KiriDai Captain Day : Babysit the purple kids

Summary : mengasuh satu bocah bersurai ungu saja sudah sangat menguji kesabaran Hanamiya, dan kini dia harus mengasuh dua bocah bersurai ungu yang mengganggu ketenangan hari liburnya.

Disclaimer : I own nothing except the plot :)


"Apa yang kau lakukan disini?" Hanamiya yang tampak kesal saat melihat sosok orang yang paling tidak ingin dilihatnya dihari libur, muncul di depan rumahnya sambil nyengir tanpa arti. Kekesalannya makin bertambah saat melihat seseorang dibelakang Hara. Seorang cowo bertubuh raksasa yang sedang menatapnya malas. Hanamiya langsung mengenalinya sebagai Atsushi Murasakibara.

"Haloooooo~" Murasakibara mengangkat tangan kanannya, menyapa Hanamiya masih dengan tatapan bosan.

"Apa yang dia lakukan disini?" Hanamiya menunjuk kearah Murasakibara seraya menatap Hara, meminta penjelasan dari cowo bubblegum itu. Hara meniup permen karetnya hingga menggelembung menutupi setengah bagian wajahnya.

Pop! gelembung permen karetnya tak bertahan lama. gelembung itu pecah dan menutupi wajah Hara. Cowo itu kemudian membersihkan wajahnya dengan mengulum permen karetnya dengan jarinya. Hanamiya menatapnya jijik.

"Jangan menempelkan hal menjijikkan itu di rumahku!" sang Bad Boy mengancam Hara sementara yang bersangkutan cuma nyengir polos kemudian membuang permen karetnya ketempat sampah kecil yang berada tak jauh dari pintu.

"Huwaaaa~ aku sudah lapaaaaaaar~" Murasakibara memeluk pundak Hara dari belakang seperti minta digendong membuat Hara kewalahan karena hampir tidak bisa menahan bobot tubuh raksasa Murasakibara. Hanamiya menatap keduanya dengan horror. Dia seperti melihat dua kakak-beradik yang mirip tapi tak sama. Oke, kemiripan mereka hanya diwarna rambut. Setidaknya itu hal pertama yang terlintas dipikiran Hanamiya.

Murasakibara terlahir memiliki rambut berwarna ungu terang. Sementara Hara hanya mewarnai rambut aslinya yang berwarna silver. Entah dimana dan bagaimana anak itu mewarnai rambutnya, yang jelas gradiasi warna silver dan ungu terlihat sangat serasi sehingga berhasil membuat orang lain berpikir kalau itu adalah warna rambutnya yang asli.

"Loh? Ternyata Kazuya yang datang" ayah Hanamiya tiba-tiba muncul dari belakang anaknya. Murasakibara langsung beranjak dari punggung Hara yang akhirnya bisa bernapas lega setelah mengira akan jadi alas tidur si bocah raksasa dari Yosen. Dia merasa tertolong dengan kehadiran ayah Hanamiya.

Hara dan Murasakibara serempak memberi salam pada ayahnya Hanamiya yang sekilas tampak sedikit kaget dengan kehadiran Murasakibara. Apa yang sedang dilakukan sosok raksasa ini didepan rumahnya? begitulah yang ada dipikirannya.

"Paman akan pergi?" tanya Hara yang menyadari kalau pria itu sudah mengenakan mantel dan sepatunya dan membawa tas kerjanya.

"Iya. Ada urusan sebentar. Karena kau sudah datang kesini, bisakah kau menjaga Hanamiya untukku?" ayah Hanamiya terdengar sedikit memohon seolah sedang meminta tolong pada Hara untuk menjaga anak gadisnya.

"Ayah! Aku bukan anak kecil!" Hanamiya tidak percaya ayahnya mengatakan hal itu didepan temannya. Didepan Kazuya Hara pula! Biangnya iseng se-Kirisaki Daiichi!

Hara sudah hampir tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi kekesalan Hanamiya. Haaa~ dia selalu suka melihat wajah Hanamiya yang sedang marah atau kesal. Kaptennya itu akan terlihat seribu persen lebih imut saat sedang marah. Alisnya itu loh~~ ga nahan! Rasanya detik itu juga Hara ingin memasukkan Hanamiya kedalam karung dan membuangnya ke laut, ups membawanya pulang maksudnya.

"Tentu saja Paman! Kau bisa mengandalkanku!" Hara berkata dengan penuh semangat seolah baru saja mendapat jackpot. Ayah Hanamiya tersenyum kecil melihat reaksi Hara kemudian dia beralih kepada putra semata wayangnya.

"Aku akan kembali dalam satu atau dua jam" katanya seraya mengelus pipi Hanamiya dengan lembut kemudian keluar melalui pintu. Hara dan Murasakibara membungkuk sedikit saat pria itu melewati mereka. Lalu keduanya pun buru-buru masuk ke rumah sebelum Hanamiya menutup pintunya.

"He-hei!" Mereka tidak mempedulikan protes dari sang Bad Boy. "Tadaimaaaa!" seru Hara yang langsung merebahkan diri disofa putih panjang di ruang tamu sementara 'adiknya' langsung menuju dapur. Bocah Titan itu tak kesulitan mencari dapur di rumah Hanamiya meski baru pertama kali ke rumahnya. Indera penciumannya memang sangat tajam. Dalam beberapa detik, Murasakibara sudah menemukan lemari makanan Hanamiya yang penuh dengan cemilan yang berbahan dasar coklat.

Hanamiya hanya bisa mengurut dada melihat kelakuan dua bocah bersurai ungu yang seenaknya saja menginvasi rumahnya. Ayahnya secara tak langsung memberi ijin pada Hara untuk masuk. Itu sama artinya memberi ijin pada Hara untuk menghancurkan hari liburnya yang tenteram. Tak hanya itu, ayahnya juga telah membuatnya malu dengan mengelus pipinya dan mengatakan pada Hara untuk menjaganya!

Kau percaya itu? yang ada malah aku yang harus menjaga kedua bocah ini agar tidak membuat kekacauan di rumahku! Urrggghhh! Hanamiya menggertakkan giginya. Quality Time yang dimiliki Hanamiya sudah resmi dihancurkan oleh dua bocah bersurai ungu bernama Hara dan Murasakibara.

xoxoxo

"mmm…mmm…mm... Kau benar, stok cemilan coklatnya banyak sekali" tak sampai sepuluh menit, Murasakibara sudah kembali dari dapur sambil membawa banyak cemilan coklat dipelukannya yang tadi ia temukan di lemari makanan Hanamiya. Dia melintasi ruang tamu kemudian duduk di karpet bulu tebal, dibawah sofa tempat Hara berbaring. Bocah itu gak mempedulikan Hanamiya yang mendelik tajam kearahnya.

"Bagaimana bisa kau menemukannya? Apa kau akan memakan semua itu?" Hanamiya seperti orang kebakaran jenggot. Hatinya merasa teriris, itupun bila ia memang punya hati, saat melihat cemilan-cemilan coklatnya sedikit demi sedikit masuk kedalam mulut besar Murasakibara. Waferku! Biskuitku! Coklatku! Cupcakeku! Hanamiya ingin menjerit rasanya saat melihat stok cemilannya selama sebulan ludes dalam beberapa menit saja oleh Murasakibara.

"Kaaan~ apa kubilang!" ujar Hara cuek. Cowo itu kemudian bangkit dan duduk disofa, mengambil sekeping biskuit coklat dari stok cemilan Hanamiya yang sudah diambil alih oleh Murasakibara.

"Teme! Kau sengaja membawanya kesini kan!" Hanamiya menghampiri Hara kemudian menarik kerah jaketnya dengan kasar. Meski tubuh Hanamiya lebih kecil tapi cengkramannya cukup kuat untuk menarik tubuh cowo bubblegum itu. Hara hanya melemparkan seringai lebar penuh kepuasan karena berhasil mengusili kaptennya. Dia bahkan tak peduli seandainya Hanamiya membunuhnya saat itu juga.

Tadinya Hara ingin memberikan uang pada Murasakibara agar bocah itu tak mengganggunya, kemudian melanjutkan kegiatan pentingnya di Akihabara. tapi sebuah ide gila dan juga bayangan wajah Hanamiya yang penuh kemarahan terlintas di otak super iseng Hara.

Dia rela meninggalkan kaki-kaki indah nan mulus itu demi melihat Hanamiya mencapai kekesalan tingkat tinggi. Ada rasa bangga dan kepuasan dalam diri sang power forward Kirisaki Daiichi itu saat dirinya berhasil mengerjai sang kapten.

"Hanami-chin, kau jangan memarahinya. Dia hanya menolongku kok" diluar dugaan, Murasakibara yang biasanya tidak peduli pada apapun dan siapapun, nyatanya baru saja membela Hara yang telah membantunya mendapatkan makanan dengan gratis saat ia tersesat di Akihabara. Kedua murid Kirisaki Daiichi itu serentak menoleh kearah si bocah Yosen.

"Eee~ Kau mengenalnya?" Hara sedikit terkejut saat mendengar Murasakibara memanggil Hanamiya dengan panggilan khas si bocah Titan yang selalu memanggil nama orang ditambah suffix –chin dibelakangnya. Tapi bukankah hanya kepada orang-orang tertentu?

"Tentu saja. Kraukk.. Hanami-chin kan salah satu Mukan no Goshou. Kraukkk…seperti Kiyoshi" Murasakibara menghabiskan wafer coklatnya kemudian melemparkan bungkusnya ke lantai begitu saja seolah berada di rumahnya sendiri, mengacuhkan sang tuan rumah yang tengah melotot padanya.

"Tsk! Jangan menyebut namanya didepanku! Dan jangan memanggilku dengan sebutan aneh seperti itu!" Hanamiya makin meradang. Kesabarannya sudah mulai menipis. Pertama, dia tidak suka mendengar orang lain menyebut-nyebut Kiyoshi Teppei didepannya karena mendengar namanya saja selalu membuat sang Bad Boy frustasi dan bergairah….. untuk mematahkan lututnya yang satu lagi.

Kedua, Murasakibara seenaknya saja memanggilnya dengan panggilan aneh yang malah membuat namanya terdengar seperti nama seorang power forward berambut merah dari SMU Shohoku. Dan yang terakhir, ruang tamunya jadi berantakan dengan dengan bungkus bekas cemilan yang bertebaran dimana-mana dan sisa remah-remah makanan karena si bocah Titan!

Hanamiya yang meradang kemudian mengambil telepon wireless-nya yang berada di sebelah sofa dan mencoba menghubungi Furuhashi di kamarnya. Biasanya dia akan menghubungi Seto terlebih dahulu bila ada keadaan mendesak. Tapi kalau si bocah semprul sampai datang ke rumahnya, itu berarti Seto dan yang lainnya mengabaikan Hara.

To be continued…


A/N :Alhamdulillah bisa update juga :D walaupun masih gantung :( Maaaaaaf, sedang dilanda writers block T.T but feel free to critic and review. Thanks :)