DIFFERENT WAY

Story by Mei Azumi

Disclaimer : Masashi Kishimotto

Rated : T

.

.

.

DLDR


Sakura galau, Sakura dilemma, Sakura patah hati. Ah bukan patah hati , masalahnya ini menyangkut harga dirinya sebagai wanita tua errr ralat dewasa yang sudah direndahkan harga dirinya oleh pemuda kinclong tadi. Mimpi apa Sakura semalam ditembak anak SMA? Dikejar ular, dimakan buaya, mencing ikan, OH NO Sakura tidak percaya sama tabir mimpi karena dia hidup bukan dijaman urdu.

Holly shit , sudah semua bantal ia lempar dari kasur, boneka pun jadi korban. "Ibu ,ayah tolong aku ditengah keputusasaanku ini. Aku hanya wanita normal biasa yang ingin merasakan cinta dan kasih sayang, bukan penindasan seperti ini , hiks". Sakura nangis bombay, ya secara tidak langsung pemuda SMA yang bernama Uchiha Sasuke itu sudah membuat Sakura Down dan sakit baik secara mental maupun fisik, dengan kata lain ciuman, itu perlu digaris besar. Ini sudah patut diwaspadai, sudah berani mencium lagi walau belum tuntas dan berani mengungkapkan perasaannya, Sakura harus hati-hati dan menyiapkan perlindungan jika bertemu pemuda itu, bisa-bisa dia terjatuh lagi kedalam lubang yang sama.

Kembali pada pria yang tadi pergi duluan dari kencannya, Sakura berniat akan menelepon Utakata. Semoga pria pujaannya itu sedikit menenangkan hatinya dari kegundahan.

'Nomor yang anda tuju sedang sibuk –'

"Aseemmmm , kenapa harus sibuk sih !" Sakura kembali memencet tombol Dial dan memencetnya berulang kali. Dan jawabannya masih tetap sama, operator so' cantik yang minta dicekik Sakura, dikira dia sedang meledek apa ! Sakura emosi, sumpah.

kenapa tidak ada yang mengerti perasaannya sekarang sih, Sakura galau dan berani taruhan kalau malam ini dia bakal bergadang.

Benar prediksi Author kalau Sakura habis begadang, mata hujaunya yang indah sekarang menjadi sayu dan dihiasi lingkaran hitam. Mukanya kusut dan yang paling kusut lagi perasaannya.

"Gimana dating semalam? Pasti kamu udah –" Yahiko memainkan kedua tangannya, memperagakan dua orang yang lagi kissing. "Kelihatan banget sih sama muka kamu yang habis begadang karena –"

"Cukup Yahiko aku sedang tidak ingin membahas itu" Potong Sakura seraya membentak pemuda jingkrak oren itu. Sakura menarik kursi putarnya kasar dan meletakan pantat indahnya juga dengan kasar.

'Bruk'

Tumpukan dokumen-dokumen dan berkas-berkas ia simpan dimeja tanpa perasaan.

Konan mengerti situasi saat ini sudah siaga satu, ia menyimpulkan kalau Sakura pasti sedang ada masalah dengan kencannya dengan Utakata tadi malam. Lebih baik menjauh dulu sejenak dari pada kena sembur gratis Sakura, bukannya tidak care tapi Sakura itu ... mengerikan, kau tahu kan kalau marah selalu bilang SHANAROO. Dulu juga Yahiko sempat tidak bisa tidur karena kena damprat Sakura dan semburan Shanaroo nya itu.

Sekilas mereka melihat Sakura tengah bergumam sendiri tidak jelas, sayang jaraknya terlalu jauh jadi tidak terdengar.

"Jangan-jangan Sakura sudah kehilangan ..." Yahiko memasang tampang horror. Konan tahu kemana arah pembicaraan lelaki itu.

"Mana mungkin baka , sekalipun Sakura cinta mati sama laki-laki itu dia bukan tipe wanita yang mudah ditaklukan" Konan menyentil puncak kepala sahabatnya itu.

"Ya ya Konan-chan kau tidak perlu memukulku juga kan" Yahiko mengelus ubun-ubunnya yang sudah seperti telor ayam.

Sakura masih belum sadar kalau kedua temannya sedang membicarakan dirinya seputar kencannya dengan Utakata, bukan karena serba ingin tahu tapi ketiga orang itu selalu berbagi cerita termasuk Konan (Dia curhat kalau dirinya menyukai Yahiko tapi masih belum sanggup mengungkapkan perasaannya) Maka dari itu Sakura dan Konan saling mengerti perasaan mereka masing-masing.

"Ohayou"

Suara itu ...

Suara sapaan laki-laki yang membuat hati Sakura gundah gulana semalaman, bukan, bukan si pemuda SMA Sasuke, tapi si manager ganteng incaran Sakura. Seperti tak ada masalah sebelumnya, Sakura mengumbar senyum pada pria itu dan sikapnya langsung berubah drastis. "O-Ohayou , Utakata-sama"

"Barusan kau terlihat seperti singa, lah sekarang langsung berubah menjadi angsa cantik, dasar wanita tua penggoda" cibir Yahiko kesal. Meledek sih boleh tapi dia kurang pintar mengatur oktaf suaranya, dan Sakura dengan mudahnya menangkap ejekan bodoh Yahiko. Sakura memutar kepalanya dan memberi deathglare pada Yahiko.

"Apa-apaan panggilan formal itu Sakura, semalam kau memanggilku tanpa embel-embel itu" Utakata tersenyum simpul dan mendekati meja Sakura. Menarik kursi didekatnya dan duduk berhadapan dengan wanita berhelai merah muda itu.

"Tapi kita berada ditempat kerja kan"

Utakata lega, ternyata Sakura lebih pengertian dari yang ia duga sebelumnya. Dia mengira bahwa wanita didepannya ini akan marah setelah ia tinggal semalam dan pergi naik bus sendirian, lelaki macam apa aku? Fikirnya.

"Terimakasih untuk semalam, Sakura. Setelah lelah bekerja seharian aku bisa meluangkan waktu bersamamu walau pertemuan malam tadi sangat singkat, dan jujur tadi malam aku masih merasa bersalah, maafkan aku" Ya, tujuan pria ini datang ke ruang kerja Sakura niatnya akan meminta maaf atas kejadian tadi malam karena urusan mendadaknya.

Sakura nahan perutnya yang mendadak mulas."I-iya aku juga, walaupun sebentar tapi itu sangat menyenangkan. E-eh tidak kok, kenapa harus meminta maaf"

Pria itu mengusap puncak kepala Sakura seraya tersenyum, tubuhnya sedikit terangkat guna meraih kepala pink itu."Gadis baik" Utakata semakin mendekatkan kursinya walau meja sudah tidak memberinya ruang. "Kalau aku ada waktu kita kesana lagi ya". Hey perkataan mereka terkesan vulgar dan apa apaan pemandangan itu membuat orang yang berada disana mendadak gerah.

"Sepertinya benar apa yang kau katakan Yahiko, sebaiknya kita harus keluar dari sini"

"Bahkan si manager hidung belang itu sudah berani bicara soal 'tadi malam' dengan Sakura disini" saat Yahiko dan Konan hendak keluar meninggalkan mereka berdua, Utakata menahan mereka.

"Konan, Yahiko selamat pagi"

"Pagi" Sahut mereka berdua.

"Kalian juga boleh ikut dengan kami nanti, biar aku saja yang membayar semuanya" tawar Utakata pada kedua teman Sakura. Bukan hanya mengajak Sakura saja, ia mengajak teman Sakura juga untuk pergi ke restoran , so dia kan kan kaya, uangnya dimana-mana, tampan lagi.

"Pssst Konan bahkan dia mengajak kita doubles*x .."

Blusshh ... pipi wanita itu memerah mendengar ucapan gila Yahiko. "Bisa tidak kau tidak berfikir kotor" bentak wanita itu pada sahabat pirangnya.

"Ahahaha terimakasih banyak Utakata-sama" Konan tersenyum hambar disusul tawa kecil Sakura. Ah rupanya Sakura sedikit merasa baik kali ini.

Kyaaaaa Utakata kau baik sekali , aku makin menyukaimu Shanaroo ! Inner Sakura menjerit histeris.

.

.

.

Seorang pemuda tampan berjalan memasuki koridor sekolah Konoha High School atau biasa disingkat dengan KHS. Seperti biasa saat ia hendak masuk kelas selalu dipadati oleh para wanita-wanita berisik yang terus meneriaki namanya.

"Kyaaaaa Sasuke-kun aku mencintaimu"

"Sasuke-kun selamat pagi , kyaaaa"

"Sasuke-sama ….. "

Masih dengan tampang stoic nya, Sasuke menerobos masuk kedalam kelas, berdesakan, berhimpitan dengan para gadis dan sesekali bersentuhan dengan dada-dada wanita yang ekhmmm ... kenyal.

Hus ... tidak , Sasuke bukan otak kotor seperti Yahiko. Walaupun dia laki-laki tapi dia bukan pengecut yang mencari kesempatan dalam kesempitan.

"Minggir aku mau lewat" dengan terpaksa ia mendorong mereka hingga sebagian ada yang terjatuh.

Oke lupakan kegiatan absurd barusan.

"Hhhhuuft" Sasuke menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dikeluarkan lagi begitu seterusnya, dia gelisah duduk saja tidak diam sejak tadi. Mungkin dia baru sadar dan menyesal sudah bicara yang lain-lain dengan wanita yang tadi malam ia antar pulang. Sasuke menjambak rambutnya frustasi. "Kenapa mulutku malah bicara yang lain-lain, sial"

"Oy Sasuke" panggil lelaki pirang yang sedari tadi tengah memperhatikan sahabatnya yang bertingkah aneh itu. Tidak biasanya Sasuke tidak bisa diam seperti ini, apa temannya sedang sakit?

"Hm"

"Kau kenapa , Sas?" tanya Naruto yang mulai khawatir.

"Tidak kenapa-kenapa" balasnya singkat. Mana mungkin Sasuke bilang 'semalam aku habis nembak tante-tante' dan kemudian Naruto akan menertawainya dan menyebarkan berita ini keseluruh sekolah lalu akhirnya Sasuke akan menjadi bulan-bulannan temannya karena Sasuke sudah tidak suka wanita muda yang sebaya dengannya. Berlebihan sekali, tapi memang kenyataannya Naruto itu bibirnya seperti perempuan. Tidak percaya? Coba saja sendiri.

"Lalu kenapa kau seperti katak yang kekurangan air?"

"Katak tidak seperti itu, yang benar itu ikan" ralat Sasuke.

"Tapi mereka selalu bernari-nari diatas tanah kalau tidak air"

"Bukan menari-nari tapi ... aahh lupakan, aku tidak ingin berdebat denganmu" Bentak Sasuke tanpa perasaan. Naruto mengangkat alisnya heran. Pagi-pagi sudah melihat pemandangan mengerikan Sasuke, ah sudahlah Naruto masih sayang nyawa jadi sebaiknya dia menjauhi sementara temannya itu.

Semalam saat Sasuke dikejar satpan karena ketahuan berciuman (padahal belum kena) ia berlari tunggang-langgang menghindari satpan bermuka hitam menyebalkan itu sampai tidak berfikir kemana ia lari yang penting dirinya selamat dan lolos dari jeratan si hitam gila itu. "Apa ini pertanda kalau aku harus melanjutkannya"

Flashback

"haaahhh ..." Sasuke menarik nafasnya yang masih tersenggal, ia bersembunyi dibalik semak-semak , tidak peduli kotor, ada nyamuk dan sebangsanya yang penting tempat ini aman.

"Dia menghilang" sepertinya si satpam item itu kehilangan jejak Sasuke padahal dia tepat berada dibelakangnya , didalam semak. Seandainya bergerak sedikit atau bersuara dia akan langsung diringkus.

"Dasar anak muda jaman sekarang, tidak tahu tempat dan tidak punya malu. Berbuat mesum tengah malam begini" gerutu satpam tersebut dan kemudian ia kembali ke Apartemen lagi guna menjaga kemanan dan mencegah kejadian tadi terulang lagi."Tch, kenapa tiba-tiba aku ingat istriku dirumah"

Sayup-sayup Sasuke mendengar pembicaraan seseorang dari arah jam 2. Ia memutar pandangannya mencari orang itu, matanya menyipit, menelisik siapa gerangan yang sedang bicara, tidak. Itu terdengar seperti ada percekcokan. Dan Sasuke merasa kenal suara laki-laki itu.

" ... tapi aku mau baju itu untuk pemotretan musim panas, sayang"

"Kau menyuruhku datang kesini cuma untuk menemanimu belanja baju? Ayolah Hotaru, saat ini aku sedang sibuk tidak ada waktu untuk berkencan denganmu"

"Harusnya kau senang aku pulang, hari selasa ada pemotretan di Tokyo jadi aku kesini sekalian menyusulmu. Aku kan tidak bisa jauh darimu, sayang" wanita itu terlihat menggelayut manja pada sang pria.

"Baiklah, aku akan menemanimu hanya membeli baju. Tidak kemana-mana, masih banyak pekerjaan lain yang harus aku kerjakan. Lagipula kita kan ..."

Bruumm ...

Sial, suara mobil berisik yang menyamarkan pembicaraan mereka. Sasuke tidak bisa mendengar kelanjutannya.

" ...oke jam 8 malam ya di KSM"

Bibir pemuda yang kini tengah berjongkok didalam semak-semak itu terangkat keatas, ia tersenyum penuh kemenangan. Kalau saja ia bukan dipinggir jalan, Sasuke akan berteriak senang dan salto 3 kali, ekhemm Uchiha tidak seperti itu hey..

"Dewi fortuna sedang berbaik hati padaku, jangan menangis ya tante"

Flashback End

Brumm …

Sebuah mobil Mercedes hitam berhenti tiba-tiba dihalaman Apartemen. Pemilik mobil itu tak lain adalah Utakata, si manager ganteng yang kaya. Didalam mobil dia tidak sendirian, ada Sakura juga disana. Rupanya dia masih merasa bersalah atas kejadian tadi malam yang tidak bisa mengantar pulang Sakura gara-gara telepon mendadak dari Hotaru, Utakata terpaksa berbohong pada Sakura dengan alasan ada urusan penting.

"Maaf sudah merepotkanmu, Utakata"

"Aku yang memaksamu pulang denganku, Sakura. Anggap saja ini permintaan maafku kemarin karena tidak bisa mengantarmu pulang"

"Kau terlalu baik, s-senpai" Sakura memalingkan kepalanya yang sudah menguap merah.

"Sakuraa" desah pria itu dengan tatapan tajamnya, perlahan kepala sang pria mendekati wajah Sakura, tubuhnya sedikit terangkat, Utakata mengangkat tangannya guna meraih wajah cantiknya. Sakura tahu bahwa pria disampingnya ini akan memberikan salam perpisahan.

Reflex, iya Sakura reflex menutup kedua matanya dan sedikit memajukan bibirnya kedepan.

"Saku ... "

Pukpuk ...

"Ada serangga dibajumu" Utakata menenpuk-nepuk bahu Sakura untuk mengusir serangga nakal yang hinggap dipundaknya. Sakura diam sejenak, mencoba mencerna kejadian 2 detik yang lalu.

Toweeewww~

"Eh .."Anjriitt , gila, bab*, sapi, kuda gue maluuuuuuuuu .. Umpat Sakura kesal dalam hati, kalau keras-keras mau dikemanakan muka cantiknya itu, tapi ini lebih memalukan dengan kelakuannya barusan.

Loh kok marah-marah sendiri, bukannya dia yang terlalu kegeeran? "Terimakasih senpai"

Utakata memiringkan kepalanya dan tersenyum manis, maniiis sekali. "Sama-sama" lelaki itu keluar dari mobilnya menghampiri pintu dan membukakan untuk Sakura, bak seorang putri yang dijamu oleh pengawalnya, mereka terlihat sangat cocok.

Jangan tersenyum, baka ! aku sangat malu sekali. Senyuman itu seolah mengejeknya, Sakura berharap Utakata tidak melihatnya.

"Aku pergi dulu ya"

Blam ..

Utakata menutup pintu mobil dan kemudian melaju dengan kecepatan konstan.

Sakura melambaikan tangannya dengan raut muka yang masih merah, gila !Itu salah dia sendiri kenapa wajahnya begitu tampan sih. Sakura terus memberi pembelaan terhadap dirinya sudah jelas dia yang terlalu kegeeran.

"Bye ..."

"Kalau aku jadi kau, sekarang juga pasti sudah mati. MEMALUKAN !" ucap Sasuke yang menekankan kalimat terakhirnya pada Sakura yang masih berdiri membelakanginya. Ternyata dia sudah ada sejak tadi saat Sakura datang.

Sumpah deh Sakura hampir enek melihat orang yang rambutnya aneh seperti bokong ayam ini, bawaannya sial terus, hawanya mendadak suram.

"Sedang apa kau lakukan disini?" tanya Sakura sinis plus jengkel. Jangan bilang kalau lelaki ini stalker Sakura.

"Duduk" jawabnya polos"

"Aku tahu, baka" bentak Sakura kesal pada lelaki yang sedang duduk diteras Apartemen itu. Gayanya so' cool dengan mengangkat sebelah kakinya yang disangga oleh pahanya. Sakura geleng-geleng kepala.

"Nanti pukul 8 malam aku akan kesini lagi, berdandalah yang cantik aku akan mengajakmu kencan" Sasuke benar-benar tidak suka basa-basi dan bicara langsung pada intinya.

Deg ..

Kencan? ..

Kencan? ..

Dia mau ngajak ribut?

"Emmm .. begini yah Sasuke. Aku menghargai usahamu untuk mengajakku kencan, tapi maaf kita ini sangat tidak cocok, kau hanya bocah SMA biasa sedangkan aku wanita dewasa yang sudah bekerja. Lagipula aku sudah punya pacar, kau melihat sendiri kan aku diantar pulang dia" Sakura kembali mengingatkan Utakata pada Sasuke.

"Ya aku tahu, tapi aku mau kau berkencan denganku nanti pukul 8" Sasuke mengeluarkan seringai khasnya, dan itu membuat Sakura sedikit bergidik. Apa-apaan ekspresi itu, Sakura tidak mau mengingat kembali tragedi Kiss on the buss nya.

Sakura berfikir keras bagaimana cara menyingkirkan lelaki pengganggu itu. "Apa sih mau mu. Kalau mau bicara sekarang saja"

"Aku akan menagih utangmu yang kedua" Sasuke berdiri dari duduknya, ia berjalan mendekati Sakura seperti tadi malam. memberi isyarat soal 'ciuman' mereka.

"A-apa yang akan kau lakukan, jangan disini"

"Nanti malam aku menjemputmu, ladies" ucap Sasuke sambil pergi meninggalkan Apartemen. Heran ada anak sekolah yang seperti itu. Apa disekolahnya sudah kehabisan stok wanita atau jangan-jangan Sasuke serius melakukan ini? Fikir Sakura bodoh.

"Masa bodo, jangan harap dia bisa berkencan denganku" dengus Sakura kesal sambil berjalan memasuki lift Apartemen.


Beberapa jam kemudian ...


"Kita kemana dulu tante?" tanya Sasuke yang berjalan beriringan dengan Sakura di KSM (Konoha Super Mall). Sasuke berusaha menyelaraskan langkahnya dengan Sakura tapi perempuan itu enggan beriringan dengan Sasuke, takut disangka kencan sungguhan, jangan gila dong. Ini bukan kencan , ini bukan kencan, inner Sakura.

Lihat raut muka Sakura yang sudah kusut, akhirnya dia terjebak juga dengan Sasuke di KSM dengan mengancam Sasuke akan menciumnya lagi. Dan ternyata ancaman ringan itu sangat ampuh untuk membuat Sakura patuh pada Sasuke. Hebat, beri applause untuk Sasuke.

"Jangan panggil TANTE" geram Sakura, ia mengepalkan kedua tangannya disamping tanpa sepengatahuan Sasuke.

"Kau mau apa nona cantik" goda Sasuke pada Sakura. Walaupun itu hanya rayuan gombal biasa tapi respon Sakura beda. Wajahnya sempat merona, sial aku tidak boleh tergoda rayuan busuknya itu, lagi-lagi ia berteriak dengan innernya.

"Aku mau kau pergi dari hadapanku" balasnya sinis.

Ekor mata hijau itu melirik Sasuke yang ada disampingnya, tidak seperti yang dia lihat sebelumnya Sasuke yang selalu mengenakan segaram sekolah. Sekarang dia memakai kaos hitam dengan jaket Jeans dipadukan dengan celana hitam dan sepatu converse putihnya. Itu mengingatkannya akan masa lalu Sakura saat SMA.

Sasuke seperti Utakata , gayanya yang kalem, sorot matanya yang tajam dan tamp –

Hus ... tidak akan, dia bukan Utakata. Dia tidak akan tergoda dengan pria disampingnya ini. Sakura menepis jauh pikirannya itu.

Dibelakang mereka ada beberapa gadis remaja genit yang sepertinya seumuran dengan Sasuke sedang asyik membicarakan kedua pasangan itu.

"Tampaaaan sekali"

"Iya ya, aku jatuh cinta pada dia" Sasuke mendelik pada Sakura. Sakura merona, rupanya Sasuke pujaan setiap wanita ya. Hey baru tahu ya Sakura ..

"Tapi dia bersama ibunya" mereka bicara terlalu keras atau entah itu disengaja.

CTAK .. rona merah dipipi Sakura berubah menjadi aura kemarahan. Empat sudut siku-siku muncul didahi lebarnya.

"Tapi mereka gak mirip"

"Lalu kenapa mereka jalan berdua? Kalau begitu dia kakaknya?"

"Entahlah, aku tidak peduli"

BUK .. Sakura memukul Sasuke dengan tas besar ditangannya, kesal. Iya lah kesal dibilang ibu-ibu sama perempuan chili-chilian .. (ekhmmm maaf) enak saja, kalau begitu Sasuke anaknya? Sakura bergidik memikirkan punya anak macam Sasuke, tapi tidak apa-apa dia cukup ganteng lah.

"Kau dengar apa kata mereka barusan?Sudah kubilang aku tidak mau jalan denganmu, mereka mengira aku ini ibunya" sembur Sakura, dia urang-uringan didalam Mall, tidak peduli sekarang banyak orang yang melihat. Sakura sudah terlanjur emosi.

"Aku tidak malu jalan denganmu. Karena aku tidak merasa dirugikan oleh mereka"

"Tapi aku yang terkena getahnya." Sakura memukul Sasuke lagi secara bertubi-tubi.

"Aw hentikan Sakura, kau tidak malu dilihat orang banyak" Sasuke mengingatkan wanita agresif dihadapannya ini, sebenarnya dia agak malu mengajak wanita galak macam sakura ini. Sakura bisa menyerang kapan saja. Tapi demi rencananya Sasuke rela dihajar Sakura seperti ini dan dipermalukan ditempat umum.

Sasuke melirik arlojinya yang melingkar ditangan kirinya, waktu menunjukan pukul 8 lebih. Kini saatnya dia beraksi, memberi sebuah kejutan pada Sakura.

"Kita beli baju" Sasuke menarik tangan Sakura, menyeretnya ke toko baju yang paling besar di Mall sana.

"Aku tidak mau" Sakura berontak.

"Diam sebentar aku punya kejutan besar" Sasuke terus menyeret Sakura untuk masuk kedalam toko baju itu.

"Kau ini kenapa Sasuke?" ucap Sakura heran dengan sikap Sasuke yang tiba-tiba menjadi serius. Dia menatap lurus kedepan, Sakura mengikuti arah pandang Sasuke.

"Itu pacarmu kan?" ucapnya puas, menang dan bahagia. Hey tidak sadarkah Sasuke kalau kau sudah menghancurkan hati Sakura.

Bibir Sakura bergetar, rasanya berat sekali untuk bicara "H-Hotaru" desisnya.

Seperti yang Sasuke dengar tadi malam, mereka akan pergi ke KSM untuk membeli baju dan BINGO Utakata sedang berduaan dengan Hotaru di toko baju yang sedang asyik memilih baju.

Sasuke berencana untuk memberitahu Sakura, melihat secara langsung kelakuan pacarnya itu, sudah tidak mengantar pulang, berselingkuh lagi, laki-laki brengsek. Itu umpatan Sasuke.

Utakata memang bukan pacar Sakura walau malam itu ia sempat makan malam dengannya, tapi kenapa dadanya sakit sekali, luka lama kembali terbuka. Kenangan-kenangan itu terasa lagi.

" ... warna kuning akan terlihat mencolok dan cerah didepan kamera, aku cantik kan sayang" Hotaru menempelkan dress kuning tanpa lengan ditubuhnya yang sintal, ia nampak bahagia sekali. Utakata hanya mengangguk saja tanpa menjawab, ia setuju saja dengan pendapat Hotaru.

Tes .. tes

Satu tetes, dua tetes air mata berjatuhan dari irish Emerlad-nya. Sakura bukan wanita lemah, Sakura strong. Kenapa harus menangis, Hotaru kan pacarnya Utakata senpai ….

"Apa aku harus menghajarnya tante?" Sasuke menyadarkan lamunan.

Gyut … Sakura menarik lengan Sasuke, menggusurnya keluar dari tempat yang panas itu. Atmosfer panas yang berasal dari Utakata.

Sasuke kaget, sangat kaget. Ini diluar perkiraannya kalau Sakura akan sesakit ini, dia menyesal sudah memberitahu semuanya pada Sakura.

Dia terus berjalan dengan langkah kasar keluar dari mall itu, tangannya masih menggenggam tangan kekar Sasuke. Sebelah tangannya lagi sibuk menghapus air matanya, Sasuke merasa simpati. Harusnya ini kesempatan bagus untuk mendapatkan Sakura tapi Timming nya masih belum tepat, dia tinggal menunggu waktu saja mungkin, kecuali kalau Sakura punya perasaan yang sama dengan Sasuke.

"Berapa umurmu Sasuke? Hiks .." ucap Sakura masih diiringi dengan isakannya.

"Tujuh belas" balasnya pelan. Sasuke tahu dari nada bicaranya Sakura pasti akan melakukan sesuatu, Sasuke pasrah sajalah.

"Maaf tante ini akan melakukan kegiatan dewasanya sejenak. Jangan terkejut, orang dewasa selalu melakukan ini, nanti juga kau akan seperti ku kalau ada masalah" sadar kemana arah pembicaraan Sakura, sekarang giliran Sasuke yang sedikit waspada.

Sampai ditempat kedai kecil dipinggiran jalan, Sakura membawa Sasuke kesana. Mereka duduk berhadapan, Sasuke melihat tampang Sakura yang sangat kacau, make up luntur, eye liner kemana-mana dan jejak-jejak air mata berantakan disekitar matanya.

"Mengangislah sesukamu tante, aku siap menampung semuanya" ucap Sasuke pasrah, ia mengaku salah atas perlakuannya barusan.

Sakura mengangguk lemah, kemudian ia berteriak.

"Oba-san, Sake nya satu"

Sasuke menyeringai. "Oh, jadi ini kegiatan dewasamu. Ini bahkan terlihat kekanakan"

Wanita gemuk yang memakai celemek dan topi memasaknya datang sambil membawa satu botol Sake lengkap gelas kecilnya.

"Ini nona silahkan" wanita itu pun pergi lagi kedapurnya.

Sakura dengan lemas tidak ada semangat meraih botol itu , menuangkan kegelasnya dengan perlahan kemudian meneggaknya hingga tandas.

"Ahhhh …" decak Sakura seraya mengusap sisa-sisa minuman itu disisi bibirnya. Seperti sudah biasa tidak ada beban saat meminum alkohol itu. Dia benar-benar terlihat seperti orang dewasa stress dimata Saskue, ini berlebihan dengan orang sebayanya. Sakit karena cinta mereka lari ke alkohol, Sasuke paham perasaannya sekarang.

"Tunggu, pesan satu lagi obaa-san" perintah Sasuke pada wanita pemilik kedai yang hampir memasuki dapurnya.

"Baik, tunggu sebentar"

Sakura menghentikan acara minum-minumannya ketika mendengar Sasuke memesan sake juga. "Kau belum cukup umur untuk minum sake, minum saja ini" Sakura menyodorkan segelas Teh Ocha yang sudah tersedia gratis disana.

"Tidak mau, aku mau minuman yang sama denganmu"

"Jangan, nanti kalau ayahmu mengetahui ini aku bisa dihukum gantung gara-gara mengajak anak polisi minum alkohol .. hik~ yang belum cukup umur .. hik" Sakura mulai mabuk, terlihat bias-bias merah dipipinya yang putih.

"Berhenti memperlakukan ku seperti anak kecil, tante. Aku sudah sering minum yang seperti ini bersama teman-temanku" ucap Sasuke membanggakan diri didepan wanita itu, padahal baru kali ini dia menyentuh sake. Sasuke menuangkan botol sake itu kedalam gelas, ia melihat gelas itu , menyesapnya. Sasuke mengernyitkan alisnya saat menghisap aroma yang menyengat dari sake.

Glek ..

Tanpa berfikir panjang ia meminumnya dengan cepat melewati tenggorokannya. Seperti menelan duri saja, Sasuke mengernyitkan wajahnya, merasakan minuman asing memasuki tubuhnya.

"Benarkah itu? hik~ "

"Jangan meremehkan aku tante" jawab Sasuke sambil kembali menuangkan gelas kedua dan menenggaknya lagi. Lama-lama ia terbiasa dengan minuman itu.

"Sudah kubilang jangan panggil aku tante. Panggil aku ... hik~ ... Sakura saja ... hik~" Sakura menyimpan gelasnya, kini matanya beralih fokus menatap Sasuke yang hampir mabuk. Dipipinya yang putih terdapat bias-bias merah juga tapi tidak separah Sakura.

Tuk ..

Sasuke menyimpan gelasnya. "Sekarang aku mau tanya, apa dia benar pac –" belum sempat Sasuke melanjutkan kalimatnya Sakura sudah memotongnya.

"Cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan sekali, aku yang tak pernah dianggap keberadaannya oleh dia. Dia tidak menyadari kalau aku mencintai dia sejak SMA dulu, tetapi wanita itu, Hotaru yang mendapatkan hatinya kemudian mereka berpacaran dan pergi keluar negri untuk kuliah. Lalu kemarin dia kembali lagi padaku, bertingkah manis didepanku seolah memberi kesempatan untukku tapi pada kenyataannya dia masih berhubungan dengan Hotaru. Apa aku tidak boleh merasakan cinta hiks .. " Sakura tiba-tiba curhat pada Sasuke. orang mabuk memang selalu berkata jujur jadi Sakura mengeluarkan semua uneg-unegnya didepan Sasuke.

"Sakura"

"Lalu kau datang mengajaku kencan dan .. dan memperlihatkan mereka sedang berdua .. hik~ an di toko baju hik~ huwaaaaaa" lirih Sakura yang ujuung-ujungnya diiringi tangisan orang mabuk.

"Sakura, hanya minum satu botol tapi kau sudah mabuk berat" ucap Sasuke sedikit khawatir.

"Lalu kenapa Sasuke ... kenapa kau datang ke kehidupanku? Kau hampir membuatku gila Sasuke ! hik~ aku membencimu .. hik~ tapi kau sangat tampan .. hik~" ucapnya ditengah mabuk beratnya itu.

"Hentikan Sakura kau membuat semua orang memperhatikan kita" tidak ada pilihan lain selain pindah posisi duduk disamping Sakura. Tubuh wanita itu semakin lemah Sasuke menahan Sakura yang sudah hampir hilang keseimbangannya.

Sasuke yang sebenarnya baru sekarang menyentuh Sake tidak semabuk ini tapi kenapa Sakura yang notabenenya orang dewasa bisa parah seperti ini, jangan-jangan dia juga baru meminum sake.

"K-kau punya toleransi rendah pada alkohol, Sakura" ucap Sasuke sambil menahan tubuh Sakura yang semakin berat. Dia tidak bergerak, Sakura pingsan.

"Dasar aneh" gerutu Sasuke sambil menatap wajah Sakura yang tertidur pulas dipangkuannya. Ia menyentuh pipi wanita itu, basah. Itu jejak air matanya, dia terlalu banyak mengeluarkan air mata sehingga kelopak matanya sedikit bengkak. Sasuke menyesal atas perbuatannya itu karena kejadian ini diluar perkiraannya.

"Obaa-san berapa semuanya?" tanya Sasuke pada si penjual toko, ia membayar semuanya dan membawa Sakura pulang.

"30.000-, yen"

Sasuke memberikan sejumlah uang pada si perempuan gemuk penjual kedai itu "Terimakasih". Ia keluar dengan menggendong Sakura dengan ala bridal style.

"Sama-sama, duh~ ibu dan anak sama saja kelakuannya" ucap si ibu kedai sesaat ia kembali lagi kedapurnya dan bergumam demikian.

Sasuke datang ke KSM dengan membawa mobil, tentu saja itu bukan miliknya melainkan milik kakaknya, Uchiha Itachi. Dia meletakan tubuh ramping wanita itu kedalam mobil tepatnya di kursi bagian belakang. Saat Sakura tertidur pulas disana dengan posisi terlentang, sedikit paha mulus wanita itu terekspose. Sakura memakai sepan hitam selutut dengan atasan merah dipadukan dengan Cardigan putih. Gayanya memang sedikit kolot ya, banyak terdapat aksesoris-aksesoris besar seperti kalung berbandul rantai dan tas jinjing berukuran 41x10 cm dihiasi pernak pernik menyilaukan mata. Sasuke agak ngeri kalau mengingat tadi tas berat itu melayang ke kepalanya, dan rasa pening itu baru terasa sekarang.

Glek ..

Sasuke menelan salivanya beberapa kali, hey dia laki-laki normal loh kalau melihat pemandangan seperti ini maklum kalau wajahnya sedikit menegang. Sasuke memang pernah pacaran, tapi baru sekarang melihat wanita dewasa tengah tertidur pulas dalam keadaan lemah dan berpenampilan menantang birahi lalu ada dimobilnya. Dalam hitungan detik bisa saja Sasuke menyerang Sakura.

Tapi untung otaknya masih berjalan normal dan tidak mabuk, Sasuke tidak akan melakukan hal sehina itu tanpa seizin pemiliknya. Walau ini saat yang tepat ketika Sakura tak sadarkan diri dalam keadaan lemah. Tidak akan, Sasuke tidak mau menambah masalah baru.

Ia membuka jaket jeans nya guna menutupi paha menantang itu. kemudian ia masuk kedalam mobil, menghidupkan mesin, menarik persenelng dan melaju dengan kecepatan dibawah 40km per jam.


To Be Continue


A/N : Hai DW update nih, maaf kelamaan kemaren aku sakit jadi gak megang lepi *edisi curhat* haha abaikan saja. Ini aku bawaiin spesial buat readers tercintah karena aku telat update jadi chapter ini aku panjangin dikit. Dan aku harap reviewnya juga panjang hahahaha *tawa nista*

makasih yang sudah review aku udah baca semuanya kok, silahkan cek PM nya ya.

Komentar, enggak juga gak papa , aku rapopo .. kissu kissu :*

by : Istri sah Uchiha Itachi