Khu…khu…khu…

Kembali lagi nih ama iza…

Dan gomen terlalu lama update nih…

Pertama iza akan membalas review yang nggak login ya…sedangkan yang login udah iza balas lewat PM masing-masing tapi jika ada yg belum terbalas beritahu iza ya…

Balesan review :

Orange naru : wa…kenapa naru bohong itu silahkan baca aja chap satu, slx di situ udah di kasih tahu alasannya…dan ini udah di update kok…

Sasuchi ChukaChuke : iya ntar ada ItaKyuu tpi kyk.a masih agak lama*gomen ya…* dan ini ratednya akan naik kok…ya udah baca ya…^^

FSBN : ehm…gomen karena saia author baru so tak tahu bales kemana jadi kesini aja deh…N lw sarannya terima kasih banyak…iza akan berusaha memperbaikinya, tapi iza merasa masih ada yg masih salah deh dan lw kenapa butler yg lain tidak betah itu akan di bahas di chap 4 nanti…ya udah thanks agen RyoZuki.

Cucupida : iya disini ada ShikaKiba…dan baca fic nih ya…^_^

Micon : terima kasih sarannya…iza akan memcobanya tp nggak tahu deh apa masih ada yg salah…dan ini udah iza update kok…

Rhie : gomen…iza nggak tahu, tapi iza udah baca yg shitsuji itu dan iza pastikan cerita ini tak akan sama kok…lw umur itu rahasia…he…he…

Sinta namikaze : ini udh ada lemonnya kok…^^ silahkan baca…

Dan emh…NO name : udah iza update nih…^_^

oh ya thanks juga bwt hilda-chan...trims semangatnya^^

Ha…udah iza bales semua review ya udah langsung aja…

Title : My Lovely butler.

Disclaimer : Naruto Bang Masashi Kishimoto.

Warning : Lemon, Gaje,OOC,Yaoi,Shounen-Ai,Alur Kecepatan,Typo, dll…. DON'T LIKE DON'T READ!

Rate : M *ha…naik deh*

Genre : Romance, humor,Drama..General, dsb.

Pairing : Sementara SasuNaru, NejiGaara, ShikaKiba, ItaKyuu, n nggak tahu lagi deh

BY IZA_TWINSDEVIL

Chap III : My 'Princess'

Chapter sebelumnya

Braak!

Terdengar meja yang dipukul dan itu berasal dari meja yang bersebelahan dengannya.

"Aku mau pergi." ucap pemuda itu a.k.a Sasuke dengan nada ketus lalu ia pun pergi ke luar kelas. Sedangkan yang lain hanya menatapnya dengan bingung dan syok, Karena tak menyangka pemuda yang dijuluki Ice Prince bisa marah karena hal sepele.

"Ehm..teman-teman aku permisi dulu." ucap Naruto lalu ia pun bergegas meninggalkan kelasnya dan menyusul Sasuke. Sedangkan semua orang yang ada disitu hanya bisa tersenyum melihat tingkah mereka.

Normal pov

Hari yang sangat cerah menyambut IKS, semua murid sedang serius memperhatikan setiap pelajaran dengan sang butler yang menemaninya. Dan hal ini pula terjadi di kelas 2-1, kelas yang terdiri dari orang-orang pintar dan cerdas.

Kini situasi kelas ini pun menjadi diam karena telah kedatangan guru yang akan memulai pelajarannya sejak bunyi bel tadi yang menandakan istirahat telah usai.

Sreek!

Pintu pun terbuka dan menampilkan sesosok guru berambut keperakkan dengan masker yang menutupi wajahnya. Sedangkan murid-murid hanya dapat memandang guru itu dengan wajah yang sangat syok.

"Kenapa kalian semua diam?" tanya guru itu a.k.a Kakashi.

"Ehmm…apa hari ini akan kiamat?" tanya salah satu murid yang bernama Kiba.

"Apa maksudmu Kiba?" tanya Kakashi lagi.

"WHHATT JADI INI BENAR KAKASHI?" teriak Kiba yang sudah sadar dan tentu saja membuat semua orang yang ada disitu hanya bisa menahan tawa.

"Jadi! Apa maksud anda dengan kiamat tadi hemm?" kini Kakashi hanya dapat menahan geramnya.

"Ehm…maaf Kakashi-san, saya hanya bercanda saja he…he…" ucap Kiba dengan tawa yang garing dan dibuat-buat.

"Baiklah, kalau begitu nanti silahkan anda mengerjakan tugas hal 45 dari soal 1 sampai 200 dan dikumpul besok," ucap Kakashi dengan santainya.

"Ba-baiklah Kakashi-san…" kini Kiba hanya bisa meratapi nasibnya kerena perbuatan memalukannya tadi sedangkan Shikamaru hanya bisa mendengus kecil akan sifat majikannya ini.

"Cih, mendokusei," pikir Shika.

"Baiklah, kita lupakan hal tadi nah sekarang kita absen kembali," ucap Kakashi lalu mulai mengabsen …

"Uchiha Sasuke?" kini Kakashi mulai bingung, kenapa Sasuke tidak hadir.

"Kakashi-san tadi Sasuke dan Naruto keluar dan kami tak tahu mereka kemana," ujar Sakura sedangkan Kakashi hanya bisa menghela nafasnya.

"Ya sudah, kita mulai saja." akhirnya Kakashi pun memutuskan untuk melanjutkan pelajarannya.

-Di atap sekolah IKS-

Kini Naruto yang sedari tadi mencari Sasuke pun pada akhirnya menemukan Sasuke yang sedang berdiri disamping pagar sembari melihat ke atas langit.

"Ehm…Sasuke-sama, pelajaran sudah dimulai sebaiknya kita masuk ke kelas," ucap Naruto. Sedangkan Sasuke pun hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Naruto.

"Sasuke-sama, sebaiknya ki-" namun sebelum Naruto menyelesaikannya, ucapannya pun terpotong karena sekarang ia ada dalam dekapan Sasuke tepatnya Sasuke memeluknya dari belakang sedangkan Naruto yang kaget kini ingin menolehkan kepalanya kebelakang namun sebelum itu ucapan dari Sasuke melarangnya.

"Jangan menoleh!" ucapnya tegas dan Naruto pun memutuskan untuk mengikuti ucapan majikannya.

"Kau tahu, kau adalah butlerku?" tanya Sasuke yang mulai mendekatkan mulutnya ke telinga Naruto.

"I-iya, saya tahu," jawab Naruto dengan gugup karena merasakan nafas Sasuke yang dekat dengan telinganya.

"Dan apakah kau tahu secara tak langsung maka kau adalah milik seorang Uchiha Sasuke?" kini Naruto pun hanya bisa menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Jadi sebagai majikanmu, maka aku melarangmu untuk berdekatan dengan mereka," ucap Sasuke dan Naruto yang saat itu mau menjawab namun terpotong lagi karena ucapan Sasuke.

"Tak ada protes, kau harus mengikuti semua aturan dan perintahku. Dan sebagai buktinya adalah.." kini Sasuke mulai mendekatkan wajahnya ke arah leher Naruto. Lalu ia pun menggigit leher tan itu dan kini meninggalkan sebercak kissmark yang sangat ketara di leher Naruto.

"Akh…" pekik Naruto saat ia merasakan ada yang menghisap dan menggigit bagian lehernya.

"Inilah buktinya dan sekarang kau harus membereskan semua pakaianmu dan aku akan mengirimkan seseorang yang akan menjemputmu nanti sore," ujar Sasuke lalu meninggalkan Naruto yang masih berada di atap.

Naruto pov

Ke-kenapa dia melakukan ini padaku…?

Aku hanya bisa syok, apalagi sekarang ada tanda ini…

Apa aku pulang saja…atau aku masuk ke kelas lagi…?

Tapi kalau aku masuk pasti yang lain akan menayakan tanda ini dan kalau itu terjadi aku harus berkata apa…

Masa aku harus mengatakan bahwa Sasuke menggigitku, tapi itu tak mungkin kan aku masih normal…

Akh…gara-gara dia aku sekarang seperti ini!

Ya sudah, lebih baik aku pulang saja deh dan mengemasi semua barangku…

End Naruto pov

Kini Naruto pun mulai mengendap-endap keluar sekolah, ya ini ia lakukan apalagi ini masih jam pelajaran dan pastinya kalau ketahuan maka ia pasti bisa di pastikan mendapat hukuman apalagi ia masih murid baru.

Sedangkan Sasuke yang sedari tadi melihat Naruto mengenda-endap hanya bisa tersenyum dari balik mobilnya. Ya Sasuke juga memutuskan untuk meninggalkan sekolah dan langsung pulang.

Sasuke pov

Kenapa aku melakukannya dan memberikan tanda Uchiha itu…?

Tapi memang aku sudah tak bisa menahan amarahku apalagi saat ia mulai di datangi oleh yang lain dan ia memberikan senyumannya itu, dan kerena itulah aku semakin marah padanya dan saat ia berkata untuk kembali ke kelas, apakah ia sadar bahwa aku tak suka jika hal itu terjadi lagi karena ia adalah boneka ya boneka kesayanganku yang tak akan pernah aku lepas.

Arrrghhhh…

Ini membuatku semakin gila saja, sebaiknya aku pulang saja daripada di sekolah yang membosankan ini.

Aku pun mulai berjalan ke parkiran mobil dan mulai pergi dengan mobilku, aku tak peduli dengan tatapan orang yang melihatku berjalan di koridor dan pastinya mereka juga tak akan memberitahukan siapapun karena akulah penyumbang terbesar di sekolah ini dan itu pasti akan membuat mereka semua takut padaku.

Kini mobilku mulai berjalan dan saat aku mulai berjalan, aku melihat sosok itu ya sosok yang aku sukai, kini ia mulai mengendap-endap dan pastinya aku yakin ia akan pulang ke rumahnya dan mengemasi semua barangnya seperti yang aku katakan tadi.

Mobilku pun berjalan lagi dan tanpa sadar senyum kecil pun terlihat di wajahku ini…ya apalagi melihat wajah Naruto tadi yang kaget sekaligus terlihat semburat merah di kedua pipinya, dan itu semakin membuatku ingin memilikinya.

End Sasuke pov

-Di apartemen Naruto-

Kini Naruto terlihat sibuk mengemasi semua barangnya hingga ia tak sadar akan sesosok yang mulai mendekatinya.

"Kenapa tadi kau tak masuk Naruto?" tanya sosok itu. Sedangkan Naruto yang sedang asyik mengemasi barang-barangnya hanya bisa kaget dengan sosok itu.

"HUWAAA…akh Kakashi-san, mengagetkanku saja!" dengus Naruto.

"Gomen, nah bilang kenapa kau tak masuk tadi?" tanya Kakashi lagi.

"Ah…ta-tadi aku di suruh oleh Sasuke untuk segera pulang dan mengemasi semua barangku apalagi ia akan menjemputku nanti sore jadi ya…aku pulang saja deh he…he…" ujar Naruto dengan cengirannya.

"Ha…dasar kau, ya sudah kemasi semua barangmu dan pastikan jangan sampai kau berbuat kesalahan dengannya," ucap Kakashi.

"He…he iya tapi sepertinya aku akan tetap menaruh sebagian barangku disini, ya siapa tahu aku masih rindu tempat ini," jawab Naruto.

"Ya sudah itu terserah kau saja, tapi aku ingatkan besok kau harus benar-benar bersabar dan ingat ikuti semua perintahnya jika kau ingin jadi butlernya ya…" ujar Kakashi.

"Maksud Kakashi-san apa?" tanya Naruto.

"Kau akan tahu besok." jawab Kakashi dan itu pun membuat Naruto semakin bingung dengan apa yang di beritahukan pada Kakashi. Ia pun memutuskan untuk tak ambil pusing dengan semua itu dan terus saja meneruskan semua pekerjaannya untuk mengemasi barang-barang itu.

#############

Hari pun semakin sore, tak lama terdengar suara derap mobil yang berhenti di depan apartemen naruto dan juga terdengar suara klapson mobil. Naruto pun tahu itu pasti adalah jemputan yang dibilang Sasuke.

Naruto pun turun kebawah serta membawa kopernya dan di sampingnya ada Kakashi yang mengikutinya sampai kebawah.

"Bailklah, aku pergi dulu ya Kakashi-san dan terima kasih bantuannya," ucap Naruto.

"Sama-sama, oh ya ingat tadi yang aku bilang ikuti semua perintahnya," jawab Kakashi dan Naruto pun tersenyum dan mengganggukkan kepalanya.

"Baiklah dan aku pasti akan mampir kesini."

"Ya sudah, sana cepat masuk." ucap Kakashi. Naruto pun mulai masuk kedalam mobil kemudian mobil itu pun melaju menjauhi apartemennya. Sedangkan Kakashi yang melihat kepergian Naruto hanya dapat berkata dalam hati.

"Semoga Naruto dapat bertahan menjalani rintangan besok." Itulah kata-kata Kakashi dalam hatinya.

-Di dalam mobil-

Kini mobil pun semakin menjauhi apartemen Naruto, Naruto pun hanya bisa menatap kedepan jalan. Hingga lamunannya pun terbuyarkan oleh seseorang.

"Apakah anda butler baru Sasuke-sama?" tanya sang supir berkulit putih dan memiliki gigi bertaring di mulutnya.

"Akh…i-iya saya butler Sasuke-sama dan anda…?" tanya Naruto.

"Anda panggil saja saya Suigetsu, saya adalah supir pribadi Sasuke-sama," ucap Suigetsu.

"Salam kenal Suigetsu-san, perkenalkan nama saya Uzumaki Naruto," balas Naruto.

"Salam kenal juga Uzumaki-sama,"

"Ah tak usah pakai Uzumaki panggil saja saya Naruto," ucap Naruto.

"He…he…memang anda orang yang menarik pantas Sasuke-sama senang waktu itu," ujar Suigetsu.

"Eh, senang kenapa?" tanya Naruto.

"Nanti anda juga tahu, nah sekarang kita sudah sampai silahkan masuk," ujar Suigetsu.

"Ah ya terima kasih," jawab Naruto lalu membawa kopernya ke dalam namun sebelum itu terjadi ucapan Suigetsu pun memotongnya.

"Anda tak perlu membawanya, biar nanti saja yang menyuruh para maid membawanya dan tak ada kata protes karena jika itu terjadi maka pasti saya dimarahi oleh Sasuke-sama," ujar Suigetsu, sedangkan Naruto yang ingin menolaknya pun hanya bisa membiarkan kopernya dibawa oleh salah satu maid.

Kini Naruto berjalan memasuki rumah Sasuke dengan seorang maid yang ada disampingnya ia pun di ajak berjalan ke arah ruang tengah.

"Ehm…terima kasih, saya Uzumaki Naruto tapi panggil saja Naruto dan anda? " tanya Naruto pada maid itu.

"Akh…kalau begitu panggil saja saya Shion dan saya adalah kepala maid disini," balas maid itu yang diketahui namanya adalah Shion.

"Terima kasih Shion-chan," ucap Naruto dengan senyuman diwajahnya dan dibalas dengan senyum juga oleh Shion.

"Baiklah silahkan Naruto-sama tunggu disini, biar saya panggilkan dulu Sasuke-sama," ujar Shion sedangkan Naruto hanya berdiam dan menunggu di sofa yang ia duduki.

Tak lama Shion pun kembali.

"Naruto-sama, Sasuke-sama menyuruh anda untuk datang ke ruang baca," ujar Shion.

"Baiklah,"

"Sekarang saya akan mengatarkan anda kesana jadi ikuti saya," ucap Shion. Lalu mereka berdua pun mulai berjalan ke arah ruang baca yang dimaksud Shion tadi dan tak lama mereka pun tiba didepan sebuah pintu besar berwarna biru tua dengan aksen pinggiran berwarna gold.

"Silahkan anda masuk." Shion pun membukakan pintunya lalu menyuruh Naruto untuk masuk kedalamnya dan Shion pun menunggu di luar.

Sekarang Naruto pun masuk kedalam ruang baca itu, ia melihat sekelilingnya ternyata ruangan ini sangatlah luas dan besar dengan berbagai buku yang sangat banyak dalam rak buku yang tersusun sangat rapi. Hingga ia menemukan sosok majikannya yang kini sedang asyik membaca buku di salah satu sofa yang lumayan besar.

"Sasuke-sama, saya sudah datang," ucap Naruto. Kemudian Sasuke pun menengokkan kepalanya hingga ia bertemu pandang dengan mata biru langit Naruto sedangkan Naruto kini hanya terpaku dengan Sasuke, ia sangatlah tampan apalagi dengan kacamata yang ada di wajahnya. Ya itulah yang di pikiran Naruto sekarang.

"Duduklah," perintah Sasuke. Naruto pun langsung duduk di salah satu sofa yang ada hingga kini ia berhadapan langsung dengan Sasuke.

"Baiklah, Naruto kau sebagai butler baruku harus tahu semua aturan yang ada disini dan harus mengikutinya," ujar Sasuke seraya menyerahkan sebuah buku pada Naruto sedangkan Naruto pun menerimanya.

'Hieee…bukunya tebal sekali dasar teme!' ucap batin Naruto.

"Baiklah Sasuke-sama," jawab Naruto.

"Kalau begitu sekarang aku akan mengujimu, nah sekarang buatkan aku secangkir tea," ucap Sasuke.

"Baiklah Sasuke-sama," jawab Naruto lalu langsung pergi ke luar.

'Kenapa sih tak suruh pembantu saja dasar mana pake ujian segala huh! Eh tapi bagaimana sekarang aku kan tidak tahu dapurnya dimana…akh iya tanya Shion aja dan sepertinya ia masih menunggu diluar' batin Naruto lalu Naruto pun membuka pintu dan terlihatlah sosok Shion yangs sedang menunggu disana.

"Shion-chan…aku butuh bantuanmu?" rengek Naruto yang sudah keluar dari ruang baca dan langsung memeluk Shion hingga Shion kini menjadi gelakapan melihat sikap Naruto yang langsung berbeda.

"Akh…pasti Naruto-sama disuruh buat secangkir tea kan?" tanya Shion.

"Iyaaa eh…kok tahu?" jawab Naruto yang kini bingung kenapa bisa Shion tahu padahalkan ia belum bicara sepatah katapun.

"Itu memang sudah dibilang kebiasaan dari Sasuke-sama dalam menguji setiap butler baru, dan pasti saya akan membantu Naruto-sama kok," ujar Shion.

"Shion-chan baik sekaliii…tapi jangan panggil aku dengan embel-embel sama cukup Naruto aja," ucap Naruto.

"Baiklah Naruto, sekarang aku akan mengatarkanmu ke dapur." ucap Shion. Lalu mereka pun berjalan kebawah dan menuruni tangga hingga sampailah mereka kini di sebuah dapur yang sangat luas.

-Di dapur-

Kini Naruto mulai mencoba membuat sebuah tea namun tanpa bantuan Shion, soalnya Shion sudah bilang ujian ini harus Naruto sendirilah yang membuat tea itu seperti para butler lainnya.

"Ehm…Shion, Sasuke suka tea seperti apa?" tanya Naruto yang bingung karena Sasuke tak memberitahukan harus buat tea model apa karena ia hanya dibilang untuk membuat secangkir tea.

"Naruto, tadi Sasuke-sama sudah bilang untuk membuat secangkir tea dan itu artinya Sasuke-sama ingin tahu apa tea yang akan kau buat itu dan itu yang akan membuat Sasuke-sama menilaimu," jawab Shion.

"Jadi aku hanya perlu membuat secangkir tea yang menurutku paling enak?"tanya Naruto.

"Ya seperti itu memang maksud Sasuke-sama." ujar Shion.

"Baiklah aku akan membuatnya," ucap Naruto dengan semangat kemudian mulai mencari bahan-bahan membuat tea.

'Ehm…tea seperti apa yang dia suka ya? Aku jadi bingung apalagi ini adalah penilaiannya… akh iya itu saja!' batin Naruto senang dan segera ia membuat sebuah tea yang menurutnya cocok dengan Sasuke.

"Shion, dimana tempat menaruh daun mint?" tanya Naruto.

"Disana." jawab Shion sembari menunjuk sebuah toples berwarna biru, lalu Naruto pun mulai membuka toples itu dan mulai membuat teanya.

Ia buat tea itu dengan segenap kesungguhannya dan terakhir ia memasukkan daun mint itu kedalam tea yang ia buat dan jadilah tea buatannya.

Kini Naruto dan Shion pun kembali lagi ke ruang baca, dan seperti tadi pula Shion menunggu Naruto dari luar sedangkan Naruto masuk dengan membawa secangkir tea.

"Sasuke-sama ini tea ya," ucap Naruto seraya memberi cangkir itu pada Sasuke.

"Dasar dobe, lama sekali kau membuatnya," dengus sasuke dan menerima tea yang dibuat oleh Naruto sedangkan Naruto yang tidak menerima sebutan itu langsung menggembungkan kedua pipinya.

'Manis' itulah yang ada didalam hati Sasuke ketika melihat sikap Naruto yang menurutnya lucu seperti anak kecil yang sedang marah. Namun ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke tea yang dibuat Naruto.

'Ehm…baunya enak, sepertinya si dobe ini dapat diandalkan dan sepertinya aku pernah merasakan ini tapi dimana…' lalu Sasuke pun mulai meniup dan meminum tea itu.

"Tea apa yang kau buat dobe?" tanya Sasuke yang sudah selesai meminum tea itu.

"Eh…jangan panggil aku dobe, teme! Dan itu adalah tea green lemon," ucap Naruto kesal, Karena dipanggil dobe lagi oleh Sasuke.

"Dari siapa kau belajar membutnya?" tanya Sasuke lagi.

"Aku membuatnya dari Kaasan, Kaasan selalu membuatnya buat kami," ujar Naruto.

"Dan sekarang dimana kedua orang tuamu?"

"Dasar teme! Kan aku sudah bilang di sekolah, kedua orang tuaku sudah lama meninggal dan kini anikiku sedang berada di luar negeri," ujar Naruto.

"Hn"

"Aarrrggh teme! Kau membuatku semakin marah saja," kini Naruto benar-benar sudah tak tahan dan langsung melepaskan semua sopan santunnya karena menurutnya sikap Sasuke sekarang sudah cukup membuat darahnya naik.

"Hem…jadi kau marah denganku? Bukannya kau adalah butlerku?" tanyanya dengan menggoda.

"Akh…go-gomen tadi saya kelewatan bicara," ucap Naruto dengan terbata-bata karena ia sudah sadar bahwa dirinya tadi sudah lepas kendali.

"Tidak ada kata maaf dobe…padahal tadi aku akan meluluskanmu dalam ujian pertama ini tapi karena melihatmu bersikap seperti itu rasanya harus di pertimbangkan lagi," ujar Sasuke dan ini membuat Naruto semakin khawatir karena masa baru pertama kali jadi butler malah langsung di pecat, kan tidak mungkin itu pasti sangat memalukan.

"Ja-jadi bagaimana supaya saya bi-bisa lulus ujian pertama ini?" tanya Naruto dengan gugup, kini ia berfikir bagaimana caranya supaya ia dapat lulus kembali.

"Ehm…minumlah ini," suruh Sasuke saraya menyerahkan segelas air berwarna bening, namun naruto yang sedang tidak fokus langsung saja meminum air gelas itu tanpa menanyakan apa itu, sedangkan Sasuke sendiri langsung menyeringai melihat Naruto yang dengan patuh langsung meminum air di gelas itu.

"Sekarang duduklah di sofa itu," ucap Sasuke dan langsung saja Naruto duduk, karena sekrang yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana sekarang dan bagaimana nanti kehidupannya. Ia begitu sangat memikirkannya.

"Shion, segeralah kau pergi biar Naruto disini," ucap Sasuke yang kini sudah berada di depan pintu dan melihat Shion yang sedang menunggu di luar.

"Baiklah Sasuke-sama dan saya juga sudah persiapkan kamar Naruto-sama di lantai dua dan persis sesuai perintah yaitu di samping kamar anda," ujar Shion.

"Hn"

"Selamat malam Sasuke-sama, Naruto-sama." ucap Shion lalu pergi. Sedangkan Sasuke kini kembali lagi ke dalam ruangan.

Naruto pov

Ha…bagaimana ini…?

Jika dia tak menerimaku sebagai butlernya maka matilah riwayatku ini!

Aarrrggghhh….

Eh-eh kenapa kepalaku pusing sekali…

Dan kenapa pandanganku kabur seperti ini…?

Ada apa dengan tubuhku…

Ku rasakan tubuhku kini menjadi sangat panas dan pandanganku pun mulai buyar, seakan-akan semua hal yang membuatku pusing seperti hilang begitu saja, aneh sekali…

Dan sekarang pasti dapat ku pastikan tubuhku kini semakin memerah karena hawa panas yang keluar dari tubuhku, tapi kenapa bisa ?

Dan rasanya aku mendengar derap kaki yang mendekat tapi siapa? Pandanganku kini pun mulai kabur…namun terasa sangat menyenangkan.

End Naruto pov

*Lemon : ON*

Kini Sasuke munuju ke sofa yang diduduki oleh Naruto dan sekarang ia dapat melihat semburat merah di pipinya dan itu membuat Sasuke terseyum di wajahnya errr smaksudnya seringai sangat terlihat disitu.

"Dobe, aku antar ke kamarmu," ucap Sasuke.

"Ehm…" kini Naruto hanya dapat menjawab ucapan Sasuke dengan nafas tersegal dan ia pun mulai merentangkan kedua tangannya agar Sasuke mengangkat tubuhnya.

"Hm…baiklah boneka ku sayang akh salah tuan putriku, kau manja sekali…" balas Sasuke yang mengetahui maksud Naruto dengan menjulurkan kedua tangannya. Ia pun mulai

mengangkat tubuh Naruto ala bridel style dan membawanya ke dalam kamar Naruto.

Kini Sasuke telah memasuki kamar Naruto, setelah ia sampai, maka ia rebahkan tubuh Naruto di ranjangnya dengan posisi terlentang dan sukses membuat Sasuke menelan ludahnya.

"Ehmmm…" tubuh Naruto kini mulai menggeliat untuk menyamankan posisisnya, namun Sasuke melihat keadaan itu dan tak berniat untuk menyia-nyiakan waktu ini. Sasuke pun mulai merangkat ke tubuh Naruto hingga kini wajahnya dan wajah Naruto hanya tinggal beberapa millimeter lagi.

Sasuke mulai menghilangkan jarak keduanya, hingga kini ia mulai menenpelkan bibirnya ke bibir lembut Naruto dan membuat Naruto mendesah. Sasuke yang seakan terhipnotis apalagi dengan wajah merah Naruto yang terselimutkan oleh dampak minuman alkohol yang ia berikan kini semakin menggoda baginya.

Dan tak buang waktu Sasuke pun mulai melumat bibir lembut itu dengan lembut namun lama-kelamaan ciuman itu mulai mengganas ia segera menggigit bibir Naruto untuk meminta izin masuk kedalam mulutnya, sedangkan Naruto yang kini sedang mabuk hanya bisa membuka mulutnya perlahan-lahan.

Kini Sasuke langsung melesatkan lidahnya dalam mulut Naruto yang sangat hangat, ia mulai menyelusuri tiap detail dari mulut Naruto. Dimulai mengabsen gigi-gigi Naruto yang rapi lalu menyapu rongga mulut Naruto hingga Naruto merasakan rasa geli.

"Ehmm…eeehmmm" desahan Naruto pun mulai keluar saat Sasuke menyelusuri rongga mulutnya. Sasuke yang mendengar desahan itu, semakin membuatnya hilang akan kesadaran dirinya. Ia mulai menangajak lidah Naruto untuk bertarung dengan lidahnya hingga kini saliva-saliva mulai menetes dari sela pertarungannya, namun karena Naruto kini sedang mabuk lidahnya pun kalah oleh lidah Sasuke yang sepertinya lebih terlatih dari pada dirinya.

Sasuke yang tidak puas pun mulai menurunkan wajahnya ke lekukkan leher Naruto, ia mulai menghisap aroma citrus yang menguar dari sela tubuh Naruto dan ia pun mulai menghisap leher Naruto dengan sangat kuat kemudian ia menggigit dan menjilati leher itu dan kini meninggalkan bekas kissmark yang sangat ketara di leher naruto.

Sasuke yang tidak puas dengan hasil kerjanya mulai melakukannya lagi di leher Naruto dengan letak yang berbeda-beda, ia mulai menghisap, menggigit, dan menjilati leher Naruto hingga menimbulkan suara desahan Naruto yang sangat menggoda.

"Akh…akh…" desahan Naruto kini mulai keras karena Sasuke sejak tadi terus saja menggigit lehernya dengan sangat intens.

Sasuke yang terhipnotis akan suara itu, kini mulai menyusupkan tangannya ke dalam baju Naruto dan mulai melepas kancing baju Naruto satu persatu sedangkan mulutnya kini ia gunakan untuk membungkam mulut Naruto.

Satu

Dua

Tiga

Empat

Dan lima

Kancing-kancing baju Naruto kini mulai terlepas dan membuat dada bidang Naruto yang berwarna tan itu kini terekspos dengan sangat indah, Sasuke langsung saja menjilat, mengigit, dan mengulum putting Naruto yang kemerahan itu sedangkan tangan satunya ia buat untuk memilin-milin dan menekan putting Naruto satunya.

"Akh…Sas-suke…akh…" desahan Naruto yang kini membuat Sasuke terbelalak karena Naruto menyebutkan namanya, namun rasa terkejutnya kini tergantikan dengan seringai di wajahnya. Sasuke pun dengan sangat cepat mulai mengulum kedua putting Naruto dengan sangat ganas dan bergantian dan kini kedua putting itu pun semakin memerah dan tercipta dua buah kissmark yang berada mengelilingi kedua putting Naruto.

Sasuke sekarang sudah benar-benar tak tahan dengan sikap Naruto kali ini, ia pun mulai menurunkan celana yang di pakai oleh Naruto hingga kini ia melihat 'barang' Naruto yang menegang bak menara dan mengeluarkan cairan putih dari ujungnya akibat perbuatan Sasuke tadi.

"Ah…" lirih naruto lega saat benda yang membuatnya sesak kini terlepas.

Sedangkan Sasuke kini tak tanggung-tanggung langsung menjilat ujung 'barang' Naruto dengan lidahnya, lalu mulai mengulum 'barang' itu dengan sangat kuat. Ia pun lalu memaju-mundurkan kepalanya di 'barang' Naruto hingga membuat Naruto tersentak beberapa kali.

Kini sasuke mulai mempercepat gerakan mengulum barang Naruto.

"Akh…akh...akh…" desis Naruto saat merasakan 'barang'nya sedang dikulum dengan sangat mengenakkan. Kini sudah entah berapa lama rasanya akan ada sesuatu yang keluar.

Sedangkan Sasuke yang melihat tubuh Naruto mengejang hebat lalu dengan cepat menghisap dengan kuat 'barang' Naruto.

"SASUKEEE…" teriak Naruto dan langsung menyemburkan sarinya kedalam mulut Sasuke sedangkan Sasuke langsung menghisap sari-sari itu dengan kuat walaupun kini sari-sari itu tak lagi keluar dari 'barang' Naruto, namun Sasuke masih berharap dapat menghisap sari itu lebih banyak.

Kini Sasuke yang sudah tahan apalagi dengan 'adik' yang ada di balik celananya kini semakin tegang dan membuat celana yang ia pakai semakin sempit saja. Ia pun mulai melepas celananya dan kini 'barang'nya pun mulai menengang.

Sasuke kembali menindih tubuh Naruto di ranjang, lalu ia mengulum ketiga jarinya dalam mulutnya sendiri dan kini jari-jarinya sudah terlumuri oleh salivanya. Sasuke pun mulai melebarkan kedua kaki Naruto kemudian mulai memasukkan jari pertamanya.

"Akh!" pekik Naruto saat ada sesuatu yang menerobos dalam bagian bawah dirinya, sedangkan Sasuke menunggu Naruto untuk terbiasa lalu setelah melihat Naruto mulai terbiasa, ia pun memasukkan jari keduanya dalam tubuh Naruto hingga membuat kepala Naruto tersentak ke belakang dan kini ia langsung memasukkan jari ketiganya dan membuat gerakan zig-zag dan gunting untuk memperlebar lubang Naruto.

Naruto pun mulai terbiasa dengan jari Sasuke, sedangkan Sasuke mulai mengeluarkan ketiga jarinya dan membuat Naruto mendesah kecewa. Namun tak lama ia merasakan sesuatu yang lebih besar menerobosnya.

"AAKKKHH…" teriak Naruto saat benda itu yang ternyata adalah 'barang' Sasuke kini mulai menusuk bagian bawahnya.

Sasuke pun mulai berhenti agar Naruto mulai terbiasa hingga kini ia melihat Naruto yang tidak merintih kesakitan. Sasuke pun mulai mengerak-gerakkan 'barang'nya dalam tubuh Naruto dan itu membuat Naruto yang pertamanya merasakan sakit kini terganti oleh rasa kenikmatan.

Sasuke terus saja melakukan gerakan in-out nya dan akhirnya ia menemukan titik Naruto yang membuat Naruto selalu memekik saat ia menyentuhnya.

Sekarang Sasuke mulai memposisikan 'barang' nya di depan lubang Naruto hingga membuat ujung 'barang' nya saja yang ada dalam tubuh Naruto. Lalu dengan sekali hentakkan 'barang' itu pun menusuk prostat Naruto dengan sangat kuat dan cepat.

"ARRRGGHHH…" kini teriakan Naruto sangat keras, apalagi membuatnya sudah tak tahan untuk memgeluarkan sari-sarinya dan Sasuke yang meilihat tubuh Naruto mengejang lagi langsung dengan cepat mengerakkan gerakan in-out nya hingga kini ia juga merasakan ada sesuatu yang akan keluar.

"SASSUKEEEEE…" teriak Naruto dan langsung menyemburkan sari-sarinya hingga kini mengotori perut dan dada keduanya. Namun tak lama Sasuke pun sudah tak tahan apalagi dengan rektum Naruto yang menghimpitnya dengan kuat.

"NARUTOO…" kini Sasuke pun menyemburkan sarinya dalam tubuh Naruto sedangkan Naruto langsung kehilangan kesadarannya dan tertidur di pelukan Sasuke yang kini menindih sekaligus memeluknya.

Sedangkan Sasuke yang merasa kawan bercintanya sudah tidur , maka segera Sasuke membereskan semua peristiwa ini dan memakaikan baju tidur ke tubuh Naruto lalu Sasuke pun mengecup dahi Naruto.

"Oyasumi, my lovely butler." ucap Sasuke setelah mencium dahi Naruto dan langsung menutup dan meninggalkan kamar Naruto.

*Lemon End*

-Keesokan harinya-

Kini silau dari sang matahari mulai mengusik pemuda bernama Naruto yang sedang asyiknya sedang tertidur dengan pulas.

"Hoam…"ucap Naruto lalu menyingkap selimutnya dan mulai turun dari ranjangnya, namun lagsung ia merasakan sakit yang luar biasa dari bagian bawahnya.

"Awww…" ucapnya dan langsung berjalan tertatih-tatih ke dalam kamar mandi.

Naruto pov

Kini ku mulai menyiram tubuhku dengan shower yang sangat deras dan entah kenapa aku merasakan sakit yang luar biasa pada bagian bawahku.

Akh…kenapa bisa begininya…?

Tapi kenapa aku juga tadi malam bermimpi bercinta dengan sasuke…akh itu kan hanya mimpi apalagi yang terakhir aku ingat pasti tadi malam shion mengantarku ke kamar jadi…KENAPA AKU BISA BERMIMPI SEPERTI ITU!

Arrrrggh…

Rasanya kepalaku mau pecah dan aku bisa pastikan kini wajahku pasti memerah…ya sudah tak usah di pikirkan kan itu hanya mimpi.

Ya hanya mimpi…

Lalu setelah aku membersihkan tubuhku, kini aku berjalan keluar dengan handuk yang melilit di bagian bawahku dan saat aku mulai buka aku melihatnya, ya melihat Sasuke yang sedang berdiri di samping lemarinya.

End Naruto pov

Kini Naruto masih terpaku dengan Sasuke dan langsung saja ia memakai pakaian yang sudah ia persiapkan tadi dan langsung kembali masuk ke kamar mandi untuk berganti baju. Setelah itu ia pun cepat-cepat keluar dan menemui Sasuke.

"Ada apa Sasuke-sama?" ucapnya sopan.

"Karena kau sudah lulus ujian pertama maka inilah ujian terakhirmu," ucap Sasuke seraya menunjukkan sesuatu di hadapan Naruto.

"WHAT THE F*CK, a-aku ha-harus melakukannya?" tanya Naruto dengan gugupnya.

"Hn" balas sasuke.

'Ja-jadi ini yang dimaksud dengan Kakashi-san' kini Naruto hanya dapat menahan rasa syok dan hanya dapat merasakan seperti ada petir yang menyambarnya.

Tbc

Iza udah nepati janji buat lemon nih…*tapi gomen nih pertama kalinya iza bwt hard yaoi*

Khu…khu…khu…harus di tbc dulu ya…

Ya udah semoga ini chap dapat membuat semua senang…

Tapi iza mau tanya apa bisa ini di masukkan dalam rate M *slx menurut iza ini kurang hot*

Ah ya sudah kalau mau update cepat atau nggak itu terserah readers…

Jadi silahkan review….

R

E

V

I

E

W