SHS School
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Rated: T
Genre: Mystery/Friendship
Summary: Keanehan di SHS, misteri di SHS hanya 3 orang yang tau yaitu...
"Kau takkan mengerti sekolah ini kalau kau tak tau masa lalu sekolah ini."
"Maksudmu apa? Aku tak mengerti."
"Pada hari itu, dimana semua orang meraya'kan kelulusan mereka. Sabaku No Haku, anak pemilik sekolah sekaligus nenek moyangku, dia dibunuh di kamar ini pada pukul 06:06:06. Dan semua kejadian yang berurusan denganku adalah ulah Haku-baachan."
"Terus kenapa tak kau henti'kan?" Kata Shikamaru sedikit membentak.
"Aku sudah bilang sama Haku-baachan, tapi dia tidak mau, dia takut kejadian yang menimpanya menimpaku."
"Apa Jiraiya meninggal karnamu?" Tanya Shikamaru.
"I-itu karna dia mengintip aku, siapa suruh dia mengintipku?"
"dan kenapa kau hanya member tauku? Kenapa tidak Sakura atau Ino?"
"Itu karna kau pernah melihat aku sedang berbicara pada Haku-baachan."
"Apa Cuma itu sejarah SHS?"
"Tidak, bukan itu saja." Kata Temari. "Sekolah ini terdapat 3 penunggu, kau tanya Kankuro sama Gaara, aku tak tau jelas sejarah mereka."
"Ta-tapi aku takut."
"Bila kau bertemu dari salah satu mereka, kau bilang 'Masa lalu adalah masa depan', itu adalah kata kunci yang hanya aku dan adik-adikku yang tau." Kata Temari sambil tersenyum tipis.
Baru kali ini Temari tersenyum walaupun hanya setipis kertas, tapi banyak perbuhan dari Temari. Shikamaru berdiri lalu pergi.
.
"Kau habis kemana Shika?" Tanya Naruto yang melihat Shikamaru.
"Bukan urusanmu."
Tok Tok Tok
Ckleek
"Hai Neji senpai, ada keperluan apa?" Tanya Naruto yang membuka'kan pintu.
"Ummm… Shika, tadi aku lihat ada yang mengikutimu, orang itu memakai baju seragam yang kumuh, terus lambang sekolahnya adalah sekolah SHS, apa kau tak merasa'kannya?" Kata Neji.
"Masa sih? Mungkin itu ne-" Belum selesaiShikamaru menyeselesai kan kata-katanya, Rasanya leher Shikamaru dicekik sesuatu. "Maaf nek, aku hampir lupa." Bisik Shikamaru pada Haku-yang ternyata mengikuti Shikamaru.
"Tuh kan, sekarang tuh cewek mencekik Shikamaru." Kata Neji yang bisa melihat hal-hal yang begituan.
"Cantik gak ceweknya?" Tanya Shikamaru.
"Lumayan."
"Nek, bisa pergi gak? Ntar kalau udah gak ada Neji, nenek boleh ngikutin aku deh." Bisik Shikamaru, Haku pun berjalan menuju pintu terus menembusnya.
"sekarang tuh cewek udah pergi." Kata Neji.
"Tuh, sekarang lo diikutin sama cewek karna lo kekamar Temari." Kata Naruto bergidik ngeri.
"Ah~, palingan Neji bohong."
"Gue? Bohong? Beneran gue gak bohong."
"Ntar kalau lo mandi, terus dia ada dibelakangan lo. Bisa malu lo Shika." Kata Sasuke santai.
"Ya sudah gue pergi dulu." Kata Neji.
Ckleek
"Astajim!" Kata Neji kaget.
"Shikamaru ikut gue." Kata orang itu datar.
"Ada apa Gaara?" Tanya Shikamaru bingung.
"Sudah ikut saja." Kata Gaara sambil menarik Shikamaru.
.
"Pasti Temari-neechan sudah mencerita'kan tentang Haku, dan Haku member tau ku untuk mengasih tau tentang Haruchi."
"H-haruchi siapa?"
"Haruchi, kakek moyang kita, dia mati sesudah Haguchi."
"H-haguchi?"
"Kau jangan gugup seperti itu Shikamaru, tidak ada yang akan membunuhmu. Iya, Hugachi, penjaga Kankuro. Aku tak tau jelas tentangnya."
"Terus Haruchi mati karna apa?"
"Pada tanggal 6 Juni 1966, itu ulang tahun Haruchi, dia meraya'kan ulang tahunnya disekolah tapi, disaat waktu perayaan ultahnya, dia ditemukan tewas, semua orang berfikir kalau Haruchi bunuh diri, karna dia ditemukan dengan keadaan tergantung."
"Terus?"
"Aku hanya bisa mencerita'kan itu."
"Apa Haku akan mengikutiku terus?"
"Mungkin hanya untuk malam ini, kamarmu akan menjadi seram, tapi jangan takut, dia hanya mengawasimu, itu saja." Kata Gaara sambil tersenyum tipis.
Tersenyum? Apa Kankuro akan tersenyum seperti itu?"
"Aku permisi dulu." Kata Shikamaru lalu pergi.
.
"Shika~, lo gak apa-apa kan?" Tanya Naruto lebay.
"Gue gak apa-apa, emang kenapa?"
"dari tadi gue ngerasa aneh sama kamar ini. Kayak ada penunggunya."
"Perasaan lo kali."
"Tidak, sepertinya perasaan kita." Kata Sasuke santai.
"Gue gak ngerasa tuh, udah ah, gue mau tidur." Kata Shikamaru lalu tertidur.
_Besok Pagi_
"Hoaaam."
"Gyaaa!" Teriak seseorang.
"Apaan tuh?" Tanya Sasuke yang kaget.
"Coba cek."
.
"Gyaaa!" Teriak seseorang yang kita ketahui adalah Hinata.
"Ada apa Hinata?" Tanya Naruto.
"I-itu Kurenai-sensei." Jawab Hinata sambil menunjuk kearah Kurenai.
"Kok bisa?" Tanya Naruto, Hinata hanya menggeleng tidak tau.
'Dia memasuki kamar Temari tanpa izin, dan berniat membunuhnya.' Bisik HAku terus menghilang.
"Aku pergi." Kata Shikamaru lalu berlari kearah kamar Kurenai.
Ckleek
Shikamaru melihat-lihat sekitarnya, seperti mencari barang penting. Matanya berhenti pada kertas yang ada di meja kecil disebelah kasur Kurenai.
Dia mengambil kertas itu, lalu membacanya.
Pada siapa saja yang membaca surat ini.
Aku mau menyusul Asuma, tapi tak tau bagaimana caranya. Akhirnya aku berniat membunuh Temari biar aku dibunuh sama penunggu SHS tentunya.
Aku mohon sama siapa saja yang membaca surat ini, tolong lihat anakku di panti asuhan permata kasih,
Dari, Kurenai
'Bagaimana pun, dia berniat.' Bisik Haku lalu menghilang.
"Betul yang dikata'kan Haku." Kata Temari yang entah kapan datangnya.
"Dengan Niat kita pasti bisa, tanpa niat kita tak akan berhasil."
"Terus, bagaimana dengan anaknya yang ada dipanti itu?"
"Kau boleh keluar asrama ini kok, tidak ada yang bakal memarahimu. Tapi jika kau bertemu Haguchi, bilang 'Katamu adalah Kataku', itu adalah kata kunci yang dipakai untuk Haguchi."
"Baiklah."
Karna hari ini adalah hari kematian Kurenai, jadi kelas ditunda dulu.
.
"Baiklah anak-anak, berhubung ini adalah hari kematian Kurenai-sensei, kita aka bermain sesuatu." Kata Genma, guru bahasa inggris.
"Bermain apa?"
"Katanya, Hinata jago ya, memanggil mahluk halus?"
"Ummm…..i-iya." Jawab Hinata.
"Oh." Kata Genma. "Baiklah, hari ini kita akan bermain tanya jawab tentang pelajar hari ini….bla…bla…bla…."
_Waktu Istirahat_
"Hah~, pusing nih, takut gue sekolah disini." Kata Naruto sambil memakan ramennya.
"Gue juga takut, dobe."
"Apa mungkin Haku, Haruchi dan Haguchi mempunyai niat? Tapi niat apa?" Gumam Shikamaru. "Gue harus tanya Kankuro." Kata Shikamaru lalu pergi.
"Woy! Shika? Lo mau kemana?" Tanya Naruto, tapi percuma Shikamaru sudah jauh dari mata Naruto.
.
Tok Tok Tok
…
Tok Tok Tok
Ckleek
"Kau mau apa?"
"Ano… aku boleh nanya gak?"
"Tanya apa?"
"Ummm… i-itu, aku mau bertanya tentang Haguchi."
"Haguchi ya? Tau dari mana kau tentang Haguchi?"
"Dari Temari dan Gaara."
"Masuk."
.
"Jadi? Apa kau tau sejarah sekolah ini? Dan Haguchi?" Tanya Shikamaru, Kankuro pun mulai menjelaskan.
Sabaku Haguchi, seorang siswa kelas 2 semester 2, meninggal pada tahun dimana semua sedang berbahagia. Yup, dia di bunuh oleh sahabatnya sendiri, sahabat yang sudah dia anggap seperti saudara sendiri. Uchiha Hatari, sahabat yang dianggap oleh Haguchi, membunuh Haguchi disaat waktu yang sangat sempit yaitu ditoilet, mayat Haguchi pun belum ditemukan, bahkan Haku dan Haruchi belum pernah bertemu dengan arwah Haguchi, sungguh misterius.
"Jadi?, dimana mayat Haguchi?" Tanya Shikamaru.
"Di dalam tembok toilet wanita." Jawab Kankuro. "Yang membunuh Jiraiya adalah Haguchi, aku menyuruhnya untuk menjaganya dari si tua mesum itu."
"Apa Temari tau?"
"Temari tidak tau, dia kira Haku yang membunuh Jiraiya, padahal aku." Kata Kankuro. "dan kau harus tau, setiap mayat yang ada di depan toilet adalah ulah Haguchi."
"Dan apa arti dari kata kunci 'katamu adalah kataku'?"
"Oh, itu artinya kata-katanya harusnya ada dimulut Haguchi. Mengerti?"
"Kita harus tutup sekolah ini, atau mengubur'kan mayat-mayat itu dengan layak. Supaya tidak ada korban lagi."
'Kau benar, kita memang sudah tidak pantas didunia ini lagi.' Kata Haku yang tiba-tiba datang bersama dua lelaki disebelahnya dan dia ditengah.
'Tapi tolong, kubur'kan kami dengan layak.' Sambung Haruchi.
'Dan kami tidak akan mengaggu kalian lagi.' Sambung Haguchi.
"Haruchi, dimana tempat kamu di buang?" Tanya Shikamaru.
'Aku dibuang ditaman belakang.'
_1 minggu kemudian_
"Makasih banyak Shikamaru." Kata Tsunade sekalu kepala sekolah.
"Berkat kamu, sekolah kita menjadi aman." Lanjut Shizune.
"Sama-sama."
Ckleek.
"Shika! Ayo, katanya mau makan bareng." Kata Temari yang masuk tanpa izin.
Yup, Shikamaru baru jadian sama Temari, entah kenapa Shikamaru memilih Temari untuk menjadi pacarnya.
"Ciee… yang baru jadian nih." Kata Naruto yang tiba-tiba nongol bersama Hinata.
"Yee… emang lo gak?" Goda Temari.
Naruto pun juga sama, dia sudah jadian bersama Hinata
"Ehem… kapan perginya?" Tanya Sasuke dibalik pintu.
"Tau, lama banget deh." Kata Sakura yang berada disebelah Sasuke.
Mereka pun juga baru jadian.
Tentang anaknya Kurenai, ntar kalau Shikamaru sudah menikah, Shikamaru akan mengangkat anak Kurenai menjadi anak mereka tapi setelah menikah.
Mereka lalu pergi bersama dengan muka yang ceria.
The End
Maaf Kalau deskripsinya kurang, aku memang gak jago dalam deskripsi.
Jadi siapa saja yang saranin aku buat perbanyak deskripsi, ajarin aku ya... terserah senpai ngajarinnya gimana, yang penting aku bisa...
Gomen.
Review Ya!
