Title: Decision of Love
.
.
Cast : Huang Zi Tao (namja)
Wu Yi Fan/Kris (namja)
Byun Baekhyun (yeoja)
Kim Jongin (namja)
Park Chanyeol (namja)
Others
.
.
Genre : Romance/Drama, YAOI (KRISTAO), GS untuk Baekhyun
Warning : Aneh, gaje. Tao disini dibikin lebih tua dari Baekhyun. Baekhyun disini sebagai yeoja...so...if u don't like it...just don't read it...okay...! no bash, for everything!
.
.
SUMMARY
Kehidupan Tao yang penuh perjuangan, membuatnya menjadi sosok yang tegar dan mandiri. Disaat dia memperjuangkan cintanya, cinta yang lain datang menghampiri. Akankah cinta Tao bertahan selamanya? Percayalah bahwa 'cinta' tak pernah salah mengambil keputusan.
.
.
DISCLAIMER
Semua tokoh dalam fict ini punya Tuhan YME dan orang tuanya masing-masing. Ide cerita murni milik author. Baekhyun punyaku ^^.
.
NO COPAS
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
.
^^HAPPY READING ^^
.
.
.
Previous Chapter
"Dia meninggalkanku dan malah memilih lelaki brengsek itu."
"Perilakumu yang membuatnya menjauh darimu. Aku menyayangimu Kai. Aku tidak ingin kau seperti ini terus menerus. "
"Keluar!"
"..Kai!"
"Keluar dari ruanganku sekarang!"
...
"Baiklah. Sampai nanti...Kai"
BLAAM
Pintu besar berwarna coklat tua itu kini tertutup rapat. Meninggalkan seorang namja tampan yang mulai sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Apa rasa ini salah? Apa aku salah?"
Kai kini tampak memandangi selembar foto seorang namja. "Saranghae, jeongmal saranghaeyo...nae Zi Tao..."
.
Decision of Love
CHAPTER 3
.
.
.
TAO POV
.
Hari ini akhirnya aku bisa kencan dengan Kris gege-iyeeeeiii!! Setelah beberapa hari kemarin insiden sakitnya aku sehingga membuat kencan kami batal, sekarang akhirnya aku dapat pergi berdua dengannya. Untunglah setelah diperiksa dokter ternyata aku hanya kena anemia ringan. Aku lega. Aku takut jika aku sampai sakit parah. Bagaimana dengan Baekki ku?
.
.
"Oppaaa...oppa mau kemana?" terdengar langkah kaki yang melangkah mendekatiku. Aku membalikkan badanku yang sedari tadi sibuk mengatur rambutku.
.
"Hei sayang. Kau sudah bangun? Sudah gosok gigi, eoh?" aku segera mengangkat gadis mungil itu dan menggendongnya. Ya Tuhan, tubuh mungil ini mengapa sangat ringan.
.
"Oppa mau kemana? Baekki ikut, yaa..."
"Oppa mau pergi sama Kris ge...Baekki di rumah saja ne...oppa tak lama kok, sayang."
"Pergi? Pergi kemana? Baekki ikuuuutttt..."
"Jangan sayang. Nanti Baekki lelah. Kris gege tidak bawa mobil. Kalau Baekki mau menuruti oppa dan jadi anak baik nanti oppa belikan Baekki eskrim, eotte ?"
"Jinjayo?" Baekki menyipitkan matanya sambil menatapku tajam.
"Ng."
"Jeongmalyo?"
"Neee."
.
Greep
.
"Gomawo oppaaaaaa...jangan lama-lama ya perginya. Baekki ingin cepat-cepat makan eskrim." Ujar Baekki sambil memeluk leher ku dengan sangat erat.
"Arraseo, jagiya. Oppa hanya pergi sekitar 2 jam. Nanti oppa kembali sebelum jam 5."
.
"Jam 5 itu seperti apa oppa? Kalau sekarang jam berapa?" Tanyanya polos.
.
Aku terkekeh pelan mendengar pertanyaannya. Baekki ku ini memang belum mengerti cara membaca jam. Dia hanya tau jika jam 6 pagi adalah waktu dimana dia dan aku harus berangkat kesekolah, jam 10 dia pulang sekolah dan harus menungguku menjemputnya, jam 1 siang jadwal ku bekerja di cafe, jam 6 sore adalah waktunya aku pulang kerumah, jam 7 malam pergi ke mini market dan jam 10 malam adalah waktu ku untuk pulang kerumah dan tidur. Hanya sebagian waktu itulah yang dihapalnya. Selebihnya dia tidak tau.
.
.
"Jam lima itu ketika jarum jam yang bertangan pendek itu ada di angka 5 dan jarum jam yang bertangan panjang itu ada di angka 12, jagiya."
"Sekarang jam berapa?"
"Coba Baekki perhatikan dimana letak tangan panjang dan pendeknya." Ujarku sambil mengarahkan Baekhyun melihat jam dinding berbentuk panda yang ada di kamarku.
.
"Hmm. Tangannya yang panjang ada di...emmm...itu angka...emm... angka 2. Tangan pendeknya ada di...emm... angka 6?" ucapnya ragu dengan sedikit mengeryitkan dahinya dan jari telunjuk yang diketuk-ketukkannya di dagu.
.
Aku terkekeh pelan.
"Itu tandanya jam berapa sayang?"
.
"Jam 2 lewat 6?" jawabnya sambil memiringkan kepalanya dengan nada bertanya yang lucu.
.
"Hehehe...itu jam setengah 3, jagiya."
.
"Loh? Kok setengah 3? Maksudnya?"
.
"Maksudnya itu sekarang ada di antara jam 2 dan jam 3, jadi namanya setengah 3, begitu sayang."
.
"Aiiissshhh, molla...Baekki pusing."
"Hahaha, ya sudahlah. Pokoknya oppa tidak lama perginya jadi Baekki tunggu di rumah baik-baik ne..."
"Arraseo oppa...arraseo" ujarnya sambil menggerak-gerakkan bibirnya lucu.
.
Aku terkekeh pelan kemudian handphone ku berbunyi. Satu panggilan masuk dan nama Kris tertera di layar datar itu.
.
"Ne gege, Tao segera keluar. Sebentar neeee."
.
".."
.
"Arraseo, ge...daaahh"
.
.
Aku mematikan teleponku kemudian menurunkan Baekki dari gendonganku. "Oppa pergi sekarang ya, jagiya...nanti oppa tutup pintunya dari luar ne..."
"Andwae, Baekki mau lihat Kris gege dulu. Jebal oppa...jebaaalll~"
.
Baekki mulai melancarkan jurus kitty eyes andalannya. Isshh sungguh aku sebal dengan tatapan itu. Jika dia sudah seperti itu akau tak akan dapat menolak apapun keinginannya. Kadang aku sedikit sebal dengan mata itu, namun apapun yang terjadi aku tetap menyayangi gadis manis di depanku ini sepenuh jiwa ragaku.
.
" .okeeee...nona manis. Ja, kita temui Kris gege di luar. Kajja!"
.
Aku melangkah keluar dari kamarku sambil menggandeng tangannya, dia terlihat sedikit melompat-lompat. Senandung riang mulai meluncur dari kedua bibir mungilnya. Aku bersyukur, orang yang kusayang juga disayangi oleh adikku ini. Entah apa jadinya dengan hubunganku dan Kris jika Baekki sampai tak merestui kami berdua.
.
Ckleek
.
"Hai..annyeong jagiya...eh, ada Baekki. Apa kabar cantik? Kau terlihat senang sekali." Ujar Kris sambil mengusap sayang rambut coklat Baekhyun.
.
"Gege, Baekki titip Tao Oppa nee...jagain oppa Baekki. Gege jangan nakal dengan oppa, arraseo?"
.
Baekhyun terlihat membungkukkan badannya di depan Kris lalu segera menggenggam tangan Kris dan menyatukannya dengan tanganku yang sedari tadi menggenggam tangannya. Aku terkekeh pelan dengan sikapnya ini. seperti orang dewasa saja. Padahal itu adalah kalimat yang hampir setiap waktu kuucapkan padanya dan Seonsaengnimnya di sekolah.
Kris mencium pipi bulat Baekki kemudian memeluk tubuh mungil itu. "Ne. Gege pasti akan menjaga oppa mu dan melindunginya dengan baik. Baekki jangan khawatir, nee..."
Baekhyun mengangguk kemudian aku dan Kris keluar dari rumah. "Jangan lupa eskrim Baekki ne, oppa!" teriak Baekhyun ketika aku dan Kris sudah sampai di depan pagar rumah ku.
.
"Nee jagiya, hati-hati di rumah ne...annyeong"
"Byebye Baekki, jangan keluar dari rumah neeee..." -Kris
"Neee...bye bye oppa, bye bye gege..." Baekhyun melambai-lambaikan tangannya kemudian dia menutup pintu rumah kami. Setelah memastikan dia sudah mengunci pintunya, aku segera melanjutkan perjalananku dan Kris.
.
TAO POV END
.
Sementara itu, tak jauh dari rumah Tao, ada sebuah mobil Audi putih terparkir dengan sang pemilik yang kini tengah menatap awas rumah Tao.
"Byun Baekhyun...Baekki..." gumamnya lemah sambil terus menatap kearah pintu yang telah tertutup rapat.
.
KAI POV
.
Aku kini sibuk membaca berkas-berkas yang ada dihadapanku. Dasi yang sedari pagi bertengger gagah di leherku kini terkulai lemas di atas meja. Kemeja yang kusut dan rambut yang acak-acakan. Orang yang melihatku pasti mengira aku sedang stress karena pekerjaannku. Bukan. Bukan itu. Aku bukan orang seperti itu yang dengan ironisnya tidak mempedulikan penampilan lagi jika berurusan dengan pekerjaan. Ketahuilah. Aku selalu tampan dimanapun dan kapanpun. Penampilanku selalu mengundang decak kagum semua orang yang melihatnya, kecuali saat ini. Beberapa berkas yang kubaca sukses membuatku pusing. Ingin rasanya aku membalikkan meja dihadapanku bahkan menghancurkannya. Namun aku masih berpikiran logis untuk tak melakukan hal itu.
.
.
"AAAGGGKKHHH!"
.
Aku berteriak sekeras yang kubisa.
Entahlah, aku merasa hatiku sungguh sesak sekarang. Sakit.
.
"Kau milikku,..."
"Selamanya kau milikku, Huang Zi Tao ! Kupastikan kau menjadi milikku selamanya! Bukan namja itu!" Aku meremas kasar kertas yang kupegang hingga remuk.
.
.
"Kau tak akan menderita lagi Tao-ah. Kupastikan itu"
.
KAI POV END
.
.
AUTHOR POV
.
"Kau milikku..."
"Selamanya kau milikku, Huang Zi Tao ! Kupastikan kau menjadi milikku selamanya! Bukan namja itu!"
Kai tampak meremas kertas yang tengah dipegangnya sampai remuk tak berbentuk. Rahangnya mengeras. Wajahnya menyiratkan amarah yang meledak-ledak. Tegang dan merah. Matanya menunjukkan kilat emosi yang meluap.
.
.
"Kau tak akan menderita lagi Tao-ah. Kupastikan itu." Kini suara Kai terdengar lirih, mirip sebuah bisikan entah pada siapa.
.
Kai kembali membaca berkas lain yang ada di mejanya. Lagi-lagi, berkas itu bukanlah berkas pekerjaannya. Entahlah, sudah berapa hari ini Kai menelantarkan perusahaannya, seakan tidak peduli lagi dengan kehidupannya. Hampir seluruh waktunya dia gunakan untuk membaca tulisan-tulisan dalam kertas itu.
.
.
"Byun Baekhyun. Yeoja. 14 tahun. Retardasi Mental. SLB MYEONSANG kelas 2 Junior High School."
.
Setelah membaca keterangan itu, Kai tampak berpikir sejenak kemudian menyeringai.
.
"Well, Byun Baekhyun...sepertinya aku akan-
"Jangan kau sentuh dia!"
.
"Chanyeol hyung?"
.
.
AUTHOR POV END
.
.
.
CHANYEOL POV
.
Hari ini entah mengapa jantungku berdegup dengan sangat kencang. Setelah aku melihat wajah teduhnya, aku merasa sangat nyaman.
.
Hangat.
.
Itulah yang kurasakan saat aku melihat senyumannya. Ada apa denganku?
.
.
"Byun Baekhyun. Yeoja. 14 tahun. Retardasi Mental. SLB MYEONSANG kelas 2 Junior High School."
Eh? Itukan suara Kai. Ada apa? Mengapa dia menyebut-nyebut nama Baekhyun?
"Well, Byun Baekhyun...
.
Mustahil...apakah Kai...
Segera ku buka ruangan yang memang tak tertutup rapat itu.
.
"Sepertinya aku akan-..."
.
.
Ini gawat!
.
"Jangan kau sentuh dia!"
.
Aku menatap nyalang namja yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu . Aku yakin dia sedang memikirkan rencana busuk lagi dikepalanya yang tidak berguna itu.
.
"Chanyeol hyung?"
.
"Wae? Apa yang akan kau lakukan pada Baekhyun? Bukankah kau sudah berjanji tidak akan menyakiti siapapun lagi? Mengapa kau mengingkari ucapanmu sendiri? Kau memang brengsek, Kai."
"Apa yang kau maksud Hyung? Sedikitpun aku tak mengerti apa yang kau maksud."
Dia menjawab pertanyaanku dengan sangat santai. Sungguh jika dia bukan saudaraku aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri. Andai saja...
.
.
"Baekhyun. Jangan kau sakiti dia."
.
CHANYEOL POV END
.
.
AUTHOR POV
.
"Baekhyun. Jangan kau sakiti dia." Suara Chanyeol terdengar memohon membuat lawan bicaranya-Kai-menaikkan sebelah alisnya-bingung.
"Jangan pernah kau menyakitinya. Jangan kau ganggu hidupnya. Tolong, kali ini tolong tepati janjimu." Chanyeol terlihat sedikit menundukkan kepalanya pada Kai. Hal ini sontak membuat Kai semakin heran.
.
'Ada apa dengannya?' tanya Kai dalam hati.
.
"Tanpa kau masuk dalah kehidupannyapun dia sudah sangat menderita Kai. Aku mohon, jangan lagi kau tambah penderitaannya."
.
"Hyung, ap-.."
.
"Jika kau menyakitinya aku tak akan segan-segan membunuhmu, camkan itu!"
.
Chanyeol berlalu dari hadapan Kai setelah menatap nyalang namja tan itu. Kai hanya terdiam di tempatnya sambil memikirkan kembali semua ucapan Chanyeol. Seringai Kai semakin lebar ketika satu kemungkinan terlintas di benaknya.
.
"Sepertinya... ini akan semakin seru." Ucap Kai menyeringai sambil memainkan pena di tangannya.
.
.
"Time to Play"
.
.
"Oppa...cepatlah oppaaaa! Mengapa oppa lambat sekali sih? Oppa seperti siput!" terdengar gerutuan manis dari arah rumah mungil berpagar kayu itu. Tampak kini seoarang yeoja manis berkuncir dua tengah menghentak-hentakkan kakinya sambil duduk di teras depan rumahnya. Tangannya yang mungil terlihat bergerak-gerak memukul lantai teras yang didudukinya itu sambil sesekali mulutnya bersenandung kecil.
.
"Oppaaaaaaa!"
.
Kini gadis kecil itu berteriak dengan lantang membuat sang terpanggil-Tao-berlari mendekatinya.
.
"Aigoo, adik kecil oppa kenapa sih? Pagi-pagi kok marah-marah?" goda Tao sambil mencolek-colek dagu adiknya. Dia tau si adik kini tengah dalam mode merajuk karena keterlambatannya pagi ini.
.
"Oppa lambat. Oppa seperti siput. Baekki benci!" Baekhyun mempoutkan bibirnya sambil terus dalam posisi duduknya namun kini kedua tangannya tersilang depan dadanya dengan kaki yang ditekuk.
.
"Mianhae jagiya. Oppa tadi harus membersihkan kamar mandi kita dulu. Lantainya sudah sangat licin. Oppa takut nanti Baekki terjatuh jika tak cepat oppa bersihkan. Baekki juga tak mau kan jmelihat oppa terjatuh di sana?" ujar Tao dengan sedikit mendramatisir keadaan. Oh, ayolah, mana mungkin seorang Tao yang rajin membiarkan kamar mandinya sampai licin seperti itu. Bisa-bisa Baekki nya berada dalam bahaya.
.
"Mwo? Jatuh? Oppa jatuh? Wae? Siapa yang nakal sama oppa? Biar Baekki pukul mereka." Ujar Baekki sambil bergaya menggulung lengan bajunya, seolah-olah menantang orang untuk berkelahi. Sepertinya yeoja manis ini salah menangkap maksud ucapan Tao. Gayanya yang seolah-olah menantang orang berkelahi itu membuat Tao terkikik geli.
.
"Haha...Oppa tidak apa-apa sayang. Tak ada yang nakal dengan oppa. Kajja, kita berangkat sekarang." Ujar Tao sambil menggandeng tangan Baekhyun. Baekhyun tampak tersenyum lima jari ketika Tao menggenggam tangannya dia sepertinya lupa dengan aksi merajuknya beberapa menit yang lalu.
.
Ketika Tao keluar dari rumahnya, dia mendapati mobil berwarna hitam terparkir manis tak jauh dari rumahnya.
"Aneh, sudah beberapa hari ini mobil itu ada di sini. Setahuku tidak ada yang punya mobil di daerah ini." Tao membatin.
.
.
"Oppa, wae? Oppa lihat apa?" Baekkie menarik-narik lengan baju seragam Tao. Dia heran mengapa oppanya tiba-tiba berhenti.
"Aniyo jagiya. Kajja, kita berangkat."
Tao kembali mengajak Baekki berjalan, namun sesekali matanya menatap awas mobil yang di anggapnya mencurigakan itu. Tao terus memperhatikan mobil sampai dia berbelok di persimpangan jalan.
.
.
.
"Baekki..."
.
.
AUTHOR POV END
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Akhirnya...chappie 3 selesai juga...#senderandiketekKris
Walau respon ndak seberapa dari jumlah viewer yang bejibun... T-T
Mianhae jikalau tak berkenan #slap
jangan lupa RNR neee~~
.
Gomawo buat yang dah berkenan review di chapter 1 dan 2 kemarin...Hyun sayang kalian *hug*
Annyeooonggg ^^
.
- HyunChan2509 -
.
