Cast : Oh Sehun
Xi Luhan
Other Cast: EXO members and Other
Gengre: Marriage Life,Comedy Love,Friendship and Romance
Rate: T-M
Length: Chapter
HAPPY READING DAN JANGAN LUPA REVIEW NYA!
Author's POV
SM ENTERTAIMENT Building
08.00 am KST
Ruangan khusus di SM Entertainment tampak riuh dipagi hari ini. Bagaimana tidak, mereka menerima pesan Line yang cukup mengejutkan. Sungguh, pesan yang mereka tidak menduganya sama sekali.
"Bagaimana bisa dia berfoto seperti ini?" kata salah satu seorang staff yang cukup terkejut saat melihatnya. Yang mereka herankan adalah kenapa pose mereka seolah? Sulit dijelaskan
"Siapa pria ini…. cepat. Kalian cari tahu." kata seorang petinggi staff tersebut.
"Astaga. Kalau tersebar dimedia, bisa kacau semua. Bocah itu benar-benar tidak waras!"
"Kalian sudah mengecek, ini foto asli apa rekayasa?"
"Ini asli! Bukan rekayasa! Kenyataan yang miris… Tapi kenapa foto itu sampai ditangan Tuan Yuan?"
"Apa, jangan-jangan pria itu putra tuan Yuan? Atau… Ahh… kenapa dia sebodoh itu? Bukankah foto ini biasa? Tapi… Kenapa mereka tampak seperti sehabis? Ya Tuhan!"
"Tidak mungkin mereka melakukan ini di dorm? Di Hotel? Toilet Hotel?!"
"Yakkkk Andwee….! Idol kita tidak seburuk itu dan tidak menyimpang?"
"Iya mungkin saja mengingat pria ini cantik dan cocok jikalau bersama oh sehun..dan mereka sudah dewasa Bukan tidak mungkin sudah memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman. Kekasih? Mungkin mereka akan segera menikah?! Atau sudah menikah?"
"Tunggu! bukankah pria ini? kalian perhatikan.. dia juga staff. Dia…..!"
Begitulah suara yang terdengar setelah menerima sebuah foto idol mereka dengan seorang pria cantik.
"Cepat panggil Oh Sehun. Kita harus mengadakan pertemuan." Ucap salah satu kepala staff disana. Tampak sekali ia sangat bingung.
"Yang mengirim adalah salah satu pemegang saham di perusahaan ini. Takutnya, dia menyebarkan dan perusahaan ini akan hancur? Aish Jinja!" keluh seseorang disamping pria ini.
"Baiklah. Tenang. Kita harus tenang… Tuan Yuan hanya ingin kejelasan status Sehun dengan pria ini. Semoga beliau tidak melaksanakan ancamannya untuk menyebarkan ini di media. Sungguh, aku tidak ingin ada idol scandal diperusahaan ini!"
_oOo_
EXO Dorm
"Yaaa.. Sehunnie. Ireona."
Suara Kyungsoo terdengar sangat lembut dan merdu ditelinga Sehun. Tapi, rasa kantuk sangat sulit untuknya membuka mata. Ia tidak mau membuka matanya.
"Sehunnie…. Ireona. Manager Hyung mencarimu."
"Mhhh… biarkan saja dia menunggu. Suruh siapa pagi-pagi datang kesini, apa dia kurang kerjaan, Huh?" Sehun tidak sadar jika managernya sudah berdiri disana. Menatap Sehun geram.
"Yaa! Oh Sehun!"
Sehun mengerjapkan matanya, sepertinya dia hafal suara ini. Kyungsoo hyung tidak mungkin berteriak seperti ini. Dengan pelan Sehun membalikkan badannya dan membuka matanya sedikit.
"Bangun, Atau kau akan menyesal seumur hidup!"
Sehun membuka matanya seketika dan melihat wajah seram dari managernya itu. Pria didepannya ini tidak seperti biasanya.
"Hyung, kau ini kenapa?" tanya Sehun enteng.
"Bersiaplah.. Ikut aku ke SM building sekarang!" kata Manager itu dengan lantang. Membuat Sehun membulatkan matanya. Sungguh pergi kesana, ia malas sekali. Sebenarnya ada apa sih?
"Ya, bukannya kemarin aku sudah kesana? Ada apa lagi? Aish menyebalkan!" gerutu Sehun.
"Semuanya. Ikut! Terutama KAU OH SEHUN!"
Sepertinya manager ini kehabisan kesabaran karena Sehun menganggap ini biasa. Padahal semua masalah bersumber padanya.
Kyungsoo yang masih ada dikamar pun ikut membulatkan matanya. Terkejut. Ya, kira-kira ada apa? Sampai semua member disuruh datang semua? Benar-benar membuat orang bingung saja.
"Hyung? Kami semua?" tanya Kyungsoo. Sementara Sehun tersenyum miring mendengarnya. Yang ia rasa, ia puas tidak hanya dia yang datang tapi semuanya.
"Ne, semuanya!"
"Dan masalahnya bersumber pada kau. Sehun!" tambah manager itu lagi.
Sehun menghentikan aksi senyumnya saat mendengar apa kata manager hyung padanya. Apa sumber masalah benar ada pada dirinya sebenarnya ada apa?
"Yaa..! Aku? Waeyo?" Sehun memasang wajah tanpa dosanya.
"Bersiaplah!"
_oOo_
"Foto! Foto bagaimana hyung?" tanyanya antusias saat mereka baru saja menerima penjelasan dari managernya.
"Tapi, kami rasa itu fans Sehun mungkin? Selama ini, yang kami tahu dia tidak pernah bercerita bahwa dia mempunyai kekasih ataupun tunangan?" ucap Kyungsoo heran.
"Aigoo… ! kenapa bocah itu berulah saat seperti ini lalu siapa yang akan angkat bicara nanti?" Suho gelisah. Kemudian semua mata menatapnya aneh.
"Yaa.. kau ini leader disini. Apa kau tidak bisa berbicara?"
Pletak!
Seketika kepala Chanyeol mendapat jitakan dari Suho karena kata-katanya.
"Aishh… Sakit hyung!"
"Rasakan. Hahaahh…"
"Sudah-sudah! Mana Sehun… Kalian akan semakin jelas disana….. dan ini mungkin ujian terberat kalian karena mungkin nasib Sehun dan perusahaan ini tidak lama lagi jika Kesalahan ini muncul ke media bahkan aishhh membayangkan nya saja membuat diriku tak berkutit!"
"Apa! KESALAHAN !" pekik mereka bersamaan
"Nasib kami? Perusahaan… Aish jinja!…" gerutu Suho.
"tenang sedikit….." ucap Lay memberikan ketenangan pada sang leader ini.
"Ne, kalian tidak tahu. Foto Sehun dan pria cantik itu sudah ada ditangan salah satu pemegang saham di SM, apalagi foto itu ada didalam toilet"
"APA !TOILET?'' teriak mereka
"Hasshh… kalian ini kenapa sangat terkejut?! Aku juga sih…" tambah manager itu sambil memijit keningnya.
"Hyung? Kenapa ini sepertinya sangat parah. Ah tidak tidak.. ini sepertinya akan menjadi kesalahan terbesar. Aigoo. Aku takut sekali…" kata Chanyeol mulai memeluk Baekhyun disampingnya.
Chen dan Xiumin hanya saling menatap aneh pada pasangan disampingnya ini.
"Siapa pria itu?" tanya Kyungsoo penasaran.
"Nan Molla… yang jelas Tuan Yuan mengenalnya. Lebih parahnya lagi… Tuan Yuan ingin tahu status mereka berdua. Dan jika statusnya belum menikah.. Tuan Yuan akan menyebarkan pada media. Foto Sehun dan wanita tomboy itu!" jika Luhan mengetahuinya mungkin manager itu sudah mendapatkan bogem dari Luhan
"Apa? Fotoku? Pria? Pria apa?! "
Sehun muncul dengan rambutnya yang masih basah karena sehabis keramas. Semua mata kini menoleh dan menatap Sehun.
"Hyung… Foto apa? Pria? Siapa yang kau maksud?"
" sehun!"
_oOo_
Luhan tampak sangat riang berjalan memasuki gedung yang memang tempat bekerjanya dan tempat bernaung para idol terkenal. EXO. Dimana lagi kalau bukan SM Entertainment…
Hari ini memang ia tidak terlambat karena ia sudah memasang alarm lebih cepat, lagi pula bus yang ia tumpangi juga tidak datang terlambat. Hanya saja, ia kesulitan karena sepatunya sudah sangat tidak nyaman untuk ia gunakan.
Ia membungkukkan badannya saat masuk kedalam ruangannya. Sudah ada Sungyeol disana. Pria itu kenapa selalu datang lebih awal dari siapapun? Apa dia tidur disini? Tidak pulang? Itulah yang muncul dibenak Luhan saat ini.
"Pagii.."
"Ehmm…" jawabnya. Luhan hanya tersenyum getir. Kenapa ia bisa bekerja dengan pria seperti ini. Aigoo!
"Lu…"
"Ne?" jawab Luhan saat duduk dikursi kerjanya.
"Namamu Xi Luhan bukan?"
"Ne… wae?"
"Aneh.. kenapa kau dipanggil dirapat EXO?! Ani, ini sepertinya pertemuan penting." kata Sungyeol pada Luhan. Mata rusa pria ini membulat seketika. Rapat EXO? Pertemuan penting?
"Kemarin kau buat ulah apa lagi? Kau ada masalah dengan member EXO saat aku menyuruhmu mengantarkan bel-"
"Anniyaa! Sungguh aku tidak ada masalah sama sekali. Hanya saja_" potong Luhan
Terlintas dipikiran Luhan… bayangan saat ia memberi foto itu pada Tuan Yuan? Apakah ini ada sangkut pautnya? Tidak mungkin.. Tuan Yuan tidak mungkin mengenal member EXO. Tidak mungkin. Luhan terus menggelengkan kepalanya.
"Yaa. Lu. Kau ini kenapa? Ada yang kau sembunyikan?" tebak Sungyeol.
"Ahh.. Anniya.. aku hanya sedikit pusing saja." jawab Luhan berbohong. Tiba-tiba pintu ruangan ini terbuka.
"XI Luhan…"
Luhan seketika mendongak dan menatap salah seorang staff yang kini sedang memanggil namanya.
"Ne..?"
"Ikut aku. Kau sedang ditunggu diruang rapat."
_oOo_
Semua member berkumpul tak terkecuali maknae EXO ya siapa lagi jika bukan Sehun EXO-K. Wajah pria ini tampak gusar juga gelisah. Ia tidak tahu masalah apa yang ia buat dapat sebesar ini. Ciisshh begitu pentingkah hingga SM sampai membuatkan pertemuan khusus. Dari sudut ruangan ini tampak seorang pria terus saja menatap wajah Sehun.
Apakah itu laki-laki pilihan Luhan. Tidak mencerminkan sikap dewasa sama sekali. Batinnya.
"Ayahmu sudah tahu ternyata…"
Sehun mendongak saat melihat Ayahnya masuk kedalam ruangan pertemuan ini. Matanya membulat saat melihat Ayah nya kini duduk tepat dihadapannya. Pandangan pria separuh baya ini menatap Sehun tajam. Membuat Sehun menunduk dan menelan ludah.
Kemudian tuan Yuan yang memang hadir menghampiri dimana duduknya Tuan Oh. Ayahnya Sehun. Mereka berdua saling berbisik satu sama lain.
"Silahkan masuk…" kata seorang staff yang kini ada didepan pintu. Sepertinya orang yang dibawanya enggan masuk kedalam ruangan ini.
Seluruh mata kini tertuju pada seseorang yang akan masuk dan menjadi sumber dari segala masalah ini. Lebih tepatnya Kesalahan yah kesalahan Sehun dan Luhan. Siapa lagi kalau bukan Luhan.
" masukklah…" pinta salah seorang kepala staff pada ini menunduk dan dengan perlahan melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ruangan. Ruangan dimana dia akan diintrogasi mati-matian Bagaimana tidak ini menyangkut masa depan perusahaan dan juga Sehun sebagai member EXO.
_oOo_
Pandangan mata Sehun terus tertuju pada arah pintu dan sesaat kemudian ia melihat seorang pria mungil yang tengah sedikit menunduk masuk kedalam ruangan. Matanya membulat tatkala pria itu mendongak dan duduk didepannya. Tepat disamping Tuan Yuan.
Sehun menggeretakan giginya saat tahu bahwa pembawa masalah adalah Pria Cantik yang berfoto dengan dirinya kemarin di toilet Staff. Baru saja kata bodoh terlintas diotaknya yang gelar itu sekarang patut ia sandang. Karena ia memang bodoh berfoto dengan pria semacam itu.
Begitu juga dengan Luhan. Keringat dingin kini mengalir ditubuhnya. Sungguh, ia tidak tahu kalau akan seperti ini. Ia merasakan tangan Tuan Yuan menggenggam tangannya. Menguatkannya. Tapi Luhan malah mendeklik kearah nya. Ia sangat kesal dengan pria tua ini. Tapi Ia bisa apa sekarang? Mengatakan hal yang sebenarnya bahwa ia berbohong? Sama saja ia malah akan semakin sulit dan memperparah keadaan nya saat ini.
Dia sebenarnya sangat takut dengan ini semua. Ia menyesali kenapa ia tidak habis pikir, Tuan Yuan adalah salah satu pemegang saham terbesar di SM. Pastilah ia tahu kalau Sehun member EXO Sekaligus maknae EXO-K. Ya Tuhan Luhan terus saja merutuki nasibnya sendiri ia sungguh ceroboh saat ini tidak memikirkan terlebih dahulu.
"Pria Toilet?! Aish jinjaaa!" Sehun sangat kesal. Sangat kesal sekali. Mata elang nya masih menatap Luhan. Ia tidak menduga bahwa foto itu adalah fotonya dengan Luhan saat mereka ada ditoilet kemarin. Sehun kemudian memegang keningnya. Ia merasakan pusing. Sangat pusing bahkan ingin sekali membenturkan kepala nya namun ia masih sayang nyawa sebenarnya..
"Sehun-ah… dia bukankah? Lu Hyung.." ucap Baekhyun yang duduk tepat disebelah Sehun.
"Kau ada Kesalahan dengan Staff baru itu? Aigoo Sehun-ah… " ucap Chanyeol lagi. Semua mata member EXO kini tertuju pada Sehun dan Luhan bergantian. Sedang Luhan tidak berani menatap para pria yang ada didepannya.
"Hun-ah… Kau ada hubungan dengan Lu hyung? Bagaimana bis_"
"Stop dreaming Hyung. Jangan bertanya lagi. Aku pusing…. sudah aku ingin mendengar penjelasan para staff ini. Apa mau mereka padaku sebenarnya." Sehun benar-benar dibuat geram dan kesal. Sementara Ayah nya hanya menggeleng melihat putranya yang seperti ini. Kemudian mata elang yang menyerupai Putranya ini menatap Pria cantik yang ada disampingnya. Pria ini tampak baik…
tapi kenapa mau melakukan hal seperti itu dengan Pikirnya.
"Ehem…. Berhubung Luhan dan Sehun sudah ada disini. Kami akan langsung saja pada intinya.''
Tuan Yuan mendengar langsung dari mulut kepala Staff yang dimana pria cantik itu kini sudah ia anggap putranya
''bahwa Luhan adalah kekasih Oh Sehun. Bukan begitu Sehunnie?"
Mata Tajam Sehun membulat seketika dan bibirnya terbuka saat mendengar apa kata staff tersebut serta rahang nya mengeras. Jelas ini tidak mungkin. Sangat tidak mungkin. Bagaimana bisa, baru sehari yang lalu ia mengenal pria ini. Di toilet pula sungguh tidak elit pikir Sehun.
"Hah AP..APA? Kekasihnya?" pekik Sehun. Matanya menatap Luhan, sementara pria mungil didepannya hanya menggigit bibir bawahnya. Ia sangat gugup.
"Anniya. Kami bukan kekasih…" sahut Luhan kemudian mendapat tatapan tajam dari Tuan Yuan.
"Kalian ini apa-apaan… ayo perlihatkan Foto mereka ditoilet?! cepat…" perintah Tuan Yuan pada seorang staff disana.
Akhirnya mereka memperlihatkan foto Sehun dan juga Luhan. Sungguh, semua mata melihatnya cukup terkejut. Termasuk Ayah Sehun sendiri. Seorang Oh Sehun terlihat Seksi menggunakan kaos lengan pendek, dan terlihat bahwa Pria ini sehabis bangun tidur. Rambut Sehun juga terlihat basah. Mata Sehun seperti biasa sembab. Apa itu berarti kejadiannya pagi? Bangun tidur? Apakah mereka?
Suasana tampak riuh kali ini. Sehun tampak gusar begitupun Luhan. Keduanya lantas saling bertatapan. Sehun menatap Luhan kesal. Sungguh ia sangat kesal. Rupanya pria ini benar-benar memanfaatkan foto itu.
Sehun ingin menjelaskan kenapa ia berfoto seperti itu.. tapi apakah semua akan percaya? Yang ada dia akan semakin terlihat bodoh. Bagaimana bisa dia sebodoh ini kemarin? Haishhh jinjja Oh Sehun
"Aku Tuan Yuan… kemarin saat Luhan aku tanya soal calon pasangan nya. Ahh tidak bukan begitu… aishh bagaimana menjelaskannya. Yang jelas Luhan saat akan aku jodohkan dengan pemuda lain, dia mengatakan sudah mempunyai kekasih dan tak lain adalah kau Oh Sehun. Katanya dia siap menikahi Luhan kapan saja Luhan mau. Sebagai perwakilan orang tua Luhan. Aku tidak ingin putraku dilecehkan oleh seorang pria seperti dia apalagi menjadi seorang Gay. Sungguh foto itu sangat membuatku pusing dan mual."
"Mwo? Yaa.. untuk apa kau ikut campur_"
"Sehun…..!" pekik Tuan Oh pada Sehun.
"Kalau kau tidak ingin mengakuinya. Baik! siap-siap saja anak muda. Siapa namamu, Sehun? Sehun… bersiaplah untuk masa depanmu tanpa EXO. Aku yakin walau kau bertahan tapi publik pasti akan_"
"Tapi itu hanya foto?!" sela Sehun geram.
"Ini kenyataan kalau sampai foto ini tersebar, kau lupa kau idol terkenal. Aku kenal dengan Ayah mu. Apa kau ingin merusak citra Ayah mu? Hum?! Oke kalau begitu. Aku akan cabut semua sahamku dan membawa pergi Luhan."
"Aku mohon.. jangan lakukan ini Tuan Yuan." pekik Luhan menatap pria tua itu. Wajah Luhan sungguh tegang ia tidak habis pikir masalah kecil bisa menjadi sangat runyam.
"Lalu kau sudah dilecehkan Lu. Foto itu sudah jelas-jelas menunjukkan kalian sangat dekat dan aku yakin kalian sudah_"
"Bagaimana bisa pemuda itu mengelak." kata Tuan Yuan putus asa.
Luhan sebenarnya ingin berterus terang, bahwa ia dan Sehun tidak ada hubungan apa-apa. Tapi tidak mungkin, ia pasti akan dinikahkan dengan pria yang tidak ia kenal oleh Tuan Yuan. Tapi, bukankah sama dengan Sehun. Ia juga tidak mengenal Sehun? lalu apa bedanya..
Semua mata member EXO terus mengarah pada Sehun dan juga Luhan.
"Eum.. Begini.. Apakah diantara kalian tidak melihat gelagat aneh Sehun dan Luhan?" tanya seorang Staff pada seluruh member.
"Kemarin aku sempat curiga. Sehun dan Luhan bertatapan cukup lama, lalu gerak-gerik mereka saat diruang makan juga sangat aneh. Kami belum pernah mengetahui Sehun seperti kemarin saat Luhan datang ke dorm kami" ucap Baekhyun sungguh Sehun ingin membunuh hyung nya yang satu ini oh sekalian saja mebuang pria cerewet itu ke sungai Han.
"Ya,Luhan asisten Sungyeol Hyung. Dan saat pertama masuk ke dorm keduanya sama-sama terkejut." lanjut Chanyeol Oh dia tidak jauh berbeda dengan kekasih nya dasar pasangan pengadu Sehun menatap kesal.
"Apa mungkin, Sehun sengaja menyembunyikan hubungan ini dari kami, kami juga tidak tahu. Tapi, aku rasa Sehun ingin menjaga agar hubungannya dengan Luhan nyaman." Ucap Baekhyun.
Sehun menghela nafas beratnya. Ia berulangkali harus menatap Luhan dan memastikan bahwa memang pria inilah penyebab terjadinya semua ini. Dari wajah, pria ini terlihat sangat tidak jahat dan licik malah terlihat seperti bidadari dan berhati malaikat Tapi! Wajahnya ternyata menipu.
"Tuan Yuan. Aku bersedia bertanggung jawab. Demi putraku." ucap Tuan Oh.
"APPA?!" sahut Sehun.
"Sehun-ah! Kau sudah besar tidak perlu menutupi hubunganmu dengan nya baiklah ini memang menyimpang dan mungkin sedikit tidak masuk akal jika menantuku seorang pria namun aku harap ia mendapatkan keajaiban dan mempunyai anak jika aku perhatikan ia sangat lucu dan cantik. Lagi pula, jika kau menikah perusahaan juga tidak melarangmu. Ini semua demi kebaikan kita semua." kata Tuan Oh.
Sehun seakan tidak punya tenaga untuk melawan apa kata Ayah nya ini. Mulutnya seakan terkunci. Ia sangat bingung dengan situasi ini. Menikah? Ya Tuhan menikah? Sungguh ia tidak pernah membayangkan secepat ini menikah dengan pria yang belum ia kenal. Sama sekali.
Sehun memutar otaknya. Mencerna semua kata-kata Tuan Yuan dan Ayahnya. Ini sangat membinggungkan dirinya. Mata tajamnya kini menatap lurus kedepan. Luhan, ya kini ia menatap Pria cantik didepannya dan Ia tidak ingin kalah dari semua ini Baiklah Luhan. Aku ikuti aturan mainmu Batin Sehun.
"Aku akui! Aku memang sedang berkencan dengan Luhan. Aku menjadi kekasihnya tapi, memang kami sepakat menyembunyikannya. Aku juga berjanji akan menikahinya jika dia mau Tapi dia selalu menolak Dengan alasan aku ini seorang idol."
Sehun berkata seperti ini matanya sambil menatap lurus kearah Luhan. Sementara Luhan pria ini hanya menatap Sehun dengan mata rusa yang hampir akan keluar.
"Hun-ah…" pekik semua member EXO yang terkejut dengan apa yang Sehun katakan. Termasuk Luhan Ia tidak menduga jika Sehun akan mengatakan ini Ia yakin ada sesuatu diotak setannya tersebut.
"Aku sudah melamarnya beberapa hari yang lalu." tambah Sehun lagi. Kini semua hanya bisa melebarkan mulutnya mendengar penuturan Sehun beserta seluruh Hyung-nya yang berkumpul disini. heran kenapa maknae mereka menyembunyikan semua ini.
'Sehun…..maafkan aku….' Lirih Luhan
'Kau harus mengganti ini semua Luhan Hyung. Bersiaplah.. permainan ini akan segera dimulai'
_oOo_
Sehun menarik tangan Luhan dan berjalan dengan cepat. Luhan merasa kewalahan saat mengikuti langkah Sehun yang begitu cepat dan juga tangannya sangat sakit akibat genggaman tangan Sehun yang sangat kuat.
"Yaa.. lepaskan! Aku bisa berjalan sendiri." pekik Luhan. Sehun terus berjalan menaiki Tangga darurat gedung ini yah SM Entertaiment Building. Sehun membawa Luhan ketempat yang aman dimana ia bisa berbicara panjang lebar dan menumpahkan kekesalannya pada pria bertampang polos ini.
"Awww Yakkkk….." Luhan meringis ketika Sehun melepaskan genggaman tangannya dan menghempaskan tubuhnya kedinding. Sehun menarik nafas panjang dan menatap wajah pria cantik ini lekat-lekat.
"Bicaralah.. Aku akan mendengarkannya." Jawab Luhan enteng.
Buggggggghhhh….
Sehun meninju dinding tepat disebelah wajah Luhan. Pria ini memejamkan matanya, ia takut melihat Sehun pria tersebut tersenyum miring Senyum khas yang ia perlihatkan.
"Kau mengajakku kesini hanya untuk mencelakaiku. Huh!?" pekik Luhan. Sehun sekali lagi tersenyum miring jelas sekali ia tengah memperlihatkan smirknya. Deru nafas Sehun bahkan sampai terdengar oleh Telinga Luhan.
Pria cantik ini mengalihkan pandangannya, ia tidak sanggup menatap wajah Sehun yang tampan sekaligus menakutkan seperti ini. Yah,Luhan mengakui Sehun memang tampan Mata nya yang Menatapnya Tajam, Bibirnya Yang tipis, Dagunya yang rucing dengan ciri khas rahang yang mengeras serta tubuhnya Yang jangkung terlihat sekali bahwa ia sangat Manly. Dadanya berdesir tatkala matanya tepat menatap sorot mata elang Sehun.
" Luhan kau benar-benar membuatku bertanggung jawab atas apa yang aku lihat. Tssskk! Kenapa tidak langsung kau sebar saja foto itu huh? Kenapa harus melalui cara seperti ini? Kau ini pria yang aneh yang pernah aku temui."
Luhan mendengus kesal. Dengan susah payah kemudian ia berhasil menatap Sehun yang sekarang menghimpit tubuhnya. Sungguh aroma pria ini sangat memabukkan. Seumur hidup baru kali ini ada pria yang menghimpit tubuhnya dengan suasana seperti ini pula Ditangga darurat seperti di drama-drama yang pernah ia tonton saja oh oh tidak kau terlihat seperti Drama Queen sekali Xi Luhan.
"Kau dengarkan penjelasanku dulu. Aku sebenarnya tidak sungguh-sungguh. Kemarin waktu Tuan Yuan datang ke flatku, aku_"
"Apa? Huh? Kau mau mengatakan apa?" tanya Sehun lagi.
"Aku akan dijodohkan dengan pria lain dan aku tak suka itu. Untuk menghentikan aksinya aku katakan kalau aku mempunyai kekasih" ucap Luhan pelan.
"Dan kekasihmu adalah aku? Aku Oh Sehun, begitu? Benar-benar sempurna bukan? Kenapa harus aku kenapa kau tidak membayar pria lain saja kenapa harus aku Luhan"Sehun tetap saja menatap wajah pria ini. Luhan menunduk Ia menjelaskan apa lagi pada Sehun ia sangat menyesal telah melibatkan orang yang tidak bersalah.
"Lalu kau bilang aku siap menikahimu kapan saja kau mau. Begitu?" tambah pria itu lagi sembari menatap lekat mata Rusa tersebut.
Tapi Oh Sehun kenapa bisa sedekat ini dengannya?! Ia juga tidak menduga bisa melakukan hal ini. Tapi ia tidak peduli. Baginya menatap pria cantik dan bermata rusa ini dengan dekat memang sangat menarik.
''Ye! Kau sendirikan yang bilang. Jika kau ingin aku nikahi bilang saja padaku. Aku akan bertanggung jawab!" tegas Luhan mengingatkan Sehun akan janjinya di toilet. Sehun mengepalkan tangan satunya Sungguh, kenapa pria ini sangat menyebalkan.
"Kau tidak tahu yang mana candaan atau bukan?! Huh? Kau bodoh sekali Xi Luhan! Kau membuatku ingin sekali menganiayamu kau tahu aku pria dan kau pria yah walau aku akui wajahmu seperti seorang gadis."
Luhan mendongak. Ia tahu ini salahnya Tapi tidak seharusnya tadi Sehun juga bilang dia kekasihnya.
"Ne, aku yang bodoh. Lalu kenapa tadi kau juga bilang kita sepasang kekasih dan kau juga bilang telah melamarku. Huh!? Aku bisa bilang pada mereka ini hanya salah paham. Tapi kenapa kau tadi….."
"Cukup Luhan!" teriak Sehun murka.
"Ini semua salahmu!" tambah Sehun lagi.
Sehun menahan emosinya. Tidak, tidak boleh emosi. Tatapan mereka masih saja sama,Sehun masih menyukai sekali menatap mata rusa ini. Memang siapa sangka pria ini cantik, umurnya lebih tua darinya namun baby face? Tapi kelakuannya? Sungguh diluar kendali.
"Baik. Aku akan mengatakan yang sebenarnya saja. Nama baik . Aku rela dipenjara atau dihukum jika itu bisa menyelesaikan masalah ini."
Luhan hendak memberontak ingin lepas dari tubuh Sehun yang menghimpitnya walau ia juga sesama pria tapi kekuatan Oh Sehun benar-benar. Akhirnya dengan kekuatannya pria ini berhasil lepas dan berjalan menuruni anak sadar, jika mereka tidak jadi menikah maka? Nasib EXO? Nasib perusahaan? Nama baik Ayahnya? Walau ia menjadi Gay sekalipun ia tidak ingin membuat EXO hancur karena kesalahan dirinya bukankah pernikahan mereka bisa disembunyikan?
Dengan cepat, Sehun menyusul Luhan dan berhasil menarik tangan pria cantik itu. Menepikan tubuh Luhan hingga kedinding dan dia menghimpit tubuh itu lagi.
"Ya! Kau ini kenapa? Bukannya kau ingin aku pergi dari kehidupanmu. Biarkan aku jelaskan semuanya!" pekik Luhan.
"Kau bodoh sekali! Sekali lagi aku bilang, aku akan melakukan apa yang menjadi kata-kataku. Kau tahu?"
Luhan terdiam dan menatap tepat dimata Sehun. Sorot mata pria ini begitu tajam. Tapi kenapa bisa melumpuhkan syaraf otaknya. Semacam terhipnotis oleh ketampanan pria ini.
Sehun juga menatap lekat mata rusa lelaki ini yang menurutnya juga indah dan jarang seorang pria memiliki bulu mata yang sungguhn lentik.
"Kau dengar baik-baik. Appa ku sudah menginginkan aku menikah. Dan aku sudah bilang aku melamarmu. Bukankah itu sesuai rencanamu?! Kau harus menuruti apa kataku mulai hari ini. Apapun kata calon suamimu ini, kau harus menurutinya Luhan. Kau sudah masuk dalam perangkapku dan jebakanmu sendiri. Lakukan semua ini dengan baik atau_"
"Kau mengancamku? Huh? Kau mau aku menurutimu begitu?"
"Ya bukan kah kau tahu sendiri. kau mau protes? Enak saja… Kau telah membuatku seperti ini. Kau juga harus mau menurutiku. Seorang calon istri lebih tepatnya." tegas Sehun.
Sehun menggeleng pelan. Kenapa jadi berat sekali masalah ini…. Tidak mungkin ia akan menikah secepat ini.
"Kenapa harus menikah aku pria kau juga, aku tahu kau masih straight begitupula dengan diriku kita menikah tidak dilandasi dengan cinta bahkan aku tidak mengenalmu dan kaupun sama bukankah begitu!?" kata-kata itu meluncur dari mulut mungil Luhan. Sehun menahan tubuh Luhan yang akan berontak lagi dan melarikan diri.
"Tenanglah… Kau ini tidak bisa diam." Sehun menahan tangan Luhan yang seakan ingin lepas dari tubuhnya. Nafas mereka sama-sama terdengar berat.
"Bodoh diamlah!"
Luhan menatap pria didepan nya kesal. Begitu juga Sehun. Ada juga Pria seperti dia dialah yang membuat masalah tapi, kenapa juga dia enggan bertanggung jawab? Dengan perasaan yang geram, sekaligus gemas melihat tingkah pria cantik ini. Sehun merengkuh wajah Luhan dan mencium bibir Pria ini.
Mata Luhan membulat seketika saat ia merasakan bibir Sehun yang bergerak diatas bibirnya. Menghisap dan sesekali menggigit bibir Luhan. Lidah Sehun berhasil masuk dan menjelajah disetiap rongga mulutnya dan menuntut Luhan untuk membalas ciumannya. Sehun? Jangan ditanya ia sangat lihai dalam berciuman jauh sekali dengan dirinya…. Luhan sangat terkejut bahkan bisa dibilang ia perlu banyak tabung oksigen untuknya agar dia tidak mati mendadak karena ciuman pria ini sangat menuntut. Tangan Sehun masih menahan tubuhnya agar dia tidak berontak. Jarak mereka yang sangat dekat membuat Sehun mencium bibir pria ini lebih dalam. Walau terkesan tergesa-gesa tapi ini sangat sulit untuk ditolak. Kenapa Luhan tidak bisa berkutik? Bahkan ia kini juga melumat pelan bibir Sehun. Mimpi apa dia semalam? Ciuman pertamanya seperti ini. Astaga!
Sehun membuka matanya dan melepas kontak bibirnya saat dirasa tubuh Luhan tidak lagi berontak dan sedikit tenang. Entah, dorongan apa yang membuatnya bisa mencium bibir pria ini dengan sangat terburu-buru.
Sehun menghela nafasnya dan menatap lekat wajah pria yang mirip sekali dengan gadis terlihat masih shock dan jelas ia sangat malu.
Sehun melihat bibir Luhan masih terlihat merah akibat perbuatannya. Ia kemudian kikuk sendiri, sadar akan apa yang ia lakukan barusan.
"uhuk… Awas saja jika kau menolak aku lagi! Aku pastikan, kau akan menyesal nyonya Oh?! Tskk." Sehun meninggalkan Luhan yang masih shock dengan apa yang Sehun lakukan barusan. Sehun kemudian menoleh kebelakang dan masih melihat Luhan yang masih shock kemudian ia tersenyum dengan smirknya yang sangat sulit ditebak.
Aroma Sehun bahkan masih tercium olehnya walau saat ini Sehun sudah meninggalkannya. Matanya berkedip sesaat lalu ia memegang bibirnya dengan jarinya. Bibir Sehun jelas masih terasa dibibirnya. Masih jelas terasa bibir Sehun yang melumat pertahanan bibirnya.
"Kiss…. kiss…! Huaaaa… Baba! Anakmu kehilangan Ciuman pertamanya, dan ini dilakukan oleh pria yang sama…! Oh Sehunnnnnnnnnn!" pekik Luhan kesal. Kemudian ia mengusap air matanya dan mencoba tenang.
"Ya Tuhan. Kuatkan aku jika aku bertemu dengan setan itu lagi. Semoga nyawaku bisa selamat!"
_oOo_
Dorm EXO.
Sehun membuka jaketnya dan membuangnya kesembarang tempat.
"Yaakk! Mukaku bukan keranjang pakaian Oh Sehun!" pekik Chanyeol saat jaket Sehun mengenai wajahnya.
Sehun tidak menjawab, ia berlalu saja lalu membuka lemari es. Dilihatnya ada Bubble tea favoritnya, semoga minuman kenyal ini pasti bisa mendinginkan otaknya. Otaknya yang sepanjang jalan selalu dipenuhi oleh pria toilet itu.
Sehun kemudian berlalu dari hadapan Chanyeol dan berjalan menuju kamarnya.
Baekhyun, Kyungsoo dan Kai yang ada disana hanya mampu menghardikkan bahu mereka. Dan belum sempat mereka bertanya pada Sehun….
BRAKK!
Sehun menutup pintu kamar dengan sangat keras.
"Baek… dia kenapa sampai seperti itu. Bukannya senang, jika disuruh menikah." tanya kyungsoo polos. Baekhyun hanya mampu menatap pintu kamar Sehun yang malang.
"Jadi.. memang benar kecurigaan Baekhyun Hyung. Mereka memang ada apa-apa. Tapi Luhan." Ucap Kai
"Apakah foto di toilet itu, tanda mereka sudah?!" potong Chanyeol dengan mata yang menyipit, seolah-olah ia tahu akan hal ini.
"Maksdumu? SeLu?" Baekhyun dan Kai saling menatap dan berpikir. Sementara Kyungsoo hanya bisa diam.
Apakah Sehun dan Luhan sudah melakukan itu? Tidak mungkin, Baekhyun hafal benar dengan sifat Sehun..
"Bagaimana nasib pria itu? Apa Sehun akan mencelakainya setelah hubungan mereka terbongkar?" potong Chanyeol.
"Luhan… walau hanya pertama kali bertemu, pria itu memang cantik bahkan melebihi gadis manapun. Tapi cantiknya memang sudah tidak bisa dimiliki siapapun kecuali Sehun tapi tetap saja tidak seperti Miranda kerr." Gumam Chanyeol.
"cihh otakmu yang benar saja. Kalau sesuatu sudah menjadi milik Sehun, sangat sulit untuk kita sentuh." jawab Kai.
"Eum… Kalau Luhan bukan menjadi milik Sehun, kau kan berniat mendekatinya?! Tsskk." tambah kai lagi.
"Kkamjong.. kau bosan hidup?" timpal Chanyeol yang merasa cemburu pada kekasih cerewetnya.
"Yeollie…. aku tetap milikmu." Baekhyun mengerling nakal kearah Chanyeol
_oOo_
"Hun-ah…. Kau kenapa?" tanya Suho saat tahu Sehun duduk menyenderkan kepalanya pada dinding, terlihat jelas dia masih kesal.
"Anni hyung. Hanya sedikit pusing." jawab Sehun berbohong. Suho perlahan duduk didekat Sehun. Mata Sehun masih terpejam. Ia masih membayangkan betapa bodohnya ia mencium pria itu lalu membiarkan pria itu terpaku sendiri. Haash… apa pedulinya. Biarkan saja pria itu rasakan bagaimana merasa sangat bodoh. Yaa..
"Mau aku ambilkan obat, atau minuman?" tanya Suho menawarkan diri.
"Tidak usah. Nanti juga sembuh."
"Ya, sudah. Istirahatlah….."
"Hmmm.."
Suho meninggalkan Sehun sendirian dikamar, ia tahu kalau Sehun seperti ini mungkin sulit untuk didekati. Bercerita tentang Luhan? Justru itu tidak mungkin, padahal Suho ingin mengorek informasi tentangnya dan Luhan. Kalau sudah begini, Suho hanya bisa membiarkan adik kesayangan nya tenang dulu.
Sehun membuka matanya saat Suho keluar dari kamarnya.
"Pria itu bagaimana sekarang?! Hassh…." pekik Sehun kemudian meraih ponselnya.
Saat akan menghubungi Luhan ada pesan masuk dari Ayah nya.
'Bawa calon menantu Appa kerumah. Kami ingin mengenalnya.'
Sehun mengerutkan dahinya, ia malas untuk membalas pesan Ayah nya ini. Membawa Luhan kerumah? Asshh… berarti dia harus berpura-pura sudah mengenal Luhan? Bahkan mengaku kekasih. Cobaan apalagi ini. Sehun benar-benar frustasi. Entah perasaan bagaimana yang ada dihatinya kini.
"Bodoh. Aku lupa meminta nomornya. Isshhh!" Sehun membanting ponselnya seketika. pria itu sekarang bagaimana? Ditempat kerja, apakah ia dikucilkan? Apakah dia dipecat… Ahh walau dipecat nanti dia juga akan hidup bersamaku dan aku menghidupinya? pikir Sehun sejenak. YAAKKKKK! Aku gilaaa..
"YAA! Luhannnnnnnn…Kau membuatku GILA!" teriak Sehun dari dalam kamar dan membuat semua yang diluar ketakutan karena teriakan Sehun.
"Hyung.. Sehun?! Sehun kenapa? Apakah dia baik-baik saja?" Kyungsoo ketakutan.
"Apa perlu kita panggil Luhan? Mungkin dia merindukan Luhan?!" sahut baekhyun.
_oOo_
Suho menghentikan laju mobilnya ketika melihat seorang pria cantik yang memang ia cari saat ini. pria ini tampak murung dengan kaki yang ia ayun-ayunkan dikursi panjang halte bus. Pakaian kerja masih ia pakai. Apakah hari ini dia tidak bekerja?
"Lu Hyung! Masuklah…" kata Suho mengeluarkan kepalanya saja dari jendela mobilnya. Luhan mendongak dan melihat Suho tengah dengan kaca mata hitamnya tersenyum manis padanya.
"Mwo?! Aku naik bus saja….!" jawab Luhan.
Suho hanya mampu tersenyum lagi, dasar pria bodoh. Dia kira Suho kesini untuk apa kalau tidak mengkhawatirkan keadaannya. Ia sudah menduga akan seperti ini. Luhan mungkin baru saja bertengkar dengan Sehun.
"Naiklah Lu Hyung….! Kajja…!"
Akhirnya dengan terpaksa Luhan menghampiri mobil Suho dan duduk tepat disebelah Suho yang memegang kendali mobil ini.
"Gwenchana?" tanya Suho saat melihat raut wajah Luhan yang sedikit murung.
"Eumm.. Ne baiklah?"
"Kau bersedih? Kalian bertengkar?" tanya Suho penasaran pada keadaan Luhan. Luhan mencoba untuk tersenyum. Senyum yang dipaksakan. Senyum palsu.
"Anniya Suho…! Aku hanya sedang letih saja…." jawab Luhan berbohong. Suho hanya bisa mengangguk pelan sambil melajukan kemudi mobilnya. Ia sebenarnya tahu jika Luhan sedang bertengkar dengan Sehun.
"Aku kira kalian bertengkar. Karena aku lihat Sehun berteriak tidak jelas di dalam kamar.. aku jadi takut. Haha!" jawab Suho sedikit tertawa. Luhan segera menoleh kearah Suho.
"Mwo! Berteriak?!" Luhan cukup terkejut. Bagaimana mungkin Sehun marah dengan berteriak pasti sangat menakutkan.
"Ne.. berteriak?! Dia sangat menakutkan bukan?!" goda Suho,
"Pasti gara-gara aku." Luhan menundukkan kepalanya. Ini semua gara-gara dia. Suho yang tahu segera menormalkan situsasi ini.
"Ohh, jangan khawatir. Dia tidak seperti yang kau bayangkan. Aku rasa dia mengkhawatirkanmu sekarang." tambah Suho lagi.
"Eh benarkah?" Luhan mendongak.
"Umm… mana alamat apartementmu?" tanya Suho.
"Apartement?"
"Ne, apartement!?"
"Bukan apartement. Tapi flat…." jawab Luhan menegaskan. Suho cukup terkejut dengan jawaban Luhan. Bagaimana mungkin pria cantik seperti Luhan tinggal diflat?
"Flatt?"
"Ne, aku tinggal diflat."
Suho berpikir, kenapa mempunyai orang tua angkat yang kaya raya, kekasih yang kaya raya pula, dia masih tinggal diflat? Bukan diapartement mewah seperti kebanyakan orang?! Apakah Sehun sengaja menyembunyikan pria ini ditempat seperti itu. Seperti itukah Sehun agar kekasihnya tidak dilirik siapapun?
Sebenarnya pria seperti apa Luhan ini, hingga membuat Oh Sehun rela menjadi Gay seperti ChanBaek? Membuat Suho penasaran saja.
_oOo_
Dorm EXO.
Sehun dengan malas keluar dari kamarnya… Ia sudah merancang sesuatu untuk siapapun yang menanyakan hubungannya dengan Luhan dengan sebuah ancaman dan tentunya kekejaman fisik. Bukan Sehun kalau tidak bisa menakhlukkan semua Hyung-nya.
Semua mata yang ada diruang tengah menatap Sehun dengan diam saat Sehun berjalan melewati mereka semua.
Sehun melihat meja makan yang bersih, tidak ada makanan satupun. Padahal ia sangat lapar. Apakah mereka semua menghabiskan jatah makannya? dengan geram melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruang tengah.
"Yaa.. makanan semua habis! Mana jatahku!" pekik Sehun.
Kyungsoo cukup terkejut kemudian berdiri tepat disamping Sehun. Sementara Baekhyun hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik tubuh Chanyeol. Dia yang memakan jatah Sehun.
"Biar aku masakkan… Kau duduklah dulu!" kata Kyungsoo pelan. Kemudian berjalan menuju dapur.
Dengan wajah merengut Sehun duduk tepat disamping Baekhyun.
"Kenapa kalian malah menonton drama?! Menyebalkan… mana remotnya!"
Sehun berusaha mengambil remot televisi yang ada ditangan Baekhyun, dengan satu tarikan saja remot sudah ia kuasai. Semua menggeleng melihat kelakuan Sehun yang seperti ini. Benar-benar.
"Yaa! Semua acara membosankan!"
Sehun terus mengganti chanel tanpa memperhatikan pasangan ChanBaek yang memandangnya. Dia ini kerasukan setan apa hingga seperti ini. Sungguh, membuat semuanya bingung.
"Sehunnie! Kau ini kenapa?" Pekik baekhyun yang merasa Sehun sudah sangat menganggu mata, bagaimana tidak ia mengubah terus chanel televisi tanpa jelas apa yang ia mau tonton saat ini.
"Suho hyung mana sih…..! Aku bosaaannn…."
"Bukannya dia ketempat Luhan?!" sahut Chanyeol. Seketika Sehun melemparkan remotnya.
"Luhan? Su… Suho.. Hyung? Ketempat Luhan!?" kata Sehun tidak percaya. Padahal Chanyeol hanya menggodanya saja, tapi rupanya Chanyeol dengan mudah termakan kata-katanya.
_oOo_
Luhan flat.
"Ahhh…. MaMa, Baba. Apa yang harus aku lakukan?!" kata Luhan sendiri sambil menatap foto kedua orang tuanya yang sengaja ia pasang dalam kamarnya.
Luhan menghempaskan tubuhnya kekasur dan memejamkan matanya. Sangat penat. Belum nanti jika Tuan Yuan datang dan menceramahinya. Ini membuatnya pusing saja.
Pikirannya menerawang jauh saat ia duduk ditoilet dan Sehun masuk kemudian dengan mudahnya melihat ia dalam keadaan seperti itu… Membuat Kesalahan dengan fotonya dan Sehun ditoilet. Dan yang cukup membuat Luhan ingin mati, yaitu ciuman Sehun ditangga darurat. Sungguh, bayangan sorot mata Sehun, deru nafas pria itu dan juga bibirnya membuat Luhan frustasi. Ia pasti sudah gila sekarang.
"Argghhh! Gilaa…. gilaaa.." pekik Luhan sambil mengacak rambutnya.
Ting… Ting….
Terdengar suara bel pintu flatnya. Luhan dengan malas bangun dan berdiri dengan keadaan rambut dan pakaiannya yang seperti biasa. Acak-acakan.
"Siapa sih…! mengganggu sekali." gersah Luhan saat membuka pintunya.
"Kau siapa?!" Luhan terkejut bukan maon karena pria ini memakai masker dan menatap Luhan tajam. Luhan hendak memukul pria ini dengan tangannya karena takut mungkin pria ini adalah penjahat?!
Dengan cepat pria itu menahan tangan Luhan dengan tangannya dan membuat Luhan berteriak.
"Yaa! Pencuri…. pencuri! Penjahat! Tolongmmmmppp….."
Pria itu membekap mulut Luhan dengan tangannya dan menarik Luhan masuk kedalam. Dengan cepat pria itu membuka maskernya. Luhan cukup terkejut ketika melihat wajah pria itu.
"Ka… Kauuu?!" pekik Luhan.
"Yaa… mau apa kau kesini?!" sungguh Luhan ketakutan. Takut karena posisi mereka yang seperti ini. Sehun mendorongnya hingga ia jatuh dibawahnya dan juga sorot mata itu. Mata Sehun yang tajam dan membuat ia semakin ketakutan.
"Menemui calon Suamiku. Apa tidak boleh!?"
"Mw… Mwo…?!"
Yehet saya kembali lagi maaf telat soalnya kouta saya sekarat bhaq dan yah ini baru update makasih yang udah review ff saya jangan jadi pembaca gelap wkwkwkw ya sekali lagi makasih semoga suka sama FF Ku
MIND TO REVIEW?
