NARUTO PUNYANYA OM MASASHI KISHIMOTO
Title: Sihir Terlarang !
Author: Kimoto Yuuhi
Rated: T
Warning: OOC,AU,Gaje,Bahasa yang terkadang tidak baku,boys love
Genre: Friendship,Humor,Family,sedikit romance *cuih
"Ehm,, apa kau ada yang luka,lecet,atau apa gitu ?!", ucap Sakura sambil memegang kedua tangan Naruto.
"EH,, aku,, anu,,!"
"Kalo gitu kamu ikut aku aja Nar naik motor !"
"Gak aku,, ini-!"
"Udah ! sebagai tanda minta maaf ! mau yah !", potong Sakura sambil menarik Naruto ke motornya, yang di pakirkan di seberang rumahnya.
"Ada apa dengan Sakura ?!" ,batinnya.
Chapter 2 : "Perubahan dan kehidupan baru"
Mau tidak mau Naruto membuntuti Sakura yang menarik tangannya dengan maksud menyuruhnya mengikuti dari belakang untuk menuju motor cucoknya yang berwarna Pink, tentu saja tidak elit untuk laki-laki tulen macam Naruto, sebenarnya masih terngiang di kepala Naruto, perempuan yang membencinya sejak kecil kenapa jadi mendadak aneh begini ?
Setelah sampai seberang, Sakura mengambil kunci motornya dari dalam sakunya sambil melihat jam tangannya, sesaat dia mendengus kesal dan misuh-misuh tidak jelas sambil mengumpat dirinya sendiri.
"Kalo kayak gini bisa dikunciin gerbangnya, hah.. aku terlalu malam belajar ! kalau kau Naruto ! kenapa kau bisa telat ?" , tanyanya pada seorang teman sekelasnya yang sedang terlihat kebingungan, karena dari tadi dia celingak-celinguk sambil ngusap dagunya, sekaligus cubit-cubit lengannya
"Ini pasti ngimpi pasti ngimpi !" , ucap Naruto yang gak mudeng dengan perkataan Sakura, karena lagi sibuk nyubit-nyubit dirinya sendiri, jadilah dia diam dan tidak menjawab pertanyaan Sakura.
"Naruto!", Sakura pun berusaha 'menyadarkan' Naruto dari lamunannya dengan menggoyangkan kedua bahunya, yang membuat orangnya jadi gugup sendiri.
"A-Apa kenapa ?", ucapnya agak kaget dengan sedikit tergagap.
"Kenapa ngelamun ?"
"E-enggak kok ! mendingan kita langsung cusss aja deh, ntar kita telat !"
"Ah benar ! kita harus cepat!"
Dan Naruto pun masih bingung sambil mikir-mikir kejadian yang kelewat aneh ini, sesaat dia coba-coba ingat kembali apa yang dia lakukan tepatnya hari ini, jujur aja badannya itu bau, karena pas mandi tadi cuma boker sama sikat gigi *jorok* berarti bukan itu. Masalah muka, dia itu sadar betul bahwa mukanya dia itu setengah mampus ancurnya, walau kata Ayah Ibunya mukanya itu ganteng kelewat artis Agung Hercules, ini juga apa lagi ! ngaconya, sambil Naruto mikir, perempuan berambut gulali pink itu mengambil dua helm satu untuknya dan lainnya untuk Naruto.
"Ayo kita segera berangkat Naruto !", ucapnya sambil menyodorkan helm bulat(masa kotak ?) berwarna pink dengan motif hellokitty, tentu saja dia agak ragu dalam memakainya, karena merasa tidak enak dan kepepet waktu, dia memutuskan untuk memotong urat malunya demi ehm,, bidardarinya, dia pun manggut-manggut dan segera memakainya.
"Siip,, ayo berangkat !", dia pun yang duduk di jok depan, itu berarti dia yang nyetir ! tentu saja ini menurunkan martabatnya sebagai lelaki, udah pake helm pink, diboncengin wanita lagi, halah nasibmu Nar !.
"Err,, Sakura biar aku aja yang nyetir deh !", ucapnya agak bergidik, apalagi kalau emak-emak udah di jalanan, pasti kita kayak ngadepin kecoa terbang !
"Udah gak papa !, lagian kita udah telat nih !", ucapnya sambil mengarahkan kepalanya ke arah jok belakang, bermaksud ingin mempersilahkan Naruto, dan mau gak mau dia manggut-manggut dan mulai menaiki motor itu, sementara di pikirannya berkecamuk, antara bingung,seneng,dan juga agak canggung.
"NGGOOOENGGGG!" belum sempat Naruto menaruh pantatnya dengan nyaman, si Sakura udah tancap gas kayak dikejar soang yang pengen nyosor, sementara si Naruto badannya udah miring ke belakang sambil tereak-tereak gaje.
"E-eh Sa-Sakura bentar !"
"Pegangan Naruto !", Sakura pun agak menurunkan kecepatan motornya untuk memberi kesempatan Naruto untuk membetulkan posisinya, dan Naruto di belakang langsung duduk dengan senyaman-nyamannya, yang membuatnya bingung adalah,, dia pegangan apaan !
"Aduh-duh pegangan apaan yah ? pegang ini ? ah jangan ! pegang anu ? aduh bingung euy !", diapun misuh-misuh tidak jelas di belakang sambil mengarahkan kedua tangannya bolak-balik ragu gitu, *tau kan apa maksud Naruto* jadilah dia jaga keseimbangan, alias berpasrah diri mau jatuh atau tidak, dari pada mikir macam-macam, sambil dia menahan guncangan hebat akibat kelajuan motor Sakura yang emang kelewat ugal-ugalan.
o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0
Sementara itu di kediaman Uchiha yang bertempat di sebuah perumahan elit bagi para pengusaha dan pejabat terkenal, di blok 2.a tinggalah sebuah keluarga kaya raya dengan rumahnya yang bertingkat dan mobilnya yang berjejer, keluarga ini terdiri dari seorang ayah sebagai bos perusahaan sekaligus pengusaha telor asin khas brebes, dan ibu yang cantik berprofesi sebagai dokter. Sayangnya sifat pekerja keras mereka ini tidak diturunkan pada anak-anaknya, anak pertama bercita-cita sebagai seorang astronot, tentu berbanding terbalik dengan keinginan orang tuanya yang lebih mempercayakannya meneruskan usaha telor asin mereka, apalagi adiknya yang super duper dimanjakan oleh ayah ibu tercintanya ini, mereka menganggap bahwa anak bungsunya mampu meneruskan usahanya.
Betul saja, anak sulung mereka kini tengah kuliah di universitas jurusan astronomi dan ngekos, sehingga jarang sekali ada di rumah, sementara adiknya seorang siswa Konoha High school kelas 12 IPA 3, di kelas 3 ini karena anak bungsunya akan lulus dan meneruskan kuliah, orang tuanya telah menentukan dimana dia akan kuliah dan bekerja yang akan diberitahukan pagi ini saat sarapan, semoga saja anak ini tidak keselek saat mendengarnya.
Di ruang makan super megah nan luas yang berisi meja makan panjang dengan hiasan lilin dan cantik, yang disampingnya berjejer kursi dengan ukiran antik, tidak lupa lukisan keluarga yang menempel di dinding berwalpaper merah itu , dengan pose ibu yang nyengir kuda, tangan kirinya memegang pundak anak bungsu di depannya yang tengah duduk dan tangan kanan membentuk jari peace, di samping kirinya ayah dengan pose senyum sok gagah sambil menyilangkan kedua tangannya, dan samping kanan ibu ini berdiri sang anak sulung dengan pose anak masa kini, bibir manyun, mata dikedipkan sebelah, tangan kanan memegang pundak adik tercintanya dan tangan lainnya berbentuk peace padahal dia ini laki-laki,,, berbeda dengan semuanya sang anak kedua yang duduk di depan mereka mengembungkan pipinya dengan tiada senyum sama sekali, sungguh bukan sebuah foto yang cocok dipandang sambil makan, keluarga Uchiha yang hanya terdiri dari ayah,ibu, dan anak kedua mereka itu, tengah menyantap sarapan yang dibawakan pembantu di rumah itu.
"Sasu,, dengerin ! Papih mau ngomong sebentar sama kamu !", ucap pria yang sudah berumur itu, Fugaku pada anak bungsunya, anak laki-laki berambut biru mirip pantat ayam, Sasuke ! yang tengah memainkan sendok dan garpu di piring bekas sarapannya yang telah masuk ke dalam perutnya, kini dia sedang melamun, ntah apa yang di pikirannya, sementara pelayan rumah mereka tengah bolak-balik mengambil makanan dari dapur untuk disajikan di meja makan.
"Hah,, langsung to the point aja deh pih !", sesaat dia mendengus kesal lalu memejamkan mata onyxnya sambil melipat tangannya di atas meja, saat Sasuke memejamkan mata, ayah dan ibunya saling berpandangan satu sama lain, kemudian mengangguk seperti memberi isyarat, sesaat keheningan melanda ruangan itu, sunyi sekali sampai ada yang angkat bicara.
"Sasu, kamu kan sudah besar ! apalagi sebentar lagi kamu mau lulus dari sekolahmu itu kan ?", ucap Ibunya yang sudah berseragam dokter rumah sakit bernametag Uchiha disana, dengan senyum terulas di wajahnya.
"Hn,, lalu !", ucapnya dingin dengan tatapan sinis pada ibundanya sendiri.
"Sesudah kuliah nanti, Papih pengen kamu terusin usaha turun menurun kami !", katanya dengan bijak.
1
2
3
"PPFFTT,,,,,,UAPPAH !", Sasu pun kaget sampai dia berdiri dari kursinya, dirinya yang sedang meminum susu pun langsung tersedak kaget, sambil melototi sang Papih dengan tatapan membunuh, sementara seisi ruangan makan itupun kaget.
"Sasu,,! Dengerin Papih kamu dulu dong !", ucap Mamihnya sambil menenangkan Sasuke agar mau mendengarkan perkataan Papihnya, dengan agak menurunkan tubuhnya agar duduk kembali, Sasuke pun menurut tapi masih melotot.
"Pokoknya Sasu gak mau !", ucapnya sambil menggoyangkan badan dan tangannya ke kiri dan ke kanan, pipinya digembungkan agar terlihat imut di depan Papih dan Mamihnya supaya agak dikasihani dan Papihnya sendiri bisa menarik kata-katanya barusan.
"Sasu,,,!", mau tidak mau Mamihnya harus membentaknya dengan lumayan keras, karena tidak mau mendengarkan omongan Papihnya, sementara terlihat wajah Sasuke yang agak kuncup setelah dibentak tadi, jujur saja dirinya agak kaget ketika dibentak seperti itu, karena Mamihnya sendiri pun jarang sekali membentaknya, sampai Mikoto melanjutkan omongannya.
"Hah,, maaf telah membentakmu barusan, harusnya kamu dengerin dulu pembicaraan kita, maksud kita itu adalah karena kamu kan anak satu-satunya yang bisa dipercaya,, abang kamu kan udah gak mungkin bisa dipercaya lagi, dia itu'kan anak yang keras kepala !", ucapnya panjang lebar sambil menenangkan Sasuke, sementara sang Papih hanya menyeruput kopinya sambil menonton mereka.
"Hiks,, gak mau Mih ! Sasu ini jurusan IPA di SMA ! moso'k ngurusin perusahaan gak jelas itu sih ?", ucapnya lirih dengan agak manja.
"Sshuuut,,! kamu gak boleh gitu Sasu ! kamu tau gak ! pendiri pertama kali usaha telor asin brebes kita ini ? dia adalah leluhur kita yang maha agung lagi teragungkan ! Mbah Kanjeng Raden Ningrat Madara Uchiha ! itu uyut dari uyut kamu loh !", ucap Fugaku panjang lebar dengan jarinya yang ditempelkan di depan bibir, membuat si bungsu sweatdropped. Bayangkan uyut dari uyutnya si Sasu.
"Mbah Madara ? maksudnya foto orgil di ruang tamu itu ?", sementara itu di ruang tamu terpampang dengan jelas foto kakek tua renta, posenya sangat ndeso, tangan kirinya memegang satu butir telor asin capnya bertuliskan Uchiha, sementara tangan kanannya mengangkat jari jempolnya, mukanya yang keriputan dan resolusi gambar dari teknologi seadanya pada jamannya itu semakin menambah kesan mistis, apalagi di bawahnya ada kolom tulisan 'since 1800'.
"Udah dibilang Sasu ! perusahaan ini tuh gak bisa dianggap sebelah mata, sudah dari generasi ke generasi perusahaan ini diturunkan, dan sekarang giliran keluarga kita, yaitu kamu Sasu ! tau gak sih telor asin kita ini terkenal sampai keluar negeri tauk !", ucap Mikoto membantah omongan sembarangan anaknya tentang leluhur teragung mereka, sambil mulai menyiapkan tas kerjanya berarti bersiap untuk berangkat.
"Kamu tau gak Sasu ? bahkan ratu Elizabeth pun pernah mencoba telor asin kita !", ucapnya dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Hah yang bener! bahkan setau Sasu, tetangga kita aja gak tau tuh telor asin Uchiha bla,bla,bla!", Sasuke pun seenaknya bicara dengan nada mengejek, padahal dia tidak tau bahwa dia sudah telat datang ke sekolah.
"Hei Sasu ! telor asin kita itu cuma buat keluarga ningrat tau ! gak sembarang orang bisa cobain rasanya yang sangat mewah itu, sayangnya Mbah kita tercinta itu sudah keburu wafat saat usahanya mencapai zaman keemasannya !", Papih Sasuke pun nyerocos panjang lebar, sementara orangnya hanya menyipitkan matanya saja, tanda tidak mudeng.
"Ya benar,, Mbahmu sakit hipertensi ! kita akan selalu mengenang perjuangan beliau dalam menyusun bisnis keluarga turun-temurun ini !", sambung Mamihnya Sasuke, Mikoto Uchiha yang sedang mengupas buah untuk ia makan sendiri.
"Ya,, dia meninggal dengan cara yang sangat agung lagi teragungkan !", ucap Fugaku sambil meletakkan telapak tangan kanannya ke depan dada tandanya mengheningkan cipta.
"Pftt,,,! mungkin itu karena kebanyakan makan telor asin !", Sasuke pun ngomong langsung blak-blakan yang membuat Mamihnya keselek biji salak , sekilas info ! kebanyakan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung sodium (garam), itu dapat membuat darah menjadi kental sehingga kerja jantung meningkat dan terjadilah Hipertensi !
"Sasu,,! Pokoknya Papih gak mau tau ! kamu harus jadi pewaris berikutnya !", Fugaku pun membentak anak bungsunya tersebut dengan nada yang tinggi.
"Tidak mau ! ayolah Pih ! Sasu tuh punya cita-cita yang jelas tau gak ?!, lagipula'kan Sasu udah gede, gak perlu diatur-atur macem anak kecil gini !", anak berambut pantat ayam berwarna biru itupun membantah perintah orang tuanya dengan nada memelas.
"Ya sudah Papih tanya ! kalo kamu gak mau ! ntar kamu mau jadi apa hah ?!", kini Fugaku tidak bicara main-main, digebraknya meja makan itu sehingga membuat siapapun di ruang makan itu kaget, termasuk Sasuke yang kini sedang memutar bola matanya bosan.
"Ya,, Sasu kan anak ipa pih ! Sasu gampang kuliah dan nyari kerja ! Sasu bisa jadi dokter,ilmuwan,ahli kimia, juga mungkin astronot !", ucap Sasuke dengan penekanan di setiap kalimatnya, bicara tentang astronot ini telah membuat kedua orang tuanya setengah kaget, mereka mendengus kesal ketika anak kesayangan mereka mengucapkan kata 'astronot'.
"Oh begitu,, jadi kamu mau ngelawan kayak abang kamu !", ucap sang Papih setangah membentak.
"Tapi kan keren Pih ! Sasu mau kayak abang !"
"Kamu jangan mau ngikutin abang kamu, dia itu orang gila !", Mikoto pun ikut turun tangan agar anaknya mau menuruti keinginan sejak dulu mereka.
"Pokoknya Sasu gak mau !", Sasuke pun berteriak dan kembali berdiri dari kursinya. Dia pun pergi entah kemana, sepertinya ke dalam kamarnya, walaupun orang tuanya berkali-kali memanggilnya dari ruang makan, dia tidak menghiraukannya dan terus bergegas masuk ke dalam kamar, dan keluar telah menjinjing tas dan sepatu, sepertinya dia lebih baik cepat berangkat ke sekolah dari pada mendengarkan ceramah orang tuanya.
"Sasu kamu mau kemana ?", ucap Mikoto dari ruang makan agak berteriak, dia mengeryitkan kedua alisnya. "Hadeuh,, tuh anak,,!", Mikoto pun menggerutu dan segera menyambar tasnya bergegas menuju dimana Sasuke berada, meninggalkan suaminya yang lagi tepok jidat.
Sasuke pun mendecih ketika dia melihat jam tangannya, ternyata dia terlambat, dengan cepat dia langsung mengikat tali sepatunya, sementara Mamihnya sedang mencari keberadaannya dengan terus memanggil namanya, tetap saja tidak diindahkan oleh sang pemilik nama, setelah selesai mengikat tali sepatu, dia berdiri dan langsung memakai tasnya sambil merapikan seragamnya sebentar, tanpa berlama-lama lagi dia langsung berangkat tanpa pamit.
Belum sampai teras depan, ibunya sendiri telah menemukannya dan langsung 'mencegat' pintu rumah itu yang berada di ruang tamu yang kalian tau tempat lukisan mistis itu dipajang.
"Sasu ! kalau orang tua manggil itu dijawab dong !", Mikoto pun langsung mencegah anaknya agar mau mendengarkannya dulu.
"Aduh mih ! Sasu telat entar ! liat udah jam berapa !", Sasuke pun bicara dengan sinis padahal dengan ibunya sendiri.
"Ya udah kalo gitu ! Mamih anterin yah ! pake mobil !"
"Apa..?! pake mobil ! gak deh ! awas Mih ! aku dah telat !", Sasuke pun main nyelonong keluar dari rumahnya, meninggalkan Mamihnya yang sedang marah-marah memanggilnya.
"Sasuke tunggu ! justru Mamih anterin kalo udah telat ! WOY SASU !", teriak Mikoto sampai-sampai uratnya keliatan.
"WBLEE!", Sasuke pun membalik badannya dan sambil berjalan mundur, dia melet-melet mengeluarkan lidahnya meledek ibunya yang masih di depan rumah sementara ia sudah melengos jauh meninggalkannya .
Sepertinya Sasuke bersemangat sekali meledek ibunya, sampai-sampai dia lupa bahwa dia sedang berjalan mundur, ketika dia membalikkan badannya,,
"Awas Sasu ! tiang sutet !", teriak Mikoto kepada anaknya yang sudah perlahan memunggunginya, sambil meletakkan kedua telapak tangannya di samping mulutnya,, mirip toa gitu.
"BHHUAKKK!", dengan mulusnya Sasuke memeluk tiang sutet sehingga jalannya pun jadi sempoyongan mirip orang nyimeng, inilah azab meledek orang tua *jangan di tiru*.
"Amboi ! palaku !", jadilah Sasuke jalan terpincang-pincang sambil tangannya memegangi kepalanya yang sudah benjol segede biji duren *buset gede amet*, dia pun menyesali perbuatannya dan agar tidak terkena karma lebih nista lagi dia akhirnya bermaksud pamit pada orang yang kutukannya telah dikabulkan oleh tuhan yang maha esa. "Aduh,, Mih ! Sasu berangkat yah !", ucapnya sambil mulai melambaikan tangannya pada Mamihnya.
"Ya,, Sasu ! hati-hati !", Mikoto pun juga melambaikan tangan pada anak bungsunya yang mulai pergi menuntut ilmu, perlahan Mikoto memandang punggung anaknya yang telah menjauh, dia pun tenggelam dalam lamunan di pikirannya, angin berhembus menerpa rambut panjang hitam miliknya sehingga wajahnya agak tertutupi oleh rambutnya sendiri, ini membuatnya semakin lelap dalam hati nuraninya yang sedari tadi berbicara. 'Sasuke,, cepat atau lambat kau akan mengerti….' Batinnya.
o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o0ooo0o0o0o0
"NNGGOOENNGGG !"
"WOY ! jalan liat-liat !"
Sakura memacu motornya sangat amat kencang, sudah berapa kali dia menyerempet manusia tidak berdosa yang nongol mengalangi jalannya, tapi bukannya minta maaf, malah Sakura memarahi dan mencaci maki tuh orang, padahal belum tentu tuh orang salah, malah mungkin Sakura yang salah, sementara Naruto di belakang misuh-misuh gak jelas, dia baru menyadari bahwa Sakura itu menyeramkan.
Mereka sebentar lagi hampir sampai ke sekolah, itu berarti mereka sedang memasuki pasar. Memang sekolah mereka dekat pasar jadi agak berbau sedikit, dengan kecepatan yang maksimal setara dengan keongnya Patrick *si rocky, keong Patrick yang tiba-tiba udah nyampe ke garis finish gitu aja* tiba-tiba dari arah pinggir jalan, terlihat seorang perempuan berambut indigo dengan poni dan rambutnya yang agak panjang kira-kira sepinggang, ia terlihat ingin menyebrang dengan ragu-ragu atau memang ingin bunuh diri ? apalagi di saat yang bersamaan, Sakura melesat dengan cepat dan,,,
"CKKITT,,,,,,,," Sakura pun mengerem motornya mendadak, dia benar-benar kaget seseorang menyeberang jalan dengan ragu-ragu, suara rem Sakura pun sampai terdengar, badan mereka berdua agak terlempar ke depan karena rem tadi, helm Naruto pun sampai miring. Tentu saja orang ini menjadi sasaran kemarahan Sakura sekarang.
"HEI ! KAU MAU CARI MATI APA ! PERHATIKAN LANGKAHMU !", Sakura pun nyerocos sampai-sampai kaca helmnya terhujani oleh gerimis buatannya, Naruto di belakang sana sedang membetulkan helmnya, dia berniat untuk melihat nasib orang yang disemprot oleh Sakura tadi sehingga dia pun membuka kaca helmnya, sementara orang yang disemprot cuma nunduk-nunduk minta maaf.
"A-ano minta maaf mba !", ucapnya lirih sepertinya kedua matanya agak berkaca-kaca terlihat oleh Sakura, sementara Naruto cuma tengok-tengok dari tadi berusaha untuk melihat wajah perempuan itu ! ya,, dia perempuan suaranya sangat lembut, sepertinya Naruto tidak bisa melihatnya karena disana juga banyak orang berkerumun melihat apa yang sedang terjadi.
"Sakura, harusnya kau tidak berlebihan ! kasihan dia,, lagipula kita tidak boleh berlama-lama disini kan ?", ucapnya pada Sakura karena merasa iba pada perempuan itu, walau dia tidak sempat melihat wajahnya, tapi dia yakin orang itu benar-benar merasa bersalah atas kejadian tadi, anehnya orang yang berkerumun tadi malah asyik menonton drama FTV gratisan, mungkin mereka berpikir setelah ini Sakura dan orang tadi bakalan berpacaran,, yah walaupun ada satu dua orang yang membantu orang itu berdiri.
"Minggir semua !" , Sakura seperti menurut dengan omongan Naruto yang ada benernya juga, kalau terus menerus berurusan dengan orang ini bisa-bisa mereka telat ke sekolah, Sakura pun mengisyaratkan orang tak berguna tadi untuk menyediakannya jalan bagi motornya, tanpa ada kata-kata lagi, Sakura main meninggalkan perempuan yang hampir saja dia tabrak tadi, walaupun disana banyak sekali orang yang mengumpati dan mencaci Sakura, tetapi tetap tidak ia pedulikan. Jadilah dia melanjutkan perjalanannya.
Setelah melewati kerumunan , terlihat Naruto yang tetap tidak menyerah ingin melihat perempuan tadi, walau tetap saja suasana terlalu ramai sehingga perempuan tadi tidak terlihat, entah kenapa nuraninya Naruto tergerak untuk melihatnya, entah khawatir atau hal lain. 'Siapa sih perempuan tadi ? suaranya terdengar tidak asing !' batinnya.
"Maaf yah Naruto,,! Gara-gara aku jadi kayak gini !", ucap Sakura lirih dari jok depannya
"Gak papah Sakura yang penting gak ada apa-apa !", Naruto pun tersenyum dari balik helm Hellokittynya, jujur saja di hatinya sedang berbunga-bunga,,, dia tidak percaya orang yang disukainya bisa dekat sekali dengannya, masa bodoh tentang ada apa yang terjadi dengan Sakura sehingga membuatnya bisa jarang-jarang sekali baik padanya, yang penting ingin melampiaskan rasanya selama ini ceilah,,,
Sedang asyik-asyiknya berbunga-bunga, tidak terasa sebentar lagi mereka sampai ke sekolah, tidak terlalu dekat juga sih kalau mereka berjalan kaki sambil menuntun motor sampai ke sekolah,,
"DDUSSSSHH"*bunyi apakah ini ?*
"Lho-lho ada apa ini ?", Sakura pun kaget dengan bunyi tersebut yang sepertinya bersumber dari motornya, sehingga dia pun terpaksa memberhentikan motornya ke pinggir trotoar jalan, yang membuatnya kembali menunda perjalanan mereka, Sakura dan Naruto pun turun dari motor untuk mengecek bunyi apa tadi.
"Ada apa Sakura ?", tanya Naruto pada Sakura sambil membuka helmnya, dan juga ikut celingak-celinguk mengamati Sakura yang juga sedang otak-atik motornya.
"Oh tidak Naruto !", Sakura pun terduduk lemas sambil memeluk lututnya di pinggir trotoar jalan yang membuat Naruto agak kaget.
"Lho ? kenapa Sa-sakura ?", tanyanya sembari menaikkan alis kirinya, seakan penasaran akan jawaban Sakura.
"Ban depannya bocor ! huh,, padahal sekolahnya sudah dekat ! lumayan juga sih kalau menuntunnya sampai ke sekolah,, apalagi kitakan sudah telat, menyebalkan !", Sakura pun mengeratkan kedua tangannya dan dia pun memukul beton yang cukup keras, saking kesalnya.
"Hmm,,", Naruto pun meletakkan jari telunjuk di dagunya tanda berpikir, "Ah,, aku punya ide !", seketika muncul lampu bohlam dari kepala Naruto.
"Apa itu Naruto !", tanya Sakura penasaran.
"Lebih baik kau pergi duluan saja Sakura ! Biar aku yang ganti bannya !", ucap Naruro mantap, dia memakai helmya lagi dan mulai menuntun motor Sakura yang bannya bocor itu, mendahului Sakura yang masih bengong menatap jalanan.
"Ta-tapi ! kau akan telat Naruto ! supaya adil kita berdua yang akan menggantinya !", Sakura pun mengikuti langkah Naruto yang sudah berjalan , dia ikut menuntun motornya dari belakang.
"Tidak apa-apa Sakura,, aku kan sering terlambat, jadi aku sudah biasa dimarahi oleh guru BK, sementara kau kan tidak biasa terlambat bukan ?", irisnya menatap tajam Sakura si pemilik mata zamrud mirip batu akik ini.
"Kau sungguh tidak apa-apa ?", tanyanya lirih.
"Tak apa ! sudah cepat, sebentar lagi gerbang sekolah akan ditutup!", Naruto mengacungkan jari jempolnya ke belakang walau ia menghadap ke depan, Sakura memperhatikan punggung Naruto yang sudah manjauh, dia terhenyak sebentar lalu tiba-tiba mengangguk mantap dan mulai berjalan mendahului Naruto.
"Terima kasih Naruto ! hati-hati, sampai ketemu di sekolah !", Sakura mulai berlari mendahului Naruto yang sedang tersenyum, dia pun melambaikan tangannya yang disambut anggukan oleh Naruto.
Lalu Naruto pun melanjutkan perjalanannya sambil celingak-celinguk siapa tahu ada tukang tambal ban terdekat, kebetulan sekali di dekat sana dia baru ingat ada tukang tambal ban, tapi yang membuatnya gondok adalah si tukang memasang tarif amat sangat tinggi, dia tahu karena sering diperingati oleh ayahnya yang memang sudah menjadi korban si tukang, tapi yah,, mau bagaimana lagi ! dia sudah telat dan apalagi dia telah berjanji pada Sakura untuk menambal ban motornya, kalau dia datang ke sekolah dengan motor yang masih dituntun, mau ditaruh kemana mukanya di hadapan Sakura, jadilah dia terpaksa merogoh uang sakunya, apalagi uang jajan yang di berikan Kushina itu pas-pasan jadi dia terus berdoa sepanjang jalan agar uangnya cukup.
Belum jauh dia menuntun motor pink itu, dia sudah menemukan apa yang dia cari-cari, matanya berbinar-binar saat menemukan plang yang terbuat dari kardus Konohamie bertuliskan 'WARTEG ICHIRAKU' *plak ternyata dia salah liat, maksudnya sebelah warteg gaje itu ada tambal ban yang dia cari, yang membuatnya terkulai lemas adalah antrian panjang di tambal ban itu, kok bisa banyak sekali yang bannya bocor di saat yang bersamaan, dia pun mengusap dagunya sambil mengernyitkan matanya.
Setelah bersabar cukup lama akhirnya gilirannya untuk dilayani oleh si tukang, terlihat si tukang ini orang yang badannya cukup besar dan tinggi, dia memakai cadar yang sudah terciprat oli seperti orang arab logatnya juga Arabia banget, seketika Naruto langsung bergidik ngeri sama ini tukang.
"Bang tambal ban yah !", ucap Naruto sambil nyengir kuda tapi disambut dengan deathglare maut pada Naruto yang tidak merasa bersalah itu.
"Hm,, tambal ban ?", tanyanya santai dan dengan watadosnya, entahlah ini orang budeg apa emang gak punya kuping ?
"Iyalah bang ! hehe,, masa boker !", Naruto pun menyeletuk dengan maksud bercanda, agar argumen mereka tidak terlalu serius, Naruto kan tidak suka serius.
"Antum jangan maen-maen ama ana !", Tukang tambal ban itu pun gondok sambil nodong-nodongin linggis ke muka Naruto.
"I-iya bang maaf bang !", Naruto pun bergidik ngeri sambil tertunduk minta maaf, sementara si tukang yang pasti sudah kalian ketahui siapa namanya mengambil alat-alatnya.
"Yang mana depan apa belakang !"
"Depan bang !", jawabnya kini agak berhati-hati karena takut disemprot lagi sama nih orang, jadi dengan profesionalnya tukang ini menambal ban motor pink ini, sehingga tak perlu menunggu lama lagi, ban motornya Sakura sudah tertambal dengan cepat, Naruto pun sampai berdecak kagum, dia pun mengambil uang sakunya yang tak seberapa.
"Berapa bang ?", tanyanya sambil menghitung uang di genggamannya.
"Murah,, cuma 20.000 ryo kok !", jawabnya sangat amat watados dengan santainya.
"Muke gile ! ini ban ditambal apa diganti sih !", Naruto pun nyewot sampai-sampai kuah sedapnya mendarat mulus di cadar abang-abang arabine ini, sangat amat wajarlah Naruto nyewot gini, dia aja beli bokser yang ada foto JBnya dapet itu tiga potong 20.000.
"Antum mau bayar ?, apa ana tojosin lagi ini bannya !", tukang itu tak kalah marahnya kayak si kyubi, dia mengancam menojos itu ban kalau si Naruto tidak bayar.
"Ya-yaudah bang !", ucap Naruto sambil merinding dia merelakan semua uang jajannya, ya semua ! ke abang-abang gak tau diri itu, sejak saat itulah dia bersumpah dalam seumur hidupnya, dia tak akan pernah nambal ban ke abang-abang yang sangat nista ini.
Dengan mata ijonya yang berbinar-binar tukang itu menyerobot uang Naruto dengan kasar dan dia masukkan ke dalam dompet nasionalnya yang emang tebelnya selangit, Naruto pun misuh-misuh gajelas dalam hatinya sambil merutuki nasibnya yang emang sangat sial hari ini, dengan berat hati Naruto pun mulai menaiki motor milik teman sekelasnya yang berambut mirip bubble gum itu bermaksud segera untuk meninggalkan toko ini, sementara itu dari arah luar toko tiba-tiba masuklah seseorang bertubuh aneh kulitnya berwarna biru, giginya mirip hiu, membuat Naruto bergidik dan merinding disko ketika makhluk aneh ini menatapnya tajam sambil nyengir dan menaik-turunkan alisnya seraya menyapa Naruto yang sedang terdiam, melihat makhluk gaje ini ternyata bertambah jadi dua, dan terlihat orang aneh itu ngos-ngosan sambil memegang lututnya terlihat dia sedang berbicara dengan ini tukang tambal, yang membuat Naruto agak penasaran dan berencana untuk menguping sebentar sebelum dia pergi.
"Wah-wah antum sudah kembali ! syukron-syukron,, jadi banyak sekarang !", ucap sang tukang tambal ban kepada sepertinya rekannya yang bergigi hiu tersebut, membuat Naruto pun menaikkan alis kirinya.
" Hosh,hosh,,hosh,, adeuh,, tadi ada polisi melakukan razia takut aku la pak ! hampir saja ketahuan lo ! untung saja aku buruan kabur dari itu tempat ! kalo tidak ! macem mana nasibku pak! Hosh,,hosh,,hosh,, kayaknya cukup sampai sini aku bekerja dengan haram pak ! tak kuat lagi aku pak !", ucapnya dengan logatnya yang medok dan keringat yang bercucuran dan dengan terbata-bata dia mengucapkan panjang lebar.
"Halah,, antum ini,, bilang saja mau nambah fulus lagi,, inih ana tambahkan ! sekarang giliran yang bagian depan tuh ! kebetulan banyak orang hilir mudik disana !", ucapnya yang membuat Naruto semakin bingung dan penasaran dengan argumen yang dari tadi sama sekali membuatnya tidak mudeng, karena takut ketahuan nguping dia berencana cepat-cepat cabut dari tempat aneh itu.
"Haduh,, baiklah pak ! ini untuk terakhir kalinya !", orang itu pun matanya berbinar-binar ketika melihat uang yang lumayan cukup banyak, dan langsung menyerobotnya, melihat itu si tukang tersenyum nista, dan secara tiba-tiba abang-abang bergigi hiu itu membalik badannya dan segera meninggalkan temannya itu dan saat berpapasan dengan Naruto dia pun mengulang hal yang sama seperti tadi, cengar-cengir dengan seram sambil menaik-turunkan alisnya yang membuat Naruto merinding, entah mungkin ini orang suka sama Naruto atau emang dia homo, orang itu pun berlari dengan sangat kencang mendahului Naruto, dia pun semakin bingung dan dari pada berlama lagi Naruto langsung capcus dari tempat aneh itu.
Sungguh bukan hari yang normal bagi Naruto, sikap Sakura yang tiba-tiba berubah, perempuan tadi, dan yang paling membuatnya amit-amit adalah disenyumin sama abang-abang hiu tadi, apalagi kini duit jajannya lenyap, sepertinya dia akan berjalan kaki lagi untuk sampai ke rumah, sedari tadi di perjalanan dia serasa menjadi orang gila, dia terus berbicara sendiri, karena itu dia melepas tangan kanannya yang dari tadi memegang stang motor untuk sekedar menyeka keringatnya yang bercucuran itu.
"Heuh,, hampir sampai !", dia pun bergumam pada dirinya sendiri, sempat terulas senyum kemenangan kala ia telah menemukan plang sekolahnya yang bertuliskan 400m lagi, dia pun dengan tenang menyetir, walaupun matanya udah tinggal beberapa watt lagi karena ritual semalem, sampai dia menemukan hal yang membuatnya hampir ngejungkel dari motor.
"Lho-lho itukan !", Naruto pun memfokuskan matanya kepada sesuatu yang dapat membuat dia terhenyak sebentar, dia pun nunjuk-nunjuk pada sesorang yang dia pernah liat sebelumnya bahkan semenit yang lalu, ya benar abang-abang hiu itu ! dia terlihat sedang bolak-balik menyeberangi jalan yang anehnya semua orang di situ tidak menyadari keganjilan dari perilaku abang-abang itu, terlihat dia sedang berjalan agak nunduk seperti sedang menabur sesuatu.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
"KYAAA! DEMI DEWA NEPTUNUS ! ", Naruto pun tereak gaje dari motornya, mukanya sangat shock saat itu abang hiu dengan santainya naburin benda laknat yang bisa membuat motor orang ngepot sendiri, tentu saja dia jadi sakaw dan kejang gitu di jalan, pasalnya hal itulah yang membuatnya uangnya ludes habis, sayangnya karena syok berat dia jadi tidak terfokus ke jalan, dan tanpa dia ketahui seseorang tengah melintas di depannya, karena kaget dia mengerem motornya mendadak, dan tau-tau orang tadi sudah terduduk di jalan sambil memegang kakinya dia mengerang kesakitan, walau Naruto yakin motor yang dikendarainya cuma kena ujungnya saja, berarti nowel doang, lebay banget nih orang !
"Aduh mba ! gak papah kan ?", Naruto pun turun dari motor dan melepas helmnya, lalu segera menghampiri orang itu, *kalau tidak kenapa-kenapa ngapain dia mengerang kesakitan -_-!*
"Aduh,, mba-mba ! liat-liat dong, dasar ceroboh !", ucap orang yang berseragam sama seperti Naruto itu, sepertinya satu sekolah dengan Naruto , ternyata dia itu adalah seorang laki-laki ketahuan dari suara beratnya itu, rambutnya hitam semakin membuatnya mirip pantat ayam.
"K-kau !", tentu Naruto kenal betul dengan suara ini, tangan tannya yang sedari tadi menggenggam tangan berkulit putih mulus miliknya,'sekalian modus !' dia pun menyesal seumur hidup saat dia mulai membungkukan badannya dengan maksud melihat wajahnya barang sedikit saja, sialnya orangnya juga menatap tajam Naruto, dan seketika kedua mata mereka pun bertemu, keheningan melanda tatapan mereka sejenak.
"SRINGG"
"Ternyata kau teme ! hah,, harusnya tadi aku lindes saja kau ini !", ucap Naruto nyewot kepada orang itu yang ternyata adalah Sasuke, ternyata karmanya masih berlaku sehingga dia harus bertemu pada orang yang paling dibencinya itu, Naruto pun langsung beranjak darinya yang masih bengong entah apa yang dipikirkan oleh Sasuke, tanpa merasa bersalah Naruto kembali menaiki motornya dan langsung mengusirnya dengan kasar.
"Minggir kau ! jangan halangi jalanku !hush,,,!" , Naruto pun mengusir Sasuke sama seperti dirinya mengusir ayam seenak jidat, yang membuat munculnya perempatan di kepala Sasuke.
"Kau ini tidak tau diri ! membiarkan orang yang kau tabrak seenaknya !", ucapnya sambil mulai berdiri dan membersihkan bajunya yang sebenarnya tidak kotor.
"Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu memaafkanku hah ? berdiri saja kau kan masih bisa ?", tanyanya dengan nada mengejek, yang membuat Sasuke makin gondok, dengan sombongnya Sasuke pun membuang mukanya dan dengan jalan yang terpincang-pincang Sasuke kembali berjalan mengabaikan Naruto.
"Hei,,hei,, jangan marah begitu dong aku kan hanya bercanda !", teriak Naruto karena dia juga merasa bersalah saat dia melihat Sasuke yang berjalan pincang itu tentu dia harus bertanggung jawab, lagian tumben sekali orang kayak itu jalan kaki ! biasanya menaiki mobil super mewah, batin Naruto pun bimbang, mengejarnya atau malah meninggalkannya, apalagi dia sudah terlambat ! tapi kasihan juga kalau Sasuke dibiarkan berjalan seperti itu, walau bagaimana pun Naruto tetap punya hati layaknya manusia, dia pun mulai menyalakan motornya mengejar Sasuke yang sudah terlebih dahulu mendahuluinya.
"Hei-hei kau jangan sok kuat ! baiklah aku minta maaf !", ucapnya sambil menaiki motornya berusaha untuk mengejar Sasuke, yang sudah mirip sekali dengan perempuan kalau lagi marah, karena merasa terusik dengan kehadiran Naruto dia berbalik dan segera mengusirnya.
"Akh,, pergi ! jangan dekati aku !", Sasuke pun berteriak sekencang mungkin agar seseorang dapat mendengarnya dan mengusir Naruto, apa daya jalan sana sangat sepi mungkin hanya mereka berdua saja yang ada di sana, Sasuke pun panik dan salah tingkah saat Naruto tiba-tiba menggengam tangannya kembali, semburat merah pun muncul dari wajahnya, tapi berusaha dia sembunyikan. *ada apa dengan Sasuke Uchiha ?*
"Aku takkan pernah melepasmu ! sampai kau mau memaafkan aku !", ucapnya lantang saat tangannya mengenggam tangan Sasuke yang putih, tentu membuat Sasuke jadi salah tingkah pipinya merah padam saat Naruto melemparkan senyumnya ke arah matanya, entah suatu hal atau perasaannya saja, Naruto tampak berbeda hari ini, karena bingung dengan wajah Sasuke yang tiba-tiba merah, Naruto pun melepaskan genggamannya.
"Ma-maaf ! jangan berpikir macam-macam yah ! sebagai tanda minta maaf ! kau harus ikut aku !", Naruto pun mempersilahkan duduk seorang Sasuke Uchiha di jok belakang.
"Kenapa aku harus !?", jawabnya dengan dingin dan mulai membuang wajahnya yang sebenarnya merah tersebut.
"Sudah jangan banyak tanya ! kau dengan keadaan seperti itu ! mana bisa sampai ke sekolah ! nanti kau akan telat tau !", Naruto pun membentak Sasuke yang keras kepalanya selangit, Sasuke pun melemparkan pandangannya ke depan jalan yang memang sangat sepi, akhirnya dengan sangat terpaksa, Sasuke menyerobot helm yang ditawari Naruto dan memakainya dengat kasar.
"Dasar ! kau ini tidak modal ! motor saja pinjam !", Sasuke pun menaiki motor pink itu, sebenarnya di dalam hati dia sedang merutuki hari yang sangat sial ini yah,, salahnya sendiri sih meledek ibunya tadi, tapi kalau bukan karena Naruto dia pasti tidak perlu menaiki motor terkutuk ini ! "cepat jalan !", perintah Sasuke.
"Tunggu dulu ! satu hal lagi !", Naruto pun menambahkan.
"Apa lagi maumu ? cepat nanti kita akan terlambat !"
"Selama perjalanan, aku mau kau pegangan supaya tidak jatuh !", ucapnya watados sekali sontak membuat Sasuke kaget, entah mengapa di pikiran Sasuke, Naruto benar-benar berbeda tapi entah mengapa dia tidak tahu alasannya.
"Baiklah aku sudah pegangan ! SEKARANG CEPAT BERANGKAT DOBE !", Sasuke pun lama-lama menjadi kesal, dia asal saja pegangan di tasnya Naruto.
"Huftt,, kau ini ! itu namanya bukan pegangan,,," secara tiba-tiba Naruto mengambil kedua lengan putih Sasuke, sedangkan orangnya salah tingkah sendiri, begitu dengan ketiga kalinya tangan polos Sasuke dipegang-pegang sama orang yang bukan muhrimnya, Naruto dapat merasakan gugupnya si Sasuke ini melalui tangannya yang sedang ia arahkan untuk memeluk perutnya, tapi tetap saja tidak dia hiraukan entah dia ini tidak peka atau apa, sedangkan Sasuke di belakang sudah hampir pingsan.
"Sekarang ayo kita berangkat !", Naruto pun menyeringai tipis di balik helmnya tanpa berdosa, dan tanpa dia ketahui, sekarang Sasuke di belakang sedang terhenyak sebentar,,,,,,
"Ada apa dengan Naruto ! BODOH !", Sasuke pun merutuki nasibnya.
TO BE CONTINUED
aduh akhirnya selesai ! jujur sulit sekali menyelesaikan satu chapter ini, bahkan ini terlihat lebih panjang yah dari sebelumnya,, padahal masih panjang lagi ini chapternya ! humornya sengaja saya potong lah,, lagi latihan nulis fic angst,, ternyata masih gagall total XD,
Yah,, mungkin Sasuke disini ooc banget yah,, maaf-maaf ! *Bungkuk-bungkuk*, tapi tenang saja ! dia ooc kalau sama ortunya, kalau di sekolah yah,, mungkin kayak biasa!
Saya sadar betul fic ini sangat jauh dari kata sempurna, mungkin bagaikan bumi dan langit XD ! maka dari itu saya sangat berkenan bila readers dan para senpai meninggalkan sedikit jejak disini, entah itu mau saran,kritik, atau Flame pasti sangat saya terima bila itu membuat saya semakin berkembang dalam memperbaiki tulisan saya
Akhir kata,,
Sampai jumpa di chapter depan !
