Naruto (c) Masashi Kishimoto

Lampauimu (c) Salada

.

PART 1 C

.

Mereka mengatakan kalau Uchiha Sarada akan menjadi lulusan terbaik tahun ini. Yah, itu kalau si pemalas Nara Shikadai tidak mengacau dan ogah-ogahan dalam melaksanakan ujian hari terakhir mereka besok. Katanya besok selain ujian tulis, murid akademi juga akan diuji tingkat kemampuan ninjitsu, genjutsu, dan taijutsunya. Untuk ujian tulis sudah dipastikan nama Nara Shikadai dan Uchiha Sarada akan berada di peringkat pertama. Mereka berdua sama-sama jenius.

Sementara ujian untuk mengetahui tingkat kemampuan ninjitsu, genjutsu, dan taijutsu, itu belum ada yang tahu. Semua murid yang berasal dari klan elit merasa bahwa mereka hebat dalam menggunakan ninjitsu atau genjutsu bawaan klan masing-masing. Akimichi Chouchou contohnya, dia sudah tidak sabar untuk memperlihatkan jutsu terbaru yang dipelajarinya dari sang ayah, pada teman-teman dan juga sensei penguji. Walau Akimichi Chouji, mati-matian melarang Chouchou menggunakan jurus terlarang keluarga Akimichi itu, tapi putrinya tetap keras kepala. Chouchou bahkan nekat mencuri salah satu permen (Pil rahasia klan Akimichi) yang dapat membuat dia bertambah kuat. Chouchou berharap dia bisa mendapatkan nilai yang tinggi, jika dia memperlihatkan jutsu yang membuat badan cepat kurus ala klan Akimichi, pada Sensei penguji. Yah. Kita lihat saja nanti, Nak.

"Cewek jadi-jadian itu? Jadi lulusan terbaik? Tidak akan!" komentar Boruto ketika teman sebangkunya, Mitsuki, membicarakan dengan Inojin dan Shikadai (yang duduk di depan mereka) tentang kandidat lulusan akademi terbaik tahun ini.

Shikadai mendengus malas lalu menguap, sementara Mitsuki memutar matanya.

"Akui saja Boruto, dia cerdas, dan dia lebih hebat darimu."

Boruto mendelik ke arah Mitsuki. "Siapa bilang?" tanyanya tersinggung.

"Semua juga lihat bagaimana dia menjatuhkanmu kemarin," tambah Inojin dengan sebuah senyuman manis nan menawan tersungging di bibirnya. Membuat tangan Boruto gatal ingin menonjok muka ganteng bocah Yamanaka tersebut.

"Itu cuma kebetulan!" elaknya ngotot. Dikalahkan perempuan itu memalukan.

Shikadai menguap lagi. "Terserahlah. Tapi kata Iruka-sensei, dia calon kuat. Selain karena dia pintar, tidak bodoh sepertimu," wajah Boruto sudah seperti banteng yang siap mengamuk ketika Shikadai mengatakan itu, Mitsuki berani bersumpah dia melihat asap mengepul keluar melalui dua lubang hidung Boruto, "Kemungkinan dia bisa menguasai taijutsu, ninjitsu, dan genjutsu sekaligus," ucap Nara Shikadai dengan ekspresi seperti orang dewasa yang sedang berpikir.

"Masa iya? Dia kan masih kecil seperti kita." Inojin, Boruto, dan Mitsuki tidak percaya.

"Bibi Sakura, Mamanya Sarada, adalah kunoichi dengan ninjitsu medis yang hebat. Taijutsunya juga luar biasa, konon katanya dia bahkan bisa menghancurkan sebuah rumah dengan tinjunya." ketiga anak itu bergidik ngeri mendengar cerita Shikadai. "Aku belum pernah bertemu dengan Ayah Sarada, tapi yang aku dengar Sarada dan Ayahnya adalah segelintir klan Uchiha yang tersisa. Klan Uchiha itu klan yang kuat."

"Lebih kuat dari Uzumaki dan Hyuuga?" tanya Boruto, tersirat nada bangga dalam suaranya. Klan Uzumaki dan klan Hyuuga merupakan klan yang hebat di Konoha. Boruto bisa saja diakui sebagai calon shinobi yang hebat, tapi sifat masa kecil Naruto yang ceroboh, malas, dan jarang memperhatikan pelajaran benar-benar menurun sepenuhnya pada Boruto. Ah, kenapa gen Ayah lebih dominan daripada gen ibu sih?

"Diantaranya. Menurut sejarah, klan Uchiha merupakan klan kedua terkuat setelah klan Senju, klan pendiri Konoha. Tidak banyak yang bisa diketahui tentang klan itu. Kecuali mereka (anggota klan Uchiha) mempunyai mata bernama sharingan yang bisa menyalin taijutsu, ninjitsu, dan genjutsu, kemudian mereplikasinya. Hanya itu yang bisa kujelaskan. Tidak ada lagi informasi tentang klan Uchiha. Bahkan di perpustakaan. Mungkin sengaja dimusnahkan."

Ketika anak lelaki itu mengerjap, terkagum-kagum mendengar penjelasan Shikadai.

Boruto menoleh ke arah pintu kelas, saat sudut matanya menangkap bayangan dua orang anak perempuan yang masuk. Satu membawa sekantong besar cemilan ringan, satu lagi membawa setumpuk buku tebal. Mereka Akimichi Chouchou dan Uchiha Sarada. Sesaat manik safir dan obsidian itu bersirobok, saling berpandangan untuk menilai satu sama lain. Lalu gadis muda Uchiha itu mendengus dan buang muka.

Cuih. Dasar sombong, batin Boruto sebal. Dia ikut buang muka.

"Jangan begitu. Siapa tahu nanti kau menyukainya." Boruto tidak tahu ibunya Inojin ngidam apa waktu hamil anak yang satu ini. Dia fix menyebalkan. Mengatakan sesuatu dengan kalem sambil tersenyum polos, dan memamerkan muka ganteng maksimal tanpa dosa. Demi kami-sama Boruto sangat ingin mencekik Inojin.

"Kau mau kuhajar?" Boruto mendesis kesal.

"Kata Ibuku, sekat antara cinta dan benci itu tipis," tambah Inojin tak gentar dengan ancaman Boruto.

Sialan.

Dia kembali melirik ke arah Sarada. Kali ini gadis itu sudah duduk di bangku barisan terdepan, matanya tampak fokus membaca buku yang tadi dia bawa.

Berasal dari klan hebat ya? Cuih. Aku tak peduli. Akan kubuktikan kalau aku bisa jadi lebih kuat dari dia. Lihat saja.

Seolah menyadari bahwa dia sedang diperhatikan. Sarada menoleh, dan lagi-lagi dia bertemu mata dengan Boruto. Tidak membuang muka seperti tadi, kali ini sebuah seringai menjengkelkan seperti biasa tersungging di bibirnya. Borutopun balas menyeringai.

.

.

.

Aku ingin menjadi lebih kuat untuk meraih impianku sebagai Hokage. [Uchiha Sarada]

Aku akan menjadi kuat, lebih kuat untuk melampaui Hokage. [Uzumaki Boruto]

.

.

PART 1 C, FINISH