Jatuh Ke Masa Lalu
Maaf semuanya… wordnya sedikit. Soalnya aku lagi gak mood :D . Ini bakalan kupanjangin di chap ini. Tenang, updatenya cepet kok. Maaf sudah nunggu lama-lama. Yosh!
By: Aqilah Kyuu san
"Apa maksudnya ini?" Tanya Sasuke heran dengan bingung.
"Khu, khu, khu," seseorang tengah mengintip mereka tertawa jahat lalu pergi begitu saja.
[Nih, author buat flash back nya kenapa dia bisa masuk kedunia masa lalu ini. Sebenarnya sih awalnya author gak tau apa tuh flashback. Gomen author curhat]
Flashback on
Saat ia tertidur, datang seorang penyusup yang memiliki mata tomoe yang berputah cepat kearahnya. "Kembalilah ke masa lalu. Perbaiki kelakuan jelekmu itu!" orang itu padanya dan memegang lengan sasuke.
Saat ia melepaskan tangan Sasuke, tangan Sasuke pun memiliki tanda bunga dengan ukiran mata rinne-sharingan.
"Jaa…" bisik orang itu lagi lalu ia mengeluarkan lubang hitam berputar cepat. Menarik Sasuke hingga tenggelam kedalam tak tersisa.
"Perbaiki masa lalu mu, atau sesuatu buruk akan terjadi."
Flashback off
Entah ingatan darimana muncul di otak Sasuke. Tapi ingatan saat kejadian ia ketika tidur dan di jerumuskan sosok aneh ke dalam masa lalunya ini.
"Sasuke? Kau melamun? Woi…" Naruto mengibaskan tangan ke arah nya.
"Naruto! Hmh..! Eh, Sasuke-kun?" Sakura mengalih perhatian nya lagi ke arah Sasuke.
"Sakura.." Gumam Sasuke saat memandang rambut pink sakura yang memang warna rambutnya mengingatkannya akan bunga Sakura.
Sakura yang tidak tahu maksud sebenarnya gumam-an Sasuke mengira ia dipanggil oleh pujaan hatinya. Sakura mengira pertanyaan Sasuke yang tak tahu mereka hanya berpura-pura saja.
"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura tersenyum menatap Sasuke.
"Eh… em, rambutmu seperti bunga Sakura." Ujar Sasuke menjawab malu. "Jadi namanya Sakura? Dan si kuning bule ini Naruto… Apa aku harus pura-pura mengingat mereka? Oh ya, harus! Karena mereka ini bakal bawa gue ke rumah sakit. Masih ngeribetin gue aja." Pikir Sasuke bersugut-sugut.
Sedangkan Sakura masih merona merah karena tak sengaja secara alami Sasuke menggombal dirinya.
Sedangkan Naruto mulai memuncak marahnya. Tak biasanya si Teme menggombal Sakura. Tentu saja itu masalahnya.
Naruto sangat menyukai Sakura. Kalian tahu bukan?
"Teme Kau! da-" Baru mengomel, mulutnya langsung dibekap Kakashi.
"Naruto, itu tidak baik. Nah, Sasuke. Main-main amnesia sudah bukan? Ayo, aku ada misi kedua untuk kalian." Ucap Kakashi tersenyum kecut dibalik masker nya.
"Eh? Em… Iya guru! Hehehe…" Tawa Sasuke tersenyum lebar.
Tentu saja tingkah Sasuke saat ini membuat jantung mereka shock.
Hari ini, Sasuke mereka Sembilan puluh lima persen berubah dratastis.
"Teme?" Naruto memastikan kawannya tak gangguan jiwa.
"Heh? Aku juga punya nama Naruto-kun. Ne, kita tak usah saling mengolok nama." Ucap Sasuke tersenyum palsu. Sebenarnya hatinya gelisah dan ciut. Karena ia tak pernah mengenal mereka, dirinya sekarang, dan dunia ini.
"Be-benar dugaanku… Glek!" Naruto bergumam pelan sambil menelan ludah.
Mereka pun berangkat melaksanakan misi dengan kondisi yang berbeda sedikit karena Sasuke.
Di Tempat Lain
"Sasuke ini kare…. Sasuke?" Itachi bingung lalu memeriksa selimut Sasuke. Saat dibuka yang ia temukan hanya guling nya saja.
"Ya ampun.."
Ia pun mencari dimana-mana. Mulai dari ruang tamu, dapur, ruang keluarga, kamar mandi, wc, halaman belakang, halaman depan, di lubang closed, dimana-mana! Tetap tak ketemu.
Ia pun mencoba menelpon teman-temannya termasuk temannya Sasuke. Tetap tak menemukannya! Ia pergi ke tempat warnet kesukaan Sasuke pun tak ada. Ketoko kaset video game kegemaran Sasuke juga tidak ada.
Ia pun lelah mencari dan duduk dikursi.
"Hm…. Hm… Hm….! SASUKE-BAKA! DIMANA KAU?! SASUKE!" Teriak kakaknya menjerit histeris. Perasaannya bercampur aduk sekarang.
Antara marah, sedih, depresi, takut, khawatir, dan cemas bercampur aduk dikepalanya. Dasar Sasuke sialan!
Bersambung
Reply Reviews:
Arum Junnie: ia… ini ada flashbacknya biar tau makasih
Note: Akhirnya! Selesai juga chapter dua. Sempat gantung 2 hari akibat sekolah. ganbatte! Terus ikuti ceritanya nanti ya? Gantung? Insya Allah ga bakal. Kalau gantung cerita tuh ibarat kan sekolah tapi suka bolos dan ngecewain.
