Cast: Oh Sehun

Xi Luhan

Other Cast: EXO members and Other

Gengre: Marriage Life,Comedy Love,Friendship and Romance

Rate: T-M

Lenght: Chapter

HAPPY READING!

Luhan mengambil nafas dalam-dalam untuk mengisi oksigen diparu-parunya. Nafasnya terdengar terengah-engah, ia membenahi sedikit rambutnya kemudian tangannya memencet tombol intercom layar.

Luhan ingat seketika ia sudah diberitahu kode pin pintu lantai 13 ini Luhan akhirnya dapat membuka pintu tapi dorm tampak sepi. Apa semua penghuninya masih tidur? bukankah ada jadwal pemotretan pagi ini.

Luhan melihat kamar Baekhyun masih tertutup kamar Kyungsoo juga kemudian kamar Sehun dan Suho juga tertutup. Ah dia tidak mungkin masuk kekamar Sehun lagi sudah cukup ingatan ciuman dua hari yang lalu menjadi pengacau pikirannya.

Yah, sejak peristiwa itu Luhan tidak datang ke dorm untuk memenuhi perintah Sehun juga tidak masuk menjadi staff EXO. Perasaannya tidak karuan ia seperti Pria murahan yang mau saja dicium oleh pria yang baru ia kenal. Tidak ia tidak menyalahkan Sehun ia lebih membenci dirinya sendiri.

Dua hari itu juga ia selamat dari berbagai ancaman Sehun yang selalu mengirimi ia pesan Sehun tidak pernah menghubunginya sama sekali. Ia sedikit lega setidaknya ia tidak bertemu dengan pria setan itu Astaga…

Luhan mulai masuk kedalam ruang tengah yang menjadi satu dengan dapur dilihatnya ruang tengah tidak ada siapapun.

"Kau seperti pencuri saja…"

DEG…

Jantung Luhan seperti mau copot seketika saat mendengar suara yang sangat ia hafal entahlah hanya dengan mendengar suaranya saja ia berdebar sangat kencang.

"Ka…Kau?" Luhan sedikt gugup kemudian ia menormalkan wajahnya.

"Kau sudah bangun? Kemana yang lainnya." ucap Luhan basa-basi. Matanya masih menatap pria yang kini ada didepannya dengan memegang segelas air putih rambutnya yang sedikit kacau kemeja putih membuat pria ini sungguh terlalu tampan dimata Luhan.

Luhan mengalihkan pandangannya sebelum tangannya ditarik oleh Sehun.

"Kau mencari siapa?" tanya Sehun pria cantik itu menatap lengannya yang masih dalam genggaman tangan Sehun.

"Aku akan mencari Kris!" jawab Luhan

"Emmm Tidak. Tapi semuanya bukankah kalian ada jadwal pemotretan?" kata Luhan.

Sehun menatap Luhan lekat tidak ada ekspresi tapi tidak ia pungkiri Ia betah menatap wajah Luhan yang seperti orang ketakutan seperti ini.

"Kris hyung sedang mandi" jawab Sehun singkat.

"Baiklah! Aku tunggu kalian diruang depan saja." Luhan melepas genggaman tangan Sehun dan segera ia berbalik.

Grep!

Sehun dengan cepat membalikkan badan Luhan hingga tubuh mereka benar-benar sangat terkejut dengan sikap Sehun yang tidak ia duga sama sekali Ia menatap Sehun begitu juga dengan Sehun. Mata elang Sehun menatap detail wajah imut Luhan entah apa yang ada dipikirannya saat ini. Dengan menatap pria ini ia merasa lega hatinya sangat lega. Beban yang ada dipikirannya sepertinya sedikit berkurang karena beberapa hari yang lalu pria ini menghilang dari jangakuan pandangannya.

"Sehun, ehmm Sehunnie kau ini kenapa? Lepaskan…" Luhan sedikit beringsut dengan perlahan akhirnya Sehun melonggarkan tangan satunya yang tadi ada dipinggang Luhan.

Tapi jarak mereka masih dekat satu sama lain karena tangan Sehun yang satunya masih ada dibahu Luhan.

"Kau…" Sehun akan mengucapkan kata-kata tapi entah kenapa ia tidak bisa melanjutkannya? Ia mengambil nafas dalam-dalam mengirup aroma tubuh pria ini. Tatapan pria didepannya ini seperti mematikan syarat otaknya ia tidak bisa berpikir secara normal. Ini bukan gayanya ini bukan gayanya sama sekali. Ia tidak mungkin terlihat bodoh hanya karena pria seperti Luhan tidak. pria yang ia idam-idamkan adalah gadis yang seperti Miranda kerr dan itu bukan seperti Luhan juga terlihat indah sekarang Argghh… ia sudah gila sepertinya.

Ini tidak mungkin?! secepat ini hanya karena tidak melihat wajah pria ini selama dua hari ia seperti ini? Apalagi berhari-hari? yang ada ia akan semakin gila.

"Ehem…" suara deheman Kai membuyarkan pandangan Sehun pada Luhan

"Kalian ini pagi-pagi sudah bertatapan seperti itu Baiklah kalian saling merindukan, tapi_"

"Diam kau hyung! atau aku bunuh Si monggu tau rasa!" sela Sehun sambil berlalu dari hadapan Luhan dan melewati Kai dengan melesatkan tatapan membunuh pada Kai.

"Aigoo bocah itu kejam sekali padaku." keluh Kai matanya kemudian menatap kearah Luhan yang sedang menekuk wajahnya.

"Kyaaa! kau datang aku kira kau tidak akan kembali bekerja pada kami!" kata Kai pada Luhan pria ini kemudian tersenyum simpul.

"Hmmm Kalau tidak bekerja aku mau makan apa? Huh!?" jawab Luhan.

"APA?! Luhan kau pria cantik yang hebat! Aku baru menemukan pria sepertimu pria seorang kekasih tidak calon pendamping seorang idol terkenal dan kaya raya rela bekerja untuk membiayi hidupnya sendiri pria yang mandiri Joha Joha!"

Luhan merasa sedikit malu karena pujian Kai ini dengan tiba-tiba ia merasakan tangan besar Kai mencubit sedikit pipinya dan Luhan mengerjapkan matanya Lucu.

"Aishhhh?" Luhan memegang pipinya ia malu jelas ia sangat malu. Tanpa ia tahu Sehun masih menatapnya dari ruang tengah Menatapnya dengan Kai dan rupanya Kai tidak sadar ada bahaya yang akan mengancamnya saat ini karena ia telah menyentuh bagian tubuh pria cantik itu.

"Ya Kkamjong!" pekik Luhan merasa pipinya sedikit sakit akibat ulah tangan itu terkekeh mendengar Luhan seperti ini Matanya melirik kearah Sehun bisa dilihatnya dari samping Sehun tampak memainkan bibirnya seolah berbicara sendiri Jelas maknae ini sangat kesal terhadapnya.

Kai tersenyum jail. Ia tahu Maknae itu dua hari kemarin seperti apa keadannya Berpura-pura tidak apa-apa Tapi sebenarnya? ia ingin tahu dimana pria ini berada.

"Kau sudah sarapan?" tanya Kai sambil membuka lemari es.

"Mwo? Ah aku belum makan karena tergesa-gesa tadi!" jawab Luhan pria itupun kemudian menatap Luhan dan menatap Sehun yang sedang kini sibuk dengan ponselnya.

"Ya! Sehun kekasihmu belum makan kau malah asyik-asyik_"

"Kai tidak usah aku sudah biasa tidak sarapan pagi…" Sela Luhan

"Aku bisa minum susu saja nanti diperjalanan!" lanjutnya Kai mengambilkan Roti dan juga susu kearah Luhan. Sehun melirik sekilas dengan mencibirkan bibirnya sembari menekan ponselnya dengan penuh penekanan.

"Igeo Makanlah kau pasti akan sedikit kenyang!" kata Kai.

"Dan ini susu minumlah" Kai memberikan sekotak susu pada Luhan.

"Gomawo!" jawab Luhan.

Sehun meliriknya lagi menyebalkan sekali mereka berdua Luhan kenapa juga ia mengumbar senyum pada si hitam mesum seperti itu Benar-benar!

"Jadi kau harus tahu kesukaan kita semua didorm Em nanti kita belanja bersama, bagaimana?" jelas Kai panjang lebar.

Luhan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. "Boleh! Kapan?"

"Bagaimana kalau nanti sore? Kebetulan setelah pemotretan kami tidak ada acara?" kata Kai semangat ia lupa jika disana ada kyungsoo yang menahan emosinya.

"Baiklah Aku rasa aku juga tidak ada acara!" jawab Luhan Mereka tidak tahu ada seorang yang tengah mencibir mereka dengan senyuman setan keturunan sang ayah siapa lagi jika bukan Oh Sehun putra Kyuhyun.

_oOo_

ELLE+ Studio

12pm KST.

Luhan tidak sadar ia telah menghabiskan dua botol air mineral sekali minum bayangkan ia harus bolak-balik kemobil yang memang parkirnya juga sangat jauh hanya untuk mengambil perlengkapan yang kurang. Ini sangat melelahkan Tapi ini tidak sebanding dengan pekerjaan member EXO yang menurut Luhan adalah paling melelahkan dan menguras tenaga karena secara tidak langsung ia mengetahui jadwal kerja seluruh member termasuk Sehun.

Bukan Sehun yang menyuruh dia melakukan ini Luhan sendiri yang memang berkeinginan seperti ini Ia tidak enak dengan staff disini dan juga yang lainnya jadi dia memiliih untuk bertanya apa-apa yang yang masih dibutuhkan.

Sehun bahkan tidak menyuruhnya melakukan apapun dan kini pria itu belum berbicara dengannya satu patah katapun sejak berangkat tadi pagi Luhan juga tidak tahu kenapa Sehun seperti itu tapi itu jauh lebih baik dari pada ia terus dalam pengawasan pria setan itu.

Tampak Kris berjalan mendekati Luhan yang sedang duduk menatap beberapa member yang berpose didepan kamera.

"Hei, melamun saja!"

Luhan terkejut saat Kris tiba-tiba duduk disebelahnya pria ini pun hanya membalas dengan senyuman Kris juga tersenyum kearah Luhan Senyuman yang bisa membuat seluruh gadis didunia ini kehilangan kesadaran karena terlalu tampan dan juga berwibawa dari sosok pria ini.

"Ne? aku sedang menyaksikan pekerjaan kalian! Ternyata, pekerjaan kalian cukup melelahkan padahal aku baru bergabung dengan kalian dan Kalian sungguh hebat!" jelas Luhan yang sepertinya sudah tidak canggung lagi terhadap Kris entah karena apa ia sudah terbiasa bila bertemu dengan idolanya ini tapi tetap rasa kagum pada Kris masih tetap ada.

"Hahaha kau lucu sekali Ge!" Kris terkekeh mendengarnya

"Kami melakukannya semata-mata bukan karena uang Ge kami melakukan pekerjaan ini karena dukungan fans kami yang begitu besar dan kami tidak ingin mengecewakannya!" jelas Kris.

"Ne arasseo! Aku dengar fans kalian diluar negeri begitu banyak!" tambah Luhan sambil menatap Kris kagum.

"Aku yang sangat payah tidak mengenal kalian dan hanya mengenal beberapa saja! Termasuk Kris dan Suho yang pertama!" ungkap Luhan jujur Kris tersenyum.

"Kyaaa aku sangat bangga sekarang!" kata Kris

Luhan mengernyitkan alisnya "Aku bangga karena seseorang yang Sehun cintai menjadi fans beratku! aigoo! ini benar-benar keajaiban!" tambah Kris membuat pria ini sedikit malu. Lihatlah pipi Luhan bahkan sudah memerah.

Mereka tidak menyadari, ada sepasang sorot mata yang telah mengintai mereka berdua. Tatapan tajam dan juga penuh arti hanya dia yang mampu mengartikan tatapannya ini terhadap dua orang yang tengan bercengkrama dengan sangat nyaman dan juga penuh dengan senyuman manis dikeduanya.

"Kyaaa Kris! Kau berlebihan sekali! Astaga!" Luhan menggelengkan kepalanya.

"Aish! Ini langka Luhan? apa kau tidak tahu bagaimana Sehun?! Dia sangat protecktiv dengan apa yang ia miliki! Contohnya yah dirimu!"

"Mwo? Yang benar saja! Yang aku tahu dia sangat menyebalkan!" jawab Luhan mencibir

"Dia itu sangat senang membuat aku tersiksa!" tambah Luhan.

"Sepertinya kalian memang sangat serasi kau imut sekali!" jawab Kris

"Emmm Aku jadi penasaran bagaimana kalian bertemu hingga Sehun melamarmu dan….."

Kris berusaha melanjutkan kata-katanya tapi ia takut kalau itu menyinggung perasaan Luhan.

"Dan muncul foto itu?!" lanjut Luhan

"Aku tahu foto itu menjadi sumber masalah buat kalian! terutama nama baik EXO ahh aku menyesal tidak bisa berbuat banyak!" sesal Luhan

"Astaga Ge… maafkan aku aku hanya ingin_"

"Arasseo…" potong Luhan lagi

"Kyaaa! Ayo katakan bagaimana kalian bertemu dan bagaimana si wajah tembok itu mengatakan cinta padamu? hingga ia berniat menikahimu kapan saja kau mau? bukan begitu Luhannie Ge?" kata Kris lagi antusias.

Seketika keringat dingin menyerang Luhan begitu cepat Gugup? Tentu saja Ia bingung harus menjawab apa? Kapan Sehun bilang mencintainya? Kapan? bahkan sampai dunia kiamat pria ini tidak akan pernah menyatakan ini padanya karena memang tidak menyukainya.

"Eum itu… kami… kami bertemu_"

"Ehem!"

Suara deheman yang terdengar cukup keras membuat Luhan terlonjak kaget begitu juga Kris yang tengah menatap lekat wajah imut Luhan dalam jarak pandangnya Mereka berdua mendongak dan menatap sesosok makhluk sudah berdiri menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit dipercaya.

"Se Sehun-ah." gumam Luhan.

Sementara Sehun hanya menatapnya seakan ia sulit untuk berkata hanya jakun dilehernya yang bergerak menahan gejolak yang ada dihatinya saat ini Mencoba meredam semua rasa dihatinya.

"Sayang!" ucap Sehun sambil menarik lengan Luhan pria inipun berdiri sejajar dengan Sehun

"Ikut aku…" Sehun menarik pergelangan tangan pria ini terpaksa mengikuti langkah panjang kaki Sehun dan berjalan dengan pria yang sekarang terlihat sedikit aneh dan menyeramkan dengan disaksikan Kris yang menatap Sehun dan dirinya.

Luhan tidak habis pikir kenapa ia selalu tidak bisa menolak perintah Sehun walaupun pekerjaan aslinya adalah memang menuruti perintah Sehun tapi seolah ada perasaan lain hingga ia tidak kuasa untuk menolak.

Sehun duduk disebuah sofa panjang yang memang letaknya agak jauh dari tempatnya semula tempat duduk Luhan dengan Kris yang juga duduk tepat disebelahnya setelah genggaman tangannya dilepas oleh Sehun.

Sehun diam ia belum menoleh kesamping. Ya, memang sejak tadi pagi berangkat Sehun tidak pernah berbicara dengan Luhan Entah dalam rangka apa ia melakukan ini pada Luhan pria cantik inipun juga merasa aneh untuk apa pria ini membawanya kesini dan duduk bersama? Terlihat sangat bodoh.

"Kau!" pekik keduanya bersamaan keduanya sama-sama terlihat kesal satu sama lain. Luhan yang kesal dengan Sehun yang seenaknya seperti ini dan Sehun yang kesal dengan sikap Luhan yang selalu membuatnya merasa sebagai pria paling bodoh dan tidak berguna sama sekali. Terlebih lagi Sehun juga kesal dengan dirinya sendiri mengapa ia bisa seperti ini.

Sehun mendengus saat tatapan mereka bertemu Ia menahan nafas sejenak Ia tidak boleh terlihat gugup jika sedang bertatapan dengan pria toilet ini tidak boleh gugup.

"Ambilkan tissu untukkku!" kata Sehun singkat Luhan menatapnya tidak Cantik ini mengira Sehun akan berkata sesuatu yang penting atau apalah Ternyata!

"Kau?"

"Tissunya ada disebelah sana sayang kau tahukan tempatnya!?" kata Sehun memberi perintah. "Bawakan minum sekalian!" tambahnya lagi.

"Arasseo!" jawab Luhan tanpa penolakan ia tahu pasti akan sangat menyebalkan jika berdebat dengan pria ini.

Sehun menatap punggung Luhan yang menjauh dengan tatapan kesalnya ia meremas kuat kedua tangannya Tatapannya tidak sengaja melihat kearah Baekhyun dan Chanyeol yang kini sedang berciuman sesekali melihat kearahnya dengan senyuman geli dasar tidak tau tempat kedua hyungnya itu ck.

Bukannya tidak tahu Sehun tahu pasti kedua hyungnya itu menertawakan sikapnya ini Masa bodoh! tidak bisa dibiarkan Hyungnya ini harus diberi pelajaran secepatnya.

"Ini minumlah!" Luhan menyerahkan sekotak tissu dan juga sebotol air mineral untuknya Sehun mendongak dan menatap pria yang sedang berdiri didepannya Entah kenapa dari bawah sini pria ini sangat_?! Yakkkk hentikan Oh Sehun! Sudah berapa kali kamu seperti ini Stop ok memandanganya! batin Sehun terus berkecamuk.

"Tolong, usapkan keringatku!" ini seketika membulatkan matanya terkejut. Ya dia terkejut Tapi wajah Sehun terlihat sangat santai berbeda dengan raut wajah Luhan saat ini.

"M…mwo?" Luhan menatap Sehun tidak percaya. Sehun kini menatapnya seolah pria ini paling bodoh Kemudian Sehun tersenyum miring dan mencibir pria ini.

"Kau tidak lihat? apa yang mereka lakukan pada kami? Memakaikan microphone, menata rambut kami, memakaikan jas pada kami? Dan hal itu sangat biasa Luhannie?!" kata Sehun penuh penekanan.

"Kau hanya perlu menghilangkan keringat diwajahku saja apa kau mau protes?" tambah Sehun lagi kini pria itu malah berdiri dan mensejajarkan tubuhnya dengan pria ini.

Bodoh! Luhan sangat menyadari kebodohannya ia hanya mengira Sehun memanfaatkan dia saja dan mencari gara-gara dengannya Hufttt! LuLu! Wake up kau terlalu berlebihan…

"Kau mengira aku senang dengan menyuruhmu seperti ini? Menyentuhku agar aku senang begitu!? Ingat ini adalah pekerjaanmu jadi kau jangan berpikiran aku mengambil kesempatan akan hal ini kau mengerti!" kata Sehun lagi.

Luhan semakin tidak mengerti dengan apa yang Sehun katakan padanya Dan ia kini bisa mengambil kesimpulan Sehun memang tidak ada perasaan apa-apa terhadapnya Ini hanya pekerjaan Luhannie! sadarlah!

Ok dia mengakui dia pria paling bodoh didunia ini karena semakin hari ia semakin tidak berdaya dengan pesona seorang Oh Sehun. Astaga apakah dia sudah yakin dengan perasaannya saat ini? Dia masih berdebar-debar sekarang…

"Baiklah! Kau kira aku mengambil kesempatan menyentuhmu begitu? Kau pikir aku pria macam apa? Aku tahu ini adalah pekerjaanku!" tegas Luhan mengambil beberapa lembar tissu dengan kasar dan menatap Sehun kesal.

Tiga pasang mata kini menatap kearah mereka bingung karena mendengar apa kata Luhan barusan. Apakah mereka sedang bertengkar? Hubungan mereka terlihat tidak normal dan juga aneh apa ini alasan Luhan tidak masuk kerja beberapa hari ataukah ada masalah lain? Pikir Kris,Baekhyun dan juga Chanyeol.

Luhan tidak berani menatap mata Sehun saat ini tangannya tergerak mengusap sedikit peluh didahi pria ini kemudian turun dipipi dan sekitarnya. Jangan ditanya perasaanya masih sama berdebar-debar dengan sangat kencang detakan jantungnya Sudah pasti itu. Tangannya kini terhenti ketika, tatapan matanya tidak sengaja menatap bibir tipis Sehun.

Berhenti sejenak mengingat tentang kejadian beberapa waktu yang lalu saat pria ini begitu mudah menciumnya? bahkan sudah dua kali dan ia akui ia tidak menolak Aneh ataukah dia hanya pria yang gampangan? karena dengan mudah dikuasai seorang pria yang baru masuk kedalam kehidupannya?

"Sini!"

Sehun dengan cepat menarik tissu yang ada ditangannya dan mengusap peluhnya sendiri yang ada dileher dan sekitarnya Luhan tercengang dengan sikap Sehun barusan ia tidak menduga ia melakukan hal bodoh lagi.

"Ehmmm aku ketoilet sebentar!" pamit Luhan dengan cepat ia berbalik dan menjauh dari hadapan Sehun sekarang juga.

Sehun menghentikan aktifitasnya dan menatap punggung pria itu yang menjauh dari hadapannya Sialnya ia merasa bersalah telah mengatakan hal tadi pada Luhan Ia menghela nafas panjangnya dan meremas tissu itu kuat-kuat Ia bisa apa marah? ya dia akui saat ini hanya emosinya saja yang menguasainya Perasaan yang campur aduk dan sulit ia mengerti.

"Arghh!" Sehun membuang kotak tissu dengan kasar dan menghempaskan tubuhnya disofa memijit keningnya pelan dan memejamkan matanya Pusing ia sangat pusing menghadapi ini semua.

"Kurasa Sehun sedang stress!" kata Baekhyun diikuti anggukan oleh Kris dan juga Chanyeol.

"Entahlah kurang apa Luhan itu dia pria yang sabar terhadapnya,cantik,imut apalagi coba?!" tambah Baekhyun lagi.

"Aku rasa Sayang mungkin Sehun masih malu dalam mengungkapkan perasaannya! Perasaan ketidaksukaannya pada kita yang dekat dengan Luhan!" jelas Chanyeol

"Kalau aku jadi Sehun aku akan keluarkan jurus maut dengan kata-kata cintaku pada Luhan agar tidak bertengkar terus setiap hari…"

"Oh Diam kau Park Yoda Kau mau hubungan kita putus sekarang juga?" kata Baekhyun yang notabenya adalah kekasih terheboh Chanyeol

"Kalian ini! Masih bisa bermesraan ditempat seperti ini! semoga Tuhan mengampuni kalian berdua!" sela Kris.

"Diam kau!" pekik keduanya pada Kris.

_oOo_

Basemant ELLE+ studio.

"Ya Sehunnie Lu hyung kemana? Kenapa dia belum kembali?" tanya Kyungsoo padanya. Sementara Sehun hanya menyibukkan dirinya dengan ponsel yang ada ditangannya.

"Biar aku saja yang mencarinya!" kata Kris tiba-tiba Sehun kemudian melemparkan ponselnya ke jok mobil dan menatap kearah Kris tatapan membunuh yang bisa Kris lihat dari sorot mata adiknya ini.

"Apa!? Kau bilang apa?" kata Sehun pada Kris.

"Kalian ini. Kenapa mencemaskan Luhan?! Disini yang berhak mencemaskannya hanya aku!" tambah Sehun, dan membuat Baekhyun mencibir. Kris yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya saja.

"Ya! Sehun-ah, kami juga berhak atas Luhan. Dia bekerja untuk kami juga-kan? Jadi kalau Luhan masih dalam lingkup pekerjaan, yang bertanggung jawab jika ada apa-apa terhadapanya itu juga kita semua bukan!" tegas Kris dengan ekspresi cool nya.

Sehun mendengus kesal atas apa yang ia dengar, memang benar juga apa yang dikatakan hyungnya ini. Tapi, baginya itu sangat tidak benar! Luhan? Kita? Apa maksudnya kita… kita juga berarti Luhan milik semua orang, begitu? Milik semua hyungnya? Menyebalkan.

"Kata siapa Luhan tanggung jawab kalian semua? Luhan tanggung jawabku!" Sehun menatap kearah ketiga hyungnya ini, "Apa kalian lupa_"

"Kalau masih tanggung jawabmu! Pergi dan cari Luhan sekarang juga!" kata Baekhyun tiba-tiba, membuat Sehun menatap kearahnya, tajam. Entahlah kenapa tiba-tiba Baekhyun berani berkata seperti itu pada Sehun, ia tidak sadar bahaya besar sedang mengancamnya.

"Kau.." desis Sehun dengan tatapan tajamnya. "Baiklah!" pekik Sehun. Ia bergerak dan hendak turun dari mobil, tapi tiba-tiba tatapan mereka tertuju pada seorang pria cantik yang tengah berjalan bersama seorang pria. Pria yang tampilannya sangat elegan dengan setelan jas yang membuat pria itu terkesan sangat berkharisma.

Sehun terhenti, kini ia menatap Luhan yang sedang membungkukkan badannya pada pria itu dan berjalan menghampiri mobil mereka.

"Bukankah, pria itu Choi Minho!" kata Kris pelan dan dapat didengar oleh Sehun yang kini matanya masih menatap Luhan yang sedang setengah berlari kearahnya.

"Kau mengenal dia?" tanya Baekhyun.

"Ne, dia putra dari presdir Choi! Pemilik Elle! Tentu saja aku mengenal baik, orang tuanya berteman baik dengan orang tuaku!" jawab Kris. Baekhyun dan Chanyeol mengangguk kompak dan kini mata mereka tertuju pada Sehun. Pria ini mendengar dengan jelas, tapi ia berpura-pura tidak mendengar apa yang hyungnya katakan.

"Kenapa Luhan bisa mengenalnya?" lanjut Chanyeol penasaran.

Sehun dengan cepat menutup pintu mobilnya, dan menyandarkan kepalanya pada sandaran mobil. Menutup matanya rapat-rapat. Ia tidak mau tahu! Sudah cukup perasaannya dibuat tidak karuan oleh pria cantik ini. pria seperti ini, kenapa bisa dia menyukainya? Itulah yang menjadi pikirannya saat ini.

"Ahh! Maaf, aku membuat kalian lama menunggu!" kata Luhan dengan nafas sedikit tersengal, Kris dengan senyum cool nya membukakan pintu untuk Luhan.

"Kau duduk dibelakang, sendirian tidak apa-apakan? Apa mau aku temani?" kata Kris.

"Gwencahana! Aku sendirian saja." jawab Luhan, matanya menatap Sehun yang sepertinya tidak mau tahu tentangnya sama sekali, Luhan hanya diam melihat Sehun yang sepertinya sudah tertidur.

"Lu Hyung tadi itu siapa? Dan kenapa kau lama sekali? Aku kira kau tersesat tadi!" tanya Baekhyun.

"Ne, aku tadi memang tersesat, aku lupa jalan menuju studio yang tadi karena terlalu banyak ruangan akhirnya aku bertemu dengan Choi… tuan Choi_"

"Choi Minho? Ne?" potong Kris.

"Ne, kenapa kau tahu? Ahh, iya kalian kan sudah lama bekerja sama dengan ELLE!"

"Bukan begitu dia putra pemilik Elle! Aku kenal dengannya karena selain kami partner ELLE orang tuanya berteman baik dengan orang tuaku Lu Ge! Pasti kau sudah berkenalan denganya, iyakan?"

Sehun yang mendengar hanya bisa menghela nafas beratnya, matanya masih terpejam, dan situasi ini sangat tidak mengenakkan untukknya. Kenapa Kris semakin menyebalkan saja dan membuat tangan Sehun gatal ingin menutup semua mulut yang ada didalam mobil ini.

"Jinja!" pekik Luhan terkejut. "Dia tidak mengatakan apapun, tapi dia kenapa bisa mengenaliku? Dia langsung tahu namaku tadi padahal aku tidak kenal dengan_"

"Anniya! Hanya saja… ?" Luhan menatap kearah Kris yang ada didepannya, "Eum, Kris Apakah pemilik ELLE ini mempunyai dua anak laki-laki?"

"Ne?" Kris mengernyitkan dahinya "Anniya? Hanya satu saja, Minho mempunyai kakak perempuan ada apa? Apa kau pernah mengenalnya?" tanya Kris.

"MWO!" pekik Luhan, ia terkejut. Pantas saja, pria tadi mengenalnya, karena Tuan Yuan yang sudah memberitahukan tentangnya pada pria itu. Aigoo! Dunia begitu sempit Tapi, bukankah perjodohan itu tidak berlaku? Dia akan menikah dengan Sehun bukan?

"Kau kenapa terkejut sekali! Pasti ada yang kau sembunyikan dari kam_"

"DIAM SEMUA!" Pekik Sehun tiba-tiba, membuat semua terdiam dan menatap kearahnya. Pria ini menatap kearah Kris, Chanyeol, Baekhyun dan Luhan. Tatapan paling tajam ia arahkan pada pria bermata Rusa. "Berhenti membicarakan hal yang tidak penting! masalah Luhan cukup aku yang tahu!"

"Apa kalian tidak punya kesibukan sendiri, sehingga harus bertanya seperti ini dengan Luhan?" kata Sehun lagi kini menatap kearah Hyungnya.

"Aigoo! Aku kira tadi kau tertidur Hun-ah, tapi sebaliknya kau mendengar apa yang kami katakan." jawab Chanyeol.

"Aish Yoda! Mana mungkin aku bisa tidur, kalian ini berisik sekali!" Sehun kini menatap Luhan, "Dan kau Luhannie! Urusan kita belum selesai! Setelah ini kau ikut denganku!" kata Sehun padanya.

"Mwo? Tapi nanti kami akan berbelanja_"

"Ini perintah Sayang!" potong Sehun, "Calon suamimu aku, apa Si hitam itu huh?" Sehun menatap kearah Kai yang, dan pria yang merasa dirinya 'hitam' ini langsung membulatkan matanya tidak percaya.

"Mwoya! Nae?" Kai menunjuk dirinya sendiri. Membuat Chanyeol dan Baekhyun tertawa terjungkal-jungkal.

"Kalu aku bisa memilih, aku tidak akan memilih dua-duanya!" jawab Luhan enteng.

"MWOYA!" pekik Sehun tidak terima, "Kau ini apa-apan? baiklah walaupun kau tidak akan memilih dua-duanya yang penting kau menikah denganku!"

"Aigoo! Ternyata Sehunnie sudah sangat ingin menikah denganmu Luhan hyung!" goda Baekhyun.

"Tsssk! Hati-hati saja, Sehun sangat ganas dan menakutkan dalam segala hal!" tambah Kai.

"Kyaaa! kalian belum tahu aku juga bisa lebih ganas daripada pria jelek ini!" jawab Luhan, dan membuat Sehun membulatkan matanya.

"Mwo?!" Sehun menatap Luhan kesal, "Kau! kau tidak tahu, aku ini tampan sekali dan mempesona, kau tidak lihat. Aku mempunyai banyak sekali pengagum dikalangan artis!" elakan yang tidak ada kaitannya sama sekali.

"Tampan!? Apa kau tampan? Menurutku Kris jauh lebih tampan!" jelas Luhan. Sepertinya mereka sudah tidak menghiraukan semua orang yang ada didalam mobil, mereka sibuk sendiri dengan perdebatan yang tidak jelas ini.

"M..Mwo?" Sehun mendelik kearahnya, "Kalau aku tidak tampan, mana mungkin kau selalu mau dan menikmati saat aku menciummu saat aku menjamammphhh_"

"OH SEHUNNN!" pekik Luhan sambil menutup mulut Sehun dengan tangannya agar Sehun tidak melanjutkan apa katanya. Jelas,Luhan malu kalau semua mendengar apa yang setan ini katakan. Menjamah bagian tubuhnya. Adalah hal yang paling sensitif.

Kris, Kai dan Chanyeol, mereka menggelengkan kepala bersamaan melihat kelakukan dua makhluk aneh ini.

"Dasar aneh! Tadi saling mendiamkan diri sekarang bertengkar seperti anak kecil tsskk! Bisa-bisa aku gila melihat tingkah kalian ini!"

"Diam kau!" pekik Sehun kearah Kai.

_oOo_

Luhan flat.

Brakkkkkk!

Pria itu menutup pintunya dengan keras.

"Yak! Lepas, aku bisa jalan sendiri!" pekik Luhan saat tangan Sehun masih mencengkeram erat pergelangannya.

"Aish!" pria cantik ini menatap Sehun kesal saat pria ini sudah melepas genggaman tangannya. Sehun melepas maskernya dan topinya.

"Ada minuman tidak? aku haus sekali…" kata Sehun seraya menselonjorkan kakinya, dan mengusap peluh yang ada didahinya. Sepertinya naik tangga beberapa meter saja sudah membuatnya keletihan. Bukan itu sebenarnya ia juga terlalu letih dengan kegiatannya seharian ini walau hanya pemotretan.

"Mwoya?" Luhan mencibir, "Kau kira kau seenaknya saja membawaku pulang lalu kau_"

"Aish! Jinjaaa!" pekik Sehun kesal mendengar rutukan pria ini yang dirasa sudah sangat akut tingkat kecerewetannya melebihi hyungnya,Sezun.

Luhan menatap Sehun kesal, akhirnya dia beranjak dari tempatnya untuk mengambilkan air untuk pria menyebalkan dan suka sekali memerintah dengan seenaknya, Oh Sehun.

Sehun tersenyum dengan puas melihat Luhan beranjak dan membuka lemari esnya untuk mengambilkan apa yang ia minta. Sebenarnya pria ini tidak terlalu bersikap jahat padanya, dia pria yang baik, hanya saja kadang ia suka terlalu over dalam menunjukkan keterkejutannya, satu lagi, dia bodoh dan cerewet dan selalu mengaku dirinya manly.

"Igeoo!"

Sehun mendongak, menatap Luhan yang sedang memberikannya sebotol air dingin untuknya, kemudian ia tersenyum. Pria cantik ini masih terlihat kesal.

Tanpa basa-basi Sehun segera menenggak minuman tersebut, raut wajahnya kembali terlihat segar. Sehun kemudian menatap Luhan. pria ini masih berdiri dengan melipat kedua tangannya, pandangan mata rusa itu tidak tertuju pada Sehun. Seolah sangat tidak senang pria ini ada ditempatnya sekarang.

"Ya! kemari…" Sehun menepuk tempat sebelahnya agar Luhan juga duduk disitu, tepat disampingnya. Pria imut itu dengan tampang merengutnya, akhirnya juga duduk tepat disebelah Sehun.

"Eh!?" Sehun menyerahkan tas ranselnya pada Luhan, Luhan ini tidak tahu maksud pria ini menyodorkan tasnya.

"Bukalah!" perintah Sehun.

"Mwo? Kau menyuruhku membuka tas ini? Membuka tas saja kau menyuruhku! Astaga kau pikir aku maid mu?" Luhan menggelengkan kepalanya tidak percaya.

"Bodoh! Cerewet! Tinggal membuka saja apa susahnya, huh!?" kata Sehun kesal.

"OK! Padahal ini diluar jam kerja, bisa-bisanya kau menyuruhku seperti ini…"

Sehun membiarkan pria cantik ini berkicau sesuka hatinya, ia malah meneggak habis minuman satu botol air mineral.

"Cha! Sudah aku buka…" Luhan menyerahkan tasnya pada Sehun, "Igeeeoo…"

"Bukalah, ada sesuatu untukmu!" kata Sehun,Luhan menatapnya tidak percaya, kemudian ia membukanya juga. "Dan jangan berpikiran aku baik hati atau apa? Aku hanya tidak ingin_"

"Ige mwoya!" pekik Luhan melihat isi kotak tersebut. "Ini…ini… " Luhan menatap dengan mata rusa yang bersinar melihat sepatu yah sepatu yang sangat bagus.

"Sehun ini untukku? Jinjayo?" Luhan menggoyang lengan Sehun seperti tidak percaya. Benarkan? pria ini baru diberi kejutan seperti ini, dia sudah terlalu terkejut?! tapi, Sehun senang dengan sifatnya yang seperti ini. Dia merasa sangat berguna bagi pria cantik ini.

"Ne, untuk siapa lagi?!" jawab Sehun singkat. Luhan tersenyum dan kemudian mencoba disatu kakinya, hasilnya sangat pas dikaki Luhan.

"Kenapa bisa pas? Kau bisa tahu ukuran sepatuku dari mana?"

"Bodoh! Apa kau lupa? sepatu bututmu yang tertinggal dimobilku! Dari situ, aku tahu!" jawab Sehun menyentilkan jarinya didahi ini hanya mencibir saja saat Sehun mengatainya bodoh.

"Itu sepatu pemberian Baba!" kata Luhan, Sehun tersadar sepertinya raut wajah pria ini sedikit berubah sepertinya sangat sedih.

"Kau tidak mengucapkan kata untukku!?"

"Xie Xie nie (谢谢)…" kata Luhan padanya. Sehun tidak berani menatap Luhan, baginya mendengar kata 'XieXie' saja dunia seakan runtuh karena getaran dadanya yang semakin cepat berdetak. Gila, bahkan dia tidak pernah memberikan hadiah semacam ini pada seorang gadis ataupun siapa saja, kecuali Luhan kenapa ia merasa runtuh. Setan apa yang merasukinya sekarang hingga ia seperti bukan dirinya yang sebenarnya. Selalu hilang kendali…

"Ehem aku kesini, ingin membicarakan banyak hal padamu! Tentang banyak hal yang menyangkut dirimu yang menyebalkan itu!" kata Sehun mengalihkan pembicaraan. Dia tidak mau terus terfokus pada perasaan yang akan membawanya jauh menjadi gila.

"Mwo? Tssk…. bukannya dirimu yang selalu menyebalkan?" sergahnya tidak terima

"Kau sudah memperlajari tentang diriku? Benda yang aku kasih tempo lalu kau sudah membukanya kan?"

Seketika Luhan terkejut, ya dia bahkan sama sekali belum membuka apa isi dari ipad tersebut. Dia terlalu sibuk dengan urusannya, dan ia memang tidak berniat tahu terlalu jauh apa-apa yang ada didalam pria ini. Alasannya simple dia tidak mau semakin mengagumi pria ini rasa suka ini sudah cukup baginya.

"Em…em, aku…"

"Mwo? Jangan bilang kau belum membukanya!" mata Sehun menatapnya tidak percaya.

"Aish! Jinjayo! Ka…kau!?" Sehun sedikit kesal pada pria ini.

"Mianhae, aku tidak ada waktu!" jelas Luhan, "Besok, aku akan membukanya janji! Lagi pula, pertemuan dengan orang tuamu juga masih lama minggu depan!"

"Kau bodoh sekaligus gila ternyata!" pekik Sehun, "Kau tahu? Ayahku memintaku membawamu besok! Arrasseo?!" tambah Sehun frustasi.

"Mwo? Besok!" Luhan terkejut bukan main, "Jin..jayo?" tambahnya lagi.

"Sudahlah, kau jangan memasang wajah terkejutmu! Itu berlebihan sekali…tsssk." cibirnya.

"Lalu, bagaimana?"

Sehun menatap jam dinding dikamar Luhan, menunjukkan pukul 8 malam. Ia berpikir sejenak Sial, hari ini ada latihan untuk dance-nya dengan Kai.

"Em, kita belajar bersama saja malam ini!"

"Belajar? belajar bersama? Yaa… apa maksudmu?"

"Ne, kita akan belajar mengenali diri kita masing-masing malam ini harus tuntas semuanya!" jelas Sehun. Luhan mengernyitkan alisnya, ia tidak percaya.

"malam ini harus tuntas? Kau gila… ini sudah jam delapan malam apa kau tidak lihat. Apa kata orang nanti seorang pria yang_"

"Kau lupa? Aku ini siapa? Kau ini seperti gadis saja tskk" Sehun mencondongkan badannya, "Aku ini calon suamimu Luhan sayang! Apa kau kurang mengerti pria dan calon suami? Hum?" jelas Sehun.

_oOo_

"Aigoo! Kenapa mereka dengan sangat gila menyukaimu seperti ini?" kata Luhan saat melihat beberapa foto whirldwind yang dengan sangat cintanya mereka rela berbuat apa saja pada Sehun, mengikuti Sehun kemanapun dia pergi, termasuk memberikannya hadiah mahal.

"Aku sudah cukup pusing membaca biodatamu, ditambah ini semua! Aku jamin aku akan hilang ingatan besok pagi karena ini sangat menyebalkan…" keluh Luhan menggelengkan kepalanya.

Ini diluar kendalinya, bahkan sangat sulit untuknya jika menjalin hubungan dengan Sehun seperti menikah. Sosok Sehun sangat sempurna. Ia mempunyai banyak sekali teman dikalangan artis dekat dengan Donghae dan termasuk Daeun. Dan ini, membuatnya sesak. Terlebih lagi saat ia browser, begitu banyak pairing Sehun dari berbagai girlgroup dan semuanya sangat cantik, sempurna. Dia tidak ada apa-apanya dibanding mereka.

Apa kata mereka semua jika nantinya menikah dengan Sehun.

"Kau sudah tahu, bagaimana aku? Tsskk… aku yakin pasti kau akan terkejut." kata Sehun bangga, padahal Luhan hanya membaca sekilas saja, tidak terlalu mendetail hanya bagian tertentu saat Sehun dengan Daeun. Itu saja.

"Arasseo! Kau sangat percaya diri sekali…"

"Kau sudah hafal dengan kalimat dimana kalau ada pertanyaan tentang awal terjalinnya hubungan kita? Maksudku, bagaimana kita bertemu dan seterusnya? Aku sudah merancangnya!" tanya Sehun pelan, Luhan menatap kesamping, mata mereka saling bertatapan.

"Hubungan kepura-puraan?"

"Geure, kau kira hubungan apa.. tsskk!" jawab Sehun mencibir. Ia sebenarnya sedikit merasakan hal lain saat tatapan mata mereka bertemu. Luhan seperti sedikit terkejut mendengarnya mengatakan kata-kata itu. Apa hanya perasaan Sehun saja?

"Araaseeo! Cisss…. kau kira aku terlalu bodoh untuk memahami kata-katamu. Maksudku hubungan selain kepura-puraan sebagai asisiten."

"Aigoo… kau memang bodoh Luhan,cepat katakan yang aku maksud tadi aku tidak ingin kau terlihat bodoh." sergah Sehun.

"Mwo?"

"Katakan didepanku!" perintah Sehun.

"Tidak mau. Kalimatnya terlalu menggelikan dan menurutku lidahku akan sakit jika mengucapkannya didepanmu." tolaknya. Sehun mencibir dengan bibirnya, bagaimana bisa pria ini selalu menolak perintahnya.

"Baiklah! Aku jamin, aku akan mendengarnya sendiri besok."

"Aku jamin, itu tidak akan terjadi…" sahut Luhan.

_oOo_

Sehun masih betah menatap punggung Luhan didepannya, pria itu sibuk mengolah masakan untuk mereka sendiri. Walaupun bibir Luhan tidak berhenti mengoceh karena dia menghabiskan jatah makannya selama satu minggu, tetap saja pria itu terlihat sangat menarik saat memasak seperti ini.

Pikirannya masih menerawang dimana kejadian beberapa menit yang lalu, saat pria cantik ini menceritakan kehidupannya yang sebenarnya. Kehidupannya yang terbilang cukup keras menurutnya.

"Keluarga kami pindah saat aku masih kecil, waktu itu aku memasuki sekolah taman kanak-kanak. Perusahaan Baba cukup sukses di Beijing, jadi kami memutuskan untuk menetap disana." jelas Luhan saat itu, mata pria itu tidak menatapnya, melainkan menatap lurus kedapan, menatap foto kedua orang tuanya yang ada diatas meja.

"Mama meninggal saat aku duduk dibangku sekolah menengah dan saat aku sedang menjalani ujian terakhir. Saat itu masa tersulit dalam hidupku. Perusahaan Baba mengalami pailit karena Baba tertipu oleh temannya sendiri. Perusahaan sudah diambil alih, dan untuk melunasinya kami meminjam uang dari bank dan juga Tuan Yuan, Tuan Yuan dulu adalah kekasih Mama sebelum Mama menikah dengan Baba, aku tahu ini juga dari Baba." jelas Luhan dengan senyum simpulnya.

"Aku belum lulus kuliah, karena biaya hidup di Beijing sangat tinggi dan Baba memutuskan untuk kembali ke korea. Ekonomi kami sangat buruk dan di korea ini hanya Tuan Yuan yang mau membantu kami saudara Baba sepertinya tidak mau tahu tentang keterpurukan kami."

"Sudah dua tahun aku dan Baba di korea setahun yang lalu Baba keluar negeri akupun tidak tahu negara mana yang ia tuju. Ia hanya berpesan agar aku hidup dengan baik, jangan memikirkannya dan memintaku untuk selalu menunggunya jika semua sudah beres Baba akan mengajakku untuk tinggal bersamanya."

Entah kenapa hati Sehun saat itu menjadi sangat sesak mendengar cerita dari pria ini. Begitu sulit hidupnya, ia sekarang harus berjuang sendirian demi menghidupi dirinya sendiri tidak mau tergantung oleh orang lain termasuk Tuan Yuan yang memang baik padanya. Dia pasti sangat sedih, tersiksa dan pastinya merasa sangat kesepian.

"Dan kau mau pergi bersama beliau jika beliau sudah kembali?" tanya Sehun kala itu keluar dengan tiba-tiba dari mulutnya. "Kau harus tahu satu hal, jika sesuatu itu sudah menjadi milikku, aku tidak akan melepaskannya dengan mudah!"

"Aku tidak tahu apa maksudmu? Bukankah kita menikah hanya untuk menutupi Kesalahan boodoh ini, dan juga nama baik EXO?"

"Iya! Aku tahu lebih dari Itu kau belum mengerti juga ternyata!" jawab Sehun.

Sehun menggelengkan pelan kepalanya, kenapa ia bisa sangat bodoh mengatakan hal seperti itu. Sialnya, ia merasa sangat malu jika mengingat apa yang ia katakan. Perasaannya sangat kacau setelah mengetahui semua tentang pria ini walau bukan semua tapi ini sudah lebih dari cukup untuk tahu siapa pria cantik yang secara tiba-tiba masuk kedalam kehidupannya dan membuat hatinya porak-poranda.

"Yakkk! Kau melamun terus dari tadi?" gersah Luhan saat menyiapkan makanan diatas meja, Sehun baru tersadar setelah ia menatap Luhan yang sedang ada didepannya dengan kesal dan ia melihat sudah ada makanan yang ada diatas meja.

"Ahh! Aku… aku tadi hanya mengantuk saja…" jawab Sehun berbohong. "Eum, Ayo makan perutku sudah sangat lapar… Aigooo…" Sehun seketika mengambil sumpit dan dengan semangat mulai menyantap Ramen yang sudah Luhan buat.

"Tssskk! kau harus mengganti semua ini…!" kata Luhan memperingatkan, "Oh, ya makan dengan cepat dan segeralah pulang!"

"Aku tidak mau pulang…." kata Sehun dengan mulut yang penuh oleh makanan Luhan menatap Sehun tidak percaya. Apa katanya? Tidak mau pulang, apa pria ini sudah tidak waras?

"Kau gila!" pekik Luhan, "Ya, Tuan Oh yang terhormat apa nanti kata member EXO jika mereka tahu kau menginap disini? Sudahlah aku tidak mau kau menginap disini!" tegas Luhan lagi. Sehun masih dengan lahap menyantap makanan kesukaannya ini.

"Aku sudah bilang, tidak mau ya tidak mau apa kau tuli sayang?! Aku akan menginap disini! Lagi pula, menginap ditempat calon istri apa tidak boleh? Apa ada larangan seperti itu! Tssk!"

Luhan mendelik kearah Sehun, bagaimana bisa ada pria semacam Oh Sehun?

"Kau sakit jiwa? Atau kau jangan-jangan ingin melakukan hal buruk padaku?!" kata Luhan memicingkan mata kearahnya.

"M..Mwo?" Sehun mengusap bibirnya yang penuh dengan saos dengan tangannya. "Kau pikir tubuhmu menarik apa, tssk? Jangan khawatir aku tidak akan menyentuhmu! Tempo hari itu yang terakhir aku jamin!"

"Ka…kau?"

"Maafkan untuk hal itu, aku benar-benar minta maaf." potong Sehun ia tidak menatap pria manis itu, dengan cepat ia kembali melahap Ramen nya kembali. Sebenarnya ia juga malu jika mengingat kala itu, saat dia mencium Luhan dikamarnya dan saat ia sedang kacau oleh perasaannya. Luhan tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah mendengar kata 'Maaf' yang terlontar dari bibir Sehun.

_oMorningo_

Sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah kamar ini, Luhan menggeliatkan badannya karena matanya sudah terasa silau. Tidak biasanya ia tidur dengan suasana hati yang nyaman menurutnya, entahlah semuanya terasa sangat nyaman. Tapi, Ia merasakan sesuatu lain ditubuhnya seperti tertindih barang yang berat. Dengan perlahan ia mulai membuka matanya, walaupun berat ia harus bangun karena akan bekerja hari ini.

Luhan membulatkan matanya seketika saat melihat apa yang ada didepannya. Pria didepannya ini masih tidur dengan damai tidur menyamping berhadapan dengannya, tangannya memeluk tubuh Luhan. Luhan tidak sanggup berteriak, mulutnya mengatup melihat pemandangan ini. Kenapa, kenapa Sehun bisa tidur dikamarnya? Bukankah tadi malam ia tidur diruang depan? Lantas kapan pria ini pindah kekamarnya apa yang terjadi tadi malam?! Begitu banyak pertanyaan yang hingga dibenaknya saat ini. Luhan kemudian melihat pakainnya masih utuh.

Dia menghela nafas lega, Saat ia beranjak akan bangun tiba-tiba matanya menatap wajah Sehun yang masih tidur dengan pulas. Wajah damai pria ini begitu teduh, garis wajahnya, hidung, bibir dan juga mata pria ini sangat indah untuk dipandang. Semuanya terlihat sangat menarik. Sifatnya yang menyebalkan tidak tampak diraut wajahnya saat tertidur seperti ini.

Tanpa Luhan sadari ia tersenyum sendiri saat menatap detail wajah Sehun. Saat matanya sibuk menatap wajah Sehun, dengan tiba-tiba pula Sehun membuka matanya.

DEG!

Luhan tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat mata Sehun juga menatapnya, jarak mereka memang sangat dekat serta tatapan mereka yang sama-sama terkunci, membuat debaran jantung Luhan berdebar dengan sangat kencang.

Sehun juga tidak berniat menjauhkan wajah dan juga tubuhnya dari pria cantik ini. Yang ia rasakan saat membuka matanya adalah ketika Luhan juga sedang menatapnya. Yang ia lakukan adalah diam dan menatap wajah imutnya ini yang terlihat sangat berbeda ketika ia bangun tidur. Entah, ia juga tidak tahu kenapa ia juga diam dan menikmati, yang jelas sekarang setelah menatap wajah pria ini, perasaanya sangat nyaman, dan ada rasa yang membuatnya terasa lebih hidup.

Mereka bertatapan cukup lama, tidak ada kata-kata yang keluar dari kedua mulut mereka masing-masing. Sementara tangan Sehun masih melingkar ditubuhnya. Keduanya kini disibukkan dengan pikiran masing-masing mereka berdua.

Tangan Sehun tergerak untuk menyingkap poni Luhan yang sebagian menutupi dahinya, dengan perlahan pula ia mengusapkan jemarinya dipipi Luhan, pria cantik ini seperti mendapat sengatan listrik yang seketika dapat mematikan syaraf tubuhnya. Ia tidak bisa berpikir normal, wajah yang damai dan tatapan mata pria ini yang sendu seakan mengisyaratkan sesuatu dalam hatinya.

Dengan perlahan tangannya menarik dagu Luhan, membuat pria ini lebih mendongak kearahnya. Ia tidak tahu kenapa ia bisa seperti ini, yang ia ingin sekarang adalah berlama-lama dengan pria manis ini. Hembusan nafas yang keluar dari hidung pria dipelukanya ini jelas menerpa kulit lehernya, membuat sistem kesadarannya sedikit terganggu.

"Sehun ini aku akan_"

"Diamlah! Aku tidak akan berbuat kasar padamu…" potong Sehun dengan suara yang serak dan pelan membuat Luhan sepertinya menurut begitu saja dengan apa yang Sehun katakan, walaupun tidak mengerti arah kata-katanya.

Suasana hening, hanya mata mereka yang masih saling menatap. Seakan tidak pernah bosan menatap keduanya. Tangan Sehun bergerak naik kebagian belakang kepala Luhan, menyusupkan jari-jemarinya yang panjang disela-sela rambut halus pria ini ini.

Kini tatapannya hanya terkunci pada bibir Luhan, tidak ada yang lain ingatannya tertuju pada malam tadi dimana ia merasa sangat sesak mendengar cerita pria ini yang sebenarnya entah ia merasa sangat percaya dengan Luhan, walau ia baru mengenal pria ini.

Aroma parfum Sehun masih jelas tercium oleh indra penciumannya, menyeruak dan membuatnya nyaman, walau kenyataan ia akan tahu apa yang akan pria ini lakukan padanya, yah dia sudah merasakan tangan Sehun dibagian tengkuknya. Menarik wajahnya agar mendekat kearahnya. Seharusnya ia berontak, tapi yang ada kenapa dia malah diam dan seakan menurut apa yang Sehun katakan melalui manik matanya.

Luhan masih bisa melihat saat Sehun mulai memejamkan matanya sebelum dia berhasil menempelkan bibirnya tepat diatas bibirnya yang tertutup. Sehun dengan lembutnya menekan bibirnya, dan melumat pelan bibir Luhan bergantian. Luhan dengan refleknya ia ikut memejamkan matanya. Entah, dari dorongan mana dia ikut membalas lumatan lembut bibir Sehun terhadapnya. Ciuman ini berbeda sekali dengan ciuman tempo hari yang lalu, saat Luhan datang menemui Sehun. Ini terkesan lebih hati-hati, dan intens. Luhan merasakan ada yang lain dari Sehun, sepertinya dia sangat berbeda kali ini. Ada yang ingin ia sampaikan melalui caranya mencium Luhan, tapi Luhan tidak bisa menebak apa.

Apakah Sehun menatapnya sebagai pria yang begitu mudah ia taklukan? Molla… ia yakin satu hal. Sehun melakukan ini padanya pasti karena ada sesuatu, dan ia yakin bukan hanya nafsu sesaat. Ada yang pria ini sembunyikan darinya.

Dadanya terus berdesir saat tangan Sehun menekan kepalanya agar mendekat kearahnya. Ini sungguh gila, apalagi Sehun bangun dari posisinya dan beralih keatasnya untuk memudahkan pergerakannya. Ciuman yang tadinya terasa pelan dan lembut, kini sedikit berubah menjadi sedikit menuntut dan lebih dalam seiring pergerakan tubuh mereka yang berubah.

Sehun hanya ingin Luhan ini tahu, ia tidak perlu merasa takut dengan hidupnya sekarang, ada dia yang akan menemaninya. Walau cara penyampaian perasaanya yang tidak seperti pria lain, ia yakin Luhan akan tahu perasaanya saat ini.

Merasa sudah sangat sesak karena Sehun tidak memberinya celah untuk mengambil nafas, ia berusaha mendorong wajah Sehun, ia memang bisa, tapi Sehun memberinya sela dan kemudian memiringkan kepalanya lagi dan meraup kembali wajahnya dan memenuhi bibirnya dengan ciuman. Luhan tidak bisa melakukan banyak hal, ia yakin ini tidak mungkin akan sangat jauh… tapi… tapi ia merasakan tangan Sehun mulai mengusap perut datarnya, dan ini tidak boleh terlalu jauh walaupun ia menikmati ini semua. Dengan sigap Luhan menjauhkan wajah Sehun.

Tangannya menahan tangan Sehun yang masih ada dibalik kaosnya. Mereka saling bertatapan. Sehun sepertinya belum mengerti apa maksud Luhan.

"Seh….." Tahan Luhan, dengan nafasnya yang masih berat. "Geumanhae… " lanjutnya.

Sehun mengerjapkan matanya, ia kemudian sadar dengan posisinya sekarang. Dengan cepat ia bangun dari atas tubuh pria cantik ini dan mencoba memasang wajah yang ia buat senormal mungkin, walau itu sangat susah.

Ting!

Luhan dan Sehun tersentak saat mendengar bunyi pintu. Apakah ada tamu dipagi hari? Tidak ini sudah tidak pagi,ini hampir jam sembilan.

Ting!

"Benahi dulu pakaian dan rambutmu hyung. " kata Sehun pada Luhan, pria ini tampak merengut.

"Arasseo!" jawab Luhan kesal. Ia sudah tahu apa yang seharusnya ia lakukan, tidak perlu Sehun memberitahunya. Dasar, menyebalkan sekali.

Luhan membuka pintu flatnya dan membulatkan matanya terkejut. Sepertinya dia hafal, tapi pria ini masih memakai maskernya.

"Lu Ge!" sapa pria didepannnya yang baru saja melepas masker.

"Ka…kau Su…Suho?" kata Luhan ragu dan gugup. Pria ini tersenyum padanya. Demi apa senyum pria ini sangat manis dengan mata sipitnya

"Ne, kau pikir aku siapa? Mmm, Sehun apakah disini?!"

"Se…Sehun?" Luhan menelan ludahnya dengan susah payah, ia harus bilang apa pada pria ini. Dan kenapa Suho tahu Sehun disini, apa di dorm sedang mencari-cari dimana Sehun berada. Ya, jelas sekali Luhan bodoh.

"Eum, Sehunnie, Sehun sedang_"

"Luhannie Hyung, dimana kau letakkan kemejaku?!" teriak Sehun dari dalam kamar.

Belum sempat Luhan melanjutkan kata-katanya, Suara Sehun sudah memperjelas apa yang akan ia ucapkan. Sebenarnya ia akan berbohong pada Suho, tapi Sehun merusak segalanya. Ia hanya tidak mau orang-orang berpikiran yang tidak-tidak padanya.

"Lu dimana kemejaku!" kata Sehun yang kini keluar dari kamar dan Suho dapat melihat dengan jelas, Sehun berdiri tak jauh dari tempatnya kini. Sungguh, ini memang diluar dugaanya. Walau ia memang sebenarnya sudah tahu Sehun disini. Tapi, ini kejadian sangat langka yang terjadi pada adiknya,Sehun.

"Hyu…hyung?" Sehun terkejut melihat Suho yang ada didepannya bersama Luhan, "Kau… Kau ada apa kesini?" lanjutnya lagi dan tentu saja ia gugup. Bodoh, bodoh… ia terus merutuki dirinya sendiri.

"Kalian berduaaa?" Suho menggelengkan kepalanya. Ia berusaha berpikiran normal seolah tidak terjadi apa-apa diantara Sehun dan juga Luhan. Tidak, tidak. Tapi, ia bisa apa. mereka menginap bersama? Ditambah Suho teringat foto mereka saat ditoilet. Apakah mereka berdua memang sering melakukan ini. Aigoo!

"Kalian berdua membuat aku pusing…." kata Suho lagi, Ia menarik nafas dalam-dalam sambil menatap wajah Luhan yang ditekuk dan juga wajah Sehun yang sepertinya sangat tidak suka kehadirannya. Walaupun, Suho tahu Sehun sedikit malu.

"Oh ya, Sehun-ah, cepat. Kau harus segera kedorm. Manager hyung mencarimu, katanya kau ada latihan kemarin dan kau tidak datang, aku yakin aku sudah tahu alasanmu. Dan satu lagi, aku kesini karena, kau tahukan rumahku searah dengan tempat Luhan, jadi aku_"

"Baiklah, tunggu beberapa menit!" lanjut Sehun. Ia pun kembali masuk dan mengambil tasnya, memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

"Kajja!" ajak Suho.

"Ne…" Sehun memakai sepatunya dan hendak berjalan mengikuti Suho. Entah ada dorongan apa, ia membalikkan badannya dan menatap Luhan yang masih memperhatikannya. Sehun mendekat kearahnya.

"Apa ada yang tertinggal?" tanyanya bingung, sementara Sehun menatapnya sendu. Ia seperti tidak tega membiarkan pria ini tinggal sendirian disini.

"Anniya…" jawab Sehun singkat, "Aku hanya ingin menatapmu saja. Baiklah aku pergi…" tapi Sehun masih diam ditempatnya.

"Hei… silahkan pergi, nanti kau terkena masalah lagi karena aku… ppali!"

"Lu… tidakkah kau merasa sedikit kehilangan saat aku akan pergi seperti ini?"tanya Sehun pelan.

"Ya! Kau ini bicara apa? Nanti aku juga akan bekerja denganmu, dengan kalian semua! Kau berlebihan sekali Sehun-ah…" jawab Luhan tidak percaya dengan apa yang Sehun katakan.

"Aku berkata jujur…" kata Sehun menarik nafas dalam-dalam. "Kau, tidak pernah merasa merindukanku?" tambah Sehun lagi. Luhan tersentak seketika, pria ini kenapa menjadi aneh seperti ini?

"YAA! CEPATLAH! Jangan bermesraan didepanku!" pekik Suho yang ternyata masih menunggu Sehun, dan berdiri tak jauh dari tempatnya.

"Baiklah, aku pergi!" kata Sehun berpamitan sebelum Luhan menjawab apa pertanyaannya tadi.

Pria imut itu hanya bisa menatap punggung Sehun yang terus menjauh dari pandangannya. Gejolak didadanya terus bergerumuh walau Sehun kini sudah hilang dari pandangan matanya. Seulas senyum terkembang diwajahnya.

"Aku tahu sekarang… aku memang merindukanmu, Sehun-ah."


TBC^^

Makasih yah yang udah review makasih banget *tjivok* buat yang nanya Suho naksir sama Luhan gak kok Cuma sekedar suka aja dan maaf yah di chap sebelumnya gak tau kenapa banyak yang dihapus sama FFn *nangis berlian*

Oh iya buat yang nanya panggil saya apa boleh Nabiy,sayang juga gak apa'',bebevh,yeobeo,chagia atau apalah'' asal jan ahjumma :v

Gimana nanti sih soal FF ini M-Preg atau gak. kalau M-Preg saya bakal namain anak nya Ziyu soalnya author kebelet nikah gak sama Baba nya Luhan sama Aegy nya pun jadi waksss ;''''

Mind To Review Anyeong ..

^^520 I Say '' 훈'' You Say '' 한''^^