CHAPTER 3

LONG TIME. IF TIME

Rate : T

Cast : KaiHun and other(s)

Genre : Romance, Fantasy.

Length : 4 Chapter

Warning : YAOI/BOY x BOY, TYPOS, OOC, NOT OTP, NGAWUR, DAN SEBAGAINYA

Disclaimer : SEMUA TOKOH YANG ADA DISINI BUKAN MILIK SAYA. SAYA HANYA MENGGUNAKAN NAMA-NAMA MEREKA. DAN FF INI MURNI HASIL PEMIKIRAN SAYA DIBANTU TEMAN.

A/N (1) : Daaaan Haloooo kaliaaan para readernim! Kyungkkamjong kembali lagi beraksi(?)

Maaaaaaaf yang sebesar-besarnya karena pengerjaan ff ini selalu teretunda oleh hal-hal lain. Tapi saya tidak akan menggantung kalian kok... Ada sedikit bocoran nih, fanfiction ini akan segera berakhir. Yup akan tamat di chapter 4. So karena setelah ff ini tamat author ada ide ff lain, jangan lupa baca ff lainnya! #promosi

And, ENJOOOY!

Kyungkkamjong prudly present

Long Time If Time

#Author POV

Kini, sang raja siang tampak bersembunyi di gumpalan kapas yang mengambang, berterbangan dilangit berwarna kelabu. Desau angin dengan kencang menabrak jendela istana megah, berharap dua insan didalamnya segera terbangun dan menyambut kedatangan sang angin.

"E-eung" erangan halus yang berasal dari lelaki berkulit pucat yang kini tengah meregangkan tubuhnya.

"Yatuhan pegal thekali" ujarnya, yup tentu saja, siapa lagi di istana ini yang cadel selain Sehun? Pendatang baru dari dunia luar yang terpaut beratus-ratus tahun dengan tempat ia berada sekarang.

Sehun, lelaki yang masih nampak setengah sadar itu mulai terbangun sepenuhnya setelah ia sadar tangan dingin yang masih ia genggam dengan erat. Ah dia ingat, sang Putra Mahkota yang tiba-tiba saja jatuh pingsan itu kini masih saja tertidur dengan pulas di ranjang empuk nan hangat ala kerajaan.

Berbeda dengan lelaki pucat yang satunya, kini dengan tubuh tegap berdiri dan kedua tangannya menangkup wajah simetrisnya. Jangan lupa wajah dan juga cuping telinga yang memerah saat ia ingat apa yang terjadi semalam. Juga acara tidur sambil berpegangan tangan sukses membuat lelaki itu ber'blushing'ria.

Namun ia tak mau berdiri didalam sana lama-lama. Takut sang putra mahkota terbangun dan melihat keadaan Sehun yang, yaa sedikit memalukan. Ia segera berlari ke kamarnya, dengan jantung yang masih berdegup kencang, Sehun melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi dan segera membilas tubuhnya.

Tak berapa lama, kini berdirilah pria tampan dengan kulit putih pucat juga wangi yang menyerebak ke seluruh ruangan kamar itu.

#Sehun POV

"thegaaar~" ucapku seraya berjalan keluar dari kamar mandi. Di benakku, aku sudah memikirkan hal apa yang akan aku lakukan sebelum aku menemukan mommy. Ah sebelum aku mandi, Tuan Do memberitahuku bahwa ada tabib yag sedang memeriksa keadaan Tuan Putra Mahkota, jadi setidaknya aku merasa lega sekarang.

"Thekarang, ke pohon thaja dulu" ucapku seraya melangkahkan kakiku ke arah taman belakang tempat pohon kehidupan berada. Pohon besar dengan daun seolah berwarna emas itu sungguh memikat perhatianku. Aku lalu mulai berjalan mengelilingi pohon tersebut sampai akhirnya kurasakan ujung sepatuku menginjak sesuatu.

"Kalung ini?!" jeritku pelan saat kulihat kalung yang sama dengan kalung yang aku curi dari daddy. Ini kalung hasil eksperimen daddy!

"Mommy pathti dithini!" ucapku kegirangan. Aku segera duduk dan bersandar pada pohon itu, memikirkan kemungkinan dimana mommy berada. Tak terasa, mataku sudah mulai berat, terlalu bersemangat membuat tubuhku kehilanga tenaga. Tak terasa, akupun kini terlelap.

"Tuan sehun! Bangun!" Sebuah suara membangunkanku. Kukerjapkan mata ini beberapa kali. Mencoba menghilangkan kunang-kunang yang bersarang kemanapun aku menggelengkan kepala.

"Ada apa Tuan Do?" tanyaku keheranan, ditambah saat meihat ekspresi sang juru masak itu yang tampak sangat khawatir.

"Tabib berkata padaku, Yang Mulia sekarang sedang dalam keadaan kritis! Bagaimana ini?"

Aku terkejut. Sangat terkejut. Tanpa mempedulikan Tuan Do, aku segera berlari ke arah kamar Tuan Putra Mahkota. Kulihat nampak ia masih berbaring kaku, dengan kulit pucat dan bibir yang tak kalah pucatnya.

"Huhu bagaimana ini" ucapku seraya berjalan mendekati ranjang itu. Buliran airmata yang tak dapat terbendung kini sudah menciptakan alirang sungai kecil menjalar ke pipi hingga akhirnya terhenti di daguku.

Kugenggam tangan yang hampir mendingin itu, kudekap dengan kuat berharap panasnya dapat menjalar. Isakan tangisku tak dapat terbendung lagi, berkali-kali kupandang wajah orang yang sudah menyelamatkanku, juga orang yang mengerti akan keadaanku dan aku mulai menyukainya.

"Maafkan aku tidak dapat berbuat apa-apa tuan. Maafkan aku" ucapku seraya mengelus surai lembut milik lelaki itu.

Raja siang sudah kembali ke tempat tidurnya, kini bergantian dengan sang dewi malam yang memaparkan sinar pucatnya. Aku masih terduduk disamping lelaki yang tak kunjung membuka matanya, hanya pergerakan naik turun di dadanya yang membuktikan bahwa lelaki ini masih hidup. Aku rasanya tak mampu mengangkat atau bahkan bergeser sesenti pun dari sini. Rasanya akan begitu salah jika aku meninggalkannya. Maka kuputuskan untuk bermalam disini hingga sang pujaan terbangun dari tidurnya.

#JongIn POV

Kurasakan genggaman erat ditanganku, genggaman yang membuatku terbangun dari tidur nyenyakku. Seraya beberapa kali aku berkedip, kupalingkan wajahku kearah sang pemegang tangan.

DEG DEG

Jantungku rasanya berdetak lebih cepat dari seharusnya. Mengapa lelaki pucat itu tidur disini? Dan memegang tanganku dengan erat seolah aku akan pergi? Dengan perlahan, ku gapai pucuk kepalanya.

"Sehun-ah, bangun" ucapku seraya mulai mengelus kepalanya. Namun sang pemilik kepala itu bangun dengan terkejut. Membuat aku melemparkan pandangan aneh padanya.

"Tuan thudah bangun? Aku tidak bermimpi?" ucapnya dengan wajah terkejut yang sangat kentara.

"Aku sudah bangun. Kenapa memangnya?" tanyaku kebingungan, bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi, yang kutahu aku hanya tertidur dengan nyenyak. Itu saja.

"Kau tidur selama 2 hari! Aku khawatir Hyun—" ucapnya dengan kencang namun berakhir pelan diakhir kalimatnya.

"Maafkan aku Tuan, aku kelepathan" sambung Sehun malu, ia segera menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"2 hari? Selama itu pula aku bermimpi. Tidak apa panggil Hyung saja" ucapku lalu berusaha duduk di ranjang empuk itu. Sedikit sulit, maka Sehunpun segera membantu dengan wajah malu-malu yang sangat jelas terpampang.

"Aku bermimpi bertemu denganmu di sebuah sungai. Namun aku tidak tahu ada dimana" Jelasku sedikit bercerita tentang mimpi yang kualami selama 2 hari itu.

Lelaki pucat itu kini hanya menatapku dengan wajah polosnya, namun terbesit kebingungan diwajahnya.

"Waeyeo?" Tanyaku sekedar untuk mengalihkan pandangannya yang sebenarnya membuat aku terpikat.

"Ha? Eh? Aniyo Hyung hehe"

Jawaban itu hanya membuatku tersenyum tipis, ditambah eyesmile yang memikat, Aku mengelus surai lembut miliknya tanpa sadar dapat kurasakan pandangannya yang hangat menjalar ke seluruh tubuhku.

#Author POV

Sudah 1 minggu lamanya Sehun tinggal di istana ini bersama Jongin juga para pesuruhnya. Sehun nampaknya mulai terbiasa dengan culture juga keadaan didalam istana ditambah dengan Jongin yang selalu ramah kepadanya. Tidak lupa makanan enak dan pelayanan terbaik lebih dari hotel mewah di Seoul.

"Sehun-ah, kau mau ikut denganku?" Tanya seorang lelaki yang kini tengah menghirup wanginya teh buatan juru masaknya.

"hm? Kemana?" Tanya lelaki yang dipanggil Sehun itu. Tangannya nampak sibuk memegang cangkir berisi teh hangat. Ia selalu senang jika Jongin mengajaknya berkeliling atau pergi kesuatu tempat. Karena menurutnya Jongin punya selera yang bagus dalam memilih tempat untuk jalan-jalan.

"Hari ini aku harus mengunjungi salah satu fasilitas negeri ini. Panti asuhan" ucap Jongin yang kini telah selesai menghabiskan teh hijau favoritnya segera menaruh kembali cangkir unik itu ke atas meja.

"Mau! Tentu thaja" ucapnya ditambah senyuman hangat yang diarahkan kepada Jongin. Tidak lupa eyesmile yang akhir-akhir ini sangat sering muncul karena sang Putra Mahkota.

Setelah mendapat persetujuan dari sang tamu, Jongin segera memanggil salah satu ajudannya untuk menyiapkan kendaraannya, tak lain dan tak bukan adalah kereta kuda kerajaan. Sebelumnya Sehun belum pernah mengendarai kereta kerajaan karena selama ini ia selau menunggangi kuda jika pergi kemana mana bersama Jongin.

SKIP TIME

"Whoa~ betharnya tempat ini Hyung!" ujar Sehun yang nampak sangat terkejut dengan bangunan Panti Asuhan yang besar itu.

"Haha, fasilitas ini sengaja dibuat untuk anak yatim dan anak yang kekurangan dalam hal fisik juga segi hartanya" jelas Jongin seraya turun dari kereta kuda yang kini sudah terparkir didepan bangunan tersebut. Ia segera turun mendahului Sehun. Setelah ia turun, Jongin menunggu disamping pintu kereta dan membantu lelaki satunya turun dari kereta kuda tersebut. Tentu saja lelaki itu turun dengan tersipu malu. Terlihat dari cuping juga mukanya yang terlihat memerah tipis. Sedangkan Jongin hanya tersenyum tipis menanggapi reaksi pujaan hatinya itu.

"Putla mahkota ada disini!" teriak seorang anak yang baru saja keluar dari pintu panti tersebut seraya berlari kedalam panti asuhannya seolah memberi tahu para penghuni untuk menyambut kedatangan petinggi negara tersebut.

"ia cadel theperti aku!" ujar Sehun dengan wajah menahan tawa.

"Kau masih anak kecil berarti" tanggap Jongin seraya mengacak surai milik Sehun, membuat sang empunya menggerutu seraya mem'pout'kan bibirnya.

Namun tak lama mereka diluar, Jongin segera melangkah masuk kedalam gedung luas tersebut. Terlihat ruangan besar nan megah terisi anak-anak juga beberapa suster yang kini berbaris seolah menyambut sang Putra Mahkota dengan senyum diwajah mereka.

Setelah Jongin menjabat tangan para pengurus yang kebanyakan wanita itu, ia mulai menghampiri anak-anak satu persatu. Setelah selesai acara 'penyambutan' Jongin kembali meminta anak-anak untuk meneruskan kegiatan mereka.

"Eh Tuan, itu siapa?" tanya seorang pengurus seraya elirik ke arah Sehun yang kini hanya mematung dengan 'awkward' tak jauh dibelakang Jongin.

"Ah dia?" ucapnya belum selesai. Ia lalu mendekatkan bibirnya kearah sang wanita dan membisikan sesuatu yang membuat wanita itu segera tertawa dan menepuk nepuk punggung Jongin dan segera tersenyum ke arah Sehun. Sehun yang melihat pemandangan itu hanya menatap Jongin bingung seolah meminta penjelasan tentang bisikan misterius Jongin itu. Namun yang dipandang hanya tersenyum penuh arti dan langsung berbalik berbincang dengan para pengurus lainnya.

BRAK

Sebuah suara nyaring menyita semua perhatian dalam ruangan luas itu. semua pandangan keingin-tahuan itu kini tersorot kearah seorang wanita paruh baya dan Sehun yang tengah berdiri lemas menatap wanita tersebut.

"Mo-mommy...?"

"Sehuna!"

Aliran airmata deras mengalir di dua pasang pipi manusia yang kini tengah berhadapan. Jongin yang khawatir segera menghampiri kedua insan itu.

"Sehun-ah, kau baik baik saja?" tanyanya saat ia sudah berada di antara kedua manusia yang tengah menangis itu. namun nampaknya Sehun tuli untuk sementara. Fokusnya terarah ke wanita paruh baya dihadapannya. Tak lama saling berpandangan, wanita yang Sehun panggil mommy itu segera memeluk Sehun dengan erat. Melepaskan segala kerinduan yang menumpuk selama berpuluh tahun lamanya sejak ia meninggalkan—lebih tepatnya diusir oleh sang suami.

"Huwaa Mommy kemana thaja thelama ini" ucap Sehun diantara tangisan kencangnya, dan sang ibu hanya mengelus kepala Sehun tanpa berkata sepatah katapun. Rasa Shock masih melanda dirinya yang tidak menyangka akan bertemu anaknya di sini, di zaman ini, dan di negara ini.

SKIP TIME

"Nyonya, kau bisa ikut bersama kami kembali ke istana jika kau mau" ucap Jongin dengan wajah tenangnya. Namun nampak bibirnya sedikit memucat. Sempat membuat Sehun khawatir dengan keadaan Jongin yang mampu memburuk kapanpun.

"tidak-tidak, aku akan tetap disini. Tuan telah menjaga anakku dengan sangat baik, aku harus tetap bekerja bukan?" ucap ibu Sehun, berusaha menolak niat baik dari sang Putra Mahkota.

Sehun hanya terdiam. Tangannya menggenggam tangan sang ibu erat, takut ia akan kehilangannya lagi. Sang ibu beberapa kali menyeka airmatanya juga mengelus perlahan pucuk Sehun.

"Anda yakin nyonya? Saya tidak keberatan kok" ucap Jongin berusaha memaksa wanita tersebut, namun hanya dibalas dengan gelengan juga senyuman. Akhirnya Jongin menyudahi acara 'pemaksaan' itu dan mengajak Sehun untuk pulang bersamanya. Dengan berat hati Sehun menurut, karena sang ibunya yang memaksa.

Mereka kembali menaiki kereta kuda yang akan segera membawa mereka kembali ke istana milik Jongin. Selama perjalanan, Sehun nampak melamun dan malah menjadi sangat pendiam lebih dari biasanya. Sedangkan Jongin? Selagi ia merasa khawatir, ia mulai merasakan sakit yang kembali menyerang dadanya.

Setelah menempuh perjalanan yang tak cukup jauh, tanpa berkata apapun pada Sehun, Jongin segera berjalan menuju kamarnya. Menidurkan tubuhnya diatas Kasur empuk nan hangat miliknya dan segera terlelap karena lelah menahan rasa sakit.

Sementara Sehun yang tidak menyadari kepergian Jongin terlebih dahulu segera menuju kamarnya. Berusaha menjernihkan pikirannya yang nampak sangat kacau. Bahkan tercerminkan diwajah pucatnya bahwa ia sedang sangat kacau. Namun ia segera menenangkan dirinya. Sehun segera berjalan menuju kamar mandi. Berusaha menyegarkan pikirannya.

SKIP TIME

"Dimana hyung ya?" ucap Sehun yang memulai monolognya. Ia lalu menghampiri kamar sang Putra Mahkota yang telah berbaik hati membiarkan Sehun tinggal di istana, juga di hati sang Putra Mahkota.

"Hyung kenapa sudah tidur?" tanya Sehun segera setelah ia masuk kedalam kamar yang remang itu. namun nihil. Tidak ada jawaban dari Jongin. Penasaran, Sehun menghampiri kasur sang putra mahkota itu. alangkah terkejutnya Sehun saat melihat wajah pucat Jongin. Dengan segera Sehun menggenggam erat tangan sang Putra Mahkota. Membuat Jongin terbangun dari tidurnya.

"Syukurlah, kupikir kau koma lagi Hyung" ucap Sehun dengan ekspresi lega yang terlihat kentara diwajahnya. Namun siapa sangka? Jongin yang terlihat sakit itu justru mengerahkan tenanganya untuk menarik Sehun kedalam pelukannya, dalam keadaan berbaring. Membuat Sehun tidak mampu melakukan apapun kecuali membuat ekspresi terkejut serta kebingungan.

"Sehun-ah" bisik Jongin perlahan ke arah telinga Sehun. Bisikan yang membuat sang empunya telinga merinding seketika.

"Can I?" bisiknya lagi, namun lebih uhm yaa- seduktif. Membuat siapapun yang mendengarnya pasti bergidik.

Sehun hanya memejamkan matanya erat, memasrahkan apa yang akan terjadi pada nasibnya beberapa jam kedepan. Atau mungkin sampai pagi tiba.

-Tangannya mencengkram sprei dengan kencang, suara alunan merdu berbalapan keluar dari dua insan yang tengah memadu kasih dibawah sinar rembulan, tak lupa dengan decitan kasur yang hangat itu.-

Sang raja siang lagi-lagi menyelinap melalui celah tirai yang menggantung dengan bebas. Namun tidak sebersih udara diluar, kamar yang semalam menjadi saksi cinta dua insan nampak berantakan. Dengan pakaian yang bertebaran, juga sprei kusut dan bergesernya tempat berbaring beberapa senti dari tempat asalnya.

Nampak sesuatu bergerak dibawah selimut hangat itu, sampai akhirnya terdengar suara menguap yang tak terlalu kencang.

"Sehun-ah. Yesterday was great. Saranghae"

"N-nado Hyung. But pleathe be gentle next time ne?"

"Haha, okay Sehun-ah"

TBC

A/N (2) : Hello. It's me. /nyanyi bareng Adele/

So, disini, ada yang sedikit rated. Aduh maafkan otak author lagi error wkwk. Suka ngga? Ngga? Suka? Suka dong yayayayaya~~

Sebenernya bingung mau bilang apa. OHIYA! Maaf telat banget updatenya. Maafkan maafkan maafkan~~ TT-TT

Merasa berdosa sama readers-nim tapi bagaimana Author UAS+Liburan+Buntu otaknya. Huwee maafkan maafkan maafkaaaan~~ TT-TT

Udah ah banyak bacot ya author ini~

SO~~~~ Jangan lupa Review dan Favnyaaa~~ ayolah review yaaa pada siders-nim. Juga yang sering review. Ditingkatkan lagi reviewnyaa jebaal ung~~

Ah iya, Chapter depan adalah chapter penutupan, jadi kalau pendek maafkaan~ (banyak banget salahnya perasaan)

Dan ff ini mau ada sequelnya atau engga? Sequelnya rated M tapi he-he-he(ketawa mesum/plak) . dan kalau nggamau (maulahya) yang mau request ff mana nih?! Bisa kasih tau di review/langsung personal message aja yaa para readers-nim.

Segini aja deh, makasih yaa readers-nim yang selalu ngasih support! Saranghaeeeyoong~~!