chapter 2
LONG TIME. IF TIME
Rate : T
Cast : KaiHun and other(s)
Genre : Romance, mistery.
Length : Chapter/? (masih dipertimbangkan)
Warning : YAOI/BOY x BOY, TYPOS, OOC, NOT OTP, NGAWUR, DAN SEBAGAINYA
Disclaimer : SEMUA TOKOH YANG ADA DISINI BUKAN MILIK SAYA. SAYA HANYA MENGGUNAKAN NAMA-NAMA MEREKA. DAN FF INI MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA DIBANTU TEMAN.
A/N(1) : Halo halo, author ini kembali dengan chapter abal – abal/nda/ ini balasan Review kalian! Laffyu yang review dan fav. Ayo siders kapan dong review dan favnya? Ditunggu loh ^-^
JongOdult
Siapa tuh, disini dijelaskan ya~
Levy95
Waaaah tebakannya betul!
Daddykaimommysehun
Sehun kan sudah besar qaqaq/nda/ Sehun kan bisa balik kehati aku qaq/nda/
Auliavp
Huwaa makasiih ^-^ seneng ada yang muji ff abal ini huhu :3 Sehun aku culik kak/nda/
Ini udah di next kok. Keep review ya! Stay tune~
maknaEXO
mehehe gomawo~ siap siap, ini udah dilanjut kok
acin000000
OHUN HEPI WEDDING DUH NGEDULUIN HUNEN, JAHAT JAHAT~ kurang panjang hun kurang~ wkwk support me okay?!
Whirlwind27
Oh oh siapa dia~/nyanyi/ ini udah di next kok, stay tune and keep review!
Syakilashine
Siap kakak! Wkwk makasiiih pujiannya duh jadi malu
AkaSunaSparKyu
Hehe iya ini lagi kursus mengurangi typo kak, mengerti dong ya mengerti kak :'v. Sehun cadel S kak, biar cute kaya author ini/plak/. Sehun mendarat dihatiku kak/nda/ Jongin disini kak/tunjuk hati/ #author maruk. Update ini udah paling kilat omg~
Suyanq
Hehe terserah dikau saja yanq/nda/ thx for review! Stay tune~
Segitu aja ah, ayo dibaca ayo~
ENJOY!
LONG TIME. IF TIME
#AUTHOR POV
[1837]
Matahari bersinar dengan terangnya. Berusaha menyelusup ke balik jendela yang setengahnya tertutup oleh gorden beludru tebal berwarna merah maroon. Suasana kamar yang sudah bisa dikatakan mirip dengan ruang hotel berbintang lima jika kita berada di Seoul pada tahun 2025. Tapi sekarang? Kita berada di tahun 1837 tepat saat Era Victoria baru saja dimulai.
Saat matahari sedang senang – senangnya bersinar terang. Sebuah tubuh dibalik selimut berwarna merah darah itu bergerak pelan. Dan tiba – tiba saja selimut tebal yang berat itu terbang entah kemana saat si Pemilik tubuh itu terduduk di kasur lembut nan empuk itu.
Setelah beberapa kali mengerjapkan matanya, lelaki itu baru menyadari bahwa dia tidak sedang bermimpi.
"Hah? Aku dimana ini? Ini tampak theperti hotel" ucap lelaki bersurai hitam itu sambil mengacak atau sebenarnya merapihkan rambutnya.
"Ah, kau sudah bangun Tuan? Saya harap anda tidak banyak bergerak, atau luka dikaki juga perut anda akan membuka kembali" ucap seorang yang berpakaian mirip seperti pelayan itu sambil tersenyum tenang kearah Sehun.
"Aku ada dimana Tuan? Dan luka? Luka apa?" Tanya Sehun menatap lelaki tadi bingung. Dia tidak menyadari bahwa pergelangan kaki juga bagian sekitar perutnya telah di balut menggunakan kain. Dapat kita ihat beberapa rembesan cairan berwarna merah di beberapa bagian kain putih itu.
"Anda sekarang berada di Kerajaan Exodus di daerah bagian selatan Inggris ya kurang lebihnya" jawab pelayan itu dengan senyum yang masih tetap betah menempel diwajahnya.
"HAH?! INGGRITH KATAMU?!" Sehun terperangah saat dia mendengar ucapan si Pelayan yang hanya diam saat mendengar teriakan Sehun yang lumayan kencang, juga heran saat mendengar 'TH' yang seharusnya adalah 'S' .
"Huwa mommy, bagaimana bitha" ucap Sehun mulai terisak, dia merasa menyesal telah melakukan ekspedisi terlarang/? Ini.
"Tuan baik baik saja?" tanya si Pelayan sambil menghampiri Sehun yang masih terduduk sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya, ditambah tubuhnya yang bergetar hebat,bisa dipastikan dia menangis. Dan baru kali ini si Pelayan melihat lelaki menangis sampai seperti itu.
"HUWA TUAN APA YANG TERJADI CERITAKAN THEMUANYA" ucap tidak, teriak Sehun sambil terus menangis sesenggukan.
"Apa yang harus saya ceritakan Tuan?" Jawab si Pelayan bingung sambil tetap terpaku sebelum
CKLEK
Seorang lelaki berkulit Tan menggunakan pakaian yang mewah dan bisa kita katakan seperti putra mahkota atau mungkin lebih seperti raja itu membuka pintu dengan tidak sabaran. Melihat si lelaki yang terduduk sambil menangis membuatnya bingung. Sedangkan Sehun tidak menyadari ada yang datang sambil terus menutup wajahnya.
#KIM JONGIN POV
'Suara siapa itu yang berteriak?' batinku sambil melangkah mengikuti arah suara itu. Penjaga menunduk dan aku membalasnya dengan senyum tipis yang kaku.
'Inikan ruangan si lelaki yang aku temukan dihutan saat mendengar berita warga bahwa baru saja ada seseorang yang mencurigakan masuk ke desa.' Batinku. Suara teriakan yang kini mungkin lebih pantas disebut dengan tangisan lirih dibalik pintu berkayu jati dengan ukuran besar juga berat pastinya.
CKLEK
Saat masuk kedalam aku menemukan Tuan Park yang sedang berdiri menghadap ke laki – laki yang tampaknya adalah si biang kerok suara tadi. Tuan Park membungkuk dan membalikan badannya lalu pergi keluar aku dengan lelaki yang masih menangis dengan hebatnya.
Entah mengapa, jantungku mulai berdegup kencang saat aku sadari dia hanya menggunakan pakaian bawah yang pendek. Kulit putih mulusya yang tertimpa cahaya matahari tampak berkilau dan juga sangat pucat. Surau hitamnya yang tampak mengkilat juga sedikit berantakan membuatku hampir mengelus dan merapihkannya.
"HUWA MOMMY WHAT THHOULD I DOOO~"
Teriakan itu sukses membuatku bangun dari lamunan yang sempat menguasai isi kepalaku. Kenapa suaranya sangat nyaring? Rasanya suara itu mampu membangunkan pasukanku saatterjadi serangan mendadak dari kerajaan tetangga.
"Kau baik – baik saja?" tanyaku pelan sambil mulai berjalan menghampirinya. Saat sampai ditepi ranjang, dia tampakya masih belum menyadari kehadiranku.
"Apa kau baik – baik saja?" tanyaku kini sedikit keras. Dia mendongkak. Memperlihatkan wajahnya yang memerah juga matanya yang sedikit bengkak, juga aliran sungai kecil yang mengalir dari atas hingga kebawah dan rembes dibagian kain yang ada diperutnya. Air itu tampak sangat menikmati perjalanannya di permukaan kulit putih nan polos itu.
"K-kau thiapa Tuan?" tanyanya balik sembari menghapus sungai yang mengalir dengan kasar.
"Aku putra mahkota kerajaan Exodus. Namaku Kim Jong In" ucapku sambil memperhatikan wajahnya yang sudah tidak terlalu memerah.
"P-putra mahkota?! Maafkan aku, aku tidak tahu Tuan" jawab lelaki itu sambil menunduk, mukanya yang baru saja memutih kini kembali menjadi merah. Membuatku terkekeh.
"Tidak apa. Siapa namamu?" tanyaku lagi sambil duduk di ujung ranjang itu.
"O-Oh Thehun" jawabnya singkat. Thehun? Namanya aneh.
"Thehun? Baiklah Tuan Thehun, para pelayan sudah menyiapkan makanan juga pakaian untuk anda. Saya pergi dulu ada yang harus saya lakukan. Jika kau mau bertanya, nanti saja saat saya sudah tidak sibuk" Ucapku lalu pergi.
#OH SEHUN POV
'Thehun? Dia bodoh atau apa? Itu huruf TH huruf TH. Dasar, putra mahkota macam apa dia?' ucapku sambil menghela nafas.
'Tunggu dia bilang apa? Siapa namanya? Kim Jong In? Seperti nama orang korea. Tapi inikan ada di Inggris' pikiranku semakin kacau. Aku sebaiknya segera memakai baju norak yang sudah disiapkan oleh pelayan tadi dan segera makan. Lalu mungkin sedikit berkeliling di tempat ini sebelum menanyakan segudang pertanyaan yang aku punya pada si Putra Mahkota itu.
SKIP TIME
Rasanya lumayan lelah memutari castle ini. Tapi banyak juga hal – hal yang menarik, juga suasana yang begitu nyaman. Udara disini begitu bersih- tentu saja disini kan tidak ada kendaraan bermotor, paling – paling hanya mobil kuno yang sebenarnya masih belum bisa dikatakan mobil.
Saat aku berjalan – jalan tadi, aku pergi ke halaman belakang castle ini dan menemukan pohon yang sangat besar di tengah – tengah halaman itu. Dengan dikelilingi bunga yang disusun rapih juga membentuk jalan setapak menuju pohon itu. Aku tidak tahu pohon apa itu, mungkin sejenis pohon yang sudah punah? Ntahlah.
Lalu aku berjalan lagi dan menemukan sebuah ah tidak, banyak sekali kandang kuda. Mungkin untuk perang. Dan juga beberapa 'pegawai' yang sedang mengawasi serta memberi perhatian pada si kuda – kuda itu. Disebelah tempat itu, ada sapi, sangat banyak sapi. Juga domba dan sejenisnya. Aku rasa ini adalah peternakan kerajaan/? Semacam itulah.
Tak jauh aku melihat asap hitam membumbung tinggi. Aku fikir itu kebakaran, maka aku langsung lari ke tempat asap itu berasal. Dan ternyata, itu adalah asap yang keluar dari cerobong asap yang sangat besar. Aku penasaran dan masuk kedalam bagian castle itu. Sangat banyak manusia, juga bau yang enak, dan warna – warna yang menarik. Dapur ini membuatku kembali lapar, padahal tadi sudah makan banyak.
"Jam berapa thekarang? Apakah thi Putra Mahkota thudah memberethkan uruthannya?" ucapku pelan pada diriku sendiri. Sambil celingak – celinguk mencari seseorang yang sedang tidak sibuk untuk menanyakannya.
"Tuan! Anda tahu pukul berapa thekarang?" tanyaku pada lelaki paruhbaya yang sedang bersandar di salah satu kandang kuda.
"Thekarang? Ah sekarang maksudnya? Dilihat dari langit sekarang mungkin sudah pukul 3 sore" jawabnya sambil mengelus kepala kuda yang menongol keluar.
'jam 3 thore ya? Thepertinya uruthan dia thudah thelethai' batinku, lalu segera kembali ke ruangan aku tidur. Sebelumnya berterimakasih kepada si Tuan yang sebenarnya membuatku kesal dengan huruf TH nya.
#AUTHOR POV
Sehun berniat kembali kekamarnya, tetapi dia berpapasan dengan Jong In. Dengan segera Jong In memberi isyarat pada Sehun untuk mengikutinya. Dan tentu saja Sehun menurut.
Seorang pengawal membukakan pintu saat Sehun dan Jong In tiba disebuah ruangan. Ruangan bergaya khas Inggris dengan gorden berwarna merah maroon juga cat dinding yang berwarna pastel menambah kesan tenang didalamnya. Ditengah – tengah ruangan terdapat meja besar yang terlihat kokoh berwarna coklat mengkilap, dengan kursi sederhana namun tampak empuk.
Jong In duduk dikursi itu dan menyuruh Sehun menggerek sebuah kursi lagi yang ada di sudut ruangan. Dengan sedikit memijat keningnya, Jong In menyuruh Sehun duduk dihadapannya. Sehun? Dia menurut tentu saja.
"Kau baik – baik thaja Tuan?" tanya Sehun kepada Jong In yang tampak kurang sehat.
"Aku baik – baik saja. Sekarang serang aku dengan pertanyaan yang ingin kau tanyakan" Ucap Jong In sambil tersenyum dan melipat tangannya.
"Aku thudah menulith themua pertanyaan yang ingin aku tanyakan. Mohon dijawab dengan jujur Tuan" Ucap Sehun sambil memberikan kertas yang sudah dia tulis. Penasaran dengan pertanyaanya? Ayo kita lihat!
Pertanyaan Oh Sehun kepada Putra Mahkota :
-Kapan kau menemukanku?
Kemarin malam.
-Apakah kau yang menolongku?
Iya, aku yang menolongmu.
-Siapa bayangan lelaki yang kemarin menyeretku?
Dia adalah buronan di kerajaan serta lingkungan ini.
-Kenapa namamu Kim Jong In? Padahal kita berada di Inggris bagian Selatan.
Karena aku memang orang korea.
-Bagaimana bisa ada orang Korea ( aku lihat dari namamu) mempunyai kerajaan di Inggris?
Karena saat kami dikirim untuk melakukan ekspansi di daerah ini kami tidak berhasil kembali ke korea.
-Kenapa aku bisa ada di era ini?
Aku tidak tahu.
-Dimana mommyku?
Mommy itu apa? Ibu? Aku tidak tahu.
-Kenapa kau menolongku?
Karena itu memang kewajibanku untuk melindungi masyarakat, juga orang yang berada didalam lingkungan kerajaan ini selama dia baik
-Pohon apa yang ada dibelakang sana?
Itu adalah pohon kehidupan, kami membawanya dari korea.
-Siapa pelayan yang tadi pagi membangunkanku?
Namanya Tuan Park.
-Siapa juru masak disini? Makanannya enak!
Juru masak disini banyak, tapi yang memasak tadi adalah Tuan Do.
-Ada berapa kuda disini?
Untuk apa kau menanyakannya? Kau menginginkannya? Disini ada sekitar duapuluh ribu kuda, jika aku tidak salah karena itu adalah hitungan nenek ku.
-kenapa perut juga kakiku diperban?
Kau terluka saat aku menemukanmu dengan keadaan di seret.
-Bisa ajari aku berkata huruf 'S'? aku selalu mengubahnya jadi huruf 'TH'
Kalo itu aku tidak tahu.
-Disini tidak ada naga kan?
Naga? Tidak ada, disini adanya sapi, kuda, domba, dan lainnya.
Jong In tersenyum dan merasa puas dengan jawabannya. Dan pertanyaan konyol Sehun berhasil membuat Jong In terkekeh. Segera Jong In mengembalikan kertas itu pada Sehun. Dan Sehun membacanya dengan serius.
"Sudah puas? Kurasa aku harus istirahat sekarang Tuan cadel" Ucap Jong In, lalu berdiri dari tempat duduknya tadi.
"Tapi aku belum puath dengan beberapa pertanyaan Tuan Putra Mahkota" jawab Sehun sambil memandang dalam – dalam kepada Jong In.
"Aku sudah lelah, nanti di lan-" ucapan Jong In terpotong saat dia berusaha berdiri namun hampir terjatuh.
Sehun yang melihat itu kaget dan refleks memegangi bahu Jong In.
"Thudah kukira kau tidak baik – baik thaja Tuan" ucap Sehun sambil memapah Jong In keluar, tapi
GUBRAK
Jong In pingsan dan tepat berada diatas Sehun. Membuat jantung Sehun berdetak sedikit lebih cepat dan membuatnya berblush ria/? Tapi dia segera sadar dari angan – angannya dan segera memapah Jong In kearah pintu.
Saat para penjaga melihat, mereka segera membantu Sehun membawa Jong In ke kamarnya. Sesampainya disana, Jong In segera dibaringkan. Sehun terduduk sambil memandangi Jong In yang sepertinya sedang pingsan dengan khidmatnya/?
Sehun kembali mengalami blush yang membuat wajahnya seperti kepiting rebus saat mengingat saat Jong In menindihnya. Dia menangkup wajahnya dengan kedua tangannya dan bangkit dari tempatnya duduk tadi dan menghampiri jendela tinggi diruangan itu.
Senja. Langit berwarna jingga. Matahari hampir terbenam dan Sehun kembali melamunkan tentang ibunya. Jujur dia sangat merindukan ibunya yang pergi saat dia berumur balita.
"U-ungh Sehun?"
Suara itu menyadarkan Sehun dari lamunannya dan segera menghampiri si sumber suara.
"Ya, aku dithini Tuan" jawabnya sambil duduk di pinggiran kasur.
"S-sakit" ucapan Jong In ini sanggup membuat Sehun panik.
"Thakit? Dimana? Beritahu aku" ucapnya sambil menggenggam tangan Jong In.
Degdegdegdegdegdeg
'Uuh~ jantung berhentilah berdetak dengan thangat cepat' Batin Sehun saat merasakan jantungnya kembali berdetak dengan kencang.
"u-uh" dan Jong In pun kembali tertidur dengan dengkuran halus yang mengalun beraturan sesuai dengan nafasnya. Tapi ada satu yang salah. Dia tertidur tapi genggaman tangannya pada Sehun bukannya mengendor, malah bertambah erat. Membuat si empunya tangan itu blush dan merasa jantungnya akan segera meledak.
'U-Uh thial!' umpatnya dalam hati.
Tapi Sehun merasa aman, dan melirik kembali kearah jendela yang menampilkan langit jingga dengan matahari yang hanya tinggal setengahnya lagi menurun dengan perlahan dan beberapa bintang dilangit mulai nampak.
TBC
A/N (2) : HUWAHAHA/ketawa nsita/ Subhanallah ada lumayan banyak yang review. Omg senangnya authornim :v semoga chapter ini memuaskan para nafsu readernim yang udah kaya g*s aja/plak/ seru? Rame? Asik? Ngga? Yaaah :( Jujur author ngestuck banget dichapter ini, jadi hasilnya pasti kurang memuaskan, yayaya? Maafkan aku readernim /bow 90◦/ Nah bagi yang sudah baca, ayo jangan jadi siders! Dan hargai apa yang penulis buatdengan cara ketik reg (spasi) pesan – pesan kirim ke kantor pos terdekat/plak/ becanda becanda. Dengan cara REVIEW DAN FAV. Ayo dong sidernim masa mau sider terus sih? Mana ekspresinya?!/nda/ segitu aja deh. A/N ini kepanjangan mba :'v. See you on the next Chapter! Bubyeeeee~~~
