamanya . Tapi, saat ini aku mengerti bahwa selamanya cinta tak harus memiliki .

Aku cinta kepadamu, tapi itu dulu Bumiie . Mungkin kau akan terus melekat dihatiku , selamanya ..

Eunhyuki, akan selalu menjagaku dan melindungiku ..aku mencintainya dan terus mencintainya ..

Dia yang bisa membuatku tersenyum tulus bahagia setelah sekian lama aku tersenyum diatas kesedihanku ..

Dan cincin yang kau berikan terhadapku, aku jadikan bandul di kalung milik Eunhae ..

Eunhae juga anakmu , jadi tolong jaga dia dari sana …

Terimakasih sekali lagi ,

Diary ini ku tutup sampai disini ..

Aku mencintaimu , Saranghaeyo Kim Kibum ..

From : Your Love in Heaven

Lee Donghae

.

.

Sesosok namja tampan tengah terduduk disebuah bangku taman . Berbalut pakaian serba putih . Dia tersenyum sangat manis , menampilkan deretan gigi putih rapinya .

Dia menutup buku diary miliknya .

" Terimakasih kembali Hae, Nado saranghaeyo "

Angin berhembus pelan , mengiringi kepergian sosoknya dalam kabut embun pagi .

" Aku mencintaimu sampai kapanpun , saat ini , saat aku hidup bahkan nanti sampai aku mati , Lee Donghae kau adalah segalanya "

.

.

Lee Donghae :::::::::::::::::::::::::::::::: FIN :::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Apa chap ini membosankan ? tak baguskah ? Asal para readers tahu saja , saat aku menuliskan chap ini , aku menangis … T_T , aku tertawa saat aku menuliskan dialog untuk Eunhae …

Mohon review ne Chingu …

.

Yulika : ini sudah lanjutt …, gomawo ..

Cho Kyura : Yeah, aku kan Eunhae Shipper ! ini Cuma twosoot ajja …

Anonymouss : hmh, yeah , artis terkenal ..

Nnaglow : Yah Saengi , ini sudah lanjutt ..

Dekdes : sudah lanjut ..

Kitt : Yah, Hae sudah tersenyum lebar ..

Kim Haemi : Ini sudah lanjut …

.

Terimakasih untu para readers yang menyempatkan membaca ff ini ,,