*Maaf ya atas bu bu bu buaaaaanyyyyaaaaaaaaaknya typo di chap1. Aku akan berusaha memperbaikinya disini.

*terimakasih yang udah review dan banyak kasi masukan (cium tangan yg udh kasi review)

*ntar kasi lagi ya reviewnya *puppy eyes

Chapter2

Dua bulan berlalu, Sasuke yang sedang berada di ruang kerjanya mengerutkan dahi memaandangi laptop di depanya sambil mengetuk ngetuk bolpoin ke meja, Sasuke sedang kebingungan atas merosotnya pemasaran dan tidak validnya laporan yang diberikan kepadanya, perusahaan Uchiha sedang dilanda krisis, karena salah satu pabrik besar produksi mainan milik Uchiha yang ada di Ingris terbakar, tentu saja kerugian besarpun di dapat walaupun masih banyak cabang pabrik, namun yang terbakar adalah salah satu terbesar yang dimiliki oleh Uchiha, harus membayar dana kematian dan bela sungkawa terhadap keluarga pekerja yang meninggal saat bekerja, membayar administrasi pekerja yang terluka walau hanya setengah namun yang terluka ratusan orang. Sasuke mengurut urut kepalanya, ditambah laporan yang tidak sesuai yang ia terima.

"panggil Obito sekarang keruanganku!" Sasuke dengan nada sedikit kasar memberitahukan pada sekertarisnya untuk memanggil Obito kepala cabang yang masih bekerja di bawah Sasuke, walaupun masih satu Uchiha, jika sudah berani bermain kotor akan ditangani oleh Sasuke. Tak selang beberapa saat masuklah Obito kedalam ruangan Sasuke "kau kuturunkan jadi pegawai biasa,jangan banyak protes karena aku sudah menyelidikinya sejak sebulan yang lalu" Sasuke mengatakan penurunan jabatan Obito tanpa memandang wajah Obito sedikitpun, "tapi sasuke ak. . ."

"atau kau mau jadi pekerja?" Sasuke memotong ucapan Obito dan memandang wajah Obito dengan dingin, Obito hanya terdiam dan meninggalkan ruangan Sasuke. Jam 11.00pm Sasuke baru saja pulang, nampaklah Naruto yang tertidur dimeja makan, Sasuke meletakan tas maupun kerjanya di sofa melonggarkan dasinya dan duduk dimeja makan, menopang dagunya dengan sebelah tangan, dan sebelah tanganya lagi memegangi rambut Naruto.

"mmmmhhh. . . Sasuke?kau sudah pulang?" Naruto perlahan terbangun dan menggosok gosok matanya,sasuke segera mengambil sumpit dan memakan nasinya. "kau tidurlah kekamar, aku makan sendiri saja" Sasuke sebenarnya sudah makan dikantor, namun karena kelabakan Naruto tiba tiba terbangun sedangkan dia asik memeganggi rambut blonde yang lembut, jadilah sasuke mengambil tindakan cepat yaitu makan. Naruto menurut dan menaiki tangga untuk kekamarnya, Sasuke menarik nafas panjang dan meletakan nasinya lalu memasuki kamarnya yang memang dekat dengan dapur dan ruang tv.

Naruto sedang asik makan siang bersama kedua temanya Gaara maupun Kiba di cafeteria universitasnya, tanpa disangka ada beberapa orang mengenakan jas hitam, kacamata hitam, berdiri mengelilingi meja dimana Naruto berada.

"maaf, kami harus membawa paksa" salah satu dari mereka sudah mengangkat badan Naruto untuk berdiri.

"Huh? What the fuck are you doing! Lemme go !" Naruto berusaha meronta namun sia sia karena dengan cekatan orang orang serba berpakaian hitam tadi sudah sukses memasukan Naruto ke dalam mobil, sedangkan Gaara maupun Kiba yang sempat mencoba menolong Naruto hanya pasrah karena gagal. Bahkan tas Narutopun tak lupa dibawa oleh mereka, Naruto dibius dan ditutup matanya hingga sampai ke tempat tujuan. Jam 9 malam Sasuke sudah sampai dirumah Karen besoknya hari minggu, karena kebiasaan Sasuke maupun Naruto di sabtu malam ialah nonton bersama sambil minum minum hingga pagi. Biasanya si blonde akan berteriak member salam pada Sasuke sebelum Sasuke mengucapkan salam, namun saat Sasuke memasuki rumah, hanya hening bahkan lampu tidak menyala, Sasuke melepas sepatu dan menyalakan lampu, tak ada makanan di meja makan, " Naruto. . .Naruto. . .?" Sasuke menaiki tangga menuju ruangan Naruto, tak ada jawaban dari yang punya nama " Naruto? " Sasuke membuka pintu kamar Naruto menyalakan lampunya dan tampak kosong juga, Sasuke mengeluarkan hp dari saku celananya dan mencoba menelfon Naruto.

Tuuuuuuuuuuuutttt

Tuuuuuuuuuuuutttt

Tuuuuuuuuuuuuuttt

Nomer yang anda tuju . . . . . . Sasuke mematikan panggilan lalu mengetik sebuah pesan untuk si blonde menanyakan ia sedang dimana, Sasuke melepas kemeja yang dia kenakan dan merebahkan dirinya diranjang Naruto sambil terus mencoba menelfon. Satu jam kemudian Sasuke menarik nafas panjang dan lelah menghubungi Naruto yang tak diangkat " mungkin dia sedang bersama wanitanya " Sasuke menenggelamkan wajahnya ke bantal Naruto, menghirup aroma rambut Naruto yang sangat Sasuke sukai, Sasuke membalikkan badanya kembali, menarik selimut dan terciumlah bau khas Naruto yang sangat Sasuke kenal, seperti aroma orang tua, aroma pinus yang memang menjadi sabun mandi Naruto. Sasuke memejamkan matanya sambil masih menghirup aroma yang mengelilinginya, Sasuke memeluk selimut Naruto dan membayangkan bahwa itu adalah Naruto, Sasuke membuka ikat pinggangnya, memasukkan tangan kirinya kedalam celana, mengelus barangnya yang sudah mengeras dibawah sana, nafas sasuke makin tak beraturan dan masih memejamkan matanya membayangkan bahwa yang memegang juniornya yang terbangun adalah Naruto.

"hhhh.. Naruto uffhh. . " Sasuke mengeluarkan juniornya dan mengocoknya perlahan " . . . .to . . Naruto. . hhh. .hhhh. .huffhh. . " Sasuke makin lama makin menaikan kecepatan tanganya sambil tetap memeluk selimut Naruto.

" Naruto. . Naruto. . . aahhh. .hhh . .hh Naruto Naruto Naru . . .to!" keluarlah cairan putih kental dari junior sasuke yang baru saja di service oleh yang punya. Perlahan sasuke mengatur nafasnya kembali, mengambil tissue di meja yang berada di dekatnya, melap cairan yang ada di telapak tangan kirinya, Sasuke bangun dari tidur dan terduduk sambil memandangi tissue maupun celananya yang terbuak "apa apa'an kau Sasuke?" Sasuke berkata pada dirinya sendiri dan segera beranjak dari atas ranjang Naruto sambil tak lupa mengangkut selimut maupun seprei yang baru saja ia gunakan untuk alam bawah sadarnya ke cucian. Setelah berganti pakaian dan membuat kopi untuk dirinya sendiri sambil membaca Koran, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 12malam dan belum ada tanda tanda Naruto pulang, Sasuke melipat koranya dan menonton tv, waktu terus bejalan hingga jam 2pagi Naruto masih belum menampakan wajahnya, karena kesal Sasuke mengambil hpnya kembali dan mencoba menghubungi Naruto, bahkan Sasuke dengan wajah marahnya berdiri di depan gerbang rumahnya untuk siap siap memarahi si blonde kurang ajarnya ini. Namun hingga satu jam ditunggupun Naruto masih tidak muncul, "tch, setidaknya kalau menginap kabari dulu bodoh!" Sasuke memutuskan untuk masuk kedalam rumah kembali walaupun sasuke berencana tidur, hingga pagi datang burung berkicau Sasuke masih belum memejamkan matanya, "dobe ! jangan harap kau akan kumaafkan! " Sasuke geram bahkan saat hp Naruto sudah tak bisa dihubungi. Hingga malam kembali datang Naruto belum menampakan dirinya, Sasuke mulai kawatir akan keselamatan Naruto jika sudah seharian penuh tak pulang. Senin pagipun datang, sebelum Sasuke pulang berangkat ke kantor, Sasuke memutuskan untuk ke universitas dimana Naruto berada, " ohh, kalau kau mencari Naruto, kau bisa bertanya pada mereka berdua, mereka satu jurusan dengan Naruto " seorang wanita menunjuk dimana Gaara maupun Kiba sedang duduk berdua di bawah pohon, Sasuke segera menghampiri dimana Kiba dan Gaara berada " dimana Naruto?!" Sasuke bertanya dengan sangat tidak sopan dengan raut wajah kesalnya, Kiba dan Gaara serentak mendongak keatas dimana sumber suara berasal "teme! Harusnya kami yang bertanya dimana Naruto !? sabtu kemarin Naruto dibawa orang orangmu kan!" Kiba naik darah saat melihat penampilan Sasuke yang serba hitam dari jas, celana, dasi seperti penampilan beberapa orang yang menculik Naruto sabtu kemarin, Sasuke juga ikut terkejut mendengar perkataan Kiba, dengan cepat Sasuke melepaskan tangan Kiba an berlari menuju mobilnya, melajutakn mobilnya dengan kecepatan penuh menuju rumah utama keluarga Uchiha dimana ayah dan ibunya berada.

" Naruto. . .Naruto!" Sasuke berteriak dirumahnya sendiri tak peduli pelayan yang mencoba menenagkanya, Sasuke menaiki tangga untuk menemui Ibunya dikamar, "dimana Naruto?" Sasuke ngosngosan karena memang dengan rumah yang besar Sasuke harus berlari untuk menemui Ibunya, Mikoto uchiha hanya tersenyum saat melihat anak keduanya pulang " ayahmu membawanya kerumah disana " Sasuke tercekat DISANA NARUTO BERADA DISANA! Sasuke kembali berlari keluar dan mengendarai mobilnya secepat ia mampu untuk kerumah Uchiha satunya yang berada di kaki bukit dan tengah hutan. Rumah damai keluarga Uchiha karena memang jauh dari keramaian kota.

" selamat datang sasuke sama " ada beberapa maid dan satu kepala pelayan menyambut kedatangan Uchiha kedua ini, Sasuke mendekati Jugo nama kepala pelayan di rumah damai Uchiha ini " tuan besar ada diruang perpustakaan " Jugo membunkukkan badan mempersilakan tuanya lewat, Sasuke berlari menuju ruang perpustakaan dilantai dua BRAAAAKK Sasuke membuka pintu dengan kasar dan nampaklah kepala keluarga Uchiha sedang duduk sambil menghadap jendela, Sasuke mengatur nafasnya " dimana Naruto " Fukuga membalikan badan dan memandang Sasuke " Tuan, kekasih tuan muda tak ada di bagian barat " salah satu pengawal president Uchiha melapor tanpa menyadari ada Sasuke di depanya, Sasuke terkejut dan kembali berlari keluar rumah untuk mencari Naruto di hutan yang beberapa hektar dari rumah sudah dibeli oleh keluarga Uchiha.

" Naruto. . .! Naruto . . ! jawab aku Naruto. . " Sasuke terus berteriak sambil berlari menelusuri hutan, Sasuke tau akan mustahil menemukan Naruto sendiri di hutan seluas ini, bahkan bawahan ayahnya saja tak menemukanya disebelah barat, berarti masih ada tiga arah, Sasuke terus mencari dan mencari hingga duajam kemudian sasuke sudah ambruk kelelahan, " siaaaalll. . .dimana kau Naruto " Sasuke masih mencoba berdiri sambil memanggil nama Naruto dan berjalan pelan karena kakinya yang sedari tadi berlari mulai lelah, beberapa jam kembali berlalu, Sasuke sudah benar benar kelelahan hingga ditengah kesadaranya yang masih tersisa Sasuke menangkap ada sebuah telapak kaki tanpa mengenakan sepatu terlihat dari sebuah gua yang gelap, Sasuke mencoba kembali berdiri dan memberanikan diri mendekat, menyalakan ponselnya untuk penerangan dan terlihatlah manusia yang sedari tadi dicarinya tergeletak dengan penuh luka di tubu maupun wajahnya, Sasuke menjatuhkan ponselnya dan memeluk Naruto dengan kekuatanya yang tersisa " syukurlah. . . " Sasuke menggeret Naruto keluar dari gua agar dapat melihat dengan jelas luka luka Naruto, pertama yang dilakukan Sasuke mengecek detak jantungnya maupun nafasny, Sasuke menghela nafas lega karena jantung Naruto masih berdetak, tapi sasuke terkejut dengan wajah yang biasanya hangat dengan kulit tannya, kini pucat dengan bibir yang hampir membiru, Sasuke melepas kemejanya dan dipakaikan ke Naruto, lalu mencoba kembali dengan sisa kekuatanya membopong Naruto untuk keluar dari hutan. Sasuke hanya mampu membawa beberapa meter dan sudah ambruk kembali, "jikuso. . . ." Sasuke mengumpati dirinya sendiri yang sudah kehabisan tenaga, " Naruto. . .bertahanlah. ." Sasuke memeluk erat Naruto yang Nampak pucat " tooolooooooooooooonggggggg. . . ! siapapun tolooonnngggg ! aku disini. . . Jugggooooooo hoooooeeeeee aku disini ! " Sasuke berteriak sekuat tenaga " tolooong. .kumohon tolong dia. . " Sasuke berbisik lirih dan meneteskan air mata, Sasuke sudah sangat lelah dan tak mampu berteriak maupun berjalan, Sasuke hanya berkata lirih dengan air mata yang terus mengalir hingga membasahi wajah Naruto yang berada dipangkuanya.

Satu jam kemudian ada suara anjing menggonggong dari kejauhan, karena memang sudah tak sanggup berteriak Sasuke hanya diam dan menunggu, karena ia tau bahwa itu anjing pelacak milik keluarganya yang sudah dilatih sejak kecil untuk menemukan Dimana majikanya berada. Nampaklah beberapa orang dan lima anjing datang menemukan Sasuke dan Naruto berada, " Sasuke sama . ." juga yang merupakan kepala pelayan mencoba membantu Sasuke, namun Sasuke menolak dan memandang Jugo " selamatkan dia,kumohon " Jugo terkejut atas apa yang terjadi tuan mudanya Sasuke yang sangat dingin terhadap siapa saja kini bahkan memohon untuk seseorang, Jugo dengan sigap membopong tubuh Naruto dan dibawa ke tandu, Sasuke juga dibantu beberapa pengawal ayahnya.

.

.

.

bersambung