Cast: Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast: EXO members and Other

Gengre: Marriage Life,Comedy Love,Friendship and Romance

Rate: T-M

Lenght: Chapter

HAPPY READING! Selamat Membaca! Wilujeng Maca!

Luhan mencoba menahan nafas beratnya yang sedari tadi terdengar sangat memburu akibat ia takut dengan keadaan ini, bagaimana tidak? pria yang sedang menindihnya sekarang datang tiba-tiba seperti pencuri oh tidak bahkan seperti penjahat lebih tepat.

Luhan mengerjapkan mata rusanya ia mengembalikan kesadarannya yang telah hilang akibat tatapan mata elang pria ini yang sangat tajam menatapnya, apalagi sekarang pria ini malah tersenyum miring dengan smirknya. Mungkin senyum ini kelihatan menakutkan bagi sebagian orang tapi bagi Luhan? Ini sebaliknya entahlah… pikirannya sudah tidak waras. Apa Sehun tidak sadar ini berakibat begitu fatal bagi jantung Luhan?

"Ka…kau… sangat berat! Oh Sehun!" dengan susah payah Luhan mengeluarkan kata-kata protesnya.

Sehun mengerjapkan matanya sejenak, kemudian menatap posisinya yang sedemikian rupa. Badannya ada diatas tubuh pria cantik ini, sepertinya Sehun juga tidak sadar buktinya kini wajahnya sedikit gugup dan dengan segera ia bangun dan membenahi jaketnya.

Luhan mencibir sambil menatap Sehun kesal dengan santainya pria itu kini malah melepas topinya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Seenaknya saja datang dan berulah seperti ini.

"Ya! Kenapa kau datang ketempatku hah? bukankah sudah tidak ada yang dibicarakan lagi? Sehun" ucap Luhan penuh penegasan.

Sehun mengernyitkan alisnya sambil menatap Luhan kesal. Ada pria seperti dia? Bodoh? Tidak ada yang perlu dibicarakan, apa maksudnya! Apa dia pikir ini selesai sampai disini?!

"Apa?! Coba kau ulangi lagi apa katamu barusan bocah?" Sehun menghela nafas beratnya ia mencoba bersabar menghadapi pria seperti ini. "Kau pikir ini akan selesai begitu saja, huh?! Kau pikir aku akan hidup tenang setelah ini, kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja?!"

"Baiklah Baiklah Tuan Oh!" jawab Luhan ketus. "Lalu, apa yang ingin kau bicarakan? Cepat ini sudah malam aku juga ingin istirahat! Besok aku juga akan bekerja!" kata Luhan lagi.

Sehun tersadar dengan apa kata pria ini barusan. Dia kesini untuk apa? Hhh… untuk apa? Dia bahkan lupa kesini untuk apa, maksudnya apa datang ketempat pria ini malam-malam? Gila… hanya karena Chanyeol yang bilang bahwa Suho ketempat pria mungil ini, dia malah seenaknya langsung kesini tanpa ada tujuan jelas sebelumnya.

Tidak, dia masih normal seperti sedia kala saat belum bertemu dengan para gadis didepannya.

Sehun memasang wajah normalnya kemudian menatap sekeliling tempat Luhan ini sangat sederhana dan juga ini bisa dibilang tidak memenuhi fasilitas tempat tinggal yang layak tapi cukup bersih.

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya pelan sementara Luhan kini menatapnya geram.

"Ya! Sehun cepat katakan kau mau apa kesini eoh?!" teriak Luhan lagi.

"Kau ini bisa tidak berbicara lembut pada calon suamimu ini? Hum!" Sehun kemudian duduk dilantai yang memang tidak ada kursi disini.

"Tssskk kau tinggal ditempat seperti ini? Apa pria tua itu benar-benar ayah angkatmu, memberikan tempat seperti ini padamu?! Meragukan, jangan-jangan dia menyukaimu?!" Sehun masih berbicara dengan wajah tanpa dosanya Luhan menahan emosinya sudah ia harus cukup bersabar sepertinya menghadapi orang seperti ini Menyebalkan sekali.

"Kau datang hanya untuk mengejek tempat tinggalku? Tssk terserah apa yang kau bilang! Pergilah cepat pergi jika kau tidak ada keperluan denganku lagi!"

"Yakkk nyonya Oh tenang sedikit kenapa? Aku hanya beranggapan apa tidak boleh?!" ucap Sehun menatap Luhan.

"Ada hal serius yang ingin aku bicarakan!" Sehun mulai serius. Ditatapnya Luhan yang juga tengah duduk didepannya, menatap Luhan dari ujung rambut dan terakhir bibir.

Pikirannya langsung tertuju pada bayangan saat ia mencium pria ini dengan aissshh dia gila sudah mulai memikirkan ciuman yang ia buat sendiri. Sehun lantas mengalihkan pandangannya ia tidak mau terus menatap pria ini berbahaya Sungguh ini diluar dugaannya sama sekali.

"Cepatlah Oh Sehun kau tidak tahu ini jam berapa? Aku bisa saja mengusirmu, kalau perlu aku akan_"

"Baik Baik! Ckssss…" Sehun mencibir.

"Emm, apa Suho hyung kesini tadi? Dia ketempatmu untuk apa?" Sehun sungguh ragu-ragu.

"Mwo? Suho? Dia mengantarku pulang itu saja!" jawab Luhan sesaat ia kemudian sadar akan pertanyaan Sehun Ia menghela nafas panjangnya sejenak Sehun hanya mengangguk pelan sambil tersenyum simpul.

"Jadi kau kesini hanya untuk bertanya seperti itu?!" Luhan membulatkan matanya dia sepertinya sudah kehilangan kesabaran menghadapi maknae yang menyebalkan.

Dengan cepat Luhan menarik tangan Sehun yah tentu saja untuk mengeluarkan pria menyebalkan ini dari tempatnya.

"Ya! kau ini apa-apaan! Baiklah-Baiklah!"

Luhan melepaskan tangannya pada lengan Sehun dengan setengah gugup ia mulai sadar bahwa apa yang dilakukannya tadi termasuk? Skinshipnya dengan Sehun yang ia buat sendiri. Sehun lantas mendekat kearahnya dengan cekatan Luhan memundurkan wajahnya. Ia tidak bisa terlalu dekat-dekat dengan pria ini sorot matanya bisa membuat dirinya seketika runtuh akan pendiriannya yang sangat membenci pria ini yah pria yang berbuat seenaknya sendiri.

Luhan mengalihkan pandangannya sial jantungnya berdebar dengan kencang. Ia tidak boleh seperti ini bisa-bisa pria setan ini mendengar detak jantungnya kemudian menertawankannya.

"ayolah, cepat katakan! Kau tidak punya sopan santun datang ketempat seorang orang tengah malam dan memposisikan tubuhku seperti ini?!" kata Luhan dengan penekanan Walau tidak terlalu kencang tapi Sehun bisa mendengarnya Sehun menggeleng pelan ia heran kenapa dia bisa seperti ini terhadap pria cantik ini padahal ia baru kenal dengan nya.

Pria Cantik yang pembuat masalah menjadikan ia gemas sekali dengan tingkah pria ini Seumur hidup baru sekali ini ia menemui pria langka semacam ini hahaha Tapi? dia cukup menarik dimata Sehun menarik karena hanya dia yang tidak mengenal siapa dia?

Tatapan mata Rusa Pria ini Entahlah apa ada yang salah dengan mata dan hatinya saat ini?

"Persiapkan dirimu! Keluargaku ingin mengenalmu lebih jauh!" ucap Sehun singkat.

"APA? Keluargamu?" pekik Luhan seketika membuat Sehun sedikit menutup matanya karena suara pria ini sangat nyaring ck seperti gadis saja pikir Sehun.

"Ya! Untuk apa keluargamu ingin mengenalku?" Luhan mencengkeram lengan Sehun tentu saja ia tidak sadar dengan ini karena ia sekarang terlihat panik.

"Kau ini pura-pura bodoh atau memang bodoh huh!?" ucap Sehun mencibir.

"Jelas sekali mereka ingin mengenalmu, karena kau akan menjadi…."

Sehun sebenarnya tidak tega mengatakan kata itu apa terlalu cepat ia memutuskan akan hidup dengan pria ini? Apa pria ini akan baik-baik saja jika akan hidup bersamanya nanti? Ya bodoh kenapa dia malah memikirkan perasaan Luhan…

Sehun menelan ludahnya dengan susah payah karena tenggorokan nya serasa tersedak,Luhan masih memperhatikannya menatap Sehun dengan raut cemas bingung dan takut menjadi satu.

Sial wajah polos yang mengedipkan matanya tanpa henti membuat ia tidak bisa membuat Sehun marah karena raut wajah pria ini terlihat seperti seorang bayi kecil yang ingin ia lindungi.

"Yakkk ini karena kau akan menjadi Tidak-Tidak, kau akan menjadi menantu makanya keluargaku ingin mengenalmu!" sentak Sehun. Sengaja ia tidak menyebut kata 'Calon nya' sungguh ini membuatnya pusing seketika.

Luhan melepaskan cengkraman tangannya dan menutup mulutnya ia masih menatap Sehun yang menatapnya dengan senyumnya.

"Menantu keluargamu?!" pekik Luhan.

"APA? kenapa bisa kenapa bisa secepat ini? Kapan mereka_"

"Kau sepertinya sangat terkejut? Bodoh bukanya aku sudah bilang sebelumnya?!" potong Sehun. "Seharusnya kau ini senang bisa menjadi menantu keluarga Oh! Walaupun dengan cara seperti ini…" jawab Sehun lagi.

Luhan sadar ini hanya untuk menutupi Masalahnya dengan Sehun, yah setidaknya ia menyelamatkan diri dari Tuan Yuan dan menyelematkan Sehun dan juga nama baik EXO karena ia yakin Tuan Yuan tidak akan pernah main-main dengan ancamannya. Ancamannya untuk menyebarkan foto itu dan membuat berita yang tidak-tidak Luhan merasa bersalah dengan ini semua.

"Hmm, satu lagi dan ini sangat penting!" tambah Sehun menatap Luhan tajam.

"Dalam masalah ini sebenarnya kaulah penyebabnya Kau sumber dari segala masalah walau sebenarnya aku akui aku juga salah dengan tidak sengaja melihat kejadian ditoilet itu Aku akan sedikit berbaik hati padamu."

"Sebelum orang tuaku curiga dengan hubungan pura-pura yang bodoh ini aku harap kau bisa tahu segala tentang aku dan aku tahu segala tentangmu karena kau sudah menjerumuskan aku dalam permainan ini dan aku sudah terlanjur bilang bahwa aku sudah hmm sudah melamarmu! Haassh berkata seperti ini membuatku ingin muntah saja!"

Luhan langsung memukul lengan Sehun karena kesal dengan kata-kata terakhir Sehun barusan.

Apa muntah? Bukankah dia sendiri yang bilang bahwa dia sudah melamarnya didepan semua member didepan Ayah nya,Tuan Yuan dan didepan staff Dasar pria es gila.

Sehun meringis karena pukulan Luhan ini matanya menatap kesal kearah Luhan.

"Yakkkk!" pekik Sehun.

"Salah siapa yang bilang sudah melamarku huh!? Salah siapa?!" Ucap Luhan ketus.

"Ah baiklah Nyonya Oh! Sudah-sudah hmm sebelum aku pergi aku ingin mengatakan hal penting untukmu!" kata Sehun pura-pura semanis mungkin dan itu membuat Luhan ingin muntah seketika kemudian ia menarik nafas dalam-dalam Ia mulai menatap Luhan pria ini tidak habis pikir kenapa pria ini begitu mudahnya mengendalikan dirinya saat ini siapa Yang bodoh dia atau pria ini.

_oOo_

EXO Dorm.

Kyungsoo dan Kai saling menatap satu sama lain tatapan mereka tertuju pada sesosok yang sedang duduk didepannya makan dengan sangat lahap sesekali sibuk dengan ponselnya kemudian tersenyum-senyum apakah maknae mereka sudah gila astagaa.

Sebenarnya mereka berdua ingin bertanya hubungannya dengan Luhan kenapa sampai mereka tidak ada yang tahu tentang hubungan Sehun dan Luhan. Bagaimana Sehun mengenal Luhan? bagaimana Sehun bisa berkomitmen dengan pria cantik? karena banyak gadis yang dekat dengan Sehun sampai sekarang-pun Sehun tidak pernah mengikatnya dengan suatu hubungan Tapi dengan Luhan? bahkan sampai melamar pria itu dan paling mengejutkan adalah siap menikahinya kapanpun pria itu mau. GILA YAH INI MEMANG GILA!

Sepertinya Sehun tidak sadar ia menjadi tontonan Kyungsoo dan Sehun saat ini.

Kai pun bungkam saat Sehun mengambil seluruh makanan yang ada dimeja makan padahal mereka baru memakannya satu tapi Sehun sudah menghabiskan semua.

"Emmm Sehunnie? Apa kau kelaparan atau memang…" Kyungsoo menghentinkan kata-katanya saat Sehun menatapnya tajam dengan mulut penuh makanan membuat Kyungsoo kembali menyantap makanannya.

"Ne! Aku kelaparan kalau bisa jatah makan kalian aku makan semuanya! Puas!" jawab Sehun sembari menatap hanya menggelengkan kepalanya saja.

"aku tahu kalian memperhatikan aku Apa kalian baru saja melihat orang yang sangat tampan! Tsskk menyedihkan!"

"Apa kau baik-baik saja?" kata Kai memberanikan diri.

"Apa kau semalam dari tempat Lu Hyung?" tambah Kai lagi.

"Apa perlu aku menjawabnya? Kalau iya kenapa? toh aku akan menjadi suaminya…" jawab Sehun Kai langsung menatap Sehun ia mulai berpikir yang aneh-aneh tentang Sehun Apakah foto itu benar menunjukkan bahwa Sehun sering ekhem sering melakukan dengan Luhan? Ya Tuhan.

"Hunnie! kau sering ketempatnya? Astaga berarti kau pintar sekali mengelabui kami huh!" protes Kyungsoo.

"Apakah kau juga? maksudku kau Luhan?! Apa kalian…."

Kai menatap Kyungsoo kesal hyung nya ini akhh anni kekasihnya ini kalau berbicara setengah-setengah membuat dirinya kesal saja.

"Mwo?" Sehun menatap Kyungsoo bingung tangannya masih memegang sumpitnya dan hendak menyumpitkan makanan kemulutnya.

"Apakah kau dan Luhan sudah? Ahh apakah kau dan Luhan sering melakukan hubungan?" tanya Kai langsung pada intinya dari pada membuat penasaran dengan hubungan Sehun yang menurutnya disembunyikan rapat-rapat oleh dirinya.

Sehun menatap kearah Kai Apa maksudnya sering melakukan? Melakukan apa? Sehun memutar otaknya berpikir sejenak. Ah dia mengerti maksud si hitam mesum ini Tidak lucu kalau dia gelisah dan tampak gugup Ia memasang wajah normal dan juga mempersiapkan senyum setan nya.

"Apa kau ragu aku tidak bisa membuat Luhan hamil? Hmm…?!" jawab Sehun enteng sembari mencibir Kyungsoo membulatkan matanya yang sudah bulat ia tidak percaya berarti yang ada dipikirannya benar? Astaga tenggelamkan dirinya kerawa-rawa terdekat

Kai masih tercengang dengan mulutnya yang sedikit terbuka mendengar penjelasan Sehun yang singkat namun maknanya? Dia seperti pria sejati…

"Mwo?" gumam Kai tidak percaya.

"Menurutmu apa yang aku lakukan disana malam-malam berdua. Ingat hanya berdua kau pasti tahu apa yang aku lakukan pada Luhan hyung tidak perlu aku menjelaskannya panjang lebar padamu Aku yakin kau pasti tahu kkamjong!" Sehun memperlihatkan smirknya pada Kai.

Dasar hahaha mereka berdua mudah percaya dengan kata-katanya Bodoh sekali kedua hyung-nya ini.

Mana mungkin? Mana mungkin dia berani menyentuh orang yang baru ia kenal mana ia pria selebihnya jika ia wanita ia mengetahui hal itu. Tapi sepertinya dia melupakan sesuatu dia telah berani mencium Luhan.

"Sehun….!" Kyungsoo memanggilnya ia kemudian menatap hyung nya dengan malas Kyungsoo sepertinya mengisyaratkan sesuatu.

"Ya! Kyungsoo hyung kau ini kenapa seperti melihat hantu? Apa kau sama terkejutnya dengan si kkamjong? Hum!?" kata Sehun seperti meremehkan Kyungsoo menghardikkan kepalanya kearah Sehun ia melihat Kai juga melakukan hal yang sama.

Mereka berdua tampak aneh ada apa sih dengannya? Sebelum Sehun menoleh ia mendengar deheman kecil Tunggu?! Dibelakangnya ada orang siapa?

"Apa itu kelakuanmu padanya Sehun-ah!"

Sehun mengenal dengan jelas pemilik suara ini Dengan cepat ia membalikkan badannya dan yah ia terkejut sekarang Ia tidak percaya orang ini ada disini sekarang.

"Hyung!" pekiknya terkejut melihat hyung nya sudah ada dibelakangnya sejak kapan? Apa Hyung nya ini mendengar apa yang ia katakan pada Kai dan juga Kyungsoo?!

Sezun menatap Sehun dengan geram ia tidak menyangka adiknya seperti ini memalukan!

"Kenapa kau bisa masuk? Ya! Sejak kapan Hyung ada disini!?" kata Sehun lagi.

Sang kakak mengambil nafas dalam-dalam karena kebodohan adiknya ini ia harus ekstra sabar.

"Itu tidak penting! yang terpenting adalah aku ingin bicara padamu dan juga pada calon adik iparku!" kata Sezun kemudian ia menoleh kesamping. "Suho mana Luhan?" kata Sezun lagi.

Sehun membulatkan matanya ia terkejut bukan main. Kakaknya sudah tahu mengenai hal ini jelaslah Sehun bodoh bagaimana mungkin kakaknya tidak tahu Tapi Luhan? Dari mana kakaknya tahu Oh tidak matilah kau OH SEHUN!

Luhan dan Suho berjalan mendekat kearah kakak matanya yang tajam terus menatap Sehun yang masih tampak terkejut Sial! Dia harus menjelaskan apa nanti ia benar-benar belum siap jika kakaknya yang juga jelmaan iblis ini mengintrogasinya.

Sementara Kai dan Sehun mencium aura neraka disini bagaimana tidak Sezun dan Sehun disatukan dalam perdebatan Sungguh menyeramkan…

Mati? Atau pura-pura pingsan adalah jalan satu-satunya yang terlintas dipikiran Sehun tidak! Ini tidak mungkin Arghh! Hyungnya ini tidak bodoh Kini tatapan mata Sehun menatap kearah Luhan dan Suho? Kenapa mereka berdua tampak sangat akur dimata Sehun.

"Ayo ikut aku!" kata memicingkan matanya kearah Luhan ia tidak bisa membiarkan kakaknya seperti ini Bisa-bisa semuanya akan ketahuan.

Sezun akan menarik tangannya dengan cepat Sehun menepisnya dan menarik pergelangan tangan Luhan pria cantik itu terkejut dengan perlakuan Sehun yang tiba-tiba ini. Sehun menyambar kunci mobilnya dan segera berlari keluar dari tempat mengikutinya dengan berlari kecil juga Mereka berdua mendengar teriakan sang kakak.

"YA! Kau mau kemana…. " pekik Sezun.

"Berhenti Sehun-Ah! KAU INGIN MATI HUH!BERHENTI!" Sezun menyusul keluar dan berniat mengejar Sehun.

Tapi Sehun terus berlari dengan mencengkeram erat tangan Luhan yang ia ingin sekarang adalah menjauh dari kakaknya ini yang benar saja ia bahkan belum mengenal Luhan lebih dalam bisa-bisa kakaknya mengubur dia hidup-hidup jika tahu ia belum mengenal pria ini tapi sudah pernah melakukan hal yang tidak semestinya menurut pikiran Hyungnya.

Luhan tidak tahu maksud pria ini, kenapa memilih menghindar dari kakaknya sendiri Ia sebenarnya tidak kuasa menyesuaikan langkahnya dengan langkah Sehun yang panjang Ia kesulitan dalam berlari apalagi kondsinya ia memakai sepatu yang jelek dan sepertinya sepatunya akan tinggal nama setelah ini.

"Kenapa dia aneh sekali ya?" kata Kai yang menghampiri Sezun yang masuk kedalam apartement ia sedang frustasi sepertinya karena gagal mengejar Sehun dan Luhan.

"Hahh Molla?" gersahnya.

"Ya Kai-ya kau ini temannya kenapa malah bertanya padaku?!" Sezun sepertinya melemparkan kekesalannya pada Kai.

"Aigoo! Maafkan aku, aku kesal dengan Sehun!" tambahnya lagi.

"Arasseo… gwenchana."

"Suho Kau tahu sesuatu?" Sezun menatap Suho. Suho hanya menggeleng pelan sepertinya memang Sehun juga tidak menceritakan apa-apa pada roomatenya ini pikir Sezun.

"Hyung,Sehun sangat romantis menurutku Menyembunyikan kekasihnya melamarnya bersedia menikahinya dan sekarang melarikan diri. Benar-benar dramatis…" Baekhyun ikut berkumpul dengan Chanyeol.

PLETAK!

"Aishhh" keluhnya karena Sezun memukul kepala Baekhyun.

"Sebenarnya kakak adik tidak ada bedanya, Tskk! Ya Tuhan, nasib buruk bertemu dengan kedua bersaudara ini."

"Ya! Tutup mulutmu Eyelinermu akan tinggal nama!" pekik Sezun.

"Pilih Eyeliner atau Chanyeol yang selamat? Ayo katakan sekarang!" ancam Sezun pada Baekhyun. Kai,Kyungsoo dan Suho hanya tersenyum geli melihat Baekhyun yang sedang ketakutan dan tampak bodoh.

"Aigoo Sezun hyung aku kan hanya bercanda tapi memang kenyataannya adikmu memang romantis."

"Meniduri pria yang belum dinikahinya dan dengan bangganya membuat Pria itu hamil untuk bertaruh padamu apa itu romantis! romantis apanya seperti itu?! Huh!?" kata Sezun kesal, rupanya dia mendengar apa yang Sehun adiknya katakan beruntung pria cantik malang itu tidak mendengarnya karena Sezun memang sengaja masuk terlebih dulu Kalau pria itu mendengarnya apa adiknya kini akan baik-baik saja?

"Sezun Hyung tenangkan dirimu." kata Suho

"Aku yakin Sehun bukan yang sepeti yang kau bayangkan dia hanya dimabuk cinta saja."

"Euh?"

"Ya cinta yang menggebu-gebu Aku jamin mereka hanya sebatas berciuman saja!" kata Suho lagi.

_oOo_

Sehun berhenti tepat didepan mobilnya Nafasnya terdengar sangat berat terengah-engah karena memang ia berlari cukup jauh Keringatnya mengucur didahinya ia mengatur nafasnya kemudian menatap pria cantik yang ada disampingnya.

Luhan menatap Sehun kesal dan penuh dengan amarah tentu saja dengan nafasnya yang terengah-engah juga.

"Kau gila!" pekik Luhan.

"Kenapa kau menghindari kakakmu! Justru bagus aku akan bilang agar_"

"Diam!" sentak Sehun matanya menatap tajam kearah Luhan

"Cepat masuk!" Sehun mendorong tubuh Luhan masuk kedalam mobilnya Dengan cepat pula ia berlari menuju kemudinya Luhan tidak bisa menolak ataupun protes Lidahnya kelu setelah melihat tatapan mata Sehun yang tajam kearahnya tadi.

Ia hanya bisa mencibir dengan bibirnya saja ia bisa apa untuk melawan pria ini Lihatlah gaya menyetirnya saja menyeramkan sekali apa benar dia bisa menyetir? Luhan memilih diam ia mendengus pelan Kenapa pria disampingnya ini selalu berbuat semaunya tanpa memperdulikan posisinya sekarang.

"Bertemu hyungku dimana?" tanya Sehun pada Luhan tatapannya masih menatap lurus kedepan.

"Di koridor" jawabnya singkat Sehun menatap Pria cantik ini dari samping ia tampak bingung.

"Dia mencarimu dan juga mencariku kebetulan ada Suho bersamaku tadi." jawab Luhan datar Ia malas sekali dengan Sehun ada pria sepertinya bertingkah seenaknya.

"Sudah aku duga!" gumam Sehun pelan.

"Mwo? Apa yang kau pikirkan Setan…" protes Luhan pada Sehun sepertinya Sehun kecewa dengannya.

"Anniya apa kau sengaja dijemput Suho hyung agar tepat waktu datang kedorm? Hum!?" Sehun menoleh lagi kearah Luhan Pria ini sedikit tersentak apa-apaan pria ini menuduhnya sembarangan.

"Mwo!? Aku dijemput Suho? Tsskkk dari mana kau ada pikiran seperti itu?!" Luhan menghela nafas beratnya.

"Baiklah aku bertemu dengannya dihalte dari pada aku berjalan menuju apartement dia memberiku tumpangan kan lumayan!"

Sehun seperti mengabaikan apa kata-kata Luhan barusan lihatlah dengan santainya ia malah asyik mengemudi tanpa menoleh malah memalingkan wajahnya kejendela. Dasar pria aneh Sebenarnya ia sangat jelas mendengar apa yang Luhan katakan.

"Turunkan aku disini!" pekik Luhan

"Biar aku berjalan kaki Tugasku sudah selesai pagi hari berangkat bersamamu!" kata Luhan lagi ia merasa tugasnya untuk datang kedorm atas perintah Sehun tadi malam sudah selesai.

"Mwo?! Tsskk enak saja!" Sehun menatap Luhan dengan malah menambah kecepatan mobilnya.

Luhan membulatkan matanya kearah Sehun bagaimana bisa pria seegois ini Dia belum menjadi pasangan hidup nya saja seperti ini apalagi nanti jika sudah menjadi Istri nya? Yaa apa yang ia pikirkan? Sudah berniat menjadi istri Oh Sehun? Sulit dipercaya.

"Yakk ini mau kemana? Bukankah arah gedung SM kesana…" Luhan sungguh bingung saat mobil Sehun tidak menuju tempat hanya tersenyum simpul mendengar apa kata pria cantik nan cerewet disampingnya ini.

"Sehunnnn!" pekik Luhan kesal karena Sehun mengabaikannya Dasar pria tidak waras…

"Aigoo! Tenang saja Nyonya Oh kau pikir aku akan membawamu kemana? Berkencan? Huh yang benar saja!" gerutu Sehun.

"Kita akan ke Mnet! Ada perform disana…" tambah Sehun santai.

"MWO! Mnet? Buat apa aku mengikutimu perform yakkkk tidak mau! aku tidak mau dipecat!"

"Siapa yang berani memecatmu? Huh!?" Sehun menatap Luhan.

"Mulai hari ini kau tidak lagi menjadi asisten Sungyeol hyung melainkan menjadi asisten EXO terutama sebagai asisten Oh Sehun kyahaahaa!"

"APA!" teriak Luhan terkejut. "Asistenmu! Andwee…"

_oOo_

"Kau tidak mau turun?!" menatap Luhan yang masih duduk manis Luhan menatap kesal kearahnya.

Luhan masih memikirkan kenapa bisa pria ini menjadikannya asisten? asistennya lebih tepat. Dan kenapa staff SM sangat bodoh hingga menuruti apa maunya Yang bodoh siapa sebenarnya? Luhan ingat betul apa kata Sehun saat ia bertanya kenapa bisa ia menjadi asistennya.

"Aku mengancam mereka apabila kau tidak menjadi asisten EXO Tidak asistenku lebih tepatnya."

"Gila! Memangnya apa pengaruhmu terhadap SM? Tidak masuk akal!"

"Ne! Apa salah menjadikan calon istri sebagai asisten huh? Tidak perlu tahu yang harus kau tahu aku berperan besar dalam perusahaan itu dan aku salah satu artis kebangaan yang mereka punya Oh Sehun,tidak ada maknae seperti diriku,rapper, tampan, dan mempunyai banyak penggemar!" Sehun tersenyum miring kala itu.

"Sombong sekali ada ya orang sepertimu! Tidak masu_"

"Kenyataan! itu belum semuanya kalau aku bilang aku jelek,aku tidak becus, itu bohong dan bohong itu berdosa Luhannie Sayang!" potong Sehun narsis ingin sekali Luhan mencekik manusia ini.

"Hhh Astaga teserahmu sajalah…"

"Mulai sekarang, kau harus mematuhi apa perintahku perintah sang calon suami!"

"Yaakkkk!" Sehun tersentak ketika mendengar teriakan Luhan benar-benar menulikan telinganya.

"Menurutmu? Apa kau harus menjadi asistenmu?" jawab Luhan ketus.

Sehun hanya mendengus pelan ia kemudian turun dan membuka pintu mobil Luhan.

"Ayo turunlah sayang!" perintahnya membuat Luhan ingin membenturkan kepalanya.

"Apa ada seorang idol membukakan pintu asistennya? Coba kau pikir, mana ada_"

"Diam kau! Baiklah sepertinya kau senang sekali membuatku merasa bersalah! Tssk!" potong Luhan "Astaga…" keluh Luhan saat ia mulai menapakkan kakinya dengan sepatunya itu Sepertinya ia kesulitan berjalan menggunakan sepatu kekecilan ini.

Sehun menatapnya bingung saat melihat raut wajah Luhan yang seperti kesakitan.

"Kakimu kenapa?" tanya Sehun menatap kaki Luhan sementara Luhan hanya meringis sambil melepas sepatunya Ia mengusap tumit kakinya karena lecetnya sudah parah maklum sepatunya memang sudah waktunya ganti.

"Sepatuku… kau tidak lihat kakiku ini!" keluh Luhan menahan rasa sakitnya saat memakai sepatu itu lagi Sehun melihatnya jadi tidak tega dengan keadaan Luhan sekarang.

"Tunggu! Jangan kau pakai sepatu itu lagi" ucap Sehun dan Luhan hanya bisa menatap apa yang dicari Sehun dibagasi mobilnya apa yang ia cari disana yang pasti saat ini sepatunya sudah tidak layak pakai.

"Inilah! Pakai ini dan ini plester untuk kakimu yang luka!" Sehun menyerahkan sepasang sepatu putih untuknya Luhan menatap aneh kearah Sehun apa dia baik-baik saja? Kenapa baik padanya…

"Sepatu seperti itu kenapa masih kau pakai? Huh! Kau sama saja menyakiti dirimu sendiri…" Sehun mencibir kearah Luhan seketika mendapat tatapan tajam dari Luhan.

"Aku hanya mempunyai sepatu ini menurutmu apa aku bekerja harus memakai alas kaki biasa?" jawab Sehun pelan Luhan cukup terkejut mendengar ini apakah seperti ini hidup Luhan pria yang ada didepannya. Ia menjadi merasa bersalah telah mengajak pria ini berlari dan merusak sepatu satu-satunya.

"Ya pakailah, apa kau mau kakimu bertambah parah?!" Sehun sedikit meninggikan suaranya karena kesal dengan ekspresi wajah Luhan bukan tanpa alasan, ia tidak mau terlihat peduli didepan pria ini.

" kau jangan terkejut! Fansku memang banyak! Terutama gadis-gadis mereka begitu menggilaiku."

"Iya aku tahu dan kau tidak perlu pamer kepadaku! Aku tidak akan menjadi fansmu yang begitu tergila-gila padamu! Tidak akan jadi kau tidak usah khawatir."

Baru saja ia merasa iba terhadap pria ini ternyata sifatnya yang menyebalkan muncul kembali.

"Kau yakin! Baiklah… Aku tinggal menunggu reaksimu saat kau tahu betapa mempesonanya seorang Oh Sehun. Aku pastikan kau tidak akan bisa hidup tanpa tergila-gila padaku Nyonya Oh?"

Luhan segera memakai sepatu itu sebelum ia terlalu jauh berdebat dengan pria ini Yah kata-kata pria ini sangat menyeramkan baginya, menakutkan, ditambah lagi sorot matanya yang tajam, siapa saja pasti tidak bisa mengelak. Tidak mungkin tidak terpesona? sekarang saja ia sudah mulai terpesona hanya karena pria ini tersenyum penuh arti padanya.

Sehun memperhatikan bagaimana pria ini memakai sepatu itu kaki yang indah. Kemudian ia tersenyum simpul Tidak buruk jika akan menikah dengan pria lucu dan cantik ini pikirnya.

Mnet Studio EXO Room.

Luhan masih duduk dengan santai sambil menatap Sehun didepannya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya.

Crew dan stylist juga belum datang karena memang Sehun datang jauh lebih awal dari jam reherseal mereka Ya karena mereka melarikan diri dari Sezun kakaknya.

Sehun sesekali melirik kearahnya tapi tentu saja pria itu tidak tahu Ia tersenyum miring melihat pria itu yang seperti orang bodoh saja ia tahu pasti pria itu bosan. Tapi menurutnya membuat kesal pria cantik ini suatu kepuasan tersendiri apalagi wajah pria ini sekarang terlihat sangat lucu tanpa ia sadari ia tersenyum simpul mengingat apa yang ia katakan pada pria itu semalam.

Luhan berulang kali mendengus kesal mereka datang terlalu awal membosankan. Ia juga tidak tahu apa yang nanti ia lakukan pada Sehun karena ia tidak terbiasa menjadi asisten seorang idol bukan terbiasa bahkan tidak pernah.

"Ingat! Setiap hari kau harus datang ke dorm setiap pagi memastikan saja kau harus berangkat bersamaku agar yang lainnya tidak curiga walau mereka curiga mereka bisa apa? aku tidak mudah mereka remehkan! Dan aku akan membuat perhitungan jika kau mengingkarinya!"

"Aneh…"

"Agar kau tahu siapa aku bagaimana aku? aku akan memberikan segala hal tentangku semacam privat kilat jadi jika keluargaku bertanya tentangku kau tahu dan tidak perlu terlihat bodoh cukup aku saja yang melihat kau terlihat bodoh!"

"Kau mau mati!" pekiknya saat itu.

"Aku juga mau mengenal dirimu latar belakang keluargamu dan juga apa-apa saja yang menyangkut dirimu semua tentangmu aku harus tahu!" Sehun menatapnya serius dan membuatnya sedikit takut, jelas tatapan seperti ini membuatnya takut hmm takut lebih terpesona dengan pria ini karena Sehun memang sangat tampan jika ia melihat dari jarak sedekat ini. Gila pasti ia sudah gila

"Mulai kapan?!"

"Besok!"jawab Sehun singkat.

"Apa! secepat itu tapi_"

"Ayahku memintaku membawamu kerumah minggu ini dan kau apa sanggup menghafal semua tentangku dalam satu minggu! Bodoh!"

"Tidak menghafal aku juga sudah tahu sifatmu!"

"Mwo?"

"Ne kau sangat jahat! kau adalah setan yang langsung turun dari neraka! Dan kau mahkluk paling menyebalkan yang pernah aku temui!"

"Seperti itukah aku dimatamu Luhannie sayang? ckck kau belum tahu saja sejauh mana aku sebenarnya baiklah tidak penting nanti kau juga akan tahu bagaimana aku!"

"Mwo? Tssskk! Kau memanggilku apa tadi? Lu_"

"Dan mulai sekarang kau harus memanggilku Sehunnie atau Hunnie kelihatan sangat manis." kata Sehun tersenyum simpul.

"Cisshh! tidak mau, menggelikan! Sudah baik aku memanggilmu Sehun dari pada aku memanggilmu setan!?"

Sehun mencoba bersabar menghadapinya malam itu ia menghela nafas panjang sementara Luhan cukup tenang menghadapinya walau dalam hatinya ia sangat kesal.

"Oke! Aku harap, kerja sama yang baik sayang karena kau yang membuat aku seperti ini Ingat! Nama baik Perusahaan, EXO dan seluruh member termasuk aku ada ditanganmu selama Tuan Yuan masih belum mengurungkan niatnya untuk menyebarkan foto itu!"

"Baiklah ini salahku tapi jangan limpahkan semua ini padaku! Kau harus tahu, kau juga bersalah dalam hal ini!"

"Baiklah!"

"Sudah malam, aku pergi." Sehun melangkahkan kaki keluar saat sudah ada didekat pintu ia berbalik menatapnya Pria itu menatapnya dari atas hingga bawah seperti memastikan dia baik-baik saja setelah ia tinggalkan malam ini. Aneh sekali.

"Hati-hati tidur sendirian"

"Aku sudah terbiasa tidak perlu mengasihaniku dan aku Manly tenang saja!" Cibirnya.

''yakkk hahahha manly darimana hahaha bahkan wajahmu saja layaknya seperti seorang gadis tomboy'' Luhan ingin saja menyumpal mulutnya

BRAAAKKK

Dengan mudahnya ia meninggalkan tempat ini tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dengan kata-kata yang sudah ia lontarkan barusan?

"YA! OH SEHUN!"

"Sudah puas menatapku seperti itu, huh!" Luhan tersentak lagi-lagi ia kelabakan Ya melamun sambil menatap wajah seorang Oh Sehun bodoh sekali dia. Yang lebih terkejutnya ia melihat sudah ada beberapa orang disini termasuk para stylist dan crew.

Sehun menyimpan ponselnya disaku celana nya lalu berjalan mendekati tempat Luhan sekarang tidak sedikit kini yang memperhatikan Luhan dan Sehun. Pasti mereka membicarakan yang tidak-tidak membuat malu saja Sehun duduk tepat disampingnya.

"Kau bersikap biasa saja, mereka sudah tahu sekarang kau asisten kami akhh tidak asistenku lebih tepatnya!" kata Sehun setengah berbisik.

"Aku keruang costum, kau tunggu disini!"

"Mwo? Lalu tugasku apa? Apa kau hanya duduk-duduk disini melihatmu? Aigoo…"

"Tenang saja nanti ada saatnya disini yang berhak memerintahmu hanya EXO dan terutama aku! Arasseo!"

Sehun beranjak dari duduknya sebelum tangannya mengusap puncak kepala Luhan membuat pria cantik ini sedikit tersentak Apa Sehun tidak sadar dengan apa yang ia lakukan bisa membuat Luhan lupa kesadarannya?

"Hem…" Luhan mendengar deheman kecil yang mengarah padanya setelah Sehun menjauh darinya. Rupanya Baekhyun walau Luhan belum seberapa mengenal member EXO setidaknya dia sudah hafal member EXO.

Ternyata semua member sudah datang pasti mereka melihat kejadian barusan saat Kyuhyun mengusap puncak kepalanya hanya akting didepan semua member Baguslah ia mengira tadi Sehun melakukannya tanpa sengaja tapi memang ini kenyataannya.

"Igeo minumlah!" Suho memberikan air mineral pada Luhan sepertinya Suho tahu dia sedang kehausan Gila, Sehun mengabaikannya sedari tadi.

"Gomawo…"

"Kau sudah lama disini?" tanya Suho duduk disebelah hanya mengangguk pelan.

"Ermm.. jangan khawatir masalah Sezun Hyung aku bisa mengatasinya." jelas Suho.

"Jinja? Aigoo Suho Gumawo! Aku tidak tahu kenapa bocah itu melarikan diri dari Hyungnya"

"Sehun itu sangat takut dengan hyung nya kau tahu sepertinya hanya Sezun dan Kris saja yang ia takuti!" kata Suho

"Jinja?" Luhan tersenyum simpul mendengarnya Entah mengapa melihat senyum Luhan ada yang salah dengan dirinya? Jantungnya berdebar kencang. Senyuman pria ini ini manis sekali… berbeda… Luhan pria yang berbeda pantas saja Sehun begitu protektive padanya Pikir Suho.

"Woaaa… hyung kau ternyata sudah akrab dengan Luhan Hyung aku iri denganmu…" gerutu hanya tersenyum pada semua member EXO rupanya mereka antusias sekali buktinya mereka kini sedang duduk disekitar tempat Luhan.

Apa karena Sehun tidak ada jadi mereka menyempatkan kesempatan ini? Mengobrol dengan Luhan pria yang sangat dirahasiakan oleh Sehun.

"Lu hyung kami ingin mengenalmu lebih jauh kami bisa berkenalan denganmu-kan? Karena kau asisten kami sekarang dan juga akan menjadi calon istri Sehun." kata Chanyeol yang tiba-tiba muncul ditengah-tengah mereka membuat semuanya tersentak kaget.

"Kalian ini sedang apa?!"

Semua menoleh kebelakang karena mereka hafal benar siapa pemilik suara ini. Sehun sudah berdiri tak jauh dari tempat mereka Pandangan mata Sehun tertuju pada semua member dan terakhir pada Luhan yang juga tengah menatapnya.

"Anniya, kami hanya ingin mengenal asisten kami apa itu salah! Bukan begitu Lu hyung lagian dia manis!" kata Lay sambil menatap Luhan mungkin hanya dia yang berani pada Sehun.

"Ne, kami hanya berbicara perkenalan hanya itu!" jawab Kyungsoo pelan.

"Begitu?" jawab Sehun singkat sambil menatap semua hyung-nya. Luhan mencibir dengan bibirnya melihat kelakuan Sehun yang seperti ini pada hyung-nya Dasar!

"Maaf, aku terlambat!"

Sehun dan juga yang lainnya menatap Kris yang baru saja datang pandangan Kris langsung tertuju pada Luhan bukannya ia tidak tahu. Walaupun ia sibuk syuting drama dia tahu apa yang menimpa Sehun saat ini.

Luhan menatap Kris, Aigoo mimpi apa dia bertemu dengan nya? Pria ini lebih tampan dan ughh sungguh seksi dibanding dengan apa yang dia lihat didalam televisi atau ia lihat dalam poster.

"Kris?…" gumam Luhan relfek membuat Sehun menoleh kepadanya Manik Mata Rusa Luhan masih asyik menatap Kris yang berdiri didepannya dengan senyum manisnya.

"Pasti dia Luhan Gege? Benarkan?" kata Kris menepuk bahu Sehun dan Sehun hanya bisa tersenyum dan Baekhyun saling menatap tatapannya mengisyaratkan bahwa maknae mereka akan sedang cemburu karena Luhan terus saja menatap Kris.

"Ne dia Luhan…" jawab Sehun pelan.

"Luhan Gege senang bertemu denganmu kau manis sekali dan cantik pantas saja Sehun" Kris menatap Sehun yang sedang menyembunyikan wajah malunya atau wajah kesalnya.

"Sehun menyukaimu oh tidak lebih tepatnya dia tergila-gila padamu!" Luhan tersenyum manis pada Kris bukan karena katanya Sehun menyukainya tapi karena dia memuji manis? Aigoo jika itu Kris yang mengucapkan nya ia senang bukan main.

Sehun menggeratkan gigi-giginya rahangnya mengeras ia kesal menatap wajah Luhan yang berseri-seri. Entah kesal karena Luhan dipuji atau karena kini wajah Luhan terlihat lebih cantik saat Kris memujinya Menyebalkan.

"Senang bertemu denganmu…" kata Kris.

Greppp

Tubuh Luhan menegang seketika saat tiba-tiba Kris memeluk tubuhnya gila Kris yang memang ia sukai memeluknya mimpi apa dia? sungguh tidak bisa diungkapkan Luhan tersenyum kemudian matanya menatap Sehun yang kini tengah menatapnya sorot matanya? menakutkan…

"Hemm…" Sehun berdehem kecil membuat Luhan buru-buru melepas pelukan begitu juga Kris. Rupanya Kris suka sekali menggoda Sehun dia tersenyum geli melihat ekspresi adiknya ini.

Terdengar suara kekehan semua member yang kini sedang dengan stylist mereka yang sedang menata rambut dan memakai make-up.

"Luhannie Hyung aku haus tolong ambilkan aku minum!" perintah Sehun sambil menatap Luhan pria ini tampak bingung

"Mwo? Air… tapi_"

"Ini perintah!" kata Sehun.

Luhan terdiam mendengar kata perintah dari Sehun sial! Baru kali ini dia menurut

"Tempatnya, ada disebelah sana… " Sehun menunjuk tempat dimana air mineral dan juga beberapa minuman.

Dengan ragu Luhan berdiri dan melangkahkan kakinya Ia kemudian menatap Sehun kesal ok ini adalah bagian dari pekerjaannya. Ia tidak boleh mengeluh Tidak boleh tapi seakan Sehun mempermainkannya saja.

"Astaga Sehunnie dengan calon istri kau seperti itu? Tsskk tidak romantis sama sekali…" gerutu Chanyeol.

"Diam kau! Dia asistenku calon istriku Terserah aku mau apa? apa kau mau Baekhyun mati ditangan ku kau mau?! Huh?"

Chanyeol menatap kearah Baekhyun dengan tatapan seperti meminta belas kasian. Astaga

"Mana ada calon suami sepertimu aku kasian pada Luhan pasti dia akan mendapatkan siksaan batin. Semoga saja Luhan mendapatkan jodoh yang sesuai…" tambah Kai dan langsung mendapat tatapan tajam dari Sehun.

"Hyung…" pekik Sehun kesal. "Jodohnya, aku Oh Sehun…"

"Dia sakit jiwa…" sela Baekhyun.

"Yaakkk!" pekik Sehun kesal dan yang lain hanya tersenyum melihat Sehun seperti ini.

_oOo_

EXO Dorm

09.00 pm KST

Luhan mengetuk pintu kamar Sehun dengan pelan Tapi tidak ada jawaban Ia ragu kalau ia akan masuk nanti dikira ia lancang atau apa. Tapi kata Kai dan juga Chanyeol menyuruhnya untuk langsung masuk karena pesan Sehun seperti itu.

"Dasar! Menyusahkan saja…" gerutu Luhan.

"Sehun? Sehun-ah… kau didalam!"

Ceklek!

Luhan terkejut Sehun tiba-tiba membuka pintu kamarnya rambutnya masih acak-acakan dan matanya sedikit sembab pasti dia sudah tidur tadi. Matanya menatap Luhan seperti biasa tatapan Sehun seperti detail sekali memperhatikan wajahnya.

"Masuk…" kata Sehun singkat.

"Mwo? Apa tidak diluar saja dikamar? berdua denganmu astaga!"

"Ini perintah Luhannie!" kata Sehun menegaskan.

"Masuklah aku tidak mau kau jadi bahan tontonan para hyung ku…"

Luhan sadar seketika menurut apa kata Sehun Pria itu kini menutup pintu kamarnya dan membiarkan Luhan menatap setiap sudut ruangan kamarnya Kamar yang cukup rapi tapi sepertinya bau ini aroma wine? Apa pria ini baru saja meminum wine…

"Kalau kau terlambat sepuluh menit lagi aku jamin kau tidak akan selamat!" kata Sehun dengan penuh penekanan.

"Mwo? Kau mengancamku…" jawab Luhan

"Sudah baik aku kesini…"

"….." Sehun hanya diam melihat Luhan yang masih berdiri didepannya.

"Duduklah…" Sehun menepuk kasurnya agar Luhan duduk tepat disampingnya Pria ini hanya mencibir saja akhirnya dia juga duduk disebelah Sehun.

"Igeo…" Sehun menyerahkan sebuah benda padanya Luhan terkejut melihatnya.

"Ini apa?" tanyanya.

"Kau bodoh atau apa? Jelas-jelas itu iphone…"

"Ya aku tahu itu iphone bodoh lalu untuk apa kau berikan padaku huh? tidak!" Luhan belum menerimanya Sehun menatapnya kesal.

"Kau kira untuk apa aku memberikan ini padamu!" Sehun menghela nafas beratnya.

"Didalamnya ada semua tentangku Kau tinggal membaca dan memahaiminya."

Akhirnya Luhan menerimanya.

''kau harus mengetahui lagu-laguku,aku mengerapp dan segalanya titik''

Luhan cukup tercengang mendengarnya pria ini ternyata sangat cerewet ckck tapi kenapa dia selalu dingin dihadapan semua orang ck bemuka dua kau Oh Sehun

"Apa harus? Apa harus aku menyukai lagumu? Aku hafal hanya beberapa saja!"

"Harus!" Sehun menatap lurus pada Luhan.

Sehun mencengkeram lengan Luhan "Sudah aku duga" desis Sehun.

"Kau ini kenapa?" Luhan bingung dengan sikap Sehun yang selalu berubah-ubah dengan cepat. Lihatlah sekarang ia malah mencengkeram lengan Luhan.

"Hun…" Luhan sulit menelan ludahnya karena Sehun terus menatapnya tidak boleh seperti ini Ingat Luhan ini didalam kamar dan kalian hanya berdua apalagi saat ini Sehun tersenyum dengan smirknya yang bisa membuatmu lupa kesadaran.

"Apa susahnya, menghargaiku? Apa susahnya kau berbaik hati sedikit padaku Aku benci kau! Aku benci kau tersenyum seperti siang tadi…"

Luhan mencium aroma wine yang keluar dari mulut Sehun sangat memabukkan Ia hafal benar karena Ayahnya dulu juga suka meminum wine.

"Kau bicara apa?" Luhan hendak melepas tangan Sehun tapi ia tidak kuasa Cengkeraman tangan Sehun begitu kuat.

"Tssskk… Kau tinggal menurutiku apa kataku apa susahnya, hum!?"

"Ne, aku sudah menuruti apa katamu menjadi asistenmu dan semua perintahmu sudah aku lakukan. Sekarang kau mau apa? Aku sudah lelah dan ingin istirahat!"

"Jangan tersenyum seperti tadi dengan Kris Hyung! Aku tahu kau sukakan dengan hyungku itu? setelah ini siapa lagi? Suho Hyung mungkin…"

"Kau mabuk!" Luhan berontak tapi keadaan justru sebaliknya Sehun dengan cepat membalikkan tubuhnya hingga kini tubuh Luhan ada dibawahnya Nafasnya terdengar berat karena menahan emosinya.

"Hun… lepaskan!" Luhan tidak tahu jalan pikiran Sehun yang sebenarnya apa dia salah minum obat?

"Apa sebegitu mudah aku melepaskanmu, hum?" Sehun menatap detail setiap lekukan wajah Luhan semakin dipandang wajah Luhan semakin menarik.

Luhan menahan nafasnya ia mengalihkan pandangannya agar tidak mudah terpengaruh dengan tatapan Sehun diatasnya Tatapan mata Sehun begitu teduh dan mengisyaratkan sesuatu Ia tidak sanggup jika terus menatap mata tajam itu tidak hanya itu rahang pria ini, hidung dan juga bibir, semuanya tampak indah dan menarik.

"Sudah malam biarkan aku pulang!" kata Luhan lagi.

"Tidak!"

"Lepas!" potong Luhan Ia sedikit meronta tapi tangan Sehun menahan tangannya nafas Luhan terdengar memburu karena ia berusaha lepas dari himpitan tubuh pria ini.

"Kau sudah masuk dalam perangkapmu sendiri Luhan" kata Sehun pelan sangat pelan namun Luhan masih jelas mendengarnya tentu saja karena jarak mereka yang sangat dekat Nafas Sehun bahkan sampai pada permukaan kulitnya.

"Dan aku sudah terlanjur terjebak dalam ini semua jadi kau harus tanggung jawab!" tambah Sehun lagi membuat pria ini bingung bercampur gugup iya gugup saat tangan Sehun menyisihkan poninya yanga menutupi dahinya dan Sehun tersenyum simpul…

"Oh Seh…"

Luhan tidak melanjutkan seperti terkena sengatan listrik yang menjalar diseluruh tubuhnya ketika ia merasakan tangan Sehun menarik wajahnya Apa pria ini sudah gila? pria ini apa tidak sadar melakukan ini padanya?

Sehun berusaha sekuat mungkin menjauh dari wajah dibawahnya tapi sepertinya ia tidak kuat untuk menolaknya Aroma pria dibawahnya ini sangat kuat menyeruak masuk kedalam hidung dan memenuhi paru-paru serta membuyarkan seluruh kerja sistem syaraf otaknya.

"Sehun Se Se" Luhan merasa bodoh jika membiarkan pria ini akan melakukan hal itu lagi padanya tapi ia bisa apa? Seperti ada magnet yang sangat menariknya hingga ia tidak bisa menjauh dari ini semua.

Sehun mengabaikan apa kata Luhan ia sibuk menatap secara detail wajah ini Ini gilaa ia bahkan seperti bukan dirinya sendiri Tatapannya kini tertuju pada bibir Luhan Dengan perlahan ia mulai memiringkan wajahnya untuk menjangkau bibir Luhan memejamkan matanya dan merasakan hembusan nafas pria itu yang kini menerpa kulit wajahnya.

Hidungnya sudah menyentuh ujung hidung Luhan ia tidak memikirkan setelah ini apa yang akan Luhan katakan padanya ia tidak peduli. Ia hanya ingin hanya ingin mencium pria ini dan menyalurkan segala rasa dihatinya.

Entah dari dorongan mana ia kini sudah melumat bibir Luhan bergantian atas bawah pelan namun pasti. Tidak lama kemudian bibirnya mengoyak pertahanan bibir pria ini yang sepertinya menutup akes untuk menciumnya lebih dalam Dengan lumatannya yang semakin menuntut akhirnya ia berhasil membelit lidah mereka satu sama lain ciuman yang terkesan buru-buru dengan nafas yang terdengar berat dikeduanya karena Luhan juga entah sejak kapan ia sudah mengikuti permainan bibir Sehun pada bibirnya Membalas setiap lumatan bibir Sehun yang terus bergerak cepat.

Sehun memiringkan wajahnya kembali untuk mengambil oksigen sejenak dan kembali merengkuh wajah imut Luhan untuk menyatukan bibirnya kembali melumat lebih dalam. Ia tidak tahu kenapa dia segila ini pada seorang pria dan itu hanya kepada Luhan yang ia rasakan adalah ia ingin segala resah dihatinya menjadi lega dengan mencium pria ini. Resah karena penyebabnya adalah pria cantik ini. Luhan merasakan tangan Sehun mengusap bahunya yang memang tshirt yang ia pakai sudah sedikit bergeser dari tempatnya gila bahkan ia tidak bisa mencegah tangan Sehun ini Ia malah sibuk menikamati perlakuan Sehun padanya Setan apa yang merasukinya sekarang? Ia benar-benar membenci dirinya yang seperti ini.

"Sehun-ah… katanya kau kurang_"

Sehun segera menjauhkan wajahnya dan melepas tautan bibirnya begitu juga Luhan. Dengan cepat ia bangun dari atas tubuh Luhan dan Luhan juga demikian ia malu sekali bahkan ia seperti pria macam apa.

"Kurang sehat…." lanjut Suho yang cukup terkejut melihat adegan yang ia lihat barusan.

"Emm… emm… maaf aku tidak tahu kalau ka_"

"Aku pergi dulu!" potong Luhan Ia segera keluar kemudian berlari melewati Suho tanpa menoleh lagi kebelakang hanya untuk berpamitan pada Sehun itu tidak ia lakukan. Sehun menatap punggung itu keluar dan menghilang dibalik pintu.

"Lu Hyunggg…" panggil sepertinya sia-sia Ia sudah mendengar bunyi pintu tertutup dengan keras.

"Sehun-ah, kau tidak mengejarnya?" tanya Suho Sehun hanya menghela nafas beratnya

"Maafkan aku sepertinya aku telah menganggu kau dan Luhan."

"Tidak perlu hyung…" Sehun menekuk wajahnya.

"Biarkan saja… kau tidak perlu minta maaf…" Suho semakin bingung dengan sikap Sehun.

Kenapa dia sebenarnya?

Sehun merebahkan tubuhnya meremas kuat rambutnya mengacak-acaknya frustasi. Apa yang telah ia lakukan barusan… apa dia sudah gila! gila… tidak mungkin, ia secepat ini mempunyai rasa pada seorang pria yang baru ia kenal. Bahkan ia kehilangan kendali jika terus seperti tadi Memejamkan matanya merasakan perasaan bersalah pada pria itu Apa yang harus ia lakukan sekarang?!

"Arggh!" pekiknya frustasi.


Cieee yang Muslim mana suaranya? Happy Ramadhan Day yah bagi yang melaksanakan nya 0h iya makasih buat xxxx review nya iya memang saya masih awal dalam membuat Fanfiction dan cara penulisan nya juga masih amburadul emesiyu bhaq dan buat akun xxxx juga maaf ini ff yaoi gak suka? mending gak usah baca deh kalau anda bukan fujoshi lalu kenapa baca ff yaoi dan saya liat bio anda yah gitu deh! review anda penyemangat bagi saya makasih lohhh!

Pokoknya Thanks lah aku tanpa kalian bukanlah apa-apa

MIND TO REVIEW?