TOMATO GROWN BY ROMANO

Rated: T

Warning! Slight Yaoi Hetalia doesn't belong to me

It's belongs to Hikadez Himaruya

ENJOY

Sudah 2 minggu lebih Antonio terus merasa bingung. Tomat yang dipanen di kebunnya itu baru-baru ini terasa manis. Antonio tersenyum pada Romano yang terlihat sangat rajin baru-baru ini. "Oi! Romano! Kamu sudah selesai di sebelah situ?". Antonio berteriak. "Sudah, memang kenapa?". Romano menjawab dengan dingin. "Bantu aku boleh?". Romano mengangguk lalu menghampiri Antonio. Romano tiba-tiba berhenti. Dia melihat sebuah tomat yang sukses berwarna merah. Sangat bulat dan matang dengan sempurna.

Dia melihat sederet tomat yang berwarna sama dengan tomat yang ia lihat. Dia baru menyadari kalu itu adalah tomat yang ia tanam sendiri. "Kenapa? Kenapa tomatku lebih merah dibanding punya Antonio?". Romano terus melamun sampai-sampai tidak sadar kalau dari tadi Antonio terus berteriak memanggilnya.

"Oi! Romano! Lagi ngelamunin apa sih?". Romano tersadar dari lamunannya. "A-Ah iya!". Romano berlari ke arah Antonio. Tepat saat Romano berdiri di depan Antonio bel pintu berbunyi. "Nii-chan! Aku datang!". Terdengar suara Feliciano. "Haa? Feli datang ke rumah?". "Ita-chan!". Antonio membuka pintu dengan semangat. Tapi, senyuman di wajahnya hilang ketika melihat Francis dan Gilbert di depan pintu. "Eerr...ka-kalian juga ikut haa?".

"Ma-maaf Nii-chan...mereka memaksa...". Antonio menghela napas. "Yasudahlah...ayo masuk...aku baru saja memanen tomat". Antonio mempersilakan mereka masuk. "Vee~tomat dari kebun Nii-chan pasti enak vee~". Antonio tersenyum. Romano menoleh. Seketika itu, Feliciano berlari dan melompat ke arah badan Romano dan memeluknya sekuat tenaga. "Nii-chan! Aku kangen!". Romano sweatdrop. "I-Iya A-Aku juga kangen kok...". Feliciano tersenyum. "Nah sekarang siapa yang mau makan tomat?". Antonio menawarkan dengan sedikit senyuman. "Aku! Aku!". Feliciano menjawab dengan semangat.

Gilbert menatap tomat-tomat itu dengan tatapan heran. "Apa sih yang awesome dari tomat?". Semua menatap pada Gilbert. Gilbert mengambil satu tomat. Ia menatapnya lekat-lekat. Dia menggigit tomat itu dan berkata, "Manis...kukira tomat itu asam...". Antonio menatap Gilbert kebingungan. "Ma-manis? Tomat rasanya manis?". Sementara itu Romano hanya diam duduk manis. Antonio menatap tomat yang dimakan Gilbert. Dia menatapnya lekat-lekat. Sampai akhirnya dia menyadari kalau tomat yang dimakan Gilbert itu yang ditanam Romano.

Antonio menoleh kepada Romano. Romano terlonjak kaget. Antonio mengambil tomat yang dipegang Romano. Lalu menggigitnya. Romano hanya diam dengan muka "blushing". "Ngg...Nii-chan kenapa? Sakit ya?". Feliciano bertanya sambil memegangi dahi Romano. "E-Eh...aku tak apa...". Setelah itu, acara makan-memakan tomat di rumah Antonio pun usai. "Ng...Romano...". Antonio bertanya dengan muka sedikit blushing. "A-Apa?". "Tomat yang tadi dimakan Gilbert itu hasil panenmu, ya?".

Romano menelan ludah. Belum sempat ia menjawab, Antonio segera mendekatinya. Dia menyentuh wajah Romano. Muka Romano semakin merah. Dia membelai pipi halus milik Romano. "Ngh...A-Antonio...ap-apa yang kau lakukan?". Antonio mendekatkan bibirnya ke bibir Romano. "A-Antoni-hmmp!". Antonio melumatkan bibirnya ke bibir Romano. Dia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Romano.

"Te amo Romano...". Romano yang mendengar Antonio bicara seperti itu, mulai mengeluarkan air mata. Romano mulai menangis. "Ke-Kenapa?...Antonio...? kenapa?...". "Aku kan sudah bilang mencintaimu...". Antonio mengecup dahi Romano. "...Ti amo...". Antonio tertawa geli mendengar Romano berkata seperti itu. "Aku juga my love...". mereka kembali berciuman

THE END

Author's note: maap bener kalo ceritanya GAJE...please ripiu ya?