CH 1 ; Fuck You Married

*Yifan PoV*

Nihao!
Sebut saja namaku Wu Yifan atau nama kanada ku Kris. Aku keturunan china dan kanada. Tampang ku memang rupawan digemari perempuan sudah biasa bagiku. Aku masih alone alias ngejomblo. Belum merasakan namanya cinta dong? Hell no.. bukan berarti aku belum pernah merasakan namanya cinta,hanya saja aku pernah merasakan yang namanya cinta bertepuk sebelah tangan itu demi sahabatku sudah merebutnya duluan padahal dia cantik dan lebih cocok untukku. Mungkin dia bukan jodohku.

Suatu ketika Baba menginginkanku menikah dia bilang sudah punya calonnya. Syukurlah aku tak perlu cape-cape mencari calon. Tapi rasa penasaranku tumbuh kenapa baba tak pernah menunjukan foto atau penggambaran tentang calon istriku.

"Baba bagaimana bentuk rupa,sifat,dan keluarganya,calon istri ku?"

"Tenang Yifan istrimu itu sempurna tingginya,mancungnya,manisnya,keterampilannya dan keluarganya cukup terpandang. Kau tenang saja asal ikut perintah baba kau dapat 50% lebih warisan baba"

"Baba jangan bilang warisan-warisan melulu aku tak sejahat itu" smirkku dalam hati.

"Jadi kau siap besok menikah?"

'Apaaaa...' teriak ku dalam hati,kuteguk ludahku sendiri ada rasa senang sekaligus aneh aahh sudahlah.
"Aku...si-siap baba" jawab ku mantap.

*Zitao PoV*

Nihaooo woiii!
Namaku Huang Zitao teman-temanku sering memanggil gue Zitao,Tao,Zizi,atau Tai-_-. awas saja kalau kau panggil aku TAI mau typo,gak sengaja, apalagi di sengaja. Putuslah lehermu dalam sekejap!

"Zitao kau sudah membereskan kamarmu?" Tanya Mama dari luar.

"Sudah Ma.. emang kenapa Ma?"

"Bagus kau memang calon istri eehhh maksudku calon suami yang peduli kesehatan hehe". Tunggu calon istri? mama lagi ngehibur apa ngelindur nih.

"Iya tenang aja Ma, calon istriku pasti senang punya suami kek Tao hahaha"

"Apa kau siap untuk menikah besok?!" tiba-tiba Mama masuk kamar mendobrak pintu kamar,hampir saja aku jatuh.

"Tunggu kok cepet amat emang calonku kaya gimana orangnya?"

"hmmm pokoknya dia perfect Tao. Mama gak bisa menggambarkannya saking perfectnya. Tenang Tao,Baba mu bilang warisan keluarga akan dipegang oleh separuh bahkan lebih jadi kau harus ikuti perintah Baba mu oke?"

"Iyaa Mama"

"Jadi kau siap Huang Zitao?" kata Mama dengan mata berbinarnya. Seakan merayu-_-

"Aku siap Mama" cuman pernikahan saja siapapun wanitanya aku siap.

*Author PoV*

Suara lonceng gereja tanda pernikahan di beijing begitu nyaring. Yifan dan keluarganya pun tiba-tiba di gereja. Yifan benar-benar keren dengan tuxedo hitam nya,rambutnya yang sangat cocok dimanapun gaya rambutnya memang paling keren. Teman-teman kuliahnya berdatangan tak sedikit yang memuji ketampanan seorang Wu Yifan.

"Ada pengantin pria yang lain?. Sebentar apa benar ini pernikahan Huang Zitao?" celoteh seorang laki-laki pada segerombolan perempuan yang bersamanya. Yifan hanya menguping perkataan laki-laki.

"Benar kok dia bilang kita harus ke gereja beijing jam 9 di mulai akadnya. Apa dia kasih alamat yang salah? atau dia hanya pura-pura aahh mana mungkin,dia gak bisa bohong" dengus perempuan itu menjawab pertanyaan temennya. Yifan acuh tak acuh dengan percakapan didepannya malah menguping.

"Mungkin dia salah jam. Yasudah gak apa-apa, kita liat pernikahan orang yang disini saja tadi aku liat pengantin prianya sangat tampan,pasti perempuan yang jadi istrinya beruntung sekali" sahut salah satu perempuan dari gerombolan itu. Tawa keras pun memenuhi gerombolan itu dan yang lain ikut menyetujui usulnya sebagian pemuda disitu hanya mendegus sebal. Wu Yifan hanya tersenyum miring 'itulah aku' pedenya dalam hati.

Tangan Yifan tiba-tiba di tarik oleh ibunya,dan ibunya berbisik kalau sang pengantin wanita akan segera tiba. Yifan tersenyum lembut ada sedikit getaran dalam jantung dan rasa grogi yang meningkat. Ibunya ikut senang dengan reaksi Yifan yang begitu antusias.

"Selamat menempuh hidup baru mu Yifan, ibu senang kau bisa mandiri bahkan kau begitu cepat meninggalkan ku" air mata ibu Yifan turun perlahan. Yifan memeluk ibunya sambil menenangkan dan ia tidak akan meninggal ibunya. Ayah mereka pun ikut memeluknya bersama.

"Zitaoo... cepat pakai tuxedo putih mu kita akan berangkat!" Teriak Mama nya yang sedang berdandan.

"Aku sudah selesai daritadi Ma" jawab Zitao sambil memutar matanya dan meminum kopi.

"Ayo nak kita nanti terlambat" sang Ayah menarik tangan Zitao. Zitao pun ikut menaiki mobil dan ibunya naik terakhir.

Zitao begitu pantas dengan tuxedo putih, hidung mancung, matanya sipit dan memiliki kantung mata, bibirnya yang khas, makanya dia di sebut preman kampus tapi sayang Baba dan Mama nya dong. Zitao bergetar keringat dinginnya mengucur perlahan,sang Ibu yang melihatnya langsung memegang kedua tangan Zitao. Zitao langsung memeluk sang Ibu dan tersenyum layak seorang lelaki. Ibunya menenangkannya.

Yifan sudah berdiri didepan sang pendeta,menunggu sang pengantin datang. Yifan melihat jam tangannya menetlalisir rasa gugupnya.

Pintu gereja pun terbuka selebar-lebarnya. Mata Yifan terbelalakan seakan kaget bukan ini asli kaget

'WHAT THE FUCK, FUCKK ... I MARRIED WITH...ARGGHHHHHHHHHH'

Orang tua Yifan tertawa jahat

"Baba kenapa kita lewat pintu utama? Harusnya aku sudah didepan pendeta...". Baba Zitao tak menghiraukan protesan Zitao dan terus menarik sampai pintu utama terbuka.

Zitao terbelalakan rahangnya terbuka sampai menyentuh lantai. Dan terdiam seketika pemandangan apa ini ada seorang laki-laki di depan pendeta. Segerombolan teman-teman hanya bingung,kaget,rahangnya dilantai,bahkan pingsan gak jelas melihat teman mereka bersama pemuda tampan.

"Ayo nak, jangan membuat Yifan menunggu lama" smirk Sang Baba. Zitao melotot pada Babanya.

"WHAT THE FUCK BABA... FUCK FUCK ARRGGGGHHHH I MARRIED WITH..."

"WITH... A MAN, FUCK"

TERIAK MEREKA BERDUA.

Thanks for read, sorry for all the mistake,
Ugly story,typo or etc
You can give me suggestion and cricitism for the future. THANKS