CH 2; Kiss the Bride Plese

*Yifan PoV*

'Apakah ini mimpi tuhan? kenapa kau begitu kejam padaku tuhan kumohon setidaknya aku sendiri saja daripada menikah dengan... seorang lelaki masalahnya dia punya 'sesuatu' yang sama sepertiku'

Tanpa sadar aku mencubit tanganku sendiri dengan keras. Shit! ini bukan mimpi. Jantungku makin berdebar keringat dingin mengucuri dahi sampai leher. Rileks Yifan.

*Zitao PoV*

"Baba are you kidding me?" bisik ku padanya dengan nada sedikit tak santai.

"Sudah ikuti saja ucapkan janjimu,kau tidak mau membuat kerusakan kan? teman-teman mu juga sudah cape-cape datang kesini demi melihatmu" jawab Baba sedikit nyipitkan matanya seolah memaksaku untuk melabjutkan pernikahan ini. Ia juga meremas tangan kuat,sakit Baba.

Aku hanya mengangguk lemas. Arggghh kenapa teman-temanku datang tapi aku yang mengundang mereka. sial aku harus bagaimana?

*Author PoV*

Zitao akhirnya berjalan perlahan menuju kedepan bersama sang Baba,musik pernikahan pun mengalun merdu. Zitao hanya berdoa semoga orang yang didepan pendeta itu membatalkan pernikahan ya itu pikirnya belum tentu juga ini pernikahan ini berlangsung lancar. Musik pernikahanpun berhenti,suasana khidmat memenuhi gereja kecuali dua sejoli itu. Ayah Zitao melepaskan genggamannya pada Zitao.

Zitao langsung dihidangkan oleh uluran tangan Yifan. Zitao menggeleng perlahan tapi Yifan sudah menangkap tangan Zitao duluan dan menarik Zitao perlahan.

'Jangan-jangan dia gay?. Tuhan aku ingin warisan saja' doa Zitao dalam hati,wajahnya pucat seketika.

'Apa yang tadi aku lakukan Yifan,kau terlihat seperti gay. Oh my god aku hanya ingin warisan' ujar Yifan sambil memalingkan muka malunya. Dan bersikap datar kembali.

Sang Pendeta mulai mengucapkan janji ke pada Yifan. "Wu Yifan apakah kau bersedia menjadi seorang suami,pendamping hidup istrimu bahagia maupun susah?"

Wu Yifan terdiam. Zitao berdehem sedikit keras walau tubuhnya bergetar hebat. Semoga dia tidak bilang iyaa,doa Zitao.

"Y..yaa.. aku bersedia"

Tidak,apa-apaan dia! aku menikah dengan homo, mata Zitao melotot tak percaya.

"Huang Zitao apakah kau bersedia menjadi seorang istri,pendamping hidup suamimu bahagia maupun susah?"

Digenggamnya tangan Zitao oleh Yifan. Zitao mendonggak melihat wajah Yifan yang lebih tinggi darinya. Muka pucat dan keringat dingin Zitao mengurang sedikit walaupun ia sedikit takut dengan Yifan. Zitao tak tahu harus bagaimana.

'Ucapkan iya Zitao,setelah itu aku akan urus semuanya' bisik Yifan menenangkan dan terlihat dingin. Zitao hanya menundukan kepala dan menelan liurnya.

"I..yaa a..ku bersedia"

Yifan mengambil tangan Zitao memasukan cincin ke jari manis sedikit agak memaksa memang.

"Silahkan cium pasangan kalian masing-masing" perintah pendeta.

Tanpa pikir panjang Yifan langsung menarik kedua bahu Zitao,sambil memegang bahu Zitao keduanya saling menatap. 'Tutup matamu tenanglah Zitao' bisik Yifan pelan tanpa protes Zitao memejam matanya takut.

'Oh Shittt my first kiss' teriak Yifan dalam hati. Dia bergetar perlahan menuju bibir kucing Zitao. Sedikit demi sedikit,tamu disana sudah tak tahan

Seperti ada yang menekan kepala Yifan. Akhirnya...

'Chup'

Bibir Yifan menempel pada bibir kucing Zitao. Lama.

'Pendeta Sialan!' geram Yifan

'Bibir ku di cium homo,bibir seksiku arrgggghhhhh' geram Zitao tapi ada rasa asing menimpa bibirnya.

'Bibirnya manis,ah apa yang kau pikirkan Yifan'

Suara para tamu berteriak bahagia di segala penjuru gereja saling bergema. Yifan melepaskan ciuman dibibirnya sambil memalingkan muka dinginnya. Zitao tak kalah tajam menatap Yifan ia mengeratkan kepalan tangannya sampai membiru.

"Yifan bisakah kita bicara berdua setelah acara konyol ini selesai?" ajak Zitao sinis. Menahan marah.

Anggukan Yifan dibarengi smirk sebagai jawaban ya atas tawaran Zitao.

-
Thank for read and sorry all the mistake.
ugly story,typo or etc.
You can give suggestion and cricitism for the future. THANKS