"Bukankah dia ..."
.
.
.
.
"Irrashimasen di Queenshela, Utakata-sama. Suatu kehormatan bisa mengundang anda datang kesini" Sambut sang pemimpin redaksi mempersilahkan masuk pria yang baru saja tiba disana.
"Terimakasih, Yugao-san"
~~~DIFFERENT WAY~~~
Disclaimer : Belong to Masashi Kishimotto
Genre : Drama-Romantic
WARNING !
Sakura disini kira-kira seumuran dengan Konan, gak tua-tua amat kok.
AU, BadFic, Typos, kata-kata non baku, terinspirasi dari salah satu film Thailand.
Haruno Sakura – Uchiha Sasuke
Utakata
Don't Like, Don't Read. Please don't hurt mr !
.
.
.
Happy Reading !
Kami-sama apa aku sedang bermimpi? Perasaan ini terasa lagi, jantungku berdegup cepat, kepalaku rasanya kosong, aku nampak seperti orang bodoh saat melihatnya lagi. Ini memang sangat konyol , dia benar-benar sudah kembali ke kehidupanku. Setelah sekian lama aku menunggu akhirnya aku mendapat balasannya, Utakata benar-benar ada didepan mataku.
"Sakura ..." panggilnya
"..."
"Sakura? apa kau Sakura?" ulang pria itu karena ia melihat wanita bernama Sakura itu sedang asyik melamun, ia mendekatkan wajah tampannya yang hanya menyisakan jarak beberapa senti.
"Apa kabar Sakura Haruno". Perlahan Sakura memutar kepalanya kesamping dan ...
"Sssss-senpai ?"
Sakura jatuh kebelakang saking kagetnya, Utakata sudah merusak semua fantasi Sakura barusan tapi hey ini lebih menarik dari yang ia bayangkan.
Ini memang berlebihan sih, tapi coba bayangkan saja pria yang kita sukai sudah lama menghilang kini telah pulang kembali. Sakura senang sampai tak sadarkan diri, ya walaupun ia tahu cintanya dulu tak sempat terbalaskan oleh Utakata dan berharap Sakura bisa memperbaikinya kemudian mereka bisa berhubungan tidak sekedar dari teman biasa.
"Daijobu?" Tanya Utakata khawatir, ia membawa Sakura duduk di sofa yang sudah disediakan. Baiklah ini memang bukan diruang kerjanya melainkan diruang istirahat dan itu membuat Sakura menjadi semakin salah tingkah.
"A-aku baik-baik saja" Sakura mengeluarkan senyuman termanisnya walau dalam hati rasanya ia ingin terbang. Baru kali ini Sakura sangat dekat dengan Utakata berbeda dengan dulu yang hanya menyaksikan dibalik tembok sekolah.
"Aku tidak tahu kalau manager dari Los Angles itu adalah senpai" tanya Sakura malu-malu kucing, tangannya tak henti memainkan ujung sepan, melampiaskan kegugupan.
"Oh iya, aku tak sempat memberitahumu kalau aku kuliah di Los Angles, mengembangkan usaha keluarga dibidang pencetakan majalah Excited. Kemudian aku mendapat undangan dari Yugao-sama untuk menghadiri Queenshela, dan kemungkinan aku akan tinggal disini lebih lama " terang Utakata, mata obsidiannya tak lepas menatap irish Emerald Sakura penuh arti.
"H-hebat sekali senpai" puji Sakura , tidak heran jika pria ini sudah sukses karena dulu dia sangat pintar disekolahnya. Sakura semakin gila dibuatnya.
"Tolong jangan panggil aku senpai, panggil aku Utakata saja" ujarnya seraya menyeruput Lemon Tea –nya.
-Blush , bahkan pria itu meyuruhnya untuk memanggil nama kecilnya, apakah bendera sudah berkibar?
"Baik , U-Utakata" jawabnya ragu, sumpah Sakura senang sekali. "Boleh aku bertanya s-sesuatu?" pria itu mengangguk pertanda mempersilahkan Sakura untuk bertanya.
"Apa Utakata sudah ... me-meni-kah"
Krik .. krik .. krik ..
Apa aku masih hidup? Inner Sakura berteriak
"Ah , soal itu ya. Aku terlalu sibuk mengurusi pekerjaanku dan kuliahku sehingga tidak sempat untuk mencari seorang teman wanita. Emm boleh aku minta nomor ponselmu?"
"Eh ... " jika saja bisa terlihat , ada kembang api meluncur dari kepala Sakura. Siapa sangka pria yang ditaksirnya meminta nomor ponsel? Ini benar-benar mimpi, Sakura mencubit tangannya dan itu masih terasa sakit, ini kenyataan, ini bukan mimpi Utakata memberi sinyal. Sakura mengambil ponsel dari tas kecilnya.
Saat tangan kekar itu meraih ponsel putih Sakura, ia dapat merasakan sentuhan lembut telapak tangan Utakata. Aishh , Sakura merona lagi.
.
.
.
Sakura berlari kekamar mandi , menguci pintu rapat-rapat dan .
"Kyaaaaaaaaaaaaaa aaaaaaa , yes yes yes muahh muahhh" mirip anak kecil yang diberi permen , Sakura teriak kegirangan sambil menciumi ponselnya. Apalagi kalau bukan nomer ponsel Utakata.
"Pangeranku, cintaku kau sudah kembali .. ye ye ye lalala~"
Jam menunjukan pukul 7 malam dan para karyawan sudah saatnya kembali kerumah, Sakura berjalan keluar dari tempat kerjanya yang sempat membuat otaknya mumet. Tapi tidak untuk hari ini karena tadi ia sudah bertemu dengan cinta pertamanya. Ia percaya bahwa ini adalah suatu tanda, tanda bahwa Utakata memiliki perasaan yang sama seperti Sakura.
Perempuan 24 tahun itu tak henti-hentinya memikirkan sang pria, otaknya kembali berfantasi , memutar memori kejadian beberapa tahun yang lalu , kenangangan yang sangat menyedihkan namun sebentar lagi akan berganti menjadi kebahagiaan, begitulah kira-kira yang ada difikirannya.
Sakura merentangakan tangannya kedepan, memberi tanda pada bus hingga berhenti didepannya. Kaki jenjangnya melangkah masuk kedalam bus dan duduk dikursi depan dekat pintu karena dibelakang sudah sangat penuh.
"Permisi" Sakura membungkuk pada orang disampingnya untuk meminta izin duduk, laki-laki itu menggeser tubuhnya guna memberi ruang untuk Sakura. Orang dengan gaya rambut mencuat kebelakang itu kembali tersenyum, tak disangka ia bertemu lagi dengan tante cantik yang ia nistakan tadi pagi. Dan yang membuatnya ia menahan tawa saat ini, tante itu tidak menyadari keberadaan Sasuke atau dia memang pelupa.
Ia meletakan pantatnya dikursi , duduk didekat jendela bersebelahan dengan Sasuke.
Kembali pada lamunannya , ia menopang dagu seraya menatap keluar kaca jendela. Bagai orang yang terserang virus cinta, Sakura kasmaran berat.
"Aku senang bisa bertemu lagi denganmu, Sakura"
"Aku juga, senpai"
"Sakura, aku mencintaimu. Bolehkah aku menciummu?"
"Hemm .."
Laki-laki itu mendekatkan wajahnya hingga menyisakan beberapa senti saja. Perlahan mata emerald pun tertutup, bersiap menerima sentuhan penuh arti yang selalu didambakan setiap wanita. Bibirnya semakin mendekat, dekat dan ...
BRUUKKK ...
Terdengar suara tubrukan ringan antara motor dan motor, Sakura yang sedang memejamkan matanya dengan bibir yang maju, langsung tersadar seketika dan mendongkakan setengah badannya melihat ke sumber suara lewat jendela kaca mobil, shiiitt ... mengganggu saja. Orang-orang yang didalam bus pun demikian, berebutan menuju jendela guna melihat kecelakaan itu.
"Eh cuma tabrakan biasa" gumamnya pelan.
Saat ia akan kembali duduk kekursi dan membalikan kepalanya kebelakang, masih ada seorang lelaki yang berada dibelakang Sakura, melihat kecelakaan juga.
CUP ..
Sakura mencium bibir Sasuke
1 detik ..
2 detik ..
3 detik ..
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ..." teriak Sakura histeris sambil menutup mulutnya
Sedangkan Sasuke, dia masih diam tak bergerak dari posisinya, tak berkedip sedetikpun. Mungkin ia masih belum tersadar dari kejadian Kissing on the bus nya barusan.
"K-kau lagi? Kenapa kau ada disini, dan dan ... arghhhh" Sakura kesal setengah mati saat melihat wajah pemuda berseragam sekolah itu lagi, hey bukankah dia bocah yang sudah membuatnya kesal tadi pagi? Perempuan itu terus mengelap-ngelap bibirnya dengan punggung tangan. "Dasar kurang ajar, kau sudah membuyarkan imajinasikuku" Sakura berdiri dengan kasar dari duduknya, ia berniat akan turun dari bus itu.
"Imajinasi apa tante?"
CTAK .. empat sudut siku-siku muncul lagi didahi lebar Sakura, .
tangannya terulur untuk menekan tombol stop dibibir pintu bus.
Toot .. toot ..
"Tolong berhenti , aku mau turun disini !" teriak Sakura setengah kesal pada sang supir.
"Kalau mau turun harus dihalte , Tante" yang membalas malah si abang kondektur seraya menggoda perempuan cantik itu. Tante lagi tante lagi , lama-lama bisa gila dia dan meruntuki kapan ia harus lahir. Dunia memang kejam.
-PUK- Sasuke menepuk bahu Sakura yang masih anteng menekan-nekan tombol stop, masih keukeuh ingin turun dari bus sekarang juga.
"Jangan melarikan diri tante, kita harus bicara" ucap Sasuke kalem. Iya lah bagi Sasuke ini bukan musibah tapi ini sebuah hadiah tak tertuduga. Ya walaupun dicium tante setidaknya dia cantik.
"Dasar kurang ajar, kau benar-benar sudah keterlaluan" nah benar kan Sakura sedang benar-benar dalam mode kyuubi. Kenapa dia harus bertemu lagi dengan bocah SMA itu.
"Kurang ajar? Apa aku tampak seperti orang kurang ajar, padahal kau yang sudah menc –"
"Eitss jajajajangan katakan, cukup jangan katakan disini" potong Sakura cepat, ia tak sanggup mendengar kelanjutan kata-kata Sasuke.
"Mesum~ mesum~ .." Goda Sasuke sambil sesekali tertawa.
"Diaaaaaaaaaaaaaaaaaammmm" Sakura menutup kedua telinganya , muak. Ia bersumpah akan mengutuk bus ini karena sudah menarik penumpang gila macam Sasuke. "Aku tidak mesum, aku hanya tidak sengaja" elaknya lagi, padahal sudah jelas kalau Sakura yang duluan mencium Sasuke.
"Kau harus mengganti rugi karena sudah mencium bibir sensualku ini" kata Sasuke seraya memainkan bibirnya itu, telunjuknya sengaja ia mainkan memberi kesan menantang pada Sakura.
-BLUSH ... pipi Sakura merona, laki-laki itu sudah benar-benar sudah tidak waras. Apa dia tidak tahu siapa Sakura sebenarnya.
"H-harusnya aku yang bilang begitu karena kau sudah mencuri ciuman pertamaku" cicitnya , Sakura harus menahan malu saat bicara soal ciumannya barusan. Berharap dia menemukan cinta sejati dan ciuman pertama dengan Utakata tapi kenapa malah mendarat di Sasuke, laki-laki labil tidak tahu sopan santun pada orang dewasa.
"A-apa? aku ciuman pertamamu? Kau berbohong kan, berapa umurmu sebenarnya tante? Jangan-jangan kau seumuran denganku" Sasuke terus menghujani pertanyaan pada Sakura dan itu semakin membuatnya tambah frustasi. Sakura , perempuan dewasa yang sangat menarik. Parasnya saja yang terlihat dewasa tapi soal asmara dia jauh ketinggalan oleh Sasuke yang notabenenya seorang anak SMA.
"Apa sih maumu, kau benar-benar menyebalkan, brandalan, mesum. Sekali lagi nampak dihadapanku aku tak akan segan menghajarmu, ingat itu" ancam Sakura pada Sasuke.
"Busnya sudah berhenti dihalte, silahkan turun tante" ujar si abang kondektur pada Sakura. dengan langkah cepat ia keluar dari tempat yang membuatnya sesak itu.
"Jangan panggil aku tante" lanjutnya lagi pada si abang kondektur sesaat bus kembali melaju.
Sakura merebahkan tubuhnya dikasur King Size miliknya. Apartemen yang sunyi, nyaman, sejuk, setidaknya itu membuat Sakura sedikit nyaman. Tangan putihnya terus menyentuh bibirnya, ia masih bisa merasakan bibir pemuda itu. Manis, lembut, nikmat dan ..
"Arghhh tidakk , aku benci lelaki berandalan itu. Sudah jelas aku tidak sengaja dan dia ada dibelakangku, atau memang dia sengaja melakukannya supaya aku terlihat menciumnya? Dasar mesum, mesum, mesuuummmm" Sakura terus bicara pada dirinya yang lain, mengatakan bahwa itu adalah ketidaksengajaan entah pada siapa, itu merupakan musibah terbesar yang ia alami semasa hidupnya, dimana Sakura tidak pernah merasakan apa itu Ciuman.
Kriiiing ...
Ponsel Sakura bordering, pertanda panggilan masuk.
'Senpai' kontak nama Utakata diponsel Sakura. Nice Timming , Utakata hadir disaat Sakura dihadang seribu kegalauan. Bibirnya yang semula melengkung kebawah kini beralih menjadi senyuman yang cantik.
"Ya s-senpai" ucap Sakura dibuat semanis mungkin.
"Kan aku sudah bilang jangan panggil aku senpai. Emm kau sudah sampai dirumah?"
"G-gomen , Utakata-san. Ya aku baru saja sampai diapartemen" Sakura terkikik senang bisa bicara akrab dengan Utakata. Dan kata-kata itu terdengar seolah peduli dengan Sakura, perhatian pada Sakura. Tapi menurut Sakura ini sangat sesuatu sekali, Utakata yang tak pernah meliriknya kini beralih menjadi lelaki yang sangat perhatian. Ah entahlah apa yang ada diotak lelaki itu yang terpenting ini suatu kebahagiaan untuk Sakura.
"Kau memang tidak pernah berubah Sakura, hahaha. Syukurlah kalau sudah sampai"
Sakura membenarkan posisi tidurnya yang semula terlentang , memiringkan tubuhnya kesamping, mendekatkan ponselnya ketelinga agar tidak ada kata-kata yang terlewat. "Eh sungguh, hehehe aku memang seperti itu. Hari ini kebetulan ada lembur jadi pulangnya agak larut"
"Oh begitu ya, kalau besok ada lembur lagi tidak?"
Sakura menggeleng, tak sadarkah bahwa dia bicara via telepon? Sakura benar-benar menganggap Utakata ada didepannya.
"Halo?" Ucap pria itu memanggil Sakura yang tiba-tiba hilang.
"Eh t-tidak ada kok, besok pulang lebih awal"
"Kalau begitu, sepulang kerja nanti aku jemput. Kita makan siang bersama"
Sakura kaget, ia semakin menenggelamkan wajahnya dikasur. Menutup seluruh wajahnya oleh bantal dan sesekali tertawa ringan, dia seperti anak yang baru jatuh cinta saja. Hey cinta pertama itu lebih indah loh ...
"Tentu saja, terimakasih" balasnya malu-malu
"Kita ke restoran tradisional ya, Oyasuminasai Sakura"
"Oyasuminasai, Utakata" –piip-
Sakura melempar bantal yang tadi menutupi wajahnya, bahagia. Tentu saja bahagia, siapa sih yang akan menolak tawaran makan siang bersama pria tampan? kalau ada itu adalah orang bodoh. "Aku sudah tidak sabar menunggu besok, kyaaaaa" Teriaknya girang.
~~~Different Way~~~
Sasuke mengendap-ngendap masuk menuju rumahnya yang terlihat sudah gelap, pertanda penghuninya sudah berada dialam mimpi. "Yosh" ucapnya menang. Ia berjalan ke tangga menuju kamarnya.
Tap .. tap .. tap
Menangkap suara langkah kaki yang semakin mendekat kearahnya, Sasuke semakin waspada dan bersembunyi dibalik tembok.
Orang yang berjalan itu sepertinya sudah menghilang karena suara langkahnya sudah tidak terdengar lagi tapi buruknya ruangan yang semula gelap menjadi terang. Mungkin orang itu yang menghidupkan lampu.
"Kebiasaan" terdengar nada marah namun terkesan lembut, Sasuke tertangkap basah karena pulang malam lagi. Dia masih memakai seragam sekolah.
"Konbanwa Yugao-neechan , baru pulang lembur ya" Sasuke mengalihkan pembicaraan.
"Lain kali kalau mau menyusup lebih larut lagi Sasuke, aku masih bisa memergokimu" sindirnya. Yugao, kakak iparnya Sasuke berkacak pinggang. Heran adik iparnya ini selalu pulang malam , entah apa yang ia lakukan saat pulang sekolah, Sasuke sangat tidak disiplin diantara jajaran keluarganya.
"Maaf Neechan tadi ada kerja kelompok dirumah Naruto. Aku ngantuk mau tidur, oyasumi Yugao-nee" Sasuke memilih menghindar menuju kamarnya daripada mendengar ceramah dari kakak perempuannya itu. Tapi itu tidak seburuk yang ia terima daripada ayahnya, karena dia selalu menggunakan kekerasan fisik saat memarahi Sasuke. Beruntung sang ayah sudah terlelap tidur.
Setelah selesai mandi, Sasuke bukannya langsung tidur , dia malah bermain dengan ponselnya. Mencari jejeran nama dikontak teleponnya, Sasuke menekan tombol dial.
"Naruto, besok kita pakai bus lagi dan datang lebih awal" ucap Sasuke langsung pada intinya. Terdengar dari perkataannya Sasuke seperti sedang merencanakan sesuatu.
"Eh , katanya motormu sudah selesai diservice hari ini. Kenapa masih naik bus , Teme?"
"Tidak, ini bukan soal itu. Ada hal penting yang harus aku lakukan besok" –piip- Sasuke memutus telepon secara sepihak. Ia menyeringai senang, tidak bukan itu Sasuke seperti sudah menemukan sebuah mangsa baru.
.
.
Bandara Tokyo nampak ramai dipenuhi oleh orang-orang, baik yang akan Take off atau sebaliknya. Muncul dari arah selatan seorang wanita cantik dengan helai pirang-ikalnya berjalan angkuh lengkap dengan koper merah ditangannya. Diikuti oleh dua orang laki-laki asing, sepertinya mereka adalah asistennya.
"Huaaaahh Tokyo .. It's so beatifull. I want to see Sakura flower , that's right Theo?" pria asing dengan postur tubuh tinggi itu nampak senang saat menginjakan kaki di negri Sakura. Sesekali merentangkan tangannya, menghirup nafas dalam-dalam untuk meresapi betapa indahnya Negara ini dibanding ditempat tinggalnya mereka, Los Angles.
"Yes Bob, and you just ask the Lady Hotaru" balasnya pria yang dipanggil Theo itu.
"Shut out Theo, Bob !" tegur perempuan yang dipanggil Hotaru itu. Ia membuka kacamata hitamnya dan memperlihatkan kedua irish hijaunya yang cerah. "Kalian berdua selalu berisik, prepare fast shooting schedule today in Tokyo" Titah wanita molek tersebut pada kedua asistennya.
"Yes, Lady Hotaru" balas keduanya.
To Be Continue
A/N : sudah kuduga, sudah kuduga FF ini bakal ada yang bilang kalau ini sama dengan dari First Kiss. Memang, aku tertarik sama cerita adegan Kissing di Busnya jadi aku comot dikit scenenya (dikit apanyaaa -_-). Apalagi pas chapter ini banyak kesamaannya tapi aku gak niat bikin film itu versinya sasusaku, ini asli versiku. Kedepannya aku jamin berbeda, cuma awalnya doang sama. Maaf minna kalo ini jelek.
Saran dan kritiknya lagi ya asal jangan kripik pedas aja nanti sakit perut :V hohoho.
But, karena banyak yg request lanjut aku terusin deh.
Silahkan cek PM bagi yang review. sekali lagi arigachuuuu Minna :* , buat Guest, buat silent readers juga.
Mind to review?
kissu kissu *salam dari Bininya Itachi*
