Ohayou….

Kembali lagi dengan saia Iza…khu..khu..khu…

Baiklah yang pertama saia akan membalas semua review kalian.

Nah sekarang waktunya…

Lavender hime-chan : Salam kenal juga Hime-chan…^_^ dan untuk fic yang kamu maksud M-preg….Yap betul sekali karena akan ada adegan lemonya jadi saia hati-hati * ya walaupun saia masih author baru jadi saia akan berusaha membuat ini =.=a * tapi itu nanti setelah puasa, saia nggak mau batal dulu…he..he..

BlackAquamarine : salam kenal ya Sou-chan…*waa…saia dipanggil senpai padahalkan saia masih author baru..he..he..* Dan maaf masih ada typo padahal saia sudah berusaha tapi tetap aja ada ha.., dan untuk request mu sebenarnya ide awal saia akan mau menulisnya di chap dua jadi di chap satu saia nggak nulis. Tapi sekarang udah ada kok.*walau dikit..*

Uzumaki winda : he..he..iya naru nggak tahu tuh ada bahaya…dan bagaimana kehidupan naru..nah ini sudah saia update. Semoga kamu suka…^O^

Shiran-chan : iya gomen… di chap satu belum ada tapi di chap ini sudah mulai kok dan untuk adengan lemon hard O.o …iza nggak tahu…soalnya mau siapkan mental dulu, apalagi iza masih baru jadi iza kurang yakin apa bisa membuat yaoi yang hard, tapi iza usahain tapi ntar ya habis bulan puasa..he..he..

NaruEls : Wa…idenya sama ya, tapi iza yakin ini tidak akan sama kok dan untuk ratingnya, Pasti akan naik soalnya nanti iza rencanain ini di rate M tapi ntar habis bulan puasa…maklum iza nggak mau batal dulu he..he… dan terima kasih peringatannya…^-^

Sasuchi ChukaChuke : …makasih, saia jadi lanjutkan kok sampai tamat soalnya inikan keinginan Ken *kembaran saia * dan kalian semua ya jadi iza lanjutkan deh…

Micon : Chap ini udah ada kok walaupun sedikit..=.=a . untuk naru dan kyu yang keren saia emang mau membuat hal ini karena mereka emang pantas jika jadi begitu dan apakah kyu sayang ama naru sampai pasang chip segala he..he…pastinya semua juga tahu.* mode : evil*

Cucupida : he..he iya naru-chan jadi pinter soalnya saia suka banget kalau naru lebih pintar daripada duck butt itu * author tewas di chidori*

Fi suki suki : he..he.. itu nggak akan mungkin kan yang berbicara naruto tapi.. * bayangin sasuke bilang "AKHIRNYA AKU ADA DI JEPANG YEYY" pastinya semua akan tepar dan sang author mati mengenaskan tentunya..he..he.. dan di chap ini udah jadi kok.

REVIEW LAGI YA….

SIPP…selesai juga bales semua review

Sekarang ayo kita baca…

Title : My Lovely butler.

Disclaimer : Naruto milik Bang Masashi Kishimoto.

Warning : Gaje,OOC,Yaoi,Shounen-Ai,Alur Kecepatan,Typo, dll…. DON'T LIKE DON'T READ!

Rate : masih T * jadi nggak batalin puasa*

Genre : Romance, humor,Drama..General, dsb.

Pairing : SasuNaru, ItaKyu, NejiGaara, ShikaKiba, tapi mungkin akan bertambah ya..liat aja dulu.

BY IZA_TWINSDEVIL

Chap 2 : New Butler

Normal pov

Jepang sebuah Negara yang sangat maju, terutama dibidang teknologi dan pendidikan. Namun hal itu tak berlaku bagi seorang pemuda yang baru saja tiba di Jepang ini, ia hanya bisa menatap semua yang ada dengan mata terbelalak.

" Akhirnya aku bisa juga berada di Jepang, ini benar-benar suatu kenyataan yang sangat luar biasa," ucap pemuda itu. Kemudian dia terus melanjutkan perjalanannya.

Kruyuk…krrruyukk….

Terdengar suara yang sangat keras, sehingga pemuda itu sadar bahwa ternyata sejak ia tiba, ia belum memakan makanan sedikit pun. Akhirnya ia pun memutuskan untuk mencari-cari makanan yang menurutnya menarik dan setelah ia cukup berjalan lama, ia pun melihat sebuah kedai kecil dipinggir jalan.

Dia pun memutuskan untuk masuk kedalam kedai itu bertuliskan Ichiraku Ramen dan terciumlah bau yang sangat sedap * ya walaupun itu hanya mie doang sih*

Ia pun mendudukkan dirinya disalah satu kursi yang disediakan kedai tersebut. Hingga ada seseorang yang membunyarkan lamunannya.

" Tuan mau pesan apa ?" tanya seorang bapak tua berambut putih dan memakai topi bertuliskan ichiraku ramen.

" Ah… yang menurut anda enak saja.." balasnya setelah ia menimbang-nimbang.

" Ehm..saya ingin bertanya apakah anda orang baru ?" tanyanya lagi dan dibalas anggukan oleh sang pemuda.

" Ya sudah, saya akan menyiapkan menu favorit disini yaitu ramen super duper pedas dan pastinya akan membuat anda suka," katanya. Kemudian sang pemuda hanya dapat menatapnya dengan bingung, tak lama pemilik itu pun kembali dan membawa semangkok ramen yang sangat terlihat menggiurkan.

" Waaaa..enakkk..paman terima kasih," ucapnya dan dibalas dengan senyum oleh pemilik kedai.

" Gomen…saya lupa. Perkanalkan nama saya Na-Uzumaki Naruto," ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

" Wa..Naruto ya, perkenalkan saya Teuchi , pemilik kedai ini," ucapnya lalu mereka pun bercanda-canda mulai dari Naruto yang baru dari Jepang dan paman yang menceritakan penagalaman hidupnya.

" Naruto, kamu sudah dapat aparteman untuk kamu tinggal ?" tanya paman Teuchi.

" Belum paman, saya baru saja sampai disini sekitar 30 menit yang lalu," balas Naruto dengan tampang sedih.

" Ya sudah kalau begitu, paman punya kenalan seseorang yang bisa menyediakan aparteman untukmu. Apa kamu mau ?"

" Tentu saja paman. Terima kasih.." ucapnya sambil tersenyum lebar.

Akhirnya keduanya pun menuju tempat apartemen itu sambil berbincang-bincang selama perjalanan. Setelah kira-kira berjalan selama lima belas menit keduanya pun tiba di sebuah aparteman yang tidak terlalu besar namun cukup bagus dan rapi.

Tok..tok…tok…

Lalu mencullah sesosok kakek-kakek tua dan setelah berbincang-bincang, Naruto pun setuju untuk menyewa sebuah kamar. Ia pun dia antar menuju kamarnya, lumayan besar dan bersih untuk ditinggali.

" Ya sudah Naruto, paman mau mengurus kedai lagi." ucap paman Teuchi.

" Terima kasih paman." Balasnya lalu menutup pintu apartemannya.

Naruto pov

Akhirnya, aku dapat juga tempat untuk aku tinggal untuk paman sangat baik kepadaku, aku bersyukur sekali.

Tapi tempat ini bagus juga, ya walaupun lebih kecil dari kamarku tapi tetap saja ini juga yang disebut aparteman dan untungnya harganya juga lumanya murah jadi bisa menghemat pengeluaran.

Tapi setelah ini bagaimana, aku hanya membawa uang sedikit dan mungkin hanya bisa bertahan selama dua bulan sebaiknya mulai besok aku harus mencari pekerjaan.

Namun sekarang aku harus mengemasi semua barang-barangku ini dan sepertinya aku harus menata ulang tempat ini.

End naruto pov

Setelah beberapa jam akhirnya Naruto pun sudah selesai mengemasi semua barang-barangnya. Dan sekarang sedang beristirahat sambil melihat sebuah figure foto ditangannya yang berwarna orange.

'Otousan..Kaasan…Aniki..maafkan Naru yang seenaknya meniggalkan semua perusahaan dan tak bertanggung jawab, sebenarnya bukan maksud Naru untuk meniggalkan semuanya tapi..Naru hanya ingin mewujudkan semua impian Naru yang sejak dari kecil Naru idamkan. Semoga kalian semua bisa memaafkannu.' Batin Naruto. Ia terlihat sangat sedih karena meniggalkan tempat yang sangat berharga dalam hidupnya.

Setelah beberapa menit ia memikirkan semuanya, akhirnya Naruto pun memutuskan untuk tidur dan bersiap untuk hari esok.

-Skip Time-

Pagi menjelang dan matahari pun bersinar dengan terangnya. Sehingga membuat seorang pemuda berambut pirang a.k.a Naruto terusik dari tidurnya.

"Hoaam…ternyata sudah pagi, sebaiknya aku berjalan-jalan sebentar di daerah sekitar sini.'pikirnya. ia pun berjalan menuju kamar mandinya dan tak lama mulai berganti baju dengan kaos putih dan celana jeans namun sangat sesuai dengan gayanya.

Ia pun mulai membuka pintu dan turun menuju lantai bawah. Naruto pun berjalan-jalan menyusuri kota Jepang dengan sangat senang dan bahagia sampi ia tak sadar bahwa ada bebaerapa orang yang terpukau dengan wajah Naruto.

'Manis..'

'Imut..'

'Keren..'

Itulah kata-kata yang ada dibenak setiap orang yang melihat Naruto bejalan, sedangkan yang menjadi objek tidak sadar akan pandangan itu.

Naruto pun memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman kota di pinggir sungai sambil menikmati eskrim rasa jeruk yang ia beli di jalan.

Cahaya matahari sore yang sangat indah membuat Naruto semakin senang berada di jepang apalagi dengan suasana yang damai dan tentram. Sangat berbeda jauh dengan kehidupannya selama ini di amerika yang penuh akan sesak dan persaingan bisnis yang sangat kuat sehingga membuat setiap orang lupa akan kesehatan tubuhnya.

Tak lama sebelum matahari terbenam, Naruto pun memutuskan untuk kembali ke partemennya, namun sebelum itu ia memutuskan untuk ke kedai ichiraku.

" Ohayou, paman.." ucapnya sambil terseyum dan berjalan menuju tempat duduk paling pojok.

" Oh Naruto, darimana kamu ?" tanya paman Teuchi.

" Tadi aku berjalan-jalan sebentar di kota ini dan ternyata tempat ini sangat indah di banding tempat tinggalku," jawab Naruto.

" Memangnya sebelum ini kamu tinggal dimana Naruto ?"

" Sebenarnya tempat tinggalku ada di Amerika dan aku memutuskan untuk ke Jepang karena ingin melanjutkan sekolahku," ucap Naruto dengan sedikit kebohongan.

" oh…ya sudah. Naruto paman ingin tahu kamu sekarang umur berapa sampai mau ke Jepang apalagi kamu datang sendiri ?" tanya paman Teuchi.

" Sekarang umurku 16 tahun, sebenarnya kedua orang tuaku sudah meninggal dan sekarang aku hidup berdua dengan aniki tapi ia terlalu sibuk dengan impiannya jadi aku selalu hidup sendiri di rumah,"

" Jadi kamu tak memberitahu anikimu kalau kamu sekarang tinggal di Jepang ?"

" Tenang saja paman, aku sudah memberitahu aniki dan ia memperbolehkanku tinggal di Jepang ini," ucap Naruto dengan berbagai alasan, dia tak ingin membicarakan hal ini dengan anikinya kerena pastinya ia akan berakhir di rumah sakit selama sebulan jika anikinya tahu bahwa ia ingin pergi ke suatu tempat apalagi ke Negara Jepang ini.

" Oh ya sudah jika anikimu sudah mengizinkan ya sudah, tapi sekarang kamu ingin bagaimana ?"

" Ehm…mungkin aku akan mencari kerja dulu ya lumanyan untuk menambah uangku," ucap Naruto dengan cengiran yang sangat lebar.

" Nah…sekarang kamu mau pesan apa ini ?"

" Ah..aku ingin ramen seperti kemarin, soalnya ramennya sangat enak dan lezat zekali.." balas Naruto.

" Ya sudah tunggu sebentar." Lalu paman pun berjalan kedalam sedangkan Naruto hanya bisa diam di tempat duduknya.

Naruto pov

Arrrggghhh…..

Aduh aku jadi bohong deh sama paman…

Ha…tapi apa boleh buat ini juga demi impiannku ini..

Tapi sekarang yang menjadi permasalahan aku harus mencari kerja dimana, mana mungkin aku meminta paman lagi, sebaiknya aku harus mencari perkerjaan secepatnya.

End naruto pov

Naruto pun mulai menatap ramen yang sudah dihidangkan sambil berbincang-bincang ringan dengan paman.

" Ah.. paman ini uangnya," sembari Naruto memberikan uangnya.

" Sekarang kamu mau kemana Naruto ?" tanya paman.

" Aku akan pulang, apalagi ini sudah hampir malam." Balasnya lalu meninggalkan kedai ichiraku. Setelah beberapa menit akhirnya ia sudah sampai didepan apartemennya, dan saat akan membuka pintu kamarnya. Naruto melihat seseorang berambut perak berjalan kearahnya.

" Si-siapa itu ?" tanya Naruto dengan sedikit ketakutan. Lalu sosok itu pun mulai terlihat ternyata seorang laki-laki berambut perak dengan masker yang menutupi setengah wajahnya.

" Ohayou, salam kenal.." ucapnya dengan ramah.

" A-ah…ohayou, anda siapa ya ?" tanya Naruto.

" oh ya saya lupa…perkenalkan nama saya Hatake Kakashi umur 25 tahun, penyewa kamar disebelahmu ini," jawabnya.

" Gomen Kakashi-san, perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto saya baru pindah kemarin disini," balas naruto.

" Yare-yare pantas saja kamu heran melihatku, soalnya saya juga baru pulang dari kerja." Ucap Kakashi.

" Ehm..Kakashi-san bekerja sebagai apa kok pulangnya semalam ini ?" tanya Naruto.

" Oh, saya bekerja sebagai guru pengajar matematika di sekolah Internasional Konoha School,"

" Waaa…anda menjadi pengajar disana keren…" jawab Naruto dengan mata yang berbinar-binar dan curiga, sedangkan Kakashi hanya bisa gugp oleh tingkah Naruto yang menurutnya intens.

" Ha..ha..ha..Naruto kamu tak usah melihatku begitukan,"

" Ah baiklah kalau begitu, gomen tadi sikapku soalnya Kakashi-san seperti orang mesum saja," ucap Naruto.

" Tak apa-apa, nah sekarang Naruto kamu sekolah dimana ?" tanya Kakashi, karena menurutnya anak ini pastilah berumur sekitar 16 tahunan.

" Ah…sebenarnya saya berasal dari luar negeri dan sekarang mau melanjutkan sekolahku disini tapi berhubung karena aku tak memiliki uang yang cukup jadi sekarang saya mau mencari kerja dulu,"

" Kalau begitu, kamu mulai besok ikut saja bersamaku. Aku memiliki kenalan yang bisa membuatmu bisa sekolah sekaligus kamu bisa mendapat uang dengan mudah,"

" Maksud Kakashi-san apa ?" tanya naruto.

" Pokoknya besok kamu ikut saja denganku dan sekarang kamu tidur saja apalagi hari sudah semakin malam." Ucap Kakashi.

" he..he..he gomen, aku lupa…" ucap Naruto.

" Ha..ya sudah sana pergi tidur."

' Sepertinya aku pernah melihat anak ini dan mengenal namanya tapi siapa ya..?' ucap Kakashi dalam hati.

" Iya..iya.." balas Naruto. Lalu keduanya pun masuk ke kamar masing-masing.

Naruto pov

Ha..akhirnya aku bisa istirahat. Disini semua orang mengira aku masih sekolah padahalkan aku sudah lulus tapi tak apalah sedikit bermain-main he..he..

Tapi tetap saja sekarang ini situasinya tak mendukung. Dan

' Ha…maaf Kakashi-san aku harus berbohong kepadamu, gomen tapi suatu saat nanti pasti aku kasih tahu kebenarannya' dalam hati Naruto.

Tapi keren juga tadi Kakashi-san seorang guru di sekolah itu, yang aku tahu saat di Amerika sekolah itu adalah sekolah favorit bahkan sampai terkenal ke seluruh dunia.

Ha..enaknya, untung saja aku tahu ternyata tak sia-sia aku mencari-cari info sekolah di Jepang.

Tapi memangnya besok ada apa…

Ya sudah lebih baik, aku tidur saja dulu.

End naruto pov

-Skip time-

Normal pov

Di sebuah jalan terihat dua orang yang sedang berjalan sambil berbincang-bincang.

" Naruto, kamu tahu sekolah ini terkenal bukan dan rata-rata yang bersekolah disini adalah orang-orang yang kaya ?" tanya Kakashi dan di jawab anggukan oleh Naruto.

" Karena hal itulah, di sekolah ini menganut sistem butler jadi siapapun yang akan bersekolah disini harus memiliki seorang butler untuk mengurus semua keperluan mereka,"

" Kalau begitu bagaimana denganku Kakashi-san ?"

" Tenang dulu aku akan menjelaskan, walaupun sekolah disini menganut sistem butler tapi disini berbeda, para butler boleh ikut belajar bersama sang majikan, tapi ia harus tetap melayani sang majikan dan disini para butler berumuran sepertimu. Jadi bisa dikatakan sekolah ini mengubah pandangan semua orang tentang butler dan ini adalah suatu cara baru yang di ciptakan untuk membantu anak-anak yang tidak memiliki dana untuk bersekolah dan semua orang yang akan menjadi majikan para butler pun menyetujui hal ini walaupun diawal sistem ini masih banyak yang tidak setuju tapi sekarang semua hal itu disetujui,"

" Jadi maksud Kakashi-san aku harus menjadi butler di sekolah ini ?" tanya Naruto.

" Tepat sekali. Kamu bisa belajar sekaligus bisa mendapatkan uang dari hasil bekerjamu menjadi seorang butler. Tapi sekarang apa kau mau menjadi butler ?"

" Baiklah, aku akan menerimanya tapi bagaimana caranya aku bisa menjadi butler yang handal ?"

" Tenang saja disini disediakan pembelajaran untuk menjadi butler yang baik. Ya kamu tahukan bahwa sekolah ini tak semudah menerima para butler baru jika tidak melewati proses yang sangat ketat," jawab Kakashi.

" Jadi aku tinggal harus melewati seleksi itu kan ?" tanyanya.

" Ya dan kau tahu kan semua peraturan yang tadi aku jelaskan, sekarang kita sudah sampai, ayo ikut aku."

Mereka pun akhirnya sampai di gerbang IKS dan mulai masuk. Sekolah ini sangatlah besar dengan lapangan yang sangat luas dan banyak sekali ruangan didalamnya.* ah intinya ini mirip dengan sekolah shinwa di BBF tuh..tahukan* disini orang boleh memakai baju bebas namun hanya pada hari sabtu dan berhubung saat ini hari sabtu maka Kakashi dan Naruto memakai pakaian bebas namun pantas.

Dan sama seperti peraturan para butler akan tinggal bersama sang majikan dan setiap akhir tahun mereka baru boleh berkumpul bersama keluarganya. Jadi semua peraturan harus ditaati baik butler maupun para majikan.

Akhirnya setelah berjalan cukup lama Naruto dan Kakashi sampai didepan pintu yang lumanya besar.

Tok..tok..tok..

" Masuk" terdengar suara dari dalam. Keduanya pun membuka pintu itu dan mulai masuk kedalam.

" Oh Kakashi, ada apa kau kemari ?" tanya seorang wanita berambut kuning dengan dada yang cukup besar berumur sekitar 30 tahun.*khu..khu..gomen*

" Begini kepala sekolah Tsunade, saya kemari membawa seorang yang mau menjadi butler disini," ucap Kakashi.

" Ehm…anak ini," ucapnya lalu ia menatap dan meneliti Naruto dengan seksama, sedangkan yang di tatap sedikit gugup dengan tatapan yang di tunjukkan kepadanya.

" Siapa namamu ?" tanya Tsunade.

" Nama saya Uzumaki Naruto ,"

" Apa benar kamu mau menjadi butler disini ?" tanyanya sekali lagi.

" Benar saya ingin menjadi butler disini," balas Naruto.

" Apa kamu tahu konsekuensi dan peraturan disini ?"

" Saya tahu semua itu tadi Kakashi-san telah menyampaikan semua hal itu kepada saya," jawab Naruto.

" Baiklah tapi apa kamu pernah menjadi butler sebelum ini ?"

" Saya belum pernah menjadi butler sebelum ini tapi saya akan terus berusaha untuk bisa menjadi butler yang dapat di andalkan," ucap Naruto dengan yakin.

" Ehm…baiklah saya menerimamu, tapi sebelum itu kamu harus menjalankan beberapa rangkaian tes untuk mendidik dan menilai kamu apa bisa menjadi butler yang dapat di andalkan," jawab Tsunade.

" Sekarang Kakashi kamu bisa pergi ke kelasmu dan kau naruto ikuti saya." ucap Tsunade kemudian sesuai dengan perintah Kakashi pun menuju kelasnya sedangkan Naruto mengikuti tsunade dari belakang.

Tak lama sampailah keduanya di sebuah pintu berwarna putih yang lumayan besar. Pintu pun terbuka dan menampilkan sesosok manusia didalamnya.

" Apa yang bisa saya bantu Tsunade-sama ?" ucap seorang wanita berumur sekitar 20 tahunan.

" Hari ini kau harus memberi pelajaran bagaimana menjadi seorang butler kepada anak ini." Ucap Tsunade sambil menunjuk Naruto.

" Baiklah Tsunade-sama, saya akan memberi pelajaran kepadanya." Ucapnya lalu Tsunade pun pergi dan meninggalkan Naruto dan seorang wanita didalam ruangan besar itu.

" Nah, sekarang siapa namamu ?" tanya wanita itu pada Naruto.

" Nama saya Uzumaki Naruto," balasnya.

" Baiklah Naruto-kun, perkenalkan saya Shizune, penanggung jawab dalam melatih semua butler disini,"

" Salam kenal Shizune-san," ucap Naruto.

" Sekarang mari kita belajar bagaimana menjadi seorang butler yang handal." Dan di jawab anggukan oleh Naruto. Lalu keduanya pun memulai latihan tersebut.

Naruto pov

Nah sekarang, aku harus menjalani ini…

Tapi aku sudah bosan…masa aku harus mempelajarinya lagi, tapi tak apa ini supaya mereka tak curiga kepadaku dulu…

Tapi he…he..he… ada untungnya juga saat kecil aku sudah di ajarkan tata karma dengan baik oleh kaasan, jika saja kaasan tidak memaksaku saat itu pasti sekarang aku sangat sulit melakukan semua hal ini.

Dan sekarang aku harus menunjukkan semua hal yang sudah aku pelajari dengan baik didepan Shizune-san he..he…

End naruto pov

-Skip time again-

Setelah beberapa jam melewati semua latihan yang diberikan shizune akhirnya keduanya sudah berada didalam kantor Tsunade.

" Tsunade-sama, saya sangat takjub dengan Naruto, dia dapat melakukan semua hal dengan baik dan ini hasil laporannya," ucap Shizune sambil menyerahkan sebuah map kepada Tsunade, sedangkan Naruto hanya bisa diam menunggu keputusan Tsunade terhadapnya.

" Baiklah, sekarang kau bisa kembali bekerja," ucap Tsunade.

" Saya permisi dulu Tsunade-sama dan Naruto-kun berjuanglah." Ucapnya dan meninggalkan Tsunade dan Naruto.

" Ehm..ternyata kau bisa juga anak kecil, tak ku sangka padahal kau baru saja berlatih menjadi butler," ucap Tsunade sambil melihat laporan Naruto.

" He..he..tentu saja kan tinggal mempelajarinya saja,"

" Ya baiklah karena kamu lulus dengan nilai yang memuaskan maka aku akan memberikan majikan yang sesuai denganmu," ucapnya.

' Tapi aneh kenapa dia secepat ini mempelajarinya, pasti ada hal yang ia sembunyikan dan aku harus tahu hal itu' pikir Tsunade namun tiba-tiba terbuyarkan karena Naruto.

" Ah…aiapa nama orang itu ?" tanya Naruto penasaran.

" Baiklah namanya Uchiha Sasuke kelas 2-1, dan dia baru saja menolak semua butlernya jadi sekarang kau yang akan menggantikan butler untuknya," ucap Tsunade.

" Baiklah, aku menerimanya." Jawab Naruto dengan entengnya.

" Sekarang kau akan bertemu dengannya dan semoga saja ia suka denganmu. Sebentar saya akan panggilkan orang untuk mengantarmu," ucap Tsunade, lalu menghubungi seseorang melalui pengeras suara.

Tok..tok..tok..

Terdengar pintu diketuk lalu masuklah empat orang dengan dua cewek dan dua cowok.

" Ada apa memanggil kami Tsunade-sama ?" tanya cewek berambut merah kepirangan.

" Tolong kalian antarkan anak bernama Naruto ke kelas Uchiha Sasuke karena ia akan menjadi butler baginya." Dan dijawab anggukan oleh keempat orang itu. Lalu mereka pun meninggalkan ruangan kepala sekolah.

-Di lorong sekolah-

" Perkenalkan nama saya Iza, saya ketua kelas disini dan sekaligus merangkap sebagai sekretaris sekolah ini dan ini butlerku bernama Kyo," ucap cewek berambut merah kepirangan itu dan menunjuk pemuda disampingnya yang bernama Kyo.

" Salam kenal juga saya Uzumaki Naruto." BalasNaruto.

" Dan saya Ken, saya wakil sekaligus bendahara di sekolah ini dan ini butlerku bernama Yuta," ucap cewek berambut biru dan bermata biru dongker dan memperkenalkan pemuda disampingnya yang bernama Yuta.

" Salam kenal juga Ken, Yuta." Akhirnya mereka semua pun sudah sampai di kelas yang dituju.

' Kawaiii…sepertinya kita harus membuat rencana baru nih..' itulah yang ada dibenak Iza dan Ken yang sedari tadi bertatapan muka, sedangkan para butler hanya bisa merinding dengan aura keduanya.

Tok..tok..tok..

" Kami membawa anak ini yang akan menjadi butler baru bagi Uchiha Sasuke," ucap Iza. Ternyata kelas itu sedang diajar oleh kakashi.

" Ya baiklah, saya mengerti kalian boleh kembali ke kelas masing-masing," jawab Kakashi.

" Baiklah kami undur diri, dan Naruto selamatdatang di sekolah ini," ucap Ken lalu mereka berempat pun meninggalkan kelas itu.

" Ehem baiklah, kita kedatangan seseorang baiklah Naruto, silahkan perkenalkan dirimu," suruh Kakashi.

" Baiklah, perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto dan saya resmi menjadi butler seorang yang bernama Uchiha Sasuke," ucap Naruto.

Sedangkan yang lain hanya bisa memandang Naruto dengan cengok, karena bagi mereka Naruto bagaikan seorang malaikat yang baru turun dari langit. Apalagi melihat Naruto yang memakai pakaian kaos putih dipadukan dengan blazer orange mudah, celana jeans dan sepatu berwarna orange mudah juga.

Bagi para cowok ini adalah sebuah anugrah sedangkan bagi para cewek yang sebagian besar adalah fujoshi tingkat angkut hanya memandang Naruto dan berfikir

' Sepertinya ada hal yang menarik nantinya' itulah kata-kata di benak semua cewek-cewek di kelas itu.

" Ehem.. apa ada yang mau berkenalan dengan Naruto ?" ucap Kakashi. Dan serempak semua murid yang ada dalam kelas itu pun mengacungkan tanganya ke atas.

" Ha…baiklah Inuzuka, kau ingin bertanya apa ?" ucap Kakashi pada pemuda yang memiliki tato segitiga terbalik dikedua pipinya.

" Naruto, kamu berasal dari luar negeri atau Jepang ?" tanyanya.

" Ehm..saya orang luar negeri, saya berasal dari Amerika, orang tua saya sebenarnya keturunan jepang tapi saya dilahirkan di Amerika jadi sekarang saya seperti ini," jawab Naruto.

" Lalu apa ada lagi yang bertanya ?" ucap Kakashi.

" Saya sensei, Naruto apa orang tuamu tak khawatir kamu tinggal disini ?" tanya seorang murid laki-laki.

" Em..orang tua saya sudah meninggal dan sekarang saya tinggal bersama aniki saya, tapi saya sudah mendapatkan izinnya untuk tinggal disini." Balas Naruto. Dan semua orang yang berada dikelas itu hanya menatap Naruto dengan pandangan sedih.

" Ya sudah, mari kita lanjut pelajarannya dan Naruto, majikanmu itu yang berada paling belakang dekat dengan jendela yang berambut hitam itu." Tunjuk Kakashi pada pemuda berambut hitam yang sedari tadi menatap keluar jendela.

Naruto pov

Sekarang aku menuju pemuda yang bernama Sasuke itu.

Tapi aneh juga baru aku tahu ada sekolah seperti ini mulai dari sistem pembelajaran hingga tempat duduk yang harus berdampingan dengan masing-masing butlernya.

Ya tapi memangkan setiap butler harus duduk disamping sang majikan. Tapi baru aku sadari ternyata memang murid-murid yang menjadi butler semuanya hampir berumur seperti aku.

Ya sekarang lebih baik aku duduk saja dulu.

Namun sepertinya majikanku ini tak sadar bahwa aku disini, ia terlalu fokus dengan pemandangan di luar memang ada apa sih ? itulah yang ada dibenakku sekarang.

End naruto pov

Normal pov

Naruto pun duduk bersama majikan barunya, sesekali ia melirik pemuda bernama Sasuke ini.

' Ehm..kulitnya putih, wajahnya tampan dan bermbut hitam yang berbentuk seperti pantan bebek itu sungguh aneh tapi kenapa aku merasa penasaran apalagi dengan mata onyx itu' pikir Naruto.

Tak lama terdengar suara bel berbunyi.

Derrrt…drrrt…

Sang pemuda raven itu pun berhenti memandang ke luar dan betapa terkejutnya ia melihat sesosok pemuda berambut pirang duduk disampingnya.

" Kamu siapa ?" tanya Sasuke dingin.

" Aku Naruto, yang akan menjadi butlermu sekarang," ucap Naruto.

" Hn "

" Apa maksud 'hn' mu itu tuan Uchiha ?" tanya Naruto dengan sesopan mungkin dan menahan kesalnya.

" Tidak, sekarang kau menjadi butlerku bukan dan kau harus siap dengan semua resiko nantinya," ucap Sasuke. Lalu tiba-tiba ada empat pemuda yang menghampiri mereka.

" Hei Naruto…aku Inuzuka Kiba dan ini butlerku Nara Shikamaru." Ucap pemuda bertato segitiga terbalik di pipinya a.k.a Kiba sambil memperkenalkan pemuda berambut model nanas di sampingnya yang baru diketahui namanya adalah Nara Shikamaru. Naruto pun membalasnya dengan senyuman.

Lalu ada lagi dua pemuda dihadapan Naruto.

" Ohayaou Naruto, perkenalkan aku Hyuuga Neji ketua kelas ini dan ini butlerku Sabaku No Gaara sekaligus wakil kelas ini ." Ucap pemuda berambut coklat panjang a.k.a Neji dan pemuda berambut merah a.k.a Gaara.

Setalahnya mereka pun saling berbincang-bincang ringan dan saat itu mulsi bsnysk murid-murid yang berdatangan ke meja Naruto. Mulai dari Sakura cewek berambut pink dengan butlernya Lee, Ino dengan butlernya Sai, Hinata dengan butlernya Tenten dan masih banyak lagi. mereka semua sangat senang karena bertemu dengan teman-teman baru dan mereka semua mengganggap tak ada perbedaan antara butler dengan majikan.

Namun ada seseorang yang tak senang dengan hal itu.

Braak…

Terdengar meja yang dipukul dan itu berasal dari meja yang bersebelahan dengannya.

" Aku mau pergi." ucap pemuda itu a.k.a Sasuke dengan nada ketus lalu ia pun pergi ke luar kelas. Sedangkan yang lain hanya menatapnya dengan bingung dan syok, Karena tak menyangka pemuda yang dijuluki Ice Prince bisa marah karena hal sepele.

" Ehm..teman-teman aku permisi dulu." Ucap Naruto lalu ia pun bergegas meninggalkan kelasnya dan menyusul Sasuke. Sedangkan semua orang yang ada disitu hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka.

Sasuke pov

Ha…sempat aku terpaku dengan anak itu…

Tapi rambutnya yang berwarna pirang itu, kulitnya yang tan dan mata yang berwarna sapphire. Sungguh pemandangan yang sangat indah.

Aku berharap ini akan semakin menyenangkan…dan sepertinya aku mendapat boneka baru hari ini…

Pastinya hari-hariku akan berubah total.

Dan tanpa sadar senyum pun terlihat di wajahku ini, yang kukira tak akan pernah lagi.

End sasuke pov

TBC

Cut…tak ada lemon dulu.

Mungkin sampai sini dulu ya para readers…

Gomen saia membuat ini sedikit…(^_^)v

Tapi ntar saia akan banyakkan ceritanya, kalau sudah selesai bulan soalnya pastinya ada lemonnya…

Oke mungkin tuh aja…Baiklah sekiranya saia hanya mengucapkan selamat berlibur untuk semua…^_^

Dan jangan lupa…

R

E

V

I

E

W

Review …